24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

GARBHA EMAS, Model Alternatif Kurikulum Pendidikan Anak

Dewa Purwita Sukahet by Dewa Purwita Sukahet
August 7, 2025
in Panggung
GARBHA EMAS, Model Alternatif Kurikulum Pendidikan Anak

Ruang tumbuh Bumi Bajra | Foto: Luciana Ferrero

BERMULA dari Tarka Webinar, Dialog Imaginer Virtual-III 2022-2023 Jembatan Emas Dialog Puncak Bersama Pusat (‘JE’-DPBP) dengan mengambil topik: Manuverse N’45, Garis M-7: Penciptaan Pusat Baru diselenggarakan pada 9 Januari 2023 yang menyajikan pertunjukan virtual dan (tarka) atau dialog, turut serta di dalamnya adalah Ida Wayan Oka Granoka yang memaparkan tentang program mahkota aksara tujuh abad Bhinneka Tunggal Ika dan dilanjutkan pemaparan oleh narasumber Prof. Dr. I Gusti Putu Suryadarma, M.S., Taufik Rahzen, Dr. Dewi Utama Faizah, selaku moderator adalah I Wayan Juniarta dan Cok Sawitri.

Menyimak dialog-dialog yang terjadi pada saat itu membuat satu pertanyaan besar di kepala saya, yaitu: [1] bagaimana cara menyederhanakan (membahasakan dengan sederhana) pemikiran dari Ida Wayan Oka Granoka sehingga dengan mudah disebarkan sebagai bentuk upaya penyadaran tentang pentingnya nilai pendidikan yang bermutu (saya sebut local supremation) di Indonesia? [2] Adakah pendekatan alternatif (kurikulum) yang dapat dibangun sekaligus diterapkan di dalam metode pendidikan anak-anak yang memang membela kebutuhan anak-anak di Indonesia?

Saya mencatat beberapa kata kunci, yaitu: [1] Garbha Emas, [2] Yoga Musik, [3] Anak-anak. Pada saat itu saya bersama istri dan (alm) I Dewa Made Rai sedang merancang sebuah perpustakaan dan sekolah TK. Rumah Mentari, waktu itu masih dalam tahap penggodokan konsep pendidikan dan kurikulum. Tiga kata kunci tersebut masuk ke dalam brainstorming saya, sembari mendengarkan Tarka Webinar sambil membuat berbagai kemungkinan-kemungkinan tentang alternatif model pendidikan anak-anak. Sederhananya, simpulan ringkas dari Tarka Webinar yang saya dapatkan adalah jika di Perguruan Yoga Musik Maha Bajra Sandhi menerakan laku yoga pada sistem dasar pendidikan dan musik sebagai pintu masuknya maka di TK. Rumah Mentari aspek yoga dilakukan sistem dasar pendidikan dan seni [rupa] sebagai pintu masuknya. Dalam pemikiran saya, konsep ini serupa dan juga tidak terlampau jauh dari tiga kata kunci tersebut.

Kembali pada topik Garbha Emas sebagai model alternatif kurikulum pendidikan untuk anak-anak, saya mencoba untuk menyederhanakan pemikiran Ida Wayan Oka Granoka dengan dasar diseminasi melalui rangkaian Tarka Webinar atau seminar yang telah saya ikuti dari tahun 2016-2024, tulisan-tulisan Ida Wayan Oka Granoka yang saya kumpulkan, dan praktik-praktik berkesenian yang dilakukan di Ruang Tumbuh Bumi Bajra. Kita semua tentu mendambakan sebuah sistem pendidikan yang bermutu bagi anak bangsa dan kita semua selalu menggerutu ketika mendapati suatu sistem pendidikan yang tidak pernah ajeg alias berubah-ubah, ganti kabinet atau menteri ganti kebijakan sama dengan ganti sistem, seolah-olah pendidikan di Indonesia adalah percobaan kurikulum yang tidak pernah menjadi matang secara konsep dan pemikiran.

