22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pagelaran Seni “Kaputusan Garba Emas”: Ragam Rupa Khas Maha Bajra Sandhi dalam Upaya Melahirkan “Pregina Maguna”

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
January 5, 2025
in Panggung
Pagelaran Seni “Kaputusan Garba Emas”: Ragam Rupa Khas Maha Bajra Sandhi dalam Upaya Melahirkan “Pregina Maguna”

Pementasan “Kaputusan Garba Emas” | Foto: tatkala.co/Dede

HARI itu, Wantilan Sekretariat DPRD Kabupaten Badung tampak dipadati oleh para orang tua yang menyaksikan anak-anaknya tatkala mementaskan pagelaran seni. Tidak hanya para orang tua, para undangan lain dari berbagai kalangan juga turut antusias menyaksikan pertunjukan tahunan yang dipersembahkan oleh Maha Bajra Sandhi.

Barangkali ini adalah pagelaran seni paling rumit yang pernah saya saksikan. Segala unsur seni melebur menjadi satu kesatuan dalam pementasan itu. Mulai dari unsur tari, musik (gamelan), pewayangan dan teatrikal, serta sastra dipadupadankan menjadi sebuah pagelaran seni yang memukau dan memesona.

Tidak banyak yang bisa saya deskripsikan tentang pagelaran seni tersebut, karena memang rumit dan mengandung nilai-nilai filosofis yang amat mendalam. Saya hanya bisa takjub menyaksikan anak-anak kecil itu menabuh (bermain gamelan), menari, dan mekidung (olah vokal) bersama. Mereka tampak begitu lihai menyajikan pementasan itu, tidak tampak sedikitpun keraguan, jejak-jejak langkah dan gerak-gerik mereka selalu pasti.

Kala itu, Maha Bajra Sandhi menggelar pertunjukan tahunannya dalam kegiatan Renungan Suci dan Dialog Imajiner 7 Abad Bhinneka Tunggal Ika “Wisuddha Republikanisme Demokrasi” di Wantilan Sekretariat DPRD Kabupaten Badung, pada Senin, 30 Desember 2024. Dalam kegiatan ini, Maha Bajra Sandhi yang didirikan oleh Ida Wayan Oka Granoka menghadirkan pementasan “Kaputusan Garba Emas” yang diikuti dengan paparan langsung dari sang maestro budaya dan serangkaian diskusi.

Pementasan “Kaputusan Garba Emas” | Foto: tatkala.co/Dede

Acara yang dihadiri oleh Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa dan didukung oleh Pemerintah Kabupaten Badung ini mementaskan “Kaputusan Garba Emas” yang menampilkan para anak didik Maha Bajra Sandhi yang kini diampu oleh Ida Ayu Arya Setyani–putri sulung Granoka yang juga pengajar di ISI Denpasar, bekerja sama dengan Sanggar Pancer Langit yang menampilkan ragam rupa talenta khas pola asuh Maha Bajra Sandhi.

Pertunjukan yang berlangsung sepanjang 20 menit itu kebanyakan melibatkan anak-anak yang begitu bertalenta, sedari dini mereka sudah bisa menyajikan pagelaran seni yang serumit itu. Barangkali di masa mendatang, merekalah yang diharapkan mampu menjaga ekosistem seni dan local genius di Bali. Mereka adalah bibit-bibit unggul seniman hebat kelak.

Pementasan “Kaputusan Garba Emas” | Foto: tatkala.co/Dede

Wantilan Sekretariat DPRD Kabupaten Badung saat itu sudah seperti taman bermain bagi mereka, anak-anak itu begitu menguasai arena pentas. Tidak terlihat sedikitpun keraguan ataupun kebingungan dari mereka. Anak-anak itu menembang dengan nyaring, menari dengan luwes, dan menabuh dengan apik.

“Yang kita lihat dari pertunjukan anak-anak Maha Bajra Sandhi tadi adalah sebuah pertunjukan totalitas dari unsur gerak, rupa, dan sastra. Anak-anak bisa menari, bermain gamelan, wayang, di mana pola pelatihan semacam ini kini semakin jarang dilakukan,” tutur Prof. Dr. I Wayan Dibia, SST., M.A., Guru Besar Emeritus ISI Denpasar, yang menjadi salah satu pembicara dalam sesi diskusi bertema “Fenomena Sinergi Konvergensi Seni-Agama-Sains”.

