2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Topeng Bali dari Hulu ke Hilir: Dari Ritual, Hiburan, Hingga Wahana Kritik Sosial

I Gede Made Surya Darma by I Gede Made Surya Darma
August 25, 2025
in Khas
Topeng Bali dari Hulu ke Hilir: Dari Ritual, Hiburan, Hingga Wahana Kritik Sosial

Prof Made Bandem dalam seminar topeng Bulfest 2025

“Sejak kapan tari topeng berkembang menjadi seni pertunjukan di Bali?” tanya Anggara Rismandika, seorang seniman dari Buleleng kepada Prof Made Bandem.

Prof Bandem pun menjawab, “Tari topeng berkembang sebagai seni pertunjukan sejak abad ke-14. Tonggak penting terjadi pada masa pemerintahan Dalem Waturenggong di Gelgel (abad ke-15–16), dimulai dari upacara di Pura Besakih yang dipimpin Sangkul Putih, ketika tari topeng ditetapkan sebagai tari wali (sakral).”

Dialog itu terjadi pada Seminar Budaya bertajuk “Perkembangan Topeng Bali Dewasa Ini: Dari Hulu ke Hilir”, Sabtu, 23 Agustus 2025, di Gedung Wanita Laksmi Graha, Singaraja. Seminar itu dilenggarakan Dinas Kebudayaan Buleleng serangkaian acara Buleleng Festival (Bulfest) 2025.

Selain dialog tentang topeng sebagai seni pertunjukan, juga terjadi dialog tentang beda topeng Bali selatan dan topeng Bali utara dan dialog tentang karakter topeng perempuan.

Pertanyaan tentang topeng Bali selatan dan topeng Bali utara disampaikan Putu Satria Kusuma, seorang dramawan Buleleng.

“Apa yang membedakan karakter topeng Bali Utara dengan daerah lain di Bali?” tanya Putu Satria.

Prof. Bandem menjawab, “Topeng Bali Utara banyak dipengaruhi aliran bairawa. Hal ini tampak pada karya-karya Singa Ambara Raja khas Singaraja yang sarat dengan karakter bairawa. Tradisi pembuatan topeng di Tejakula, misalnya, berawal dari pemberian beberapa topeng dari Kerajaan Bangli yang kemudian dikembangkan dengan karakteristik khas, salah satunya menurut keterangan seniman Bapak Made Gelgel.”

Berbagai Hal Tentang Topeng

Seminar ini semula dijadwalkan dibuka oleh Sekda Kabupaten Buleleng, Drs. Gede Suyasa, M.Pd., namun beliau berhalangan hadir karena mendampingi kunjungan Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri, dalam agenda Bulfest 2025.

Acara kemudian dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, Drs. I Nyoman Wisandika, didampingi I Made Tegeh Okta Maheri, S.Sn., Kepala Bidang Kesenian Buleleng, selaku penanggung jawab kegiatan. Bidang Kesenian Disbud Buleleng menjadi penggerak utama pelaksanaan seminar ini.

Prof. Dr. I Made Bandem, MA, maestro tari dan akademisi terkemuka, dalam seminar itu memaparkan perjalanan topeng Bali sejak masa prasejarah hingga era kontemporer. Dalam paparannya, Prof. Bandem menyoroti perkembangan topeng mulai dari fungsinya dalam ritual animisme dan dinamisme pada zaman prasejarah (2000 SM – 800 M), transformasinya menjadi seni pertunjukan istana, hiburan rakyat, hingga media kritik sosial di era modern.

Dalam seminar ini Prof Bandem juga memperkenalkan buku terbarunya yang ditulis bersama penulis dan sejarawan seni Bruce W. Carpenter, berjudul “Masks of Bali: Between Heaven and Hell”.

Buku tersebut mengupas secara mendalam sejarah, fungsi, serta kekayaan estetika topeng Bali, sekaligus menegaskan posisinya sebagai warisan budaya dunia yang masih hidup dan relevan hingga kini.

Kehadiran I Putu Ardiyasa, S.Sn., M.Sn. sebagai moderator turut memberi warna tersendiri dalam jalannya seminar. Dengan latar belakang yang kuat di bidang seni, Ardiyasa berhasil memandu diskusi secara dinamis dan interaktif. Ia dikenal aktif mengasuh Forum Seni Suluh Tulis sejak 2022, anggota Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Bali sejak 2019, serta pernah menjadi manajer proyek Komunitas I-Pedalangan (2016–2019). Pada 2018, ia mendirikan Sanggar Seni Lemah Tulis yang konsisten mengembangkan seni tradisi di Buleleng.

Kiprah tersebut menjadikannya figur penting generasi muda yang menjembatani gagasan lintas generasi antara maestro, peneliti, dan seniman muda sehingga perannya tidak sebatas moderator, melainkan juga penggerak yang memperkaya substansi seminar.

Dialog Berlangsung Hangat

Seminar yang dihadiri seniman, akademisi, komunitas seni, serta mahasiswa dari berbagai kampus di Buleleng berlangsung hangat. Para peserta tak segan-segan menyampaikan berbagai pertanyaan kepada Prof Bandem yang memang menguasai seluk-beluk topeng di Bali.

