3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Institut Mpu Kuturan, Kampus Hindu Terbesar di Bali Utara, Berawal dari Sekolah Pendidikan Guru Agama

Arix Wahyudhi Jana Putra by Arix Wahyudhi Jana Putra
September 22, 2025
in Khas
Institut Mpu Kuturan, Kampus Hindu Terbesar di Bali Utara, Berawal dari Sekolah Pendidikan Guru Agama

Kampus IAHN Mpu Kuturan

JALAN panjang itu akhirnya sampai di sini. Jalan yang dimulai dari sebuah sekolah kecil di Singaraja pada 1967—PGAHN Singaraja—yang kala itu hanya menjadi tempat para calon guru agama Hindu belajar, kini telah bertransformasi menjadi sebuah Insitut yang berdiri tegak, membawa nama seorang maharsi yang melegenda, Mpu Kuturan.

Bukan sekedar pergantian nama, melainkan titik perjalanan sejarah, pergulatan aspirasi, dan upaya panjang masyarakat akademik Bali utara agar bisa mandiri dalam mengelola pendidikannya.

PGAHN pernah menutup pintunya pada 1993 karena kebijakan pemerintah yang menuntut guru berpendidikan minimal sarjana. Namun, semangatnya tidak ikut padam. Sekolah itu beralih rupa menjadi Kampus II Akademi Pendidikan Guru Agama Hindu Negeri (APGAHN) Denpasar, lalu ikut dalam transformasi menjadi STAHN Denpasar, kemudian menjadi bagian dari IHDN Denpasar.

Meski begitu, jarak 80 kilometer dari Denpasar membuat mahasiswa, dosen, dan pegawai di Singaraja harus bersabar menempuh birokrasi yang terasa terlalu jauh. Harapan untuk berdiri sendiri terus digumamkan—di ruang dosen, koridor, bahkan di upacara-upacara kampus.

Penancapan kayon

Akhirnya doa itu terjawab sudah, pada 27 Januari 2016, izin pendirian STAHN Mpu Kuturan disetujui Kementrian PAN-RB. Dua bulan kemudian, 22 Maret 2016, Menteri Agama meresmikannya. Sejak saat itu, Singaraja memiliki sekolah tinggi agamanya sendiri. Dan di detik ini, tinta emas di torehkan di atas batu, STAHN Mpu Kuturan resmi bertransformasi menjadi  Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan—atau sering dikenal sebagai IMK.

Sabtu, 20 September 2025, langit Banyuning memantulkan cahaya matahari yang garang. Jalan raya Gempol Banyuning dihiasi spanduk-spanduk kecil yang memberi isyarat bahwa akan tercatat sejarah yang tidak biasa. Ribuan mahasiswa berbaris dan memenuhi gedung jurusan, sebagian mengenakan kemeja putih bersih dan sebagian mengenakan kaos bertuliskan IMK, siap menyambut kedatangan tamu negara.

Pukul 13.20 siang, panas terasa menyengat, tapi tidak melunturkan semangat para mahasiswa, gamelan beleganjur sudah berbunyi, gong dan kendang berpadu dengan suara teriakan yel-yel mahasiswa yang menggema. Di panggung terbuka yang dihiasi dengan tanaman hijau dan dua videotron di kanan dan kiri, suasana menjadi semakin meriah ketika rombongan pejabat mulai berdatangan—gubernur yang diwakilkan, beberapa bupati dari berbagai daerah, Dirjen Bimas Hindu, dan tentu saja tamu yang paling ditunggu, Menteri Agama RI, Prof.Dr.K.H.Nasaruddin Umar, M.A.

Tari pendet dari UKM Tari menjadi suguhan, penari-penari itu menaburkan bunga seakan memberi restu bagi babak baru yang akan dimulai. Disusul dentuman beleganjur yang menegaskan bahwa ini menjadi hari kemenangan dari sebuah perjuangan panjang untuk menjadi mandiri.

Rektor IAHN Mpu Kuturan, Prof. Dr. I Gede Suwindia, M.A., berdiri di panggung terbuka. Suaranya lembut dengan sarat menggebu. “Institut ini membawa nama orang suci, seorang tokoh yang menata kembali kehidupan sosial, moral, dan spiritual Bali berabad-abad lalu. Mpu Kuturan bukan sekadar nama, tetapi tanggung jawab,” ucapnya.

Ia menekankan bahwa tugas utama Institut ini bukan hanya melahirkan sarjana. “Kami diberi mandat untuk menjadi penjaga peradaban Bali, visi kami jelas: Unggul, Bermartabat, Berkarakter Tri Kaya Parisudha. Dengan moto cahaya ilmu menerangi peradaban. Ilmu pengetahuan saja tidak cukup, ia harus ditemani nilai spiritual dan etika,” katanya.

Dengan tema launching Go Green, Grow Wisdom. Rektor menyebut konsep ini sebagai “Green, Art, Smart, Spiritual” yang disingkat GASS. Tagline yang ringan diucapkan tetapi mengemban banyak makna.

