2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Air, Banjir, dan Pariwisata Bali

Chusmeru by Chusmeru
September 21, 2025
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

KAGET. Itu yang dirasakan masyarakat Bali, dan juga masyarakat Indonesia ketika beberapa daerah di Bali diterjang banjir belum lama ini. Rumah, bangunan, dan kendaraan hancur porak-poranda; terdapat pula korban jiwa.

Lebih dari 20 tahun pernah tinggal di Bali (1986-2007), baru kali ini mendapat kabar banjir yang begitu dahsyat. Tahun 1990-an Bali juga pernah dilanda banjir, namun hanya sebatas mata kaki, maksimal setinggi lutut orang dewasa. Pertanyaan demi pertanyaan pun muncul, mengapa bisa terjadi banjir besar di Bali; termasuk di daerah lain Indonesia.

Banjir adalah keadaan di mana suatu daratan yang biasanya kering tergenang air dalam jumlah besar karena volume air di sungai, danau, atau saluran air lainnya meluap melebihi kapasitas tampung. Efeknya bisa merusak dan menimbulkan korban jiwa. Padahal air adalah sumber kehidupan.

Masyarakat di mana pun memiliki pandangan dunia tentang air. Terdapat fungsi dan mitologi tentang air. Ada dewa air di berbagai belahan dunia. Yunani mengenal Poseidon, yaitu dewa laut, sungai, dan danau. Vietnam memiliki Hà Bá sebagai dewa sungai. Suku Maya mengenal Chac sebagai dewa yang melambangkan hujan. Sedangkan di Indonesia dikenal Baruna atau Varuna sebagai dewa air, lautan, dan langit.

 Masyarakat tradisional sering menggunakan air sebagai media pengobatan berbagai penyakit. Dengan diberi bacaan doa maupun mantra, air dipercaya mampu menjadi obat. Air dipercaya memiliki kekuatan penyembuh dan energi kehidupan.

Air sering pula menjadi bagian dari ritual hajatan di beberapa masyarakat Indonesia. Di Jawa misalnya, ritual siraman dalam prosesi pernikahan menggunakan air yang berasal dari tujuh sumber mata air atau dari tujuh campuhan sungai. Untuk menjaga agar sumber mata air tetap suci, masyarakat pun menciptakan mitos tentang sumber mata air yang dianggap keramat, sakral, dan angker.

Zaman dahulu, air memiliki fungsi sosial kultural yang tinggi. Masyarakat tradisional selalu menyediakan gentong atau tempayan yang berisi air dan ditaruh di pelataran rumah. Harapannya, bila ada musafir, pengembara atau pengelana yang melakukan perjalanan jauh dan kehausan, dapat mengambil air di gentong tersebut untuk diminum atau sekadar mencuci muka.

Kini, air sudah berubah fungsi dan mitologinya. Air sudah dikapitalisasi, menjadi bagian dari korporasi. Air menjadi bagian dari perusahaan daerah air minum, dan masyarakat harus membayar untuk mengkonsumsinya. Air minum dalam bentuk kemasan juga dijual. Sumber-sumber air seperti sungai, pantai, dan danau dikapling untuk kepentingan pariwisata. Air kehilangan fungsi sosialnya, kehilangan mitologi dan kesakralannya.

Penyebab Banjir

 Tahun 1980-an Bali masih tampak asri. Belum begitu banyak hotel, restoran, kafe, diskotek, dan objek wisata. Bali masih nyaman dikunjungi wisatawan. Jalanan juga belum macet seperti sekarang. Mobilitas masyarakat dari satu tempat ke tempat lain masih lancar.

Memasuki tahun 2000-an, Bali mulai berubah. Pembangunan sarana dan prasarana pariwisata seolah jor-joran. Banyak pihak, akademisi,  LSM, media massa, dan tokoh masyarakat yang khawatir masa depan Bali. Namun the show must go on, pariwisata Bali melaju cepat. Dari satu presiden ke presiden berikut, dari satu gubernur ke gubernur selanjutnya, dan dari satu menteri ke menteri yang lain, tak hirau dengan kecemasan banyak pihak yang takut Bali akan rusak ke depannya. Terpenting, angka kunjungan wisatawan selalu meningkat, pendapatan asli daerah melonjak, dan devisa negara mengalir.

Kini Bali diterpa isu overtourism. Beberapa kalangan menyarankan agar dilakukan moratorium pembangunan sarana prasarana pariwisata. Namun para pejabat di daerah hingga menteri menepis tudingan itu. Mereka mengatakan Bali tidak overtourism, melainkan over concentrate atau penumpukan wisatawan di area tertentu, terutama Bali Selatan. Buktinya, masih banyak kamar hotel yang kosong. Sementara itu, pembangunan hotel pun terus berlanjut. Hingga tiba-tiba Bali diterjang banjir. Lantas apa penyebabnya?