Dian Suryantini misalnya bertanya tentang bagaimana karakter topeng perempuan Buleleng, dan apa bedanya dengan topeng lain di Bali?

Prof. Bandem menjawab topeng Buleleng memiliki karakter lebih tegas. Topeng perempuan yang ditemukan memiliki alis agak tebal, mata besar dan cerdas dengan ujung mata tipis, telinga lebar, serta garis bibir tegas. Topeng ini kemungkinan merepresentasikan wajah perempuan masa lampau, sekaligus menunjukkan pengaruh luar karena Buleleng merupakan wilayah pertama yang dituju ketika sampai Bali, mengingat pintu masuk utama dulu ada di Pelabuhan Julah. Topeng tersebut diduga digunakan dalam persembahan untuk menghormati perempuan, terlihat dari aksesoris seperti anting (subang) pada telinganya.

Sementara itu, I Gede Made Surya Darma bertanya tentang apakah Van der Tuuk juga meneliti topeng, selain bahasa?

Kata Surya Darma, pada masa kehadiran J.H.C. Van der Tuuk di Bali tahun 1870–1880-an, beliau diketahui banyak mengoleksi lukisan Bali, termasuk karya seniman Bali Utara. Apakah iajuga meneliti topeng? Bagaimana dengan pameran besar di Paris pada 1931 dan 1937, siapa seniman topeng Bali Utara yang terlibat?

Hingga kini, jawab Prof Bandem, belum ditemukan catatan Van der Tuuk mengenai penelitian topeng. Namun, salah satu pelukis Bali Utara, I Ketut Gede, pernah melukis barong dan rangda dengan bentuk menyerupai Barong Bangkal, meskipun topeng yang digambarkan adalah barong ket.

Catatan keterlibatan seniman topeng Bali Utara dalam pameran internasional Paris 1931 (Colonial Exhibition) dan 1937 (Exposition Internationale des Arts et Techniques dans la Vie Moderne) juga belum ditemukan sehingga memerlukan penelitian lebih lanjut. Kedua pameran tersebut menjadi cikal bakal pariwisata Bali. Bahkan sejak 1924, Buleleng sudah dikunjungi wisatawan melalui agen perjalanan Koninklijke Paketvaart Maatschappij (KPM) dari Belanda.

Ketut Suartana, seorang peserta bertanya, apakah seorang penari topeng harus berasal dari keturunan atau klan tertentu?

Menurut Prof. Bandem, siapa pun dapat menjadi penari topeng dengan latihan serius hingga profesional. Idealnya, seorang penari juga mempelajari lontar Darma Pegambuhan, karena tari topeng merupakan penerjemahan Weda ke-5 yang sarat simbol gerakan mudra dalam puja. Penari juga dianjurkan memahami ajaran Dasa Bayu untuk meningkatkan taksu dan mendalami babad topeng, salah satunya Babad Sidakarya

Dalam kesempatan itu, Prof. Bandem juga menyinggung keberadaan Barong Bangkal, barong khas Buleleng Barat dengan ciri topeng berukuran kecil.

Menjelang akhir seminar, Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui I Made Tegeh Okta Maheri, S.Sn. menyerahkan penghargaan kepada Prof. Bandem atas dedikasinya dalam pengembangan seni tari dan topeng Bali. Penghargaan juga diberikan kepada I Putu Ardiyasa, S.Sn., M.Sn. selaku moderator, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam kesuksesan acara.

Sebagai penutup, dilakukan penyerahan buku Jaya Prana karya Putu Satria kepada Prof. Bandem. Momen ini menjadi simbol kolaborasi lintas generasi antara seniman muda dan maestro tari Bali, sekaligus menegaskan pentingnya kesinambungan tradisi dalam menjaga kebudayaan.

Seminar ini tidak hanya menghadirkan diskusi akademis, tetapi juga menjadi ruang pertukaran pengetahuan antara generasi seniman, peneliti, dan komunitas seni. Kehadiran beragam peserta membuktikan bahwa seni topeng masih memiliki daya hidup kuat, bukan sekadar tontonan, tetapi juga identitas budaya sekaligus spiritual masyarakat Buleleng dan Bali. [T]

Penulis: I Gede Made Surya Darma
Editor: Adnyana Ole

  • BACA artikel lain dari penulis I GEDE MADE SURYA DARMA
Tags: bulfestBulfest 2025Prof Made Bandemtopeng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Merasa Paling Tahu Padahal Belum Tentu: Fenomena “Dunning-Kruger Effect”

Next Post

Kesetiaan Seekor Anjing, Dharma, dan Kesadaran Manusia

I Gede Made Surya Darma

I Gede Made Surya Darma

Pelukis. Lulusan ISI Yogyakarta. Founder Lepud Art Management

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Kesetiaan Seekor Anjing, Dharma, dan Kesadaran Manusia

Kesetiaan Seekor Anjing, Dharma, dan Kesadaran Manusia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co