3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kesetiaan Seekor Anjing, Dharma, dan Kesadaran Manusia

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
August 26, 2025
in Esai
Kesetiaan Seekor Anjing, Dharma, dan Kesadaran Manusia

Ilustrasi tatkala.co | Diolah dengan Canva

DALAM epos Mahābhārata, terdapat sebuah kisah yang sederhana namun sarat makna: perjalanan terakhir Yudhiṣṭhira menuju Svarga Loka ditemani seekor anjing. Semua saudaranya dan istrinya gugur di jalan, tetapi seekor anjing setia tetap mengikuti langkahnya. Ketika para dewa datang menjemput Yudhiṣṭhira ke surga, mereka menolak keberadaan anjing itu. Namun Yudhiṣṭhira menolak masuk tanpa sahabat setianya. Baginya, meninggalkan makhluk yang setia berarti mengkhianati Dharma. Pada akhirnya, anjing itu menampakkan jati dirinya sebagai Dharma, simbol sekaligus prinsip kebenaran yang setia menemani manusia hingga akhir hayat.

Kisah ini menyingkap makna mendalam: harta, keluarga, bahkan tubuh jasmani pada akhirnya akan ditinggalkan, tetapi kesetiaan pada Dharma adalah pendamping sejati yang menghantar manusia menuju kebebasan.

Kesetiaan Anjing di Jepang: Hachikō

Cerita serupa muncul dalam sejarah modern Jepang. Di awal abad ke-20, ada seekor anjing bernama Hachikō yang setiap hari menunggu tuannya, Profesor Ueno, di stasiun Shibuya. Bahkan setelah sang profesor meninggal mendadak, Hachikō tetap menunggu di stasiun yang sama setiap hari selama sembilan tahun, hingga akhirnya mati di tempat yang sama. Kesetiaan ini membuat Hachikō dikenang sebagai simbol cinta tanpa syarat dan loyalitas sejati, hingga dibangun patungnya di Shibuya sebagai pengingat.

Jika Yudhiṣṭhira menolak surga demi seekor anjing, maka rakyat Jepang justru “membangunkan surga” di hati mereka dengan memuliakan kesetiaan seekor anjing. Dalam kedua kisah ini, anjing menjadi guru manusia: mengajarkan tentang kasih yang melampaui logika, melintasi batas hidup dan mati.

Kisah Kesetiaan di Belahan Dunia Lain

Bukan hanya di India atau Jepang, kisah serupa hadir di berbagai belahan dunia. Di Yunani kuno, anjing bernama Argos menunggu tuannya, Odysseus, selama dua puluh tahun. Ketika Odysseus kembali dari perang, Argos yang renta hanya sempat menyambutnya sebentar sebelum mati dengan tenang. Dalam legenda Skotlandia, anjing bernama Greyfriars Bobby menjaga makam tuannya selama 14 tahun tanpa henti.

Kesamaan kisah-kisah ini menunjukkan bahwa nilai kesetiaan bukan monopoli suatu budaya. Ia adalah archetype universal dalam kesadaran manusia: bahwa cinta tulus dan pengabdian tanpa pamrih merupakan inti kemanusiaan.

Refleksi dalam Peta Kesadaran David Hawkins

David R. Hawkins, dalam Map of Consciousness, memetakan kesadaran manusia dari tingkat terendah (shame, guilt, fear) hingga tertinggi (love, joy, peace, enlightenment). Menariknya, kesetiaan seekor anjing bisa jadi  berada pada getaran cinta tanpa syarat (unconditional love), yang nilainya sangat tinggi (sekitar level 500 ke atas).

Yudhiṣṭhira menolak meninggalkan anjingnya karena ia sudah berada pada level kesadaran kasih universal: ia melihat Dharma dan cinta kasih dalam makhluk yang dianggap hina oleh sebagaian masyarakat. Demikian pula Hachikō, Argos, atau Greyfriars Bobby: mereka mengajarkan bahwa cinta sejati bukan soal kepentingan, melainkan pengabdian tanpa batas.

