2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Resmikan Transformasi Institut Mpu Kuturan, Menag Nasaruddin: “Kampus Seindah ini Kenapa Tidak Menjadi Universitas?”

Son Lomri by Son Lomri
September 20, 2025
in Khas
Resmikan Transformasi Institut Mpu Kuturan, Menag Nasaruddin: “Kampus Seindah ini Kenapa Tidak Menjadi Universitas?”

Menteri Agama (Menag) RI Prof. Dr. K.H Nasaruddin Umar, MA. di kampus IAHN Mpu Kuturan

“Saya bertanya ke Pak Dirjen, Kampus yang sebesar ini, sebagus ini, setampan dan secantik mahasiswanya ini kok kenapa tidak menjadi universitas?”

Begitu kalimat yang keluar dari bibir Menteri Agama (Menag) RI Prof. Dr. K.H Nasaruddin Umar, MA., ketika meresmikan peningkatan status dari Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAHN) Mpu Kuturan Singaraja menjadi Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan di kampus setempat, Sabtu siang, 20 Seprtember 2025.

Pak Dirjen yang dimaksud adalah Dirjen Bimas Hindu, Prof. Dr. I Nengah Duija, M.Si. yang saat acara peresmian itu juga datang mendampingi Menag Nasaruddin Umar. Prof Duija yang mendengar pertanyaan Pak Menteri itu hanya senyum-senyum saja, sementara civitas akademika IAHN Mpu Kuturan yang juga mendengarkan kata Menag Nasaruddin Umar bertepuk tangan dengan sangat riuh.

Menag Nasaruddin Umar mengakui ia tak bisa menyembunyikan kekagumannya sejak ia masuk dan melihat kampus  IAHN Mpu Kuturan. Berkaitan dengan kemungkinan kampus itu menjadi universitas, lebih lanjut Nasaruddin menganalogikan jika Sekolah Tinggi diibaratkan seperti kolam. Sedangkan Institut diibaratkan seperti danau, dan sebuah Universitas dianalogikan adalah seperti Samudra.

Agama, khususnya Agama Hindu tidak bisa diwadahi oleh empang, tidak bisa diwadahi oleh danau dan seharusnya diwadahi oleh samudera. Dengan demikian, universalitas nilai-nilai dalam Agama Hindu sudah semestinya diwadahi oleh universitas. Bukan sekolah tinggi, bukan institut.

Nasaruddin berharap kedepan, kedatangannya ke kampus Mpu Kuturan berikutnya untuk resmikan universitas.

Menteri Agama (Menag) RI Prof. Dr. K.H Nasaruddin Umar, MA.

“Biarkanlah samudera yang mewadahi lautan itu. Semoga tidak lama lagi akan menjadi universitas, tetapi tentu ada prosesnya. Saya berharap pak Rektor IAHN Mpu Kuturan dan sivitas bisa segera bertransformasi menjadi Universitas,” kata Nasaruddin.

Berkaitan dengan nama Mpu Kuturan, Menag Nasaruddin menyebut sosok Mpu Kuturan bukanlah orang sembarangan. Mpu Kuturan telah mendedikasikan sepanjang hidupnya untuk keluhuran umat manusia.

“Maka dari itu, perguruan tinggi ini mewarisi suasana kebatinan suasana psikologis Mpu Kuturan. Saya berbangga di hari Tumpek Landep ini berada di kampus yang megah dan indah,” ujar Nasaruddin..

Di sisi lain, Menag Nasaruddin juga berharap kelak Institut Mpu Kuturan mampu melahirkan cendekiawan yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi yang terpenting mampu mengamalkan ilmunya agar bermanfaat bagi banyak pihak.

“Cendekiawan memiliki makna yang lebih luas dibandingkan ilmuwan. Ia bukan hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga menekankan kebijaksanaan, etika, dan kepekaan sosial,” ujarnya.

Prof. Suwindia, Prof. Nasaruddin, dan Prof. Duija

Ia menambahkan, dalam konteks masyarakat, cendekiawan Hindu diharapkan dapat menjadi penuntun arah peradaban umat beragama. Mereka tidak hanya menghasilkan penemuan, tetapi juga berperan menjaga nilai dan kearifan yang mampu menyeimbangkan sains dengan agama.

