5 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Piodalan Agung di Pura Segara Buleleng: Ketulusan Ngayah STT Yowana Taruna Wirahita Banjar Jawa

Putu Gangga Pradipta by Putu Gangga Pradipta
November 17, 2025
in Khas
Piodalan Agung di Pura Segara Buleleng: Ketulusan Ngayah STT Yowana Taruna Wirahita Banjar Jawa

Ketulusan Ngayah STT Yowana Taruna Wirahita Banjar Jawa

SUASANA Pura Segara, Desa Adat Buleleng, Minggu malam, 16 November 2025, dipenuhi semangat ngayah ketika STT Yowana Taruna Wirahita Banjar Jawa menampilkan sesolahan tari dalam rangkaian Piodalan Agung Segara Buleleng. Acara yang dimulai pukul 20.00 WITA ini menghadirkan empat tari secara berurutan dan diiringi oleh Komunitas Adicitatala sebagai penabuh.

Ketua STT Yowana Taruna Wirahita Banjar Jawa, Kadek Ega Suryani Dewi, S.Pd., menyampaikan bahwa ngayah kali ini merupakan bentuk bakti generasi muda kepada desa adat. Ia menuturkan bahwa persiapan dilakukan dengan singkat, namun seluruh anggota tetap berupaya memberikan penampilan terbaik. Menurutnya, ngayah bukan semata pergelaran seni, melainkan ungkapan ketulusan dan rasa hormat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

STT Yowana Taruna Wirahita Banjar Jawa

Sementara itu, Ketua Panitia Piodalan Pura Segara, Jro Mangku Nyoman Agus Suwestra, mengapresiasi kontribusi STT dalam meramaikan piodalan. Ia menyebutkan bahwa kehadiran anak-anak muda yang terlibat dalam ngayah memberikan energi positif bagi jalannya upacara. Jro Mangku mengungkapkan bahwa masyarakat sangat menantikan penampilan ini karena menjadi salah satu rangkaian seni yang memperkaya makna spiritual piodalan.

Beberapa pemedek yang selesai sembahyang turut memberikan tanggapan atas sesolahan tersebut. I Wayan Sudiarta, salah satu pemedek asal Buleleng, mengaku bangga melihat STT Banjar Jawa tampil dengan penuh semangat. Ia mengatakan bahwa pertunjukan seperti ini membuat suasana piodalan terasa semakin hidup. Menurutnya, tari-tari yang ditampilkan memberi kesan mendalam karena disajikan dengan ketulusikhlasan ngayah.

Tari pertama yang dibawakan adalah Tari Puspanjali, sebuah tari penyambutan yang menggambarkan keanggunan dan rasa hormat. Dalam penampilan ini, para penari tampil serempak dengan gerakan halus dan ekspresi lembut, mencerminkan penghormatan kepada pemedek dan kehormatan bagi dewa-dewi. Pementasan tersebut berhasil menarik perhatian sejak awal sesolahan dimulai.

Tari Puspanjali

Tari Cendrawasih

Selanjutnya ditampilkan Tari Cendrawasih, tari yang terinspirasi dari burung cenderawasih dengan karakter elegan dan penuh pesona. Para penari menunjukkan keindahan gerakan tangan dan keluwesan tubuh yang menggambarkan sifat burung tersebut. Penonton dapat merasakan suasana ceria serta keanggunan tarian yang dibawakan dengan penuh kekhusyukan.

Pada bagian ketiga, suasana berubah menjadi lebih dramatis dengan tampilnya Tari Jauk Manis. Tarian ini menghadirkan karakter raksasa namun dengan nuansa halus dan manis. Penari menunjukkan kemampuan mengontrol ekspresi topeng dan ritme gerakan, memperlihatkan perpaduan antara kekuatan dan kelembutan khas tari Bali. Banyak pemedek terlihat kagum dengan ketepatan gerakan yang ditampilkan.

Tari penutup adalah Tari Bebarongan Bangkung, yang selalu sukses mencuri perhatian karena menghadirkan karakter bangkung yang lucu dan unik. Gerakan lincah dan interaksi antarpenari memberikan suasana segar di akhir pementasan. Masyarakat yang menonton terlihat menikmati dan beberapa tertawa kecil melihat kelincahan tokoh bangkung dalam tarian ini.

