23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Komunikasi Politik Karut-Marut dan Korupsi Akut

Chusmeru by Chusmeru
July 5, 2025
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

Setiap pejabat dan lembaga negara dalam perspektif komunikasi adalah sumber dan komunikator bagi rakyatnya. Mereka adalah sumber dan sekaligus komunikator bagi rakyat. Karenanya, setiap ucapan dan tindakan mereka akan selalu menjadi acuan dan rujukan bagi rakyat.

Segala informasi yang bersumber dari pejabat dan lembaga negara haruslah benar dan layak dipercaya. Sebagai komunikator politik mereka juga harus memiliki kredibilitas lantaran membawa nama besar lembaganya. Bila tidak, maka akan terjadi komunikasi politik yang karut-marut, kusut, kacau, tidak keruan, membingungkan, serta banyak bohong dan dustanya.

Banyak kasus komunikasi politik di Tanah Air yang membuat karut-marut. Pernyataan Menteri Kebudayaan, Fadli Zon tentang keraguannya terhadap pemerkosaan massal pada Tragedi 1998 memantik reaksi keras banyak pihak. Sementara temuan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang dibentuk pemerintah saat itu menyebutkan terjadinya pemerkosaan massal sepanjang Mei 1998.

Mengapa seorang menteri dapat berbicara yang memancing reaksi keras rakyat? Meski Fadli Zon menyatakan itu sebagai pendapat pribadi, namun panggung politik tempatnya berdiri tak lepas dari sosoknya sebagai pejabat negara. Selayaknyalah ia berkomunikasi politik secara kredibel.

Dalam konteks komunikasi, pernyataan Menteri Kebudayaan itu tak dapat menjadi acuan atau rujukan, lantaran menjadikan masalah masa lalu bangsa ini menjadi kusut dan membingungkan. Bagaimana pula dengan korban pembantaian massal tahun 1965 terhadap orang-orang yang dituduh PKI? Akankah tragedi itu masuk dalam penulisan ulang sejarah Indonesia yang digagasnya? Mengingat sejarah adalah produk rezim yang dibuat oleh penulisnya.

Bukan hanya Fadli Zon. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebut program makan bergizi gratis (MBG) di Indonesia berhasil menjangkau 5,4 juta jumlah penduduk. Menurutnya, itu setara dengan jumlah penduduk Singapura. Tentu saja dianggap sukses, namun pernyataan pejabat negara itu berlebihan, mengingat jumlah penduduk Indonesia saat ini lebih dari 284 juta jiwa. Kenapa tidak sekalian dibandingkan dengan Vatikan yang hanya dihuni 764 jiwa? Tentu program MBG sangatlah sukses.

Senada dengan Kepala BGN, Presiden Prabowo Subianto juga menganggap program MBG berhasil. Meskipun terjadi keracunan akibat MBG di berbagai daerah, menurut Prabowo hanya menimpa 200 orang atau hanya 0,005 persen dari penerima MBG. Sedangkan Tim Cek Fakta Tempo (23/3/2025) menemukan angka keracunan mencapai 1.205 orang. Mana yang benar? Terlepas dari berapa pun angka keracunan, sangat berpotensi menimbulkan korban jiwa. Mengapa pemerintah masih mengklaim MBG berhasil dan sukses? 

Paling anyar, kasus sengketa empat pulau antara Aceh dan Sumatera Utara. Komunikasi politik karut-marut berawal ketika Kementerian Dalam Negeri menyebut Pulau Mangikir Kecil, Pulau Mangkir Besar, Pulau Panjang, dan Pulau Lipan masuk dalam wilayah Sumatera Utara. Tentu saja masyarakat Aceh meradang. Kasus berakhir ketika Presiden Prabowo memutuskan keempat pulau tersebut masuk dalam wilayah Aceh. Mengapa lembaga seperti Kementerian Dalam Negeri dapat berkomunikasi karut-marut?

Saling Tersandera

Karut-marutnya komunikasi politik di Indonesia dapat menimbulkan kondisi kehidupan sosial, ekonomi, dan politik yang tidak keruan. Rakyat menjadi bingung atas ucapan pejabat negara. Padahal sebagai sumber dan komunikator politik semestinya pejabat dan lembaga negara menjadi rujukan bagi rakyat.

Karut-marut komunikasi politik bukan hanya merugikan rakyat, namun dalam konstelasi dan kontestasi politik dapat menjadi bumerang bagi kekuasaan. Ketidakmampuan berkomunikasi dapat membuat rezim tersandera.

Program MBG dan sekolah rakyat yang gratis adalah isu kampanye Prabowo yang harus direalisasikan. Untuk itu Prabowo harus melakukan kebijakan efisiensi anggaran demi program yang dianggap populis. Kedua program itu adalah taruhan politik yang sekaligus menjadi sandera buatnya. Jika gagal, maka tertutup pintu baginya untuk melenggang ke periode kedua kursi kekuasaannya.

