2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

GARBHA EMAS, Model Alternatif Kurikulum Pendidikan Anak

Dewa Purwita Sukahet by Dewa Purwita Sukahet
August 7, 2025
in Panggung
GARBHA EMAS, Model Alternatif Kurikulum Pendidikan Anak

Ruang tumbuh Bumi Bajra | Foto: Luciana Ferrero

BERMULA dari Tarka Webinar, Dialog Imaginer Virtual-III 2022-2023 Jembatan Emas Dialog Puncak Bersama Pusat (‘JE’-DPBP) dengan mengambil topik: Manuverse N’45, Garis M-7: Penciptaan Pusat Baru diselenggarakan pada 9 Januari 2023 yang menyajikan pertunjukan virtual dan (tarka) atau dialog, turut serta di dalamnya adalah Ida Wayan Oka Granoka yang memaparkan tentang program mahkota aksara tujuh abad Bhinneka Tunggal Ika dan dilanjutkan pemaparan oleh narasumber Prof. Dr. I Gusti Putu Suryadarma, M.S., Taufik Rahzen, Dr. Dewi Utama Faizah, selaku moderator adalah I Wayan Juniarta dan Cok Sawitri.

Menyimak dialog-dialog yang terjadi pada saat itu membuat satu pertanyaan besar di kepala saya, yaitu: [1] bagaimana cara menyederhanakan (membahasakan dengan sederhana) pemikiran dari Ida Wayan Oka Granoka sehingga dengan mudah disebarkan sebagai bentuk upaya penyadaran tentang pentingnya nilai pendidikan yang bermutu (saya sebut local supremation) di Indonesia? [2] Adakah pendekatan alternatif (kurikulum) yang dapat dibangun sekaligus diterapkan di dalam metode pendidikan anak-anak yang memang membela kebutuhan anak-anak di Indonesia?

Saya mencatat beberapa kata kunci, yaitu: [1] Garbha Emas, [2] Yoga Musik, [3] Anak-anak. Pada saat itu saya bersama istri dan (alm) I Dewa Made Rai sedang merancang sebuah perpustakaan dan sekolah TK. Rumah Mentari, waktu itu masih dalam tahap penggodokan konsep pendidikan dan kurikulum. Tiga kata kunci tersebut masuk ke dalam brainstorming saya, sembari mendengarkan Tarka Webinar sambil membuat berbagai kemungkinan-kemungkinan tentang alternatif model pendidikan anak-anak. Sederhananya, simpulan ringkas dari Tarka Webinar yang saya dapatkan adalah jika di Perguruan Yoga Musik Maha Bajra Sandhi menerakan laku yoga pada sistem dasar pendidikan dan musik sebagai pintu masuknya maka di TK. Rumah Mentari aspek yoga dilakukan sistem dasar pendidikan dan seni [rupa] sebagai pintu masuknya. Dalam pemikiran saya, konsep ini serupa dan juga tidak terlampau jauh dari tiga kata kunci tersebut.

Kembali pada topik Garbha Emas sebagai model alternatif kurikulum pendidikan untuk anak-anak, saya mencoba untuk menyederhanakan pemikiran Ida Wayan Oka Granoka dengan dasar diseminasi melalui rangkaian Tarka Webinar atau seminar yang telah saya ikuti dari tahun 2016-2024, tulisan-tulisan Ida Wayan Oka Granoka yang saya kumpulkan, dan praktik-praktik berkesenian yang dilakukan di Ruang Tumbuh Bumi Bajra. Kita semua tentu mendambakan sebuah sistem pendidikan yang bermutu bagi anak bangsa dan kita semua selalu menggerutu ketika mendapati suatu sistem pendidikan yang tidak pernah ajeg alias berubah-ubah, ganti kabinet atau menteri ganti kebijakan sama dengan ganti sistem, seolah-olah pendidikan di Indonesia adalah percobaan kurikulum yang tidak pernah menjadi matang secara konsep dan pemikiran.

