25 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

ft. moreNarra di Acara “ASMARALOKA”—Album Launch Showcase dari Arkana: “Ya, Biarkan”

Son Lomri by Son Lomri
May 29, 2025
in Panggung
ft. moreNarra di Acara “ASMARALOKA”—Album Launch Showcase dari Arkana: “Ya, Biarkan”

moreNara | Foto: panitia

MENYOAL asmara atau soal kehidupan. Ada banyak manusia tidak tertolong jiwanya-sakit akibat berharap pada sesuatu berujung kekecewaan. Tentu. Tidak sedikit dari mereka yang menarik diri–mundur dari hidup.

Menutup dirinya dari segala kemungkinan dari luar, menjadi gelap menjadi pemurung di dalam kamar. O, merasa sendirian karena itu, bisa lebih parah gantung diri–bunuh diri.

Tapi penyanyi solois moreNarra feat The Reimland, atau dipadatkan menjadi ft.moreNara, justru menjadikan kekecewaan adalah pupuk untuk bisa lebih bangkit. Untuk bisa lebih semangat dalam menjalankan hidup secara optimis.

Melalui lagunya yang berjudul “Ya Biarkan”, moreNarra meyakinkan orang-orang jika manusia bisa tumbuh dari rasa kecewanya. Bahkan bisa lebih berkembang dari sebelumnya.

“Tak akan sempurna, ya biarkan saja!” penggal moreNarra, atau biasa dipanggil Narra itu, dari lagunya berjudul “Ya Biarkan” di selasar acara “ASMARALOKA”—Album Launch Showcase dari Arkana, Jumat Malam, 23 Mei 2025, di Berutz Bar & Resto, Singaraja.

Sebelum itu, selepas Eternals menampilkan kemagisannya di atas panggung, para penonton disuguhkan suasana dan makna lagu yang lain dari dua lagu ft.moreNarra.

moreNarra dan The Reimland | Foto: panitia

Di atas panggung, ft.moreNarra membawakan dua lagu cipataannya sendiri; “Harusnya” dan “Ya Biarkan”, dan dua lagu cover milik Billie Ellish dengan judul “Everything I Wanted” dan  dari Niki Zevanya berjudul “You’ll Be in My Heart”.

Di bawah panggung suasana masih begitu tenang. Orang-orang menenggak birnya di meja masing-masing setelah Eternals selesai tampil. Tapi ruangan masih setengah gelap, satu lampu terang hanya menyorot wajah Narra di atas panggung ketika sudah naik.

Ia tampil menggunakan baju rajut dengan warna putih, dan busana bawahan mini skirt berwarna hitam. Sangat anggun.

Ditemani pemain musik dari The Reimland; Deika sebagai gitaris, Nova Ariana juga sebagai gitaris, dan Adi W sebagai drummer.

Sebagai penyanyi perempuan, keanggunan dilempar Nara —dengan karakter suaranya yang lembut (soft).

Pada judul lagu “Harusnya” yang dinyanyikan Nara dengan tatapan mata basah, menawan orang-orang pada lirik lagunya yang basah. Karena dari lagu itu kemuraman terlempar secara lirih.

Kombinasi musik EDM dengan gitar, bass dan drumb, dan suara moreNara yang focal fry di mix falseto soft, suasana jadi sangat melow. Itu keberhasilan ft.moreNarra.

Dengan gaya pop kekinian, para penonton dengan cepat tenggelam pada rhythm musik slow-rock. Kesan Resto dan Bar, ft.moreNarea mengembalikan suasana bar dan resto itu lebih enjoy, setelah semua merenungkan kisah “Jayaprana dan Layonsari” dibawakan Eternals sebelumnya dengan pertunjukan tarian.

Pada judul lagu “Harusnya”, meminjam potongan puisinya Chairil Anwar, Narra seperti dikutuk sumpahi eros. Kekecewaan amat berat menimpa perempuan itu soal asmara.

Ku tak ingin
kau pergi
tinggalkan kisah ini
dan tak mungkin
sendiri bertahan di sini

harusnya
pahami sedikit apa yang kurasa
dengarkan setiap kata
yang pernah terucap
antara kita

Pada lirik lagu di atas termuntahkan rasa kecewa Narra, pada kekasihnya—yang setengah cinta. Di lagu itu juga, kata Narra. “Aku buat untuk pacarku saat itu, yang tidak memahami kondisiku yang butuh waktu dia.”

