2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ayu Candri Pratiwi, Bintang Baca Puisi dari SMAN 1 Kubu — Juara di Festival Nasional Seni Pelajar Jembrana

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
October 22, 2025
in Persona
Ayu Candri Pratiwi, Bintang Baca Puisi dari SMAN 1 Kubu — Juara di Festival Nasional Seni Pelajar Jembrana

Ni Made Agustini Ayu Candri Pratiwi

NAMANYA cukup panjang, Ni Made Agustini Ayu Candri Pratiwi. Tapi panggil saja dia Ayu, atau Candri, dia pasti akan tersenyum. Manis sekali.

Gadis dari SMAN 1 Kubu, Karangasem, ini bikin kaget dewan juri  lomba baca puisi tingkat SMA/SMK dan mahasiswa Festival Nasional Seni Pelajar Jembrana (FNSPJ) 2025. Tentu karena ia tampil memukau saat membaca puisi “Kekecewaan Purochana” karya Triyanto Triwikromo. Dan, ia pun ditetapkan sebagai juara satu dalam lomba itu.

“Kaget banget, Om. Bahkan saya sempat mengira panitia salah nyantumin nama pemenang. Karena saya targetnya dapet kategori puisi berbakat, ehh malah lebih dari ekspektasi saya,” kata Candri setelah ditanya tentang tanggapannya terhadap juara itu.

Ni Made Agustini Ayu Candri Pratiwi di sela rekaman video baca puisi untuk lomba FNSPJ | Foto: Dok. pribadi

Jika dilihat dari pengalamannya ikut lomba dan ketekunannya berlatih, semestinya Candri tak kaget. Ia memang layak mendapatkan buah dari kerja kerasnya dalam berlatih. Ia layak menerima buah dari cintanya yang besar pada seni baca puisi.

Menyukai Puisi Sejak SD

Candri kini berusia 17 tahun. Ia lahir dan besar di Kubu, Karangasem, tepatnya di Tianyar Barat,19 Agustus 2008. Pendidikannya dimulai dengan masuk TK Werdhi Sentana Wisesa, lalu ⁠ ⁠SD N 2 Tianyar Barat, dan masa  ⁠SMP dihabiskannya di SMPN 3 Kubu.

Ia sempat tinggal di Jembrana bersama nenek dan kakeknya sembari menempuh pendidikan di SMAN 1 Melaya. Namun, karena kangen ayah dan ibu, ia balik ke kampung halaman, pindah sekolah ke SMAN 1 Kubu.

Lalu, sejak kapan ia tertarik dengan puisi?

“Saya suka puisi sejak kelas 4 SD,” kata Candri.

Awalnya, saat SD itu, ia ikut kegiatan KSC (Karangasem Scout Competition). Ia menjadi perwakilan gugus dalam lomba baca puisi dan mendapatkan juara harapan 1. Mulai saat itulah kesukaannya pada puisi mulai tumbuh.

Masih dalam kegiatan Pramuka, ia kembali mengikuti lomba cipta dan baca puisi dalam rangka LatGab Pramuka se-Kecamatan Kubu, dan ia meraih juara 3.

“Sejak itu, minat saya di bidang puisi semakin bertambah hingga memasuki jenjang SMP,” ujar Candri.

Candri menerima piala dan piagam penghargaan untuk puisi terbaik di acara Bali Berkisah | Foto: Dok. pribadi

Di SMP ia sempat mengikuti kegiatan menulis puisi dalam buku antologi bersama tim jurnalistik SMP N3 Kubu  di tahun 2022. Judul buku itu “Anganku” diambil dari judul puisi karya Candri yang diterbitkan  Nyalanesia. Ia senang, tentu saja.

Kecintaannya pada puisi makin menyala ketika memasuki jenjang SMA. Ia menulis apapun yang ia rasakan dalam bentuk puisi di buku diary. Ia membaca berulang-ulang, dan ia belajar dari puisi-puisi yang ditulisnya.

“Namun sayang, buku diary itu hilang entah ke mana,”  kata Candri. Duh.

Candri lahir dari pasangan suami-istri I Nengah Budi Artana dan Ni Putu Yudi Ariningsih. Ia anak kedua dari lima bersaudara. Dan, ia belajar dari ketekunan orang tua dan saudara-saudaranya yang mendidiknya dengan penuh cinta. Seperti itu juga Candri mendidik dirinya sendiri dalam menulis dan membaca puisi. Penuh cinta.

