14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Institut Mpu Kuturan, Kampus Hindu Terbesar di Bali Utara, Berawal dari Sekolah Pendidikan Guru Agama

Arix Wahyudhi Jana Putra by Arix Wahyudhi Jana Putra
September 22, 2025
in Khas
Institut Mpu Kuturan, Kampus Hindu Terbesar di Bali Utara, Berawal dari Sekolah Pendidikan Guru Agama

Kampus IAHN Mpu Kuturan

JALAN panjang itu akhirnya sampai di sini. Jalan yang dimulai dari sebuah sekolah kecil di Singaraja pada 1967—PGAHN Singaraja—yang kala itu hanya menjadi tempat para calon guru agama Hindu belajar, kini telah bertransformasi menjadi sebuah Insitut yang berdiri tegak, membawa nama seorang maharsi yang melegenda, Mpu Kuturan.

Bukan sekedar pergantian nama, melainkan titik perjalanan sejarah, pergulatan aspirasi, dan upaya panjang masyarakat akademik Bali utara agar bisa mandiri dalam mengelola pendidikannya.

PGAHN pernah menutup pintunya pada 1993 karena kebijakan pemerintah yang menuntut guru berpendidikan minimal sarjana. Namun, semangatnya tidak ikut padam. Sekolah itu beralih rupa menjadi Kampus II Akademi Pendidikan Guru Agama Hindu Negeri (APGAHN) Denpasar, lalu ikut dalam transformasi menjadi STAHN Denpasar, kemudian menjadi bagian dari IHDN Denpasar.

Meski begitu, jarak 80 kilometer dari Denpasar membuat mahasiswa, dosen, dan pegawai di Singaraja harus bersabar menempuh birokrasi yang terasa terlalu jauh. Harapan untuk berdiri sendiri terus digumamkan—di ruang dosen, koridor, bahkan di upacara-upacara kampus.

Penancapan kayon

Akhirnya doa itu terjawab sudah, pada 27 Januari 2016, izin pendirian STAHN Mpu Kuturan disetujui Kementrian PAN-RB. Dua bulan kemudian, 22 Maret 2016, Menteri Agama meresmikannya. Sejak saat itu, Singaraja memiliki sekolah tinggi agamanya sendiri. Dan di detik ini, tinta emas di torehkan di atas batu, STAHN Mpu Kuturan resmi bertransformasi menjadi  Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan—atau sering dikenal sebagai IMK.

Sabtu, 20 September 2025, langit Banyuning memantulkan cahaya matahari yang garang. Jalan raya Gempol Banyuning dihiasi spanduk-spanduk kecil yang memberi isyarat bahwa akan tercatat sejarah yang tidak biasa. Ribuan mahasiswa berbaris dan memenuhi gedung jurusan, sebagian mengenakan kemeja putih bersih dan sebagian mengenakan kaos bertuliskan IMK, siap menyambut kedatangan tamu negara.

Pukul 13.20 siang, panas terasa menyengat, tapi tidak melunturkan semangat para mahasiswa, gamelan beleganjur sudah berbunyi, gong dan kendang berpadu dengan suara teriakan yel-yel mahasiswa yang menggema. Di panggung terbuka yang dihiasi dengan tanaman hijau dan dua videotron di kanan dan kiri, suasana menjadi semakin meriah ketika rombongan pejabat mulai berdatangan—gubernur yang diwakilkan, beberapa bupati dari berbagai daerah, Dirjen Bimas Hindu, dan tentu saja tamu yang paling ditunggu, Menteri Agama RI, Prof.Dr.K.H.Nasaruddin Umar, M.A.

Tari pendet dari UKM Tari menjadi suguhan, penari-penari itu menaburkan bunga seakan memberi restu bagi babak baru yang akan dimulai. Disusul dentuman beleganjur yang menegaskan bahwa ini menjadi hari kemenangan dari sebuah perjuangan panjang untuk menjadi mandiri.

