22 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menyimak “Senglad” di Malam yang Terlewat — Catatan Lepas atas Undangan I Wayan Diana Putra

Cokorda Gde Bayu Putra by Cokorda Gde Bayu Putra
July 9, 2025
in Ulas Pentas
Menyimak “Senglad” di Malam yang Terlewat — Catatan Lepas atas Undangan I Wayan Diana Putra

Performance "Senglad" dalam rangka mengenang Sastrawan Cok Sawitri di acara Bali Performing Arts Meeting di Masa-Masa, Keramas, Gianyar, 29 November 2024 | Foto: Ist

AWAL November tahun 2024, I Wayan Diana Putra – penggerak segmen Macandetan Janahita Mandala Ubud yang juga Dosen Pendidikan Seni Pertunjukan ISI Bali,mengabarkan bahwa dirinya terlibat bersama Bhumi Bajra pada sebuah performance dalam rangka mengenang Sastrawan Cok Sawitri di acara Bali Performing Arts Meeting di Masa-Masa, Keramas, Gianyar, pada 29 November 2024. Mendengar kabar tersebut tentu saya menyambut baik dan bergembira sekaligus merespon cepat dengan kalimat“semangat na, tyang usahakan hadir!”.

Jelang penghujung November 2024, sesungguhnya kegiatan Janahita Mandala Ubud cukup padat dengan kosentrasi lebih meninggi, mengingat puncak Acara Ubud Campuhan Budaya 2024 akan berlangsung tanggal 13-14 Desember 2024. Namun di tengah beragam kesibukan dan padatnya agenda ke depan, saya yakin Diana Putra adalah pribadi yang teguh dalam mengatur waktu serta komitmennya.

Selama ini tampaknya ia selalu konsisten dalam menjalankan perannya sebagai pendidik di kampus, menyempatkan diri terlibat dalam pembinaan pemuda di desanya, selalu gigih menggerakkan segmen berkala Macandetan, menjalankan fungsinya sebagai editor buku Macandetan, aktif merancang program Festival Ubud Campuhan Budaya, dan tentunya ke depan disibukkan dengan latihan jelang pementasannya bersama Bhumi Bajra yang berjudul Sanglad.

Akhirnya malam hari, 29 November 2024 – tanggal yang sungguh penting bagi saya manakala di hari tersebut merupakan tepat tuntasnya lima tahun masa bhakti sebagai Pengurus Yayasan Bina Wisata Kelurahan Ubud, saya lantas menepati janji datang ke lokasi pementasan. Seingat saya setibanya di tempat acara, saya diarahkan menuju sebuah bangunan dan naik menuju lantai atas – tempat Sanglad dipentaskan.

Performance “Senglad” dalam rangka mengenang Sastrawan Cok Sawitri di acara Bali Performing Arts Meeting di Masa-Masa, Keramas, Gianyar, 29 November 2024 | Foto: Ist

Beberapa orang memilih duduk di lantai bawah menyatu dengan para penampil dan sisanya menempati beberapa kursi di belakang yang telah disiapkan panitia. Saya berada tak jauh dari istri Diana yang menonton dengan beberapa kerabat dan keluarganya.

Saatnya tiba, pemandu acara memberi sinyal bahwa pementasan akan segera dimulai. Nyala lampu pun mulai meredup dan berubah dari semula. Sesekali suasana ruang pentas dibuat membiru. Dua wanita muda berpakaian Bali yang anggun mengolah tubuh dikelilingi seorang anak perempuan yang tampak lincah mengelilingi sembari mengucap “manggali”.

Pegiat sastra – Ari Dwijayanthi terlihat mengumandangkan beberapa sajak yang menambah kesan tersendiri dari pertunjukan tersebut. Di antara para penampil dan property yang tampak di hadap penonton, suara vokal Diana Putra dan Dayu Nyoman Diana Pani tak pernah putus bersautan saling mengisi memberi penajaman yang material dari keseluruhan karya tersebut.

