22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

 ‘Aguru Waktra: Reimagining Lontar Budha Kecapi’ Garapan Komunitas Lemah Tulis: Dari Lontar ke Seni Pertunjukan

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
November 10, 2025
in Panggung
 ‘Aguru Waktra: Reimagining Lontar Budha Kecapi’ Garapan Komunitas Lemah Tulis: Dari Lontar ke Seni Pertunjukan

‘Aguru Waktra: Reimagining Lontar Budha Kecapi’ oleh Komunitas Seni Lemah Tulis di UWRF 2025 │Foto: tatkala.co/Dede

SENJA baru saja turun di Ubud, udara lembab sehabis hujan hari itu membawa hawa yang berbeda. Saat hari perlahan menuju gelap, penonton mulai memenuhi halaman The Blanco Renaissance Museum, menunggu penutupan Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2025. 

Kala itu, Minggu, 2 November 2025, ketika waktu tepat menunjuk pukul 19.00 Wita, sekelompok penampil tiba-tiba bergerak di atas panggung. Tanpa aba-aba, mereka memulai pementasan. Beberapa penonton sempat terkejut ─ belum ada pengumuman resmi, tapi malam penutupan UWRF 2025 ternyata sudah dimulai.

Pementasan itu bertajuk ‘Aguru Waktra: Reimagining Lontar Budha Kecapi’, sebuah karya teater berbasis gerak yang terinspirasi dari Lontar Budha Kecapi. Karya ini menafsirkan kembali kisah Kalimosada dan Kalimosadi, dua murid setia Budha Kecapi ─ seorang pertapa dan tabib bijaksana.

Penghormatan Sekaligus Refleksi

Melalui kisah perjalanan spiritual kedua murid itu, penonton diajak merenungkan makna pengobatan tradisional: dari mana ramuan penyembuh berasal, bagaimana kekuatan alam membentuk daya penyembuhan, serta sejauh mana alam mampu menopang tradisi itu di masa kini.

‘Aguru Waktra: Reimagining Lontar Budha Kecapi’ oleh Komunitas Seni Lemah Tulis di UWRF 2025 │Foto: tatkala.co/Dede

Dengan memadukan nuansa mitologi, spiritualitas, dan elemen teatrikal, ‘Aguru Waktra: Reimagining Lontar Budha Kecapi’ menyuguhkan pementasan yang nyaris ritualistik. Musik, gerak, dan mantra berpadu dalam satu kesatuan, mengajak penonton menyelami ajaran tentang kekuatan batin, naskah suci, serta hubungan antara manusia dan alam.

Bagi Komunitas Seni Lemah Tulis, karya ini adalah bentuk penghormatan terhadap pengetahuan leluhur sekaligus refleksi atas tantangan zaman modern ─ tentang bagaimana kebijaksanaan lama bisa menemukan tempat di era yang serba cepat.

Berawal dari Singaraja Literary Festival

Aguru Waktra ini dipentaskan pertama kali di Singaraja Literary Festival (SLF) yang digelar Yayasan Mahima Indonesia di Singaraja, Juli 2025. Saat itu, SLF memang sebuah festival sastra yang setiap tahun mengambil inspirasi dari khazanah lontar Bali.

Tema SLF pada Juli 2025 ini adalah Buda Kecapi. Dan, Komunitas Seni Lemah Tulis mendapat kesempatan untuk melakukan proses alihwahana dan memanggungkan kisah dari lontar Buda Kecapi itu pada sesi pertunjukan di SLF.

Dari situ kemudian, Aguru Waktra beranjak ke UWRF. Dari UWRF, kisah itu kemudian dipanggungkan juga pada pembukaan acara B-Part, Selasa, 4 November, di Masa Masa, Ketewel, Gianyar.  

