23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kesetiaan Seekor Anjing, Dharma, dan Kesadaran Manusia

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
August 26, 2025
in Esai
Kesetiaan Seekor Anjing, Dharma, dan Kesadaran Manusia

Ilustrasi tatkala.co | Diolah dengan Canva

DALAM epos Mahābhārata, terdapat sebuah kisah yang sederhana namun sarat makna: perjalanan terakhir Yudhiṣṭhira menuju Svarga Loka ditemani seekor anjing. Semua saudaranya dan istrinya gugur di jalan, tetapi seekor anjing setia tetap mengikuti langkahnya. Ketika para dewa datang menjemput Yudhiṣṭhira ke surga, mereka menolak keberadaan anjing itu. Namun Yudhiṣṭhira menolak masuk tanpa sahabat setianya. Baginya, meninggalkan makhluk yang setia berarti mengkhianati Dharma. Pada akhirnya, anjing itu menampakkan jati dirinya sebagai Dharma, simbol sekaligus prinsip kebenaran yang setia menemani manusia hingga akhir hayat.

Kisah ini menyingkap makna mendalam: harta, keluarga, bahkan tubuh jasmani pada akhirnya akan ditinggalkan, tetapi kesetiaan pada Dharma adalah pendamping sejati yang menghantar manusia menuju kebebasan.

Kesetiaan Anjing di Jepang: Hachikō

Cerita serupa muncul dalam sejarah modern Jepang. Di awal abad ke-20, ada seekor anjing bernama Hachikō yang setiap hari menunggu tuannya, Profesor Ueno, di stasiun Shibuya. Bahkan setelah sang profesor meninggal mendadak, Hachikō tetap menunggu di stasiun yang sama setiap hari selama sembilan tahun, hingga akhirnya mati di tempat yang sama. Kesetiaan ini membuat Hachikō dikenang sebagai simbol cinta tanpa syarat dan loyalitas sejati, hingga dibangun patungnya di Shibuya sebagai pengingat.

Jika Yudhiṣṭhira menolak surga demi seekor anjing, maka rakyat Jepang justru “membangunkan surga” di hati mereka dengan memuliakan kesetiaan seekor anjing. Dalam kedua kisah ini, anjing menjadi guru manusia: mengajarkan tentang kasih yang melampaui logika, melintasi batas hidup dan mati.

Kisah Kesetiaan di Belahan Dunia Lain

Bukan hanya di India atau Jepang, kisah serupa hadir di berbagai belahan dunia. Di Yunani kuno, anjing bernama Argos menunggu tuannya, Odysseus, selama dua puluh tahun. Ketika Odysseus kembali dari perang, Argos yang renta hanya sempat menyambutnya sebentar sebelum mati dengan tenang. Dalam legenda Skotlandia, anjing bernama Greyfriars Bobby menjaga makam tuannya selama 14 tahun tanpa henti.

Kesamaan kisah-kisah ini menunjukkan bahwa nilai kesetiaan bukan monopoli suatu budaya. Ia adalah archetype universal dalam kesadaran manusia: bahwa cinta tulus dan pengabdian tanpa pamrih merupakan inti kemanusiaan.

Refleksi dalam Peta Kesadaran David Hawkins

David R. Hawkins, dalam Map of Consciousness, memetakan kesadaran manusia dari tingkat terendah (shame, guilt, fear) hingga tertinggi (love, joy, peace, enlightenment). Menariknya, kesetiaan seekor anjing bisa jadi  berada pada getaran cinta tanpa syarat (unconditional love), yang nilainya sangat tinggi (sekitar level 500 ke atas).

Yudhiṣṭhira menolak meninggalkan anjingnya karena ia sudah berada pada level kesadaran kasih universal: ia melihat Dharma dan cinta kasih dalam makhluk yang dianggap hina oleh sebagaian masyarakat. Demikian pula Hachikō, Argos, atau Greyfriars Bobby: mereka mengajarkan bahwa cinta sejati bukan soal kepentingan, melainkan pengabdian tanpa batas.

Dalam konteks ini, anjing adalah cermin bagi manusia. Bila makhluk sederhana mampu bergetar pada level cinta tanpa syarat, bagaimana dengan manusia yang memiliki buddhi (wijnanamaya kosha) bahkan kesadaran Ilahi (anandamaya kosha)? Kisah ini seolah menantang kita: Apakah kita sudah hidup sesuai Dharma dan kasih universal, atau justru masih terjebak dalam ego, ambisi, dan kepentingan diri, atau kelompok?