Menteri Agama RI Nasaruddin Umar di IAHN Mpu Kuturan

Menteri Agama kemudian naik ke panggung. Kalimatnya menancap di ingatan. “Agama Hindu adalah ajaran universal. Sekolah tinggi itu hanya seperti kolam, institut seperti danau, dan universitas seperti samudra. Ajaran universal seperti Hindu seharusnya diwadahi oleh samudra, bukan hanya sekedar kolam empang.”

Itu ujaran yang cukup nyelekit untuk membuat seluruh civitas akademika bersorak. Seolah membuat janji masa depan. “Ke depan, kita berharap datang lagi untuk meresmikan IMK menjadi universitas, dan dari kampus ini, kita tidak hanya melahirkan ilmuwan, tetapi kecendikiawan—mereka yang mengabdi pada ilmu sekaligus pada kemanusiaan,” lanjutnya.

Acara kemudian mencapai puncaknya dengan penancapan kayonan sebagai simbol transformasi, dan tinta emas di atas plakat batu sebagai penanda resmi, STAHN kini telah sah menjadi IAHN Mpu Kuturan. Tepuk tangan membahana, mahasiswa berpelukan, dosen tersenyum lega. Sebuah wacana yang sejak 2022 hanya menjadi harapan, kini terwujud di hadapan mereka.

Ketika acara usai sudah, spanduk-spanduk yang tertiup angin sendu, matahari mulai condong ke barat, suasana hati para civitas akademika tetap terang. Mereka tahu, hari ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan yang lebih panjang.

Selamat untuk IMK, GASS!, GASS!, GASS! [T]

Penulis: Arix Wahyudhi Jana Putra
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Resmikan Transformasi Institut Mpu Kuturan, Menag Nasaruddin: “Kampus Seindah ini Kenapa Tidak Menjadi Universitas?”
Kemungkinan-Kemungkinan Baik Setelah STAHN Mpu Kuturan Singaraja Berubah Jadi Institut
Tags: IAHN Mpu Kuturankampus hinduPendidikanSTAH Mpu KuturanSTAHN Mpu Kuturan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Petenis Meja Sisca Pratiwi, Dari Lomba ke Lomba, Dari Medali ke Medali

Next Post

Tim PKM ISI Bali Percantik Desain “Demen Mie” dan Tingkatkan Produksi UMKM Poklahsar Merta Nadi Desa Kutuh

Arix Wahyudhi Jana Putra

Arix Wahyudhi Jana Putra

Gede Arix Wahyudhi Jana Putra. Mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

by Emi Suy
June 1, 2026
0
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

Read moreDetails

Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

by I Nyoman Tingkat
May 28, 2026
0
Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)menggelar acara pelepasan Angkatan V pada Selasa Pon Waregadian, 26 Mei 2026, di Aula Jove...

Read moreDetails

Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

by I Wayan Artika
May 27, 2026
0
Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

DESA Pedawa di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, terkenal dengan gula Pedawa. Gula ini sejatinya adalah gula merah atau gula...

Read moreDetails

Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

by Dede Putra Wiguna
May 27, 2026
0
Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

BAGI sebagian siswa SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja, hari itu menjadi pengalaman pertama mengenal Canva. Ada yang masih bingung...

Read moreDetails

Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 26, 2026
0
Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

AULA SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pagi itu tidak seperti biasanya. Tidak ada suasana tegang ujian, tidak pula wajah-wajah...

Read moreDetails

Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

by Dede Putra Wiguna
May 25, 2026
0
Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

BAGI sebagian siswa, menulis puisi dan cerpen mungkin bukan perkara sulit. Namun membuatnya dalam bentuk kolektif dan memiliki benang merah...

Read moreDetails

Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

by Kardanis Mudawi Jaya
May 24, 2026
0
Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

SEJAK tahun 2018, saya tidak pernah lagi bertemu dan mengobrol lama sambil menikmati kopi dan kacang dalam satu lingkup kerja...

Read moreDetails

In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

by Made Adnyana Ole
May 21, 2026
0
In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

IA fotografer, ia mencintai kesenian Bali. Maka hidupnya diabdikan untuk mengabadikan segala bentuk kesenian Bali melalu foto-foto yang eksotik sekaligus...

Read moreDetails

Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

by Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
May 20, 2026
0
Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

PANTAI Kedonganan di kawasan Kuta, Badung, Bali, perlahan hidup kembali. Menjelang sore, deretan meja di tepi pantai mulai terisi. Aroma...

Read moreDetails
Next Post
Tim PKM ISI Bali Percantik Desain “Demen Mie” dan Tingkatkan Produksi UMKM Poklahsar Merta Nadi Desa Kutuh

Tim PKM ISI Bali Percantik Desain "Demen Mie" dan Tingkatkan Produksi UMKM Poklahsar Merta Nadi Desa Kutuh

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co