2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jangan Sampai Masyarakat Batur “Rarud” Akibat Arus Modal

tatkala by tatkala
October 5, 2025
in Khas
Jangan Sampai Masyarakat Batur “Rarud” Akibat Arus Modal

“Bincang Pustaka” serangkaian Dies Natalis ke-62 Kamis 2 Oktober 2025 di Aula Indraprasta Gedung Rektorat UNHI

UNIVERSITAS Hindu Indonesia mengadakan “Bincang Pustaka” serangkaian Dies Natalis ke-62 Kamis 2 Oktober 2025 di Aula Indraprasta Gedung Rektorat UNHI. Pustaka yang dibahas sangat menarik yakni Buku Bunga Rampai berjudul Seabad Relokasi Batur. Setidaknya 26 penulis terlibat dalam buku ini.

Mereka mengkaji peradaban Batur dari berbagai sudut pandang.  Bincang Pustaka ini juga menghadirkan tiga pembicara yakni Dr. Drs. I Dewa Ketut Budiana, M.Phil. H selaku Ketua Yayasan Pendidikan Widya Kerthi, Guru Besar Bidang Sastra Jawa Kuno Prof. Dr. I Wayan Suka Yasa, M.Si, dan IK. Eriadi Ariana (Jero Penyarikan Duuran Batur). Hadir juga Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si memberikan Opening Speech. Bincang Pustaka dipandu moderator Komang Agus Triadi Kiswara, Spd.H, M.Pd.

Pertanyaannya, apa sebenarnya pesan yang ingin disampaikan dalam buku Seabad Relokasi Batur ini? Apakah buku ini hanya sekadar peringatan terhadap peristiwa kelam di masa lalu akibat bencana alam?

I.K Eriadi Ariana (Jro Penyarikan Duuran Batur) menyampaikan bahwa buku ini ditulis sebagai bentuk peringatan terhadap peristiwa yang terjadi seabad lalu yakni tahun 1926 yang dikenal dengan “Rarud Batur”. Peristiwa erupsi Gunung Batur ini mengharuskan masyarakat Batur berpindah mencari lokasi baru karena lava pijar yang keluar dari perut Gunung Batur kala itu berhasil menenggelamkan seluruh peradaban Desa Batur Let.

“Buku ini berupaya menjejak peristiwa tersebut sembari merefleksikan kembali nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa Rarud Batur,” papar Eriadi Ariana yang juga penulis buku Ekologisme Batur.

Ia menambahkan, peristiwa Rarud Batur juga memberikan informasi perihal upaya penyelamatan benda-benda pusaka yang sakral dari Pura Batur. Tim evakuasi saat itu berhasil menyelamatkan tinggalan seperti arca perwujudan, pusaka, pustaka, termasuk rangka Jero Agung (Bale Pesamuhan) Pura Ulun Danu Batur. Benda-benda yang disakralkan ini ditempatkan di Desa Bayunggede.

“Meskipun benda-benda sakral berhasil diselamatkan, namun saat itu tidak semua warga Batur bersedia direlokasi. Banyak dari mereka ingin bertahan di desa lama, alasan ini mungkin terkait dengan keyakinan bahwa desanya adalah kawasan suci. Meski demikian akhirnya pada tahun 1928 Desa Batur resmi direlokasi ke Kalanganyar,” jelasnya.

Eriadi juga memaparkan sisi lain dari peristiwa Rarud Batur yakni peran jejaring persaudaraan lintas desa yang solid yang sering disebut Batun Sendi Bhatari Sakti Batur. Batur memiliki aliansi antardesa yang bernama Batun Sendi, aliansi ini diikat dengan situs, ritus, serta pranata adat yang kompleks. Mereka adalah komunitas “ring satu” yang menyokong setiap denyut peradaban Batur. Anggota Batun Sendi Batur terdiri dari Desa Bayunggede, Buahan, Selulung, Sekardadi, Bonyoh dan Sribatu.

“Desa-desa Batun Sendi ini adalah tenaga pertama yang membantu evakuasi, termasuk evakuasi benda-benda sakral. Kekerabatan Batur dengan Batun Sendinya terjalin apik sampai sekarang. Semoga melalui buku ini, kesadaran kolektif ini tetap terjaga dengan baik,” bebernya.

Dilanjutkan oleh Eriadi, peristiwa Rarud Batur memberikan dua pesan penting yakni kebertahanan dan keberlanjutan. Selama ini kita masih mempertahankan warisan nilai masa lalu di Batur, namun juga mesti memastikan keberlanjutan di tengah berbagai tantangan yang terjadi.

