24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Catatan dari Forum Bukan Musik Biasa #106 : Membunyikan Ulang Seni Sandur dan Biografi

Wahyu Thoyyib Pambayun by Wahyu Thoyyib Pambayun
August 7, 2025
in Ulas Musik
Catatan dari Forum Bukan Musik Biasa #106 : Membunyikan Ulang Seni Sandur dan Biografi

Penampilan Karya Kesandur | Foto: Bimasena BMB #106

FORUM Bukan Musik Biasa (BMB) telah menggelinding selama 17 tahun, meneruskan nyala semangat forum-forum musik seni di Indonesia yang sempat meredup. Seperti diungkap oleh mendiang Wayan Sadra dan ditulis oleh Joko S. Gombloh dalam catatan publikasi BMB, forum ini lahir dari kerinduan akan dinamika seperti Pekan Komponis Muda (PKM) yang dulu digagas Suka Hardjana. BMB berupaya membangun kembali wilayah kebebasan para komponis, menjadi laboratorium eksperimentasi untuk menemukan cara, metode, konsep, dan pikiran baru dalam penciptaan musik.

Edisi ke-106 Forum BMB berlangsung pada Selasa malam, 15 Juli 2025, di Pendapa Wisma Seni, Taman Budaya Jawa Tengah, Surakarta. Dua komponis muda menampilkan karya berbasis gamelan: Krisna Julinanta (Bojonegoro) dan Didin Cakra Manggala (Ponorogo). Diskusi usai pertunjukan dipandu oleh Sigit “Siklun” Purwanto, dengan Danis Sugiyanto sebagai pembicara utama. Forum ini juga dihadiri sejumlah tokoh gamelan seperti Sumarsam, Darno Kartawi, Aris Setiawan, dan Chris Miller.

Membunyikan Ulang Seni Sandur

Kesandur karya Krisna Julinanta menjadi pembuka dalam BMB #106. Krisna membunyikan kembali seni pertunjukan rakyat sandur dari Bojonegoro, seni tutur tradisi yang nyaris tenggelam dan distigma sebagai “seni terlarang” pasca-1965. Alih-alih merekonstruksi bentuk aslinya, Ia menciptakan transposisi bunyi atas ingatan kolektif, menerjemahkan logat dan ritme sandur ke dalam timbre gamelan. Motif-motif tutur diolah menjadi pola tabuhan balungan, bonang, dan kethuk, menciptakan tekstur suara yang unik. Komposisinya rapi, penataan register instrumen terukur, dan modifikasi pathet pada laras pelog memberi warna yang tak lazim.

Penampilan Krisna Julinanta | Foto: Bimasena BMB #106

Masyarakat BMB | Foto: Bimasena BMB #106

Sebagai pembicara, Danis Sugiyanto memberi penguatan atas pentingnya konsistensi dan keberanian mengeksplorasi bentuk. Ia menekankan perlunya menjaga sambung rapet antar bagian komposisi, sekaligus mendorong Krisna untuk terus membuka ruang percobaan yang baru. Komentar ini menyasar pada proses penyusunan karya: bagaimana menjaga keterpautan antarbagian komposisi tetapi tanpa menghilangkan daya kejutan.

Apresiasi juga datang dari Prof. Sumarsam yang menyoroti kedekatannya dengan Krisna sebagai sesama orang Bojonegoro, sekaligus mengaitkan BMB dengan semangat Pekan Komponis Muda pada 1970-an. Sumarsam menawarkan refleksi soal proses kreatif yang bergerak dari “ruang dalam” (ingatan, batin, inspirasi) menuju “ruang luar” (panggung dan publik). Baginya, Kesandur berhasil mengolah warisan budaya lokal yang traumatik menjadi bentuk musikal yang segar. Chris Miller mencermati eksplorasi laras pelog dalam karya ini. Baginya, penggunaan laras pelog di tangan Krisna berbeda dari tren umum, tidak jatuh ke dalam imitasi diatonis, melainkan muncul sebagai warna tersendiri.

Sesi diskusi | Foto: Bimasena BMB #106

Chris Miller memberikan komentar | Foto: Bimasena BMB #106

Sumarsam memberikan komentar | Foto: Bimasena BMB #106

Sementara itu, Darno Kartawi memuji struktur komposisi yang rapi, sembari melempar komentar jenaka: “Terlalu rapi nanti bisa cepat bosan, sesekali beri ruang untuk ngawur.” Ucapan ini bisa dibaca sebagai dorongan agar bentuk komposisi tidak terkunci dalam sistem yang tertib. Mengelola keseimbangan antara struktur yang tertata dan elemen yang spontan masih menjadi tantangan tersendiri bagi Krisna. Saran dari Darno dapat dibaca sebagai ajakan memberi ruang untuk kejutan, ketidakterdugaan, atau bahkan “kesengajaan yang ngawur” dalam kerangka kerja yang terukur.

