12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Air, Banjir, dan Pariwisata Bali

Chusmeru by Chusmeru
September 21, 2025
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

KAGET. Itu yang dirasakan masyarakat Bali, dan juga masyarakat Indonesia ketika beberapa daerah di Bali diterjang banjir belum lama ini. Rumah, bangunan, dan kendaraan hancur porak-poranda; terdapat pula korban jiwa.

Lebih dari 20 tahun pernah tinggal di Bali (1986-2007), baru kali ini mendapat kabar banjir yang begitu dahsyat. Tahun 1990-an Bali juga pernah dilanda banjir, namun hanya sebatas mata kaki, maksimal setinggi lutut orang dewasa. Pertanyaan demi pertanyaan pun muncul, mengapa bisa terjadi banjir besar di Bali; termasuk di daerah lain Indonesia.

Banjir adalah keadaan di mana suatu daratan yang biasanya kering tergenang air dalam jumlah besar karena volume air di sungai, danau, atau saluran air lainnya meluap melebihi kapasitas tampung. Efeknya bisa merusak dan menimbulkan korban jiwa. Padahal air adalah sumber kehidupan.

Masyarakat di mana pun memiliki pandangan dunia tentang air. Terdapat fungsi dan mitologi tentang air. Ada dewa air di berbagai belahan dunia. Yunani mengenal Poseidon, yaitu dewa laut, sungai, dan danau. Vietnam memiliki Hà Bá sebagai dewa sungai. Suku Maya mengenal Chac sebagai dewa yang melambangkan hujan. Sedangkan di Indonesia dikenal Baruna atau Varuna sebagai dewa air, lautan, dan langit.

 Masyarakat tradisional sering menggunakan air sebagai media pengobatan berbagai penyakit. Dengan diberi bacaan doa maupun mantra, air dipercaya mampu menjadi obat. Air dipercaya memiliki kekuatan penyembuh dan energi kehidupan.

Air sering pula menjadi bagian dari ritual hajatan di beberapa masyarakat Indonesia. Di Jawa misalnya, ritual siraman dalam prosesi pernikahan menggunakan air yang berasal dari tujuh sumber mata air atau dari tujuh campuhan sungai. Untuk menjaga agar sumber mata air tetap suci, masyarakat pun menciptakan mitos tentang sumber mata air yang dianggap keramat, sakral, dan angker.

Zaman dahulu, air memiliki fungsi sosial kultural yang tinggi. Masyarakat tradisional selalu menyediakan gentong atau tempayan yang berisi air dan ditaruh di pelataran rumah. Harapannya, bila ada musafir, pengembara atau pengelana yang melakukan perjalanan jauh dan kehausan, dapat mengambil air di gentong tersebut untuk diminum atau sekadar mencuci muka.

Kini, air sudah berubah fungsi dan mitologinya. Air sudah dikapitalisasi, menjadi bagian dari korporasi. Air menjadi bagian dari perusahaan daerah air minum, dan masyarakat harus membayar untuk mengkonsumsinya. Air minum dalam bentuk kemasan juga dijual. Sumber-sumber air seperti sungai, pantai, dan danau dikapling untuk kepentingan pariwisata. Air kehilangan fungsi sosialnya, kehilangan mitologi dan kesakralannya.

Penyebab Banjir

 Tahun 1980-an Bali masih tampak asri. Belum begitu banyak hotel, restoran, kafe, diskotek, dan objek wisata. Bali masih nyaman dikunjungi wisatawan. Jalanan juga belum macet seperti sekarang. Mobilitas masyarakat dari satu tempat ke tempat lain masih lancar.

Memasuki tahun 2000-an, Bali mulai berubah. Pembangunan sarana dan prasarana pariwisata seolah jor-joran. Banyak pihak, akademisi,  LSM, media massa, dan tokoh masyarakat yang khawatir masa depan Bali. Namun the show must go on, pariwisata Bali melaju cepat. Dari satu presiden ke presiden berikut, dari satu gubernur ke gubernur selanjutnya, dan dari satu menteri ke menteri yang lain, tak hirau dengan kecemasan banyak pihak yang takut Bali akan rusak ke depannya. Terpenting, angka kunjungan wisatawan selalu meningkat, pendapatan asli daerah melonjak, dan devisa negara mengalir.

Kini Bali diterpa isu overtourism. Beberapa kalangan menyarankan agar dilakukan moratorium pembangunan sarana prasarana pariwisata. Namun para pejabat di daerah hingga menteri menepis tudingan itu. Mereka mengatakan Bali tidak overtourism, melainkan over concentrate atau penumpukan wisatawan di area tertentu, terutama Bali Selatan. Buktinya, masih banyak kamar hotel yang kosong. Sementara itu, pembangunan hotel pun terus berlanjut. Hingga tiba-tiba Bali diterjang banjir. Lantas apa penyebabnya?

