14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Resmikan Transformasi Institut Mpu Kuturan, Menag Nasaruddin: “Kampus Seindah ini Kenapa Tidak Menjadi Universitas?”

Son Lomri by Son Lomri
September 20, 2025
in Khas
Resmikan Transformasi Institut Mpu Kuturan, Menag Nasaruddin: “Kampus Seindah ini Kenapa Tidak Menjadi Universitas?”

Menteri Agama (Menag) RI Prof. Dr. K.H Nasaruddin Umar, MA. di kampus IAHN Mpu Kuturan

“Saya bertanya ke Pak Dirjen, Kampus yang sebesar ini, sebagus ini, setampan dan secantik mahasiswanya ini kok kenapa tidak menjadi universitas?”

Begitu kalimat yang keluar dari bibir Menteri Agama (Menag) RI Prof. Dr. K.H Nasaruddin Umar, MA., ketika meresmikan peningkatan status dari Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAHN) Mpu Kuturan Singaraja menjadi Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan di kampus setempat, Sabtu siang, 20 Seprtember 2025.

Pak Dirjen yang dimaksud adalah Dirjen Bimas Hindu, Prof. Dr. I Nengah Duija, M.Si. yang saat acara peresmian itu juga datang mendampingi Menag Nasaruddin Umar. Prof Duija yang mendengar pertanyaan Pak Menteri itu hanya senyum-senyum saja, sementara civitas akademika IAHN Mpu Kuturan yang juga mendengarkan kata Menag Nasaruddin Umar bertepuk tangan dengan sangat riuh.

Menag Nasaruddin Umar mengakui ia tak bisa menyembunyikan kekagumannya sejak ia masuk dan melihat kampus  IAHN Mpu Kuturan. Berkaitan dengan kemungkinan kampus itu menjadi universitas, lebih lanjut Nasaruddin menganalogikan jika Sekolah Tinggi diibaratkan seperti kolam. Sedangkan Institut diibaratkan seperti danau, dan sebuah Universitas dianalogikan adalah seperti Samudra.

Agama, khususnya Agama Hindu tidak bisa diwadahi oleh empang, tidak bisa diwadahi oleh danau dan seharusnya diwadahi oleh samudera. Dengan demikian, universalitas nilai-nilai dalam Agama Hindu sudah semestinya diwadahi oleh universitas. Bukan sekolah tinggi, bukan institut.

Nasaruddin berharap kedepan, kedatangannya ke kampus Mpu Kuturan berikutnya untuk resmikan universitas.

Menteri Agama (Menag) RI Prof. Dr. K.H Nasaruddin Umar, MA.

“Biarkanlah samudera yang mewadahi lautan itu. Semoga tidak lama lagi akan menjadi universitas, tetapi tentu ada prosesnya. Saya berharap pak Rektor IAHN Mpu Kuturan dan sivitas bisa segera bertransformasi menjadi Universitas,” kata Nasaruddin.

Berkaitan dengan nama Mpu Kuturan, Menag Nasaruddin menyebut sosok Mpu Kuturan bukanlah orang sembarangan. Mpu Kuturan telah mendedikasikan sepanjang hidupnya untuk keluhuran umat manusia.

“Maka dari itu, perguruan tinggi ini mewarisi suasana kebatinan suasana psikologis Mpu Kuturan. Saya berbangga di hari Tumpek Landep ini berada di kampus yang megah dan indah,” ujar Nasaruddin..

Di sisi lain, Menag Nasaruddin juga berharap kelak Institut Mpu Kuturan mampu melahirkan cendekiawan yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi yang terpenting mampu mengamalkan ilmunya agar bermanfaat bagi banyak pihak.

“Cendekiawan memiliki makna yang lebih luas dibandingkan ilmuwan. Ia bukan hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga menekankan kebijaksanaan, etika, dan kepekaan sosial,” ujarnya.

Prof. Suwindia, Prof. Nasaruddin, dan Prof. Duija

Ia menambahkan, dalam konteks masyarakat, cendekiawan Hindu diharapkan dapat menjadi penuntun arah peradaban umat beragama. Mereka tidak hanya menghasilkan penemuan, tetapi juga berperan menjaga nilai dan kearifan yang mampu menyeimbangkan sains dengan agama.

