29 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Piodalan Agung di Pura Segara Buleleng: Ketulusan Ngayah STT Yowana Taruna Wirahita Banjar Jawa

Putu Gangga Pradipta by Putu Gangga Pradipta
November 17, 2025
in Khas
Piodalan Agung di Pura Segara Buleleng: Ketulusan Ngayah STT Yowana Taruna Wirahita Banjar Jawa

Ketulusan Ngayah STT Yowana Taruna Wirahita Banjar Jawa

SUASANA Pura Segara, Desa Adat Buleleng, Minggu malam, 16 November 2025, dipenuhi semangat ngayah ketika STT Yowana Taruna Wirahita Banjar Jawa menampilkan sesolahan tari dalam rangkaian Piodalan Agung Segara Buleleng. Acara yang dimulai pukul 20.00 WITA ini menghadirkan empat tari secara berurutan dan diiringi oleh Komunitas Adicitatala sebagai penabuh.

Ketua STT Yowana Taruna Wirahita Banjar Jawa, Kadek Ega Suryani Dewi, S.Pd., menyampaikan bahwa ngayah kali ini merupakan bentuk bakti generasi muda kepada desa adat. Ia menuturkan bahwa persiapan dilakukan dengan singkat, namun seluruh anggota tetap berupaya memberikan penampilan terbaik. Menurutnya, ngayah bukan semata pergelaran seni, melainkan ungkapan ketulusan dan rasa hormat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

STT Yowana Taruna Wirahita Banjar Jawa

Sementara itu, Ketua Panitia Piodalan Pura Segara, Jro Mangku Nyoman Agus Suwestra, mengapresiasi kontribusi STT dalam meramaikan piodalan. Ia menyebutkan bahwa kehadiran anak-anak muda yang terlibat dalam ngayah memberikan energi positif bagi jalannya upacara. Jro Mangku mengungkapkan bahwa masyarakat sangat menantikan penampilan ini karena menjadi salah satu rangkaian seni yang memperkaya makna spiritual piodalan.

Beberapa pemedek yang selesai sembahyang turut memberikan tanggapan atas sesolahan tersebut. I Wayan Sudiarta, salah satu pemedek asal Buleleng, mengaku bangga melihat STT Banjar Jawa tampil dengan penuh semangat. Ia mengatakan bahwa pertunjukan seperti ini membuat suasana piodalan terasa semakin hidup. Menurutnya, tari-tari yang ditampilkan memberi kesan mendalam karena disajikan dengan ketulusikhlasan ngayah.

Tari pertama yang dibawakan adalah Tari Puspanjali, sebuah tari penyambutan yang menggambarkan keanggunan dan rasa hormat. Dalam penampilan ini, para penari tampil serempak dengan gerakan halus dan ekspresi lembut, mencerminkan penghormatan kepada pemedek dan kehormatan bagi dewa-dewi. Pementasan tersebut berhasil menarik perhatian sejak awal sesolahan dimulai.

Tari Puspanjali

Tari Cendrawasih

Selanjutnya ditampilkan Tari Cendrawasih, tari yang terinspirasi dari burung cenderawasih dengan karakter elegan dan penuh pesona. Para penari menunjukkan keindahan gerakan tangan dan keluwesan tubuh yang menggambarkan sifat burung tersebut. Penonton dapat merasakan suasana ceria serta keanggunan tarian yang dibawakan dengan penuh kekhusyukan.

Pada bagian ketiga, suasana berubah menjadi lebih dramatis dengan tampilnya Tari Jauk Manis. Tarian ini menghadirkan karakter raksasa namun dengan nuansa halus dan manis. Penari menunjukkan kemampuan mengontrol ekspresi topeng dan ritme gerakan, memperlihatkan perpaduan antara kekuatan dan kelembutan khas tari Bali. Banyak pemedek terlihat kagum dengan ketepatan gerakan yang ditampilkan.

Tari penutup adalah Tari Bebarongan Bangkung, yang selalu sukses mencuri perhatian karena menghadirkan karakter bangkung yang lucu dan unik. Gerakan lincah dan interaksi antarpenari memberikan suasana segar di akhir pementasan. Masyarakat yang menonton terlihat menikmati dan beberapa tertawa kecil melihat kelincahan tokoh bangkung dalam tarian ini.

Penabuh: Komunitas Adicitatala

Menurut Kadek Ega Suryani Dewi, keempat tari ini dipilih karena menggambarkan keragaman karakter seni tari Bali. Ia menekankan bahwa meskipun persiapan dilakukan secara singkat, seluruh anggota STT berkomitmen tampil maksimal. Ia berharap anak-anak muda tetap menjaga semangat ngayah dan terus melestarikan seni tradisi.