Dari yang saya baca dan alami melalui pemikiran Granoka tentang pendidikan, harusnya negara hadir dan mengambil peran dalam pendidikan supremasi ideal. Granoka menuliskan bahwa kesalahan dalam membangun bahasa yang tidak berkerabat dengan lingkungan dan faktor genetiknya, membawa implikasi terhadap penciptaan kekerasan, belenggu rasionalisme, formalism dan eksklusivisme. contoh yang paling kongkrit adalah kegagalan kita di dalam membangun bangsa, setelah lebih dari lima puluh tahun Indonesia merdeka[i].

Tentang Kurikulum Indonesia

Mengacu kepada definisi kurikulum di dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah pada  BAB I Ketentuan Umum, point 1 menyatakan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Prinsip Kurikulum Merdeka dinyatakan dalam tiga point yaitu [1] Pengembangan karakter, yaitu pengembangan kompetensi spiritual, moral, sosial, dan emosional Peserta Didik, baik dengan pengalokasian waktu khusus maupun secara terintegrasi dengan proses pembelajaran; [2] fleksibel, yaitu dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan kompetensi Peserta Didik, karakteristik Satuan Pendidikan, dan konteks lingkungan sosial budaya setempat; dan [3] berfokus pada muatan esensial, yaitu berpusat pada muatan yang paling diperlukan untuk mengembangkan kompetensi dan karakter Peserta Didik agar Pendidik memiliki waktu yang memadai untuk melakukan pembelajaran yang mendalam dan bermakna. [ii]

Pada tanggal 11 Juli 2025 ditetapkan perubahan atas peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024 Tentang Kurikulum Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah oleh Menteri Abdul Mu’Ti dalam salinan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2025.

Secara prinsip, Kurikulum dirancang dengan prinsip: [1] pengembangan karakter, yaitu pengembangan kompetensi spiritual, moral, sosial, dan emosional Peserta Didik yang terintegrasi dalam intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler, serta melalui pembiasaan dalam budaya sekolah; [2] fleksibel, yaitu dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan kompetensi Peserta Didik, karakteristik Satuan Pendidikan, dan konteks lingkungan sosial budaya setempat; dan [3] berfokus pada muatan esensial, yaitu berpusat pada muatan yang paling diperlukan untuk mengembangkan kompetensi dan karakter

Peserta Didik agar proses pembelajaran dapat dikelola secara optimal untuk pembelajaran mendalam.[iii] Pada intinya terjadi perubahan prinsip yang semula kurikulum yang mencoba memerdekakan cara belajar menjadi mengarahkan pada proses pembelajaran yang mendalam atau deep learning, pembelajaran mendalam tentu tidak menuntuk hasil melainkan penekanan peserta didik pada proses.

Garbha Emas dan Memandang Bali dari Pespektif Masa Depan

Sebagai catatan bahwa istilah Garbha Emas dirumuskan oleh Ida Wayan Oka Granoka dan pada tulisan ini saya pergunakan sebagai istilah sebuah rumusan kurikulum alternatif. Dalam memandang Bali melalui perspektif masa depan dalam pandangan Granoka yang visioner menitik beratkan pada pendidikan anak usia dini, hal tersebut didasarkan pada pernyataan bahwa anak-anak memiliki kemurnian jiwa yang kemampuannya harus dapat dibaca oleh para pendidik, dengan kata lain, pendidik (guru/orang tua/wali) haruslah memahami bahwa mengarahkan potensi dengan membaca potensi anak-anak adalah dua hal yang berbeda. Membaca potensi lebih menekankan pada suatu proses pemetaan yang observative dengan mengamati perilaku organik anak-anak, hal ini pada kenyataannya telah diterapkan pada Perguruan Maha Bajra Sandhi yang kemudian menelurkan Bumi Bajra hingga Ruang Tumbuh Bumi Bajra.

Garbha Emas sebagai sebuah konsep bangunan alternatif kurikulum pendidikan adalah jalan panjang menuju masa depan manusia Bali, efeknya tidak akan terasa seperti memakan cabai tentunya. Oleh sebabnya, penekanan pada pentingnya pemetaan yang observatif di dalam membaca potensi anak dilanjutkan pada praktik pendidikan itu sendiri.

