23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Muda Merawat Tua: Mahasiswa Undiksha dan Perjuangan Melawan Lupa

Angga Wijaya by Angga Wijaya
September 23, 2025
in Khas
Muda Merawat Tua: Mahasiswa Undiksha dan Perjuangan Melawan Lupa

Mahasiswa Undiksha di tengah para lansia di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Jara Mara Pati, Buleleng, Bali

INGATAN adalah harta yang tak ternilai. Dari sana manusia merajut identitas, menenun kisah hidup, hingga menjaga ikatan dengan orang-orang terdekat. Namun, apa jadinya jika ingatan itu satu per satu menghilang, seperti daun kering yang gugur diterpa angin?

Itulah yang dialami para lansia penderita Alzheimer. Di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Jara Mara Pati, Buleleng, Bali, sebagian penghuni hidup dengan memori yang kian memudar. Ada yang lupa di mana meletakkan barang, ada pula yang tak lagi mengenali wajah sahabat sekamar. Kehilangan memori bukan sekadar soal lupa; ia menggerus rasa percaya diri, menghambat interaksi, bahkan menimbulkan kesepian.

Berangkat dari keprihatinan itu, sekelompok mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) mencoba memberi jawaban. Melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM), mereka menghadirkan program pengabdian bertajuk “Tak Ingin Lupakanmu: Meningkatkan Kognitif Lansia Penderita Alzheimer di Panti Sosial Tresna Werdha Jara Mara Pati melalui Reminiscence Therapy.”

Program ini dipimpin Ni Made Pradnyan Wulan Andini bersama empat rekannya, yaitu Luh Tia Agustini, Ni Kadek Rika Pramudya, Marisa Hilmatussa’adah, dan Ni Kadek Wahyu Lestari Sudiasih. Kelimanya berasal dari tiga program studi berbeda—Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Bimbingan dan Konseling (BK), serta Kedokteran. Kolaborasi lintas disiplin inilah yang menjadi kekuatan utama.

“Dengan terapi berbasis kenangan, para lansia diajak kembali menghidupkan potongan memori masa lalu melalui aktivitas yang menyenangkan dan penuh makna,” kata Wulan Andini, Senin 22 September 2025.

Kegiatan lansia di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Jara Mara Pati, Buleleng, Bali

Alzheimer adalah penyakit degeneratif yang menyerang sel-sel otak, menyebabkan penurunan fungsi kognitif. Gejalanya meliputi kesulitan mengingat, sering lupa menaruh benda, kebingungan saat beraktivitas, hingga gangguan dalam berinteraksi.

Di Indonesia, kesadaran publik tentang Alzheimer masih rendah. Banyak yang menganggapnya sebagai “kepikunan biasa” tanpa penanganan serius. Padahal, dampaknya besar: bukan hanya bagi penderita, tapi juga keluarga, perawat, dan lingkungan sosial.

“Minimnya pengetahuan masyarakat mengenai Alzheimer membuat jumlah kasus terus meningkat. Padahal, penanganan bukan hanya soal medis, melainkan juga pendekatan psikososial yang mampu menjaga kualitas hidup lansia. Inilah celah yang coba dijembatani lewat program ini,” jelas Wulan.

Dari Kampus ke Panti

Persiapan program dimulai sejak bulan Juli 2025. Mahasiswa merancang modul, berkoordinasi dengan pengelola panti, hingga menyusun jadwal kegiatan. Pada akhir Juli, tepatnya tanggal 30, tahap pertama dimulai. Selanjutnya, kegiatan berlangsung bertahap hingga memasuki pertengahan September, yakni tanggal 19.

Terapi reminiscence—atau terapi kenangan—yang mereka jalankan dirancang dalam lima tahap dengan nama yang puitis. Tahap pertama disebut Tak Ingin Lupa Kepercayaan, disusul dengan Tak Ingin Lupa Keterbukaan, lalu Tak Ingin Lupa Refleksi Pengalaman, kemudian Tak Ingin Lupa Makna, dan terakhir Tak Ingin Lupa Integrasi Pengalaman.

Lewat tahapan ini, lansia tidak hanya diminta mengingat masa lalu, tetapi juga membangun kepercayaan, membuka diri, merefleksikan pengalaman, hingga menemukan makna. Diskusi santai tentang kenangan masa kecil, cerita keluarga, atau kebiasaan di masa lalu menjadi jembatan untuk mempererat hubungan antar penghuni panti.

Setiap sesi bukan sekadar latihan mengingat, tetapi juga pesta kecil yang penuh kegembiraan. Ada senam pagi bersama, permainan sederhana, menari mengikuti irama lagu lawas, hingga menonton film bersama. Semua aktivitas itu dirancang bukan hanya untuk melatih otak, tetapi juga menghidupkan suasana ceria.

“Kami ingin membuat suatu aktivitas yang dapat membantu lansia mengatasi masalah kesulitan dalam menjalani aktivitas sehari-hari akibat penurunan fungsi kognitif, memberikan makna dan kebersamaan di antara lansia lainnya, sehingga terbentuk hubungan yang harmonis,” ujar Wulan.

