23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Air, Banjir, dan Pariwisata Bali

Chusmeru by Chusmeru
September 21, 2025
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

KAGET. Itu yang dirasakan masyarakat Bali, dan juga masyarakat Indonesia ketika beberapa daerah di Bali diterjang banjir belum lama ini. Rumah, bangunan, dan kendaraan hancur porak-poranda; terdapat pula korban jiwa.

Lebih dari 20 tahun pernah tinggal di Bali (1986-2007), baru kali ini mendapat kabar banjir yang begitu dahsyat. Tahun 1990-an Bali juga pernah dilanda banjir, namun hanya sebatas mata kaki, maksimal setinggi lutut orang dewasa. Pertanyaan demi pertanyaan pun muncul, mengapa bisa terjadi banjir besar di Bali; termasuk di daerah lain Indonesia.

Banjir adalah keadaan di mana suatu daratan yang biasanya kering tergenang air dalam jumlah besar karena volume air di sungai, danau, atau saluran air lainnya meluap melebihi kapasitas tampung. Efeknya bisa merusak dan menimbulkan korban jiwa. Padahal air adalah sumber kehidupan.

Masyarakat di mana pun memiliki pandangan dunia tentang air. Terdapat fungsi dan mitologi tentang air. Ada dewa air di berbagai belahan dunia. Yunani mengenal Poseidon, yaitu dewa laut, sungai, dan danau. Vietnam memiliki Hà Bá sebagai dewa sungai. Suku Maya mengenal Chac sebagai dewa yang melambangkan hujan. Sedangkan di Indonesia dikenal Baruna atau Varuna sebagai dewa air, lautan, dan langit.

 Masyarakat tradisional sering menggunakan air sebagai media pengobatan berbagai penyakit. Dengan diberi bacaan doa maupun mantra, air dipercaya mampu menjadi obat. Air dipercaya memiliki kekuatan penyembuh dan energi kehidupan.

Air sering pula menjadi bagian dari ritual hajatan di beberapa masyarakat Indonesia. Di Jawa misalnya, ritual siraman dalam prosesi pernikahan menggunakan air yang berasal dari tujuh sumber mata air atau dari tujuh campuhan sungai. Untuk menjaga agar sumber mata air tetap suci, masyarakat pun menciptakan mitos tentang sumber mata air yang dianggap keramat, sakral, dan angker.

Zaman dahulu, air memiliki fungsi sosial kultural yang tinggi. Masyarakat tradisional selalu menyediakan gentong atau tempayan yang berisi air dan ditaruh di pelataran rumah. Harapannya, bila ada musafir, pengembara atau pengelana yang melakukan perjalanan jauh dan kehausan, dapat mengambil air di gentong tersebut untuk diminum atau sekadar mencuci muka.

Kini, air sudah berubah fungsi dan mitologinya. Air sudah dikapitalisasi, menjadi bagian dari korporasi. Air menjadi bagian dari perusahaan daerah air minum, dan masyarakat harus membayar untuk mengkonsumsinya. Air minum dalam bentuk kemasan juga dijual. Sumber-sumber air seperti sungai, pantai, dan danau dikapling untuk kepentingan pariwisata. Air kehilangan fungsi sosialnya, kehilangan mitologi dan kesakralannya.

Penyebab Banjir

 Tahun 1980-an Bali masih tampak asri. Belum begitu banyak hotel, restoran, kafe, diskotek, dan objek wisata. Bali masih nyaman dikunjungi wisatawan. Jalanan juga belum macet seperti sekarang. Mobilitas masyarakat dari satu tempat ke tempat lain masih lancar.

Memasuki tahun 2000-an, Bali mulai berubah. Pembangunan sarana dan prasarana pariwisata seolah jor-joran. Banyak pihak, akademisi,  LSM, media massa, dan tokoh masyarakat yang khawatir masa depan Bali. Namun the show must go on, pariwisata Bali melaju cepat. Dari satu presiden ke presiden berikut, dari satu gubernur ke gubernur selanjutnya, dan dari satu menteri ke menteri yang lain, tak hirau dengan kecemasan banyak pihak yang takut Bali akan rusak ke depannya. Terpenting, angka kunjungan wisatawan selalu meningkat, pendapatan asli daerah melonjak, dan devisa negara mengalir.

Kini Bali diterpa isu overtourism. Beberapa kalangan menyarankan agar dilakukan moratorium pembangunan sarana prasarana pariwisata. Namun para pejabat di daerah hingga menteri menepis tudingan itu. Mereka mengatakan Bali tidak overtourism, melainkan over concentrate atau penumpukan wisatawan di area tertentu, terutama Bali Selatan. Buktinya, masih banyak kamar hotel yang kosong. Sementara itu, pembangunan hotel pun terus berlanjut. Hingga tiba-tiba Bali diterjang banjir. Lantas apa penyebabnya?