Ida Wayan Granoka bersama anak-anak di Ruang Tumbuh Bumi Bajra | Foto: Luciana Ferrero

Granoka menawarkan Yoga Musik, Yoga dalam arti yang sederhana yaitu pengolahan sistem pernafasan, dalam arti lain adalah kesadaran akan nafas, pada praktiknya menjadi efektif di dalam melatih fokus anak-anak di dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Musik memiliki unsur nada, dan nada adalah warna suara dalam frekuensi tertentu yang dalam psikologinya mampu menyentuh ruang-ruang rasa dalam tubuh manusia, dalam pengetahuan Bali mengenai tubuh manusia bahwa tubuh manusia dan tubuh alam semesta sama-sama terdiri dari mandala aksara. Nada dalam musik sebagai seni atau warna dalam seni visual adalah tools resonator yang mampu mempersatukan antara tubuh manusia dengan tubuh semesta.

Musik-Linguistik-Mistik sebagai prinsip dasar Kurikulum Garbha Emas, trilogi ini selalu hadir dalam tulisan ataupun dialog yang disampaikan Granoka. Musik-Linguistik-Mistik dapat berlaku secara universal sebagi sebuah prinsip dasar kurikulum dapat disejajarkan dengan tiga tingkat kecerdasan manusia yaitu IQ, EQ, SQ. Musik (seni) dapat dibedah uraikan variannya di dalam merangsang pertumbuhan Intelegent Quotient (Kecerdasan Itelektual), Liguistik (bahasa-sastra) dapat diuraikan variannya di dalam pertumbuhan Emotional Quotient (Kecerdasan Emosional), sedangkan Mistik (penyatuan spiritual yang membebaskan) dapat diuraikan sebagai pertumbuhan Spiritual Quotient (Kecerdasan Spiritual). Trilogi tersebut sebagai prinsip dasar dari rumusan Kurikulum Garbha Emas yang memiliki tujuan revolusioner yaitu pendidikan yang membebaskan kemurnian jiwa yang baru terbit, anak-anak masa kini adalah harapan perubahan kita, mereka adalah Gerbang Emas yang akan membawa kebudayaan Bali pada masa Global Emas.

Alternatif Kurikulum Garbha Emas dan Konsep Smart School

Wacana dunia pendidikan di Bali khususnya Kota Denpasar mejelang dekade 2020 adalah mendorong terciptanya Smart City dan Smart School[iv] yang dalam konsepnya melirik kepada konsep pendidikan di sekolah Green School dan Sekolah Ekologis PPLH Bali.

Menariknya konsep Smart School yang dimaksudkan adalah [1] Kurikulum Berwawasan Lingkungan, [2] Pemanfaatan Energi Terbarukan, [3] Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber, [4] Arsitektur Berkelanjutan, [5] Penerapan Folosifi Tri Hita Karana. Sebagai sebuah alternatif, Kurikulum Garbha Emas tidak hanya berwawasan pada lingkungan, justru lebih dari itu. Apabila kita memandang lingkungan sebagai basis organik anak-anak maka Garbha Emas memiliki konsep “Kalangan” yang di dalamnya hidup atau aktivitas tumbuh kembang pada lingkungan berbasis ekosistem pun pada aktivitas sekitar sehingga sistem pengetahuan yang ditanamkan cenderung membangun responsif, empati, dan aplikatif dalam pendidikan anak-anak menjadi sistem yang lebih organik dan tidak kaku.

Persoalan mendasar dari pendidikan di Indonesia, Bali khususnya adalah ketimpangan konsep pendidikan yang tidak paralel antara Swasta dengan Negeri, sebagai contoh: sekolah TK A menerapkan pendidikan dengan konsep Smart School ala imajinasi pemerintahan Kota Denpasar, setelah anak-anak tamat dan melanjutkan di sekolah SD Negeri B konsep pendidikan kembali pada persoalan keseragaman praktik yang formalis dan sangat kaku.

Eksesnya adalah psikologi anak-anak dan kreativitas yang awalnya penuh imajiinasi terpendam dalam formalism rasionalitas kaku, jadi apa yang telah diupayakan pada pendidikan anak-anak usia dini tersebut manjadi hal yang mubazir. Apabila kita ingin melihat anak-anak Bali tumbuh dalam dunia Global Emas maka harus ada titik temu yang menghubungkan penerapan kurikulum (elaborasi) antara setiap jenjang pendidikan anak-anak di Bali.