“Lembaga pendidikan umum biasanya fokus pada bidang keilmuan semata, sedangkan perguruan tinggi keagamaan, termasuk IAHN, memiliki ciri khas perpaduan antara ilmu dengan ajaran agama serta kekuatan lain di luar nalar manusia,” kata Nasaruddin.

Disambut Tari Goak

Menag Nasaruddin  datang ke kampus IAIN Mpu Kuturan didampingi oleh Dirjen Bimas Hindu, Prof. Dr. I Nengah Duija, M.Si., berserta rombongan. Ribuan sivitas akademika telah menanti rombongan sejak pagi. Bahkan, sejak turun dari mobil menuju lokasi acara, Menag disuguhkan hiburan Tarian Goak sebagai penyambutan.

Rektor IAHN Mpu Kuturan Prof. Dr. I Gede Suwindia, M.A mengatakan Perpres 61/2025 tentang transformasi sekolah tinggi meuju institut, menjadi cemeti bagi Institut Mpu Kuturan dan seluruh civitas untuk terus berkarya.

Kedatangan Menag Nasaruddin di kampus IAHN Mpu Kuturan

“Sehingga dapat dirasakan dan berdampak dalam menjaga marwah kementerian agama, yang selalu dapat berkontribusi, mendekatkan antara teori agama dengan prakteknya di masyarakat, menjaga persatuan, toleransi umat beragama, karena sejatinya Indonesia sangatlah heterogen dan kaya akan adat dan budayanya,” kata Gede Suwindia.

Peresmian peningkatan status dilakukan dengan menancapkan sebelas Kayonan Wayang sebagai simbol arah penjuru yang melambangkan ruang tempat bertumbuh bersama, di tengah perbedaan namun menuju satu tujuan yang sama, yaitu kesadaran dan kebenaran.

Sebelas kayonan ini juga mewakili ajaran luhur Mpu Kuturan tentang sebelas pohon kehidupan: Pohon Ketuhanan, Pohon Kemanusiaan, Pohon Persatuan, Pohon Kebersamaan, Pohon Keberagaman, Pohon Keadilan, Pohon Kehidupan, Pohon Kemakmuran, Pohon Kecerdasan, Pohon Keberlimpahan, dan Pohon Semesta Raya.

Kesebelas pohon sebagai landasan, pengingat, sekaligus doa agar IAHN Mpu Kuturan senantiasa tumbuh kokoh, memberi manfaat, dan menegakkan nilai-nilai kebenaran dengan penuh kesadaran.

Tari Goak menyambut kedatangan Menag Nasaruddin

Selain transformasi dari sekolah tinggi menjadi institut juga dibarengi dengan perubahan makna logo. Logo Institut Mpu Kuturan terinspirasi dari Meru, simbol suci yang tidak hanya bermakna bangunan berjenjang, tetapi juga perjalanan ilmu pengetahuan.

Seperti Meru yang bertingkat, proses belajar di kampus ini dimulai dari dasar hingga puncak kebijaksanaan, menyatukan pengetahuan, emosi, dan spiritualitas. Inilah makna Meru sebagai simbol kampus: menuntun setiap insan menuju kesadaran dan kebijaksanaan tertinggi.

Seperti diketahui Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja berada di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia. Lembaga ini pada awalnya berdiri sebagai Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mpu Kuturan, yang diresmikan pada 22 Maret 2016 berdasarkan SK Menteri Agama Nomor 14 Tahun 2016.

Setelah hampir sembilan tahun berkiprah, sebuah babak baru tercatat dalam sejarah. Terhitung sejak 26 Mei 2025, STAHN Mpu Kuturan secara resmi naik status menjadi Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2025.

Sejak berdirinya pada tahun 2016, lembaga ini telah berkembang pesat. Saat ini, Institut Mpu Kuturan telah memiliki 13 Program Studi Sarjana (S1), 1 Program Pendidikan Profesi Guru,  3 Program Magister (S2), dan 1 Program Doktor (S3). [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Tags: IAHN Mpu KuturanIMK Balikampus hinduSTAH Mpu Kuturan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Cerpen Joseviolis Diciptakan Debra H. Yatim Tahun 1990, Kini Lahir dalam Format Sastra Grafis

Next Post

Air, Banjir, dan Pariwisata Bali

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Air, Banjir, dan Pariwisata Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co