2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Komunikasi Politik Karut-Marut dan Korupsi Akut

Chusmeru by Chusmeru
July 5, 2025
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

Setiap pejabat dan lembaga negara dalam perspektif komunikasi adalah sumber dan komunikator bagi rakyatnya. Mereka adalah sumber dan sekaligus komunikator bagi rakyat. Karenanya, setiap ucapan dan tindakan mereka akan selalu menjadi acuan dan rujukan bagi rakyat.

Segala informasi yang bersumber dari pejabat dan lembaga negara haruslah benar dan layak dipercaya. Sebagai komunikator politik mereka juga harus memiliki kredibilitas lantaran membawa nama besar lembaganya. Bila tidak, maka akan terjadi komunikasi politik yang karut-marut, kusut, kacau, tidak keruan, membingungkan, serta banyak bohong dan dustanya.

Banyak kasus komunikasi politik di Tanah Air yang membuat karut-marut. Pernyataan Menteri Kebudayaan, Fadli Zon tentang keraguannya terhadap pemerkosaan massal pada Tragedi 1998 memantik reaksi keras banyak pihak. Sementara temuan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang dibentuk pemerintah saat itu menyebutkan terjadinya pemerkosaan massal sepanjang Mei 1998.

Mengapa seorang menteri dapat berbicara yang memancing reaksi keras rakyat? Meski Fadli Zon menyatakan itu sebagai pendapat pribadi, namun panggung politik tempatnya berdiri tak lepas dari sosoknya sebagai pejabat negara. Selayaknyalah ia berkomunikasi politik secara kredibel.

Dalam konteks komunikasi, pernyataan Menteri Kebudayaan itu tak dapat menjadi acuan atau rujukan, lantaran menjadikan masalah masa lalu bangsa ini menjadi kusut dan membingungkan. Bagaimana pula dengan korban pembantaian massal tahun 1965 terhadap orang-orang yang dituduh PKI? Akankah tragedi itu masuk dalam penulisan ulang sejarah Indonesia yang digagasnya? Mengingat sejarah adalah produk rezim yang dibuat oleh penulisnya.

Bukan hanya Fadli Zon. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebut program makan bergizi gratis (MBG) di Indonesia berhasil menjangkau 5,4 juta jumlah penduduk. Menurutnya, itu setara dengan jumlah penduduk Singapura. Tentu saja dianggap sukses, namun pernyataan pejabat negara itu berlebihan, mengingat jumlah penduduk Indonesia saat ini lebih dari 284 juta jiwa. Kenapa tidak sekalian dibandingkan dengan Vatikan yang hanya dihuni 764 jiwa? Tentu program MBG sangatlah sukses.

Senada dengan Kepala BGN, Presiden Prabowo Subianto juga menganggap program MBG berhasil. Meskipun terjadi keracunan akibat MBG di berbagai daerah, menurut Prabowo hanya menimpa 200 orang atau hanya 0,005 persen dari penerima MBG. Sedangkan Tim Cek Fakta Tempo (23/3/2025) menemukan angka keracunan mencapai 1.205 orang. Mana yang benar? Terlepas dari berapa pun angka keracunan, sangat berpotensi menimbulkan korban jiwa. Mengapa pemerintah masih mengklaim MBG berhasil dan sukses? 

Paling anyar, kasus sengketa empat pulau antara Aceh dan Sumatera Utara. Komunikasi politik karut-marut berawal ketika Kementerian Dalam Negeri menyebut Pulau Mangikir Kecil, Pulau Mangkir Besar, Pulau Panjang, dan Pulau Lipan masuk dalam wilayah Sumatera Utara. Tentu saja masyarakat Aceh meradang. Kasus berakhir ketika Presiden Prabowo memutuskan keempat pulau tersebut masuk dalam wilayah Aceh. Mengapa lembaga seperti Kementerian Dalam Negeri dapat berkomunikasi karut-marut?

Saling Tersandera

Karut-marutnya komunikasi politik di Indonesia dapat menimbulkan kondisi kehidupan sosial, ekonomi, dan politik yang tidak keruan. Rakyat menjadi bingung atas ucapan pejabat negara. Padahal sebagai sumber dan komunikator politik semestinya pejabat dan lembaga negara menjadi rujukan bagi rakyat.

Karut-marut komunikasi politik bukan hanya merugikan rakyat, namun dalam konstelasi dan kontestasi politik dapat menjadi bumerang bagi kekuasaan. Ketidakmampuan berkomunikasi dapat membuat rezim tersandera.

Program MBG dan sekolah rakyat yang gratis adalah isu kampanye Prabowo yang harus direalisasikan. Untuk itu Prabowo harus melakukan kebijakan efisiensi anggaran demi program yang dianggap populis. Kedua program itu adalah taruhan politik yang sekaligus menjadi sandera buatnya. Jika gagal, maka tertutup pintu baginya untuk melenggang ke periode kedua kursi kekuasaannya.