Granoka melalui Garbha Emas menyerukan revolusi pendidikan jiwa murni dan kebudayaan melalui istilah Revolusi Moralitas Negeri sebagai bentuk revolusi yang tidak terhentikan, dengan ujung tombak pendidikan jiwa murni yang terbit dari pelupuk timur negeri maha surga bumi. Rekonfigurasi paradigma pendidikan masa depan adalah suatu upaya pembentukan ulang atau menyusuna ulang paradigma berfikir tentang pendidikan melalui kurikulum yang memang dibutuhkan oleh anak-anak, oleh Granoka sendiri merumuskannya pada paradigma sistemik-organik, paradigma holistik-integralistik, paradigma humanistik, paradigma idealistik-transformatif, dan paradigma multikulturalisme.

Garbha Emas sebagai alternatif kurikulum pendidikan untuk anak-anak yang lahir dari fenomena kehidupan sosial, budaya, politik masyarakat masa kini yang kian kompleks dan masuk ke dalam pertarungan global, hendaknya revolusi pendidikan jiwa murni dapat digaungkan dan didialogkan dari desa-kota-universitas, seru sekalian alam! {T]

Pohmanis, 7 Agustus 2025


[i] Granoka, 2012. “Bahasa & Masalah Besar Bangsa” [makalah seminar]. Seminar Nasional Reinkarnasi Budaya 2012, Revolusi, Inspirasi, Kreativitas Anak Sastra Sebagai Insan Budaya: Filterisasi Hegemoni Budaya Global terhadap Tradisi Lokal”. Senat Mahasiswa Fakultas Sastra, Universitas Udayana. 14 Desember 2012.

[ii] Salinan Kurikulum Pendidikan Indonesia https://kurikulum.kemdikbud.go.id/file/1711507788_manage_file.pdf

[iii] Salinan Perubahan Kurikulum Pendidikan Indonesia https://jdih.kemendikdasmen.go.id/sjdih/siperpu/dokumen/salinan/Permendikdasmen_No_13_Tahun_2025_ttg_Perubahan_atas_Permendikbudristek_No_12_Tahun_2024_ttg_Kurikulum_pada_Pendidikan_Anak_Usia_Dini_Jenjang_Dikdasmen.pdf

[iv] Badan Pengawas Mutu Pendidikan Provinsi Bali. 2019. “Diseminasi Hasil Pemetaan Mutu Pendidikan Kota Denpasar”

Penulis: Dewa Purwita Sukahet
Editor: Adnyana Ole

TRI KARANA SWARŪPA : Temuan Ida Wayan Oka Granoka untuk Menjawab Tantangan Zaman
Tubuh Tradisional + Tubuh Modern = Bukan Kelatahan Kontemporer | Dari Pentas “Tadah Asih” Bumi Bajra Sandhi
Dongeng Tantri Bumi Bajra Sandhi di Festival ke Uma: Seakan Bukan Manusia
Pagelaran Seni “Kaputusan Garba Emas”: Ragam Rupa Khas Maha Bajra Sandhi dalam Upaya Melahirkan “Pregina Maguna”
Menyimak “Senglad” di Malam yang Terlewat — Catatan Lepas atas Undangan I Wayan Diana Putra
Tags: anak-anakBumi BajraBumi Bajra SandhiPendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Catatan dari Forum Bukan Musik Biasa #106 : Membunyikan Ulang Seni Sandur dan Biografi

Next Post

Tradisi Ngayah Masih Kuat di Ubud — Cerita Persiapan Upacara Ngaben Kinembulan 2025 di Banjar Adat Ubud Kaja

Dewa Purwita Sukahet

Dewa Purwita Sukahet

Perupa, suka ngukur jalan, dan CaLis tanpa Tung

Related Posts

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails
Next Post
Tradisi Ngayah Masih Kuat di Ubud — Cerita Persiapan Upacara Ngaben Kinembulan 2025 di Banjar Adat Ubud Kaja

Tradisi Ngayah Masih Kuat di Ubud -- Cerita Persiapan Upacara Ngaben Kinembulan 2025 di Banjar Adat Ubud Kaja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co