22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hidupkan Malam Banjar Jawa, Singaraja:  STT Yowana Taruna Wirahita Luncurkan Sanggar Seni Adi Bajra Hita

Putu Gangga Pradipta by Putu Gangga Pradipta
August 31, 2025
in Khas
Hidupkan Malam Banjar Jawa, Singaraja:  STT Yowana Taruna Wirahita Luncurkan Sanggar Seni Adi Bajra Hita

STT Yowana Taruna Wirahita, Banjar Jawa, Singaraja, Buleleng, Bali, Luncurkan Sanggar Seni Adi Bajra Hita

SABTU malam, 30 Agustus 2025, Balai Adat Banjar Jawa, yang berada di Jalan Gajah Mada Singaraja-Bali,  dipenuhi riuh suara warga. Udara malam yang biasanya lengang berubah semarak oleh kehadiran anak-anak muda yang menari, bercampur dengan sorot lampu yang sederhana namun memikat. Malam itu, Sanggar Seni Adi Bajra Hita, bentukan STT (Sekaa Teruna-Teruni) Yowana Taruna Wirahita Banjar Jawa, resmi menggelar pentas perdana mereka.

Sejak pukul tujuh, halaman balai adat mulai sesak. Anak-anak berlarian sambil menenteng botol minum, para remaja sibuk menyiapkan ponsel untuk merekam, sementara orang tua berdiri berjejer di sisi kanan dan kiri balai. Tidak ada kursi, semua duduk melantai atau berdiri berkerumun. Namun, tak seorang pun tampak mengeluh. Mereka larut dalam antusiasme bersama.

Suara musik tari yang keluar dari pengeras suara memecah keramaian. Semua mata mengarah ke panggung ketika sekelompok penari belia memasuki arena. Tari Pendet menjadi pembuka malam itu, dibawakan dengan kelembutan gerak dan senyum penuh pesona.

Anak-anak Sanggar Seni Adi Bajra Hita, Banjar Jawa, Singaraja | Foto: Gangga

Bagi STT Yowana Taruna Wirahita, pentas ini bukan sekadar pertunjukan, melainkan tonggak sejarah. Di bawah kepemimpinan Kadek Ega Suryani Dewi, S.Pd., kepengurusan periode 2025–2030 ingin menghadirkan sesuatu yang lebih dari sekadar organisasi pemuda. “Kami ingin menjadikan pagelaran seni ini agenda rutin di akhir bulan. Dengan begitu, warga bisa menikmati hiburan budaya, sementara adik-adik kita memiliki ruang untuk menunjukkan hasil latihannya,” ujar Ega Dewi dalam sambutan.

Kata-katanya mengundang tepuk tangan meriah dari warga. Malam itu, aura kebanggaan menyelimuti balai adat. Ada harapan baru yang tumbuh: Banjar Jawa bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga rumah bagi seni.

Penampilan berikutnya adalah Tari Puspanjali. Penari-penari remaja dengan langkah luwes membuat penonton tak berkedip. Beberapa warga bahkan mengangkat ponsel setinggi bahu, berusaha merekam setiap gerakan agar tidak ada yang terlewat.

Tari Pendet | Foto: Gangga

Tari Puspanjali | Foto: Gangga

Koordinator Bidang Kesenian STT Yowana Taruna Wirahita, Made Cika Pratiwi, tak kuasa menyembunyikan senyumnya. Ia merasa usaha panjang akhirnya terbayar. “Latihan dua kali seminggu, Jumat dan Minggu sore, bukan hal yang ringan. Tapi malam ini semua terbayar. Mereka membuktikan bahwa kerja keras tidak pernah mengkhianati hasil,” ucapnya tegas.

Setelah itu, Tari Condong dibawakan dengan keanggunan penuh makna. Penonton seakan dibawa ke ruang imajinasi, merasakan bahasa tubuh penari yang begitu puitis.

Sub Koordinator Seni Tari, Kadek Devani Sandiandari, mengaku lega sekaligus bahagia. “Rasanya campur aduk. Awalnya tegang, tapi melihat warga mendukung, kami jadi lebih percaya diri. Semoga ini awal dari langkah panjang kami dalam menjaga budaya,” ujarnya penuh semangat.

Malam mencapai puncaknya saat Tari Teruna Jaya ditampilkan. Gerakan dinamis, ekspresi kuat, dan hentakan kaki yang mantap membuat penonton bersorak. Anak-anak kecil di pinggir balai bahkan menirukan gerakan penari sambil tertawa riang.

Ketua STT Yowana Taruna Wirahita Banjar Jawa memberi sambutan | Foto: Gangga

Di tengah suasana hangat itu, Bhabinkamtibmas Kelurahan Banjar Jawa, Aipda Dewa Putu Eka Ariawan, S.H., menyampaikan apresiasi. “Saya bangga sekali melihat generasi muda tampil dengan penuh dedikasi. Seni dan budaya adalah jati diri kita. Kegiatan ini harus terus dijaga karena memberi energi positif bagi banjar,” katanya disambut tepuk tangan panjang.

