3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Totalitas Putu Luhur Untuk Buleleng Berbuah Medali Emas di Cabor Catur di Porprov Bali 2025

Son Lomri by Son Lomri
September 11, 2025
in Persona
Totalitas Putu Luhur Untuk Buleleng Berbuah Medali Emas di Cabor Catur di Porprov Bali 2025

Putu Luhur

PUTU Luhur Apngal Kusuma, adalah atlet catur Master Nasional asal Buleleng. Di sela kesibukannya kuliah di Gunadarma, Jakarta, Putu Luhur terbang ke Buleleng untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2025, Kamis, 11 September.

Di ajang Porprov tahun ini, Putu Luhur sukses mempersembahkan medali emas di kategori catur Perorangan Standar setelah berhasil skak mat raja lawan asal Denpasar.

Kemenangan itu dipersembahkan Putu Luhur sebagai bentuk loyalitasnya terhadap daerah kelahirannya, Buleleng, ya, di sela kesibukannya berkuliah.

“Saya lahir dan besar di Buleleng. Perjalanan catur saya dirintis sejak kecil di sini. Jadi, saya tetap ingin membela Buleleng, meski ada tawaran dari kabupaten lain,” kata Putu Luhur.

Putu Luhur Apngal Kusuma (kanan) | Foto: KONI Buleleng

Persaingan di meja catur tahun ini dianggapnya bukan perkara mudah. Di kategori cepat perorangan, katanya, lawan utama datang dari Denpasar yang menurunkan pemain master, serta Gianyar dengan strategi yang kuat. Tapi Putu Luhur tidak keder, ia tetap taktis bermain.

Mengingat tiga bulan sebelum Porprov, lelaki kelahiran  sudah menyiapkan diri secara serius. Ia bahkan menyewa pelatih Internasional Master dari luar dengan biaya pribadi, dengan harga bandrol tiga juta rupiah.

“Kebetulan saya kuliah di Jakarta, jadi saya mulai persiapan sejak jauh-jauh hari bersama pelatih,” lanjutnya.

Tapi walaupun sempat menjebol kantong sendiri, usahanya itu pun akhirnya terbayar manis. Pada kategori catur standar perorangan, Putu berhasil menundukkan atlet pelatnas Denpasar. Sebelum medali emas menjadi kalungnya, pertandingan berjalan cukup dramatis.

“Kalau saya kalah, emasnya dia. Kalau draw, justru saya yang menang. Dan hasilnya draw, jadi emasnya untuk saya,” katanya dengan senyum manis.

Raihan medali emas di kelas Perorangan Catur Standar ini menambah panjang daftar prestasi Putu Luhur di Porprov tahun ini. Sebelumnya, ia menjadi langganan—sebagai atlet langganan emas di kategori catur cepat perorangan dengan catatan dua kali berturut-turut menguasai podium utama.

Tak heran jika Percasi Buleleng menaruh harapan besar kepadanya. Sekretaris Percasi Buleleng, Kadek Agus Juniarta, menyebut kontribusi Putu Luhur menjadi modal berharga untuk mengangkat posisi Buleleng di klasemen perolehan medali.

“Raihan emas kali ini datang dari Putu Luhur Apngal Kusuma di kategori catur perorangan standar. Selain itu kami juga menyumbang perak di catur standar beregu dengan pemain saya sendiri, Gusti Bagus Oka, Dewa Aditya, dan Nyoman Mariasa. Satu lagi perak datang dari kategori beregu standar putri dengan komposisi Kadek Lusiana, Ribka Sri Wirat Setiani, dan Komang Yuliani,” jelas Kadek Agus, Sekretaris Percasi Buleleng.

Putu Luhur Apngal Kusuma | Foto: KONI Buleleng

Hingga pertengahan kompetisi, Percasi Buleleng menargetkan 2 emas, 2 perak, dan 2 perunggu dari 15 medali yang diperebutkan.

“Saat ini kami berada di posisi kedua klasemen umum di bawah Badung. Kami optimistis bisa melampaui target,” lanjutnya.

Di balik semua raihan medali, loyalitas Putu Luhur tetap menjadi cerita tersendiri. Ia tak tergoda tawaran dari kabupaten lain yang sempat mencoba merekrutnya—dengan iming-iming uang di muka.

“Pernah ada yang ingin meminang dengan komisi tertentu. Tapi saya menolak, saya sudah nyaman di Buleleng. Saya ingin tetap membela daerah yang sudah membesarkan saya walaupun kuliah saya di Jakarta,” tegasnya.

Perjalanan akademis Putu Luhur memang tak bisa dilepaskan dari catur. Berkat akumulasi prestasi nasional hingga internasional, ia mendapatkan beasiswa penuh di Universitas Gunadarma Jakarta. Meski padat dengan kuliah, ia tetap menjaga performa dengan latihan online secara rutin.

“Catur sudah jadi bagian hidup saya. Bukan hanya memberi prestasi, tapi juga mengantarkan saya mendapatkan pendidikan yang layak,” kata Putu Luhur.

Sebelumnya, ia pernah mencatat prestasi di berbagai kejurnas, yang semakin menguatkan statusnya sebagai salah satu atlet catur terbaik di Bali, kemudian ke nasional.

Meski begitu, ada catatan kasih sayang dari percasi Buleleng. Banyak atlet muda yang berpotensi seperti Putu Luhur itu, justru paling mentok di Porjar (Pekan Olahraga Antar Pelajar) karena ajang Pornas (Pekan Olahraga Nasional) sudah tidak lagi digelar sejak 2016 lalu.

Akhirnya, kondisi itu membuat regenerasi atlet terasa mandek. Tidak bisa melesat lebih jauh menyusul Putu Luhur ke nasional maupun internasional.

“Ada banyak bibit atlet catur di Buleleng yang berani bersaing. Sayangnya, karena Pornas sudah tidak ada, mereka kehilangan motivasi. Padahal catur adalah cabang olahraga yang punya level kejuaraan dunia,” ujar Arya Kusuma, pelatih catur Buleleng.

Ia berharap pemerintah bisa memperjuangkan ruang kompetisi lebih luas bagi atlet catur muda. “Kalau ada wadah berjenjang, saya yakin catur Buleleng bisa melahirkan lebih banyak master di masa depan,” yakinnya. [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Jaswanto

Tags: KONI Bulelengolahragaolahraga caturPorprov BaliPorprov Bali 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bali Damai dan Bali “Koh Ngomong”

Next Post

Bertaruh Nyawa di Jalan Raya

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

by Yohana Purnama Fajar
September 2, 2026
0
Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

“Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

Read moreDetails

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails
Next Post
Bertaruh Nyawa di Jalan Raya

Bertaruh Nyawa di Jalan Raya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co