14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Rizki Pratama dan “Perubahan Diri”  pada Acara “Suar Suara: Road Tour AKALPATI” di Singaraja

Son Lomri by Son Lomri
June 10, 2025
in Panggung
Rizki Pratama dan “Perubahan Diri”  pada Acara “Suar Suara: Road Tour AKALPATI” di Singaraja

Rizki Pratama

DI acara “Suar Suara: Road Tour AKALPATI” itu, Rizki Pratama tampaknya energik ketika tampil sebagai opening di Café Halaman Belakang by Rumah Momo pada Minggu, 08 Juni 2025 malam.

Acara itu digarap oleh Reimspace untuk memperkenalkan Akalpati—sebuah grup band asal Tabanan—kepada anak-anak muda di Singaraja.

Tour  itu sudah berlangsung sejak tanggal 6 di Kedai Kopi Dekakiang malam pertama, dan tanggal 7 di Danke Kafe malam kedua. Dan di Café Halaman Belakang by Rumah Momo itu merupakan malam ketiga atau malam terakhir di Singaraja.

Ada sejumlah penampil sebagai band opening  di malam ketiga itu, seperti Eternals, Sadddha, dan Rizki Pratama. Mereka masih sama membawakan lagu ciptaannya masing-masing.

Rizki Pratama, ia mengikuti sedari awal-sampai akhir acara tour itu.

Rizki adalah seorang penyanyi solois muda yang mulai berkarir di dunia musik kembali, setelah sekian tahun sibuk bekerja di kapal pesiar.

Di malam itu, ia tampil bersama Prey (bass), Samuel (gitaris), Yabes (drummer), dan teman featuring Rista (vokalist).

Selain membawakan dua lagu cover dari Hindia “Rumah ke Rumah” dan “Berdansalah Karir Ini Tak Ada Artinya”.

Sebagai pengenalannya, ia juga suguhkan album terbarunya tahun 2025 ini bertajuk “Perubahan Diri” setelah sekian tahun tidak manggung.

Album mini itu memuat empat lagu yang rilis di bulan Mei 2025. Antara lain, “Lepas”, “Hidupku Ya Hidupku”, “Damai” dan “Komedi Hati”.

Setiap lagu dari mini album miliknya, ditulis Rizki di sela kerjanya di Kapal Pesiar Disney—bagian dari Disney Cruise Line ketika sedang berlayar.

Di sela tamu-tamu mereka (Disney) ketika di jam istirahat, siang hari, sedang beraktifitas ikut acara tertentu atau berada di kamar untuk istirahat.

“Di sanalah kesempatanku untuk menulis lagu,” kata Rizki Pratama saat menunggu giliran tampil di Kafe Halaman Belakang by Rumah Momo.

Rasa lelah selepas bekerja lalu bersandar di waktu istirahat, semua keriuhan—kerja seperti tidak pernah selesai di kepala Rizki, terus bergulir seakan mereka konser tersendiri di kepalanya. Lalu ia menangkapnya jadi tulisan.

Di lagu berjudul “Lepas” itu, mempersentasikan dirinya tentang sebuah kebebasan berekspresi yang ia butuhkan ketika suntuk oleh sistem kerja.

Ketika ia bawakan lagu itu di Kafe Halaman Belakang, energi dirinya tentang melepas beban pikir atau rasa lelah tubuh, seakan terhempaskan ketika itu. Ia membawakannya begitu ekspresif.

Kemudian tidak lama setelah lagu itu lahir, beberapa teman lamanya menghubungi Rizki Pratama menjejalkan sesuatu tentang hidup harus begini, harus begitu, jika sudah mendapat pekerjaan enak di sebuah kapal ternama. Itu menambah kemumetan pikirannya.

Sehingga di waktu mepet—di waktu jam istirahat, dan bersantai, ia kembali mengolah ide dari keadaan menyebalkan baginya itu, dituangkannya dalam lagunya yang berjudul “Hidupku ya Hidupku”.

Sementara untuk lagu ketiga berjudul “Keresahanku”, adalah tekanan dari dunia sekitarnya, ketika baru tahu ia sudah bekerja di kapal pesiar.

“Mereka pikir aku bisa beli segalanya itu dengan instan, mereka lupa, aku kerja mati-matian di dalam kapal!” cerita Rizki tentang awal mula lagunya tercipta.

Dan untuk menenangkan emosional berkecamuk marah-kesal pada mereka yang rewel mencibir, atau memuji tanpa tahu dari apa yang dipandang enak, adalah berawal dari proses kerja keras yang mengerikan.