Secara umum, banjir dapat disebabkan curah hujan yang tinggi. Hujan lebat yang berlangsung lama dapat membuat volume air melebihi daya tampung selokan, sungai, maupun danau. Air sungai maupun laut yang meluap ke daratan akan menimbulkan baniir.

Drainase yang buruk, dangkal, dan tersumbat sampah membuat tak mampu menampung volume air. Faktor manusia sangat berpengaruh terhadap timbulnya banjir. Kerusakan ekosistem, penebangan hutan, pembuangan sampah sembarangan, dan alih fungsi lahan berkontribusi besar terhadap datangnya banjir.

Perbedaan pandangan tentang penyebab banjir di Bali sempat mencuat. Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Bali mengatakan banjir disebabkan oleh alih fungsi lahan, tata kelola ruang, dan sampah yang buruk (kumparan.com, 11/9/2025). Sedangkan Gubernur Bali menyebut curah hujan yang sangat tinggi mengguyur sebagian wilayah di Pulau Dewata menjadi penyebab banjir (detik.com, 10/9/2025).

Silang pendapat itu terhenti setelah Menteri Lingkungan Hidup memaparkan data, dari sekitar 49.500 hektare hutan yang berada di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Ayung, kini lahan yang ditumbuhi pepohonan hanya tersisa sekitar 1.500 hektare atau 3 persen. Padahal secara ekologis paling tidak, harus 30 persen. Gubernur Bali kaget mendengar itu (cnnindonesia.com, 14/9/2025).

Tak lama berselang, Gubernur Bali menegaskan kebijakan moratorium alih fungsi lahan produktif untuk fasilitas komersial. Momentum banjir kali ini sebagai pelajaran berharga agar seluruh pihak memiliki tanggung jawab menjaga alam Bali. Sungai adalah sumber kehidupan, dan ekosistem Bali harus dijaga demi generasi yang akan datang (balipost.com, 14/92025).

Pertanyaannya, mengapa moratorium itu tidak diputuskan jauh hari? Bukankah banyak pihak yang sudah menyarankan agar Bali segera melakukan moratorium? Sepertinya memang harus ada campur tangan alam untuk sebuah keputusan politik yang berdampak bagi banyak orang. Terlambat memang; tetapi lebih baik daripada tidak melakukan apa pun.

Dampak Pariwisata

Bali porak-poranda. Bukan karena ledakan bom teroris. Bukan lantaran kerusuhan dan penjarahan. Bali sempat lumpuh karena air. Banjir sudah pasti berdampak. Bukan hanya pada sektor pariwisata, tapi juga pada sektor yang lain.

Dampak yang terasa tentunya adalah masalah aksesibilitas. Bukan hanya Bali, daerah lain yang dilanda banjir juga akan mengalami gangguan aksesibilitas ke objek wisata maupun ke tempat lain. Mobilitas orang dan wisatawan menjadi terhambat.

Banjir yang dahsyat tentu saja akan menimbulkan kerusakan pada objek dan daya tarik wisata. Sarana dan prasarana lain juga rusak. Nilai kerugian bisa mencapai miliaran rupiah. Dan tentu perlu waktu yang lama untuk merehabilitasi. Apalagi bagi pedagang maupun pengusaha kecil, nilai kerugian itu akan menjadi pukulan berat.

Lebih menyedihkan, banjir menimbulkan korban jiwa. Kerugian materi mungkin bisa diperbaiki dengan berbagai cara, namun korban jiwa meninggalkan duka yang berkepanjangan. Apalagi bila korban jiwa itu menimpa wisatawan, tentu akan menambah cerita buruk tentang sebuah destinasi. Pariwisata adalah industri jasa yang sangat sensitif terhadap isu dan gangguan keamanan.

Citra pariwisata dipertaruhkan. Ujung-ujungnya, destinasi yang kerap dilanda banjir akan ditinggalkan wisatawan. Beruntung banjir di Bali tidak berlangsung lama. Beruntung pula, menurut Menteri Pariwisata tidak ada pembatalan kunjungan wiasatawan, baik domestik maupun mancanegara (wartaekonomi.co.id, 15/9/2025). Namun banjir kemarin mestinya menjadi alarm bagi Bali untuk secepatnya berbenah.

 Banjir merupakan salah satu cara alam berkomunikasi  dengan manusia. Jika air selalu dieksploitasi, dikapitalisasi, dan dipaksa berubah fungsi, maka ia akan melawan dengan caranya sendiri. Dan manusia hanya bisa meratapi. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Destinasi Bikin Kapok, Alarm bagi Industri Pariwisata
“Micro Tourism”: Berwisata Demi Efisiensi
Promosi Produk Wisata Manipulatif, Bisa Saja
Tags: banjir baliPariwisatapariwisata bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Resmikan Transformasi Institut Mpu Kuturan, Menag Nasaruddin: “Kampus Seindah ini Kenapa Tidak Menjadi Universitas?”

Next Post

Puisi-puisi Via Firdhayanti | Senja-Ta

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Via Firdhayanti | Senja-Ta

Puisi-puisi Via Firdhayanti | Senja-Ta

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co