2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bermula Pantang Putus Asa, Guru Besar Menjadi Nyata

Shinta Prastyanti by Shinta Prastyanti
November 5, 2025
in Esai
Bermula Pantang Putus Asa, Guru Besar Menjadi Nyata

Shinta Prastyanti

SUATU siang saya mendapatkan telepon dari Wakil Dekan 1 Fisip, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Beliau meminta saya untuk mengajukan Guru Besar. Gubrakkkk…. saya kaget bukan main, karena menjadi Guru Besar bukanlah suatu pencapaian yang ingin saya raih. Bermimpi pun tidak pernah. Sesuatu yang sangat jauh dari kemampuan yang saya miliki.

Bagi saya, Guru Besar atau Profesor adalah seseorang yang sudah sangat menguasai dan mengabdi pada ilmunya. Ahhh…saya punya modal apa untuk menjadi Guru Besar? Karena menjadi Guru Besar memang tidak ada di jadwal yang ada di otak saya, maka dengan spontan saya menjawab permintaan Pak Wakil Dekan dengan santainya “Saya cuma ingin menjadi ibu rumah tangga yang baik saja Pak Prof. Jadi ibu yang baik dan jadi istri yang baik”. Jawaban tersebut tidak mengada-ada, memang itulah yang saya inginkan.

Meskipun saya “tolak”, tetapi teryata beliau tetap meyakinkan saya untuk mencobanya karena menurut beliau angka kredit saya sudah mencukupi untuk mengajukan menjadi Guru Besar. Ya sudahlah…..akhirnya saya menyerah untuk mencobanya meskipun pada waktu itu saya belum mempunyai bayangan tentang persyaratan lain, selain angka kredit yang sudah tercukupi.

Keputusan saya tersebut ternyata berdampak panjang. Hidup saya menjadi tidak tenang sejak saat itu. Bagaimana tidak, saya harus mencoba mengirim artikel ke beberapa jurnal dan mengalami beberapa penolakan. Sungguh perjalanan yang tidak mudah menemukan jurnal yang bersedia menerbitkan artikel saya. Bahkan proses tersebut sempat terhenti sekitar satu tahun karena persiapan Visiting Fellowship ke Leeds, Inggris, plus rasa malas setelah pulang dari Inggris.

Selama di Inggris sempat terpikir kembali ngapain repot-repot berproses mengajukan Guru Besar, toh apa yang saya peroleh selama ini sudah lebih dari cukup. Pikiran-pikiran tersebut membuat saya ingin menarik kembali artikel-artikel yang belum ada kejelasan nasibnya. Untungnya salah satu teman baik saya melarangnya. Ternyata benar…artikel yang hendak saya tarik beberapa bulan kemudian ternyata direspons oleh reviewer dan editor meminta saya untuk merevisinya. Setelah berproses lebih dari satu tahun akhirnya artikel saya diterbitkan juga.

Perjalanan ke Inggris selain dapat memperluas pengalaman dan networking ternyata juga semakin mendekatkan saya ke proses pengajuan Guru Besar. Karena hasil penelitian di sana dapat menjadi syarat tugas tambahan untuk pengajuan Guru Besar.

***

Permasalahan jurnal teratasi, persyaratan tugas tambahan terlewati. Permasalahan berikutnya bergeser ke proses pengajuan Guru Besar itu sendiri. Bermodalkan artikel yang terbit di Scopus Q1 saya merasa cukup percaya diri untuk lolos. Ternyata kepercayaan diri saya salah.

Saya harus bisa berdamai dengan kenyataan bahwa setiap Guru Besar pasti punya cerita sendiri-sendiri seperti yang disampaikan dan dialami oleh teman-teman yang sudah berhasil dalam proses pengajuannya. Alasan penolakan yang terkadang sulit diterima ternyata harus saya hadapi juga. Emosi dan perasaan seperti dipermainkan layaknya roller coaster. Sampai jenuh rasanya.

Karena sudah terlanjur berproses maka saya putuskan untuk mengajukan lagi apa pun hasilnya. Saya sudah tidak terlalu memikirkan lagi hasilnya seperti apa, yang penting mengajukan saja, sebab hanya itu yang bisa dilakukan. Teringat juga nasihat bapak saya, bahwa jika kita mencoba bisa gagal, tapi kalau kita tidak mencoba sudah pasti tidak akan berhasil.

Ternyata nasihat bapak saya menjadi motivasi yang luar biasa. Bagaimana tidak,   dalam tahap ini diperlukan kepasrahan “tingkat dewa” karena memang seringkali hasil berbeda dengan prediksi atau pun harapan. Untung saya juga pernah bergabung dengan salah satu klub pendaki gunung yang mempunyai slogan “Pantang Putus Asa”. Di saat seperti itulah semangat pantang putus asa sangatlah diperlukan.

Saya jadi teringat puluhan tahun yang lalu di sekitaran Stadion Kridosono Yogyakarta ada seorang sahabat, saudara yang sering mendaki gunung bersama bilang ”Shinta, kamu jadi dosen saja”. Jujur, pada waktu itu saya cuekin saja  omongan dia karena tidak terpikirkan sedikit pun untuk menjadi dosen.

Waktu berlalu…ternyata omongan dia menjadi semacam starting point perjalanan hidup saya hingga menjadi Guru Besar. Mengkin benar bahwa omongan itu seperti doa, dan pada waktu itu karena dia mengucapkannya dengan tulus maka itu menjadi doa yang dikabulkan oleh Allah SWT.

Proses yang panjang dan berliku dalam pengajuan Guru Besar menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi saya. Saya menjadi belajar banyak tentang kesabaran dan kepasrahan. Selain itu menurut saya Guru Besar bukanlah sebuah kewajiban bagi seorang dosen. Guru Besar justru menjadi hak bagi setiap dosen. Meskipun untuk meraih hak tersebut perlu perjuangan. Bermula dari semangat pantang putus asa, akhirnya rekomendasi persetujuan jabatan akademik Guru Besar saya pun menjadi nyata pada tanggal 13 Oktober 2025. Kini tinggal menunggu saat pengukuhan.

Guru Besar juga bukanlah semata sebuah pencapaian yang sangat luar biasa. Sebaliknya, justru menjadi awal perjalanan yang jauh lebih menantang karena beban yang semakin berat di depan mata. Namun, satu hal yang paling luar biasa….dapat membahagiakan kedua orang tua. [T]

Tags: guru besarPendidikanPendidikan Tinggi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ridwan Malik dan ‘Ajengan Anjing’: Ketika Anjing Menjadi Cermin Kemanusiaan

Next Post

B-PART 2025 Telah Dimulai: Saatnya Merayakan Seni Pertunjukan Kontemporer dan Memikirkan Keberlanjutannya

Shinta Prastyanti

Shinta Prastyanti

Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah.

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
B-PART 2025 Telah Dimulai: Saatnya Merayakan Seni Pertunjukan Kontemporer dan Memikirkan Keberlanjutannya

B-PART 2025 Telah Dimulai: Saatnya Merayakan Seni Pertunjukan Kontemporer dan Memikirkan Keberlanjutannya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co