24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Antara Kekuasaan dan Kesadaran: Mencari Makna Spiritual dalam Era Digital Indonesia

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
August 7, 2025
in Esai
Antara Kekuasaan dan Kesadaran: Mencari Makna Spiritual dalam Era Digital Indonesia

Foto ilustrasi: tatkala.co

DI tengah arus digitalisasi dan gempuran media sosial, tokoh-tokoh muda seperti Rico Huang muncul sebagai simbol generasi baru: cepat, adaptif, dan visioner. Ia adalah pengusaha muda yang sukses membangun bisnis digital dari nol. Namun, di balik kisah sukses material itu, muncul pertanyaan reflektif: apakah kita benar-benar berkembang secara spiritual, atau hanya sekadar bergerak secara horizontal di permukaan kehidupan? Di sinilah pentingnya merenungkan ulang arah pertumbuhan manusia, melalui lensa peta kesadaran David R. Hawkins dan filsafat eksistensial Friedrich Nietzsche, pesan kesadaran Guruji Anand Krishna, terutama dalam konteks Indonesia kekinian yang masih berjuang menemukan jati dirinya.

Rico Huang dan Kesadaran Generasi Digital

Rico Huang adalah representasi generasi muda Indonesia yang berdaya secara ekonomi. Ia tak segan berbagi kiat bisnis, motivasi hidup, dan strategi digital marketing kepada jutaan pengikutnya. Namun menariknya, ia pernah mengatakan, “Saat bingung, saya ngobrol sama ChatGPT.” Kalimat itu mencerminkan suatu keterbukaan untuk berdialog bukan hanya dengan manusia, tapi juga dengan kecerdasan buatan, yang bisa jadi adalah simbol kesadaran kolektif baru, asal kita mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, untuk mempermudah kehidupan manusia. Bukan untuk disalahgunakan, apalagi menyebabkan kehancuran, kerusakan lingkungan dan kecanduan.

Guruji Anand Krishna pernah mengatakan, sehebat-hebatnya Artificial Intelligence, dia hanya merupakan ekstensi dari mind manusia. Sebuah pandangan yang sangat tepat, karena AI hanya berada pada tataran Manomaya Kosha, belum mampu menapaki tataran Vigyanmaya Kosha, apalagi Anandamaya Kosha.

Jika menggunakan kerangka David Hawkins, kita bisa bertanya: di level manakah kesadaran Rico berada? Hawkins menyusun peta kesadaran dari 0 hingga 1000, dari shame (20), fear (100), courage (200), hingga love (500) dan enlightenment (700+). Rico tampaknya berada di wilayah courage hingga reason (200–400): dia bergerak dari keberanian mengambil risiko hingga logika bisnis dan produktivitas. Namun, apakah dia (dan kita semua) menuju love (500) atau stuck di will to power ala Nietzsche?

Nietzsche: Kehendak Berkuasa dan Krisis Makna

Nietzsche mengatakan bahwa “Tuhan telah mati”, bukan dalam arti harfiah, tetapi sebagai kritik terhadap kehilangan nilai-nilai spiritual dalam masyarakat modern. Dalam Will to Power, Nietzsche menegaskan bahwa manusia terdorong oleh kehendak untuk menguasai, bukan sekadar untuk bertahan hidup. Di dunia digital, kehendak ini mewujud dalam bentuk influencer, algoritma, dan angka followers.

Rico Huang tidak salah—dia hanya bagian dari sistem. Tapi sistem ini sedang mempertontonkan krisis nilai dan spiritualitas di mana ukuran keberhasilan adalah viralitas, bukan kedalaman. Di sini, Nietzsche mengingatkan bahwa manusia modern bisa terjebak menjadi “the last man” — nyaman, aman, dan kosong secara eksistensial.

Indonesia hari ini pun demikian: di satu sisi, pertumbuhan ekonomi digital meningkat; di sisi lain, korupsi merajalela, pendidikan spiritual dangkal, dan mental health generasi muda semakin rapuh. Ini menunjukkan bahwa kemajuan material tidak otomatis membawa kematangan spiritual.

David Hawkins: Dari Rasa Takut ke Kesadaran Murni

David Hawkins menawarkan jalan keluar dari kehampaan ini melalui kenaikan tingkat kesadaran. Dalam skema Hawkins, negara-negara yang mayoritas penduduknya masih berada di bawah level 200 (courage) akan mengalami stagnasi kolektif. Ia menyatakan bahwa sekitar 85% manusia masih berada di bawah level 200, seperti guilt, fear, dan pride. Apakah Indonesia termasuk di dalamnya?