Dari yang saya baca dan alami melalui pemikiran Granoka tentang pendidikan, harusnya negara hadir dan mengambil peran dalam pendidikan supremasi ideal. Granoka menuliskan bahwa kesalahan dalam membangun bahasa yang tidak berkerabat dengan lingkungan dan faktor genetiknya, membawa implikasi terhadap penciptaan kekerasan, belenggu rasionalisme, formalism dan eksklusivisme. contoh yang paling kongkrit adalah kegagalan kita di dalam membangun bangsa, setelah lebih dari lima puluh tahun Indonesia merdeka[i].

Tentang Kurikulum Indonesia

Mengacu kepada definisi kurikulum di dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah pada  BAB I Ketentuan Umum, point 1 menyatakan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Prinsip Kurikulum Merdeka dinyatakan dalam tiga point yaitu [1] Pengembangan karakter, yaitu pengembangan kompetensi spiritual, moral, sosial, dan emosional Peserta Didik, baik dengan pengalokasian waktu khusus maupun secara terintegrasi dengan proses pembelajaran; [2] fleksibel, yaitu dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan kompetensi Peserta Didik, karakteristik Satuan Pendidikan, dan konteks lingkungan sosial budaya setempat; dan [3] berfokus pada muatan esensial, yaitu berpusat pada muatan yang paling diperlukan untuk mengembangkan kompetensi dan karakter Peserta Didik agar Pendidik memiliki waktu yang memadai untuk melakukan pembelajaran yang mendalam dan bermakna. [ii]

Pada tanggal 11 Juli 2025 ditetapkan perubahan atas peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024 Tentang Kurikulum Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah oleh Menteri Abdul Mu’Ti dalam salinan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2025.

Secara prinsip, Kurikulum dirancang dengan prinsip: [1] pengembangan karakter, yaitu pengembangan kompetensi spiritual, moral, sosial, dan emosional Peserta Didik yang terintegrasi dalam intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler, serta melalui pembiasaan dalam budaya sekolah; [2] fleksibel, yaitu dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan kompetensi Peserta Didik, karakteristik Satuan Pendidikan, dan konteks lingkungan sosial budaya setempat; dan [3] berfokus pada muatan esensial, yaitu berpusat pada muatan yang paling diperlukan untuk mengembangkan kompetensi dan karakter

Peserta Didik agar proses pembelajaran dapat dikelola secara optimal untuk pembelajaran mendalam.[iii] Pada intinya terjadi perubahan prinsip yang semula kurikulum yang mencoba memerdekakan cara belajar menjadi mengarahkan pada proses pembelajaran yang mendalam atau deep learning, pembelajaran mendalam tentu tidak menuntuk hasil melainkan penekanan peserta didik pada proses.

Garbha Emas dan Memandang Bali dari Pespektif Masa Depan

Sebagai catatan bahwa istilah Garbha Emas dirumuskan oleh Ida Wayan Oka Granoka dan pada tulisan ini saya pergunakan sebagai istilah sebuah rumusan kurikulum alternatif. Dalam memandang Bali melalui perspektif masa depan dalam pandangan Granoka yang visioner menitik beratkan pada pendidikan anak usia dini, hal tersebut didasarkan pada pernyataan bahwa anak-anak memiliki kemurnian jiwa yang kemampuannya harus dapat dibaca oleh para pendidik, dengan kata lain, pendidik (guru/orang tua/wali) haruslah memahami bahwa mengarahkan potensi dengan membaca potensi anak-anak adalah dua hal yang berbeda. Membaca potensi lebih menekankan pada suatu proses pemetaan yang observative dengan mengamati perilaku organik anak-anak, hal ini pada kenyataannya telah diterapkan pada Perguruan Maha Bajra Sandhi yang kemudian menelurkan Bumi Bajra hingga Ruang Tumbuh Bumi Bajra.

Garbha Emas sebagai sebuah konsep bangunan alternatif kurikulum pendidikan adalah jalan panjang menuju masa depan manusia Bali, efeknya tidak akan terasa seperti memakan cabai tentunya. Oleh sebabnya, penekanan pada pentingnya pemetaan yang observatif di dalam membaca potensi anak dilanjutkan pada praktik pendidikan itu sendiri.

