22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bintang Handayani, Pemuda Pelopor dari Kintamani yang Menyulap Kulit Kopi Jadi Brownies

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
October 22, 2025
in Persona
Bintang Handayani, Pemuda Pelopor dari Kintamani yang Menyulap Kulit Kopi Jadi Brownies

Bintang Handayani

JANGAN remehkan seorang perempuan muda yang setia tinggal di desa, sejak lahir hingga jadi mahasiswa. Ia bisa menciptakan sesuatu yang barangkali tak pernah dipikirkan oleh orang-orang yang hidup di kota.

Mari kenalkan, Ni Made Bintang Handayani.  Ia lahir 3 September 2004 di Dusun Luahan, Desa Belantih, Kintamani, Bangli. Dan, sejak lahir hingga kini jadi mahasiswa, ia tinggal di desa tempat ia lahir. Dan, dengan begitu, ia bisa mengamati dengan leluasa ceruk-ceruk desanya sendiri.

Dan ia memang suka mengamati sesuatu, lalu memikirkannya, lalu menciptakan gagasan-gagasan baru. Ia mengamati desanya sendiri, dan ia tahu apa yang harus dipikirkan, apa yang harus dikerjakan.

Bintang, begitu ia dipanggil,  memang membuat orang tuanya, I Wayan Selamat dan Ni Wayan Sukarini, bangga dan bahagia. Sejak kecil ia suka mengamati biji kopi, lalu memikirkannya dengan cermat. Syahdan, ia lantas menciptakan makanan khas yang barangkali tak dipikirkan orang; teh, brownies, kripik, dan menu pangan lain dari olahan kulit kopi.

Bintang, piala dan penghargaan | Foto: Dok. pribadi

Dari gagasan itu Bintang kemudian mendirikan unit usaha bernama KINTARA. Itu singkatan dari Kintamani Cascara. Ia sendiri manjadi owner sejak 2023. Dan atas usaha yang dirintisnya itu, ia berhasil memenangkan penghargaan Pemuda Pelopor Desa Bidang Kewirausahaan 2025 tingkat Provinsi Baqli dan nasional. Di sisi lain, menu makanan yang dibuat dengan olahan kulit kopi makin dikenal, makin laris, makin dicari-cari.

Tumbuh dan Besar di Lingkungan Petani Kopi

Bintang Handayani, kini mahasiswa aktif semester 5 jurusan PGSD Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar. Di sela-sela kesibukannya sebagai mahasiswa, ia tetap konsentrasi mengurus usahanya, sekaligus terus melakukan riset untuk menciptakan menu-menu pangan yang baru, yang sesuai dengan selera pasar.

Untuk urusan kerja keras, Bintang tak pernah menyerah. Belajar sembari menjadi wirausaha bukanlah hal yang sulit ia jalankan. Sedari kecil ia memang dikenal sebagai perempuan yang tak suka diam. Selalu kreatif, selalu bergerak.

Apalagi, sedari kecil Bintang tumbuh dan besar di lingkungan petani kopi yang sebagian besar dikenal sebagai pekerja keras. Jiwa pekerja keras dari petani-petani kopi itu menular pada dirinya.

“Di Banjar Luahan, Desa Belantih, kopi arabika memang sudah terkenal hingga kancah internasional,” kata Bintang mulai menjelaskan tentang desanya.

Proses pengolahan kulit kopi jadi makanan | Foto: Dok. pribadi

Di Banjar Luahan terdapat Kelompok Tani (Poktan) Dharma Kriya yang mengolah kopi dari sektor hulu ke hilir. Dari poktan inilah Bintang mengetahui bahwa kulit kopi selama ini hanya dijadikan pupuk kompos, atau kadang dibuang begitu saja tanpa diolah.

“Nah, dari proses penggilingan kopi ini terdapat limbah kulit kopi yang kadang dibuang begitu saja,” kata Bintang.

Limbah kulit kopi yang tidak diolah itu menimbulkan aroma tak enak jika dibiarkan begitu saja. Untuk itulah, Bintang terus berpikir bagaimana cara mengolah kulit kopi itu, mau dijadikan apa, bisa berguna untuk apa. Ia terus berpikir.

Bintang kemudian berusaha mencari tahu apakah kulit kopi itu bisa dimakan atau tidak. Jika bisa dimakan, apakah kulit kopi berkhasiat. Kemudian, dari sumber-sumber terpercaya ia tahu ternyata kulit kopi memang bisa dikonsumsi dan juga memiliki kandungan antioksidan yang baik bagi tubuh dan juga tinggi dengan serat.

Tak hanya itu kulit kopi ini sering disebut dengan cascara yang dalam bahasa Spanyol artinya kulit kopi kering. Dari situlah berawal proyek penting Bintang yang diberi judul “Transformasi Kulit Kopi ke Dalam Olahan Pangan Berkelanjutan Bersama Kintara Home Industri”.

Berproses bersama ibu-ibu dan perempuan muda di Kintara Home Industri | Foto: Dok. pribadi

Kintara Home Industri pun ia dirikan sebagai rumah produksi untuk pengolahan kulit kopi. Kintara Home Industri merupakan gabungan dari tiga organisasi, yakni Poktan Dharma Kriya sebagai sumber untuk mendapatkan kulit kopi, Kelompok Wanita Tani (KWT) Widya Pertiwi yang melakukan proses produksi olahan kopi, dan Sekaa Teruna (ST) Yowana Dharma Wacitwa yang melakukan promosi untuk produk yang dibuat.

