13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Muda Merawat Tua: Mahasiswa Undiksha dan Perjuangan Melawan Lupa

Angga Wijaya by Angga Wijaya
September 23, 2025
in Khas
Muda Merawat Tua: Mahasiswa Undiksha dan Perjuangan Melawan Lupa

Mahasiswa Undiksha di tengah para lansia di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Jara Mara Pati, Buleleng, Bali

INGATAN adalah harta yang tak ternilai. Dari sana manusia merajut identitas, menenun kisah hidup, hingga menjaga ikatan dengan orang-orang terdekat. Namun, apa jadinya jika ingatan itu satu per satu menghilang, seperti daun kering yang gugur diterpa angin?

Itulah yang dialami para lansia penderita Alzheimer. Di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Jara Mara Pati, Buleleng, Bali, sebagian penghuni hidup dengan memori yang kian memudar. Ada yang lupa di mana meletakkan barang, ada pula yang tak lagi mengenali wajah sahabat sekamar. Kehilangan memori bukan sekadar soal lupa; ia menggerus rasa percaya diri, menghambat interaksi, bahkan menimbulkan kesepian.

Berangkat dari keprihatinan itu, sekelompok mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) mencoba memberi jawaban. Melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM), mereka menghadirkan program pengabdian bertajuk “Tak Ingin Lupakanmu: Meningkatkan Kognitif Lansia Penderita Alzheimer di Panti Sosial Tresna Werdha Jara Mara Pati melalui Reminiscence Therapy.”

Program ini dipimpin Ni Made Pradnyan Wulan Andini bersama empat rekannya, yaitu Luh Tia Agustini, Ni Kadek Rika Pramudya, Marisa Hilmatussa’adah, dan Ni Kadek Wahyu Lestari Sudiasih. Kelimanya berasal dari tiga program studi berbeda—Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Bimbingan dan Konseling (BK), serta Kedokteran. Kolaborasi lintas disiplin inilah yang menjadi kekuatan utama.

“Dengan terapi berbasis kenangan, para lansia diajak kembali menghidupkan potongan memori masa lalu melalui aktivitas yang menyenangkan dan penuh makna,” kata Wulan Andini, Senin 22 September 2025.

Kegiatan lansia di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Jara Mara Pati, Buleleng, Bali

Alzheimer adalah penyakit degeneratif yang menyerang sel-sel otak, menyebabkan penurunan fungsi kognitif. Gejalanya meliputi kesulitan mengingat, sering lupa menaruh benda, kebingungan saat beraktivitas, hingga gangguan dalam berinteraksi.

Di Indonesia, kesadaran publik tentang Alzheimer masih rendah. Banyak yang menganggapnya sebagai “kepikunan biasa” tanpa penanganan serius. Padahal, dampaknya besar: bukan hanya bagi penderita, tapi juga keluarga, perawat, dan lingkungan sosial.

“Minimnya pengetahuan masyarakat mengenai Alzheimer membuat jumlah kasus terus meningkat. Padahal, penanganan bukan hanya soal medis, melainkan juga pendekatan psikososial yang mampu menjaga kualitas hidup lansia. Inilah celah yang coba dijembatani lewat program ini,” jelas Wulan.

Dari Kampus ke Panti

Persiapan program dimulai sejak bulan Juli 2025. Mahasiswa merancang modul, berkoordinasi dengan pengelola panti, hingga menyusun jadwal kegiatan. Pada akhir Juli, tepatnya tanggal 30, tahap pertama dimulai. Selanjutnya, kegiatan berlangsung bertahap hingga memasuki pertengahan September, yakni tanggal 19.

Terapi reminiscence—atau terapi kenangan—yang mereka jalankan dirancang dalam lima tahap dengan nama yang puitis. Tahap pertama disebut Tak Ingin Lupa Kepercayaan, disusul dengan Tak Ingin Lupa Keterbukaan, lalu Tak Ingin Lupa Refleksi Pengalaman, kemudian Tak Ingin Lupa Makna, dan terakhir Tak Ingin Lupa Integrasi Pengalaman.

Lewat tahapan ini, lansia tidak hanya diminta mengingat masa lalu, tetapi juga membangun kepercayaan, membuka diri, merefleksikan pengalaman, hingga menemukan makna. Diskusi santai tentang kenangan masa kecil, cerita keluarga, atau kebiasaan di masa lalu menjadi jembatan untuk mempererat hubungan antar penghuni panti.

Setiap sesi bukan sekadar latihan mengingat, tetapi juga pesta kecil yang penuh kegembiraan. Ada senam pagi bersama, permainan sederhana, menari mengikuti irama lagu lawas, hingga menonton film bersama. Semua aktivitas itu dirancang bukan hanya untuk melatih otak, tetapi juga menghidupkan suasana ceria.

“Kami ingin membuat suatu aktivitas yang dapat membantu lansia mengatasi masalah kesulitan dalam menjalani aktivitas sehari-hari akibat penurunan fungsi kognitif, memberikan makna dan kebersamaan di antara lansia lainnya, sehingga terbentuk hubungan yang harmonis,” ujar Wulan.

Salah satu momen yang paling berkesan adalah ketika seorang lansia yang biasanya pendiam tiba-tiba ikut bernyanyi saat diputarkan lagu-lagu lama Bali. Senyum merekah di wajahnya, diikuti tawa dari rekan-rekannya. Momen kecil ini menjadi bukti bahwa kenangan punya kekuatan menyembuhkan.

