2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Catatan dari Forum Bukan Musik Biasa #106 : Membunyikan Ulang Seni Sandur dan Biografi

Wahyu Thoyyib Pambayun by Wahyu Thoyyib Pambayun
August 7, 2025
in Ulas Musik
Catatan dari Forum Bukan Musik Biasa #106 : Membunyikan Ulang Seni Sandur dan Biografi

Penampilan Karya Kesandur | Foto: Bimasena BMB #106

FORUM Bukan Musik Biasa (BMB) telah menggelinding selama 17 tahun, meneruskan nyala semangat forum-forum musik seni di Indonesia yang sempat meredup. Seperti diungkap oleh mendiang Wayan Sadra dan ditulis oleh Joko S. Gombloh dalam catatan publikasi BMB, forum ini lahir dari kerinduan akan dinamika seperti Pekan Komponis Muda (PKM) yang dulu digagas Suka Hardjana. BMB berupaya membangun kembali wilayah kebebasan para komponis, menjadi laboratorium eksperimentasi untuk menemukan cara, metode, konsep, dan pikiran baru dalam penciptaan musik.

Edisi ke-106 Forum BMB berlangsung pada Selasa malam, 15 Juli 2025, di Pendapa Wisma Seni, Taman Budaya Jawa Tengah, Surakarta. Dua komponis muda menampilkan karya berbasis gamelan: Krisna Julinanta (Bojonegoro) dan Didin Cakra Manggala (Ponorogo). Diskusi usai pertunjukan dipandu oleh Sigit “Siklun” Purwanto, dengan Danis Sugiyanto sebagai pembicara utama. Forum ini juga dihadiri sejumlah tokoh gamelan seperti Sumarsam, Darno Kartawi, Aris Setiawan, dan Chris Miller.

Membunyikan Ulang Seni Sandur

Kesandur karya Krisna Julinanta menjadi pembuka dalam BMB #106. Krisna membunyikan kembali seni pertunjukan rakyat sandur dari Bojonegoro, seni tutur tradisi yang nyaris tenggelam dan distigma sebagai “seni terlarang” pasca-1965. Alih-alih merekonstruksi bentuk aslinya, Ia menciptakan transposisi bunyi atas ingatan kolektif, menerjemahkan logat dan ritme sandur ke dalam timbre gamelan. Motif-motif tutur diolah menjadi pola tabuhan balungan, bonang, dan kethuk, menciptakan tekstur suara yang unik. Komposisinya rapi, penataan register instrumen terukur, dan modifikasi pathet pada laras pelog memberi warna yang tak lazim.

Penampilan Krisna Julinanta | Foto: Bimasena BMB #106

Masyarakat BMB | Foto: Bimasena BMB #106

Sebagai pembicara, Danis Sugiyanto memberi penguatan atas pentingnya konsistensi dan keberanian mengeksplorasi bentuk. Ia menekankan perlunya menjaga sambung rapet antar bagian komposisi, sekaligus mendorong Krisna untuk terus membuka ruang percobaan yang baru. Komentar ini menyasar pada proses penyusunan karya: bagaimana menjaga keterpautan antarbagian komposisi tetapi tanpa menghilangkan daya kejutan.

Apresiasi juga datang dari Prof. Sumarsam yang menyoroti kedekatannya dengan Krisna sebagai sesama orang Bojonegoro, sekaligus mengaitkan BMB dengan semangat Pekan Komponis Muda pada 1970-an. Sumarsam menawarkan refleksi soal proses kreatif yang bergerak dari “ruang dalam” (ingatan, batin, inspirasi) menuju “ruang luar” (panggung dan publik). Baginya, Kesandur berhasil mengolah warisan budaya lokal yang traumatik menjadi bentuk musikal yang segar. Chris Miller mencermati eksplorasi laras pelog dalam karya ini. Baginya, penggunaan laras pelog di tangan Krisna berbeda dari tren umum, tidak jatuh ke dalam imitasi diatonis, melainkan muncul sebagai warna tersendiri.

