13 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ayu Candri Pratiwi, Bintang Baca Puisi dari SMAN 1 Kubu — Juara di Festival Nasional Seni Pelajar Jembrana

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
October 22, 2025
in Persona
Ayu Candri Pratiwi, Bintang Baca Puisi dari SMAN 1 Kubu — Juara di Festival Nasional Seni Pelajar Jembrana

Ni Made Agustini Ayu Candri Pratiwi

NAMANYA cukup panjang, Ni Made Agustini Ayu Candri Pratiwi. Tapi panggil saja dia Ayu, atau Candri, dia pasti akan tersenyum. Manis sekali.

Gadis dari SMAN 1 Kubu, Karangasem, ini bikin kaget dewan juri  lomba baca puisi tingkat SMA/SMK dan mahasiswa Festival Nasional Seni Pelajar Jembrana (FNSPJ) 2025. Tentu karena ia tampil memukau saat membaca puisi “Kekecewaan Purochana” karya Triyanto Triwikromo. Dan, ia pun ditetapkan sebagai juara satu dalam lomba itu.

“Kaget banget, Om. Bahkan saya sempat mengira panitia salah nyantumin nama pemenang. Karena saya targetnya dapet kategori puisi berbakat, ehh malah lebih dari ekspektasi saya,” kata Candri setelah ditanya tentang tanggapannya terhadap juara itu.

Ni Made Agustini Ayu Candri Pratiwi di sela rekaman video baca puisi untuk lomba FNSPJ | Foto: Dok. pribadi

Jika dilihat dari pengalamannya ikut lomba dan ketekunannya berlatih, semestinya Candri tak kaget. Ia memang layak mendapatkan buah dari kerja kerasnya dalam berlatih. Ia layak menerima buah dari cintanya yang besar pada seni baca puisi.

Menyukai Puisi Sejak SD

Candri kini berusia 17 tahun. Ia lahir dan besar di Kubu, Karangasem, tepatnya di Tianyar Barat,19 Agustus 2008. Pendidikannya dimulai dengan masuk TK Werdhi Sentana Wisesa, lalu ⁠ ⁠SD N 2 Tianyar Barat, dan masa  ⁠SMP dihabiskannya di SMPN 3 Kubu.

Ia sempat tinggal di Jembrana bersama nenek dan kakeknya sembari menempuh pendidikan di SMAN 1 Melaya. Namun, karena kangen ayah dan ibu, ia balik ke kampung halaman, pindah sekolah ke SMAN 1 Kubu.

Lalu, sejak kapan ia tertarik dengan puisi?

“Saya suka puisi sejak kelas 4 SD,” kata Candri.

Awalnya, saat SD itu, ia ikut kegiatan KSC (Karangasem Scout Competition). Ia menjadi perwakilan gugus dalam lomba baca puisi dan mendapatkan juara harapan 1. Mulai saat itulah kesukaannya pada puisi mulai tumbuh.

Masih dalam kegiatan Pramuka, ia kembali mengikuti lomba cipta dan baca puisi dalam rangka LatGab Pramuka se-Kecamatan Kubu, dan ia meraih juara 3.

“Sejak itu, minat saya di bidang puisi semakin bertambah hingga memasuki jenjang SMP,” ujar Candri.

Candri menerima piala dan piagam penghargaan untuk puisi terbaik di acara Bali Berkisah | Foto: Dok. pribadi

Di SMP ia sempat mengikuti kegiatan menulis puisi dalam buku antologi bersama tim jurnalistik SMP N3 Kubu  di tahun 2022. Judul buku itu “Anganku” diambil dari judul puisi karya Candri yang diterbitkan  Nyalanesia. Ia senang, tentu saja.

Kecintaannya pada puisi makin menyala ketika memasuki jenjang SMA. Ia menulis apapun yang ia rasakan dalam bentuk puisi di buku diary. Ia membaca berulang-ulang, dan ia belajar dari puisi-puisi yang ditulisnya.

“Namun sayang, buku diary itu hilang entah ke mana,”  kata Candri. Duh.

Candri lahir dari pasangan suami-istri I Nengah Budi Artana dan Ni Putu Yudi Ariningsih. Ia anak kedua dari lima bersaudara. Dan, ia belajar dari ketekunan orang tua dan saudara-saudaranya yang mendidiknya dengan penuh cinta. Seperti itu juga Candri mendidik dirinya sendiri dalam menulis dan membaca puisi. Penuh cinta.

Belajar dari Kemenangan, Belajar dari Kegagalan

Saat masuk SMA ia selalu semangat ikut lomba di mana-mana. Ia pernah ikut lomba cipta dan baca puisi yang diselenggarakan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Undiksha Singaraja serangkaian acara FESTRA (Festival Seni dan Sastra). Saat itu puisinya yang berjudul “Sajak Nusantara” masuk kategori 10 penulis Puisi Terbaik se-Bali.

Kemudian ia juga mengikuti lomba cipta puisi dalam acara Bali Berkisah di Denpasar. Puisinya yang berjudul  “Blabar” saat itu meraih penghargaan Puisi Terbaik.

