2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kesetiaan Seekor Anjing, Dharma, dan Kesadaran Manusia

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
August 26, 2025
in Esai
Kesetiaan Seekor Anjing, Dharma, dan Kesadaran Manusia

Ilustrasi tatkala.co | Diolah dengan Canva

DALAM epos Mahābhārata, terdapat sebuah kisah yang sederhana namun sarat makna: perjalanan terakhir Yudhiṣṭhira menuju Svarga Loka ditemani seekor anjing. Semua saudaranya dan istrinya gugur di jalan, tetapi seekor anjing setia tetap mengikuti langkahnya. Ketika para dewa datang menjemput Yudhiṣṭhira ke surga, mereka menolak keberadaan anjing itu. Namun Yudhiṣṭhira menolak masuk tanpa sahabat setianya. Baginya, meninggalkan makhluk yang setia berarti mengkhianati Dharma. Pada akhirnya, anjing itu menampakkan jati dirinya sebagai Dharma, simbol sekaligus prinsip kebenaran yang setia menemani manusia hingga akhir hayat.

Kisah ini menyingkap makna mendalam: harta, keluarga, bahkan tubuh jasmani pada akhirnya akan ditinggalkan, tetapi kesetiaan pada Dharma adalah pendamping sejati yang menghantar manusia menuju kebebasan.

Kesetiaan Anjing di Jepang: Hachikō

Cerita serupa muncul dalam sejarah modern Jepang. Di awal abad ke-20, ada seekor anjing bernama Hachikō yang setiap hari menunggu tuannya, Profesor Ueno, di stasiun Shibuya. Bahkan setelah sang profesor meninggal mendadak, Hachikō tetap menunggu di stasiun yang sama setiap hari selama sembilan tahun, hingga akhirnya mati di tempat yang sama. Kesetiaan ini membuat Hachikō dikenang sebagai simbol cinta tanpa syarat dan loyalitas sejati, hingga dibangun patungnya di Shibuya sebagai pengingat.

Jika Yudhiṣṭhira menolak surga demi seekor anjing, maka rakyat Jepang justru “membangunkan surga” di hati mereka dengan memuliakan kesetiaan seekor anjing. Dalam kedua kisah ini, anjing menjadi guru manusia: mengajarkan tentang kasih yang melampaui logika, melintasi batas hidup dan mati.

Kisah Kesetiaan di Belahan Dunia Lain

Bukan hanya di India atau Jepang, kisah serupa hadir di berbagai belahan dunia. Di Yunani kuno, anjing bernama Argos menunggu tuannya, Odysseus, selama dua puluh tahun. Ketika Odysseus kembali dari perang, Argos yang renta hanya sempat menyambutnya sebentar sebelum mati dengan tenang. Dalam legenda Skotlandia, anjing bernama Greyfriars Bobby menjaga makam tuannya selama 14 tahun tanpa henti.

Kesamaan kisah-kisah ini menunjukkan bahwa nilai kesetiaan bukan monopoli suatu budaya. Ia adalah archetype universal dalam kesadaran manusia: bahwa cinta tulus dan pengabdian tanpa pamrih merupakan inti kemanusiaan.

Refleksi dalam Peta Kesadaran David Hawkins

David R. Hawkins, dalam Map of Consciousness, memetakan kesadaran manusia dari tingkat terendah (shame, guilt, fear) hingga tertinggi (love, joy, peace, enlightenment). Menariknya, kesetiaan seekor anjing bisa jadi  berada pada getaran cinta tanpa syarat (unconditional love), yang nilainya sangat tinggi (sekitar level 500 ke atas).

Yudhiṣṭhira menolak meninggalkan anjingnya karena ia sudah berada pada level kesadaran kasih universal: ia melihat Dharma dan cinta kasih dalam makhluk yang dianggap hina oleh sebagaian masyarakat. Demikian pula Hachikō, Argos, atau Greyfriars Bobby: mereka mengajarkan bahwa cinta sejati bukan soal kepentingan, melainkan pengabdian tanpa batas.

