2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hidupkan Malam Banjar Jawa, Singaraja:  STT Yowana Taruna Wirahita Luncurkan Sanggar Seni Adi Bajra Hita

Putu Gangga Pradipta by Putu Gangga Pradipta
August 31, 2025
in Khas
Hidupkan Malam Banjar Jawa, Singaraja:  STT Yowana Taruna Wirahita Luncurkan Sanggar Seni Adi Bajra Hita

STT Yowana Taruna Wirahita, Banjar Jawa, Singaraja, Buleleng, Bali, Luncurkan Sanggar Seni Adi Bajra Hita

SABTU malam, 30 Agustus 2025, Balai Adat Banjar Jawa, yang berada di Jalan Gajah Mada Singaraja-Bali,  dipenuhi riuh suara warga. Udara malam yang biasanya lengang berubah semarak oleh kehadiran anak-anak muda yang menari, bercampur dengan sorot lampu yang sederhana namun memikat. Malam itu, Sanggar Seni Adi Bajra Hita, bentukan STT (Sekaa Teruna-Teruni) Yowana Taruna Wirahita Banjar Jawa, resmi menggelar pentas perdana mereka.

Sejak pukul tujuh, halaman balai adat mulai sesak. Anak-anak berlarian sambil menenteng botol minum, para remaja sibuk menyiapkan ponsel untuk merekam, sementara orang tua berdiri berjejer di sisi kanan dan kiri balai. Tidak ada kursi, semua duduk melantai atau berdiri berkerumun. Namun, tak seorang pun tampak mengeluh. Mereka larut dalam antusiasme bersama.

Suara musik tari yang keluar dari pengeras suara memecah keramaian. Semua mata mengarah ke panggung ketika sekelompok penari belia memasuki arena. Tari Pendet menjadi pembuka malam itu, dibawakan dengan kelembutan gerak dan senyum penuh pesona.

Anak-anak Sanggar Seni Adi Bajra Hita, Banjar Jawa, Singaraja | Foto: Gangga

Bagi STT Yowana Taruna Wirahita, pentas ini bukan sekadar pertunjukan, melainkan tonggak sejarah. Di bawah kepemimpinan Kadek Ega Suryani Dewi, S.Pd., kepengurusan periode 2025–2030 ingin menghadirkan sesuatu yang lebih dari sekadar organisasi pemuda. “Kami ingin menjadikan pagelaran seni ini agenda rutin di akhir bulan. Dengan begitu, warga bisa menikmati hiburan budaya, sementara adik-adik kita memiliki ruang untuk menunjukkan hasil latihannya,” ujar Ega Dewi dalam sambutan.

Kata-katanya mengundang tepuk tangan meriah dari warga. Malam itu, aura kebanggaan menyelimuti balai adat. Ada harapan baru yang tumbuh: Banjar Jawa bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga rumah bagi seni.

Penampilan berikutnya adalah Tari Puspanjali. Penari-penari remaja dengan langkah luwes membuat penonton tak berkedip. Beberapa warga bahkan mengangkat ponsel setinggi bahu, berusaha merekam setiap gerakan agar tidak ada yang terlewat.

Tari Pendet | Foto: Gangga

Tari Puspanjali | Foto: Gangga

Koordinator Bidang Kesenian STT Yowana Taruna Wirahita, Made Cika Pratiwi, tak kuasa menyembunyikan senyumnya. Ia merasa usaha panjang akhirnya terbayar. “Latihan dua kali seminggu, Jumat dan Minggu sore, bukan hal yang ringan. Tapi malam ini semua terbayar. Mereka membuktikan bahwa kerja keras tidak pernah mengkhianati hasil,” ucapnya tegas.

Setelah itu, Tari Condong dibawakan dengan keanggunan penuh makna. Penonton seakan dibawa ke ruang imajinasi, merasakan bahasa tubuh penari yang begitu puitis.

Sub Koordinator Seni Tari, Kadek Devani Sandiandari, mengaku lega sekaligus bahagia. “Rasanya campur aduk. Awalnya tegang, tapi melihat warga mendukung, kami jadi lebih percaya diri. Semoga ini awal dari langkah panjang kami dalam menjaga budaya,” ujarnya penuh semangat.

Malam mencapai puncaknya saat Tari Teruna Jaya ditampilkan. Gerakan dinamis, ekspresi kuat, dan hentakan kaki yang mantap membuat penonton bersorak. Anak-anak kecil di pinggir balai bahkan menirukan gerakan penari sambil tertawa riang.

Ketua STT Yowana Taruna Wirahita Banjar Jawa memberi sambutan | Foto: Gangga

Di tengah suasana hangat itu, Bhabinkamtibmas Kelurahan Banjar Jawa, Aipda Dewa Putu Eka Ariawan, S.H., menyampaikan apresiasi. “Saya bangga sekali melihat generasi muda tampil dengan penuh dedikasi. Seni dan budaya adalah jati diri kita. Kegiatan ini harus terus dijaga karena memberi energi positif bagi banjar,” katanya disambut tepuk tangan panjang.