Pementasan tersebut menuai riuh tepuk tangan para penikmat yang kagum dengan kolaborasi lintas generasi. Terselip tidak saja estetika sastra dalam balutan seni pertunjukan, namun juga tampak ekspresi solidaritas penuh simpati dan rasa hormat para penggagas serta penampil yang memiliki kedekatan emosional dengan mediang Cok Sawitri.

Performance “Senglad” dalam rangka mengenang Sastrawan Cok Sawitri di acara Bali Performing Arts Meeting di Masa-Masa, Keramas, Gianyar, 29 November 2024 | Foto: Ist

Berjumpa sesuai acara, Diana Putra menyampaikan bahwa Senglad adalah sebuah karya seni pertunjukan berbasis dari karawitan vokal khususnya tembang sinom. Tembang sinom diolah sesuai imaji Cok Sawitri dalam menafsir cengkok dari melodi tembang berpijak pada sistem guru lagu dan guru ding dong. Hasil penyajian ulang tembang sinom oleh Cok Sawitri kemudian disebut Sinom Senglad. Menurutnya, dinamai Sinom Senglad karena cengkok dan tata penyajian cengkoknya tidak biasa seperti konvensionalnya. Ketidakbiasaannya itulah yang kemudian dicitrakan sebagai Senglad yang bermakna unkonvensional.

Dari sinom yang tidak biasa kemudian memantik Diana Putra mewujudkannya dalam sebuah karya karawitan baru. Lebih lanjut dinyatakan oleh Diana Putra, bahwa tafsir dari Sinom Senglad hasil gubahan Cok Sawitri diambil pola tembangnya lalu ditata ujung frasa melodi lagunya. Penataan ujung frasa melodi diolah dengan memanjangkan ujung kalimat dengan teknik menaikkan register nada hingga batas ambang tinggi dan memberikan nafas pada frasa-frasa melodi.

Selain itu dalam karya ini pola ritmis kendang ditembangkan dengan teknik palawakya. Dengan gaya penembang palawakya, artikulasi pendek audial kendang dapat diperpanjang dengan teknis menyerupai legato. Audial dengan teknis menyerupai legato kemudian diolah dalam bentuk kilitan reyong. Kilitan reyong lantas ditata dengan memberikan reng yang lebih panjang. Panjangnya reng reyong melaui olahan jalinan menyebabkan terjadi audial berbenturan antar gema. Benturan gema dengan berbeda nada menghasilkan getaran harmoni dalam dimensi yang lebih tipis.

Karya Senglad pada saat itu juga didandani koreografi apik oleh Dayu Prihandari yang dibantu oleh Ni Komang Wahyuni. Koreografi sentuhan Dayu Prihandari yang dibantu oleh Ni Komang Wahyuni melengkapi formulasi musikal yang digarap oleh Diana. Antara audial dan koreografi terlihat “kawin”, hal ini rasanya menandakan bahwa terdapat persamaan kredo penciptaan antara Diana dan Dayu Prihandari. Persamaan kredo penciptaan ini adalah hal yang tidak dapat diwujudkan dalam jangka pendek, namun lahir dari proses kreatif panjang yang dilalui oleh kedua kreator tersebut.

Performance “Senglad” dalam rangka mengenang Sastrawan Cok Sawitri di acara Bali Performing Arts Meeting di Masa-Masa, Keramas, Gianyar, 29 November 2024 | Foto: Ist

Sepanjang pengetahuan saya Diana Putra dan Dayu Prihandari sering terlibat penciptaan karya seni untuk komunitas Bhumi Bajra dan juga Janahita Mandala Ubud. Terkhusus untuk komunitas Bumi Bajra yang menjadi ruang tumbuh Dayu Prihandari, belakangan Diana Putra juga aktif turut memberikan stimulus persamaan prinsip dalam berkarya. Persamaan prinsip ini kemudia mereka sepakati sebagai terjemahan dari konsep “ngigelin gending, ngendingin igel”.

