2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ridwan Malik dan ‘Ajengan Anjing’: Ketika Anjing Menjadi Cermin Kemanusiaan

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
November 5, 2025
in Khas
Ridwan Malik dan ‘Ajengan Anjing’: Ketika Anjing Menjadi Cermin Kemanusiaan

Peluncuran buku ‘Ajengan Anjing’ di UWRF 2025 │Foto: tatkala.co/Dede

“Habis nulis novel ini, saya langsung tipes dua minggu.”

Begitulah celetuk Ridwan Malik di tengah-tengah diskusi, disambut tawa hangat audiens yang memenuhi Rumah Kayu, Taman Baca Ubud, Sabtu pagi, 1 November 2025. Kalimat yang ringan namun jujur itu mencairkan suasana peluncuran novel Ajengan Anjing dalam rangkaian Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2025. Acara yang dimoderatori oleh Dewi Setiawan itu menghadirkan suasana akrab dan reflektif ─ seperti buku Ridwan sendiri.

Ridwan Malik adalah penulis muda asal Garut, Jawa Barat. Lulusan Sastra Inggris UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini kini aktif sebagai editor di media daring Hanya Wacana, sekaligus mengelola penerbit kecil Maliré. Ia merupakan salah satu dari sepuluh emerging writers terpilih UWRF 2025. Ajengan Anjing, novel perdananya, telah masuk dalam daftar panjang penerima Kusala Sastra Khatulistiwa 2025 dan baru saja meraih penghargaan sastra dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, kategori novel.

Sebelum sesi peluncuran dimulai, audiens diajak menonton sebuah video dokumenter pendek tentang Hesti Sutrisno ─ seorang perempuan Muslimah bercadar yang membuka tempat penampungan anjing di belakang rumahnya. Aksi Hesti sempat menuai kontroversi dan penggerebekan oleh ormas serta aparat, karena dianggap melanggar norma agama.

Suasana ketika pemutaran video tentang Hesti Sutrisno │Foto: tatkala.co/Dede

“Salah satunya, karena kejadian itu saya menulis novel ini,” ungkap Ridwan.

“Selain itu, saya memang suka anjing. Saya juga melihara anjing. Suatu waktu saya pulang kuliah, anjing saya nggak ada dua hari. Tiba-tiba ada orang bilang melihat anjing saya di kebun cengkeh, dan sudah mati karena diracun. Jadi, rasanya pengen marah-marah, dan akhirnya tersampaikan lewat buku ini,” jelasnya.

Novel Ajengan Anjing sendiri mengisahkan tentang Harak, seekor anjing kampung milik buruh tani yang di detik-detik terakhir hidupnya menyaksikan kembali perjalanan hidupnya. Melalui ingatan Harak, pembaca diajak menelusuri kehidupan di pesantren Bahrul Ulum, sosok Mama Aleh yang disegani, hari-hari di kebun milik Haji Adung bersama Madsahdi, hingga sore-sore tenang di pematang sawah. Dari kehidupan seekor anjing, Ridwan menyingkap gagasan besar tentang kasih, kemanusiaan, dan keberkahan hidup yang sederhana.

“Ajengan itu kata dalam Bahasa Sunda, artinya sepadan dengan ‘kyai’,” terang Ridwan.

“Dalam buku ini, saya mau memposisikan anjing sebagai pembanding realitas kehidupan. Dikisahkan ada seorang kyai yang memelihara anjing, di saat banyak orang menganggap anjing kotor dan najis. ‘Masak ahli ibadah melihara anjing?’ Dari situ saya ingin menguji cara kita memandang kesucian dan kasih,” tambahnya.

Ridwan Malik (kiri) & Dewi Setiawan (kanan) │Foto: tatkala.co/Dede

Sebelum menulis, Ridwan sempat meminta izin kepada tokoh agama di daerahnya agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. “Kyai saya mendukung. Katanya, orang Muslim itu harus progresif, seperti Gus Dur, Gus Mus, dan yang lainnya. Nggak ada batasan,” ujarnya.

Novel ini juga menarik karena menggunakan sudut pandang Harak, si anjing. Dewi Setiawan, sang moderator, mengaku terkesan dengan pilihan tersebut. “Waktu baca buku ini, saya sedikit merasa seperti Nabi Sulaiman. Jadi bisa mengerti bahasa hewan. Seolah-olah cerita ini memang disampaikan langsung oleh Harak,” katanya.

“Bagi saya, anjing itu nggak pernah berkhianat,” ujar Ridwan singkat, menegaskan simpati mendalam yang menjadi inti novelnya.

Ridwan sendiri mengakui, proses penulisan novel Ajengan Anjing cukup panjang dan melelahkan.

“Kejadian Hesti Sutrisno itu Maret 2021, sementara anjing saya mati sekitar Januari atau Februari 2021. Setelah itu, saya menulis selama enam bulan sampai akhir tahun. Lalu saya biarkan saja selama 2022, nggak saya sentuh sama sekali. Suatu waktu, ada sayembara novel DKJ 2023, akhirnya saya buka lagi naskahnya, saya edit ulang, dan banyak yang dibenerin. Tapi waktu itu belum berhasil,” kenang Ridwan.

Kesempatan baru datang pada November 2024. Seorang teman di penerbit Maliré mengusulkan agar naskah tersebut diterbitkan. “Akhirnya kami putuskan untuk terbitkan buku ini. Waktu itu juga kebetulan sedang banyak acara penghargaan, jadi sekalian kami ikutkan. Dan, nggak nyangka bisa sampai sejauh ini,” jelasnya.

“Habis nulis novel ini, saya langsung tipes, dirawat di rumah sakit selama dua minggu. Karena saya tidur hanya setelah salat subuh, zuhur bangun terus nulis. Gitu aja terus selama enam bulan,” kata Ridwan, disambut tawa penonton.

Salah satu audiens bertanya pada sesi diskusi │Foto: tatkala.co/Dede

Di penghujung acara, Ridwan turut menyampaikan harapannya untuk Ajengan Anjing. “Harapan saya, semoga Harak bisa bercerita ke lebih banyak orang lagi. Mungkin melintasi pulau dulu, berkeliling membawa kisahnya.”

Tak hanya itu, ia juga mengabarkan bahwa kini tengah menyusun draf novel keduanya. “Ditunggu saja kelanjutannya, belum boleh di-spill-spill, haha” ujarnya sembari tertawa ringan.

Acara peluncuran pun ditutup dengan sesi diskusi dan penandatanganan buku. Banyak anak muda tampak antusias membeli Ajengan Anjing dan mengantre untuk mendapatkan tanda tangan Ridwan, barangkali tertarik oleh topik yang berani dan tak biasa ─ tentang seekor anjing yang mengajarkan manusia arti kasih, keyakinan, dan keberanian untuk berpikir melampaui batas-batas yang diwariskan. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: BukunovelRidwan MaliksastraUbud Writers and Readers FestivalUWRFUWRF 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Cerita Luh Sukastri dan Wayan Bintaning Tentang Hidup-Mati Tenun Songket Jinengdalem, Buleleng

Next Post

Bermula Pantang Putus Asa, Guru Besar Menjadi Nyata

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Bermula Pantang Putus Asa, Guru Besar Menjadi Nyata

Bermula Pantang Putus Asa, Guru Besar Menjadi Nyata

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co