Belajar dari Kemenangan, Belajar dari Kegagalan

Saat masuk SMA ia selalu semangat ikut lomba di mana-mana. Ia pernah ikut lomba cipta dan baca puisi yang diselenggarakan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Undiksha Singaraja serangkaian acara FESTRA (Festival Seni dan Sastra). Saat itu puisinya yang berjudul “Sajak Nusantara” masuk kategori 10 penulis Puisi Terbaik se-Bali.

Kemudian ia juga mengikuti lomba cipta puisi dalam acara Bali Berkisah di Denpasar. Puisinya yang berjudul  “Blabar” saat itu meraih penghargaan Puisi Terbaik.

Nah, yang baru saja ia  ikuti adalah lomba baca puisi tingkat nasional dalam acara FNSPJ, dan ia  juara pertama. Dan ia mengatakan akan tetap belajar dari kemenangan yang diraihnya, seperti juga ia selalu belajar dari kegagalan yang juga sering ia dapatkan.

Candri membaca puisi di acara Bali Berkisah | Foto: Dok. pribadi

Kegagalan memang sempat membuatnya tak percaya diri, namun kemudian ia bangkit lagi, dan ikut lomba lagi. Tujuannya tentu saja bukan semata untuk menang, melainkan untuk belajar menguatkan mentalnya agar ia punya kepercayaan diri yang tinggi.

“Saya sempat gagal dalam lomba baca puisi sewaktu kelas delapan yang diadakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karangasem. Kemudian kalah dalam lomba baca puisi yang diadakan oleh FBS Undiksha dalam kegiatan FESTRA,” kenang Candri.

Dari kegagalan itu, ia terus belajar cara membaca puisi yang baik dan benar. Selain bertanya pada sejumlah sastrawan yang dikenalnya, ia juga belajar secara autodidak dari konten-konten Youtube.

“Berbagai tips dan referensi saya tonton untuk mengasah kemampuan saya di bidang baca puisi,” ujar Candri.

Dari situ, kata Candri, ia menemukan pelajaran-pelajaran penting. Misalnya, ia menyadari bahwa wajar kalau ia kalah, karena saat membaca puisi, ia kurang menghayati isi puisi, tempo terlalu cepat, dan lain-lain.

“Gerakan saya berlebihan, dan menggunakan nada terlalu tinggi yang terkesan membentak audiens,” kata Candri mengingat kesalahan-kesalahannya dalam membaca puisi.

Dulu, kata Candri, dalam lomba baca puisi baik online atau offline, ia selalu kesulitan dalam memahami isi puisi yang menjadi patokan dalam mengatur tempo dan menyesuaikan mimik wajah.

“Untuk itulah saya harus membaca berulang kali isi puisi itu, bahkan hingga hapal, sampai saya paham dan dapat menghayati isi dari puisi yang saya bawakan,” ujar Candri.

Candri dan buku-buku yang dibacanya | Foto: Dok. pribadi

Kemudian, pada lomba cipta puisi, ia juga seringkali menulis dengan alur yang tidak teratur, sehingga itu mungkin bisa membuat pembaca kebingungan. Selain itu, ia juga mengalami kesulitan dalam memilih kata yang tepat untuk membentuk sebuah puisi. “Sehingga saya belajar dari puisi-puisi yang saya baca,” kata Candri.

Sekarang ia mulai bisa membenahi diri. Ia mengaku cukup puas dengan proses belajar yang ia lakukan. “Meskipun belajar secara autodidak, saya berhasil membuktikan kepada diri saya sendiri kalau saya mampu,” ujarnya.

Meski merasa cukup puas, namun hingga saat ini Candri mengaku masih tetap harus belajar. Ia tetap berkeinginan mengikuti lomba bidang puisi untuk menambah pengalaman dan wawasan.

“Meskipun saya sempat menang atau kalah di beberapa lomba puisi,itu bukan tolak ukur yang dapat menghentikan saya untuk terus belajar dan berkarya,” kata Candri mantap. [T]

Reporter/Penulis: Adnyana Ole
Editor: Jaswanto

Tags: Festival Nasional Seni Pelajar JembranakarangasemPuisiseni baca puisiSMAN 1 Kubu
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Noris” UKM Satyam Siwam Sundaram Unud: Tari Kontemporer yang Membaca dan Bersuara

Next Post

Benarkah Tanah Tanpa Sertifikat Bisa Dikuasai Negara?

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

by Yohana Purnama Fajar
September 2, 2026
0
Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

“Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

Read moreDetails

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails
Next Post
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Benarkah Tanah Tanpa Sertifikat Bisa Dikuasai Negara?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co