Penabuh: Komunitas Adicitatala

Menurut Kadek Ega Suryani Dewi, keempat tari ini dipilih karena menggambarkan keragaman karakter seni tari Bali. Ia menekankan bahwa meskipun persiapan dilakukan secara singkat, seluruh anggota STT berkomitmen tampil maksimal. Ia berharap anak-anak muda tetap menjaga semangat ngayah dan terus melestarikan seni tradisi.

Jro Mangku Nyoman Agus Suwestra menambahkan bahwa sesolahan seperti ini membawa nilai spiritual sekaligus budaya. Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh anggota STT yang telah ngayah tanpa pamrih. Baginya, hadirnya generasi muda dalam kegiatan adat merupakan tanda kuatnya tradisi yang tetap dijaga.

Salah satu pemedek lainnya, Ni Made Sariani, juga memberikan komentar positif. Ia mengatakan bahwa penampilan malam itu sangat menghibur serta memberikan rasa bangga terhadap generasi muda Banjar Jawa. Menurutnya, ngayah dengan tarian tidak hanya memperindah piodalan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran karakter bagi para remaja.

Sepanjang acara, suasana Pura Segara terasa semakin hidup. Cahaya lilin dan dupa berpadu dengan tabuhan gamelan dari Komunitas Adicitatala, menciptakan suasana sakral yang menyatu dengan pementasan tari. Banyak pemedek tampak bertahan lebih lama di jaba tengah hanya untuk menyaksikan sesolahan hingga selesai.

Para penari yang terlibat mengaku senang bisa ikut ngayah. Mereka merasa bahwa kesempatan tampil saat piodalan adalah bentuk persembahan terbaik kepada Ida Batara Segara. Meski latihan tidak berlangsung lama, kekompakan tetap berhasil ditunjukkan selama pementasan.

Komunitas Adicitatala sebagai penabuh juga memberikan dukungan besar terhadap keberhasilan sesolahan. Tabuhan yang ritmis dan padu membantu memperkuat cerita dalam setiap tarian. Kerja sama antara penari dan penabuh terlihat harmonis sepanjang malam.

Bebarongan Bangkung

Ketua STT menegaskan bahwa kegiatan ngayah ini menjadi momentum untuk mempererat kekompakan anggota. Ia mengatakan bahwa banyak anggota baru yang terlibat, sehingga pengalaman ngayah menjadi pembelajaran berharga bagi generasi penerus.

Jro Mangku kembali menekankan bahwa keberhasilan piodalan tidak lepas dari gotong royong seluruh warga, termasuk anak-anak muda yang tidak pernah lepas tangan dalam kegiatan adat. Ia berharap STT Banjar Jawa terus aktif berpartisipasi dalam kegiatan desa adat di masa mendatang.

Pemedek lainnya, Ketut Pasek, turut menyampaikan rasa syukurnya karena dapat menyaksikan penampilan yang penuh dedikasi. Ia menyebutkan bahwa penampilan itu membuat masyarakat semakin menghargai keberadaan seni tari Bali yang diwariskan secara turun-temurun.

Hingga sesolahan berakhir, suasana masih dipenuhi rasa bangga dan kekaguman terhadap penampilan para remaja. Tidak sedikit warga yang memberikan pujian dan dorongan agar kegiatan seperti ini terus dilestarikan oleh STT.

Tari Jauk Manis

Acara ditutup dengan ucapan terima kasih dari panitia kepada seluruh pihak yang terlibat. Malam itu menjadi bukti bahwa semangat ngayah tetap terjaga dan hidup di kalangan generasi muda Banjar Jawa.

Dengan berlangsungnya sesolahan ini, Piodalan Agung Segara Buleleng terasa semakin bermakna. Kolaborasi antara STT, panitia piodalan, penabuh, dan masyarakat menunjukkan bahwa seni dan spiritualitas dapat berjalan beriringan, memperkuat ikatan budaya dan kebersamaan di tengah kehidupan masyarakat Bali. [T]

Reporter/Penulis: Putu Gangga Pradipta
Editor: Adnyana Ole

Tags: banjar jawabulelengPura Segara Bulelengsekaa teruna
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menapaki Sulawesi, Menyelami Toraja: Perjalanan Hati untuk Belajar dari Kehidupan

Next Post

Galungan–Kuningan, Pendidikan, dan Autisme:  Merawat Dharma di Dalam Keluarga

Putu Gangga Pradipta

Putu Gangga Pradipta

Lahir di Surabaya, kini sedang menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Singaraja.

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

Galungan–Kuningan, Pendidikan, dan Autisme:  Merawat Dharma di Dalam Keluarga

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co