12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Muda Merawat Tua: Mahasiswa Undiksha dan Perjuangan Melawan Lupa

Angga Wijaya by Angga Wijaya
September 23, 2025
in Khas
Muda Merawat Tua: Mahasiswa Undiksha dan Perjuangan Melawan Lupa

Mahasiswa Undiksha di tengah para lansia di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Jara Mara Pati, Buleleng, Bali

INGATAN adalah harta yang tak ternilai. Dari sana manusia merajut identitas, menenun kisah hidup, hingga menjaga ikatan dengan orang-orang terdekat. Namun, apa jadinya jika ingatan itu satu per satu menghilang, seperti daun kering yang gugur diterpa angin?

Itulah yang dialami para lansia penderita Alzheimer. Di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Jara Mara Pati, Buleleng, Bali, sebagian penghuni hidup dengan memori yang kian memudar. Ada yang lupa di mana meletakkan barang, ada pula yang tak lagi mengenali wajah sahabat sekamar. Kehilangan memori bukan sekadar soal lupa; ia menggerus rasa percaya diri, menghambat interaksi, bahkan menimbulkan kesepian.

Berangkat dari keprihatinan itu, sekelompok mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) mencoba memberi jawaban. Melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM), mereka menghadirkan program pengabdian bertajuk “Tak Ingin Lupakanmu: Meningkatkan Kognitif Lansia Penderita Alzheimer di Panti Sosial Tresna Werdha Jara Mara Pati melalui Reminiscence Therapy.”

Program ini dipimpin Ni Made Pradnyan Wulan Andini bersama empat rekannya, yaitu Luh Tia Agustini, Ni Kadek Rika Pramudya, Marisa Hilmatussa’adah, dan Ni Kadek Wahyu Lestari Sudiasih. Kelimanya berasal dari tiga program studi berbeda—Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Bimbingan dan Konseling (BK), serta Kedokteran. Kolaborasi lintas disiplin inilah yang menjadi kekuatan utama.

“Dengan terapi berbasis kenangan, para lansia diajak kembali menghidupkan potongan memori masa lalu melalui aktivitas yang menyenangkan dan penuh makna,” kata Wulan Andini, Senin 22 September 2025.

Kegiatan lansia di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Jara Mara Pati, Buleleng, Bali

Alzheimer adalah penyakit degeneratif yang menyerang sel-sel otak, menyebabkan penurunan fungsi kognitif. Gejalanya meliputi kesulitan mengingat, sering lupa menaruh benda, kebingungan saat beraktivitas, hingga gangguan dalam berinteraksi.

Di Indonesia, kesadaran publik tentang Alzheimer masih rendah. Banyak yang menganggapnya sebagai “kepikunan biasa” tanpa penanganan serius. Padahal, dampaknya besar: bukan hanya bagi penderita, tapi juga keluarga, perawat, dan lingkungan sosial.

“Minimnya pengetahuan masyarakat mengenai Alzheimer membuat jumlah kasus terus meningkat. Padahal, penanganan bukan hanya soal medis, melainkan juga pendekatan psikososial yang mampu menjaga kualitas hidup lansia. Inilah celah yang coba dijembatani lewat program ini,” jelas Wulan.

Dari Kampus ke Panti

Persiapan program dimulai sejak bulan Juli 2025. Mahasiswa merancang modul, berkoordinasi dengan pengelola panti, hingga menyusun jadwal kegiatan. Pada akhir Juli, tepatnya tanggal 30, tahap pertama dimulai. Selanjutnya, kegiatan berlangsung bertahap hingga memasuki pertengahan September, yakni tanggal 19.

Terapi reminiscence—atau terapi kenangan—yang mereka jalankan dirancang dalam lima tahap dengan nama yang puitis. Tahap pertama disebut Tak Ingin Lupa Kepercayaan, disusul dengan Tak Ingin Lupa Keterbukaan, lalu Tak Ingin Lupa Refleksi Pengalaman, kemudian Tak Ingin Lupa Makna, dan terakhir Tak Ingin Lupa Integrasi Pengalaman.

Lewat tahapan ini, lansia tidak hanya diminta mengingat masa lalu, tetapi juga membangun kepercayaan, membuka diri, merefleksikan pengalaman, hingga menemukan makna. Diskusi santai tentang kenangan masa kecil, cerita keluarga, atau kebiasaan di masa lalu menjadi jembatan untuk mempererat hubungan antar penghuni panti.

Setiap sesi bukan sekadar latihan mengingat, tetapi juga pesta kecil yang penuh kegembiraan. Ada senam pagi bersama, permainan sederhana, menari mengikuti irama lagu lawas, hingga menonton film bersama. Semua aktivitas itu dirancang bukan hanya untuk melatih otak, tetapi juga menghidupkan suasana ceria.

