2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ekspresi Agraris Seniman Tabanan

I Gede Made Surya Darma by I Gede Made Surya Darma
September 7, 2025
in Ulas Rupa
Ekspresi Agraris Seniman Tabanan

Lukisan “Padi Jatiluwih” karya I Made Subrata

Di jantung lumbung padi Bali, gema kreativitas seniman Tabanan meletup dalam pameran seni rupa bertajuk Aneka Warna Gaya di Kota Pelangi. Momentum ini bukan sekadar pameran, melainkan ruang komunikasi imersif di mana para seniman menyambut Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. H. Fadli Zon, dengan bahasa yang paling mereka kuasai: seni rupa.

Pameran yang digelar oleh komunitas Maha Rupa Batu Karu ini berlangsung sehari, pada 5 Agustus 2025, menghadirkan karya dari 30 seniman lintas generasi. Dari jumlah tersebut, sejumlah perupa secara khusus merespons tema agraris, menampilkan karya-karya yang menggugah kesadaran tentang ketahanan pangan, keberlanjutan tanah, serta keterhubungan spiritual antara manusia dan alam.

Sejak langkah pertama Menteri memasuki ruang pamer, aroma cat minyak dan akrilik berpadu dengan nuansa tanah basah, sementara cahaya lembut memantulkan bayangan pada kanvas. Suasana itu menjadikan setiap karya seolah berbicara: menyapa, mengingatkan, sekaligus menggugah. Tabanan yang dikenal sebagai lumbung padi Bali menampilkan dirinya melalui karya-karya yang menyoroti isu agraris, ketahanan pangan, dan harapan akan keberlanjutan tanah serta budaya.

Karya yang Menghidupkan Lumbung Padi

Lukisan “Padi Jatiluwih” karya I Made Subrata menghidupkan hamparan sawah berundak yang bergoyang diterpa cahaya. Pada beberapa bagian, tampak burung kuntul beterbangan bebas, menandakan ekosistem yang hidup dan harmoni—sebuah pengingat bahwa hasil agraria bukan hanya dinikmati manusia, tetapi juga menopang keberlangsungan seluruh makhluk dalam lingkungannya.

“Harvest” karya I Made Gunawan menghadirkan ikatan padi raksasa dengan detail yang nyaris dapat disentuh. Di sekeliling ikatan padi itu tergambar manusia-manusia kecil, seakan larut dan bergantung pada ikatan tersebut. Lukisan ini menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga pangan, serta bahaya alih fungsi lahan yang mengancam keberlangsungan hidup manusia. Padi menjadi simbol sumber kehidupan, sementara tanah dipandang sebagai pusaka yang tak tergantikan—warisan leluhur yang mesti dijaga untuk masa depan.

Dalam “Subak”, I Ketut Mastrum menangkap ketegangan antara harmoni alam dan ancaman alih fungsi lahan. Burung-burung di atas pematang menjadi simbol kebebasan sekaligus kerentanan. Sementara I Wayan Naya Swantha melalui “Tekstur Tumbukan” menorehkan luka tanah akibat tekanan beton dan buldoser, sebuah kritik visual terhadap perubahan yang menggerus lahan pertanian.

Nyoman Wijaya menghadirkan “Wild”, lukisan yang menampilkan sapi Bali sebagai sahabat abadi petani dalam mengolah sawah. Di tengah derasnya penggunaan alat modern, karya ini menyuarakan kerinduan akan sentuhan alami dalam budaya agraris. Sapi Bali di sini menjadi simbol keliaran yang justru menyatukan manusia dengan alam—ekspresi liar namun tulus dari kehidupan pedesaan yang semakin jarang tersentuh.

Spiritualitas dan Filsafat Agraris

Dimensi spiritual hadir dalam “The Last Paradise” karya I Wayan Santrayana. Tarian lingga-yoni sebagai simbol kesuburan dipayungi cahaya hangat, mengajak pengunjung merenungi keterhubungan sakral antara manusia dan alam.

Ni Luh Gede Firda Yani melalui “My Self” melukis potret dirinya dalam lanskap agraris. Bukan semata representasi personal, karya ini menjelma simbol keterhubungan manusia dengan tanah tempat berpijak. Filosofi “Aku adalah kamu, kamu adalah aku” bergema kuat di kanvasnya, menegaskan kesatuan manusia dan bumi.