Relevansi untuk Kehidupan Modern

  1. Kepemimpinan
    Yudhiṣṭhira menunjukkan bahwa pemimpin sejati tidak mengabaikan yang lemah. Dalam dunia modern, pemimpin politik atau sosial diuji bukan hanya oleh keputusan besar, tetapi juga oleh keberpihakannya pada “yang kecil” — kaum miskin, minoritas, yang tertindas dan makhluk tanpa bersuara.
  2. Kemanusiaan dan Ekologi
    Kesetiaan terhadap anjing dalam kisah-kisah ini dapat ditafsirkan sebagai ajakan untuk memperluas kasih sayang kepada seluruh ciptaan. Dunia modern yang penuh eksploitasi terhadap alam membutuhkan kesadaran bahwa Dharma tidak hanya untuk manusia, tetapi juga untuk bumi dan semua makhluk hidup, flora dan fauna.
  3. Spiritualitas Sehari-hari
    Kesadaran bukan hanya dicapai di tempat latihan meditasi, yoga, atau tempat suci, melainkan juga di ruang sederhana: setia pada janji, tidak mengkhianati kepercayaan, dan peduli pada yang lemah. Di sinilah Dharma hidup nyata.

Kisah Yudhiṣṭhira dan anjing menuju Svarga Loka, Hachikō di Jepang, Argos di Yunani, hingga Greyfriars Bobby di Skotlandia, semuanya berbicara dalam satu bahasa universal: kesetiaan adalah wajah Dharma, dan kasih tanpa syarat adalah pintu menuju surga atau kemuliaan.

David Hawkins mengingatkan kita bahwa level cinta universal adalah titik balik kesadaran manusia. Anjing-anjing setia itu menjadi guru bisu bagi kita, mengajarkan bahwa surga bukanlah tujuan geografis, melainkan kualitas hati, kemuliaan dan keilahian dalam diri. Yudhiṣṭhira akhirnya masuk Svarga Loka bukan karena kemenangan di Kurukshetra, melainkan karena kesetiaan pada Dharma — kesetiaan yang diwujudkan dalam bentuk seekor anjing.

Maka, pelajaran bagi kita semua: jangan remehkan kebaikan kecil, kesetiaan sederhana, atau kasih pada makhluk hina. Di situlah pintu surga terbuka, di situlah Dharma bersemayam, dan di situlah kesadaran manusia menemukan puncaknya. [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Empat Tokoh Agung yang Memilih Pihak Kurawa: Pelajaran dari Mahabharata dalam Perspektif Peta Kesadaran Hawkins
Dharma Kshatriya: Refleksi atas Krisis Sampah di Bali
Antara Kekuasaan dan Kesadaran: Mencari Makna Spiritual dalam Era Digital Indonesia
Bali Bukan untuk Dijual: Seruan Kesadaran untuk Generasi Muda di Tengah Invasi Harapan Semu
Tags: anjing balianjing peliharaanDavid Hawkinskepemimpinanpemimpin
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Topeng Bali dari Hulu ke Hilir: Dari Ritual, Hiburan, Hingga Wahana Kritik Sosial

Next Post

Kisah di Balik Manisnya Dodol Bali Mula Mesari Desa Julah

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails

‘Lamak’ dan ‘Maceniga’:Tantangan Praktik Budaya di Tengah Modernitas

by Pande Susan
June 18, 2026
0
‘Lamak’ dan ‘Maceniga’:Tantangan Praktik Budaya di Tengah Modernitas

SAAT matahari mulai menuju satu garis lurus di atas kepala, derau ritmis mengisi ruang di bawah atap Bale Daja rumahku...

Read moreDetails
Next Post
Kisah di Balik Manisnya Dodol Bali Mula Mesari Desa Julah

Kisah di Balik Manisnya Dodol Bali Mula Mesari Desa Julah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar
Tualang

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

by Made Wirya
June 21, 2026
Lubang | Cerpen Asmaran Dani
Cerpen

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

by Asmaran Dani
June 21, 2026
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi
Puisi

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

by Mahesa Putra
June 21, 2026
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045
Esai

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

by Dewa Rhadea
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co