24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pemerintahan yang Gagal Berkomunikasi dengan Rakyat

Chusmeru by Chusmeru
April 27, 2025
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

RAKYAT tentu masih ingat betul apa yang diucapkan setiap pejabat negara, mulai dari presiden hingga para menteri. Bukan hanya kurang dimengerti, ucapan pejabat negara juga kadang membuat sakit hati rakyat. Semua itu akan menjadi memori kolektif rakyat Indonesia tentang pemimpinnya.

Ucapan Presiden Prabowo Subianto menaggapi kritik yang ditujukan kepadanya dengan lontaran kata “Ndhasmu” tentu sulit dimengerti masyarakat. Bukan hanya sekali Prabowo menyebut kata “Ndhasmu”. Dalam beberapa kesempatan ia melontarkan kata umpatan  yang berarti “Kepalamu” itu. Bukan arti kata yang sulit dimengerti rakyat, namun alasan Prabowo mengucapkan kata itu juga tak dapat dipahami rakyat.

Bagi rakyat pinggiran, umpatan seperti itu barangkali biasa terlontar. Namun bagi seorang presiden, kepala negara, dan kepala pemerintahan; ucapan yang sarkas itu tentulah tak elok. Dalam konteks ini, Prabowo sebagai presiden telah gagal berkomunikasi dengan rakyatnya, karena mengucapkan kata yang kasar dan menyakitkan.

Setali tiga uang dengan Prabowo, Ketua Dewan Ekonomi Nasional dan Penasehat Khusus Presiden Urusan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan pun membuat pernyataan yang dapat melukai hati rakyat. Ketika beredar tagar #IndonesiaGelap lantaran kondisi ekonomi yang kurang baik dirasakan rakyat, dengan enteng Luhut mengatakan “Kalau ada yang bilang Indonesia gelap, yang gelap kau, bukan Indonesia”.

Tak mau kalah dengan Presiden, para menteri pun mengumbar pernyataan yang tak layak. Wakil Menteri Tenaga Kerja, Immanuel Ebenezer merespons tagar #KaburAjaDulu yang ramai di jagat maya. Tagar yang muncul karena kondisi ketenagakerjaan di Indonesia yang sedang tidak baik-baik saja itu justru ditanggapi pejabat negara itu dengan candaan ketus “Mau kabur, kabur sajalah. Kalau perlu jangan balik lagi”.

Kisruh dan polemik seputar program makan bergizi gratis (MBG) ditanggapi dengan pernyataan yang kurang elok dari Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Bappenas Rachmat Pambudy. Menurutnya, program MBG lebih mendesak dibandingkan penciptaan lapangan kerja. Tentu saja ucapan menteri ini menyakiti hati rakyat yang sedang kesulitan mencari pekerjaan.

Tak kurang, Menteri Koordinator Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yusril Ihza Mahendra membuat pernyataan yang menuai kecaman. Usai dilantik sebagai menteri, ia menyatakan bahwa peristiwa kekerasan pada 1998 tidak termasuk kategori pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat. Tak terbayangkan betapa sakit hati keluarga korban Tragedi 1998. Padahal Yusril sendiri merupakan bagian dari gerakan reformasi 1998.

Gagal dan Gagap

Sesungguhnya kegagalan pemerintahan dalam berkomunikasi dengan rakyatnya bukan barang baru. Sejak pemerintahan sebelum Prabowo, banyak pejabat negara yang berucap menyakiti hati rakyat atau sulit dimengerti oleh rakyatnya.

Bahkan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun gagal dan gagap dalam berkomunikasi. Polemik soal keaslian ijazah sarjana Jokowi dari Universitas Gajah Mada (UGM) tak kunjung tuntas. Hanya pernyataan demi pernyataan yang ia lontarkan. Apa sulitnya ia menunjukkan ijazahnya kepada publik jika memang itu asli. Bukankah sikapnya selama ini justru menunjukkan ia gagal dan gagap berkomunikasi?.

Banyak faktor yang menjadi penyebab kegagalan komunikasi. Ketika orang gagal menyampaikan pesan komunikasi untuk dimengerti orang lain, maka yang terjadi adalah kegagalan komunikasi primer (primary breakdown in communication). Orang gagal menerima pesan secara cermat (Rakhmat, 2003). “Ndhasmu” bagi Presiden Prabowo mungkin bercanda. Namun saat kata itu diucapkan di hadapan publik, maka rakyat akan menangkapnya sebagai ucapan pemimpin yang serius.

Pernyataan pejabat adalah komunikasi. Setiap kata yang meluncur dari mulut pejabat negara adalah bentuk komunikasi. Karena pernyataan, kata, dan ucapan adalah komunikasi, maka selayaknya para petinggi negara itu memikirkan dampak dari komunikasinya kepada rakyat.

Berkata memang mudah. Namun berkomunikasi tidaklah mudah. Dalam komunikasi, sedikitnya ada tiga masalah yang sering menimbulkan kegagalan dalam berkomunikasi. Pertama, masalah teknis. Kedua, problem semantik. Ketiga, berkaitan dengan pengaruh (Weaver, dalam Borden & Stone,1976).

