3 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Muda Merawat Tua: Mahasiswa Undiksha dan Perjuangan Melawan Lupa

Angga Wijaya by Angga Wijaya
September 23, 2025
in Khas
Muda Merawat Tua: Mahasiswa Undiksha dan Perjuangan Melawan Lupa

Mahasiswa Undiksha di tengah para lansia di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Jara Mara Pati, Buleleng, Bali

INGATAN adalah harta yang tak ternilai. Dari sana manusia merajut identitas, menenun kisah hidup, hingga menjaga ikatan dengan orang-orang terdekat. Namun, apa jadinya jika ingatan itu satu per satu menghilang, seperti daun kering yang gugur diterpa angin?

Itulah yang dialami para lansia penderita Alzheimer. Di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Jara Mara Pati, Buleleng, Bali, sebagian penghuni hidup dengan memori yang kian memudar. Ada yang lupa di mana meletakkan barang, ada pula yang tak lagi mengenali wajah sahabat sekamar. Kehilangan memori bukan sekadar soal lupa; ia menggerus rasa percaya diri, menghambat interaksi, bahkan menimbulkan kesepian.

Berangkat dari keprihatinan itu, sekelompok mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) mencoba memberi jawaban. Melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM), mereka menghadirkan program pengabdian bertajuk “Tak Ingin Lupakanmu: Meningkatkan Kognitif Lansia Penderita Alzheimer di Panti Sosial Tresna Werdha Jara Mara Pati melalui Reminiscence Therapy.”

Program ini dipimpin Ni Made Pradnyan Wulan Andini bersama empat rekannya, yaitu Luh Tia Agustini, Ni Kadek Rika Pramudya, Marisa Hilmatussa’adah, dan Ni Kadek Wahyu Lestari Sudiasih. Kelimanya berasal dari tiga program studi berbeda—Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Bimbingan dan Konseling (BK), serta Kedokteran. Kolaborasi lintas disiplin inilah yang menjadi kekuatan utama.

“Dengan terapi berbasis kenangan, para lansia diajak kembali menghidupkan potongan memori masa lalu melalui aktivitas yang menyenangkan dan penuh makna,” kata Wulan Andini, Senin 22 September 2025.

Kegiatan lansia di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Jara Mara Pati, Buleleng, Bali

Alzheimer adalah penyakit degeneratif yang menyerang sel-sel otak, menyebabkan penurunan fungsi kognitif. Gejalanya meliputi kesulitan mengingat, sering lupa menaruh benda, kebingungan saat beraktivitas, hingga gangguan dalam berinteraksi.

Di Indonesia, kesadaran publik tentang Alzheimer masih rendah. Banyak yang menganggapnya sebagai “kepikunan biasa” tanpa penanganan serius. Padahal, dampaknya besar: bukan hanya bagi penderita, tapi juga keluarga, perawat, dan lingkungan sosial.

“Minimnya pengetahuan masyarakat mengenai Alzheimer membuat jumlah kasus terus meningkat. Padahal, penanganan bukan hanya soal medis, melainkan juga pendekatan psikososial yang mampu menjaga kualitas hidup lansia. Inilah celah yang coba dijembatani lewat program ini,” jelas Wulan.

Dari Kampus ke Panti

Persiapan program dimulai sejak bulan Juli 2025. Mahasiswa merancang modul, berkoordinasi dengan pengelola panti, hingga menyusun jadwal kegiatan. Pada akhir Juli, tepatnya tanggal 30, tahap pertama dimulai. Selanjutnya, kegiatan berlangsung bertahap hingga memasuki pertengahan September, yakni tanggal 19.

Terapi reminiscence—atau terapi kenangan—yang mereka jalankan dirancang dalam lima tahap dengan nama yang puitis. Tahap pertama disebut Tak Ingin Lupa Kepercayaan, disusul dengan Tak Ingin Lupa Keterbukaan, lalu Tak Ingin Lupa Refleksi Pengalaman, kemudian Tak Ingin Lupa Makna, dan terakhir Tak Ingin Lupa Integrasi Pengalaman.

Lewat tahapan ini, lansia tidak hanya diminta mengingat masa lalu, tetapi juga membangun kepercayaan, membuka diri, merefleksikan pengalaman, hingga menemukan makna. Diskusi santai tentang kenangan masa kecil, cerita keluarga, atau kebiasaan di masa lalu menjadi jembatan untuk mempererat hubungan antar penghuni panti.

Setiap sesi bukan sekadar latihan mengingat, tetapi juga pesta kecil yang penuh kegembiraan. Ada senam pagi bersama, permainan sederhana, menari mengikuti irama lagu lawas, hingga menonton film bersama. Semua aktivitas itu dirancang bukan hanya untuk melatih otak, tetapi juga menghidupkan suasana ceria.