“Kami ingin membuat suatu aktivitas yang dapat membantu lansia mengatasi masalah kesulitan dalam menjalani aktivitas sehari-hari akibat penurunan fungsi kognitif, memberikan makna dan kebersamaan di antara lansia lainnya, sehingga terbentuk hubungan yang harmonis,” ujar Wulan.

Salah satu momen yang paling berkesan adalah ketika seorang lansia yang biasanya pendiam tiba-tiba ikut bernyanyi saat diputarkan lagu-lagu lama Bali. Senyum merekah di wajahnya, diikuti tawa dari rekan-rekannya. Momen kecil ini menjadi bukti bahwa kenangan punya kekuatan menyembuhkan.

Belajar Empati

Bagi mahasiswa, program ini bukan sekadar kegiatan pengabdian. Ada pelajaran empati, kesabaran, dan tanggung jawab sosial yang mereka dapatkan. Mereka belajar mendengarkan cerita yang berulang, menahan diri ketika lansia tiba-tiba lupa nama, hingga merayakan keberhasilan kecil seperti lansia yang mengingat kembali wajah temannya.

Program ini berlangsung dengan pendampingan langsung dari Dr. Putu Nanci Riastini, S.Pd., M.Pd., dosen Fakultas Ilmu Pendidikan Undiksha. Ia memastikan kegiatan berjalan sesuai nilai-nilai edukatif, partisipatif, dan inklusif.

“Dengan pendampingan akademik, mahasiswa tidak hanya belajar menerapkan ilmu, tetapi juga menyerap nilai-nilai empati, kesabaran, dan tanggung jawab sosial. Lansia pun mendapatkan layanan yang lebih terarah dan terukur,” kata Nanci.

Mahasiswa Undiksha di tengah para lansia di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Jara Mara Pati, Buleleng, Bali

Selama kurun waktu empat bulan, interaksi mahasiswa dan lansia diwarnai berbagai kisah kecil yang menyentuh. Ada lansia yang awalnya enggan berbicara, kini mulai aktif bertanya. Ada pula yang dulu sering menyendiri, kini rutin ikut senam bersama.

Program “Tak Ingin Lupakanmu” menegaskan bahwa pendekatan sederhana seperti berbagi cerita, tertawa bersama, atau bernyanyi bisa memberi dampak besar. Lansia merasa dihargai, didengarkan, dan diajak kembali terhubung dengan potongan masa lalu yang hampir hilang.

Lebih dari itu, program ini membuka ruang diskusi publik soal Alzheimer. Bahwa penyakit ini bukan hanya urusan medis, tetapi juga menyangkut kualitas hidup manusia. Kesadaran masyarakat perlu ditingkatkan agar penderita tidak semakin terasing.

Dari Singaraja untuk Indonesia

Undiksha, lewat program ini, menegaskan komitmennya dalam pengabdian masyarakat. Fokusnya bukan hanya pada pengajaran di kampus, tetapi juga kepedulian terhadap isu-isu sosial dan kesehatan di masyarakat.

“Program ini tidak hanya untuk meningkatkan kognitif lansia, namun juga sebagai wadah bagi penderita Alzheimer dalam menjalin hubungan yang harmonis antar sesama lansia,” tutur Wulan.

Bagi tim mahasiswa, pengalaman ini akan menjadi bekal untuk terus berinovasi di bidang kesehatan mental dan sosial. Sedangkan bagi para lansia, kegiatan ini menghadirkan kembali tawa, nyanyian, dan kenangan yang sempat terlupakan.

Alzheimer mungkin merenggut sebagian ingatan, tetapi tidak bisa menghapus kemanusiaan. Di balik tatapan kosong seorang lansia, selalu ada potongan kisah yang layak dirayakan. Melalui program “Tak Ingin Lupakanmu”, mahasiswa Undiksha membuktikan bahwa generasi muda bisa menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan dan kemanusiaan. Mereka yang muda belajar merawat yang tua, dan dari sana, lahirlah pelajaran berharga, bahwa kenangan adalah cahaya yang harus dijaga, meski usia terus menua. [T]

Penulis: Angga Wijaya
Editor: Adnyana Ole

Tags: lansiamahasiswapanti jompoUndiksha
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Legal Commentary”: Implementasi Kebijakan Tunjangan Perumahan DPRD Kabupaten Banyumas

Next Post

Agama dan Perilaku Korupsi: Sebuah Refleksi tentang Krisis Pendidikan

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
Agama dan Perilaku Korupsi: Sebuah Refleksi tentang Krisis Pendidikan

Agama dan Perilaku Korupsi: Sebuah Refleksi tentang Krisis Pendidikan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co