12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ayu Candri Pratiwi, Bintang Baca Puisi dari SMAN 1 Kubu — Juara di Festival Nasional Seni Pelajar Jembrana

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
October 22, 2025
in Persona
Ayu Candri Pratiwi, Bintang Baca Puisi dari SMAN 1 Kubu — Juara di Festival Nasional Seni Pelajar Jembrana

Ni Made Agustini Ayu Candri Pratiwi

NAMANYA cukup panjang, Ni Made Agustini Ayu Candri Pratiwi. Tapi panggil saja dia Ayu, atau Candri, dia pasti akan tersenyum. Manis sekali.

Gadis dari SMAN 1 Kubu, Karangasem, ini bikin kaget dewan juri  lomba baca puisi tingkat SMA/SMK dan mahasiswa Festival Nasional Seni Pelajar Jembrana (FNSPJ) 2025. Tentu karena ia tampil memukau saat membaca puisi “Kekecewaan Purochana” karya Triyanto Triwikromo. Dan, ia pun ditetapkan sebagai juara satu dalam lomba itu.

“Kaget banget, Om. Bahkan saya sempat mengira panitia salah nyantumin nama pemenang. Karena saya targetnya dapet kategori puisi berbakat, ehh malah lebih dari ekspektasi saya,” kata Candri setelah ditanya tentang tanggapannya terhadap juara itu.

Ni Made Agustini Ayu Candri Pratiwi di sela rekaman video baca puisi untuk lomba FNSPJ | Foto: Dok. pribadi

Jika dilihat dari pengalamannya ikut lomba dan ketekunannya berlatih, semestinya Candri tak kaget. Ia memang layak mendapatkan buah dari kerja kerasnya dalam berlatih. Ia layak menerima buah dari cintanya yang besar pada seni baca puisi.

Menyukai Puisi Sejak SD

Candri kini berusia 17 tahun. Ia lahir dan besar di Kubu, Karangasem, tepatnya di Tianyar Barat,19 Agustus 2008. Pendidikannya dimulai dengan masuk TK Werdhi Sentana Wisesa, lalu ⁠ ⁠SD N 2 Tianyar Barat, dan masa  ⁠SMP dihabiskannya di SMPN 3 Kubu.

Ia sempat tinggal di Jembrana bersama nenek dan kakeknya sembari menempuh pendidikan di SMAN 1 Melaya. Namun, karena kangen ayah dan ibu, ia balik ke kampung halaman, pindah sekolah ke SMAN 1 Kubu.

Lalu, sejak kapan ia tertarik dengan puisi?

“Saya suka puisi sejak kelas 4 SD,” kata Candri.

Awalnya, saat SD itu, ia ikut kegiatan KSC (Karangasem Scout Competition). Ia menjadi perwakilan gugus dalam lomba baca puisi dan mendapatkan juara harapan 1. Mulai saat itulah kesukaannya pada puisi mulai tumbuh.

Masih dalam kegiatan Pramuka, ia kembali mengikuti lomba cipta dan baca puisi dalam rangka LatGab Pramuka se-Kecamatan Kubu, dan ia meraih juara 3.

“Sejak itu, minat saya di bidang puisi semakin bertambah hingga memasuki jenjang SMP,” ujar Candri.

Candri menerima piala dan piagam penghargaan untuk puisi terbaik di acara Bali Berkisah | Foto: Dok. pribadi

Di SMP ia sempat mengikuti kegiatan menulis puisi dalam buku antologi bersama tim jurnalistik SMP N3 Kubu  di tahun 2022. Judul buku itu “Anganku” diambil dari judul puisi karya Candri yang diterbitkan  Nyalanesia. Ia senang, tentu saja.

Kecintaannya pada puisi makin menyala ketika memasuki jenjang SMA. Ia menulis apapun yang ia rasakan dalam bentuk puisi di buku diary. Ia membaca berulang-ulang, dan ia belajar dari puisi-puisi yang ditulisnya.

“Namun sayang, buku diary itu hilang entah ke mana,”  kata Candri. Duh.

Candri lahir dari pasangan suami-istri I Nengah Budi Artana dan Ni Putu Yudi Ariningsih. Ia anak kedua dari lima bersaudara. Dan, ia belajar dari ketekunan orang tua dan saudara-saudaranya yang mendidiknya dengan penuh cinta. Seperti itu juga Candri mendidik dirinya sendiri dalam menulis dan membaca puisi. Penuh cinta.