“Kami ingin membuat suatu aktivitas yang dapat membantu lansia mengatasi masalah kesulitan dalam menjalani aktivitas sehari-hari akibat penurunan fungsi kognitif, memberikan makna dan kebersamaan di antara lansia lainnya, sehingga terbentuk hubungan yang harmonis,” ujar Wulan.

Salah satu momen yang paling berkesan adalah ketika seorang lansia yang biasanya pendiam tiba-tiba ikut bernyanyi saat diputarkan lagu-lagu lama Bali. Senyum merekah di wajahnya, diikuti tawa dari rekan-rekannya. Momen kecil ini menjadi bukti bahwa kenangan punya kekuatan menyembuhkan.

Belajar Empati

Bagi mahasiswa, program ini bukan sekadar kegiatan pengabdian. Ada pelajaran empati, kesabaran, dan tanggung jawab sosial yang mereka dapatkan. Mereka belajar mendengarkan cerita yang berulang, menahan diri ketika lansia tiba-tiba lupa nama, hingga merayakan keberhasilan kecil seperti lansia yang mengingat kembali wajah temannya.

Program ini berlangsung dengan pendampingan langsung dari Dr. Putu Nanci Riastini, S.Pd., M.Pd., dosen Fakultas Ilmu Pendidikan Undiksha. Ia memastikan kegiatan berjalan sesuai nilai-nilai edukatif, partisipatif, dan inklusif.

“Dengan pendampingan akademik, mahasiswa tidak hanya belajar menerapkan ilmu, tetapi juga menyerap nilai-nilai empati, kesabaran, dan tanggung jawab sosial. Lansia pun mendapatkan layanan yang lebih terarah dan terukur,” kata Nanci.

Mahasiswa Undiksha di tengah para lansia di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Jara Mara Pati, Buleleng, Bali

Selama kurun waktu empat bulan, interaksi mahasiswa dan lansia diwarnai berbagai kisah kecil yang menyentuh. Ada lansia yang awalnya enggan berbicara, kini mulai aktif bertanya. Ada pula yang dulu sering menyendiri, kini rutin ikut senam bersama.

Program “Tak Ingin Lupakanmu” menegaskan bahwa pendekatan sederhana seperti berbagi cerita, tertawa bersama, atau bernyanyi bisa memberi dampak besar. Lansia merasa dihargai, didengarkan, dan diajak kembali terhubung dengan potongan masa lalu yang hampir hilang.

Lebih dari itu, program ini membuka ruang diskusi publik soal Alzheimer. Bahwa penyakit ini bukan hanya urusan medis, tetapi juga menyangkut kualitas hidup manusia. Kesadaran masyarakat perlu ditingkatkan agar penderita tidak semakin terasing.

Dari Singaraja untuk Indonesia

Undiksha, lewat program ini, menegaskan komitmennya dalam pengabdian masyarakat. Fokusnya bukan hanya pada pengajaran di kampus, tetapi juga kepedulian terhadap isu-isu sosial dan kesehatan di masyarakat.

“Program ini tidak hanya untuk meningkatkan kognitif lansia, namun juga sebagai wadah bagi penderita Alzheimer dalam menjalin hubungan yang harmonis antar sesama lansia,” tutur Wulan.

Bagi tim mahasiswa, pengalaman ini akan menjadi bekal untuk terus berinovasi di bidang kesehatan mental dan sosial. Sedangkan bagi para lansia, kegiatan ini menghadirkan kembali tawa, nyanyian, dan kenangan yang sempat terlupakan.

Alzheimer mungkin merenggut sebagian ingatan, tetapi tidak bisa menghapus kemanusiaan. Di balik tatapan kosong seorang lansia, selalu ada potongan kisah yang layak dirayakan. Melalui program “Tak Ingin Lupakanmu”, mahasiswa Undiksha membuktikan bahwa generasi muda bisa menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan dan kemanusiaan. Mereka yang muda belajar merawat yang tua, dan dari sana, lahirlah pelajaran berharga, bahwa kenangan adalah cahaya yang harus dijaga, meski usia terus menua. [T]

Penulis: Angga Wijaya
Editor: Adnyana Ole

Tags: lansiamahasiswapanti jompoUndiksha
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Legal Commentary”: Implementasi Kebijakan Tunjangan Perumahan DPRD Kabupaten Banyumas

Next Post

Agama dan Perilaku Korupsi: Sebuah Refleksi tentang Krisis Pendidikan

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Agama dan Perilaku Korupsi: Sebuah Refleksi tentang Krisis Pendidikan

Agama dan Perilaku Korupsi: Sebuah Refleksi tentang Krisis Pendidikan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co