Salah satu kekuatan Kesandur terletak pada kemampuannya membangun rasa ansambel. Krisna piawai mengarahkan para pengrawit secara presisi tanpa menghilangkan energi kolektif yang tumbuh dari kebersamaan bermain. Kesandur dapat dibaca sebagai bentuk reaktualisasi kebudayaan yang trauma, sebuah praktik  membunyikan sandur melalui sensibilitas seorang komponis muda.

Membunyikan Biografi

Karya kedua yang tampil dalam BMB 106 adalah Laku Jantra yang disusun oleh Didin Cakra Manggala. Komposisi ini merupakan pembacaan atas perjalanan hidup Sukoco, pengrajin gamelan yang meninggalkan pekerjaan formal demi menekuni wirausaha seni. Transformasi batin Sukoco, dari keresahan hingga ketenangan, menjadi dasar bentuk dan dinamika karya ini.

Didin memilih mendalami narasi, mengolah karakter dan emosi Sukoco ke dalam susunan musikal. Pola-pola karawitan Jawa Timuran, gaya Surakarta dan Yogyakarta, pathetan, lancaran, dan sampak dirajut untuk menggambarkan suasana kontemplatif, gelisah, emosional, hingga bahagia. Gender, bonang barung, kendang, dan vokal digunakan untuk membawa pendengar menelusuri perubahan suasana hati itu. Karya ini mendekati bentuk musik program, di mana narasi menjadi fondasi penciptaan. Laku Jantra terasa seperti reportase musikal dari praktik seni yang hidup di masyarakat.

Penampilan Didin | Foto: Bimasena BMB #106

Beberapa tanggapan menarik muncul. Danis Sugiyanto mencatat bagaimana karakter dan fenomena sosial diterjemahkan menjadi struktur musik, yang membutuhkan kepekaan dan konsistensi. Aris Setiawan menekankan pentingnya narasi dalam karya dan diskusi musik hari ini. Menurutnya, tanpa penjelasan komponis, detail seperti kisah Sukoco bisa tak terbaca, dan musik akan terasa hampa. Musik, baginya, adalah medium cerita, bukan semata data.

Namun kritik juga muncul. Didin, yang sudah mapan di lingkungannya dan terbiasa menggarap musik untuk lomba, tari, atau anak-anak, dinilai masih membawa bentuk baku yang akrab dalam praktik masyarakat. Meski ada upaya menghadirkan kebaruan, bentuk yang ditawarkan lebih dekat ke gaya “kreasi baru” dari era 1980-an. Struktur musikalnya belum sepenuhnya mencerminkan kompleksitas pribadi sosok Sukoco. Barangkali Didin masih perlu waktu untuk menyelaraskan gagasan dengan wujud komposisinya.

Refleksi

Forum BMB #106 menunjukkan bahwa pencarian bentuk dan cara berpikir musikal “baru” tidak selalu datang dari gebrakan teknis atau konsep yang ekstrem. Dua karya yang ditampilkan sama-sama lahir dari kedekatan dengan kehidupan sehari-hari: dari ingatan masa kecil, pengalaman sosial, hingga biografi orang terdekat. Kedua komponis berangkat dari hal yang biasa, tetapi mencoba menyusun ulang dan membunyikannya dalam bentuk yang berbeda.

Penampilan Kesandur | Foto: Bimasena BMB #106

Di sinilah relevansi Forum BMB terasa: ia menjadi ruang untuk membaca ulang apa yang disebut “kebaruan.” Kebaruan di sini bukan sebagai sesuatu yang asing, tetapi justru tumbuh dari yang sudah akrab. Dalam konteks ini, kebaruan bukan soal gaya atau teknik, melainkan soal sudut pandang, yaitu cara memaknai ulang bunyi, pengalaman, dan peristiwa yang ada di sekitar. BMB tetap menjadi ruang belajar bersama, di mana yang “biasa” dapat menjadi bahan untuk berpikir bersama. [T]

