23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hidupkan Malam Banjar Jawa, Singaraja:  STT Yowana Taruna Wirahita Luncurkan Sanggar Seni Adi Bajra Hita

Putu Gangga Pradipta by Putu Gangga Pradipta
August 31, 2025
in Khas
Hidupkan Malam Banjar Jawa, Singaraja:  STT Yowana Taruna Wirahita Luncurkan Sanggar Seni Adi Bajra Hita

STT Yowana Taruna Wirahita, Banjar Jawa, Singaraja, Buleleng, Bali, Luncurkan Sanggar Seni Adi Bajra Hita

SABTU malam, 30 Agustus 2025, Balai Adat Banjar Jawa, yang berada di Jalan Gajah Mada Singaraja-Bali,  dipenuhi riuh suara warga. Udara malam yang biasanya lengang berubah semarak oleh kehadiran anak-anak muda yang menari, bercampur dengan sorot lampu yang sederhana namun memikat. Malam itu, Sanggar Seni Adi Bajra Hita, bentukan STT (Sekaa Teruna-Teruni) Yowana Taruna Wirahita Banjar Jawa, resmi menggelar pentas perdana mereka.

Sejak pukul tujuh, halaman balai adat mulai sesak. Anak-anak berlarian sambil menenteng botol minum, para remaja sibuk menyiapkan ponsel untuk merekam, sementara orang tua berdiri berjejer di sisi kanan dan kiri balai. Tidak ada kursi, semua duduk melantai atau berdiri berkerumun. Namun, tak seorang pun tampak mengeluh. Mereka larut dalam antusiasme bersama.

Suara musik tari yang keluar dari pengeras suara memecah keramaian. Semua mata mengarah ke panggung ketika sekelompok penari belia memasuki arena. Tari Pendet menjadi pembuka malam itu, dibawakan dengan kelembutan gerak dan senyum penuh pesona.

Anak-anak Sanggar Seni Adi Bajra Hita, Banjar Jawa, Singaraja | Foto: Gangga

Bagi STT Yowana Taruna Wirahita, pentas ini bukan sekadar pertunjukan, melainkan tonggak sejarah. Di bawah kepemimpinan Kadek Ega Suryani Dewi, S.Pd., kepengurusan periode 2025–2030 ingin menghadirkan sesuatu yang lebih dari sekadar organisasi pemuda. “Kami ingin menjadikan pagelaran seni ini agenda rutin di akhir bulan. Dengan begitu, warga bisa menikmati hiburan budaya, sementara adik-adik kita memiliki ruang untuk menunjukkan hasil latihannya,” ujar Ega Dewi dalam sambutan.

Kata-katanya mengundang tepuk tangan meriah dari warga. Malam itu, aura kebanggaan menyelimuti balai adat. Ada harapan baru yang tumbuh: Banjar Jawa bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga rumah bagi seni.

Penampilan berikutnya adalah Tari Puspanjali. Penari-penari remaja dengan langkah luwes membuat penonton tak berkedip. Beberapa warga bahkan mengangkat ponsel setinggi bahu, berusaha merekam setiap gerakan agar tidak ada yang terlewat.

Tari Pendet | Foto: Gangga

Tari Puspanjali | Foto: Gangga

Koordinator Bidang Kesenian STT Yowana Taruna Wirahita, Made Cika Pratiwi, tak kuasa menyembunyikan senyumnya. Ia merasa usaha panjang akhirnya terbayar. “Latihan dua kali seminggu, Jumat dan Minggu sore, bukan hal yang ringan. Tapi malam ini semua terbayar. Mereka membuktikan bahwa kerja keras tidak pernah mengkhianati hasil,” ucapnya tegas.

Setelah itu, Tari Condong dibawakan dengan keanggunan penuh makna. Penonton seakan dibawa ke ruang imajinasi, merasakan bahasa tubuh penari yang begitu puitis.

Sub Koordinator Seni Tari, Kadek Devani Sandiandari, mengaku lega sekaligus bahagia. “Rasanya campur aduk. Awalnya tegang, tapi melihat warga mendukung, kami jadi lebih percaya diri. Semoga ini awal dari langkah panjang kami dalam menjaga budaya,” ujarnya penuh semangat.

Malam mencapai puncaknya saat Tari Teruna Jaya ditampilkan. Gerakan dinamis, ekspresi kuat, dan hentakan kaki yang mantap membuat penonton bersorak. Anak-anak kecil di pinggir balai bahkan menirukan gerakan penari sambil tertawa riang.

Ketua STT Yowana Taruna Wirahita Banjar Jawa memberi sambutan | Foto: Gangga

Di tengah suasana hangat itu, Bhabinkamtibmas Kelurahan Banjar Jawa, Aipda Dewa Putu Eka Ariawan, S.H., menyampaikan apresiasi. “Saya bangga sekali melihat generasi muda tampil dengan penuh dedikasi. Seni dan budaya adalah jati diri kita. Kegiatan ini harus terus dijaga karena memberi energi positif bagi banjar,” katanya disambut tepuk tangan panjang.