Sebagai salah satu yang menonton malam itu, saya tentu menaruh rasa hormat dan turut bangga pada seluruh penampil khususnya Bhumi Bajra yang tak pernah kering dalam berkarya serta tak pernah lelah mengkader para pelanjut seni dan sastra. Tak lupa pula apresiasi dan rasa bangga saya kepada Diana Putra yang menunjukkan konsistensinya sebagai pribadi yang selalu terbuka dalam berkolaborasi dengan semua pihak.

Kelana imajinasi dan kreativitas berkeseniannya selalu mekar walau ditengah padatnya rutinitas administrative dan akademiknya. Semoga akan terlahir karya-karya lanjutan dari Dosen Pendidikan Seni Pertunjukan ISI Bali ini yang juga salah satu keturunan Kaki Iwer – seorang dalang legendaris asal Padantegal Ubud yang dijamannya konsisten mengiringi kelompok mabebasan yang dikomandoi Rakawi Ubud – Ida Tjokorde Gde Ngoerah.

“Aksamang kirang langkung pet makeh iwang panyuratan, Duwenang Sareng” [T]

Penulis: Cokorda Gde Bayu Putra
Editor: Adnyana Ole

“Tamasya Tak Biasa”, Mengenang Kepergian Cok Sawitri dengan Pentas Seni Tak Biasa
Baleganjur Kehilangan Hak Audialnya — Catatan Wimbakara Baleganjur Pesta Kesenian Bali 2025
Perjalanan Dari Jantung Ubud Menuju Setra Dalem Puri Pada Puncak Pelebon Puri Agung Ubud
Tags: Cok SawitriGianyarkesenian balisastra bali klasik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Karya Maestro I Wayan Begeg Dimainkan Sekaa Gong Taruna Mekar Tunjuk-Tabanan di Pesta Kesenian Bali 2025

Next Post

Laki-Laki dan Air Mata

Cokorda Gde Bayu Putra

Cokorda Gde Bayu Putra

Dosen FEBP Universitas Hindu Indonesia dan mengabdi pada Yayasan Bina Wisata Kelurahan Ubud.

Related Posts

Tubuh yang Dilukiskan, Tak Pernah Dimiliki —Membaca “Agem Ni Pollok” dalam Parade Monolog Festival Seni Bali Jani 2026

by Satria Aditya
July 20, 2026
0
Tubuh yang Dilukiskan, Tak Pernah Dimiliki —Membaca “Agem Ni Pollok” dalam Parade Monolog Festival Seni Bali Jani 2026

PARADE Monolog dalam Festival Seni Bali Jani 2016 yang digelar pada 14 Juli  di Gedung Ksirarnawa, dibuka pukul 17.00 Wita,...

Read moreDetails

Setiap Gerakan Punya Cerita  —Ulas Pentas Tari di Undiksha dan Terima Kasih Dua Hari Pengalamannya

by Putu Intan Juliantika
July 19, 2026
0
Setiap Gerakan Punya Cerita  —Ulas Pentas Tari di Undiksha dan Terima Kasih Dua Hari Pengalamannya

 “Teng! Tong! Teng! Tong! Teng! Tung! Pagi tiba alarm berbunyi...” Itu adalah suara dering alarm saya pukul tiga pagi yang...

Read moreDetails

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
0
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

Read moreDetails

‘The Mystical Kecak Dance Glow in The Dark’ di TMII —Cahaya Menghidupkan Hanoman Duta

by Azzahra Naya R
July 1, 2026
0
‘The Mystical Kecak Dance Glow in The Dark’ di TMII —Cahaya Menghidupkan Hanoman Duta

SAAT menyaksikan The Mystical Kecak Dance Glow in The Dark: Hanoman Duta, Amfiteater Panggung Budaya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII),...