“Karena mereka (barangkali) lupa soal itu, ya, aku mengingatkan diriku sendiri akhirnya, yang sudah nyakitin diri sendiri untuk dimaafkan. Dari perasaan seperti itulah lagu ketiga berjudul “Damai” tercipta,” katanya.

Sedang lagu keempat “Komedi Hati”, lagu itu dicomot dari album miliknya yang sempat hilang ketika konser di Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha tahun 2022.

Kembali ke Darat untuk Bermusik, Setelah di Laut Pergi Berlayar

Album “Perubahan Diri” digarap oleh Rizki Pratama ketika ia sedang bekerja di kapal, namun belum sempat dirampungkan. Kemudian betul-betul dirampungkannya setelah insiden tak terduga.

Awal januari 2025, ia mengalami kejepit pintu di bagian tangannya sewaktu bekerja, dan sehari setelah itu ia langsung pulang ke Bali untuk istirahat total.

Di saat masa penyembuhan itulah, ia mulai merampungkan setiap lagu yang digarapnya setengah-setengah sewaktu di kapal.

Rizki Pratama, atau bernama lengkap Rizki Pratama Silalahi, ia lahir di Singaraja pada 3 Juli 2001.

Dan terkait manggung, terkait menyanyi, mungkin wajahnya agak asing dikenali sebagai wajah akamsi (anak kampung sini) yang berkecimpung di dunia musik.

Rizki Pratama

Tapi, tentu, Rizki Pratama bukan anak kemarin sore soal bermusik. Sudah lama ia berkecimpung di dunia musik. Tapi karena ia bekerja di kapal pesiar pada tahun 2022, sehingga ia lama tidak muncul ke permukaan.

Di tahun 2015, misalnya, ketika dirinya masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), kelas delapan, ia pernah membuat lagu pertamanya berjudul “Masih Mencintai”, yang direkam secara manual menggunakan handphone, kemudian di publish di YouTube.

Melihat dirinya menciptakan satu lagu—adalah sebuah keberhasilan, kebanggaan tersendiri. Ia akhirnya ikut serta dengan teman-temannya pada lomba musikalisasi puisi, atau untuk manggung di beberapa tempat raya sederhana. Yang membuat pengalaman bermusiknya jadi bertambah.

Setelah lulus SMP, dan melanjutkan sekolah di SMA 1 Singaraja di tahun 2017, ia bergaul dengan beberapa temannya yang suka musik dan membuat grup band.

“Di kelas 10, aku gabung ke ekstrakurikuler musik, di sana aku dapet band pertamaku namanya Extosic (Extraordinary Music) dengan format band kolaborasi dengan gamelan Bali, di situ aku sebagai basist dan backing vocal,” kata Rizki Pratama.

Tak dinyana, sebagai sebuah band, Extosic yang terdiri dari Rama Sanjaya (drummer), Indah Lestari (vokalis), Rizki Pratama (basist), Dany Indrawan (gitaris), Lanang Mahardika (gangsa), dan Angga Purnama (gangsa), di tahun itu perkembangannya cukup pesat, khususnya di musik kolaborasi—di setiap event lomba band tingkat SMA se-Bali, ataupun tingkat umum di Bali.

Kemudian di tahun 2018, ketika mereka menginjak ke kelas 11, mereka dihantam titik jenuh di musik dengan format demikian; tradisional dan modern.

Karena mereka merasa tidak puas jika hanya bisa bermain di tangga nada pentatonik, akhirnya Rizki dan teman-temannya itu, memutuskan mengubah format dan konsep. Ada beberapa personil keluar dan masuk, sehingga nama band mereka berubah menjadi Dark Light bergenre rock.

“Di Dark Light aku masih menjadi basist sekaligus backing vocal, sesuai dengan namanya, band ini beraliran alternatif rock, yang menggambarkan kita pada masa itu.” kata Rizki Pratama.

Sementara ketika duduk di kelas 12 atau di akhir tahun 2018, pemerintah kota Singaraja menghubungi pihak sekolah dan meminta Rizki dan teman-temannya untuk menjadi Duta Kabupaten Buleleng di PKB (Pesta Kesenian Bali).

Lantas band Extosic—yang pernah berubah nama jadi jadi Dark Light itu kembali dikumpulkan, dan kembali berubah nama menjadi Gita Mahardika.