Energi transformasi hadir lewat “Triangle of Brahma” karya I Kadek Dedy Sumantrayasa. Api merah berkobar menjadi metafora proses padi yang berubah menjadi nasi, sumber energi kehidupan. Bentuk segitiga dipilih sebagai lambang stabilitas, keseimbangan, sekaligus arah kemajuan.

Astikayasa, pelukis sekaligus petani, menampilkan “Spirit Harmony”: guratan menyerupai sisa pembakaran jerami yang tertiup angin, menandakan akhir siklus panen dan rekonsiliasi manusia dengan alam. Sementara Made Gama dalam “Wanita Bali” menegaskan peran vital perempuan dalam budaya agraris. Wajah tegar yang ia lukiskan mencerminkan ketangguhan dan kesetiaan perempuan Bali menjaga bumi dan tradisi.

Tak kalah penting, Dr. I Nengah Wirakesuma menampilkan karya berjudul “Earth Mandala”. Dalam lukisan ini, ia meramu simbol kosmologi Bali dengan lanskap agraris Tabanan. Pola mandala tanah dipenuhi warna-warna bumi, padi, dan air, menyiratkan keseimbangan unsur semesta yang menopang kehidupan. Pusaran garis dan warna menghadirkan doa visual agar bumi tetap subur dan lestari, sekaligus menegaskan bahwa tanah bukan sekadar ruang pijakan, melainkan pusat energi yang menyatukan manusia, alam, dan kosmos. Karya ini menjadi jembatan antara filosofi spiritual dan realitas agraris, mengajak penonton merenungkan keterhubungan sakral antara manusia dengan bumi yang menumbuhkan kehidupan.

Seni Rupa sebagai Dialog dan Doa

Lebih dari sekadar estetika, setiap karya dalam pameran ini menjelma doa, kritik, sekaligus harapan kolektif. Warna, tekstur, cahaya, dan simbol-simbol agraris berpadu, menuturkan kisah tentang tanah, budaya, dan masa depan.

Warisan yang Harus Dijaga

Pameran Aneka Warna Gaya di Kota Pelangi menegaskan bahwa seni rupa Tabanan bukan hanya soal keindahan visual, melainkan refleksi mendalam tentang tanah, pangan, dan identitas budaya. Kehadiran Menteri Kebudayaan memberi semangat baru bahwa suara seniman dapat bergema lebih luas, sekaligus menjadi bagian dari arah pembangunan kebudayaan nasional.

Di penghujung kunjungan, yang tertinggal bukan hanya apresiasi, melainkan kesadaran kolektif: bahwa Tabanan sebagai lumbung padi Bali adalah warisan yang harus dijaga bersama. Melalui seni rupa, para seniman menegaskan peran mereka sebagai penjaga alam, budaya, dan spiritualitas masyarakat.[T]

Kintamani, 27 September 2025

Penulis: I Gede Made Surya Darma
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
“Aneka Warna Gaya di Kota Pelangi”, Pameran Maha Rupa Batukaru, Diharap Jadi  Momentum Titik Balik Perkembangan Seni Rupa di Tabanan
Pergelaran Seni Budaya di Tabanan: Menteri Kebudayaan Hadir, dan Seniman Juga Berharap Hadirnya Museum dan Ruang Pameran Internasional
Tags: agrarisKomunitas Maha Rupa BatukaruPameran Seni RupaSeni Rupatabanan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Merajut Kebersamaan dalam Lomba Lawar dan Gebogan — Cerita Hari Saraswati di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

Next Post

Pertemuan Dua Dunia: Titik Temu Gandhi dan Einstein dalam Etika Peradaban

I Gede Made Surya Darma

I Gede Made Surya Darma

Pelukis. Lulusan ISI Yogyakarta. Founder Lepud Art Management

Related Posts

Mantra Visual Made Wiradana

by Hartanto
August 2, 2026
0
Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

Read moreDetails

SAMATRA: Membaca Isyarat-Isyarat Kecil dari Buki Gallery di Bumi Kinar Ubud

by Gustra Adnyana
July 31, 2026
0
SAMATRA: Membaca Isyarat-Isyarat Kecil dari Buki Gallery di Bumi Kinar Ubud

Di tepian aliran sungai Petanu, sebuah ruang seni baru tumbuh di tengah lanskap hijau Ubud. Buki Gallery di Bumi Kinar...

