3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

ft. moreNarra di Acara “ASMARALOKA”—Album Launch Showcase dari Arkana: “Ya, Biarkan”

Son Lomri by Son Lomri
May 29, 2025
in Panggung
ft. moreNarra di Acara “ASMARALOKA”—Album Launch Showcase dari Arkana: “Ya, Biarkan”

moreNara | Foto: panitia

MENYOAL asmara atau soal kehidupan. Ada banyak manusia tidak tertolong jiwanya-sakit akibat berharap pada sesuatu berujung kekecewaan. Tentu. Tidak sedikit dari mereka yang menarik diri–mundur dari hidup.

Menutup dirinya dari segala kemungkinan dari luar, menjadi gelap menjadi pemurung di dalam kamar. O, merasa sendirian karena itu, bisa lebih parah gantung diri–bunuh diri.

Tapi penyanyi solois moreNarra feat The Reimland, atau dipadatkan menjadi ft.moreNara, justru menjadikan kekecewaan adalah pupuk untuk bisa lebih bangkit. Untuk bisa lebih semangat dalam menjalankan hidup secara optimis.

Melalui lagunya yang berjudul “Ya Biarkan”, moreNarra meyakinkan orang-orang jika manusia bisa tumbuh dari rasa kecewanya. Bahkan bisa lebih berkembang dari sebelumnya.

“Tak akan sempurna, ya biarkan saja!” penggal moreNarra, atau biasa dipanggil Narra itu, dari lagunya berjudul “Ya Biarkan” di selasar acara “ASMARALOKA”—Album Launch Showcase dari Arkana, Jumat Malam, 23 Mei 2025, di Berutz Bar & Resto, Singaraja.

Sebelum itu, selepas Eternals menampilkan kemagisannya di atas panggung, para penonton disuguhkan suasana dan makna lagu yang lain dari dua lagu ft.moreNarra.

moreNarra dan The Reimland | Foto: panitia

Di atas panggung, ft.moreNarra membawakan dua lagu cipataannya sendiri; “Harusnya” dan “Ya Biarkan”, dan dua lagu cover milik Billie Ellish dengan judul “Everything I Wanted” dan  dari Niki Zevanya berjudul “You’ll Be in My Heart”.

Di bawah panggung suasana masih begitu tenang. Orang-orang menenggak birnya di meja masing-masing setelah Eternals selesai tampil. Tapi ruangan masih setengah gelap, satu lampu terang hanya menyorot wajah Narra di atas panggung ketika sudah naik.

Ia tampil menggunakan baju rajut dengan warna putih, dan busana bawahan mini skirt berwarna hitam. Sangat anggun.

Ditemani pemain musik dari The Reimland; Deika sebagai gitaris, Nova Ariana juga sebagai gitaris, dan Adi W sebagai drummer.

Sebagai penyanyi perempuan, keanggunan dilempar Nara —dengan karakter suaranya yang lembut (soft).

Pada judul lagu “Harusnya” yang dinyanyikan Nara dengan tatapan mata basah, menawan orang-orang pada lirik lagunya yang basah. Karena dari lagu itu kemuraman terlempar secara lirih.

Kombinasi musik EDM dengan gitar, bass dan drumb, dan suara moreNara yang focal fry di mix falseto soft, suasana jadi sangat melow. Itu keberhasilan ft.moreNarra.

Dengan gaya pop kekinian, para penonton dengan cepat tenggelam pada rhythm musik slow-rock. Kesan Resto dan Bar, ft.moreNarea mengembalikan suasana bar dan resto itu lebih enjoy, setelah semua merenungkan kisah “Jayaprana dan Layonsari” dibawakan Eternals sebelumnya dengan pertunjukan tarian.

Pada judul lagu “Harusnya”, meminjam potongan puisinya Chairil Anwar, Narra seperti dikutuk sumpahi eros. Kekecewaan amat berat menimpa perempuan itu soal asmara.

Ku tak ingin
kau pergi
tinggalkan kisah ini
dan tak mungkin
sendiri bertahan di sini

harusnya
pahami sedikit apa yang kurasa
dengarkan setiap kata
yang pernah terucap
antara kita

Pada lirik lagu di atas termuntahkan rasa kecewa Narra, pada kekasihnya—yang setengah cinta. Di lagu itu juga, kata Narra. “Aku buat untuk pacarku saat itu, yang tidak memahami kondisiku yang butuh waktu dia.”

Tapi si kekasih tampaknya tidak mau mengerti, tidak mau menyempatkan waktunya. Tidak peduli. Bukan sebab pula ia tidak punya waktu. Tapi barangkali lelaki itu sudah tawar soal cinta.

moreNarra | Foto: panitia

Nara sangat menaruh harapan pada lelaki itu, dan tujuannya menulis lagu “Harusnya”, untuk memberikan satu sinyal agar si kekasih, mau mengerti—soal kemaunnya yang sederhana; waktu bertemu dan ditemani.

Tapi jika dikuliti lagi, lagu itu tak hanya berhubungan tentang soal asmara saja, tetapi juga soal urusan yang lain. Misalnya, tentang pengharapan manusia pada sesuatu yang lain, jika secara berlebihan, ternyata akan berujung pada jurang yang terjal. Harus bisa menakar pada porsi yang cukup, sebelum akan menaruhnya.