Dalam konteks ini, anjing adalah cermin bagi manusia. Bila makhluk sederhana mampu bergetar pada level cinta tanpa syarat, bagaimana dengan manusia yang memiliki buddhi (wijnanamaya kosha) bahkan kesadaran Ilahi (anandamaya kosha)? Kisah ini seolah menantang kita: Apakah kita sudah hidup sesuai Dharma dan kasih universal, atau justru masih terjebak dalam ego, ambisi, dan kepentingan diri, atau kelompok?

Relevansi untuk Kehidupan Modern

  1. Kepemimpinan
    Yudhiṣṭhira menunjukkan bahwa pemimpin sejati tidak mengabaikan yang lemah. Dalam dunia modern, pemimpin politik atau sosial diuji bukan hanya oleh keputusan besar, tetapi juga oleh keberpihakannya pada “yang kecil” — kaum miskin, minoritas, yang tertindas dan makhluk tanpa bersuara.
  2. Kemanusiaan dan Ekologi
    Kesetiaan terhadap anjing dalam kisah-kisah ini dapat ditafsirkan sebagai ajakan untuk memperluas kasih sayang kepada seluruh ciptaan. Dunia modern yang penuh eksploitasi terhadap alam membutuhkan kesadaran bahwa Dharma tidak hanya untuk manusia, tetapi juga untuk bumi dan semua makhluk hidup, flora dan fauna.
  3. Spiritualitas Sehari-hari
    Kesadaran bukan hanya dicapai di tempat latihan meditasi, yoga, atau tempat suci, melainkan juga di ruang sederhana: setia pada janji, tidak mengkhianati kepercayaan, dan peduli pada yang lemah. Di sinilah Dharma hidup nyata.

Kisah Yudhiṣṭhira dan anjing menuju Svarga Loka, Hachikō di Jepang, Argos di Yunani, hingga Greyfriars Bobby di Skotlandia, semuanya berbicara dalam satu bahasa universal: kesetiaan adalah wajah Dharma, dan kasih tanpa syarat adalah pintu menuju surga atau kemuliaan.

David Hawkins mengingatkan kita bahwa level cinta universal adalah titik balik kesadaran manusia. Anjing-anjing setia itu menjadi guru bisu bagi kita, mengajarkan bahwa surga bukanlah tujuan geografis, melainkan kualitas hati, kemuliaan dan keilahian dalam diri. Yudhiṣṭhira akhirnya masuk Svarga Loka bukan karena kemenangan di Kurukshetra, melainkan karena kesetiaan pada Dharma — kesetiaan yang diwujudkan dalam bentuk seekor anjing.

Maka, pelajaran bagi kita semua: jangan remehkan kebaikan kecil, kesetiaan sederhana, atau kasih pada makhluk hina. Di situlah pintu surga terbuka, di situlah Dharma bersemayam, dan di situlah kesadaran manusia menemukan puncaknya. [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Empat Tokoh Agung yang Memilih Pihak Kurawa: Pelajaran dari Mahabharata dalam Perspektif Peta Kesadaran Hawkins
Dharma Kshatriya: Refleksi atas Krisis Sampah di Bali
Antara Kekuasaan dan Kesadaran: Mencari Makna Spiritual dalam Era Digital Indonesia
Bali Bukan untuk Dijual: Seruan Kesadaran untuk Generasi Muda di Tengah Invasi Harapan Semu
Tags: anjing balianjing peliharaanDavid Hawkinskepemimpinanpemimpin
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Topeng Bali dari Hulu ke Hilir: Dari Ritual, Hiburan, Hingga Wahana Kritik Sosial

Next Post

Kisah di Balik Manisnya Dodol Bali Mula Mesari Desa Julah

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Kisah di Balik Manisnya Dodol Bali Mula Mesari Desa Julah

Kisah di Balik Manisnya Dodol Bali Mula Mesari Desa Julah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co