3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Antara Kekuasaan dan Kesadaran: Mencari Makna Spiritual dalam Era Digital Indonesia

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
August 7, 2025
in Esai
Antara Kekuasaan dan Kesadaran: Mencari Makna Spiritual dalam Era Digital Indonesia

Foto ilustrasi: tatkala.co

DI tengah arus digitalisasi dan gempuran media sosial, tokoh-tokoh muda seperti Rico Huang muncul sebagai simbol generasi baru: cepat, adaptif, dan visioner. Ia adalah pengusaha muda yang sukses membangun bisnis digital dari nol. Namun, di balik kisah sukses material itu, muncul pertanyaan reflektif: apakah kita benar-benar berkembang secara spiritual, atau hanya sekadar bergerak secara horizontal di permukaan kehidupan? Di sinilah pentingnya merenungkan ulang arah pertumbuhan manusia, melalui lensa peta kesadaran David R. Hawkins dan filsafat eksistensial Friedrich Nietzsche, pesan kesadaran Guruji Anand Krishna, terutama dalam konteks Indonesia kekinian yang masih berjuang menemukan jati dirinya.

Rico Huang dan Kesadaran Generasi Digital

Rico Huang adalah representasi generasi muda Indonesia yang berdaya secara ekonomi. Ia tak segan berbagi kiat bisnis, motivasi hidup, dan strategi digital marketing kepada jutaan pengikutnya. Namun menariknya, ia pernah mengatakan, “Saat bingung, saya ngobrol sama ChatGPT.” Kalimat itu mencerminkan suatu keterbukaan untuk berdialog bukan hanya dengan manusia, tapi juga dengan kecerdasan buatan, yang bisa jadi adalah simbol kesadaran kolektif baru, asal kita mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, untuk mempermudah kehidupan manusia. Bukan untuk disalahgunakan, apalagi menyebabkan kehancuran, kerusakan lingkungan dan kecanduan.

Guruji Anand Krishna pernah mengatakan, sehebat-hebatnya Artificial Intelligence, dia hanya merupakan ekstensi dari mind manusia. Sebuah pandangan yang sangat tepat, karena AI hanya berada pada tataran Manomaya Kosha, belum mampu menapaki tataran Vigyanmaya Kosha, apalagi Anandamaya Kosha.

Jika menggunakan kerangka David Hawkins, kita bisa bertanya: di level manakah kesadaran Rico berada? Hawkins menyusun peta kesadaran dari 0 hingga 1000, dari shame (20), fear (100), courage (200), hingga love (500) dan enlightenment (700+). Rico tampaknya berada di wilayah courage hingga reason (200–400): dia bergerak dari keberanian mengambil risiko hingga logika bisnis dan produktivitas. Namun, apakah dia (dan kita semua) menuju love (500) atau stuck di will to power ala Nietzsche?

Nietzsche: Kehendak Berkuasa dan Krisis Makna

Nietzsche mengatakan bahwa “Tuhan telah mati”, bukan dalam arti harfiah, tetapi sebagai kritik terhadap kehilangan nilai-nilai spiritual dalam masyarakat modern. Dalam Will to Power, Nietzsche menegaskan bahwa manusia terdorong oleh kehendak untuk menguasai, bukan sekadar untuk bertahan hidup. Di dunia digital, kehendak ini mewujud dalam bentuk influencer, algoritma, dan angka followers.

Rico Huang tidak salah—dia hanya bagian dari sistem. Tapi sistem ini sedang mempertontonkan krisis nilai dan spiritualitas di mana ukuran keberhasilan adalah viralitas, bukan kedalaman. Di sini, Nietzsche mengingatkan bahwa manusia modern bisa terjebak menjadi “the last man” — nyaman, aman, dan kosong secara eksistensial.

Indonesia hari ini pun demikian: di satu sisi, pertumbuhan ekonomi digital meningkat; di sisi lain, korupsi merajalela, pendidikan spiritual dangkal, dan mental health generasi muda semakin rapuh. Ini menunjukkan bahwa kemajuan material tidak otomatis membawa kematangan spiritual.

David Hawkins: Dari Rasa Takut ke Kesadaran Murni

David Hawkins menawarkan jalan keluar dari kehampaan ini melalui kenaikan tingkat kesadaran. Dalam skema Hawkins, negara-negara yang mayoritas penduduknya masih berada di bawah level 200 (courage) akan mengalami stagnasi kolektif. Ia menyatakan bahwa sekitar 85% manusia masih berada di bawah level 200, seperti guilt, fear, dan pride. Apakah Indonesia termasuk di dalamnya?