Read moreDetails

Kembalinya Roh Teo-Estetika —Menguatkan Kembali Konsolidasi Sosial Masyarakat Banjar Bukit Buwung Kesiman Melalui Kesenian Dramatari Arja

by IM Gede Nesa Saputra
June 30, 2026
0
Kembalinya Roh Teo-Estetika —Menguatkan Kembali Konsolidasi Sosial Masyarakat Banjar Bukit Buwung Kesiman Melalui Kesenian Dramatari Arja

KEMBALINYA seni Arja di Banjar Bukit Buwung, Kesiman, tidak dapat dipahami semata sebagai upaya revitalisasi kesenian tradisional, melainkan sebagai proses...

Read moreDetails

‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026

by Yudi Laksana
June 24, 2026
0
‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026

RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di...

Read moreDetails

Tembang Propaganda dan Atraksi Silat yang Memberi Warna pada Liuk Janger Kerobokan di Pesta Kesenian Bali 2026 —Sebuah Catatan

by Kadek Surya Jayadi
June 20, 2026
0
Tembang Propaganda dan Atraksi Silat yang Memberi Warna pada Liuk Janger Kerobokan di Pesta Kesenian Bali 2026 —Sebuah Catatan

 “Mari kawan bersama kita bekerja, bersihkan lingkungan….”  ITU adalah penggalan tembang yang menjadi salah satu hal menarik dari pementasan kesenian...

Read moreDetails

Akurasi Sendratari ‘Lubdhaka Lelana’ Merefleksikan Tema ‘Atma Kerthi’ dalam PKB 2026

by I Nyoman Darma Putra
June 15, 2026
0
Akurasi Sendratari ‘Lubdhaka Lelana’ Merefleksikan Tema ‘Atma Kerthi’ dalam PKB 2026

MENERJEMAHKAN tema Pesta Kesenian Bali (PKB) ke dalam seni pertunjukan kerap menjadi tantangan bagi para seniman. Pertama, tema-tema PKB dirumuskan...

Read moreDetails

Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan

by Rezky Chiki
June 9, 2026
0
Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan

“Salah satu hal yang membuat pelecehan sulit dikenali adalah karena ia sering hadir dalam bentuk yang tampak biasa: candaan, gurauan,...

Read moreDetails

Catatan Lomba Monolog Peksimida Bali 2026: Ada yang Masih Terjebak Pada Teriakan

by Mas Ruscitadewi
June 7, 2026
0
Catatan Lomba Monolog Peksimida Bali 2026: Ada yang Masih Terjebak Pada Teriakan

Lomba monolog dalam rangka Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Bali 2026 yang diadakan di Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, Sabtu,...

Read moreDetails
Next Post
Laki-Laki dan Air Mata

Laki-Laki dan Air Mata

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Eka Kurniawan Kupas Makna Kemanusiaan dalam Novel “O” di Festival Seni Bali Jani VIII 2026
Khas

Eka Kurniawan Kupas Makna Kemanusiaan dalam Novel “O” di Festival Seni Bali Jani VIII 2026

AGENDA Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 semakin semarak dengan hadirnya diskusi buku bertajuk "Hasrat Menjadi Manusia dalam...

by Nyoman Budarsana
July 22, 2026
Sastra Masuk Kurikulum: Guru Menjadi Kunci Penguatan Literasi di Sekolah
Khas

Sastra Masuk Kurikulum: Guru Menjadi Kunci Penguatan Literasi di Sekolah

PROGRAM Sastra Masuk Kurikulum menjadi salah satu isu penting yang mengemuka dalam rangkaian Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun...

by Nyoman Budarsana
July 21, 2026
“Di Bawah Pohon Sukun”, Teater Selem Putih Menghidupkan Kembali Pergulatan Lahirnya Pancasila
Panggung

“Di Bawah Pohon Sukun”, Teater Selem Putih Menghidupkan Kembali Pergulatan Lahirnya Pancasila

