2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Sonhaji Abdullah | Peluru Coklat Putih

Son Lomri by Son Lomri
August 31, 2025
in Puisi
Puisi-puisi Sonhaji Abdullah | Peluru Coklat Putih

Ilustrasi tatkala.co

Peluru Coklat Putih

: Randa

Timah timah
Bekas peluru ditembakkan
Di lapang itu,

Kita gali seperti
Menggali kubur dengan
Badan setengah merunduk
Hingga tangan belepotan tanahtanah.

“Bisa dijual itu timah,” katamu.
Lima puluh meter dari tentara kemarin sore
—kurang ajar menembaki gundukan tanah.

Tapi kita mau menjilati
Malam sampai
Ke dubur pagi

Kita berdoa banyak perang terjadi
Hari esok agar banyak peluru bisa digali

Biar besok tidak sulit makan
Biar besok tidak sulit minum arak

Mari kita belajar
Menghitung
Peluru pada tanah
Sebelum mayat mayat
Dadanya terbuka ketika
Hari perang sudah tiba.

Dalam perang,
Peluru tak ada harganya
Seperti nyawa perut kosong
Menatap nyalang hidup
Minum arak sisa semalam
Lalu berjalan sempoyong keluar ke pantai
Untuk menurunkan baju jirah perang
Pada angin pada ombak
Pada gagang panci piring gelas milik ibu

Mari kita hitung waktu mundur,
Pada hari hari maaf di jalanan;

Di jalan raya,
Di sampingnya gereja
Tuhan menatap kita
Seperti domba tersesat
Mencuri coklat di padang rumput
Milik orangorang pelit di toko toko zaman

Tuhan agaknya tersenyum
Menyaksikan pencuri kecil
Sedang menuntaskan rasa laparnya
Mencabik coklat putih panjang
Setelah menjilati malam ke dubur pagi

Di mana lagi waktu chaos itu,
Bisa dilumat seperti coklat
Putih tahun lalu?

Singaraja, Juli 2025

Jalan ke Rumahku


: Randa

Jalan pulang menuju rumahku itu,
Melewati 10 tiang listrik
Dari pangkalan ojek
Pengkolan Minggu

Melewati rumah rumah tetangga
Dengan pagar kayu penuh daun
Juga besi karatan

Melewati beberapa mushola
Dan hamparan luas sawah
Dilingkari gunung-gunung itu,
juga jalan menuju rumahku.

Berbeton jalannya lurus berbelok
Dan sungai warnanya kuning
Mengalir di sisinya menguarkan
Bau tanah—getih kelahiran.

Bayangkan itu, kau
Ikut pulang ke rumahku
Dengan langit biru diiringi lagu
Bin Idris – Bebas Hambatan.

Turun dari kereta, misalnya,
Pergi kita menaiki angkot dari Palima.
Diantar Mang Sopir ke tempat tempat tadi,
Juga tempat duduk kecil terpisah sepanjang jalan
Pinggiran sawah;

Tempat para remaja nakal itu menyandarkan motornya
Usai balap liar sore—lanjut terus mabok malam.

Juga anak-anak kecil,
Belajar nakal menghisap rokoknya sebelum berangkat mengaji
Mereka, juga duduk di sana bergantian sebelum Maghrib.

Tapi beberapa rumah mungkin sudah kosong
Ditinggal anak-anak sebesarku sekarang.

Jauh-pergi melewati hari raya
Melewati hari libur

Meninggalkan tempat duduknya
Dan inti sari botol botol kosong,
Juga rokok melingkar sebaya
Sudah padam.

Sepuluh anak anak kecil itu juga sekarang,
Barangkali sudah besar besar. Pergi,
Melewati tidur siangnya seperti aku.

Tapi di mana aku sekarang,
Di mana mereka
Di mana jalan masuk ke rumahku
Lalu bagaimana kabar ibuku kabar abahku,
Dan tetanggaku juga sawah
Samar aku ingat—sekarang.

Sekarang, rasanya aku hanya bisa mengingat sekilas,
Dan mencium aliran sungai bau basah tanah
Dari kiriman bekal orang tua semakin sedikit.

Tapi, bagaimana kabarmu?