Tapi si kekasih tampaknya tidak mau mengerti, tidak mau menyempatkan waktunya. Tidak peduli. Bukan sebab pula ia tidak punya waktu. Tapi barangkali lelaki itu sudah tawar soal cinta.

moreNarra | Foto: panitia

Nara sangat menaruh harapan pada lelaki itu, dan tujuannya menulis lagu “Harusnya”, untuk memberikan satu sinyal agar si kekasih, mau mengerti—soal kemaunnya yang sederhana; waktu bertemu dan ditemani.

Tapi jika dikuliti lagi, lagu itu tak hanya berhubungan tentang soal asmara saja, tetapi juga soal urusan yang lain. Misalnya, tentang pengharapan manusia pada sesuatu yang lain, jika secara berlebihan, ternyata akan berujung pada jurang yang terjal. Harus bisa menakar pada porsi yang cukup, sebelum akan menaruhnya.

Di kamar, di rumahnya di Banyuning nomor 500X, Narra menyendiri. Merenungkan nasib asmaranya yang kurang baik. Dan untuk menghibur diri, sesekali ia bermain dengan seekor anjing peliharaannya.

Itu anjing yang setia, katanya. Mocha, begitu ia memanggil anjing kesayangannya. Sudah sembilan tahun ia bersama Narra—menjadi teman. Keluh kesah Narra tumpah pada anjing itu selain membuat lagu.

Kesedihan dan soal anjing kesayangannya, menggambarkan ia sebagai perempuan berperasaan sangat tinggi. Ini seperti Billie Ellish—sang idol, memiliki karakter yang sama dengannya; ENFJ (Etraversion, Intuition, Feeling, dan Judging).

Yaitu tipe kepribadian penuh empati. Penuh kasih, sebagaimana ia menghadiahi pacarnya dengan lagu itu dan karir yang bagus.

Setelah Kecewa, Timbullah Rasa Bangkit

Untuk musim ini, moreNarra, menjadi bagian terpenting sebagai penyanyi solois pendatang baru, yang dikenalkan The Reimland tahun ini.

moreNarra, atau bernama asli Dewa Ayu Naraswari, lahir di Singaraja, 9 Januari 2003. Soal menyanyi ia mengaku suka sejak kecil, karena sering medengar ibunya bernyanyi dan memutar lagu.

Bahkan, sejak dalam kandungan ia sering dinyanyikan oleh ibunya, diputarkan lagu oleh ibunya. “Begitu kata ibu saya,” kata Narra.

moreNara | Foto: panitia

Di rumahnya, musik seperti tidak terlalu jauh dari hidup Narra dan keluarga. Sehingga untuk memperdalam dirinya dalam dunia tarik suara, tahun 2018 ia ikut bergabung dengan The Reimland.

Sekarang ia telah berhasil membuat dua buah lagu setelah sekian tahun berproses. Yaitu “Harusnya” (2020) dan “Biarkan Saja” (2025).

Dua lagu itu memiliki hubungan kuat secara emosional bagi Narra yang ditulisnya. Ketika lagu pertama menggambarkan ia sedang sedih—kecewa, di lagu keduanya ia mencoba membiarkan kesedihan itu secara mengalir.

Di lagu kedua itu ia anggap sebagai penyembuhan. Menerima kenyataan dan memilih bangkit—adalah yang terpenting. Sehingga lagu itu ia hadiahi untuk dirinya sendiri karena sudah bisa bertahan dan mau bangkit.

Lelah ku menahan
Rasa resah hanya terpedam
Masihkah ku bisa
Sempatkan diri menaruh asa

Jalan yang berliku
Kucoba lewati tanpa ragu
Menandai waktu
Harusnya ini akan berlalu

Semua….
Begitu berbeda, tak ada ujungnya
Mencoba….
Tak akan sempurna, ya biarkan saja

“Jadi lagu keduaku untuk diri sendiri yang sudah bisa melewati hal-hal buruk sebelumnya,” kata Narra tentang lagu yang kedua.

Sampai di situ, ia juga menjelaskan jika sebelumnya selalu merasa diri sendirian, dan  tidak bisa menjalankan hidup. Karena cinta membuatnya sakit kepala, nyaris itu membuatnya sebagai pemurung.

Tapi orang-orang sekelilingnya, membuatnya sadar bahwa masih banyak yang peduli pada seorang Narra untuk menjadi moreNarra—yang sekarang—sebagai penyanyi dan pencipta lagu. Ia berterima kasih pada keluarga dan The Reimland.

Kemudian tujuannya dalam membuat lagu keduanya, juga dipersembahkan untuk teman-temannya, yang punya pemikiran harus kalah dengan keterpurukan.

“Kenapa ada lirik Tak akan sempurna, ya biarkan saja, itu? Karena aku, selama ini, selalu takut jika hasilku itu gak sesuai ekspektasi, dan di situ ada person yang bilang harus biarin aja, karena semua gaakan sempurna,” tambah moreNarra terakhir kami mengobrol.