Masalah teknis berkaitan dengan akurasi informasi yang dikomunikasikan. Benarkah tidak terjadi pelanggaran HAM berat dalam tragedi tahun 1998? Benarkah ijazah UGM Jokowi memang betul-betul asli? Persoalan teknis dalam komunikasi ini begitu penting untuk rakyat agar diperoleh akurasi informasi.

Problem semantik berhubungan dengan interpretasi makna oleh rakyat terhadap pesan yang disampaikan oleh pejabat negara. Ucapan menteri tentang MBG yang lebih mendesak dibanding lapangan pekerjaan akan dimaknai sebagai ketidakpedulian pemerintah terhadap jutaan rakyat Indonesia yang masih menganggur. Apa pun dalih yang akan disampaikan pemerintah.

Sedangkan faktor pengaruh merupakan efektivitas pesan komunikasi yang disampaikan pemerintah untuk menimbulkan perilaku rakyat seperti yang diharapkan. Mencermati beberapa kasus pernyataan kontroversial yang diucapkan pejabat negara, nyaris tak ada pesan yang mampu menimbulkan rasa hormat terhadap pemerintah. Bahkan rakyat merasa muak terhadap pejabat yang tak memiliki kepekaan terhadap begitu banyak masalah yang dihadapi. Paling tidak, itu bisa diamati dari berbagai komentar sinis yang beredar di linimasa media sosial.

Empati  

Komunikasi bukan hanya untuk dimengerti, tetapi juga menumbuhkan hubungan sosial. Kegagalan komunikasi yang disebabkan oleh tiadanya hubungan sosial dapat menimbulkan kegagalan komunikasi sekunder (secondary breakdown in communication). Bukannya hubungan sosial yang terbangun, justru anonimitas dan gangguan hubungan manusiawi (Rakhmat, 2003).

Kegagalan komunikasi sekunder pemerintah dapat dipantik oleh banyak faktor. Kondisi perekonomian rakyat yang kian sulit, ditambah persaingan dan pertikaian politik di tingkat elit dapat menjadi pemicu. Sikap egois dan merasa powerful  dalam berkuasa juga menyebabkan kegagalan komunikasi sekunder.

Oleh sebab itu diperlukan empati pemerintah dalam berkomunikasi dengan rakyat. Empati dapat mendorong pemerintah untuk memahami dan merasakan derita rakyatnya. Komunikasi yang disertai empati tidak akan menimbulkan sakit hati.

Namun berempati tidaklah mudah. Apalagi bagi orang yang sedang dimabuk kekuasaan. Alih-alih memahami dan merasakan derita rakyatnya, petinggi negeri ini justru menambah luka dengan ucapannya.

Bagaimana akan berempati, jika seorang Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi membuat pernyataan kontroversial. Kasus teror kepala babi yang diterima jurnalis media Tempo bukan diungkap dan dicari siapa pelakunya, justru diminta untuk dimasak saja kepala babi itu.

Celakanya, itu diucapkan oleh juru bicara presiden sebagai representasi pemerintah. Apakah ia tak mampu berempati di tengah banyaknya jurnalis yang ketakutan terhadap teror, intimidasi, dan kekerasan dalam bertugas? Apakah ia tak merasakan begitu banyak jurnalis yang perlu pertolongan?

Begitu pula Menteri Koordinator Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yusril Ihza Mahendra yang menyebut Tragedi 1998 bukan pelanggaran HAM berat. Bagaimana perasaan keluarga mahasiswa dan aktivis yang diculik, hilang, dan tewas dalam tragedi itu? Di mana letak empati pemerintah yang belum genap setahun ini?

Komunikasi pemerintah yang buruk akan melahirkan ketegangan sosial dan politik. Hubungan sosial pemerintah dan rakyat menjadi tidak harmonis, tidak baik-baik saja. Jika tidak diperbaiki, maka akan menjadi perilaku buruk berkomunikasi yang menetap. Presiden, menteri, dan pejabat tinggi pemerintahan lain boleh berbicara apa saja; bahkan untuk ucapan yang melukai rakyatnya.

Pemerintah yang gagal berkomunikasi dengan rakyatnya adalah pemerintahan yang gagal mengemban amanat rakyat. Setiap lima tahun rakyat memilih pemimpin untuk memahami dan melayani rakyatnya. Bukan sekadar berkomunikasi yang ternyata menyakiti hati rakyat. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

“Tedak Siten”: Tradisi dan Komunikasi yang Futuristik
Komunikasi “Omon-Omon” dan #KaburAjaDulu
Ilusi Komunikasi dalam Perspektif “Helical Model” [Bagian 1]
Badan Intelijen Keuangan: Urgensi dan Tantangan Komunikasi
Komunikasi untuk Mendukung Organisasi
Tags: ilmu komunikasikomunikasipemerintahan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Kartini, Chairil Anwar, Sampai Ki Hadjar Dewantara

Next Post

Gede Alma, Mahasiswa yang Jualan Kentang Goreng: Pernah Kuliah Bawa Motor Gerobak

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Gede Alma, Mahasiswa yang Jualan Kentang Goreng: Pernah Kuliah Bawa Motor Gerobak

Gede Alma, Mahasiswa yang Jualan Kentang Goreng: Pernah Kuliah Bawa Motor Gerobak

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co