13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Institut Mpu Kuturan, Kampus Hindu Terbesar di Bali Utara, Berawal dari Sekolah Pendidikan Guru Agama

Arix Wahyudhi Jana Putra by Arix Wahyudhi Jana Putra
September 22, 2025
in Khas
Institut Mpu Kuturan, Kampus Hindu Terbesar di Bali Utara, Berawal dari Sekolah Pendidikan Guru Agama

Kampus IAHN Mpu Kuturan

JALAN panjang itu akhirnya sampai di sini. Jalan yang dimulai dari sebuah sekolah kecil di Singaraja pada 1967—PGAHN Singaraja—yang kala itu hanya menjadi tempat para calon guru agama Hindu belajar, kini telah bertransformasi menjadi sebuah Insitut yang berdiri tegak, membawa nama seorang maharsi yang melegenda, Mpu Kuturan.

Bukan sekedar pergantian nama, melainkan titik perjalanan sejarah, pergulatan aspirasi, dan upaya panjang masyarakat akademik Bali utara agar bisa mandiri dalam mengelola pendidikannya.

PGAHN pernah menutup pintunya pada 1993 karena kebijakan pemerintah yang menuntut guru berpendidikan minimal sarjana. Namun, semangatnya tidak ikut padam. Sekolah itu beralih rupa menjadi Kampus II Akademi Pendidikan Guru Agama Hindu Negeri (APGAHN) Denpasar, lalu ikut dalam transformasi menjadi STAHN Denpasar, kemudian menjadi bagian dari IHDN Denpasar.

Meski begitu, jarak 80 kilometer dari Denpasar membuat mahasiswa, dosen, dan pegawai di Singaraja harus bersabar menempuh birokrasi yang terasa terlalu jauh. Harapan untuk berdiri sendiri terus digumamkan—di ruang dosen, koridor, bahkan di upacara-upacara kampus.

Penancapan kayon

Akhirnya doa itu terjawab sudah, pada 27 Januari 2016, izin pendirian STAHN Mpu Kuturan disetujui Kementrian PAN-RB. Dua bulan kemudian, 22 Maret 2016, Menteri Agama meresmikannya. Sejak saat itu, Singaraja memiliki sekolah tinggi agamanya sendiri. Dan di detik ini, tinta emas di torehkan di atas batu, STAHN Mpu Kuturan resmi bertransformasi menjadi  Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan—atau sering dikenal sebagai IMK.

Sabtu, 20 September 2025, langit Banyuning memantulkan cahaya matahari yang garang. Jalan raya Gempol Banyuning dihiasi spanduk-spanduk kecil yang memberi isyarat bahwa akan tercatat sejarah yang tidak biasa. Ribuan mahasiswa berbaris dan memenuhi gedung jurusan, sebagian mengenakan kemeja putih bersih dan sebagian mengenakan kaos bertuliskan IMK, siap menyambut kedatangan tamu negara.

Pukul 13.20 siang, panas terasa menyengat, tapi tidak melunturkan semangat para mahasiswa, gamelan beleganjur sudah berbunyi, gong dan kendang berpadu dengan suara teriakan yel-yel mahasiswa yang menggema. Di panggung terbuka yang dihiasi dengan tanaman hijau dan dua videotron di kanan dan kiri, suasana menjadi semakin meriah ketika rombongan pejabat mulai berdatangan—gubernur yang diwakilkan, beberapa bupati dari berbagai daerah, Dirjen Bimas Hindu, dan tentu saja tamu yang paling ditunggu, Menteri Agama RI, Prof.Dr.K.H.Nasaruddin Umar, M.A.

Tari pendet dari UKM Tari menjadi suguhan, penari-penari itu menaburkan bunga seakan memberi restu bagi babak baru yang akan dimulai. Disusul dentuman beleganjur yang menegaskan bahwa ini menjadi hari kemenangan dari sebuah perjuangan panjang untuk menjadi mandiri.

Rektor IAHN Mpu Kuturan, Prof. Dr. I Gede Suwindia, M.A., berdiri di panggung terbuka. Suaranya lembut dengan sarat menggebu. “Institut ini membawa nama orang suci, seorang tokoh yang menata kembali kehidupan sosial, moral, dan spiritual Bali berabad-abad lalu. Mpu Kuturan bukan sekadar nama, tetapi tanggung jawab,” ucapnya.

Ia menekankan bahwa tugas utama Institut ini bukan hanya melahirkan sarjana. “Kami diberi mandat untuk menjadi penjaga peradaban Bali, visi kami jelas: Unggul, Bermartabat, Berkarakter Tri Kaya Parisudha. Dengan moto cahaya ilmu menerangi peradaban. Ilmu pengetahuan saja tidak cukup, ia harus ditemani nilai spiritual dan etika,” katanya.

