2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hidupkan Malam Banjar Jawa, Singaraja:  STT Yowana Taruna Wirahita Luncurkan Sanggar Seni Adi Bajra Hita

Putu Gangga Pradipta by Putu Gangga Pradipta
August 31, 2025
in Khas
Hidupkan Malam Banjar Jawa, Singaraja:  STT Yowana Taruna Wirahita Luncurkan Sanggar Seni Adi Bajra Hita

STT Yowana Taruna Wirahita, Banjar Jawa, Singaraja, Buleleng, Bali, Luncurkan Sanggar Seni Adi Bajra Hita

SABTU malam, 30 Agustus 2025, Balai Adat Banjar Jawa, yang berada di Jalan Gajah Mada Singaraja-Bali,  dipenuhi riuh suara warga. Udara malam yang biasanya lengang berubah semarak oleh kehadiran anak-anak muda yang menari, bercampur dengan sorot lampu yang sederhana namun memikat. Malam itu, Sanggar Seni Adi Bajra Hita, bentukan STT (Sekaa Teruna-Teruni) Yowana Taruna Wirahita Banjar Jawa, resmi menggelar pentas perdana mereka.

Sejak pukul tujuh, halaman balai adat mulai sesak. Anak-anak berlarian sambil menenteng botol minum, para remaja sibuk menyiapkan ponsel untuk merekam, sementara orang tua berdiri berjejer di sisi kanan dan kiri balai. Tidak ada kursi, semua duduk melantai atau berdiri berkerumun. Namun, tak seorang pun tampak mengeluh. Mereka larut dalam antusiasme bersama.

Suara musik tari yang keluar dari pengeras suara memecah keramaian. Semua mata mengarah ke panggung ketika sekelompok penari belia memasuki arena. Tari Pendet menjadi pembuka malam itu, dibawakan dengan kelembutan gerak dan senyum penuh pesona.

Anak-anak Sanggar Seni Adi Bajra Hita, Banjar Jawa, Singaraja | Foto: Gangga

Bagi STT Yowana Taruna Wirahita, pentas ini bukan sekadar pertunjukan, melainkan tonggak sejarah. Di bawah kepemimpinan Kadek Ega Suryani Dewi, S.Pd., kepengurusan periode 2025–2030 ingin menghadirkan sesuatu yang lebih dari sekadar organisasi pemuda. “Kami ingin menjadikan pagelaran seni ini agenda rutin di akhir bulan. Dengan begitu, warga bisa menikmati hiburan budaya, sementara adik-adik kita memiliki ruang untuk menunjukkan hasil latihannya,” ujar Ega Dewi dalam sambutan.

Kata-katanya mengundang tepuk tangan meriah dari warga. Malam itu, aura kebanggaan menyelimuti balai adat. Ada harapan baru yang tumbuh: Banjar Jawa bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga rumah bagi seni.

Penampilan berikutnya adalah Tari Puspanjali. Penari-penari remaja dengan langkah luwes membuat penonton tak berkedip. Beberapa warga bahkan mengangkat ponsel setinggi bahu, berusaha merekam setiap gerakan agar tidak ada yang terlewat.

Tari Pendet | Foto: Gangga

Tari Puspanjali | Foto: Gangga

Koordinator Bidang Kesenian STT Yowana Taruna Wirahita, Made Cika Pratiwi, tak kuasa menyembunyikan senyumnya. Ia merasa usaha panjang akhirnya terbayar. “Latihan dua kali seminggu, Jumat dan Minggu sore, bukan hal yang ringan. Tapi malam ini semua terbayar. Mereka membuktikan bahwa kerja keras tidak pernah mengkhianati hasil,” ucapnya tegas.

Setelah itu, Tari Condong dibawakan dengan keanggunan penuh makna. Penonton seakan dibawa ke ruang imajinasi, merasakan bahasa tubuh penari yang begitu puitis.

Sub Koordinator Seni Tari, Kadek Devani Sandiandari, mengaku lega sekaligus bahagia. “Rasanya campur aduk. Awalnya tegang, tapi melihat warga mendukung, kami jadi lebih percaya diri. Semoga ini awal dari langkah panjang kami dalam menjaga budaya,” ujarnya penuh semangat.

Malam mencapai puncaknya saat Tari Teruna Jaya ditampilkan. Gerakan dinamis, ekspresi kuat, dan hentakan kaki yang mantap membuat penonton bersorak. Anak-anak kecil di pinggir balai bahkan menirukan gerakan penari sambil tertawa riang.

Ketua STT Yowana Taruna Wirahita Banjar Jawa memberi sambutan | Foto: Gangga

Di tengah suasana hangat itu, Bhabinkamtibmas Kelurahan Banjar Jawa, Aipda Dewa Putu Eka Ariawan, S.H., menyampaikan apresiasi. “Saya bangga sekali melihat generasi muda tampil dengan penuh dedikasi. Seni dan budaya adalah jati diri kita. Kegiatan ini harus terus dijaga karena memberi energi positif bagi banjar,” katanya disambut tepuk tangan panjang.