Singaraja, Juli 2025

Kota Tua Pesisir Berjalan di Kakimu

: Pemulung Perempuan

Perempuanku,
Aku mengerti keadaanmu sekarang.
Di kesepian kau duduk dan matamu terlepas
jatuh ke sungai deras.
Sementara di keramaian–asing dengan udara panas
Kota tua pesisir berjalan di kakimu
Menyusul dadamu terjatuh pada jurang
Paling hampa dari hidup yang licin.
Orang-orang mendongak tak pernah ke bawah memang,
Karena habis meliuk malam—pagi hari. Dan,
Ia datang setelahnya meraih sesuatu,
Lalu menemuimu
Di antara sisa sisa bar dan resto
Yang sulit dimengerti di tepi pantai
Dan sawah menggantikan bintang bulan
Kunang kunang,
2–3 kilo sisasisa,
Kau menimbangnya pada nasib.
Aku tahu rasanya dihimpit angka besar uang kecil,
Yang membuat tubuhmu semakin menciut.
Lantas kau pergi pulang-tidur,
Diantar angin dipeluk malam. Dan,
Tubuhmu merebah pada kasur
Sehalus mimpi di kamar rumah gubuk kita.

Singaraja, 2025

Ratu Amélia—Cahyani

: Kekasihku dulu

Telah melewati banyak tahun
Bunga layu masih aku bawa
Ke mana saja. Diselip di kantong,
Diselip di buku.

Baunya masih tetap sama
Kelopaknya utuh
Warnanya merah
Seperti dipotek kali pertama
Disisipkan pada surat
Diantar malu malu kencan kita
Di warung bakso makan dengan uang
Masih patungan.

Bunga layu itu aku bawa
Melewati banyak bentuk jalan hidup

Disimpan seperti ajimat
Penangkal lupa
Penangkal ingkar

Mataku satu perih menahan asing
Rasa ngilu mimpi indah janji janji

Yang sekarang jadi kering,
Tangkainya hilang entah ke mana.

Singaraja, Agustus 2025

Nanti Saja Aku Pulang

Bu,

Masih
ngisi-
Kolom
Tekateki

Singaraja, Agustus 2025

Menumbuhkan Liar Aku

Robek dagingku
Dilempar
Batu karang kayukayu

Di sela daging menganga
Tulangku nyaris nongol

Langit mengerang
Kesakitan

Menjatuhkan banyak sekali bintang
Bintang di pundak
Kaki dengkul—
Merobek kulitku itu,
Membentuk seperti palung.

Dan laut menjerit tumpahkan
Garam angin sakit
Di dalamnya bau tubuhku
Kemarau panjang.

Tanah juga berdarah
Warnanya coklat
Bau getah pepohonan

Engkau 20 sifat wujud
99 nama baik di belantara
Tempat keluh kesah tumbuh
Memborok rasa sakit manusia

Dengar ini bukan doa
Tapi semacam hutang

Aku mau minta hujan
Satu gelas kopi pait
Dua batang rokok eceran
Seporsi tipat pengganjal rasa lapar
Rasa panas rasa dingin

Puahkan kepadaku itu.

Dibayar kontan nanti—
Selepas getahgetah
Mengering seperti
Kulit kulit mati mengering
Terkelupas sekujur tubuhku

Atau kontan
Di hari-hari
Mati
Waktu
Satu
Satunya
Yang setia akan datang. Setelah,
Tak lagi liar hidupku ditutup
Tanah ditaburi bunga bunga duka. Yang,
Merebahkan aku menciumMu mesra
Lebih dekat lebih dalam—tanah.

Puah,
Puahkan kepadaku hujan deras
Tubuhku panas kemarau panjang
Dilewati ular tikus kadal liar dalam kejaran.

Robek. Sumuk.

“Aku tak pernah
mengelak
Aku terus berjalan
Tumbuh
Membau,”

Aku gulma kering di tepi jalan jalan tandus
Yang dilewati mata kaki buta mereka—
Malam tiba gigil tubuhku

Dan,
Aku menutup mata
Membayangkan itu
Kematian dekat
Memeluk satu-satunya
Lebih hangat dan wangi

Dan mereka berhenti berjalan,
Datang kepadaku menabur bunga
Mengembalikan bintang bintang di pundak
Kaki-kengkul di mata kakiku—
Semula, ke langit.

Singaraja, Agustus 2025

.

Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Made Adnyana Ole

Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Hidupkan Malam Banjar Jawa, Singaraja:  STT Yowana Taruna Wirahita Luncurkan Sanggar Seni Adi Bajra Hita

Next Post

Lawon | Cerpen Juli Prasetya

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails
Next Post
Lawon | Cerpen Juli Prasetya

Lawon | Cerpen Juli Prasetya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co