Dengan tema launching Go Green, Grow Wisdom. Rektor menyebut konsep ini sebagai “Green, Art, Smart, Spiritual” yang disingkat GASS. Tagline yang ringan diucapkan tetapi mengemban banyak makna.

Menteri Agama RI Nasaruddin Umar di IAHN Mpu Kuturan

Menteri Agama kemudian naik ke panggung. Kalimatnya menancap di ingatan. “Agama Hindu adalah ajaran universal. Sekolah tinggi itu hanya seperti kolam, institut seperti danau, dan universitas seperti samudra. Ajaran universal seperti Hindu seharusnya diwadahi oleh samudra, bukan hanya sekedar kolam empang.”

Itu ujaran yang cukup nyelekit untuk membuat seluruh civitas akademika bersorak. Seolah membuat janji masa depan. “Ke depan, kita berharap datang lagi untuk meresmikan IMK menjadi universitas, dan dari kampus ini, kita tidak hanya melahirkan ilmuwan, tetapi kecendikiawan—mereka yang mengabdi pada ilmu sekaligus pada kemanusiaan,” lanjutnya.

Acara kemudian mencapai puncaknya dengan penancapan kayonan sebagai simbol transformasi, dan tinta emas di atas plakat batu sebagai penanda resmi, STAHN kini telah sah menjadi IAHN Mpu Kuturan. Tepuk tangan membahana, mahasiswa berpelukan, dosen tersenyum lega. Sebuah wacana yang sejak 2022 hanya menjadi harapan, kini terwujud di hadapan mereka.

Ketika acara usai sudah, spanduk-spanduk yang tertiup angin sendu, matahari mulai condong ke barat, suasana hati para civitas akademika tetap terang. Mereka tahu, hari ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan yang lebih panjang.

Selamat untuk IMK, GASS!, GASS!, GASS! [T]

Penulis: Arix Wahyudhi Jana Putra
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Resmikan Transformasi Institut Mpu Kuturan, Menag Nasaruddin: “Kampus Seindah ini Kenapa Tidak Menjadi Universitas?”
Kemungkinan-Kemungkinan Baik Setelah STAHN Mpu Kuturan Singaraja Berubah Jadi Institut
Tags: IAHN Mpu Kuturankampus hinduPendidikanSTAH Mpu KuturanSTAHN Mpu Kuturan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Petenis Meja Sisca Pratiwi, Dari Lomba ke Lomba, Dari Medali ke Medali

Next Post

Tim PKM ISI Bali Percantik Desain “Demen Mie” dan Tingkatkan Produksi UMKM Poklahsar Merta Nadi Desa Kutuh

Arix Wahyudhi Jana Putra

Arix Wahyudhi Jana Putra

Gede Arix Wahyudhi Jana Putra. Mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
0
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

Read moreDetails

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
0
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

Read moreDetails

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

Read moreDetails

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
0
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

Read moreDetails

Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

by Chandra Manikan
July 9, 2026
0
Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

SAMPAI HARI INI, pupuh itu mengendap lebih lama di pikiranku. Buku “Bali, Pandemi, Refleksi: Dinamika Politik Kebijakan dan Kritisme Komunitas”,...

Read moreDetails

Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 8, 2026
0
Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

“SETIAP penyair kalau ia menyuarakan lukanya, ia sebenarnya menyuarakan luka manusia.” Kalimat itu meluncur dari Yahya Umar, Sabtu, 4 Juli...

Read moreDetails

Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
0
Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

AROMA kopi yang baru diseduh bercampur dengan wangi siobak dan tipat santok menyambut setiap langkah pengunjung di belakang panggung utama...

Read moreDetails

Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

by Agung Sudarsa
July 7, 2026
0
Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

MINGGU, 21 Juni 2026, di Griya Yangloni milik Dokter Ida Bagus Kesnawa, MM, di Banjar Buruan, Gianyar, sebuah pengalaman sederhana...

Read moreDetails

Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 6, 2026
0
Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

BAGAI pasukan di medan perang, petugas kebersihan dalam ajang Singaraja Literary Festival (SLF) 2026 tak membiarkan sepotong sampah pun tertinggal....

Read moreDetails
Next Post
Tim PKM ISI Bali Percantik Desain “Demen Mie” dan Tingkatkan Produksi UMKM Poklahsar Merta Nadi Desa Kutuh

Tim PKM ISI Bali Percantik Desain "Demen Mie" dan Tingkatkan Produksi UMKM Poklahsar Merta Nadi Desa Kutuh

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co