Rektor IAHN Mpu Kuturan, Prof. Dr. I Gede Suwindia, M.A., berdiri di panggung terbuka. Suaranya lembut dengan sarat menggebu. “Institut ini membawa nama orang suci, seorang tokoh yang menata kembali kehidupan sosial, moral, dan spiritual Bali berabad-abad lalu. Mpu Kuturan bukan sekadar nama, tetapi tanggung jawab,” ucapnya.

Ia menekankan bahwa tugas utama Institut ini bukan hanya melahirkan sarjana. “Kami diberi mandat untuk menjadi penjaga peradaban Bali, visi kami jelas: Unggul, Bermartabat, Berkarakter Tri Kaya Parisudha. Dengan moto cahaya ilmu menerangi peradaban. Ilmu pengetahuan saja tidak cukup, ia harus ditemani nilai spiritual dan etika,” katanya.

Dengan tema launching Go Green, Grow Wisdom. Rektor menyebut konsep ini sebagai “Green, Art, Smart, Spiritual” yang disingkat GASS. Tagline yang ringan diucapkan tetapi mengemban banyak makna.

Menteri Agama RI Nasaruddin Umar di IAHN Mpu Kuturan

Menteri Agama kemudian naik ke panggung. Kalimatnya menancap di ingatan. “Agama Hindu adalah ajaran universal. Sekolah tinggi itu hanya seperti kolam, institut seperti danau, dan universitas seperti samudra. Ajaran universal seperti Hindu seharusnya diwadahi oleh samudra, bukan hanya sekedar kolam empang.”

Itu ujaran yang cukup nyelekit untuk membuat seluruh civitas akademika bersorak. Seolah membuat janji masa depan. “Ke depan, kita berharap datang lagi untuk meresmikan IMK menjadi universitas, dan dari kampus ini, kita tidak hanya melahirkan ilmuwan, tetapi kecendikiawan—mereka yang mengabdi pada ilmu sekaligus pada kemanusiaan,” lanjutnya.

Acara kemudian mencapai puncaknya dengan penancapan kayonan sebagai simbol transformasi, dan tinta emas di atas plakat batu sebagai penanda resmi, STAHN kini telah sah menjadi IAHN Mpu Kuturan. Tepuk tangan membahana, mahasiswa berpelukan, dosen tersenyum lega. Sebuah wacana yang sejak 2022 hanya menjadi harapan, kini terwujud di hadapan mereka.

Ketika acara usai sudah, spanduk-spanduk yang tertiup angin sendu, matahari mulai condong ke barat, suasana hati para civitas akademika tetap terang. Mereka tahu, hari ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan yang lebih panjang.

Selamat untuk IMK, GASS!, GASS!, GASS! [T]

Penulis: Arix Wahyudhi Jana Putra
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Resmikan Transformasi Institut Mpu Kuturan, Menag Nasaruddin: “Kampus Seindah ini Kenapa Tidak Menjadi Universitas?”
Kemungkinan-Kemungkinan Baik Setelah STAHN Mpu Kuturan Singaraja Berubah Jadi Institut
Tags: IAHN Mpu Kuturankampus hinduPendidikanSTAH Mpu KuturanSTAHN Mpu Kuturan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Petenis Meja Sisca Pratiwi, Dari Lomba ke Lomba, Dari Medali ke Medali

Next Post

Tim PKM ISI Bali Percantik Desain “Demen Mie” dan Tingkatkan Produksi UMKM Poklahsar Merta Nadi Desa Kutuh

Arix Wahyudhi Jana Putra

Arix Wahyudhi Jana Putra

Gede Arix Wahyudhi Jana Putra. Mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
Tim PKM ISI Bali Percantik Desain “Demen Mie” dan Tingkatkan Produksi UMKM Poklahsar Merta Nadi Desa Kutuh

Tim PKM ISI Bali Percantik Desain "Demen Mie" dan Tingkatkan Produksi UMKM Poklahsar Merta Nadi Desa Kutuh

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co