13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ayu Candri Pratiwi, Bintang Baca Puisi dari SMAN 1 Kubu — Juara di Festival Nasional Seni Pelajar Jembrana

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
October 22, 2025
in Persona
Ayu Candri Pratiwi, Bintang Baca Puisi dari SMAN 1 Kubu — Juara di Festival Nasional Seni Pelajar Jembrana

Ni Made Agustini Ayu Candri Pratiwi

NAMANYA cukup panjang, Ni Made Agustini Ayu Candri Pratiwi. Tapi panggil saja dia Ayu, atau Candri, dia pasti akan tersenyum. Manis sekali.

Gadis dari SMAN 1 Kubu, Karangasem, ini bikin kaget dewan juri  lomba baca puisi tingkat SMA/SMK dan mahasiswa Festival Nasional Seni Pelajar Jembrana (FNSPJ) 2025. Tentu karena ia tampil memukau saat membaca puisi “Kekecewaan Purochana” karya Triyanto Triwikromo. Dan, ia pun ditetapkan sebagai juara satu dalam lomba itu.

“Kaget banget, Om. Bahkan saya sempat mengira panitia salah nyantumin nama pemenang. Karena saya targetnya dapet kategori puisi berbakat, ehh malah lebih dari ekspektasi saya,” kata Candri setelah ditanya tentang tanggapannya terhadap juara itu.

Ni Made Agustini Ayu Candri Pratiwi di sela rekaman video baca puisi untuk lomba FNSPJ | Foto: Dok. pribadi

Jika dilihat dari pengalamannya ikut lomba dan ketekunannya berlatih, semestinya Candri tak kaget. Ia memang layak mendapatkan buah dari kerja kerasnya dalam berlatih. Ia layak menerima buah dari cintanya yang besar pada seni baca puisi.

Menyukai Puisi Sejak SD

Candri kini berusia 17 tahun. Ia lahir dan besar di Kubu, Karangasem, tepatnya di Tianyar Barat,19 Agustus 2008. Pendidikannya dimulai dengan masuk TK Werdhi Sentana Wisesa, lalu ⁠ ⁠SD N 2 Tianyar Barat, dan masa  ⁠SMP dihabiskannya di SMPN 3 Kubu.

Ia sempat tinggal di Jembrana bersama nenek dan kakeknya sembari menempuh pendidikan di SMAN 1 Melaya. Namun, karena kangen ayah dan ibu, ia balik ke kampung halaman, pindah sekolah ke SMAN 1 Kubu.

Lalu, sejak kapan ia tertarik dengan puisi?

“Saya suka puisi sejak kelas 4 SD,” kata Candri.

Awalnya, saat SD itu, ia ikut kegiatan KSC (Karangasem Scout Competition). Ia menjadi perwakilan gugus dalam lomba baca puisi dan mendapatkan juara harapan 1. Mulai saat itulah kesukaannya pada puisi mulai tumbuh.

Masih dalam kegiatan Pramuka, ia kembali mengikuti lomba cipta dan baca puisi dalam rangka LatGab Pramuka se-Kecamatan Kubu, dan ia meraih juara 3.

“Sejak itu, minat saya di bidang puisi semakin bertambah hingga memasuki jenjang SMP,” ujar Candri.

Candri menerima piala dan piagam penghargaan untuk puisi terbaik di acara Bali Berkisah | Foto: Dok. pribadi

Di SMP ia sempat mengikuti kegiatan menulis puisi dalam buku antologi bersama tim jurnalistik SMP N3 Kubu  di tahun 2022. Judul buku itu “Anganku” diambil dari judul puisi karya Candri yang diterbitkan  Nyalanesia. Ia senang, tentu saja.

Kecintaannya pada puisi makin menyala ketika memasuki jenjang SMA. Ia menulis apapun yang ia rasakan dalam bentuk puisi di buku diary. Ia membaca berulang-ulang, dan ia belajar dari puisi-puisi yang ditulisnya.

“Namun sayang, buku diary itu hilang entah ke mana,”  kata Candri. Duh.

Candri lahir dari pasangan suami-istri I Nengah Budi Artana dan Ni Putu Yudi Ariningsih. Ia anak kedua dari lima bersaudara. Dan, ia belajar dari ketekunan orang tua dan saudara-saudaranya yang mendidiknya dengan penuh cinta. Seperti itu juga Candri mendidik dirinya sendiri dalam menulis dan membaca puisi. Penuh cinta.