Sebelum saling pergi dari beranda Berutz, ia berbagi sesuatu, bahwa ia dan timnya sedang menggodok lagu terbarunya yang akan dikenalkan—sebagai single dan akan launching tahun ini.

Tentu itu kabar gembira. Mari kita nantikan, Timpal Tatkala…[T]

Repoter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Eternals, “Aum” yang Menghenyakkan Jiwa pada Acara “ASMARALOKA”—Album Launch Showcase dari Arkana
“ASMARALOKA”, Album Launch Showcase Arkana di Berutz Bar and Resto, Singaraja
Dwarsa Sentosa, Musisi Buleleng yang Lebih Terkenal di Jawa Ketimbang di Daerah Kelahirannya
Musik Eksperimental Kontemporer dari Dwarsa Sentosa—“Tambah Sedikit Kuota untuk Berdosa”
Akustik Band The Days dari Buleleng dan Kisah Kemenangan Lagu Manawakya di Hindu Channel  
Tags: bulelengmusik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Membunyikan Luka, Menghidupkan Diri : Catatan Pameran “Gering Agung” Putu Wirantawan

Next Post

Militerisasi Pendidikan dan Ancaman Terhadap Demokrasi

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
0
‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

RUANGAN Gedung Ksirarnawa mendadak sunyi. Lampu panggung meredup, hanya menyisakan seberkas cahaya yang jatuh pada seorang lelaki yang duduk di...

Read moreDetails

“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
0
“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

KETIKA Bagus Diarsa tampak sibuk menatap layar telepon genggamnya, di sampingnya berdiri sosok berwajah penuh riasan, berbusana merah menyala. Dialah...

Read moreDetails

Siap-siap ke Lovina Festival 2026

by Komang Puja Savitri
July 24, 2026
0
Siap-siap ke Lovina Festival 2026

"Hari ini kesiapan sudah seratus persen," ucap Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra membuka jumpa pers di Spice Dive Beach Club,...

Read moreDetails

Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

by Nyoman Budarsana
July 23, 2026
0
Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

PERTIKAIAN dan peperangan kerap melahirkan penderitaan, kebencian, dendam, serta luka yang membekas dalam jiwa. Namun, di balik kehancuran itu selalu...

Read moreDetails

“Di Bawah Pohon Sukun”, Teater Selem Putih Menghidupkan Kembali Pergulatan Lahirnya Pancasila

by Nyoman Budarsana
July 21, 2026
0
“Di Bawah Pohon Sukun”, Teater Selem Putih Menghidupkan Kembali Pergulatan Lahirnya Pancasila

TEATER Selem Putih kembali menunjukkan kekuatan estetikanya dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026. Melalui pementasan Di Bawah...

Read moreDetails

Band Legendaris Bali Bangkitkan Nostalgia di Panggung Festival Seni Bali Jani 2026

by Nyoman Budarsana
July 18, 2026
0
Band Legendaris Bali Bangkitkan Nostalgia di Panggung Festival Seni Bali Jani 2026

RASA rindu terhadap lagu-lagu Bali yang sempat mewarnai awal dekade 2000-an terobati dalam Pergelaran Musik "Bintang 5 Musik Jani" persembahan...

Read moreDetails

Dermaga Seni Buleleng Suguhkan “Sura Atma”, Ajak Penonton Merenungi Makna Kehidupan

by Nyoman Budarsana
July 18, 2026
0
Dermaga Seni Buleleng Suguhkan “Sura Atma”, Ajak Penonton Merenungi Makna Kehidupan

TAWA penonton sesekali pecah mengikuti dialog-dialog jenaka yang menghidupkan panggung. Namun perlahan suasana berubah. Musik mengalun semakin sendu, puisi dilantunkan...

Read moreDetails

Ketika Kata Menjelma Jiwa: Pesona Lomba Baca Puisi di Festival Seni Bali Jani 2026

by Nyoman Budarsana
July 17, 2026
0
Ketika Kata Menjelma Jiwa: Pesona Lomba Baca Puisi di Festival Seni Bali Jani 2026

SUASANA Citta Kelangen Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, Jumat, 17 Juli 2026, terasa berbeda. Tak terdengar dentuman gamelan atau hingar-bingar...

Read moreDetails

“Dasa Muka, The Face of Humanity”, Saat Penonton Diajak Berkaca pada Wajah-Wajah dalam Diri Manusia

by Nyoman Budarsana
July 17, 2026
0
“Dasa Muka, The Face of Humanity”, Saat Penonton Diajak Berkaca pada Wajah-Wajah dalam Diri Manusia

MALAM itu Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, dipenuhi penonton dari berbagai penjuru. Kamis, 16 Juli 2026, kursi-kursi tribun tak...

