2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ridwan Malik dan ‘Ajengan Anjing’: Ketika Anjing Menjadi Cermin Kemanusiaan

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
November 5, 2025
in Khas
Ridwan Malik dan ‘Ajengan Anjing’: Ketika Anjing Menjadi Cermin Kemanusiaan

Peluncuran buku ‘Ajengan Anjing’ di UWRF 2025 │Foto: tatkala.co/Dede

“Habis nulis novel ini, saya langsung tipes dua minggu.”

Begitulah celetuk Ridwan Malik di tengah-tengah diskusi, disambut tawa hangat audiens yang memenuhi Rumah Kayu, Taman Baca Ubud, Sabtu pagi, 1 November 2025. Kalimat yang ringan namun jujur itu mencairkan suasana peluncuran novel Ajengan Anjing dalam rangkaian Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2025. Acara yang dimoderatori oleh Dewi Setiawan itu menghadirkan suasana akrab dan reflektif ─ seperti buku Ridwan sendiri.

Ridwan Malik adalah penulis muda asal Garut, Jawa Barat. Lulusan Sastra Inggris UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini kini aktif sebagai editor di media daring Hanya Wacana, sekaligus mengelola penerbit kecil Maliré. Ia merupakan salah satu dari sepuluh emerging writers terpilih UWRF 2025. Ajengan Anjing, novel perdananya, telah masuk dalam daftar panjang penerima Kusala Sastra Khatulistiwa 2025 dan baru saja meraih penghargaan sastra dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, kategori novel.

Sebelum sesi peluncuran dimulai, audiens diajak menonton sebuah video dokumenter pendek tentang Hesti Sutrisno ─ seorang perempuan Muslimah bercadar yang membuka tempat penampungan anjing di belakang rumahnya. Aksi Hesti sempat menuai kontroversi dan penggerebekan oleh ormas serta aparat, karena dianggap melanggar norma agama.

Suasana ketika pemutaran video tentang Hesti Sutrisno │Foto: tatkala.co/Dede

“Salah satunya, karena kejadian itu saya menulis novel ini,” ungkap Ridwan.

“Selain itu, saya memang suka anjing. Saya juga melihara anjing. Suatu waktu saya pulang kuliah, anjing saya nggak ada dua hari. Tiba-tiba ada orang bilang melihat anjing saya di kebun cengkeh, dan sudah mati karena diracun. Jadi, rasanya pengen marah-marah, dan akhirnya tersampaikan lewat buku ini,” jelasnya.

Novel Ajengan Anjing sendiri mengisahkan tentang Harak, seekor anjing kampung milik buruh tani yang di detik-detik terakhir hidupnya menyaksikan kembali perjalanan hidupnya. Melalui ingatan Harak, pembaca diajak menelusuri kehidupan di pesantren Bahrul Ulum, sosok Mama Aleh yang disegani, hari-hari di kebun milik Haji Adung bersama Madsahdi, hingga sore-sore tenang di pematang sawah. Dari kehidupan seekor anjing, Ridwan menyingkap gagasan besar tentang kasih, kemanusiaan, dan keberkahan hidup yang sederhana.

“Ajengan itu kata dalam Bahasa Sunda, artinya sepadan dengan ‘kyai’,” terang Ridwan.

“Dalam buku ini, saya mau memposisikan anjing sebagai pembanding realitas kehidupan. Dikisahkan ada seorang kyai yang memelihara anjing, di saat banyak orang menganggap anjing kotor dan najis. ‘Masak ahli ibadah melihara anjing?’ Dari situ saya ingin menguji cara kita memandang kesucian dan kasih,” tambahnya.

Ridwan Malik (kiri) & Dewi Setiawan (kanan) │Foto: tatkala.co/Dede

Sebelum menulis, Ridwan sempat meminta izin kepada tokoh agama di daerahnya agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. “Kyai saya mendukung. Katanya, orang Muslim itu harus progresif, seperti Gus Dur, Gus Mus, dan yang lainnya. Nggak ada batasan,” ujarnya.

Novel ini juga menarik karena menggunakan sudut pandang Harak, si anjing. Dewi Setiawan, sang moderator, mengaku terkesan dengan pilihan tersebut. “Waktu baca buku ini, saya sedikit merasa seperti Nabi Sulaiman. Jadi bisa mengerti bahasa hewan. Seolah-olah cerita ini memang disampaikan langsung oleh Harak,” katanya.

“Bagi saya, anjing itu nggak pernah berkhianat,” ujar Ridwan singkat, menegaskan simpati mendalam yang menjadi inti novelnya.

Ridwan sendiri mengakui, proses penulisan novel Ajengan Anjing cukup panjang dan melelahkan.

“Kejadian Hesti Sutrisno itu Maret 2021, sementara anjing saya mati sekitar Januari atau Februari 2021. Setelah itu, saya menulis selama enam bulan sampai akhir tahun. Lalu saya biarkan saja selama 2022, nggak saya sentuh sama sekali. Suatu waktu, ada sayembara novel DKJ 2023, akhirnya saya buka lagi naskahnya, saya edit ulang, dan banyak yang dibenerin. Tapi waktu itu belum berhasil,” kenang Ridwan.

Kesempatan baru datang pada November 2024. Seorang teman di penerbit Maliré mengusulkan agar naskah tersebut diterbitkan. “Akhirnya kami putuskan untuk terbitkan buku ini. Waktu itu juga kebetulan sedang banyak acara penghargaan, jadi sekalian kami ikutkan. Dan, nggak nyangka bisa sampai sejauh ini,” jelasnya.

“Habis nulis novel ini, saya langsung tipes, dirawat di rumah sakit selama dua minggu. Karena saya tidur hanya setelah salat subuh, zuhur bangun terus nulis. Gitu aja terus selama enam bulan,” kata Ridwan, disambut tawa penonton.

Salah satu audiens bertanya pada sesi diskusi │Foto: tatkala.co/Dede

Di penghujung acara, Ridwan turut menyampaikan harapannya untuk Ajengan Anjing. “Harapan saya, semoga Harak bisa bercerita ke lebih banyak orang lagi. Mungkin melintasi pulau dulu, berkeliling membawa kisahnya.”

Tak hanya itu, ia juga mengabarkan bahwa kini tengah menyusun draf novel keduanya. “Ditunggu saja kelanjutannya, belum boleh di-spill-spill, haha” ujarnya sembari tertawa ringan.

Acara peluncuran pun ditutup dengan sesi diskusi dan penandatanganan buku. Banyak anak muda tampak antusias membeli Ajengan Anjing dan mengantre untuk mendapatkan tanda tangan Ridwan, barangkali tertarik oleh topik yang berani dan tak biasa ─ tentang seekor anjing yang mengajarkan manusia arti kasih, keyakinan, dan keberanian untuk berpikir melampaui batas-batas yang diwariskan. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: BukunovelRidwan MaliksastraUbud Writers and Readers FestivalUWRFUWRF 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Cerita Luh Sukastri dan Wayan Bintaning Tentang Hidup-Mati Tenun Songket Jinengdalem, Buleleng

Next Post

Bermula Pantang Putus Asa, Guru Besar Menjadi Nyata

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Bermula Pantang Putus Asa, Guru Besar Menjadi Nyata

Bermula Pantang Putus Asa, Guru Besar Menjadi Nyata

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co