Salah satu momen yang paling berkesan adalah ketika seorang lansia yang biasanya pendiam tiba-tiba ikut bernyanyi saat diputarkan lagu-lagu lama Bali. Senyum merekah di wajahnya, diikuti tawa dari rekan-rekannya. Momen kecil ini menjadi bukti bahwa kenangan punya kekuatan menyembuhkan.

Belajar Empati

Bagi mahasiswa, program ini bukan sekadar kegiatan pengabdian. Ada pelajaran empati, kesabaran, dan tanggung jawab sosial yang mereka dapatkan. Mereka belajar mendengarkan cerita yang berulang, menahan diri ketika lansia tiba-tiba lupa nama, hingga merayakan keberhasilan kecil seperti lansia yang mengingat kembali wajah temannya.

Program ini berlangsung dengan pendampingan langsung dari Dr. Putu Nanci Riastini, S.Pd., M.Pd., dosen Fakultas Ilmu Pendidikan Undiksha. Ia memastikan kegiatan berjalan sesuai nilai-nilai edukatif, partisipatif, dan inklusif.

“Dengan pendampingan akademik, mahasiswa tidak hanya belajar menerapkan ilmu, tetapi juga menyerap nilai-nilai empati, kesabaran, dan tanggung jawab sosial. Lansia pun mendapatkan layanan yang lebih terarah dan terukur,” kata Nanci.

Mahasiswa Undiksha di tengah para lansia di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Jara Mara Pati, Buleleng, Bali

Selama kurun waktu empat bulan, interaksi mahasiswa dan lansia diwarnai berbagai kisah kecil yang menyentuh. Ada lansia yang awalnya enggan berbicara, kini mulai aktif bertanya. Ada pula yang dulu sering menyendiri, kini rutin ikut senam bersama.

Program “Tak Ingin Lupakanmu” menegaskan bahwa pendekatan sederhana seperti berbagi cerita, tertawa bersama, atau bernyanyi bisa memberi dampak besar. Lansia merasa dihargai, didengarkan, dan diajak kembali terhubung dengan potongan masa lalu yang hampir hilang.

Lebih dari itu, program ini membuka ruang diskusi publik soal Alzheimer. Bahwa penyakit ini bukan hanya urusan medis, tetapi juga menyangkut kualitas hidup manusia. Kesadaran masyarakat perlu ditingkatkan agar penderita tidak semakin terasing.

Dari Singaraja untuk Indonesia

Undiksha, lewat program ini, menegaskan komitmennya dalam pengabdian masyarakat. Fokusnya bukan hanya pada pengajaran di kampus, tetapi juga kepedulian terhadap isu-isu sosial dan kesehatan di masyarakat.

“Program ini tidak hanya untuk meningkatkan kognitif lansia, namun juga sebagai wadah bagi penderita Alzheimer dalam menjalin hubungan yang harmonis antar sesama lansia,” tutur Wulan.

Bagi tim mahasiswa, pengalaman ini akan menjadi bekal untuk terus berinovasi di bidang kesehatan mental dan sosial. Sedangkan bagi para lansia, kegiatan ini menghadirkan kembali tawa, nyanyian, dan kenangan yang sempat terlupakan.

Alzheimer mungkin merenggut sebagian ingatan, tetapi tidak bisa menghapus kemanusiaan. Di balik tatapan kosong seorang lansia, selalu ada potongan kisah yang layak dirayakan. Melalui program “Tak Ingin Lupakanmu”, mahasiswa Undiksha membuktikan bahwa generasi muda bisa menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan dan kemanusiaan. Mereka yang muda belajar merawat yang tua, dan dari sana, lahirlah pelajaran berharga, bahwa kenangan adalah cahaya yang harus dijaga, meski usia terus menua. [T]

Penulis: Angga Wijaya
Editor: Adnyana Ole

Tags: lansiamahasiswapanti jompoUndiksha
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Legal Commentary”: Implementasi Kebijakan Tunjangan Perumahan DPRD Kabupaten Banyumas

Next Post

Agama dan Perilaku Korupsi: Sebuah Refleksi tentang Krisis Pendidikan

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
0
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

Read moreDetails

Mengagumi Mobil Mini

by Jaswanto
June 22, 2026
0
Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

Read moreDetails

Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

by Dede Putra Wiguna
June 21, 2026
0
Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

 “Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama,...

Read moreDetails

Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

by Dede Putra Wiguna
June 20, 2026
0
Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

SORE itu, Senin, 15 Juni 2026, suasana di Toko Kopi TUKU Renon tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara antrean...

Read moreDetails

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
0
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

Read moreDetails

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails
Next Post
Agama dan Perilaku Korupsi: Sebuah Refleksi tentang Krisis Pendidikan

Agama dan Perilaku Korupsi: Sebuah Refleksi tentang Krisis Pendidikan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co