Belajar dari Kemenangan, Belajar dari Kegagalan

Saat masuk SMA ia selalu semangat ikut lomba di mana-mana. Ia pernah ikut lomba cipta dan baca puisi yang diselenggarakan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Undiksha Singaraja serangkaian acara FESTRA (Festival Seni dan Sastra). Saat itu puisinya yang berjudul “Sajak Nusantara” masuk kategori 10 penulis Puisi Terbaik se-Bali.

Kemudian ia juga mengikuti lomba cipta puisi dalam acara Bali Berkisah di Denpasar. Puisinya yang berjudul  “Blabar” saat itu meraih penghargaan Puisi Terbaik.

Nah, yang baru saja ia  ikuti adalah lomba baca puisi tingkat nasional dalam acara FNSPJ, dan ia  juara pertama. Dan ia mengatakan akan tetap belajar dari kemenangan yang diraihnya, seperti juga ia selalu belajar dari kegagalan yang juga sering ia dapatkan.

Candri membaca puisi di acara Bali Berkisah | Foto: Dok. pribadi

Kegagalan memang sempat membuatnya tak percaya diri, namun kemudian ia bangkit lagi, dan ikut lomba lagi. Tujuannya tentu saja bukan semata untuk menang, melainkan untuk belajar menguatkan mentalnya agar ia punya kepercayaan diri yang tinggi.

“Saya sempat gagal dalam lomba baca puisi sewaktu kelas delapan yang diadakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karangasem. Kemudian kalah dalam lomba baca puisi yang diadakan oleh FBS Undiksha dalam kegiatan FESTRA,” kenang Candri.

Dari kegagalan itu, ia terus belajar cara membaca puisi yang baik dan benar. Selain bertanya pada sejumlah sastrawan yang dikenalnya, ia juga belajar secara autodidak dari konten-konten Youtube.

“Berbagai tips dan referensi saya tonton untuk mengasah kemampuan saya di bidang baca puisi,” ujar Candri.

Dari situ, kata Candri, ia menemukan pelajaran-pelajaran penting. Misalnya, ia menyadari bahwa wajar kalau ia kalah, karena saat membaca puisi, ia kurang menghayati isi puisi, tempo terlalu cepat, dan lain-lain.

“Gerakan saya berlebihan, dan menggunakan nada terlalu tinggi yang terkesan membentak audiens,” kata Candri mengingat kesalahan-kesalahannya dalam membaca puisi.

Dulu, kata Candri, dalam lomba baca puisi baik online atau offline, ia selalu kesulitan dalam memahami isi puisi yang menjadi patokan dalam mengatur tempo dan menyesuaikan mimik wajah.

“Untuk itulah saya harus membaca berulang kali isi puisi itu, bahkan hingga hapal, sampai saya paham dan dapat menghayati isi dari puisi yang saya bawakan,” ujar Candri.

Candri dan buku-buku yang dibacanya | Foto: Dok. pribadi

Kemudian, pada lomba cipta puisi, ia juga seringkali menulis dengan alur yang tidak teratur, sehingga itu mungkin bisa membuat pembaca kebingungan. Selain itu, ia juga mengalami kesulitan dalam memilih kata yang tepat untuk membentuk sebuah puisi. “Sehingga saya belajar dari puisi-puisi yang saya baca,” kata Candri.

Sekarang ia mulai bisa membenahi diri. Ia mengaku cukup puas dengan proses belajar yang ia lakukan. “Meskipun belajar secara autodidak, saya berhasil membuktikan kepada diri saya sendiri kalau saya mampu,” ujarnya.

Meski merasa cukup puas, namun hingga saat ini Candri mengaku masih tetap harus belajar. Ia tetap berkeinginan mengikuti lomba bidang puisi untuk menambah pengalaman dan wawasan.

“Meskipun saya sempat menang atau kalah di beberapa lomba puisi,itu bukan tolak ukur yang dapat menghentikan saya untuk terus belajar dan berkarya,” kata Candri mantap. [T]

Reporter/Penulis: Adnyana Ole
Editor: Jaswanto

Tags: Festival Nasional Seni Pelajar JembranakarangasemPuisiseni baca puisiSMAN 1 Kubu
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Noris” UKM Satyam Siwam Sundaram Unud: Tari Kontemporer yang Membaca dan Bersuara

Next Post

Benarkah Tanah Tanpa Sertifikat Bisa Dikuasai Negara?

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

by Yohana Purnama Fajar
September 2, 2026
0
Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

“Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

Read moreDetails

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails
Next Post
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Benarkah Tanah Tanpa Sertifikat Bisa Dikuasai Negara?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co