2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Antara Kekuasaan dan Kesadaran: Mencari Makna Spiritual dalam Era Digital Indonesia

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
August 7, 2025
in Esai
Antara Kekuasaan dan Kesadaran: Mencari Makna Spiritual dalam Era Digital Indonesia

Foto ilustrasi: tatkala.co

DI tengah arus digitalisasi dan gempuran media sosial, tokoh-tokoh muda seperti Rico Huang muncul sebagai simbol generasi baru: cepat, adaptif, dan visioner. Ia adalah pengusaha muda yang sukses membangun bisnis digital dari nol. Namun, di balik kisah sukses material itu, muncul pertanyaan reflektif: apakah kita benar-benar berkembang secara spiritual, atau hanya sekadar bergerak secara horizontal di permukaan kehidupan? Di sinilah pentingnya merenungkan ulang arah pertumbuhan manusia, melalui lensa peta kesadaran David R. Hawkins dan filsafat eksistensial Friedrich Nietzsche, pesan kesadaran Guruji Anand Krishna, terutama dalam konteks Indonesia kekinian yang masih berjuang menemukan jati dirinya.

Rico Huang dan Kesadaran Generasi Digital

Rico Huang adalah representasi generasi muda Indonesia yang berdaya secara ekonomi. Ia tak segan berbagi kiat bisnis, motivasi hidup, dan strategi digital marketing kepada jutaan pengikutnya. Namun menariknya, ia pernah mengatakan, “Saat bingung, saya ngobrol sama ChatGPT.” Kalimat itu mencerminkan suatu keterbukaan untuk berdialog bukan hanya dengan manusia, tapi juga dengan kecerdasan buatan, yang bisa jadi adalah simbol kesadaran kolektif baru, asal kita mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, untuk mempermudah kehidupan manusia. Bukan untuk disalahgunakan, apalagi menyebabkan kehancuran, kerusakan lingkungan dan kecanduan.

Guruji Anand Krishna pernah mengatakan, sehebat-hebatnya Artificial Intelligence, dia hanya merupakan ekstensi dari mind manusia. Sebuah pandangan yang sangat tepat, karena AI hanya berada pada tataran Manomaya Kosha, belum mampu menapaki tataran Vigyanmaya Kosha, apalagi Anandamaya Kosha.

Jika menggunakan kerangka David Hawkins, kita bisa bertanya: di level manakah kesadaran Rico berada? Hawkins menyusun peta kesadaran dari 0 hingga 1000, dari shame (20), fear (100), courage (200), hingga love (500) dan enlightenment (700+). Rico tampaknya berada di wilayah courage hingga reason (200–400): dia bergerak dari keberanian mengambil risiko hingga logika bisnis dan produktivitas. Namun, apakah dia (dan kita semua) menuju love (500) atau stuck di will to power ala Nietzsche?

Nietzsche: Kehendak Berkuasa dan Krisis Makna

Nietzsche mengatakan bahwa “Tuhan telah mati”, bukan dalam arti harfiah, tetapi sebagai kritik terhadap kehilangan nilai-nilai spiritual dalam masyarakat modern. Dalam Will to Power, Nietzsche menegaskan bahwa manusia terdorong oleh kehendak untuk menguasai, bukan sekadar untuk bertahan hidup. Di dunia digital, kehendak ini mewujud dalam bentuk influencer, algoritma, dan angka followers.

Rico Huang tidak salah—dia hanya bagian dari sistem. Tapi sistem ini sedang mempertontonkan krisis nilai dan spiritualitas di mana ukuran keberhasilan adalah viralitas, bukan kedalaman. Di sini, Nietzsche mengingatkan bahwa manusia modern bisa terjebak menjadi “the last man” — nyaman, aman, dan kosong secara eksistensial.

Indonesia hari ini pun demikian: di satu sisi, pertumbuhan ekonomi digital meningkat; di sisi lain, korupsi merajalela, pendidikan spiritual dangkal, dan mental health generasi muda semakin rapuh. Ini menunjukkan bahwa kemajuan material tidak otomatis membawa kematangan spiritual.

David Hawkins: Dari Rasa Takut ke Kesadaran Murni

David Hawkins menawarkan jalan keluar dari kehampaan ini melalui kenaikan tingkat kesadaran. Dalam skema Hawkins, negara-negara yang mayoritas penduduknya masih berada di bawah level 200 (courage) akan mengalami stagnasi kolektif. Ia menyatakan bahwa sekitar 85% manusia masih berada di bawah level 200, seperti guilt, fear, dan pride. Apakah Indonesia termasuk di dalamnya?