Karut-marut komunikasi politik juga membuka peluang bagi elit untuk saling tersandera. Mantan Presiden Jowoki tersandera dengan kasus ijazah UGM yang hingga kini masih menjadi bola liar yang panas. Belum lagi kasus Putusan Mahkamah Konstitusi yang dianggap bermasalah, yang mengantarkan Gibran Rakabuming Raka menduduki kursi wakil presiden. Mengapa kasus ijazah Jokowi tidak kunjung selesai? Mengapa pula Prabowo tampak diam atas kasus ini? Inilah karut-marut komunikasi yang menyandera elit politik.

Tak luput, mantan Presiden Megawati pun tersandera atas kasus yang menimpa Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto. Kasus hukum yang beraroma politik ini menyandera Megawati, sehingga menjadi sandungan dalam berkomunikasi politik.

Saling tersandera dalam panggung politik memang dapat menimbulkan kekakuan dalam berkomunikasi, yang jika tidak mampu dikendalikan dapat mengakibatkan karut-marut. Dalam konteks masa depan rakyat Indonesia, hal ini tentu berdampak buruk. Banyak energi terbuang karena fokus dalam pertikaian politik. Dampak lebih buruk, komunikasi politik yang karut-marut membuka peluang lebar bagi tumbuh suburnya korupsi. Ketika elit politik bertikai, korupsi mengintai.

Korupsi Akut

Apa yang tidak dikorupsi di republik ini di tengah karut-marut komunikasi politik para elit? Korupsi bukan lagi dalam skala recehan, namun menembus angka triliunan. Rekor dan liga korupsi di Indonesia pun diwarnai dengan nilai korupsi yang fantastis, hingga ratusan triliun.

Korupsi di Indonesia telah memasuki tahap akut. Bukan hanya lantaran jumlahnya yang fantastis, tetapi juga lahan korupsi yang kian beragam. Korupsi terjadi pada urusan makan hingga jamban. Betapa tidak akut, beras dan minyak goreng yang semestinya dikonsumsi rakyat dikorupsi. Lebih jorok lagi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pernah menetapkan tersangka kasus korupsi pembangunan WC atau toilet. Menjijikkan.

Ketika rakyat sedang nyaman melintasi jalan dan jembatan, tiba-tiba muncul kasus korupsi terhadap sarana aksesibilitas itu. Seolah rakyat harus selalu mengumpat setiap kali berkendara di jalanan. Di tengah elit politik yang saling menyandera; aspal, beton, dan jembatan menjadi lahan korupsi.

Korupsi menjadi akut saat urusan kemewahan dan kondisi kesedihan menjadi ladang korupsi. Jet pribadi adalah urusan kemewahan, dan itu diduga didapat lewat korupsi. Lebih parah, ketika rakyat sedang bersedih karena tertimpa bencana, justru dana untuk bantuan bencana itu dikorupsi. Sungguh keji.

Masa depan anak-anak juga menjadi lahan korupsi. Apa yang tidak dikorupsi dalam dunia pendidikan yang menentukan masa depan generasi bangsa ini? Pembangunan gedung sekolah dan kampus pun dikorupsi. Perangkat teknologi semacam laptop yang akan mengantarkan siswa pada era baru di masa depan tak luput dari korupsi. Miris tentunya.

Apa lagi yang tidak dikorupsi di Indonesia ini? Urusan ketuhanan juga dikorupsi. Kementerian Agama berkali-kali tersandung korupsi akut. Lembaga yang mestinya mengurus pahala dan dosa, lembaga yang menunjukkan surga dan neraka, tak luput dari korupsi. Bukan hanya kasus penyelenggaran haji, korupsi juga menyasar pengadaan kitab suci. Sungguh memilukan dan memalukan.

Apa yang tidak karut-marut di republik ini? Pengangguran didiamkan, oligarki dibiarkan. Kemiskinan tak kunjung tuntas, pungutan liar makin meluas. Premanisme tak kunjung reda, militerisme dipelihara. Apa yang tidak dikorupsi di Indonesia? Segalanya bisa. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Pemerintahan yang Gagal Berkomunikasi dengan Rakyat
“Tedak Siten”: Tradisi dan Komunikasi yang Futuristik
Komunikasi “Omon-Omon” dan #KaburAjaDulu
Ilusi Komunikasi dalam Perspektif “Helical Model” [Bagian 1]
Badan Intelijen Keuangan: Urgensi dan Tantangan Komunikasi
Komunikasi untuk Mendukung Organisasi
Tags: ilmu komunikasikomunikasikomunikasi politikPolitik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Film “OSMOSIA”: Perjalanan Panjang Gde Dharna dalam Sebuah Film Pendek — Catatan Layar Kolektif Bali Utara di Kedai Umah Pradja, Singaraja

Next Post

Krisna Aji, Psikiater Langka yang Menulis dari Ruang Sunyi Jiwa

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Krisna Aji, Psikiater Langka yang Menulis dari Ruang Sunyi Jiwa

Krisna Aji, Psikiater Langka yang Menulis dari Ruang Sunyi Jiwa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co