Ida Wayan Granoka bersama anak-anak di Ruang Tumbuh Bumi Bajra | Foto: Luciana Ferrero

Granoka menawarkan Yoga Musik, Yoga dalam arti yang sederhana yaitu pengolahan sistem pernafasan, dalam arti lain adalah kesadaran akan nafas, pada praktiknya menjadi efektif di dalam melatih fokus anak-anak di dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Musik memiliki unsur nada, dan nada adalah warna suara dalam frekuensi tertentu yang dalam psikologinya mampu menyentuh ruang-ruang rasa dalam tubuh manusia, dalam pengetahuan Bali mengenai tubuh manusia bahwa tubuh manusia dan tubuh alam semesta sama-sama terdiri dari mandala aksara. Nada dalam musik sebagai seni atau warna dalam seni visual adalah tools resonator yang mampu mempersatukan antara tubuh manusia dengan tubuh semesta.

Musik-Linguistik-Mistik sebagai prinsip dasar Kurikulum Garbha Emas, trilogi ini selalu hadir dalam tulisan ataupun dialog yang disampaikan Granoka. Musik-Linguistik-Mistik dapat berlaku secara universal sebagi sebuah prinsip dasar kurikulum dapat disejajarkan dengan tiga tingkat kecerdasan manusia yaitu IQ, EQ, SQ. Musik (seni) dapat dibedah uraikan variannya di dalam merangsang pertumbuhan Intelegent Quotient (Kecerdasan Itelektual), Liguistik (bahasa-sastra) dapat diuraikan variannya di dalam pertumbuhan Emotional Quotient (Kecerdasan Emosional), sedangkan Mistik (penyatuan spiritual yang membebaskan) dapat diuraikan sebagai pertumbuhan Spiritual Quotient (Kecerdasan Spiritual). Trilogi tersebut sebagai prinsip dasar dari rumusan Kurikulum Garbha Emas yang memiliki tujuan revolusioner yaitu pendidikan yang membebaskan kemurnian jiwa yang baru terbit, anak-anak masa kini adalah harapan perubahan kita, mereka adalah Gerbang Emas yang akan membawa kebudayaan Bali pada masa Global Emas.

Alternatif Kurikulum Garbha Emas dan Konsep Smart School

Wacana dunia pendidikan di Bali khususnya Kota Denpasar mejelang dekade 2020 adalah mendorong terciptanya Smart City dan Smart School[iv] yang dalam konsepnya melirik kepada konsep pendidikan di sekolah Green School dan Sekolah Ekologis PPLH Bali.

Menariknya konsep Smart School yang dimaksudkan adalah [1] Kurikulum Berwawasan Lingkungan, [2] Pemanfaatan Energi Terbarukan, [3] Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber, [4] Arsitektur Berkelanjutan, [5] Penerapan Folosifi Tri Hita Karana. Sebagai sebuah alternatif, Kurikulum Garbha Emas tidak hanya berwawasan pada lingkungan, justru lebih dari itu. Apabila kita memandang lingkungan sebagai basis organik anak-anak maka Garbha Emas memiliki konsep “Kalangan” yang di dalamnya hidup atau aktivitas tumbuh kembang pada lingkungan berbasis ekosistem pun pada aktivitas sekitar sehingga sistem pengetahuan yang ditanamkan cenderung membangun responsif, empati, dan aplikatif dalam pendidikan anak-anak menjadi sistem yang lebih organik dan tidak kaku.

Persoalan mendasar dari pendidikan di Indonesia, Bali khususnya adalah ketimpangan konsep pendidikan yang tidak paralel antara Swasta dengan Negeri, sebagai contoh: sekolah TK A menerapkan pendidikan dengan konsep Smart School ala imajinasi pemerintahan Kota Denpasar, setelah anak-anak tamat dan melanjutkan di sekolah SD Negeri B konsep pendidikan kembali pada persoalan keseragaman praktik yang formalis dan sangat kaku.

Eksesnya adalah psikologi anak-anak dan kreativitas yang awalnya penuh imajiinasi terpendam dalam formalism rasionalitas kaku, jadi apa yang telah diupayakan pada pendidikan anak-anak usia dini tersebut manjadi hal yang mubazir. Apabila kita ingin melihat anak-anak Bali tumbuh dalam dunia Global Emas maka harus ada titik temu yang menghubungkan penerapan kurikulum (elaborasi) antara setiap jenjang pendidikan anak-anak di Bali.