Maka sibuklah kemudian Bintang untuk meramu berbagai menu, mencoba-coba dan mencicipi, sampai menemukan cita rasa yang enak dan layak dikonsumsi. Itu dilakukan berulang-ulang kali. Sampai akhirnya ia bisa menciptakan empat buah produk olahan kulit kopi.

 Empat produk itu adalah Fudgy Brownies Cascara, Brownies Cascara Crispy, Teh Cascara,  dan Kripik Cascara Suna Cekuh.

Produk olahan kulit kopi Kintara | Foto: Dok. pribadi

“Kripik cascara suna cekuh ini sedang booming di kalangan masyarakat karena Bintang membuat perpaduan antara cascara (kulit kopi) dengan bumbu ciri khas Bali yaitu suna cekuh) sehingga menghasilkan rasa yang memiliki ciri khas dari kripik lainnya,” ujar Bintang.

Produk-produk yag dibuat itu kini sudah memiliki  NIB, PIRT dan  sertifikat halal. Produk itu dipasarkan secara online, melalui media sosial, dan juga dijual secara offline.

Pemuda Pelopor Desa

Lalu, bagaimana kisahnya Bintang terpilih jadi Pemuda Pelopor Desa?

Tahun 2025, tepatnya di bulan Maret, Bintang diperkenalkan dengan salah satu pembina Pemuda Pelopor oleh temannya, I Wayan Juli. Pembina itu adalah Ni Putu Ayu Hervina Sanjayanti.

Ayu Hervina adalah dosen sekaligus Pemuda pelopor yang hingga sekarang masih aktif mendampingi calon-calon Pemuda Pelopor selanjutnya.

Presentasi pada ajang pemilihan Pemuda Pelopor | Foto: Dok. pribadi

Ia juga dikenalkan Pemuda Pelopor Nasional yaitu Kadek Angga Wahyu Pradana. Ia merupakan juara pemuda pelopor nasional yang memberikan masukan dan berbagi pengalaman kepada Bintang tentang bagaimana itu pemuda pelopor.

Bintang juga kenal dengan I Komang Edi Juliana yang kemudian memberikan Bintang gambaran tentang bagaimana Pemuda Pelopor Bidang Pangan. Edi Juliana merupakan juara Pemuda Pelopor bidang pangan tahun 2024 tingkat Provinsi Bali yang juga berkaitan dengan Pemuda Pelopor Bidang Kewirausahaan.

“Dari sana saya disarankan untuk ikut ajang Pemuda Pelopor Desa yang di selenggarakan oleh Kemenpora  dan Kemendes Republik Indonesia,” kata Bintang.

Ia kemudian mengikuti ajang Pemuda Pelopor Bidang Kewirausahaan dengan membawakan materi Tranformasi Kulit Kopi (Cascara) : Olahan Pangan Berkelanjutan Untuk UMKM Desa Belantih bersama Kintara Home Industri.

“Kemudia saya mengikuti seleksi administrasi hingga wawancara. Dan hasil akhir menunjukkan bahwa saya dinyatakan sebagai winner Pemuda Pelopor Desa tahun 2025 dengan bersaing dengan pemuda-pemuda hebat di seluruh Indonesia,” ujar Bintang.

Atas semua keberhasilan itu, Bintang sangat berterima kaksih kepada keluarga, terutama orang tuanya, I Wayan Selamat dan Ni Wayan Sukarini, yang sudah memberi ruang, rumah, dan tempat mengadu pada proses naik turunnya fase pada saat perlombaan.

Bintang bersama ibu-ibu dan perempuan muda di desanya | Foto: Dok. pribadi

Selain orang tua, Bintang juga mendapat dukungan penuh dari kakak dan adiknya. Menurut Bintang, I Wayan Gangga Bhuana sebagai seorang kakaknya terus meyakinkannya bahwa “Kamu Pasti Bisa”.

Adik Bintang juga selalu menghiburnya  di kala ia hampir menyerah dengan selalu bilang, “Kakak Hebat Ayo Semangat Terus”.

“Oh ya, adik sepupu saya Luh Diah Intan Rahayu juga mendukung saya saat susah maupun senang,” ujar Bintang dengan bersemangat.

Selamat, Bintang! [T]

Reporter/Penulis: Adnyana Ole
Editor: Jaswanto

Tags: Desa BelantihKintamanikopiPemuda Pelopor
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

AMSI Dukung Revisi UU Hak Cipta untuk Lindungi Karya Jurnalistik dari Ancaman AI

Next Post

Bukan Saja Tentang Bertahan, Namun Kembali ke Dalam Ajaran Spiritual untuk Mengatasi Penderitaan Diri

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

by Made Adnyana Ole
October 17, 2026
0
Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

APA hubungan wayang wong Tejakula dengan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali tahun 2027 yang akan digelar di Buleleng? Secara langsung,...

Read moreDetails

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
0
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

Read moreDetails

Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

by Yohana Purnama Fajar
September 2, 2026
0
Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

“Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

Read moreDetails

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails
Next Post
Dewata Kusayang, Dewataku Malang: Bali yang Digempur Kapitalisme

Bukan Saja Tentang Bertahan, Namun Kembali ke Dalam Ajaran Spiritual untuk Mengatasi Penderitaan Diri

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co