Nah, yang baru saja ia  ikuti adalah lomba baca puisi tingkat nasional dalam acara FNSPJ, dan ia  juara pertama. Dan ia mengatakan akan tetap belajar dari kemenangan yang diraihnya, seperti juga ia selalu belajar dari kegagalan yang juga sering ia dapatkan.

Candri membaca puisi di acara Bali Berkisah | Foto: Dok. pribadi

Kegagalan memang sempat membuatnya tak percaya diri, namun kemudian ia bangkit lagi, dan ikut lomba lagi. Tujuannya tentu saja bukan semata untuk menang, melainkan untuk belajar menguatkan mentalnya agar ia punya kepercayaan diri yang tinggi.

“Saya sempat gagal dalam lomba baca puisi sewaktu kelas delapan yang diadakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karangasem. Kemudian kalah dalam lomba baca puisi yang diadakan oleh FBS Undiksha dalam kegiatan FESTRA,” kenang Candri.

Dari kegagalan itu, ia terus belajar cara membaca puisi yang baik dan benar. Selain bertanya pada sejumlah sastrawan yang dikenalnya, ia juga belajar secara autodidak dari konten-konten Youtube.

“Berbagai tips dan referensi saya tonton untuk mengasah kemampuan saya di bidang baca puisi,” ujar Candri.

Dari situ, kata Candri, ia menemukan pelajaran-pelajaran penting. Misalnya, ia menyadari bahwa wajar kalau ia kalah, karena saat membaca puisi, ia kurang menghayati isi puisi, tempo terlalu cepat, dan lain-lain.

“Gerakan saya berlebihan, dan menggunakan nada terlalu tinggi yang terkesan membentak audiens,” kata Candri mengingat kesalahan-kesalahannya dalam membaca puisi.

Dulu, kata Candri, dalam lomba baca puisi baik online atau offline, ia selalu kesulitan dalam memahami isi puisi yang menjadi patokan dalam mengatur tempo dan menyesuaikan mimik wajah.

“Untuk itulah saya harus membaca berulang kali isi puisi itu, bahkan hingga hapal, sampai saya paham dan dapat menghayati isi dari puisi yang saya bawakan,” ujar Candri.

Candri dan buku-buku yang dibacanya | Foto: Dok. pribadi

Kemudian, pada lomba cipta puisi, ia juga seringkali menulis dengan alur yang tidak teratur, sehingga itu mungkin bisa membuat pembaca kebingungan. Selain itu, ia juga mengalami kesulitan dalam memilih kata yang tepat untuk membentuk sebuah puisi. “Sehingga saya belajar dari puisi-puisi yang saya baca,” kata Candri.

Sekarang ia mulai bisa membenahi diri. Ia mengaku cukup puas dengan proses belajar yang ia lakukan. “Meskipun belajar secara autodidak, saya berhasil membuktikan kepada diri saya sendiri kalau saya mampu,” ujarnya.

Meski merasa cukup puas, namun hingga saat ini Candri mengaku masih tetap harus belajar. Ia tetap berkeinginan mengikuti lomba bidang puisi untuk menambah pengalaman dan wawasan.

“Meskipun saya sempat menang atau kalah di beberapa lomba puisi,itu bukan tolak ukur yang dapat menghentikan saya untuk terus belajar dan berkarya,” kata Candri mantap. [T]

Reporter/Penulis: Adnyana Ole
Editor: Jaswanto

Tags: Festival Nasional Seni Pelajar JembranakarangasemPuisiseni baca puisiSMAN 1 Kubu
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Noris” UKM Satyam Siwam Sundaram Unud: Tari Kontemporer yang Membaca dan Bersuara

Next Post

Benarkah Tanah Tanpa Sertifikat Bisa Dikuasai Negara?

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails

Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
March 13, 2026
0
Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

DI dalam stan pameran Kasanga Festival 2026 di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, deretan ogoh-ogoh mini berdiri rapi menunggu penilaian. Suasana...

Read moreDetails

Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

RASA senang dan bangga tampak dalam wajahnya. Ketika namanya disebut untuk menerima penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama, kakinya melangkah dengan...

Read moreDetails

Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

by Made Adnyana Ole
February 28, 2026
0
Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

SUDAH sejak lama Wahyu Ardi dikenal sebagai sutradara dan penulis naskah drama modern, baik berbahasa Bali maupun bahasa Indonesia. Lalu,...

Read moreDetails

Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

ANA seorang siswi yang tidak disebutkan secara jelas sekolahanya tidak menyukai bahasa Bali, bahkan tidak pernah memakai Bahasa itu dalam...

Read moreDetails

I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

I Made Sunaryana terpilih sebagai Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali dalam ajang Bulan Bahasa Bali VIII. Itu artinya, karya...

Read moreDetails

Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

by Made Adnyana Ole
February 27, 2026
0
Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

Sakewala, ada ané makleteg di tangkahné. “Bagus Sutedja sané nuwé panjak akéh, tur sugih, prasida  kamatiang, apa buin kulawargan tiangé, rumasuk Ngurah, pasti sing...

Read moreDetails
Next Post
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Benarkah Tanah Tanpa Sertifikat Bisa Dikuasai Negara?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co