Pementasan “Kaputusan Garba Emas” | Foto: tatkala.co/Dede

Prof. Dibia mengatakan, ia  sangat mengapresiasi Granoka, yang masih kukuh mengadakan pelatihan semacam ini. “Karena kita tidak tahu, apakah anak didik ini nantinya akan jadi penari, penyanyi, atau sastrawan, biarkan bakat mereka yang nanti akan memperlihatkan. Namun, dasar pelatihan semacam ini sangat penting untuk masa depan seni pertunjukan di Bali,” katanya.

Ida Ayu Arya Setyani, yang akrab disapa Dayu Ani, pun mengamini bahwa dalam proses tumbuh kembang dalam keluarga, Granoka selalu mengondisikan kelima anaknya untuk mempelajari seluruh unsur seni.

“Kami dikondisisikan untuk bisa bermain gamelan, mekidung (olah vokal), dan menari. Walau pada akhirnya, tidak semua dari kami bisa menguasai semua, namun ini menjadi pengalaman estetis ke depan. Dari dulu ia juga mengajarkan, kami harus belajar pada semua mahaguru. Ini menjadi bentuk pengkondisian untuk menuju kompetensi penuh,” papar Dayu Ani.

Para audience mengabadikan pementasan “Kaputusan Garba Emas” | Foto: tatkala.co/Dede

Pementasan “Kaputusan Garba Emas” | Foto: tatkala.co/Dede

Pengkondisian ini pula yang diterapkan dalam Maha Bajra Sandhi yang didirikan pada tahun 1991 dan komunitas Bumi Bajra yang didirikan pada 2009. Hal ini tak lepas dari tiga tataran konsep pemikiran Granoka yang mencakup idealisme, supremasi kearifan budaya timur, dan dharmatakama atau ekonomi spiritual yang menjadi landasan dalam setiap kegiatan Maha Bajra Sandhi maupun Bumi Bajra.

Pemahaman ini kemudian dijabarkan dalam kurikulum Garba Emas, yang diejawantahkan dalam konsep musik–yang menjadi gerbang pertama untuk memantik jiwa-jiwa yang hendak dipupuk; linguistik–seiring pertumbuhan perkembangan anak yang dalam fase memaknai; dan mistik–subsistem yang ada pada hampir semua sistem religi untuk merasakan menyatu dengan semesta. Ketiga hal ini diimplementasikan lewat lima hal, yakni olah musik, olah vokal, olah gerak, olah prana, dan olah rasa. Tujuan akhirnya adalah untuk membentuk manusia unggul yang berguna untuk sesama dan semesta atau Pregina Maguna. Dalam hal ini, unsur seni, agama, dan sains melebur dalam satu ikatan utuh.

Pementasan “Kaputusan Garba Emas” | Foto: tatkala.co/Dede

Sesi foto bersama seusai pementasan “Kaputusan Garba Emas” | Foto: tatkala.co/Dede

“Apakah Maha Bajra Sandhi ingin melahirkan seniman? Jawabannya, tidak. Kata kuncinya adalah garba, dalam Bahasa Indonesia berarti rahim. Dalam hal ini, Maha Bajra Sandhi melahirkan manusia yang berjiwa murni melalui seni. Membangun hubungan antara manusia yang berjiwa murni dengan alam sekitarnya, dengan tujuan akhir somia (tenang, tenteram),” ujar Wayan Juniarta, yang menjadi moderator salah satu sesi diskusi.

Itu sebabnya, tambah Juniarta, Sutasoma selalu diangkat kembali dalam berbagai pertunjukan Granoka. Tujuan dari pendidikan seni multidimensional (seni, agama, dan sains) ini untuk melahirkan manusia yang jiwanya dipenuhi keindahan. “Sehingga ketika mereka besar, akan memilih jalan Sutasoma–bukan jalan dunia, melainkan jalan peradaban,” ujar Juniarta. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Wayang Wong Tejakula dan Kondisi Ekosistem Pendukungnya
Drama “Putri Ayu”: Drama Inovatif dari UPMI Bali yang Mengejar Waktu di Denpasar Festival 2024
Barong Landung Mepajar di Denpasar Festival 2024: “Local Genius” dari Desa Adat Sumerta, Denpasar Timur
Tags: BadungDayu AniGranokakesenian baliSanggar Maha Bajra Sandhiseni pertunjukan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi Muhammad Rifan Prianto | Setelah Membaca 100 Soneta Cinta Pablo Neruda

Next Post

“Silent Tourism”: Berwisata dalam Kesenyapan

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

“Silent Tourism”: Berwisata dalam Kesenyapan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co