24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

I Nyoman Tamat, Tak Tamat-Tamat Mengabdi untuk Seni Budaya Bali

Ni Komang Sariasih by Ni Komang Sariasih
October 3, 2025
in Persona
I Nyoman Tamat, Tak Tamat-Tamat Mengabdi untuk Seni Budaya Bali

Nyoman Tamat

DI tengah hiruk-pikuk modernisasi, ada sosok yang tetap setia menjaga irama gamelan Bali. Dia adalah I Nyoman Tamat, S.Pd., M.Pd.. Ia bisa disebut sebagai seorang maestro gamelan yang kini berusia 62 tahun.

Nyoman Tamat telah mendedikasikan hidupnya untuk seni budaya Bali. Lahir pada 18 Oktober 1963 di Banjar Sedang Kaja, Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali.  Nyoman Tamat, selain sebagai seorang guru seni, juga penjaga warisan leluhur yang tak tergantikan.

Dengan latar belakang keluarga yang kental dengan seni, ia membuktikan bahwa gamelan bukan sekadar hobi, melainkan jalan hidup yang membentuk identitas Bali.

Tamat lahir dari keluarga dengan gen seni yang kuat. Kakek dan ayahnya adalah penabuh gamelan, membuatnya terpapar seni sejak kecil. Lingkungan sekitar di Desa Sedang juga mendukung. Pada tahun 1973, saat masih SD, ia sudah menjadi pengiring tari Janger dalam lomba tingkat kecamatan.

Kehadirannya di SMP 2 Abiansemal memberi pengaruh terhadap perkembangan seni di sekolah itu. Saat itu belum ada fasilitas gamelan di sekolah, namun di situ ia membangun ekstra kurikuler tabuh di SMP itu. Komite saat itu dari Desa Sedang sehingga SMP itu dibelikan gamelan.

Pilihan pendidikan pun dipengaruhi keluarga. Pamannya menawarkan biaya sekolah di PGA (Pendidikan Guru Agama) atau SMKI (Sekolah Menengah Karawitan Indonesia). Nyoman Tamat memilih SMKI pada 1981, dengan bayangan bisa bekerja di hotel sore hari untuk biaya hidup.

Meski dari keluarga sederhana, ia berjuang mengumpulkan SPP. SMKI setara SMA kejuruan, dengan tambahan satu tahun pendalaman seni, dan ia lulus pada 1985. Sebelum masuk, ia diuji tiga materi: tari, vokal, dan tabuh—ia memilih tabuh karena skill otodidaknya.

Nyoman Tamat bersama cucunya

Setelah lulus, ia mengikuti program pemerintah PGSLP (Pendidikan Guru Sekolah Lanjutan Pertama) yang ijazahnya dari Surakarta. Ia termasuk di antara 112 guru seni yang diangkat di Bali, termasuk gurunya sendiri dari SMKI. Di sini, ia belajar sambil dibayar. Pendidikan tingginya ia lalui di jurusan Sendratasik (Seni Drama, Tari, dan Musik) dari 1996 hingga 2000.

Perjalanan Karir sebagai Guru dan Seniman

Karir Nyoman Tamat dimulai sebagai guru di SMP, dengan tugas di Dinas Pendidikan Provinsi Bali. Ia mendirikan Seka Gong “Tut Wuri Handayani” di tingkat provinsi dan “Bandana Yowana” di Kabupaten Badung. Dengan statusnya guru, ia sering pentas atas perintah atasan. Nyoman Tamat mengajar siswa tetapi pentas juga tetap berjalan dan mendapat piagam. Ia mengajar di SMP 2 Abiansemal, tapi juga aktif di pemerintahan kabupaten dan provinsi.

Sebagai seniman, ia sangat produktif: megambel dari rumah, kabupaten, hingga nasional. Satu hari itu ia bisa tiga kali pentas—pagi upacara nikah, sore kegiatan agama lainnya, maupun malamnya bisa saja ada odalan. Ia mewakili kabupaten pada 1982 dengan gegitan (lagu diiringi gamelan) dan 1983 di Sanur. Pengalaman ngayah (pengabdian) di pura-pura seperti Batur, Besakih, Uluwatu, Serangan, hingga Pura Lumajang dan Anjungan Jakarta, membuatnya tak asing dengan panggung besar.