Read moreDetails

Ketika Semut Membangun Seorang Ratu—Membaca “Memayu Hayuning Bawana: Build the Queen” karya Dyan Brew

by Angga Wijaya
July 30, 2026
0
Ketika Semut Membangun Seorang Ratu—Membaca “Memayu Hayuning Bawana: Build the Queen” karya Dyan Brew

ADA perubahan yang menarik dalam lanskap seni kriya Indonesia dalam dua dekade terakhir. Jika dahulu kriya lebih sering dipahami sebagai...

Read moreDetails

Empat Jejak Abstraksi dan Figurasi Bali Kontemporer

by Hartanto
July 30, 2026
0
Empat Jejak Abstraksi dan Figurasi Bali Kontemporer

EMPAT karya dari empat pelukis Bali kontemporer yang turut berpartisipasi dalam Jogja Annual Art ke-11, yakni I Made Ruta, Ida...

Read moreDetails

Tanah yang Mengingat ——Membaca “Pataka Majapahit III” Karya Dr. Noor Sudiyati

by Angga Wijaya
July 28, 2026
0
Tanah yang Mengingat ——Membaca “Pataka Majapahit III” Karya Dr. Noor Sudiyati

TIDAK semua peninggalan masa lalu hadir sebagai bangunan megah atau artefak yang tersimpan di museum. Ada warisan yang jauh lebih...

Read moreDetails

Orkestra Warna Kun Adnyana

by Hartanto
July 25, 2026
0
Orkestra Warna Kun Adnyana

YOGYA Annual Art ke-11 tahun 2026 dengan tema Direction (Arah) ini, menurut saya, dibuka dengan sebuah kesadaran yang tajam: bahwa...

Read moreDetails

Semesta di Dalam Tanah Liat: Membaca Karya-Karya Keramik Dr. Dra. Ni Made Rai Sunarini, M.Si.

by Angga Wijaya
July 24, 2026
0
Semesta di Dalam Tanah Liat: Membaca Karya-Karya Keramik Dr. Dra. Ni Made Rai Sunarini, M.Si.

BARANGKALI kita terlalu sering memandang alam sebagai sesuatu yang berada di luar diri. Gunung adalah bentang yang dikunjungi ketika musim...

Read moreDetails

Musikal Visual Karya Wayan Sujana Suklu

by Hartanto
July 24, 2026
0
Musikal Visual Karya Wayan Sujana Suklu

Pameran Yogya Annual Art ke-11 yang mengambil tema Direction (Arah) digelar di Bale Banjar Sangkring, Nitiprayan No. 88, Ngestiharjo, Kasihan,...

Read moreDetails

Kosmologi Sulur Wayan Setem

by Hartanto
July 23, 2026
0
Kosmologi Sulur Wayan Setem

PAMERAN Yogya Annual Art #11 dengan tema Direction (Arah) sangatlah menarik. Sebab, pameran ini menghadirkan medan ‘refleksi’ yang unik, terutama...

Read moreDetails

Ketika Kebaya Menjadi Cara Membaca Bali —[Membaca “Sundari Rajata” Karya Ida Ayu Kade Sri Sukmadewi]

by Angga Wijaya
July 23, 2026
0
Ketika Kebaya Menjadi Cara Membaca Bali —[Membaca “Sundari Rajata” Karya Ida Ayu Kade Sri Sukmadewi]

JIKA seni memiliki kemampuan mengembalikan sesuatu yang biasa menjadi luar biasa, maka Sundari Rajata melakukannya melalui sebuah kebaya. Busana yang...

Read moreDetails
Next Post
Pertemuan Dua Dunia: Titik Temu Gandhi dan Einstein dalam Etika Peradaban

Pertemuan Dua Dunia: Titik Temu Gandhi dan Einstein dalam Etika Peradaban

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co