Sesi diskusi | Foto: Bimasena BMB #106

Chris Miller memberikan komentar | Foto: Bimasena BMB #106

Sumarsam memberikan komentar | Foto: Bimasena BMB #106

Sementara itu, Darno Kartawi memuji struktur komposisi yang rapi, sembari melempar komentar jenaka: “Terlalu rapi nanti bisa cepat bosan, sesekali beri ruang untuk ngawur.” Ucapan ini bisa dibaca sebagai dorongan agar bentuk komposisi tidak terkunci dalam sistem yang tertib. Mengelola keseimbangan antara struktur yang tertata dan elemen yang spontan masih menjadi tantangan tersendiri bagi Krisna. Saran dari Darno dapat dibaca sebagai ajakan memberi ruang untuk kejutan, ketidakterdugaan, atau bahkan “kesengajaan yang ngawur” dalam kerangka kerja yang terukur.

Salah satu kekuatan Kesandur terletak pada kemampuannya membangun rasa ansambel. Krisna piawai mengarahkan para pengrawit secara presisi tanpa menghilangkan energi kolektif yang tumbuh dari kebersamaan bermain. Kesandur dapat dibaca sebagai bentuk reaktualisasi kebudayaan yang trauma, sebuah praktik  membunyikan sandur melalui sensibilitas seorang komponis muda.

Membunyikan Biografi

Karya kedua yang tampil dalam BMB 106 adalah Laku Jantra yang disusun oleh Didin Cakra Manggala. Komposisi ini merupakan pembacaan atas perjalanan hidup Sukoco, pengrajin gamelan yang meninggalkan pekerjaan formal demi menekuni wirausaha seni. Transformasi batin Sukoco, dari keresahan hingga ketenangan, menjadi dasar bentuk dan dinamika karya ini.

Didin memilih mendalami narasi, mengolah karakter dan emosi Sukoco ke dalam susunan musikal. Pola-pola karawitan Jawa Timuran, gaya Surakarta dan Yogyakarta, pathetan, lancaran, dan sampak dirajut untuk menggambarkan suasana kontemplatif, gelisah, emosional, hingga bahagia. Gender, bonang barung, kendang, dan vokal digunakan untuk membawa pendengar menelusuri perubahan suasana hati itu. Karya ini mendekati bentuk musik program, di mana narasi menjadi fondasi penciptaan. Laku Jantra terasa seperti reportase musikal dari praktik seni yang hidup di masyarakat.

Penampilan Didin | Foto: Bimasena BMB #106

Beberapa tanggapan menarik muncul. Danis Sugiyanto mencatat bagaimana karakter dan fenomena sosial diterjemahkan menjadi struktur musik, yang membutuhkan kepekaan dan konsistensi. Aris Setiawan menekankan pentingnya narasi dalam karya dan diskusi musik hari ini. Menurutnya, tanpa penjelasan komponis, detail seperti kisah Sukoco bisa tak terbaca, dan musik akan terasa hampa. Musik, baginya, adalah medium cerita, bukan semata data.

Namun kritik juga muncul. Didin, yang sudah mapan di lingkungannya dan terbiasa menggarap musik untuk lomba, tari, atau anak-anak, dinilai masih membawa bentuk baku yang akrab dalam praktik masyarakat. Meski ada upaya menghadirkan kebaruan, bentuk yang ditawarkan lebih dekat ke gaya “kreasi baru” dari era 1980-an. Struktur musikalnya belum sepenuhnya mencerminkan kompleksitas pribadi sosok Sukoco. Barangkali Didin masih perlu waktu untuk menyelaraskan gagasan dengan wujud komposisinya.

Refleksi

Forum BMB #106 menunjukkan bahwa pencarian bentuk dan cara berpikir musikal “baru” tidak selalu datang dari gebrakan teknis atau konsep yang ekstrem. Dua karya yang ditampilkan sama-sama lahir dari kedekatan dengan kehidupan sehari-hari: dari ingatan masa kecil, pengalaman sosial, hingga biografi orang terdekat. Kedua komponis berangkat dari hal yang biasa, tetapi mencoba menyusun ulang dan membunyikannya dalam bentuk yang berbeda.