Tidak hanya mereka yang hadir sejak awal, warga yang kebetulan melintas pun tergoda berhenti. Beberapa pengendara meminggirkan sepeda motornya, menonton sebentar, lalu kembali melanjutkan perjalanan dengan senyum puas.

Sorot lampu ponsel menjadi pemandangan khas malam itu. Hampir semua warga mendokumentasikan jalannya acara. Ada yang merekam penuh, ada yang mengambil potret sekejap, lalu mengunggahnya ke media sosial. Balai adat yang sederhana mendadak menjadi panggung global.

Ni Wayan Suryati, salah seorang warga yang menonton, mengaku sangat bangga. “Saya merasa seperti kembali ke masa kecil ketika seni begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari. Melihat anak-anak kita tampil begini, hati saya tergetar,” ujarnya dengan suara bergetar.

Sambutan Bhabinkamtibmas Kelurahan Banjar Jawa | Foto: Gangga

Warga lain, I Made Arya, yang datang bersama anak istrinya, juga tak kalah terkesan. “Anak saya tadi ikut-ikutan menari di samping. Semoga suatu saat dia bisa ikut bergabung di sanggar ini. Acara seperti ini benar-benar memberi inspirasi,” katanya.

Setiap gerakan tari malam itu seperti menyulam benang kebersamaan. Tidak ada yang merasa asing, semua menjadi bagian dari sebuah perayaan sederhana yang penuh makna.

Ega Dewi menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk apresiasi. “Kami tidak ingin adik-adik hanya berlatih tanpa panggung. Pagelaran ini adalah penghargaan atas ketekunan mereka sekaligus cara menumbuhkan rasa percaya diri,” ucapnya.

Meski hanya menggunakan sound system tanpa tabuhan gamelan langsung, suasana tetap terasa hidup. Iringan musik yang mengalun dari pengeras suara cukup untuk membawa penonton hanyut dalam keindahan gerak tari.

Pagelaran ini membuktikan bahwa kesederhanaan tidak pernah mengurangi esensi seni. Justru dari kesederhanaan itu lahir ketulusan, yang kemudian menjelma menjadi pesona.

Made Cika Pratiwi mengaku, ke depan pihaknya ingin menambah variasi penampilan. “Bulan depan kami akan mencoba menampilkan tabuh. Selain itu, ada beberapa tari baru dari anak-anak yang siap diperkenalkan,” ungkapnya penuh antusias.

Tari Trunajaya | Foto: Gangga

Devani pun menimpali dengan penuh optimisme. “Kami ingin regenerasi terus berjalan. Semakin banyak anak-anak kecil bergabung, semakin terjaga pula warisan budaya kita,” ujarnya.

Balai Adat Banjar Jawa malam itu benar-benar menjadi pusat perayaan budaya. Suasana riuh rendah, gelak tawa, dan tepuk tangan berpadu dalam satu ruang yang sama.

Tidak ada warga yang tergesa pulang. Mereka bertahan hingga acara benar-benar selesai, seolah enggan melewatkan setiap detik.

Bagi para penari, malam itu adalah pengalaman yang tidak akan terlupakan. Dari raut wajah mereka terlihat rasa lega, bangga, sekaligus haru.

Beberapa di antara mereka bahkan langsung memeluk teman-temannya usai menari, sambil berbisik bahwa semua kerja keras latihan tidak sia-sia.

Warga yang hadir pulang dengan membawa cerita. Di jalanan, mereka masih membicarakan penampilan anak-anak muda sanggar, ada yang mengulang rekaman di ponsel, ada pula yang tersenyum sendiri mengingat sorak-sorai tadi.

Pagelaran seni perdana ini lebih dari sekadar pertunjukan. Ia adalah sebuah pernyataan: seni tidak pernah mati, selama ada yang mau merawatnya.

Dan malam itu, anak-anak muda STT Yowana Taruna Wirahita berhasil membuktikan bahwa mereka siap menjadi penjaga warisan leluhur.

Bulan depan, janji mereka telah terucap: Sanggar Seni Tabuh akan diperkenalkan, bersama tarian-tarian baru yang siap menyapa warga.

Seni akan terus hidup di Banjar Jawa, tumbuh bersama generasi muda yang mencintainya.

Dan Balai Adat malam itu menjadi saksi, bagaimana semangat kecil bisa menjelma menjadi perayaan besar yang menggetarkan hati. [T]

Reporter/Penulis: Putu Gangga Pradipta
Editor: Adnyana Ole

Tags: banjar jawasanggar senisekaa terunaSingaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Botol Lupa Tutupnya”, Karya Seni Oka Astawa — Hasil dari Pungut Tutup Botol Plastik di Pantai Pangkung Tibah, Tabanan

Next Post

Puisi-puisi Sonhaji Abdullah | Peluru Coklat Putih

Putu Gangga Pradipta

Putu Gangga Pradipta

Lahir di Surabaya, kini sedang menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Singaraja.

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Sonhaji Abdullah | Peluru Coklat Putih

Puisi-puisi Sonhaji Abdullah | Peluru Coklat Putih

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co