“Lembaga pendidikan umum biasanya fokus pada bidang keilmuan semata, sedangkan perguruan tinggi keagamaan, termasuk IAHN, memiliki ciri khas perpaduan antara ilmu dengan ajaran agama serta kekuatan lain di luar nalar manusia,” kata Nasaruddin.

Disambut Tari Goak

Menag Nasaruddin  datang ke kampus IAIN Mpu Kuturan didampingi oleh Dirjen Bimas Hindu, Prof. Dr. I Nengah Duija, M.Si., berserta rombongan. Ribuan sivitas akademika telah menanti rombongan sejak pagi. Bahkan, sejak turun dari mobil menuju lokasi acara, Menag disuguhkan hiburan Tarian Goak sebagai penyambutan.

Rektor IAHN Mpu Kuturan Prof. Dr. I Gede Suwindia, M.A mengatakan Perpres 61/2025 tentang transformasi sekolah tinggi meuju institut, menjadi cemeti bagi Institut Mpu Kuturan dan seluruh civitas untuk terus berkarya.

Kedatangan Menag Nasaruddin di kampus IAHN Mpu Kuturan

“Sehingga dapat dirasakan dan berdampak dalam menjaga marwah kementerian agama, yang selalu dapat berkontribusi, mendekatkan antara teori agama dengan prakteknya di masyarakat, menjaga persatuan, toleransi umat beragama, karena sejatinya Indonesia sangatlah heterogen dan kaya akan adat dan budayanya,” kata Gede Suwindia.

Peresmian peningkatan status dilakukan dengan menancapkan sebelas Kayonan Wayang sebagai simbol arah penjuru yang melambangkan ruang tempat bertumbuh bersama, di tengah perbedaan namun menuju satu tujuan yang sama, yaitu kesadaran dan kebenaran.

Sebelas kayonan ini juga mewakili ajaran luhur Mpu Kuturan tentang sebelas pohon kehidupan: Pohon Ketuhanan, Pohon Kemanusiaan, Pohon Persatuan, Pohon Kebersamaan, Pohon Keberagaman, Pohon Keadilan, Pohon Kehidupan, Pohon Kemakmuran, Pohon Kecerdasan, Pohon Keberlimpahan, dan Pohon Semesta Raya.

Kesebelas pohon sebagai landasan, pengingat, sekaligus doa agar IAHN Mpu Kuturan senantiasa tumbuh kokoh, memberi manfaat, dan menegakkan nilai-nilai kebenaran dengan penuh kesadaran.

Tari Goak menyambut kedatangan Menag Nasaruddin

Selain transformasi dari sekolah tinggi menjadi institut juga dibarengi dengan perubahan makna logo. Logo Institut Mpu Kuturan terinspirasi dari Meru, simbol suci yang tidak hanya bermakna bangunan berjenjang, tetapi juga perjalanan ilmu pengetahuan.

Seperti Meru yang bertingkat, proses belajar di kampus ini dimulai dari dasar hingga puncak kebijaksanaan, menyatukan pengetahuan, emosi, dan spiritualitas. Inilah makna Meru sebagai simbol kampus: menuntun setiap insan menuju kesadaran dan kebijaksanaan tertinggi.

Seperti diketahui Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja berada di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia. Lembaga ini pada awalnya berdiri sebagai Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mpu Kuturan, yang diresmikan pada 22 Maret 2016 berdasarkan SK Menteri Agama Nomor 14 Tahun 2016.

Setelah hampir sembilan tahun berkiprah, sebuah babak baru tercatat dalam sejarah. Terhitung sejak 26 Mei 2025, STAHN Mpu Kuturan secara resmi naik status menjadi Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2025.

Sejak berdirinya pada tahun 2016, lembaga ini telah berkembang pesat. Saat ini, Institut Mpu Kuturan telah memiliki 13 Program Studi Sarjana (S1), 1 Program Pendidikan Profesi Guru,  3 Program Magister (S2), dan 1 Program Doktor (S3). [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Tags: IAHN Mpu KuturanIMK Balikampus hinduSTAH Mpu Kuturan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Cerpen Joseviolis Diciptakan Debra H. Yatim Tahun 1990, Kini Lahir dalam Format Sastra Grafis

Next Post

Air, Banjir, dan Pariwisata Bali

Son Lomri

Son Lomri

Kontributor tatkala.co

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Air, Banjir, dan Pariwisata Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co