Granoka melalui Garbha Emas menyerukan revolusi pendidikan jiwa murni dan kebudayaan melalui istilah Revolusi Moralitas Negeri sebagai bentuk revolusi yang tidak terhentikan, dengan ujung tombak pendidikan jiwa murni yang terbit dari pelupuk timur negeri maha surga bumi. Rekonfigurasi paradigma pendidikan masa depan adalah suatu upaya pembentukan ulang atau menyusuna ulang paradigma berfikir tentang pendidikan melalui kurikulum yang memang dibutuhkan oleh anak-anak, oleh Granoka sendiri merumuskannya pada paradigma sistemik-organik, paradigma holistik-integralistik, paradigma humanistik, paradigma idealistik-transformatif, dan paradigma multikulturalisme.

Garbha Emas sebagai alternatif kurikulum pendidikan untuk anak-anak yang lahir dari fenomena kehidupan sosial, budaya, politik masyarakat masa kini yang kian kompleks dan masuk ke dalam pertarungan global, hendaknya revolusi pendidikan jiwa murni dapat digaungkan dan didialogkan dari desa-kota-universitas, seru sekalian alam! {T]

Pohmanis, 7 Agustus 2025


[i] Granoka, 2012. “Bahasa & Masalah Besar Bangsa” [makalah seminar]. Seminar Nasional Reinkarnasi Budaya 2012, Revolusi, Inspirasi, Kreativitas Anak Sastra Sebagai Insan Budaya: Filterisasi Hegemoni Budaya Global terhadap Tradisi Lokal”. Senat Mahasiswa Fakultas Sastra, Universitas Udayana. 14 Desember 2012.

[ii] Salinan Kurikulum Pendidikan Indonesia https://kurikulum.kemdikbud.go.id/file/1711507788_manage_file.pdf

[iii] Salinan Perubahan Kurikulum Pendidikan Indonesia https://jdih.kemendikdasmen.go.id/sjdih/siperpu/dokumen/salinan/Permendikdasmen_No_13_Tahun_2025_ttg_Perubahan_atas_Permendikbudristek_No_12_Tahun_2024_ttg_Kurikulum_pada_Pendidikan_Anak_Usia_Dini_Jenjang_Dikdasmen.pdf

[iv] Badan Pengawas Mutu Pendidikan Provinsi Bali. 2019. “Diseminasi Hasil Pemetaan Mutu Pendidikan Kota Denpasar”

Penulis: Dewa Purwita Sukahet
Editor: Adnyana Ole

TRI KARANA SWARŪPA : Temuan Ida Wayan Oka Granoka untuk Menjawab Tantangan Zaman
Tubuh Tradisional + Tubuh Modern = Bukan Kelatahan Kontemporer | Dari Pentas “Tadah Asih” Bumi Bajra Sandhi
Dongeng Tantri Bumi Bajra Sandhi di Festival ke Uma: Seakan Bukan Manusia
Pagelaran Seni “Kaputusan Garba Emas”: Ragam Rupa Khas Maha Bajra Sandhi dalam Upaya Melahirkan “Pregina Maguna”
Menyimak “Senglad” di Malam yang Terlewat — Catatan Lepas atas Undangan I Wayan Diana Putra
Tags: anak-anakBumi BajraBumi Bajra SandhiPendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Catatan dari Forum Bukan Musik Biasa #106 : Membunyikan Ulang Seni Sandur dan Biografi

Next Post

Tradisi Ngayah Masih Kuat di Ubud — Cerita Persiapan Upacara Ngaben Kinembulan 2025 di Banjar Adat Ubud Kaja

Dewa Purwita Sukahet

Dewa Purwita Sukahet

Perupa, suka ngukur jalan, dan CaLis tanpa Tung

Related Posts

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
0
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

Read moreDetails

Ketika Musik, Lukisan, dan Kesadaran Bertemu dalam Nyanyian Dharma

by Pranita Dewi
April 20, 2026
0
Ketika Musik, Lukisan, dan Kesadaran Bertemu dalam Nyanyian Dharma

Pertunjukan Nyanyian Dharma digelar di Ruang Taksu, Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Denpasar, Minggu (19/4) malam, menampilkan kolaborasi musik dengan...