Penampilan Kesandur | Foto: Bimasena BMB #106

Di sinilah relevansi Forum BMB terasa: ia menjadi ruang untuk membaca ulang apa yang disebut “kebaruan.” Kebaruan di sini bukan sebagai sesuatu yang asing, tetapi justru tumbuh dari yang sudah akrab. Dalam konteks ini, kebaruan bukan soal gaya atau teknik, melainkan soal sudut pandang, yaitu cara memaknai ulang bunyi, pengalaman, dan peristiwa yang ada di sekitar. BMB tetap menjadi ruang belajar bersama, di mana yang “biasa” dapat menjadi bahan untuk berpikir bersama. [T]

Salukat dan Yuganada di Festival Mi-Reng 2025: Dua Poros Inovasi Gamelan
Konser Komponis Perempuan pada Festival Mi-Reng 2025: Medium Penguatan Gagasan dan Ekspresi Musikal Kreator Muda Bali
Tribute to Maestro I Gusti Putu Made Geria pada Festival Mi-Reng 2025: New Music for Gamelan
Menuju Bali Sebagai Pusat Seni Kontemporer Dunia — Strategi Pemanggungan Seni Pertunjukan (Gamelan Kontemporer) Kelas Dunia
Menyurat yang Silam, Menggurat yang Datang — Sambutan Artistik Pekan Komponis Perempuan Wrdhi Cwaram
Tags: Forum Bukan Musik BiasagamelanISI Surakarta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Wartawan, Kuli Tinta, Tukang Berita

Next Post

GARBHA EMAS, Model Alternatif Kurikulum Pendidikan Anak

Wahyu Thoyyib Pambayun

Wahyu Thoyyib Pambayun

Komponis dan Pengajar Gamelan di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta

Related Posts

Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

by Putu Gangga Pradipta
September 25, 2026
0
Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

DI antara sembilan lagu yang mengisi album ketiga Barasuara, Jalaran Sadrah, ada satu nomor yang tidak berusaha tampil paling riang...

Read moreDetails

Ketika Logika Mengaburkan Jati Diri – [Refleksi Lagu ”The Logical Song” karya Supertramp]

by Ahmad Sihabudin
September 20, 2026
0
Ketika Logika Mengaburkan Jati Diri – [Refleksi Lagu ”The Logical Song” karya Supertramp]

ADA suatu fase dalam kehidupan manusia ketika dunia terasa sederhana dan penuh makna. Masa kecil adalah ruang di mana pengalaman...

Read moreDetails

Eksplorasi Musikal Gong Gede dalam Cipta Pagelaran Intermedium Ranu

by I Made Kartawan
August 16, 2026
0
Eksplorasi Musikal Gong Gede dalam Cipta Pagelaran Intermedium Ranu

GONG Gede memiliki karakter bunyi yang kuat. Kesan agung, monumental, dan berwibawa menjadi salah satu cirinya. Namun, di balik karakter...

Read moreDetails

Filosofi Sabun Ala Umar Haen: Semakin Dikucek, Semakin Perih

by Mahesa Putra
August 13, 2026
0
Filosofi Sabun Ala Umar Haen: Semakin Dikucek, Semakin Perih

“Mitos tentang Jogja, hantui orang tua lepas anaknya jadi mahasiswa.” PERKENALAN pertamaku dengan Umar Haen adalah pada lagu “Di Jogja...

Read moreDetails

Tabuh Pategak Saraswati: Lahir Dari Pengetahuan Audial Tabuh Pat Parianom Desa Adat Batur

by Wayan Diana Putra
August 5, 2026
0
Tabuh Pategak Saraswati: Lahir Dari Pengetahuan Audial Tabuh Pat Parianom Desa Adat Batur

SENIN tanggal 3 Agustus 2026 Institut Seni Indonesia (ISI) BALI melalui program Diseminasi Penelitian, Penciptaan, dan Diseminasi Seni-Desain (P2DSD) tahun...

Read moreDetails

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
0
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

Read moreDetails

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

by Mahesa Putra
August 2, 2026
0
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

Read moreDetails

Anak Sang Zaman —[Tafsir ‘Child in Time’ dari Deep Purple]

by Ahmad Sihabudin
July 20, 2026
0
Anak Sang Zaman —[Tafsir ‘Child in Time’ dari Deep Purple]

DALAM musik rock, ada lagu-lagu yang tidak hanya didengar, tetapi direnungkan. Salah satunya adalah Child in Time dari band legendaris...

Read moreDetails

Ketika Waktu Berpindah Tangan

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
0
Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

Read moreDetails

Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

by Pasek Agung Wicaksana
June 28, 2026
0
Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

RAHWANA adalah nama yang kerap kali tidak membutuhkan pengantar. Ia hadir lebih dulu dari ceritanya; datang sebagai prasangka sebelum sempat...

Read moreDetails
Next Post
GARBHA EMAS, Model Alternatif Kurikulum Pendidikan Anak

GARBHA EMAS, Model Alternatif Kurikulum Pendidikan Anak

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co