Tidak hanya mereka yang hadir sejak awal, warga yang kebetulan melintas pun tergoda berhenti. Beberapa pengendara meminggirkan sepeda motornya, menonton sebentar, lalu kembali melanjutkan perjalanan dengan senyum puas.

Sorot lampu ponsel menjadi pemandangan khas malam itu. Hampir semua warga mendokumentasikan jalannya acara. Ada yang merekam penuh, ada yang mengambil potret sekejap, lalu mengunggahnya ke media sosial. Balai adat yang sederhana mendadak menjadi panggung global.

Ni Wayan Suryati, salah seorang warga yang menonton, mengaku sangat bangga. “Saya merasa seperti kembali ke masa kecil ketika seni begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari. Melihat anak-anak kita tampil begini, hati saya tergetar,” ujarnya dengan suara bergetar.

Sambutan Bhabinkamtibmas Kelurahan Banjar Jawa | Foto: Gangga

Warga lain, I Made Arya, yang datang bersama anak istrinya, juga tak kalah terkesan. “Anak saya tadi ikut-ikutan menari di samping. Semoga suatu saat dia bisa ikut bergabung di sanggar ini. Acara seperti ini benar-benar memberi inspirasi,” katanya.

Setiap gerakan tari malam itu seperti menyulam benang kebersamaan. Tidak ada yang merasa asing, semua menjadi bagian dari sebuah perayaan sederhana yang penuh makna.

Ega Dewi menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk apresiasi. “Kami tidak ingin adik-adik hanya berlatih tanpa panggung. Pagelaran ini adalah penghargaan atas ketekunan mereka sekaligus cara menumbuhkan rasa percaya diri,” ucapnya.

Meski hanya menggunakan sound system tanpa tabuhan gamelan langsung, suasana tetap terasa hidup. Iringan musik yang mengalun dari pengeras suara cukup untuk membawa penonton hanyut dalam keindahan gerak tari.

Pagelaran ini membuktikan bahwa kesederhanaan tidak pernah mengurangi esensi seni. Justru dari kesederhanaan itu lahir ketulusan, yang kemudian menjelma menjadi pesona.

Made Cika Pratiwi mengaku, ke depan pihaknya ingin menambah variasi penampilan. “Bulan depan kami akan mencoba menampilkan tabuh. Selain itu, ada beberapa tari baru dari anak-anak yang siap diperkenalkan,” ungkapnya penuh antusias.

Tari Trunajaya | Foto: Gangga

Devani pun menimpali dengan penuh optimisme. “Kami ingin regenerasi terus berjalan. Semakin banyak anak-anak kecil bergabung, semakin terjaga pula warisan budaya kita,” ujarnya.

Balai Adat Banjar Jawa malam itu benar-benar menjadi pusat perayaan budaya. Suasana riuh rendah, gelak tawa, dan tepuk tangan berpadu dalam satu ruang yang sama.

Tidak ada warga yang tergesa pulang. Mereka bertahan hingga acara benar-benar selesai, seolah enggan melewatkan setiap detik.

Bagi para penari, malam itu adalah pengalaman yang tidak akan terlupakan. Dari raut wajah mereka terlihat rasa lega, bangga, sekaligus haru.

Beberapa di antara mereka bahkan langsung memeluk teman-temannya usai menari, sambil berbisik bahwa semua kerja keras latihan tidak sia-sia.

Warga yang hadir pulang dengan membawa cerita. Di jalanan, mereka masih membicarakan penampilan anak-anak muda sanggar, ada yang mengulang rekaman di ponsel, ada pula yang tersenyum sendiri mengingat sorak-sorai tadi.

Pagelaran seni perdana ini lebih dari sekadar pertunjukan. Ia adalah sebuah pernyataan: seni tidak pernah mati, selama ada yang mau merawatnya.

Dan malam itu, anak-anak muda STT Yowana Taruna Wirahita berhasil membuktikan bahwa mereka siap menjadi penjaga warisan leluhur.

Bulan depan, janji mereka telah terucap: Sanggar Seni Tabuh akan diperkenalkan, bersama tarian-tarian baru yang siap menyapa warga.

Seni akan terus hidup di Banjar Jawa, tumbuh bersama generasi muda yang mencintainya.

Dan Balai Adat malam itu menjadi saksi, bagaimana semangat kecil bisa menjelma menjadi perayaan besar yang menggetarkan hati. [T]

Reporter/Penulis: Putu Gangga Pradipta
Editor: Adnyana Ole

Tags: banjar jawasanggar senisekaa terunaSingaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Botol Lupa Tutupnya”, Karya Seni Oka Astawa — Hasil dari Pungut Tutup Botol Plastik di Pantai Pangkung Tibah, Tabanan

Next Post

Puisi-puisi Sonhaji Abdullah | Peluru Coklat Putih

Putu Gangga Pradipta

Putu Gangga Pradipta

Lahir di Surabaya, kini sedang menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Singaraja.

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Sonhaji Abdullah | Peluru Coklat Putih

Puisi-puisi Sonhaji Abdullah | Peluru Coklat Putih

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co