Karut-marut komunikasi politik juga membuka peluang bagi elit untuk saling tersandera. Mantan Presiden Jowoki tersandera dengan kasus ijazah UGM yang hingga kini masih menjadi bola liar yang panas. Belum lagi kasus Putusan Mahkamah Konstitusi yang dianggap bermasalah, yang mengantarkan Gibran Rakabuming Raka menduduki kursi wakil presiden. Mengapa kasus ijazah Jokowi tidak kunjung selesai? Mengapa pula Prabowo tampak diam atas kasus ini? Inilah karut-marut komunikasi yang menyandera elit politik.

Tak luput, mantan Presiden Megawati pun tersandera atas kasus yang menimpa Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto. Kasus hukum yang beraroma politik ini menyandera Megawati, sehingga menjadi sandungan dalam berkomunikasi politik.

Saling tersandera dalam panggung politik memang dapat menimbulkan kekakuan dalam berkomunikasi, yang jika tidak mampu dikendalikan dapat mengakibatkan karut-marut. Dalam konteks masa depan rakyat Indonesia, hal ini tentu berdampak buruk. Banyak energi terbuang karena fokus dalam pertikaian politik. Dampak lebih buruk, komunikasi politik yang karut-marut membuka peluang lebar bagi tumbuh suburnya korupsi. Ketika elit politik bertikai, korupsi mengintai.

Korupsi Akut

Apa yang tidak dikorupsi di republik ini di tengah karut-marut komunikasi politik para elit? Korupsi bukan lagi dalam skala recehan, namun menembus angka triliunan. Rekor dan liga korupsi di Indonesia pun diwarnai dengan nilai korupsi yang fantastis, hingga ratusan triliun.

Korupsi di Indonesia telah memasuki tahap akut. Bukan hanya lantaran jumlahnya yang fantastis, tetapi juga lahan korupsi yang kian beragam. Korupsi terjadi pada urusan makan hingga jamban. Betapa tidak akut, beras dan minyak goreng yang semestinya dikonsumsi rakyat dikorupsi. Lebih jorok lagi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pernah menetapkan tersangka kasus korupsi pembangunan WC atau toilet. Menjijikkan.

Ketika rakyat sedang nyaman melintasi jalan dan jembatan, tiba-tiba muncul kasus korupsi terhadap sarana aksesibilitas itu. Seolah rakyat harus selalu mengumpat setiap kali berkendara di jalanan. Di tengah elit politik yang saling menyandera; aspal, beton, dan jembatan menjadi lahan korupsi.

Korupsi menjadi akut saat urusan kemewahan dan kondisi kesedihan menjadi ladang korupsi. Jet pribadi adalah urusan kemewahan, dan itu diduga didapat lewat korupsi. Lebih parah, ketika rakyat sedang bersedih karena tertimpa bencana, justru dana untuk bantuan bencana itu dikorupsi. Sungguh keji.

Masa depan anak-anak juga menjadi lahan korupsi. Apa yang tidak dikorupsi dalam dunia pendidikan yang menentukan masa depan generasi bangsa ini? Pembangunan gedung sekolah dan kampus pun dikorupsi. Perangkat teknologi semacam laptop yang akan mengantarkan siswa pada era baru di masa depan tak luput dari korupsi. Miris tentunya.

Apa lagi yang tidak dikorupsi di Indonesia ini? Urusan ketuhanan juga dikorupsi. Kementerian Agama berkali-kali tersandung korupsi akut. Lembaga yang mestinya mengurus pahala dan dosa, lembaga yang menunjukkan surga dan neraka, tak luput dari korupsi. Bukan hanya kasus penyelenggaran haji, korupsi juga menyasar pengadaan kitab suci. Sungguh memilukan dan memalukan.

Apa yang tidak karut-marut di republik ini? Pengangguran didiamkan, oligarki dibiarkan. Kemiskinan tak kunjung tuntas, pungutan liar makin meluas. Premanisme tak kunjung reda, militerisme dipelihara. Apa yang tidak dikorupsi di Indonesia? Segalanya bisa. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Pemerintahan yang Gagal Berkomunikasi dengan Rakyat
“Tedak Siten”: Tradisi dan Komunikasi yang Futuristik
Komunikasi “Omon-Omon” dan #KaburAjaDulu
Ilusi Komunikasi dalam Perspektif “Helical Model” [Bagian 1]
Badan Intelijen Keuangan: Urgensi dan Tantangan Komunikasi
Komunikasi untuk Mendukung Organisasi
Tags: ilmu komunikasikomunikasikomunikasi politikPolitik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Film “OSMOSIA”: Perjalanan Panjang Gde Dharna dalam Sebuah Film Pendek — Catatan Layar Kolektif Bali Utara di Kedai Umah Pradja, Singaraja

Next Post

Krisna Aji, Psikiater Langka yang Menulis dari Ruang Sunyi Jiwa

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Krisna Aji, Psikiater Langka yang Menulis dari Ruang Sunyi Jiwa

Krisna Aji, Psikiater Langka yang Menulis dari Ruang Sunyi Jiwa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co