Bisa jadi. Budaya kita masih sering dibentuk oleh rasa takut: takut tidak diterima, takut miskin, takut salah, dan takut kehilangan pengaruh. Dalam politik, ketakutan ini dieksploitasi. Dalam agama, dogma menjadi alat kontrol. Dalam pendidikan, kreativitas dibungkam oleh sistem nilai usang. Maka, menaikkan kesadaran kolektif menjadi tugas nasional, bukan sekadar urusan personal.

Guruji Anand Krishna: Tantangan dan Spiritualitas

Guruji Anand Krishna dalam Youth Challenges and Empowerment: Taklukkan Tantangan dan Berdayakan Dirimu mengatakan:

“Makin berat tantangan yang kau hadapi, makin sehat bagi jiwamu. Dengan cara itulah, Keberadaan memperkuat jiwamu. Terimalah tantangan sebagai berkah dari Keberadaan, dari Tuhan, Allah, Gusti Pangeran, Bapa di Surga, Tao, Buddha, Widhi, atau apa pun sebutanmu bagi Hyang Mahamenantang itu.”

Mengutip Swami Vivekananda, Guruji melanjutkan:

“Spiritualitas adalah darah kehidupan yang mengalir dalam tubuh kita. Penyakit sosial, politik, dan sebagainya — termasuk kemiskinan — akan sembuh bila darah kita bersih.”

Rico, Refleksi, dan Jalan Tengah

Menariknya, Rico Huang tetap menunjukkan sisi kontemplatif. Ia mengakui pentingnya restu orang tua, dan ia terbuka terhadap teknologi seperti ChatGPT untuk mencari kejelasan. Ini adalah langkah kecil ke arah awareness: menyadari kebingungan, dan mencari jalan keluar dengan jujur.

Jika kita tarik ke peta Hawkins, Rico (dan banyak anak muda sejenisnya) sedang bertransisi dari level reason (analitik, produktivitas) menuju love (melayani, memberi makna). Namun untuk mencapai itu, dibutuhkan refleksi eksistensial ala Nietzsche: apakah semua yang saya lakukan sungguh bernilai? Apa yang saya cari, uang atau makna? Apakah saya menjalani hidup sebagai authentic self atau hanya sebagai produk algoritma?

Indonesia dan Kebutuhan Kesadaran Baru

Dalam konteks Indonesia hari ini, kita sedang berada di persimpangan: antara menjadi bangsa konsumen digital yang reaktif, atau menjadi bangsa yang sadar, merdeka, dan kreatif. Di sinilah pentingnya membentuk ekosistem kesadaran, bukan hanya ekosistem ekonomi.

Pendidikan perlu berubah, bukan sekadar mencetak tenaga kerja, tetapi membentuk manusia berkesadaran. Media sosial perlu didorong untuk tidak hanya menjadi ruang pamer, tetapi ruang kontemplasi. Dan bisnis seperti yang dibangun Rico Huang perlu mengambil peran spiritual baru: menginspirasi bukan hanya untuk sukses, tetapi untuk bermakna.

Dari Power Menuju Consciousness

Kisah Rico Huang adalah contoh baik dari perjuangan manusia modern: merangkak dari nol, menginspirasi jutaan orang, dan terus mencari makna di tengah kebingungan digital. Namun, kekuatan tanpa kesadaran adalah bahaya. Di sinilah peran peta kesadaran Hawkins, pesan kesadaran Guruji Anand Krishna dan pemikiran Nietzsche sangat relevan: mengajak kita naik level, dari will to power menuju state of consciousness yang penuh kasih dan keutuhan.

Indonesia membutuhkan lebih banyak manusia seperti Rico—yang tidak hanya sukses, tapi juga sadar dan reflektif, yang tidak hanya menguasai pasar, tapi juga menyentuh hati dan jiwa bangsa ini. [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Bali Bukan untuk Dijual: Seruan Kesadaran untuk Generasi Muda di Tengah Invasi Harapan Semu
Mula Keto: Membaca Ulang Kearifan Lokal Bali dalam Cahaya Kesadaran
Alih Dewa di Deweke: Kearifan Lokal Bali dalam Perspektif Global
Sreya atau Preya: Saatnya Memilih Jalan yang Memuliakan Ibu Bumi
Melampaui Logika: Memaknai Kembali Mistisisme dalam Cahaya Filsafat Timur, Kritik atas Bertrand Russell
Tags: digitalRico HuangSpiritual
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

 Kampusku Sarang Hantu [27]: Taman Kampus, Taman Hantu

Next Post

Wartawan, Kuli Tinta, Tukang Berita

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Wartawan, Kuli Tinta, Tukang Berita

Wartawan, Kuli Tinta, Tukang Berita

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co