Di kamar, di rumahnya di Banyuning nomor 500X, Narra menyendiri. Merenungkan nasib asmaranya yang kurang baik. Dan untuk menghibur diri, sesekali ia bermain dengan seekor anjing peliharaannya.

Itu anjing yang setia, katanya. Mocha, begitu ia memanggil anjing kesayangannya. Sudah sembilan tahun ia bersama Narra—menjadi teman. Keluh kesah Narra tumpah pada anjing itu selain membuat lagu.

Kesedihan dan soal anjing kesayangannya, menggambarkan ia sebagai perempuan berperasaan sangat tinggi. Ini seperti Billie Ellish—sang idol, memiliki karakter yang sama dengannya; ENFJ (Etraversion, Intuition, Feeling, dan Judging).

Yaitu tipe kepribadian penuh empati. Penuh kasih, sebagaimana ia menghadiahi pacarnya dengan lagu itu dan karir yang bagus.

Setelah Kecewa, Timbullah Rasa Bangkit

Untuk musim ini, moreNarra, menjadi bagian terpenting sebagai penyanyi solois pendatang baru, yang dikenalkan The Reimland tahun ini.

moreNarra, atau bernama asli Dewa Ayu Naraswari, lahir di Singaraja, 9 Januari 2003. Soal menyanyi ia mengaku suka sejak kecil, karena sering medengar ibunya bernyanyi dan memutar lagu.

Bahkan, sejak dalam kandungan ia sering dinyanyikan oleh ibunya, diputarkan lagu oleh ibunya. “Begitu kata ibu saya,” kata Narra.

moreNara | Foto: panitia

Di rumahnya, musik seperti tidak terlalu jauh dari hidup Narra dan keluarga. Sehingga untuk memperdalam dirinya dalam dunia tarik suara, tahun 2018 ia ikut bergabung dengan The Reimland.

Sekarang ia telah berhasil membuat dua buah lagu setelah sekian tahun berproses. Yaitu “Harusnya” (2020) dan “Biarkan Saja” (2025).

Dua lagu itu memiliki hubungan kuat secara emosional bagi Narra yang ditulisnya. Ketika lagu pertama menggambarkan ia sedang sedih—kecewa, di lagu keduanya ia mencoba membiarkan kesedihan itu secara mengalir.

Di lagu kedua itu ia anggap sebagai penyembuhan. Menerima kenyataan dan memilih bangkit—adalah yang terpenting. Sehingga lagu itu ia hadiahi untuk dirinya sendiri karena sudah bisa bertahan dan mau bangkit.

Lelah ku menahan
Rasa resah hanya terpedam
Masihkah ku bisa
Sempatkan diri menaruh asa

Jalan yang berliku
Kucoba lewati tanpa ragu
Menandai waktu
Harusnya ini akan berlalu

Semua….
Begitu berbeda, tak ada ujungnya
Mencoba….
Tak akan sempurna, ya biarkan saja

“Jadi lagu keduaku untuk diri sendiri yang sudah bisa melewati hal-hal buruk sebelumnya,” kata Narra tentang lagu yang kedua.

Sampai di situ, ia juga menjelaskan jika sebelumnya selalu merasa diri sendirian, dan  tidak bisa menjalankan hidup. Karena cinta membuatnya sakit kepala, nyaris itu membuatnya sebagai pemurung.

Tapi orang-orang sekelilingnya, membuatnya sadar bahwa masih banyak yang peduli pada seorang Narra untuk menjadi moreNarra—yang sekarang—sebagai penyanyi dan pencipta lagu. Ia berterima kasih pada keluarga dan The Reimland.

Kemudian tujuannya dalam membuat lagu keduanya, juga dipersembahkan untuk teman-temannya, yang punya pemikiran harus kalah dengan keterpurukan.

“Kenapa ada lirik Tak akan sempurna, ya biarkan saja, itu? Karena aku, selama ini, selalu takut jika hasilku itu gak sesuai ekspektasi, dan di situ ada person yang bilang harus biarin aja, karena semua gaakan sempurna,” tambah moreNarra terakhir kami mengobrol.

Sebelum saling pergi dari beranda Berutz, ia berbagi sesuatu, bahwa ia dan timnya sedang menggodok lagu terbarunya yang akan dikenalkan—sebagai single dan akan launching tahun ini.

Tentu itu kabar gembira. Mari kita nantikan, Timpal Tatkala…[T]

Repoter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Eternals, “Aum” yang Menghenyakkan Jiwa pada Acara “ASMARALOKA”—Album Launch Showcase dari Arkana
“ASMARALOKA”, Album Launch Showcase Arkana di Berutz Bar and Resto, Singaraja
Dwarsa Sentosa, Musisi Buleleng yang Lebih Terkenal di Jawa Ketimbang di Daerah Kelahirannya
Musik Eksperimental Kontemporer dari Dwarsa Sentosa—“Tambah Sedikit Kuota untuk Berdosa”
Akustik Band The Days dari Buleleng dan Kisah Kemenangan Lagu Manawakya di Hindu Channel  
Tags: bulelengmusik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Membunyikan Luka, Menghidupkan Diri : Catatan Pameran “Gering Agung” Putu Wirantawan

Next Post

Militerisasi Pendidikan dan Ancaman Terhadap Demokrasi

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails
Next Post
Militerisasi Pendidikan dan Ancaman Terhadap Demokrasi

Militerisasi Pendidikan dan Ancaman Terhadap Demokrasi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co