Dalam konteks ini, anjing adalah cermin bagi manusia. Bila makhluk sederhana mampu bergetar pada level cinta tanpa syarat, bagaimana dengan manusia yang memiliki buddhi (wijnanamaya kosha) bahkan kesadaran Ilahi (anandamaya kosha)? Kisah ini seolah menantang kita: Apakah kita sudah hidup sesuai Dharma dan kasih universal, atau justru masih terjebak dalam ego, ambisi, dan kepentingan diri, atau kelompok?

Relevansi untuk Kehidupan Modern

  1. Kepemimpinan
    Yudhiṣṭhira menunjukkan bahwa pemimpin sejati tidak mengabaikan yang lemah. Dalam dunia modern, pemimpin politik atau sosial diuji bukan hanya oleh keputusan besar, tetapi juga oleh keberpihakannya pada “yang kecil” — kaum miskin, minoritas, yang tertindas dan makhluk tanpa bersuara.
  2. Kemanusiaan dan Ekologi
    Kesetiaan terhadap anjing dalam kisah-kisah ini dapat ditafsirkan sebagai ajakan untuk memperluas kasih sayang kepada seluruh ciptaan. Dunia modern yang penuh eksploitasi terhadap alam membutuhkan kesadaran bahwa Dharma tidak hanya untuk manusia, tetapi juga untuk bumi dan semua makhluk hidup, flora dan fauna.
  3. Spiritualitas Sehari-hari
    Kesadaran bukan hanya dicapai di tempat latihan meditasi, yoga, atau tempat suci, melainkan juga di ruang sederhana: setia pada janji, tidak mengkhianati kepercayaan, dan peduli pada yang lemah. Di sinilah Dharma hidup nyata.

Kisah Yudhiṣṭhira dan anjing menuju Svarga Loka, Hachikō di Jepang, Argos di Yunani, hingga Greyfriars Bobby di Skotlandia, semuanya berbicara dalam satu bahasa universal: kesetiaan adalah wajah Dharma, dan kasih tanpa syarat adalah pintu menuju surga atau kemuliaan.

David Hawkins mengingatkan kita bahwa level cinta universal adalah titik balik kesadaran manusia. Anjing-anjing setia itu menjadi guru bisu bagi kita, mengajarkan bahwa surga bukanlah tujuan geografis, melainkan kualitas hati, kemuliaan dan keilahian dalam diri. Yudhiṣṭhira akhirnya masuk Svarga Loka bukan karena kemenangan di Kurukshetra, melainkan karena kesetiaan pada Dharma — kesetiaan yang diwujudkan dalam bentuk seekor anjing.

Maka, pelajaran bagi kita semua: jangan remehkan kebaikan kecil, kesetiaan sederhana, atau kasih pada makhluk hina. Di situlah pintu surga terbuka, di situlah Dharma bersemayam, dan di situlah kesadaran manusia menemukan puncaknya. [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Empat Tokoh Agung yang Memilih Pihak Kurawa: Pelajaran dari Mahabharata dalam Perspektif Peta Kesadaran Hawkins
Dharma Kshatriya: Refleksi atas Krisis Sampah di Bali
Antara Kekuasaan dan Kesadaran: Mencari Makna Spiritual dalam Era Digital Indonesia
Bali Bukan untuk Dijual: Seruan Kesadaran untuk Generasi Muda di Tengah Invasi Harapan Semu
Tags: anjing balianjing peliharaanDavid Hawkinskepemimpinanpemimpin
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Topeng Bali dari Hulu ke Hilir: Dari Ritual, Hiburan, Hingga Wahana Kritik Sosial

Next Post

Kisah di Balik Manisnya Dodol Bali Mula Mesari Desa Julah

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Kisah di Balik Manisnya Dodol Bali Mula Mesari Desa Julah

Kisah di Balik Manisnya Dodol Bali Mula Mesari Desa Julah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co