Tidak hanya mereka yang hadir sejak awal, warga yang kebetulan melintas pun tergoda berhenti. Beberapa pengendara meminggirkan sepeda motornya, menonton sebentar, lalu kembali melanjutkan perjalanan dengan senyum puas.

Sorot lampu ponsel menjadi pemandangan khas malam itu. Hampir semua warga mendokumentasikan jalannya acara. Ada yang merekam penuh, ada yang mengambil potret sekejap, lalu mengunggahnya ke media sosial. Balai adat yang sederhana mendadak menjadi panggung global.

Ni Wayan Suryati, salah seorang warga yang menonton, mengaku sangat bangga. “Saya merasa seperti kembali ke masa kecil ketika seni begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari. Melihat anak-anak kita tampil begini, hati saya tergetar,” ujarnya dengan suara bergetar.

Sambutan Bhabinkamtibmas Kelurahan Banjar Jawa | Foto: Gangga

Warga lain, I Made Arya, yang datang bersama anak istrinya, juga tak kalah terkesan. “Anak saya tadi ikut-ikutan menari di samping. Semoga suatu saat dia bisa ikut bergabung di sanggar ini. Acara seperti ini benar-benar memberi inspirasi,” katanya.

Setiap gerakan tari malam itu seperti menyulam benang kebersamaan. Tidak ada yang merasa asing, semua menjadi bagian dari sebuah perayaan sederhana yang penuh makna.

Ega Dewi menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk apresiasi. “Kami tidak ingin adik-adik hanya berlatih tanpa panggung. Pagelaran ini adalah penghargaan atas ketekunan mereka sekaligus cara menumbuhkan rasa percaya diri,” ucapnya.

Meski hanya menggunakan sound system tanpa tabuhan gamelan langsung, suasana tetap terasa hidup. Iringan musik yang mengalun dari pengeras suara cukup untuk membawa penonton hanyut dalam keindahan gerak tari.

Pagelaran ini membuktikan bahwa kesederhanaan tidak pernah mengurangi esensi seni. Justru dari kesederhanaan itu lahir ketulusan, yang kemudian menjelma menjadi pesona.

Made Cika Pratiwi mengaku, ke depan pihaknya ingin menambah variasi penampilan. “Bulan depan kami akan mencoba menampilkan tabuh. Selain itu, ada beberapa tari baru dari anak-anak yang siap diperkenalkan,” ungkapnya penuh antusias.

Tari Trunajaya | Foto: Gangga

Devani pun menimpali dengan penuh optimisme. “Kami ingin regenerasi terus berjalan. Semakin banyak anak-anak kecil bergabung, semakin terjaga pula warisan budaya kita,” ujarnya.

Balai Adat Banjar Jawa malam itu benar-benar menjadi pusat perayaan budaya. Suasana riuh rendah, gelak tawa, dan tepuk tangan berpadu dalam satu ruang yang sama.

Tidak ada warga yang tergesa pulang. Mereka bertahan hingga acara benar-benar selesai, seolah enggan melewatkan setiap detik.

Bagi para penari, malam itu adalah pengalaman yang tidak akan terlupakan. Dari raut wajah mereka terlihat rasa lega, bangga, sekaligus haru.

Beberapa di antara mereka bahkan langsung memeluk teman-temannya usai menari, sambil berbisik bahwa semua kerja keras latihan tidak sia-sia.

Warga yang hadir pulang dengan membawa cerita. Di jalanan, mereka masih membicarakan penampilan anak-anak muda sanggar, ada yang mengulang rekaman di ponsel, ada pula yang tersenyum sendiri mengingat sorak-sorai tadi.

Pagelaran seni perdana ini lebih dari sekadar pertunjukan. Ia adalah sebuah pernyataan: seni tidak pernah mati, selama ada yang mau merawatnya.

Dan malam itu, anak-anak muda STT Yowana Taruna Wirahita berhasil membuktikan bahwa mereka siap menjadi penjaga warisan leluhur.

Bulan depan, janji mereka telah terucap: Sanggar Seni Tabuh akan diperkenalkan, bersama tarian-tarian baru yang siap menyapa warga.

Seni akan terus hidup di Banjar Jawa, tumbuh bersama generasi muda yang mencintainya.

Dan Balai Adat malam itu menjadi saksi, bagaimana semangat kecil bisa menjelma menjadi perayaan besar yang menggetarkan hati. [T]

Reporter/Penulis: Putu Gangga Pradipta
Editor: Adnyana Ole

Tags: banjar jawasanggar senisekaa terunaSingaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Botol Lupa Tutupnya”, Karya Seni Oka Astawa — Hasil dari Pungut Tutup Botol Plastik di Pantai Pangkung Tibah, Tabanan

Next Post

Puisi-puisi Sonhaji Abdullah | Peluru Coklat Putih

Putu Gangga Pradipta

Putu Gangga Pradipta

Lahir di Surabaya, kini sedang menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Singaraja.

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Sonhaji Abdullah | Peluru Coklat Putih

Puisi-puisi Sonhaji Abdullah | Peluru Coklat Putih

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co