Jro Mangku Nyoman Agus Suwestra menambahkan bahwa sesolahan seperti ini membawa nilai spiritual sekaligus budaya. Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh anggota STT yang telah ngayah tanpa pamrih. Baginya, hadirnya generasi muda dalam kegiatan adat merupakan tanda kuatnya tradisi yang tetap dijaga.

Salah satu pemedek lainnya, Ni Made Sariani, juga memberikan komentar positif. Ia mengatakan bahwa penampilan malam itu sangat menghibur serta memberikan rasa bangga terhadap generasi muda Banjar Jawa. Menurutnya, ngayah dengan tarian tidak hanya memperindah piodalan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran karakter bagi para remaja.

Sepanjang acara, suasana Pura Segara terasa semakin hidup. Cahaya lilin dan dupa berpadu dengan tabuhan gamelan dari Komunitas Adicitatala, menciptakan suasana sakral yang menyatu dengan pementasan tari. Banyak pemedek tampak bertahan lebih lama di jaba tengah hanya untuk menyaksikan sesolahan hingga selesai.

Para penari yang terlibat mengaku senang bisa ikut ngayah. Mereka merasa bahwa kesempatan tampil saat piodalan adalah bentuk persembahan terbaik kepada Ida Batara Segara. Meski latihan tidak berlangsung lama, kekompakan tetap berhasil ditunjukkan selama pementasan.

Komunitas Adicitatala sebagai penabuh juga memberikan dukungan besar terhadap keberhasilan sesolahan. Tabuhan yang ritmis dan padu membantu memperkuat cerita dalam setiap tarian. Kerja sama antara penari dan penabuh terlihat harmonis sepanjang malam.

Bebarongan Bangkung

Ketua STT menegaskan bahwa kegiatan ngayah ini menjadi momentum untuk mempererat kekompakan anggota. Ia mengatakan bahwa banyak anggota baru yang terlibat, sehingga pengalaman ngayah menjadi pembelajaran berharga bagi generasi penerus.

Jro Mangku kembali menekankan bahwa keberhasilan piodalan tidak lepas dari gotong royong seluruh warga, termasuk anak-anak muda yang tidak pernah lepas tangan dalam kegiatan adat. Ia berharap STT Banjar Jawa terus aktif berpartisipasi dalam kegiatan desa adat di masa mendatang.

Pemedek lainnya, Ketut Pasek, turut menyampaikan rasa syukurnya karena dapat menyaksikan penampilan yang penuh dedikasi. Ia menyebutkan bahwa penampilan itu membuat masyarakat semakin menghargai keberadaan seni tari Bali yang diwariskan secara turun-temurun.

Hingga sesolahan berakhir, suasana masih dipenuhi rasa bangga dan kekaguman terhadap penampilan para remaja. Tidak sedikit warga yang memberikan pujian dan dorongan agar kegiatan seperti ini terus dilestarikan oleh STT.

Tari Jauk Manis

Acara ditutup dengan ucapan terima kasih dari panitia kepada seluruh pihak yang terlibat. Malam itu menjadi bukti bahwa semangat ngayah tetap terjaga dan hidup di kalangan generasi muda Banjar Jawa.

Dengan berlangsungnya sesolahan ini, Piodalan Agung Segara Buleleng terasa semakin bermakna. Kolaborasi antara STT, panitia piodalan, penabuh, dan masyarakat menunjukkan bahwa seni dan spiritualitas dapat berjalan beriringan, memperkuat ikatan budaya dan kebersamaan di tengah kehidupan masyarakat Bali. [T]

Reporter/Penulis: Putu Gangga Pradipta
Editor: Adnyana Ole

Tags: banjar jawabulelengPura Segara Bulelengsekaa teruna
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menapaki Sulawesi, Menyelami Toraja: Perjalanan Hati untuk Belajar dari Kehidupan

Next Post

Galungan–Kuningan, Pendidikan, dan Autisme:  Merawat Dharma di Dalam Keluarga

Putu Gangga Pradipta

Putu Gangga Pradipta

Lahir di Surabaya, kini sedang menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Singaraja.

Related Posts

Bagaimana Seharusnya Generasi Muda Menyikapi Inovasi Seni di Masa Kini?

by Dede Putra Wiguna
June 26, 2026
0
Bagaimana Seharusnya Generasi Muda Menyikapi Inovasi Seni di Masa Kini?

 “Karya sampah ini. Kok bisa muncul di PKB?" KALIMAT itu masih diingat betul oleh Agung Rahma Putra. Sekitar satu dekade...