Ketika itu, memang Rizki masih berkutat sebagai seorang basist sekaligus backing vocal. Namun setelah acara PKB, ketika ia ada inisiden patah cinta, keinginan untuk menulis lagu seperti di masa SMP silam, muncul kembali.

Sejak itulah ia mulai membeli alat recording pertamanya, dan mulai belajar dapur rekaman serta memproduksi musiknya sendiri. Mula-mula lagu orang lain di-cover, kemudian ia menciptakan lagu sendiri, diproduksi sendiri.

Rizki Pratama dan beberapa temannya sedang membawakan album “Perubahan Diri” di Kafe Halaman Belakang by Rumah Momo | Foto Panitia

Antara lain lagu-lagu telah ia buat waktu itu sebagai solois, “Cinta Khayalan”, “Memeluk Bulan”, “Cinta”, dan “Kamu”.

“Meskipun ketika itu aku juga masih bagian dari Band Dark Light, tapi project soloku jalan, dan Dark Light juga tetep jalan.” kata Rizki Pratama.

Tak disangka pun, ternyata lagu-lagu dalam project solonya itu, di-notice oleh teman-temannya di SMA dan banyak yang suka.

Tentu. Semangat untuk menulis lagu, akhirnya semakin menggebu dan makin mencintai musik sebagai bagian dari hidupnya.

Setelah beberapa waktu bersama Dark Light, yang mengalami perubahan nama menjadi N’Cuts dengan format ada penyanyi wanita di dalamnya.

N’Cuts Band menyanyikan lagu-lagu top 40 Indonesia, dan karena band ini lebih menjual, akhirnya mereka, mendapat panggung panggung besar seperti Buleleng Festival, Lovina Festival 4, dan Twinlake Festival.

Tapi sayang tidak bertahan lama, karena setelah mereka tamat SMA di tahun 2019, band ini pasif. “Aku lanjut ke SPB (Sekolah Perhotelan Bali) International. Karena soal jarak, aku jadi jarang ikut main bareng Dark Light, dan N’Cuts, pun para personilnya sudah pada sibuk masing-masing. Band itu jadi pasif,” kata Rizki Pratama.

Sehingga ketika senggang waktu di perkuluahan, ia mempelajari seni recording atau rekaman secara otodidak.

Dan setelah 1 semester di kampus, dan program semester 2, ia mengikuti program magang di Malaysia, ia membawa alat-alat rekamannya ke sana.

Namun karena sibuk magang, ia blum punya waktu untuk fokus ke rekamanya. Sampai akhirnya covid19 datang dan ia terjebak di Malaysia kurang lebih 2 bulan mendekap di aprtemen.

“Saat itu aku kembali punya banyak waktu untuk menulis lagu-lagu, sehingga aku mulai sedikit merekam-rekam demo lagu tulisanku. Nah, setelah balik dari Malaysia atau pulang ke Indonesia, meskipun itu masa covid di tahun 2020, aku memulai project album, jadi lagu-lagu dan demo-demo yang aku buat di Malaysia,”

Ia ingin menjadikannya sebuah album, namun karena keterbatasan pengetahuannya tentang recordingnya masih minim, ada 12 lagu miliknya—sewaktu digarap di Malaysia itu, baru rampung di tahun 2021.

“Di tahun 2021 itu juga pertama kali nama saya, Rizki Pratama, sebagai solois dikumandangkan di sebuah event RIMAJI by REIM,” kata Rizki Pratama, terkait Reimspace yang memiliki hubungan kuat dengan karirnya.

Pada tour Akalpati ini, ia merasakan dirinya kembali hadir. Merasakan kembali bagaimana udara darat, terhirup di antara banyak penonton malam itu.

“Setelah ini, saya diajak manggung di SMPN 1 Sukasada pada tanggal 14 bulan ini, sebagai guestar,” ucap Rizki sambil mengulum senyum.

Pada penampilan berikut dirinya, ia akan membawakan mini album “Perubahan Diri” dalam versi akustik. [T]

Repoter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
ft. moreNarra di Acara “ASMARALOKA”—Album Launch Showcase dari Arkana: “Ya, Biarkan”
Eternals, “Aum” yang Menghenyakkan Jiwa pada Acara “ASMARALOKA”—Album Launch Showcase dari Arkana
“ASMARALOKA”, Album Launch Showcase Arkana di Berutz Bar and Resto, Singaraja
Dwarsa Sentosa, Musisi Buleleng yang Lebih Terkenal di Jawa Ketimbang di Daerah Kelahirannya
Musik Eksperimental Kontemporer dari Dwarsa Sentosa—“Tambah Sedikit Kuota untuk Berdosa”
Akustik Band The Days dari Buleleng dan Kisah Kemenangan Lagu Manawakya di Hindu Channel  
Tags: book cafemusikSingaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Komunikasi Egaliter di Era Predator Citra

