2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Resmikan Transformasi Institut Mpu Kuturan, Menag Nasaruddin: “Kampus Seindah ini Kenapa Tidak Menjadi Universitas?”

Son Lomri by Son Lomri
September 20, 2025
in Khas
Resmikan Transformasi Institut Mpu Kuturan, Menag Nasaruddin: “Kampus Seindah ini Kenapa Tidak Menjadi Universitas?”

Menteri Agama (Menag) RI Prof. Dr. K.H Nasaruddin Umar, MA. di kampus IAHN Mpu Kuturan

“Saya bertanya ke Pak Dirjen, Kampus yang sebesar ini, sebagus ini, setampan dan secantik mahasiswanya ini kok kenapa tidak menjadi universitas?”

Begitu kalimat yang keluar dari bibir Menteri Agama (Menag) RI Prof. Dr. K.H Nasaruddin Umar, MA., ketika meresmikan peningkatan status dari Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAHN) Mpu Kuturan Singaraja menjadi Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan di kampus setempat, Sabtu siang, 20 Seprtember 2025.

Pak Dirjen yang dimaksud adalah Dirjen Bimas Hindu, Prof. Dr. I Nengah Duija, M.Si. yang saat acara peresmian itu juga datang mendampingi Menag Nasaruddin Umar. Prof Duija yang mendengar pertanyaan Pak Menteri itu hanya senyum-senyum saja, sementara civitas akademika IAHN Mpu Kuturan yang juga mendengarkan kata Menag Nasaruddin Umar bertepuk tangan dengan sangat riuh.

Menag Nasaruddin Umar mengakui ia tak bisa menyembunyikan kekagumannya sejak ia masuk dan melihat kampus  IAHN Mpu Kuturan. Berkaitan dengan kemungkinan kampus itu menjadi universitas, lebih lanjut Nasaruddin menganalogikan jika Sekolah Tinggi diibaratkan seperti kolam. Sedangkan Institut diibaratkan seperti danau, dan sebuah Universitas dianalogikan adalah seperti Samudra.

Agama, khususnya Agama Hindu tidak bisa diwadahi oleh empang, tidak bisa diwadahi oleh danau dan seharusnya diwadahi oleh samudera. Dengan demikian, universalitas nilai-nilai dalam Agama Hindu sudah semestinya diwadahi oleh universitas. Bukan sekolah tinggi, bukan institut.

Nasaruddin berharap kedepan, kedatangannya ke kampus Mpu Kuturan berikutnya untuk resmikan universitas.

Menteri Agama (Menag) RI Prof. Dr. K.H Nasaruddin Umar, MA.

“Biarkanlah samudera yang mewadahi lautan itu. Semoga tidak lama lagi akan menjadi universitas, tetapi tentu ada prosesnya. Saya berharap pak Rektor IAHN Mpu Kuturan dan sivitas bisa segera bertransformasi menjadi Universitas,” kata Nasaruddin.

Berkaitan dengan nama Mpu Kuturan, Menag Nasaruddin menyebut sosok Mpu Kuturan bukanlah orang sembarangan. Mpu Kuturan telah mendedikasikan sepanjang hidupnya untuk keluhuran umat manusia.

“Maka dari itu, perguruan tinggi ini mewarisi suasana kebatinan suasana psikologis Mpu Kuturan. Saya berbangga di hari Tumpek Landep ini berada di kampus yang megah dan indah,” ujar Nasaruddin..

Di sisi lain, Menag Nasaruddin juga berharap kelak Institut Mpu Kuturan mampu melahirkan cendekiawan yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi yang terpenting mampu mengamalkan ilmunya agar bermanfaat bagi banyak pihak.

“Cendekiawan memiliki makna yang lebih luas dibandingkan ilmuwan. Ia bukan hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga menekankan kebijaksanaan, etika, dan kepekaan sosial,” ujarnya.

Prof. Suwindia, Prof. Nasaruddin, dan Prof. Duija

Ia menambahkan, dalam konteks masyarakat, cendekiawan Hindu diharapkan dapat menjadi penuntun arah peradaban umat beragama. Mereka tidak hanya menghasilkan penemuan, tetapi juga berperan menjaga nilai dan kearifan yang mampu menyeimbangkan sains dengan agama.