Read moreDetails

‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

by I Nyoman Darma Putra
April 19, 2026
0
‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

Perbedaan antara wellness tourism dengan medical tourism menjadi salah satu pertanyaan dalam dalam Wellness Conference (Wellness Talk Show), Kamis, 16 April 2026, di Pelataran Hotel, Ubud....

Read moreDetails

Eksplorasi Material dan Gerak, Serangkai Inovasi Komunitas Wayang Ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Komang Puja Savitri
April 14, 2026
0
Eksplorasi Material dan Gerak, Serangkai Inovasi Komunitas Wayang Ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

SEJAK awal, ada rasa penasaran yang menggantung di antara penonton yang duduk lesehan di wantilan Museum Soenda Ketjil. Wayang, dalam...

Read moreDetails

Membaca Buleleng dalam Museum Soenda Ketjil —Catatan Kecil dari Festival Wayang Bali Utara 2026

by Son Lomri
April 12, 2026
0
Membaca Buleleng dalam Museum Soenda Ketjil —Catatan Kecil dari Festival Wayang Bali Utara 2026

MALAM itu, Kamis, 9 April 2026, ada pertunjukan wayang kulit serangkaian Festival Wayang Bali Utara (FWB) di Wantilan Pelabuhan Tua...

Read moreDetails

Museum Soenda Ketjil: Kebanggaan Budaya atau Sekadar Ketakutan Akan Kehilangan?

by I Nengah Juliawan
April 11, 2026
0
Museum Soenda Ketjil: Kebanggaan Budaya atau Sekadar Ketakutan Akan Kehilangan?

MUSEUM Soenda Ketjil di Singaraja tidak hanya menjadi ruang sunyi yang menyimpan masa lalu, melainkan juga ruang publik yang terus...

Read moreDetails

Tradisi yang Mulai Bernegosiasi dengan Zaman —Dari Pentas Wayang Bungkulan di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Komang Puja Savitri
April 11, 2026
0
Tradisi yang Mulai Bernegosiasi dengan Zaman —Dari Pentas Wayang Bungkulan di Festival Wayang Bali Utara 2026

WAYANG sebagai produk masa lalu yang kini diratapi, ditangisi oleh orang-orang karena hampir hilang di tengah hiburan dunia digital. Pertunjukan...

Read moreDetails

Ubud Artisan Market dalam Kehangatan Paskah, Rayakan Kreativitas, Komunitas, dan Akhir Pekan di Ubud

by tatkala
April 5, 2026
0
Ubud Artisan Market dalam Kehangatan Paskah, Rayakan Kreativitas, Komunitas, dan Akhir Pekan di Ubud

Yayasan Mudra Swari Saraswati dengan bangga kembali menghadirkan Ubud Artisan Market (UAM), curated market yang merayakan kreativitas, komunitas, dan kerajinan...

Read moreDetails

Api yang Tak Pernah Kenyang: Ketika ‘Lobha’ Menjelma dalam Ogoh-Ogoh STT Eka Budhi, Banjar Danginjalan, Guwang, Sukawati 2026

by Dede Putra Wiguna
March 24, 2026
0
Api yang Tak Pernah Kenyang: Ketika ‘Lobha’ Menjelma dalam Ogoh-Ogoh STT Eka Budhi, Banjar Danginjalan, Guwang, Sukawati 2026

DI Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, kreativitas anak muda kembali menemukan bentuknya dalam karya ogoh-ogoh untuk menyambut Nyepi Caka...

Read moreDetails

Les Ngembak Festival 2026: Merawat Jejak dari Bukit ke Laut

by Nyoman Nadiana
March 23, 2026
0
Les Ngembak Festival 2026: Merawat Jejak dari Bukit ke Laut

PANGGUNG itu kecil saja. Tapi cukup untuk menampung ekspresi masyarakat Desa Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. Di atas panggung kecil...

Read moreDetails
Next Post
Tradisi Ngayah Masih Kuat di Ubud — Cerita Persiapan Upacara Ngaben Kinembulan 2025 di Banjar Adat Ubud Kaja

Tradisi Ngayah Masih Kuat di Ubud -- Cerita Persiapan Upacara Ngaben Kinembulan 2025 di Banjar Adat Ubud Kaja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co