Salukat dan Yuganada di Festival Mi-Reng 2025: Dua Poros Inovasi Gamelan
Konser Komponis Perempuan pada Festival Mi-Reng 2025: Medium Penguatan Gagasan dan Ekspresi Musikal Kreator Muda Bali
Tribute to Maestro I Gusti Putu Made Geria pada Festival Mi-Reng 2025: New Music for Gamelan
Menuju Bali Sebagai Pusat Seni Kontemporer Dunia — Strategi Pemanggungan Seni Pertunjukan (Gamelan Kontemporer) Kelas Dunia
Menyurat yang Silam, Menggurat yang Datang — Sambutan Artistik Pekan Komponis Perempuan Wrdhi Cwaram
Tags: Forum Bukan Musik BiasagamelanISI Surakarta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Wartawan, Kuli Tinta, Tukang Berita

Next Post

GARBHA EMAS, Model Alternatif Kurikulum Pendidikan Anak

Wahyu Thoyyib Pambayun

Wahyu Thoyyib Pambayun

Komponis dan Pengajar Gamelan di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta

Related Posts

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
0
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

Read moreDetails

Cahaya di Jalan Pulang dari Creedence Clearwater Revival

by Ahmad Sihabudin
April 11, 2026
0
Cahaya di Jalan Pulang dari Creedence Clearwater Revival

PADA suatu malam yang panjang di jalan raya antarkota, seseorang mungkin tiba-tiba memahami makna sebuah lagu. Di tengah lampu kendaraan...

Read moreDetails

’Soon’: Etika Menunggu di Zaman yang Kehilangan Kesabaran

by Ahmad Sihabudin
March 28, 2026
0
’Soon’: Etika Menunggu di Zaman yang Kehilangan Kesabaran

Di tengah dunia kontemporer yang serba cepat, gaduh, dan penuh kepastian semu, lagu “Soon” dari grup rock progresif Inggris Yes...

Read moreDetails

’Free Bird’: Manusia Merdeka dalam Kandang Wi-Fi

by Ahmad Sihabudin
March 24, 2026
0
’Free Bird’: Manusia Merdeka dalam Kandang Wi-Fi

If I leave here tomorrow, would you still remember me? Pertanyaan dalam lagu Free Bird Lynyrd Skynyrd itu terdengar sederhana,...

Read moreDetails

‘Fernando’: Nyanyian Abadi di Dalam Api Unggun Jiwa Kita

by Nyoman Sukaya Sukawati
March 21, 2026
0
‘Fernando’: Nyanyian Abadi di Dalam Api Unggun Jiwa Kita

Ada lagu-lagu yang sekadar lewat di telinga, lalu hilang bersama waktu. Tetapi ada juga lagu yang menetap diam-diam di dalam...

Read moreDetails

‘Mull of Kintyre’: Pulang sebagai Doa yang Diam

by Ahmad Sihabudin
March 17, 2026
0
‘Mull of Kintyre’: Pulang sebagai Doa yang Diam

Lagu “Mull of Kintyre” dari Wings (1977), yang ditulis oleh Paul McCartney bersama Denny Laine, kerap dibaca sebagai balada pastoral...

Read moreDetails

‘Earth Song’ di Tengah Deru Mesiu

by Nyoman Sukaya Sukawati
March 6, 2026
0
‘Earth Song’ di Tengah Deru Mesiu

Dunia seakan berhenti sejenak, bukan karena damai, tetapi karena ngeri oleh ledakan mesiu yang tiba-tiba memekakkan dan menyengat. Saat itu,...

Read moreDetails

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
0
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

Read moreDetails

The Cascades, Ketika Hujan tak Lagi Romantis

by Nyoman Sukaya Sukawati
March 1, 2026
0
The Cascades, Ketika Hujan tak Lagi Romantis

“Rhythm of the Rain” yang dinyanyikan oleh The Cascades tetaplah lagu yang sama seperti ketika pertama kali kita memutarnya puluhan...

Read moreDetails

‘Lalu Biru’; Menggali Keterlambatan Manusia dalam Menyadari Nilai Kehidupan

by Radha Dwi Pradnyani
February 23, 2026
0
‘Lalu Biru’; Menggali Keterlambatan Manusia dalam Menyadari Nilai Kehidupan

“Kenapa baru memberikan bunga ketika orang itu sudah membiru…?” Kalimat ini dilontarkan oleh pacar saya setelah dirinya melewati hari yang...

Read moreDetails
Next Post
GARBHA EMAS, Model Alternatif Kurikulum Pendidikan Anak

GARBHA EMAS, Model Alternatif Kurikulum Pendidikan Anak

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co