Apalagi, lanjutnya, Batur saat ini seperti “benteng terbuka” yang membuka ruang bagi mereka-mereka yang berinvestasi. Akibatnya investasi yang nyaris tak terkendali, akhirnya lambat laun wajah Batur semakin berubah. “Ini tantangan Kami ke depan, semoga Kami kuat menghadapi perubahan yang terjadi di Batur,” paparnya.

Narasumber yang lain yakni Dr. Drs. I Dewa Ketut Budiana, M.Phil. H lebih menekankan peran buku Seabad Relokasi Batur sebagai sebuah dokumentasi sejarah yang membangun kesadaran generasi selanjutnya perihal peristiwa yang pernah terjadi di Batur. Selain itu, kata Dr. Drs. I Dewa Ketut Budiana, M.Phil. H, bencana erupsi Gunung Batur memberikan dampak baik secara kebudayaan, adat, ritual, dan bentuk kehidupan tradisional yang berjalan di Batur.

“Buku ini memberikan informasi penting perihal peristiwa yang terjadi di masa lalu, sehingga generasi sekarang dan mendatang bisa memahami berbagai perubahan, tantangan dan bagaimana cara masyarakat Batur bertahan memperkuat identitas budaya, dan kesadaran lingkungan di Batur,”paparnya.

Sementara Prof. Dr. I Wayan Suka Yasa, M.Si juga turut memberikan apresiasi yang tinggi dari lahirnya buku Seabad Relokasi Batur karena buku ini mengungkap berbagai aspek dari kesejarahan, filosofi, sosial, budaya, sampai pada aspek ekonomi dari peradaban Batur.

Namun Prof Suka Yasa memberikan catatan penting bahwa kajian perihal Teologi Batur juga penting disajikan dalam buku tersebut, karena selama ini teologi umat Hindu di pegunungan belum digarap secara lengkap.

Ia juga menyoroti pandangan mekanis dunia modern yang menganggap alam mati sehingga bisa dieksploitasi. Padahal, bagi masyarakat Batur, Gunung dan Danau Batur adalah ibu peradaban. Jika alam diperlakukan sebagai komoditas, maka seolah Dewi Danu dianggap “telah mati”.

“Sekarang di Batur banyak sekali tempat nongkrong dan coffee shop yang menutupi wajah Gunung Batur. Ini menunjukkan kekuatan modal bisa mengubah wajah peradaban Batur ke depan. Mari kita jaga peradaban Batur ini, jangan sampai alamnya hancur,” jelasnya.

Di tengah diskusi, seorang peserta Bincang Pustaka juga menyampaikan kecemasan yang sama perihal keberlanjutan perabadan Batur ke depan. Salah satunya adalah Dosen FIASB UNHI I Gusti Agung Paramita yang mengkhawatirkan akan terjadinya “Rarud Kedua” di Batur. Jika Rarud Pertama terjadi akibat bencana alam, Rarud Kedua bisa saja terjadi akibat “bencana modal” yang tidak terkendali masuk ke jantung peradaban Batur.

“Saya melihat kelahiran buku ini tidak hanya sebagai pangeling-eling terhadap peristiwa masa lalu yang dikenal dengan Rarud Batur, tetapi juga tercium aroma kecemasan melihat masa depan. Kian berubahnya lanskap Batur saat ini menunjukkan bahwa Batur tidak baik-baik saja. Arus modal kian kuat masuk ke Batur, bahkan bisa dikatakan tanpa kendali.

Selain itu, perubahan cara berpikir masyarakat Batur juga bisa menjadi penyebab transformasi di Batur. Oleh sebab itu, diperlukan wacana kritis dari akademisi perihal yang terjadi di Batur, tidak sekadar mengangkat sistem nilai luhur saja. Batur mesti menjadi medan studi para akademisi UNHI. Kampus harus berperan aktif menjaga peradaban Batur, jangan sampai masyarakat Batur terasing bahkan “rarud” karena derasnya ekspansi modal,” tutupnya. [T]

Reporter/Penulis: Rilis/Ado
Editor: Adnyana Ole

Tags: BaturDanau BaturDesa BaturGunung BaturUnhiUniversitas Hindu Indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lima Juta Rupiah Untuk Masa Depan Bangsa

Next Post

Mengakrabi Bali via Jalanan

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Mengakrabi Bali via Jalanan

Mengakrabi Bali via Jalanan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co