TEATER Selem Putih kembali menunjukkan kekuatan estetikanya dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026. Melalui pementasan Di Bawah...

by Nyoman Budarsana
July 21, 2026
Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Berikan Catatan Penting Mengenai Postur APBD serta Fenomena Pencatatan SiLPA
Pemerintahan

Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Berikan Catatan Penting Mengenai Postur APBD serta Fenomena Pencatatan SiLPA

SINGARAJA | TATKALA.CO -- Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan penting mengenai postur APBD serta fenomena pencatatan...

by tatkala
July 20, 2026
Tubuh yang Dilukiskan, Tak Pernah Dimiliki —Membaca “Agem Ni Pollok” dalam Parade Monolog Festival Seni Bali Jani 2026
Ulas Pentas

Tubuh yang Dilukiskan, Tak Pernah Dimiliki —Membaca “Agem Ni Pollok” dalam Parade Monolog Festival Seni Bali Jani 2026

PARADE Monolog dalam Festival Seni Bali Jani 2016 yang digelar pada 14 Juli  di Gedung Ksirarnawa, dibuka pukul 17.00 Wita,...

by Satria Aditya
July 20, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

Siapa yang Berhak Menentukan Kebebasan Tubuh Perempuan? —-[Menanggapi Tulisan Surfian Rahmat AP]

SEJAK dulu, tubuh perempuan selalu menjadi objek analisis dan justifikasi orang lain. Kita sering mendengar komentar terhadap cara seorang perempuan...

by Early NHS
July 20, 2026
Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja
Opini

Potensi Ekonomi yang Menguap di Titik 0 Singaraja

PADA awal tahun 2026, sebuah proyek bernilai fantastis menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan masyarakat Buleleng. Nama proyek itu sebenarnya...

by I Gede Sena Putrawan
July 20, 2026
Ketika Barang Bekas Menjelma Produk Bernilai Guna di Pameran Kreativitas Ignite Fest Kesbam 2026
Khas

Ketika Barang Bekas Menjelma Produk Bernilai Guna di Pameran Kreativitas Ignite Fest Kesbam 2026

KALA itu, pada hari keempat Ignite Fest, Kamis, 16 Juli 2026, kawasan di depan aula hingga halaman SMKS Kesehatan Bali...

by Dede Putra Wiguna
July 20, 2026
Genesis: Rahim Bumi, Rahim Kehidupan —[Membaca Karya Keramik Ida Ayu Gede Artayani]
Ulas Rupa

Genesis: Rahim Bumi, Rahim Kehidupan —[Membaca Karya Keramik Ida Ayu Gede Artayani]

"Kita tidak mewarisi bumi dari leluhur. Kita meminjamnya dari anak cucu." Kalimat yang sering dikutip dalam berbagai diskusi lingkungan itu...

by Angga Wijaya
July 20, 2026
Anak Sang Zaman —[Tafsir ‘Child in Time’ dari Deep Purple]
Ulas Musik

Anak Sang Zaman —[Tafsir ‘Child in Time’ dari Deep Purple]

DALAM musik rock, ada lagu-lagu yang tidak hanya didengar, tetapi direnungkan. Salah satunya adalah Child in Time dari band legendaris...

by Ahmad Sihabudin
July 20, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Trauma KUD dan Hasrat Politik 2029 Lewat KDMP

POLEMIK seputar Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) hingga kini belum juga surut. Namun the show must go on. Program andalan...

by Chusmeru
July 20, 2026
Nasib Antek-Antek Ronaldo dan Real Madrid di Piala Dunia 2026
Esai

Nasib Antek-Antek Ronaldo dan Real Madrid di Piala Dunia 2026

ISTILAH antek-antek Ronaldo bukan saya yang bikin. Saya mencurinya dari unggahan akun virdian_aurellio di media sosial. Waktu Argentina comeback melawan...

by Rusdy Ulu
July 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co