Tantangan terbesar dalam mengajar seni budaya adalah sifatnya yang berbasis bakat.

“Kalau hobi siswa di bidang seni, mudah diajarkan. Tapi kalau bakatnya tidak ada, sulit. Kita harus sabar, kuasai materi, dan memotivasi mereka—paling tidak, buat mereka senang dulu,” jelasnya.

Di SMP 2 Abiansemal, ia bangga karena seringkali juara lomba seperti lomba belaganjur, kidung, atau seni lainnya. Ia juga menyampaikan cara menanamkan seni ke anak muda: tunjukkan keberhasilan idola seperti penari terkenal, dan rendah hati tapi tunjukkan kemampuan.

Tantangan Kesehatan dan Perbedaan Generasi

Pada 15 Januari 2019, Nyoman Tamat didiagnosis sakit asam urat, yang membuatnya mengurangi pentas malam pada 2023.

“Pernah nabuh untuk arja anak-anak sampai malam, besoknya sakit. Sekarang, kalau ada pun mungkin saya tolak karena tubuh sudah tidak fit,” katanya.

Perbedaan generasi dalam belajar gamelan begitu mencolok, seperti dulu memang sangat mendalam tanpa alat bantu, sekarang mudah dengan rekaman HP. Saat tampil, mlebih merasa malu saat tampil di atas panggung, karena ia merasa, mereka itu utusan dari sekolah.

“Kalau merasa takut seharusnya tidak mungkin, karena mereka orang pilihan dan di seni itu jarang ada rasa takutnya, kalau waktu latihan baru mereka takut ungkap Pak Tamat ketika ditanya tentang ketakutan dalam pentas seni.

Kehidupan Pensiun: Dari Sawah ke Ngayah

Setelah pensiun, Nyoman Tamat mengisi waktu di sawah atau bermain dengan cucu. Ia mengatakan itu untuk hiburan, supaya tidak stres. Ngayah di pura dan banjar pun tetap ikut.

Berkebun baginya juga terpengaruh seni, “Harus tunjukkan yang terbaik, seperti menanam padi dengan pundukan (pematang) bersih dan cara bagus dan kita pun merasa senang,” ujarnya.

Cucunya menunjukan gen seni juga, terkadang ikut menyanyi saat ia bernyanyi atau megambel. Antara guru dan seni, ia pilih seni—“Hidup saya dari seni.”

Nyoman Tamat mengajari cucunya makendang

Nyoman Tamat menyampaikan pandangannya tentang seni Bali dulu dengan sekarang, ia melihat perbedaan besar, dulu seni dihargai masyarakat, sekarang kurang dipandang.

“Dikira cari uang atau panggung, padahal kita tunjukkan yang terbaik untuk kelompok. Seni ekspresi jiwa, meski mahal,” katanya. Pendidikan seni membuat kehidupan lebih bagus.

Pesannya untuk generasi muda, “Lestarikan seni budaya Bali karena Bali dilihat dari budayanya. Kita tak punya hasil bumi banyak, yang ada adalah seni sebagai sumber budaya dan agama. Biar Bali tetap ajeg dan lestari—harus punya skill seni apapun itu.”

Kisah Nyoman Tamat amat menginspirasi dari gen keluarga hingga pensiun, ia ajegkan Bali melalui gamelan. Ia buktikan, seni bukan hanya panggung, tapi jalan menuju kehidupan yang bermakna. [T]

  • Catatan: Artikel ini adalah hasil dari pelatihan jurnalistik berkaitan dengan program magang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali di tatkala.co

Penulis: Ni Komang Sariasih
Editor: Adnyana Ole

Tags: Abiansemalkarawitan baliSeniTokoh Seni
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menyadari dan Resah Terhadap yang Politik

Next Post

Runtuhnya Marwah Penelitian Indonesia

Ni Komang Sariasih

Ni Komang Sariasih

Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali

Related Posts

Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

by Made Adnyana Ole
October 17, 2026
0
Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

APA hubungan wayang wong Tejakula dengan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali tahun 2027 yang akan digelar di Buleleng? Secara langsung,...

Read moreDetails

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
0
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

Read moreDetails

Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

by Yohana Purnama Fajar
September 2, 2026
0
Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

“Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

Read moreDetails

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails
Next Post
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi

Runtuhnya Marwah Penelitian Indonesia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co