Read moreDetails

Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?

by Dede Putra Wiguna
June 25, 2026
0
Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?

DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang...

Read moreDetails

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

by I Nyoman Tingkat
June 24, 2026
0
Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)  pada Selasa, 23 Juni 2026...

Read moreDetails

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
0
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

Read moreDetails

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
0
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

Read moreDetails

Mengagumi Mobil Mini

by Jaswanto
June 22, 2026
0
Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

Read moreDetails

Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

by Dede Putra Wiguna
June 21, 2026
0
Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

 “Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama,...

Read moreDetails

Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

by Dede Putra Wiguna
June 20, 2026
0
Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

SORE itu, Senin, 15 Juni 2026, suasana di Toko Kopi TUKU Renon tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara antrean...

Read moreDetails

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails
Next Post
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

Galungan–Kuningan, Pendidikan, dan Autisme:  Merawat Dharma di Dalam Keluarga

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Intermedialitas Dialektis’ —Karya Rupa Putu Fajar Arcana & Cerpen Cindy Wijaya
Ulas Rupa

‘Intermedialitas Dialektis’ —Karya Rupa Putu Fajar Arcana & Cerpen Cindy Wijaya

PADA tahun 1999 sampai 2005 saya sempat membantu Bre Redana, mengkurasi karya-karya seni rupa yang berdialog dengan cerpen. Waktu itu,...

by Hartanto
June 29, 2026
Mengapa ‘Tidak Punya Modal’ Adalah Kebohongan Terbesar Calon Pengusaha?
Esai

Mengapa ‘Tidak Punya Modal’ Adalah Kebohongan Terbesar Calon Pengusaha?

DALAM berbagai diskusi mengenai kewirausahaan, ada satu narasi yang terus berulang seperti sebuah gema yang tak kunjung reda. Ketika seorang...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
June 29, 2026
Merawat Harapan Optimistis Lewat Kalimat Adjektival
Bahasa

Merawat Harapan Optimistis Lewat Kalimat Adjektival

SETELAH melewati rentetan perawatan medis yang panjang dan melelahkan, pernahkah Anda berbisik pada diri sendiri, "Apakah tubuh ini akan kembali...

by I Made Sudiana
June 29, 2026
Teringat Mendiang Bang DS. Putra
Esai

Teringat Mendiang Bang DS. Putra

PAGI INI saya teringat mendiang Ida Bagus Ketut Dharma Santika Putra, sahabat dan guru kami dalam dunia sastra dan budaya...

by Angga Wijaya
June 29, 2026
Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja
Liputan Khusus

Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja

"YANG kami bangun bukan sekadar ruang publik yang indah, tetapi juga ruang yang mampu mengingatkan masyarakat akan perjalanan panjang Kota...

by Jaswanto
June 29, 2026
KEDAULATAN HIJAU DI TANGAN RAKYAT: Konservasi Berbasis Komunitas, Jalankah?
Esai

KEDAULATAN HIJAU DI TANGAN RAKYAT: Konservasi Berbasis Komunitas, Jalankah?

KRISIS iklim bukan lagi ramalan apokaliptik di makalah-makalah seminar melainkan kenyataan di depan mata semua bangsa. Ayolah jujur mengakui ironi...

by I Gede Joni Suhartawan
June 29, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KEHANCURAN HINDU NUSANTARA & DUNNING-KRUGER EFFECT

JAUH sebelum psikolog modern David Dunning dan Justin Kruger merumuskan Dunning-Kruger Effect pada tahun 1999, pujangga Jawa Kuno telah meramalkan...

by Sugi Lanus
June 29, 2026
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky
Cerpen

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda
Puisi

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
Betapa Kompaknya Seniman Buleleng Membangun Karakter Buleleng Lewat Berbagai Karya Seni dan Kebudayaan
Liputan Khusus

Betapa Kompaknya Seniman Buleleng Membangun Karakter Buleleng Lewat Berbagai Karya Seni dan Kebudayaan

TEPAT hari Sabtu, 13 Juni 2026, saat Renon sedang menyengat, ribuan orang memadati kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali di Denpasar....

by Jaswanto
June 28, 2026
Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

RAHWANA adalah nama yang kerap kali tidak membutuhkan pengantar. Ia hadir lebih dulu dari ceritanya; datang sebagai prasangka sebelum sempat...

by Pasek Agung Wicaksana
June 28, 2026
Bulan Juni Milik Empat Presiden
Esai

Bulan Juni Milik Empat Presiden

“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak...

by I Nyoman Tingkat
June 28, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co