Tidak hanya mereka yang hadir sejak awal, warga yang kebetulan melintas pun tergoda berhenti. Beberapa pengendara meminggirkan sepeda motornya, menonton sebentar, lalu kembali melanjutkan perjalanan dengan senyum puas.

Sorot lampu ponsel menjadi pemandangan khas malam itu. Hampir semua warga mendokumentasikan jalannya acara. Ada yang merekam penuh, ada yang mengambil potret sekejap, lalu mengunggahnya ke media sosial. Balai adat yang sederhana mendadak menjadi panggung global.

Ni Wayan Suryati, salah seorang warga yang menonton, mengaku sangat bangga. “Saya merasa seperti kembali ke masa kecil ketika seni begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari. Melihat anak-anak kita tampil begini, hati saya tergetar,” ujarnya dengan suara bergetar.

Sambutan Bhabinkamtibmas Kelurahan Banjar Jawa | Foto: Gangga

Warga lain, I Made Arya, yang datang bersama anak istrinya, juga tak kalah terkesan. “Anak saya tadi ikut-ikutan menari di samping. Semoga suatu saat dia bisa ikut bergabung di sanggar ini. Acara seperti ini benar-benar memberi inspirasi,” katanya.

Setiap gerakan tari malam itu seperti menyulam benang kebersamaan. Tidak ada yang merasa asing, semua menjadi bagian dari sebuah perayaan sederhana yang penuh makna.

Ega Dewi menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk apresiasi. “Kami tidak ingin adik-adik hanya berlatih tanpa panggung. Pagelaran ini adalah penghargaan atas ketekunan mereka sekaligus cara menumbuhkan rasa percaya diri,” ucapnya.

Meski hanya menggunakan sound system tanpa tabuhan gamelan langsung, suasana tetap terasa hidup. Iringan musik yang mengalun dari pengeras suara cukup untuk membawa penonton hanyut dalam keindahan gerak tari.

Pagelaran ini membuktikan bahwa kesederhanaan tidak pernah mengurangi esensi seni. Justru dari kesederhanaan itu lahir ketulusan, yang kemudian menjelma menjadi pesona.

Made Cika Pratiwi mengaku, ke depan pihaknya ingin menambah variasi penampilan. “Bulan depan kami akan mencoba menampilkan tabuh. Selain itu, ada beberapa tari baru dari anak-anak yang siap diperkenalkan,” ungkapnya penuh antusias.

Tari Trunajaya | Foto: Gangga

Devani pun menimpali dengan penuh optimisme. “Kami ingin regenerasi terus berjalan. Semakin banyak anak-anak kecil bergabung, semakin terjaga pula warisan budaya kita,” ujarnya.

Balai Adat Banjar Jawa malam itu benar-benar menjadi pusat perayaan budaya. Suasana riuh rendah, gelak tawa, dan tepuk tangan berpadu dalam satu ruang yang sama.

Tidak ada warga yang tergesa pulang. Mereka bertahan hingga acara benar-benar selesai, seolah enggan melewatkan setiap detik.

Bagi para penari, malam itu adalah pengalaman yang tidak akan terlupakan. Dari raut wajah mereka terlihat rasa lega, bangga, sekaligus haru.

Beberapa di antara mereka bahkan langsung memeluk teman-temannya usai menari, sambil berbisik bahwa semua kerja keras latihan tidak sia-sia.

Warga yang hadir pulang dengan membawa cerita. Di jalanan, mereka masih membicarakan penampilan anak-anak muda sanggar, ada yang mengulang rekaman di ponsel, ada pula yang tersenyum sendiri mengingat sorak-sorai tadi.

Pagelaran seni perdana ini lebih dari sekadar pertunjukan. Ia adalah sebuah pernyataan: seni tidak pernah mati, selama ada yang mau merawatnya.

Dan malam itu, anak-anak muda STT Yowana Taruna Wirahita berhasil membuktikan bahwa mereka siap menjadi penjaga warisan leluhur.

Bulan depan, janji mereka telah terucap: Sanggar Seni Tabuh akan diperkenalkan, bersama tarian-tarian baru yang siap menyapa warga.

Seni akan terus hidup di Banjar Jawa, tumbuh bersama generasi muda yang mencintainya.

Dan Balai Adat malam itu menjadi saksi, bagaimana semangat kecil bisa menjelma menjadi perayaan besar yang menggetarkan hati. [T]

Reporter/Penulis: Putu Gangga Pradipta
Editor: Adnyana Ole

Tags: banjar jawasanggar senisekaa terunaSingaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Botol Lupa Tutupnya”, Karya Seni Oka Astawa — Hasil dari Pungut Tutup Botol Plastik di Pantai Pangkung Tibah, Tabanan

Next Post

Puisi-puisi Sonhaji Abdullah | Peluru Coklat Putih

Putu Gangga Pradipta

Putu Gangga Pradipta

Lahir di Surabaya, kini sedang menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Singaraja.

Related Posts

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Sonhaji Abdullah | Peluru Coklat Putih

Puisi-puisi Sonhaji Abdullah | Peluru Coklat Putih

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co