“Lembaga pendidikan umum biasanya fokus pada bidang keilmuan semata, sedangkan perguruan tinggi keagamaan, termasuk IAHN, memiliki ciri khas perpaduan antara ilmu dengan ajaran agama serta kekuatan lain di luar nalar manusia,” kata Nasaruddin.

Disambut Tari Goak

Menag Nasaruddin  datang ke kampus IAIN Mpu Kuturan didampingi oleh Dirjen Bimas Hindu, Prof. Dr. I Nengah Duija, M.Si., berserta rombongan. Ribuan sivitas akademika telah menanti rombongan sejak pagi. Bahkan, sejak turun dari mobil menuju lokasi acara, Menag disuguhkan hiburan Tarian Goak sebagai penyambutan.

Rektor IAHN Mpu Kuturan Prof. Dr. I Gede Suwindia, M.A mengatakan Perpres 61/2025 tentang transformasi sekolah tinggi meuju institut, menjadi cemeti bagi Institut Mpu Kuturan dan seluruh civitas untuk terus berkarya.

Kedatangan Menag Nasaruddin di kampus IAHN Mpu Kuturan

“Sehingga dapat dirasakan dan berdampak dalam menjaga marwah kementerian agama, yang selalu dapat berkontribusi, mendekatkan antara teori agama dengan prakteknya di masyarakat, menjaga persatuan, toleransi umat beragama, karena sejatinya Indonesia sangatlah heterogen dan kaya akan adat dan budayanya,” kata Gede Suwindia.

Peresmian peningkatan status dilakukan dengan menancapkan sebelas Kayonan Wayang sebagai simbol arah penjuru yang melambangkan ruang tempat bertumbuh bersama, di tengah perbedaan namun menuju satu tujuan yang sama, yaitu kesadaran dan kebenaran.

Sebelas kayonan ini juga mewakili ajaran luhur Mpu Kuturan tentang sebelas pohon kehidupan: Pohon Ketuhanan, Pohon Kemanusiaan, Pohon Persatuan, Pohon Kebersamaan, Pohon Keberagaman, Pohon Keadilan, Pohon Kehidupan, Pohon Kemakmuran, Pohon Kecerdasan, Pohon Keberlimpahan, dan Pohon Semesta Raya.

Kesebelas pohon sebagai landasan, pengingat, sekaligus doa agar IAHN Mpu Kuturan senantiasa tumbuh kokoh, memberi manfaat, dan menegakkan nilai-nilai kebenaran dengan penuh kesadaran.

Tari Goak menyambut kedatangan Menag Nasaruddin

Selain transformasi dari sekolah tinggi menjadi institut juga dibarengi dengan perubahan makna logo. Logo Institut Mpu Kuturan terinspirasi dari Meru, simbol suci yang tidak hanya bermakna bangunan berjenjang, tetapi juga perjalanan ilmu pengetahuan.

Seperti Meru yang bertingkat, proses belajar di kampus ini dimulai dari dasar hingga puncak kebijaksanaan, menyatukan pengetahuan, emosi, dan spiritualitas. Inilah makna Meru sebagai simbol kampus: menuntun setiap insan menuju kesadaran dan kebijaksanaan tertinggi.

Seperti diketahui Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja berada di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia. Lembaga ini pada awalnya berdiri sebagai Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mpu Kuturan, yang diresmikan pada 22 Maret 2016 berdasarkan SK Menteri Agama Nomor 14 Tahun 2016.

Setelah hampir sembilan tahun berkiprah, sebuah babak baru tercatat dalam sejarah. Terhitung sejak 26 Mei 2025, STAHN Mpu Kuturan secara resmi naik status menjadi Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2025.

Sejak berdirinya pada tahun 2016, lembaga ini telah berkembang pesat. Saat ini, Institut Mpu Kuturan telah memiliki 13 Program Studi Sarjana (S1), 1 Program Pendidikan Profesi Guru,  3 Program Magister (S2), dan 1 Program Doktor (S3). [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Tags: IAHN Mpu KuturanIMK Balikampus hinduSTAH Mpu Kuturan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Cerpen Joseviolis Diciptakan Debra H. Yatim Tahun 1990, Kini Lahir dalam Format Sastra Grafis

Next Post

Air, Banjir, dan Pariwisata Bali

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Air, Banjir, dan Pariwisata Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co