Pertunjukan “Aguru Waktra” oleh Komunitas Lemah Tulis pada hari pertama B-PART 2025 | Foto: tatkala.co/Jaswanto

“Pertunjukan ini, secara gerak, terinspirasi dari kesenian arja dan gambuh—kesenian tradisi di Bali,” kata I Putu Ardiasa, pendiri Komunitas Seni Lemah Tulis, sekaligus penulis naskah dan sutradara Aguru Waktra.

Komunitas Seni Lemah Tulis memang kelompok seni yang didirikan oleh I Putu Ardiyasa pada tahun 2018. Berawal dari nama I-Pedalangan dan berbasis di Denpasar, komunitas ini kemudian berpindah ke Singaraja pada 2019.

Sejak awal, Lemah Tulis berfokus pada pelestarian sekaligus inovasi dalam seni pedalangan dan seni pertunjukan. Mereka menegakkan tiga pilar utama: penciptaan karya inovatif yang berakar pada tradisi, riset artistik, serta kolaborasi lintas disiplin.

Ruang kreatif Kontemporer untuk Menjaga Warisan Budaya

Selama tujuh tahun terakhir, Lemah Tulis aktif mengikuti berbagai program dan festival, seperti Klawu di Pesta Boneka, Suluh Tulis bersama STAHN Mpu Kuturan (kini IAHN Mpu Kuturan). Bersama Komunitas Mahima, mereka pernah mementaskan teater Rwa di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Rwa juga proyek alihwahana dari naskah lontar ke seni pertunjukan, yakni dari lontar yang berisi Geguritan Sucita Sebudi.

Melalui berbagai proyek itu, Lemah Tulis terus berupaya menjadi ruang kreatif yang merespons isu-isu kontemporer sekaligus menjaga warisan budaya.

‘Aguru Waktra: Reimagining Lontar Budha Kecapi’ oleh Komunitas Seni Lemah Tulis di UWRF 2025 │Foto: tatkala.co/Dede

Penampilan di UWRF 2025 menjadi debut perdana Komunitas Seni Lemah Tulis di festival sastra internasional itu, meski sebelumnya Ardiyasa sudah pernah tampil di UWRF tahun 2018 dalam kolaborasi bersama Papermoon Puppet Theatre.

Menurut Ardiyasa, ‘Aguru Waktra: Reimagining Lontar Budha Kecapi’ dipilih karena bentuknya sesuai dengan karakter panggung dan penonton UWRF yang sebagian besar adalah wisatawan mancanegara. 

“Karya ini masih menggunakan bentuk koreografi dan dialog bertembang, sehingga menarik secara audio-visual. Ukuran panggung di Blanco juga menjadi pertimbangan, karena pementasan ini hanya melibatkan lima penampil ─ format yang pas dengan ruang yang tersedia,” ujarnya.

“Secara keseluruhan, pementasan berjalan lancar. Yang terpenting, Lemah Tulis bisa bersua dengan panggung dan audiens yang berbeda dari sebelumnya,” tandas Ardiyasa.

Seluruh penonton menyaksikan pementasan tersebut dengan penuh perhatian dan antusiasme. Energi yang menurut Ardiyasa, menjadi bagian dari kekuatan Aguru Waktra itu sendiri: sederhana, namun menyentuh batin. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Pertunjukan Lintas Seni di Penutupan Ubud Writers & Readers Festival 2025
B-PART 2025 Telah Dimulai: Saatnya Merayakan Seni Pertunjukan Kontemporer dan Memikirkan Keberlanjutannya
Tags: B-Partkomunitas lemah tulislontarsastraSingaraja Literary Festival 2025TeaterUbud Writers and Readers FestivalUWRFUWRF 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Inner Peace sebagai Titik Awal Revolusi Kesadaran  —-Renungan Hari Pahlawan

Next Post

Transformasi Sastra Jawa Kuno pada Era Digital: Peluang Bagi Kreator Muda

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails
Next Post
Transformasi Sastra Jawa Kuno pada Era Digital: Peluang Bagi Kreator Muda

Transformasi Sastra Jawa Kuno pada Era Digital: Peluang Bagi Kreator Muda

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co