Bisa jadi. Budaya kita masih sering dibentuk oleh rasa takut: takut tidak diterima, takut miskin, takut salah, dan takut kehilangan pengaruh. Dalam politik, ketakutan ini dieksploitasi. Dalam agama, dogma menjadi alat kontrol. Dalam pendidikan, kreativitas dibungkam oleh sistem nilai usang. Maka, menaikkan kesadaran kolektif menjadi tugas nasional, bukan sekadar urusan personal.

Guruji Anand Krishna: Tantangan dan Spiritualitas

Guruji Anand Krishna dalam Youth Challenges and Empowerment: Taklukkan Tantangan dan Berdayakan Dirimu mengatakan:

“Makin berat tantangan yang kau hadapi, makin sehat bagi jiwamu. Dengan cara itulah, Keberadaan memperkuat jiwamu. Terimalah tantangan sebagai berkah dari Keberadaan, dari Tuhan, Allah, Gusti Pangeran, Bapa di Surga, Tao, Buddha, Widhi, atau apa pun sebutanmu bagi Hyang Mahamenantang itu.”

Mengutip Swami Vivekananda, Guruji melanjutkan:

“Spiritualitas adalah darah kehidupan yang mengalir dalam tubuh kita. Penyakit sosial, politik, dan sebagainya — termasuk kemiskinan — akan sembuh bila darah kita bersih.”

Rico, Refleksi, dan Jalan Tengah

Menariknya, Rico Huang tetap menunjukkan sisi kontemplatif. Ia mengakui pentingnya restu orang tua, dan ia terbuka terhadap teknologi seperti ChatGPT untuk mencari kejelasan. Ini adalah langkah kecil ke arah awareness: menyadari kebingungan, dan mencari jalan keluar dengan jujur.

Jika kita tarik ke peta Hawkins, Rico (dan banyak anak muda sejenisnya) sedang bertransisi dari level reason (analitik, produktivitas) menuju love (melayani, memberi makna). Namun untuk mencapai itu, dibutuhkan refleksi eksistensial ala Nietzsche: apakah semua yang saya lakukan sungguh bernilai? Apa yang saya cari, uang atau makna? Apakah saya menjalani hidup sebagai authentic self atau hanya sebagai produk algoritma?

Indonesia dan Kebutuhan Kesadaran Baru

Dalam konteks Indonesia hari ini, kita sedang berada di persimpangan: antara menjadi bangsa konsumen digital yang reaktif, atau menjadi bangsa yang sadar, merdeka, dan kreatif. Di sinilah pentingnya membentuk ekosistem kesadaran, bukan hanya ekosistem ekonomi.

Pendidikan perlu berubah, bukan sekadar mencetak tenaga kerja, tetapi membentuk manusia berkesadaran. Media sosial perlu didorong untuk tidak hanya menjadi ruang pamer, tetapi ruang kontemplasi. Dan bisnis seperti yang dibangun Rico Huang perlu mengambil peran spiritual baru: menginspirasi bukan hanya untuk sukses, tetapi untuk bermakna.

Dari Power Menuju Consciousness

Kisah Rico Huang adalah contoh baik dari perjuangan manusia modern: merangkak dari nol, menginspirasi jutaan orang, dan terus mencari makna di tengah kebingungan digital. Namun, kekuatan tanpa kesadaran adalah bahaya. Di sinilah peran peta kesadaran Hawkins, pesan kesadaran Guruji Anand Krishna dan pemikiran Nietzsche sangat relevan: mengajak kita naik level, dari will to power menuju state of consciousness yang penuh kasih dan keutuhan.

Indonesia membutuhkan lebih banyak manusia seperti Rico—yang tidak hanya sukses, tapi juga sadar dan reflektif, yang tidak hanya menguasai pasar, tapi juga menyentuh hati dan jiwa bangsa ini. [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Bali Bukan untuk Dijual: Seruan Kesadaran untuk Generasi Muda di Tengah Invasi Harapan Semu
Mula Keto: Membaca Ulang Kearifan Lokal Bali dalam Cahaya Kesadaran
Alih Dewa di Deweke: Kearifan Lokal Bali dalam Perspektif Global
Sreya atau Preya: Saatnya Memilih Jalan yang Memuliakan Ibu Bumi
Melampaui Logika: Memaknai Kembali Mistisisme dalam Cahaya Filsafat Timur, Kritik atas Bertrand Russell
Tags: digitalRico HuangSpiritual
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

 Kampusku Sarang Hantu [27]: Taman Kampus, Taman Hantu

Next Post

Wartawan, Kuli Tinta, Tukang Berita

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Wartawan, Kuli Tinta, Tukang Berita

Wartawan, Kuli Tinta, Tukang Berita

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co