Bisa jadi. Budaya kita masih sering dibentuk oleh rasa takut: takut tidak diterima, takut miskin, takut salah, dan takut kehilangan pengaruh. Dalam politik, ketakutan ini dieksploitasi. Dalam agama, dogma menjadi alat kontrol. Dalam pendidikan, kreativitas dibungkam oleh sistem nilai usang. Maka, menaikkan kesadaran kolektif menjadi tugas nasional, bukan sekadar urusan personal.

Guruji Anand Krishna: Tantangan dan Spiritualitas

Guruji Anand Krishna dalam Youth Challenges and Empowerment: Taklukkan Tantangan dan Berdayakan Dirimu mengatakan:

“Makin berat tantangan yang kau hadapi, makin sehat bagi jiwamu. Dengan cara itulah, Keberadaan memperkuat jiwamu. Terimalah tantangan sebagai berkah dari Keberadaan, dari Tuhan, Allah, Gusti Pangeran, Bapa di Surga, Tao, Buddha, Widhi, atau apa pun sebutanmu bagi Hyang Mahamenantang itu.”

Mengutip Swami Vivekananda, Guruji melanjutkan:

“Spiritualitas adalah darah kehidupan yang mengalir dalam tubuh kita. Penyakit sosial, politik, dan sebagainya — termasuk kemiskinan — akan sembuh bila darah kita bersih.”

Rico, Refleksi, dan Jalan Tengah

Menariknya, Rico Huang tetap menunjukkan sisi kontemplatif. Ia mengakui pentingnya restu orang tua, dan ia terbuka terhadap teknologi seperti ChatGPT untuk mencari kejelasan. Ini adalah langkah kecil ke arah awareness: menyadari kebingungan, dan mencari jalan keluar dengan jujur.

Jika kita tarik ke peta Hawkins, Rico (dan banyak anak muda sejenisnya) sedang bertransisi dari level reason (analitik, produktivitas) menuju love (melayani, memberi makna). Namun untuk mencapai itu, dibutuhkan refleksi eksistensial ala Nietzsche: apakah semua yang saya lakukan sungguh bernilai? Apa yang saya cari, uang atau makna? Apakah saya menjalani hidup sebagai authentic self atau hanya sebagai produk algoritma?

Indonesia dan Kebutuhan Kesadaran Baru

Dalam konteks Indonesia hari ini, kita sedang berada di persimpangan: antara menjadi bangsa konsumen digital yang reaktif, atau menjadi bangsa yang sadar, merdeka, dan kreatif. Di sinilah pentingnya membentuk ekosistem kesadaran, bukan hanya ekosistem ekonomi.

Pendidikan perlu berubah, bukan sekadar mencetak tenaga kerja, tetapi membentuk manusia berkesadaran. Media sosial perlu didorong untuk tidak hanya menjadi ruang pamer, tetapi ruang kontemplasi. Dan bisnis seperti yang dibangun Rico Huang perlu mengambil peran spiritual baru: menginspirasi bukan hanya untuk sukses, tetapi untuk bermakna.

Dari Power Menuju Consciousness

Kisah Rico Huang adalah contoh baik dari perjuangan manusia modern: merangkak dari nol, menginspirasi jutaan orang, dan terus mencari makna di tengah kebingungan digital. Namun, kekuatan tanpa kesadaran adalah bahaya. Di sinilah peran peta kesadaran Hawkins, pesan kesadaran Guruji Anand Krishna dan pemikiran Nietzsche sangat relevan: mengajak kita naik level, dari will to power menuju state of consciousness yang penuh kasih dan keutuhan.

Indonesia membutuhkan lebih banyak manusia seperti Rico—yang tidak hanya sukses, tapi juga sadar dan reflektif, yang tidak hanya menguasai pasar, tapi juga menyentuh hati dan jiwa bangsa ini. [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Bali Bukan untuk Dijual: Seruan Kesadaran untuk Generasi Muda di Tengah Invasi Harapan Semu
Mula Keto: Membaca Ulang Kearifan Lokal Bali dalam Cahaya Kesadaran
Alih Dewa di Deweke: Kearifan Lokal Bali dalam Perspektif Global
Sreya atau Preya: Saatnya Memilih Jalan yang Memuliakan Ibu Bumi
Melampaui Logika: Memaknai Kembali Mistisisme dalam Cahaya Filsafat Timur, Kritik atas Bertrand Russell
Tags: digitalRico HuangSpiritual
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

 Kampusku Sarang Hantu [27]: Taman Kampus, Taman Hantu

Next Post

Wartawan, Kuli Tinta, Tukang Berita

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
Wartawan, Kuli Tinta, Tukang Berita

Wartawan, Kuli Tinta, Tukang Berita

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co