Belajar dari Kemenangan, Belajar dari Kegagalan

Saat masuk SMA ia selalu semangat ikut lomba di mana-mana. Ia pernah ikut lomba cipta dan baca puisi yang diselenggarakan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Undiksha Singaraja serangkaian acara FESTRA (Festival Seni dan Sastra). Saat itu puisinya yang berjudul “Sajak Nusantara” masuk kategori 10 penulis Puisi Terbaik se-Bali.

Kemudian ia juga mengikuti lomba cipta puisi dalam acara Bali Berkisah di Denpasar. Puisinya yang berjudul  “Blabar” saat itu meraih penghargaan Puisi Terbaik.

Nah, yang baru saja ia  ikuti adalah lomba baca puisi tingkat nasional dalam acara FNSPJ, dan ia  juara pertama. Dan ia mengatakan akan tetap belajar dari kemenangan yang diraihnya, seperti juga ia selalu belajar dari kegagalan yang juga sering ia dapatkan.

Candri membaca puisi di acara Bali Berkisah | Foto: Dok. pribadi

Kegagalan memang sempat membuatnya tak percaya diri, namun kemudian ia bangkit lagi, dan ikut lomba lagi. Tujuannya tentu saja bukan semata untuk menang, melainkan untuk belajar menguatkan mentalnya agar ia punya kepercayaan diri yang tinggi.

“Saya sempat gagal dalam lomba baca puisi sewaktu kelas delapan yang diadakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karangasem. Kemudian kalah dalam lomba baca puisi yang diadakan oleh FBS Undiksha dalam kegiatan FESTRA,” kenang Candri.

Dari kegagalan itu, ia terus belajar cara membaca puisi yang baik dan benar. Selain bertanya pada sejumlah sastrawan yang dikenalnya, ia juga belajar secara autodidak dari konten-konten Youtube.

“Berbagai tips dan referensi saya tonton untuk mengasah kemampuan saya di bidang baca puisi,” ujar Candri.

Dari situ, kata Candri, ia menemukan pelajaran-pelajaran penting. Misalnya, ia menyadari bahwa wajar kalau ia kalah, karena saat membaca puisi, ia kurang menghayati isi puisi, tempo terlalu cepat, dan lain-lain.

“Gerakan saya berlebihan, dan menggunakan nada terlalu tinggi yang terkesan membentak audiens,” kata Candri mengingat kesalahan-kesalahannya dalam membaca puisi.

Dulu, kata Candri, dalam lomba baca puisi baik online atau offline, ia selalu kesulitan dalam memahami isi puisi yang menjadi patokan dalam mengatur tempo dan menyesuaikan mimik wajah.

“Untuk itulah saya harus membaca berulang kali isi puisi itu, bahkan hingga hapal, sampai saya paham dan dapat menghayati isi dari puisi yang saya bawakan,” ujar Candri.

Candri dan buku-buku yang dibacanya | Foto: Dok. pribadi

Kemudian, pada lomba cipta puisi, ia juga seringkali menulis dengan alur yang tidak teratur, sehingga itu mungkin bisa membuat pembaca kebingungan. Selain itu, ia juga mengalami kesulitan dalam memilih kata yang tepat untuk membentuk sebuah puisi. “Sehingga saya belajar dari puisi-puisi yang saya baca,” kata Candri.

Sekarang ia mulai bisa membenahi diri. Ia mengaku cukup puas dengan proses belajar yang ia lakukan. “Meskipun belajar secara autodidak, saya berhasil membuktikan kepada diri saya sendiri kalau saya mampu,” ujarnya.

Meski merasa cukup puas, namun hingga saat ini Candri mengaku masih tetap harus belajar. Ia tetap berkeinginan mengikuti lomba bidang puisi untuk menambah pengalaman dan wawasan.

“Meskipun saya sempat menang atau kalah di beberapa lomba puisi,itu bukan tolak ukur yang dapat menghentikan saya untuk terus belajar dan berkarya,” kata Candri mantap. [T]

Reporter/Penulis: Adnyana Ole
Editor: Jaswanto

Tags: Festival Nasional Seni Pelajar JembranakarangasemPuisiseni baca puisiSMAN 1 Kubu
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Noris” UKM Satyam Siwam Sundaram Unud: Tari Kontemporer yang Membaca dan Bersuara

Next Post

Benarkah Tanah Tanpa Sertifikat Bisa Dikuasai Negara?

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails
Next Post
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Benarkah Tanah Tanpa Sertifikat Bisa Dikuasai Negara?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co