Read moreDetails

“Kera Wuhan”, Ketika Sun Go Kong dan Hanoman Menertawakan Ego Manusia

by Nyoman Budarsana
July 17, 2026
0
“Kera Wuhan”, Ketika Sun Go Kong dan Hanoman Menertawakan Ego Manusia

GELAK tawa pecah bahkan sebelum adegan pertama benar-benar usai. Di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Rabu malam, 15 Juli 2026,...

Read moreDetails
Next Post
Militerisasi Pendidikan dan Ancaman Terhadap Demokrasi

Militerisasi Pendidikan dan Ancaman Terhadap Demokrasi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

“Kapan Nikah?”: Ketika Usia Jadi Alat untuk Menghakimi Perempuan

"Kapan Nikah?" Dua kata yang terdengar ringan di telinga yang menanyakannya, tapi menjadi beban yang dibawa pulang bagi perempuan yang...

by Fitria Hani Aprina
July 25, 2026
Melarut di Bali Utara: No-Audience Performance, Tubuh, dan Lanskap Menjadi Saksi
Ulas Pentas

Melarut di Bali Utara: No-Audience Performance, Tubuh, dan Lanskap Menjadi Saksi

  Tubuh berjalan pelandi antara bukit, rumah, dan laut yang tidak selesai. Angin membawa nama-namayang pernah singgah di pelabuhan,lalu hilang...

by I Wayan Sujana Suklu
July 25, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Tidak semua orang membatik untuk menghasilkan kain. Ada yang membatik agar hatinya tetap utuh." Di ruang terbuka lantai atas rumahnya,...

by Tri Nugroho Adi
July 25, 2026
‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan
Panggung

‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

RUANGAN Gedung Ksirarnawa mendadak sunyi. Lampu panggung meredup, hanya menyisakan seberkas cahaya yang jatuh pada seorang lelaki yang duduk di...

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026
Panggung

“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

KETIKA Bagus Diarsa tampak sibuk menatap layar telepon genggamnya, di sampingnya berdiri sosok berwajah penuh riasan, berbusana merah menyala. Dialah...

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
Menapak Jejak Rarud Batur, Mengenang Seratus Tahun Ketangguhan dari Lereng Gunung Batur
Budaya

Menapak Jejak Rarud Batur, Mengenang Seratus Tahun Ketangguhan dari Lereng Gunung Batur

DI kaki Gunung Batur, sejarah tidak hanya tersimpan dalam arsip atau cerita para tetua; tapi hidup di jalan-jalan yang pernah...

by tatkala
July 25, 2026
Orkestra Warna Kun Adnyana
Ulas Rupa

Orkestra Warna Kun Adnyana

YOGYA Annual Art ke-11 tahun 2026 dengan tema Direction (Arah) ini, menurut saya, dibuka dengan sebuah kesadaran yang tajam: bahwa...

by Hartanto
July 25, 2026
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”
Khas

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
Kebaya Hari Ini, Masihkah Menutup Sesuai Adabnya?
Esai

Kebaya Hari Ini, Masihkah Menutup Sesuai Adabnya?

KEMERIAHAN saya sebagai generasi milenial dalam berpakaian pada masa kanak kanak sangat jauh berbeda dengan gen alpha dan gen beta...

by Pande Susan
July 24, 2026
Lewat Digitalisasi dan “Green Tourism”, Mahasiswa Politeknik Negeri Bali Menghidupkan Potensi Desa Muncan, Karangasem
Pendidikan

Lewat Digitalisasi dan “Green Tourism”, Mahasiswa Politeknik Negeri Bali Menghidupkan Potensi Desa Muncan, Karangasem

BANYAK program pengabdian masyarakat berakhir sebagai seremoni. Datang, memberi pelatihan, lalu pulang. Namun, program Bina Desa yang digagas Badan Eksekutif...

by Dede Putra Wiguna
July 24, 2026
Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni
Pameran

Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

DI tengah denting musik elektronik yang berpadu dengan aroma dupa dan canang, Gotawa berdiri di depan kanvas. Tangannya bergerak, menumpahkan...

by Dede Putra Wiguna
July 24, 2026
Siap-siap ke Lovina Festival 2026
Panggung

Siap-siap ke Lovina Festival 2026

"Hari ini kesiapan sudah seratus persen," ucap Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra membuka jumpa pers di Spice Dive Beach Club,...

by Komang Puja Savitri
July 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co