Secara umum, banjir dapat disebabkan curah hujan yang tinggi. Hujan lebat yang berlangsung lama dapat membuat volume air melebihi daya tampung selokan, sungai, maupun danau. Air sungai maupun laut yang meluap ke daratan akan menimbulkan baniir.

Drainase yang buruk, dangkal, dan tersumbat sampah membuat tak mampu menampung volume air. Faktor manusia sangat berpengaruh terhadap timbulnya banjir. Kerusakan ekosistem, penebangan hutan, pembuangan sampah sembarangan, dan alih fungsi lahan berkontribusi besar terhadap datangnya banjir.

Perbedaan pandangan tentang penyebab banjir di Bali sempat mencuat. Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Bali mengatakan banjir disebabkan oleh alih fungsi lahan, tata kelola ruang, dan sampah yang buruk (kumparan.com, 11/9/2025). Sedangkan Gubernur Bali menyebut curah hujan yang sangat tinggi mengguyur sebagian wilayah di Pulau Dewata menjadi penyebab banjir (detik.com, 10/9/2025).

Silang pendapat itu terhenti setelah Menteri Lingkungan Hidup memaparkan data, dari sekitar 49.500 hektare hutan yang berada di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Ayung, kini lahan yang ditumbuhi pepohonan hanya tersisa sekitar 1.500 hektare atau 3 persen. Padahal secara ekologis paling tidak, harus 30 persen. Gubernur Bali kaget mendengar itu (cnnindonesia.com, 14/9/2025).

Tak lama berselang, Gubernur Bali menegaskan kebijakan moratorium alih fungsi lahan produktif untuk fasilitas komersial. Momentum banjir kali ini sebagai pelajaran berharga agar seluruh pihak memiliki tanggung jawab menjaga alam Bali. Sungai adalah sumber kehidupan, dan ekosistem Bali harus dijaga demi generasi yang akan datang (balipost.com, 14/92025).

Pertanyaannya, mengapa moratorium itu tidak diputuskan jauh hari? Bukankah banyak pihak yang sudah menyarankan agar Bali segera melakukan moratorium? Sepertinya memang harus ada campur tangan alam untuk sebuah keputusan politik yang berdampak bagi banyak orang. Terlambat memang; tetapi lebih baik daripada tidak melakukan apa pun.

Dampak Pariwisata

Bali porak-poranda. Bukan karena ledakan bom teroris. Bukan lantaran kerusuhan dan penjarahan. Bali sempat lumpuh karena air. Banjir sudah pasti berdampak. Bukan hanya pada sektor pariwisata, tapi juga pada sektor yang lain.

Dampak yang terasa tentunya adalah masalah aksesibilitas. Bukan hanya Bali, daerah lain yang dilanda banjir juga akan mengalami gangguan aksesibilitas ke objek wisata maupun ke tempat lain. Mobilitas orang dan wisatawan menjadi terhambat.

Banjir yang dahsyat tentu saja akan menimbulkan kerusakan pada objek dan daya tarik wisata. Sarana dan prasarana lain juga rusak. Nilai kerugian bisa mencapai miliaran rupiah. Dan tentu perlu waktu yang lama untuk merehabilitasi. Apalagi bagi pedagang maupun pengusaha kecil, nilai kerugian itu akan menjadi pukulan berat.

Lebih menyedihkan, banjir menimbulkan korban jiwa. Kerugian materi mungkin bisa diperbaiki dengan berbagai cara, namun korban jiwa meninggalkan duka yang berkepanjangan. Apalagi bila korban jiwa itu menimpa wisatawan, tentu akan menambah cerita buruk tentang sebuah destinasi. Pariwisata adalah industri jasa yang sangat sensitif terhadap isu dan gangguan keamanan.

Citra pariwisata dipertaruhkan. Ujung-ujungnya, destinasi yang kerap dilanda banjir akan ditinggalkan wisatawan. Beruntung banjir di Bali tidak berlangsung lama. Beruntung pula, menurut Menteri Pariwisata tidak ada pembatalan kunjungan wiasatawan, baik domestik maupun mancanegara (wartaekonomi.co.id, 15/9/2025). Namun banjir kemarin mestinya menjadi alarm bagi Bali untuk secepatnya berbenah.

 Banjir merupakan salah satu cara alam berkomunikasi  dengan manusia. Jika air selalu dieksploitasi, dikapitalisasi, dan dipaksa berubah fungsi, maka ia akan melawan dengan caranya sendiri. Dan manusia hanya bisa meratapi. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Destinasi Bikin Kapok, Alarm bagi Industri Pariwisata
“Micro Tourism”: Berwisata Demi Efisiensi
Promosi Produk Wisata Manipulatif, Bisa Saja
Tags: banjir baliPariwisatapariwisata bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Resmikan Transformasi Institut Mpu Kuturan, Menag Nasaruddin: “Kampus Seindah ini Kenapa Tidak Menjadi Universitas?”

Next Post

Puisi-puisi Via Firdhayanti | Senja-Ta

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Via Firdhayanti | Senja-Ta

Puisi-puisi Via Firdhayanti | Senja-Ta

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co