Belajar Empati

Bagi mahasiswa, program ini bukan sekadar kegiatan pengabdian. Ada pelajaran empati, kesabaran, dan tanggung jawab sosial yang mereka dapatkan. Mereka belajar mendengarkan cerita yang berulang, menahan diri ketika lansia tiba-tiba lupa nama, hingga merayakan keberhasilan kecil seperti lansia yang mengingat kembali wajah temannya.

Program ini berlangsung dengan pendampingan langsung dari Dr. Putu Nanci Riastini, S.Pd., M.Pd., dosen Fakultas Ilmu Pendidikan Undiksha. Ia memastikan kegiatan berjalan sesuai nilai-nilai edukatif, partisipatif, dan inklusif.

“Dengan pendampingan akademik, mahasiswa tidak hanya belajar menerapkan ilmu, tetapi juga menyerap nilai-nilai empati, kesabaran, dan tanggung jawab sosial. Lansia pun mendapatkan layanan yang lebih terarah dan terukur,” kata Nanci.

Mahasiswa Undiksha di tengah para lansia di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Jara Mara Pati, Buleleng, Bali

Selama kurun waktu empat bulan, interaksi mahasiswa dan lansia diwarnai berbagai kisah kecil yang menyentuh. Ada lansia yang awalnya enggan berbicara, kini mulai aktif bertanya. Ada pula yang dulu sering menyendiri, kini rutin ikut senam bersama.

Program “Tak Ingin Lupakanmu” menegaskan bahwa pendekatan sederhana seperti berbagi cerita, tertawa bersama, atau bernyanyi bisa memberi dampak besar. Lansia merasa dihargai, didengarkan, dan diajak kembali terhubung dengan potongan masa lalu yang hampir hilang.

Lebih dari itu, program ini membuka ruang diskusi publik soal Alzheimer. Bahwa penyakit ini bukan hanya urusan medis, tetapi juga menyangkut kualitas hidup manusia. Kesadaran masyarakat perlu ditingkatkan agar penderita tidak semakin terasing.

Dari Singaraja untuk Indonesia

Undiksha, lewat program ini, menegaskan komitmennya dalam pengabdian masyarakat. Fokusnya bukan hanya pada pengajaran di kampus, tetapi juga kepedulian terhadap isu-isu sosial dan kesehatan di masyarakat.

“Program ini tidak hanya untuk meningkatkan kognitif lansia, namun juga sebagai wadah bagi penderita Alzheimer dalam menjalin hubungan yang harmonis antar sesama lansia,” tutur Wulan.

Bagi tim mahasiswa, pengalaman ini akan menjadi bekal untuk terus berinovasi di bidang kesehatan mental dan sosial. Sedangkan bagi para lansia, kegiatan ini menghadirkan kembali tawa, nyanyian, dan kenangan yang sempat terlupakan.

Alzheimer mungkin merenggut sebagian ingatan, tetapi tidak bisa menghapus kemanusiaan. Di balik tatapan kosong seorang lansia, selalu ada potongan kisah yang layak dirayakan. Melalui program “Tak Ingin Lupakanmu”, mahasiswa Undiksha membuktikan bahwa generasi muda bisa menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan dan kemanusiaan. Mereka yang muda belajar merawat yang tua, dan dari sana, lahirlah pelajaran berharga, bahwa kenangan adalah cahaya yang harus dijaga, meski usia terus menua. [T]

Penulis: Angga Wijaya
Editor: Adnyana Ole

Tags: lansiamahasiswapanti jompoUndiksha
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Legal Commentary”: Implementasi Kebijakan Tunjangan Perumahan DPRD Kabupaten Banyumas

Next Post

Agama dan Perilaku Korupsi: Sebuah Refleksi tentang Krisis Pendidikan

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
0
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

Read moreDetails

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
0
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

Read moreDetails

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
0
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

Read moreDetails

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

Read moreDetails

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
0
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

Read moreDetails

Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

by Chandra Manikan
July 9, 2026
0
Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

SAMPAI HARI INI, pupuh itu mengendap lebih lama di pikiranku. Buku “Bali, Pandemi, Refleksi: Dinamika Politik Kebijakan dan Kritisme Komunitas”,...

Read moreDetails

Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 8, 2026
0
Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

“SETIAP penyair kalau ia menyuarakan lukanya, ia sebenarnya menyuarakan luka manusia.” Kalimat itu meluncur dari Yahya Umar, Sabtu, 4 Juli...

Read moreDetails

Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
0
Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

AROMA kopi yang baru diseduh bercampur dengan wangi siobak dan tipat santok menyambut setiap langkah pengunjung di belakang panggung utama...

Read moreDetails

Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

by Agung Sudarsa
July 7, 2026
0
Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

MINGGU, 21 Juni 2026, di Griya Yangloni milik Dokter Ida Bagus Kesnawa, MM, di Banjar Buruan, Gianyar, sebuah pengalaman sederhana...

Read moreDetails
Next Post
Agama dan Perilaku Korupsi: Sebuah Refleksi tentang Krisis Pendidikan

Agama dan Perilaku Korupsi: Sebuah Refleksi tentang Krisis Pendidikan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co