Next Post

Paradoks Kebebasan Berpendapat dan Kebebasan Menghina

Son Lomri

Son Lomri

Kontributor tatkala.co

Related Posts

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
0
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

Read moreDetails

Komunitas Seni Baturenggong Ulas Sejarah dan Keunikan Desa Mengwi Lewat Seni untuk PKB 2026

by Nyoman Budarsana
May 10, 2026
0
Komunitas Seni Baturenggong Ulas Sejarah dan Keunikan Desa Mengwi Lewat Seni untuk PKB 2026

DESA Mengwi yang dulunya sebagai pusat kerajaan mewarisi berbagai kebudayaan, tradisi dan nilai-nilai luhur yang sangat penting bagi kehidupan bermasyarakat...

Read moreDetails

Lomba Tapel Ogoh-ogoh di UPMI Bali: Menumbuhkan Kreativitas Tanpa Batas

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Lomba Tapel Ogoh-ogoh di UPMI Bali: Menumbuhkan Kreativitas Tanpa Batas

“Ogoh-ogoh itu bukan lagi kesenian musiman. Tetapi kesenian yang dikerjakan sepanjang masa.” Kalimat pembuka itu meluncur dari Dr. I Made...

Read moreDetails

Dialog Dini Hari Rilis ‘Di Jumah’: Lagu Tentang Rumah yang Tak Sederhana  

by Dede Putra Wiguna
April 30, 2026
0
Dialog Dini Hari Rilis ‘Di Jumah’: Lagu Tentang Rumah yang Tak Sederhana  

SEJAK dibentuk pada 2008 di Bali, Dialog Dini Hari konsisten mempertahankan pendekatan musik yang tenang dan reflektif. Kini, band indie...

Read moreDetails

Diseminasi dan Penayangan Perdana Film Dokumenter “Dibia – Hanuman Hitam”: Menelusuri Laku Kesenian Bali melalui Sosok Maestro

by Dede Putra Wiguna
April 29, 2026
0
Diseminasi dan Penayangan Perdana Film Dokumenter “Dibia – Hanuman Hitam”: Menelusuri Laku Kesenian Bali melalui Sosok Maestro

CINEPOLIS Plaza Renon menjadi titik temu antara ingatan, penghormatan, dan refleksi. Di sanalah BALIDOC menggelar diseminasi sekaligus penayangan perdana film...

Read moreDetails

Peringatan Hari Tari Sedunia di UPMI: Lomba Tari Bali Jadi Ruang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Generasi

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Peringatan Hari Tari Sedunia di UPMI: Lomba Tari Bali Jadi Ruang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Generasi

LOMBA Tari Bali yang digelar pada 25–26 April 2026 di Auditorium Redha Gunawan, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali), menjadi...

Read moreDetails

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
0
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

Read moreDetails

Ketika Musik, Lukisan, dan Kesadaran Bertemu dalam Nyanyian Dharma

by Pranita Dewi
April 20, 2026
0
Ketika Musik, Lukisan, dan Kesadaran Bertemu dalam Nyanyian Dharma

Pertunjukan Nyanyian Dharma digelar di Ruang Taksu, Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Denpasar, Minggu (19/4) malam, menampilkan kolaborasi musik dengan...

Read moreDetails

‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

by I Nyoman Darma Putra
April 19, 2026
0
‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

Perbedaan antara wellness tourism dengan medical tourism menjadi salah satu pertanyaan dalam dalam Wellness Conference (Wellness Talk Show), Kamis, 16 April 2026, di Pelataran Hotel, Ubud....

Read moreDetails

Eksplorasi Material dan Gerak, Serangkai Inovasi Komunitas Wayang Ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Komang Puja Savitri
April 14, 2026
0
Eksplorasi Material dan Gerak, Serangkai Inovasi Komunitas Wayang Ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

SEJAK awal, ada rasa penasaran yang menggantung di antara penonton yang duduk lesehan di wantilan Museum Soenda Ketjil. Wayang, dalam...

Read moreDetails
Next Post
Syair Pilu Berbalut Nada, Dari Ernest Hemingway Hingga Bob Dylan

Paradoks Kebebasan Berpendapat dan Kebebasan Menghina

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co