Secara umum, banjir dapat disebabkan curah hujan yang tinggi. Hujan lebat yang berlangsung lama dapat membuat volume air melebihi daya tampung selokan, sungai, maupun danau. Air sungai maupun laut yang meluap ke daratan akan menimbulkan baniir.

Drainase yang buruk, dangkal, dan tersumbat sampah membuat tak mampu menampung volume air. Faktor manusia sangat berpengaruh terhadap timbulnya banjir. Kerusakan ekosistem, penebangan hutan, pembuangan sampah sembarangan, dan alih fungsi lahan berkontribusi besar terhadap datangnya banjir.

Perbedaan pandangan tentang penyebab banjir di Bali sempat mencuat. Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Bali mengatakan banjir disebabkan oleh alih fungsi lahan, tata kelola ruang, dan sampah yang buruk (kumparan.com, 11/9/2025). Sedangkan Gubernur Bali menyebut curah hujan yang sangat tinggi mengguyur sebagian wilayah di Pulau Dewata menjadi penyebab banjir (detik.com, 10/9/2025).

Silang pendapat itu terhenti setelah Menteri Lingkungan Hidup memaparkan data, dari sekitar 49.500 hektare hutan yang berada di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Ayung, kini lahan yang ditumbuhi pepohonan hanya tersisa sekitar 1.500 hektare atau 3 persen. Padahal secara ekologis paling tidak, harus 30 persen. Gubernur Bali kaget mendengar itu (cnnindonesia.com, 14/9/2025).

Tak lama berselang, Gubernur Bali menegaskan kebijakan moratorium alih fungsi lahan produktif untuk fasilitas komersial. Momentum banjir kali ini sebagai pelajaran berharga agar seluruh pihak memiliki tanggung jawab menjaga alam Bali. Sungai adalah sumber kehidupan, dan ekosistem Bali harus dijaga demi generasi yang akan datang (balipost.com, 14/92025).

Pertanyaannya, mengapa moratorium itu tidak diputuskan jauh hari? Bukankah banyak pihak yang sudah menyarankan agar Bali segera melakukan moratorium? Sepertinya memang harus ada campur tangan alam untuk sebuah keputusan politik yang berdampak bagi banyak orang. Terlambat memang; tetapi lebih baik daripada tidak melakukan apa pun.

Dampak Pariwisata

Bali porak-poranda. Bukan karena ledakan bom teroris. Bukan lantaran kerusuhan dan penjarahan. Bali sempat lumpuh karena air. Banjir sudah pasti berdampak. Bukan hanya pada sektor pariwisata, tapi juga pada sektor yang lain.

Dampak yang terasa tentunya adalah masalah aksesibilitas. Bukan hanya Bali, daerah lain yang dilanda banjir juga akan mengalami gangguan aksesibilitas ke objek wisata maupun ke tempat lain. Mobilitas orang dan wisatawan menjadi terhambat.

Banjir yang dahsyat tentu saja akan menimbulkan kerusakan pada objek dan daya tarik wisata. Sarana dan prasarana lain juga rusak. Nilai kerugian bisa mencapai miliaran rupiah. Dan tentu perlu waktu yang lama untuk merehabilitasi. Apalagi bagi pedagang maupun pengusaha kecil, nilai kerugian itu akan menjadi pukulan berat.

Lebih menyedihkan, banjir menimbulkan korban jiwa. Kerugian materi mungkin bisa diperbaiki dengan berbagai cara, namun korban jiwa meninggalkan duka yang berkepanjangan. Apalagi bila korban jiwa itu menimpa wisatawan, tentu akan menambah cerita buruk tentang sebuah destinasi. Pariwisata adalah industri jasa yang sangat sensitif terhadap isu dan gangguan keamanan.

Citra pariwisata dipertaruhkan. Ujung-ujungnya, destinasi yang kerap dilanda banjir akan ditinggalkan wisatawan. Beruntung banjir di Bali tidak berlangsung lama. Beruntung pula, menurut Menteri Pariwisata tidak ada pembatalan kunjungan wiasatawan, baik domestik maupun mancanegara (wartaekonomi.co.id, 15/9/2025). Namun banjir kemarin mestinya menjadi alarm bagi Bali untuk secepatnya berbenah.

 Banjir merupakan salah satu cara alam berkomunikasi  dengan manusia. Jika air selalu dieksploitasi, dikapitalisasi, dan dipaksa berubah fungsi, maka ia akan melawan dengan caranya sendiri. Dan manusia hanya bisa meratapi. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Destinasi Bikin Kapok, Alarm bagi Industri Pariwisata
“Micro Tourism”: Berwisata Demi Efisiensi
Promosi Produk Wisata Manipulatif, Bisa Saja
Tags: banjir baliPariwisatapariwisata bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Resmikan Transformasi Institut Mpu Kuturan, Menag Nasaruddin: “Kampus Seindah ini Kenapa Tidak Menjadi Universitas?”

Next Post

Puisi-puisi Via Firdhayanti | Senja-Ta

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Via Firdhayanti | Senja-Ta

Puisi-puisi Via Firdhayanti | Senja-Ta

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co