6 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dermaga Seni Buleleng Suguhkan “Sura Atma”, Ajak Penonton Merenungi Makna Kehidupan

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
July 18, 2026
in Panggung
Dermaga Seni Buleleng Suguhkan “Sura Atma”, Ajak Penonton Merenungi Makna Kehidupan

Pementasan "Sura Atma" yang dipersembahkan Komunitas Dermaga Seni Buleleng (DSB) pada Festival Seni Bali Jani (FSBJ) | Foto: tatkala.co/Budarsana

TAWA penonton sesekali pecah mengikuti dialog-dialog jenaka yang menghidupkan panggung. Namun perlahan suasana berubah. Musik mengalun semakin sendu, puisi dilantunkan dengan penuh penghayatan, sementara gerak tari dan permainan teater membawa penonton memasuki perenungan tentang kehidupan, kematian, dan hukum karma.

Begitulah atmosfer pagelaran puisi-musik “Sura Atma” yang dipersembahkan Komunitas Dermaga Seni Buleleng (DSB) pada Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar, Jumat (17/7/2026). Perpaduan sastra, musik, teater, dan tari menghadirkan pertunjukan yang bukan hanya menghibur, tetapi juga mengajak penonton menyelami perjalanan jiwa manusia.

Sejak awal pertunjukan, tokoh Atma, Sang Suratma, Sang Jogor Manik, hingga Sang Hyang Yamadipati tampil bergantian membangun suasana melalui dialog-dialog yang ringan dan segar. Memasuki bagian tengah, alur cerita berubah semakin intens. Ketegangan dibangun melalui rangkaian adegan yang menggambarkan pertanggungjawaban manusia atas setiap perbuatannya selama hidup.

Pementasan “Sura Atma” yang dipersembahkan Komunitas Dermaga Seni Buleleng (DSB) pada Festival Seni Bali Jani (FSBJ) | Foto: tatkala.co/Budarsana

Salah satu adegan yang paling membekas terjadi ketika tokoh Atma, yang diliputi penyesalan, menari hingga memasuki deretan bangku penonton. Interaksi itu menghadirkan suasana emosional sekaligus mencekam, seolah mengajak setiap orang ikut merasakan pergulatan batin sang jiwa.

“Sura Atma” mengisahkan perjalanan Atma setelah terbebas dari belenggu keduniawian. Di Alam Surya, Atma terbangun tanpa ingatan dan dipandu seberkas cahaya menuju Sang Suratma, penjaga batas sekaligus pencatat takdir. Di hadapannya terbentang Catatan Atma, cermin kehidupan yang merekam setiap niat, ucapan, dan perbuatan semasa hidup.

Lembar demi lembar catatan itu kemudian menjelma menjadi lanskap dunia roh. Kebaikan menghadirkan jembatan emas yang indah, sementara dosa memunculkan badai api dan makhluk-makhluk astral sebagai simbol buah dari karma yang pernah diperbuat.

Koordinator Komunitas Dermaga Seni Buleleng, Gede Artawan, mengatakan karya tersebut lahir sebagai upaya menerjemahkan tema sentral Festival Seni Bali Jani melalui bahasa seni pertunjukan kontemporer.

Pementasan “Sura Atma” yang dipersembahkan Komunitas Dermaga Seni Buleleng (DSB) pada Festival Seni Bali Jani (FSBJ) | Foto: tatkala.co/Budarsana

“Kami mencoba mengimplementasikan tema festival ke dalam sebuah pertunjukan yang berbicara tentang perjalanan hidup manusia. Syukur, pementasan ini berjalan lancar berkat dukungan banyak pihak,” ujarnya.

Menurut Artawan, Dermaga Seni Buleleng tidak hanya aktif menghadirkan pertunjukan sastra, tetapi juga konsisten membangun ekosistem literasi melalui berbagai program. Bersama Ketua TP PKK Provinsi Bali, Putri Suastini Koster, komunitas ini rutin menyelenggarakan lomba cipta puisi bagi guru, pelajar, hingga masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia. DSB juga memfasilitasi penerbitan buku bagi para penulis muda.

Pementasan tersebut turut disaksikan Ketua TP PKK Provinsi Bali, Putri Suastini Koster. Ia menilai “Sura Atma” membuktikan bahwa Festival Seni Bali Jani mampu menjadi ruang kreatif bagi para seniman modern tanpa melepaskan akar budaya Bali.

Menurutnya, Festival Seni Bali Jani hadir sebagai penyeimbang Pesta Kesenian Bali (PKB) dengan memberi ruang bagi karya-karya seni kontemporer yang tetap bertumpu pada nilai-nilai tradisi.

Pementasan “Sura Atma” yang dipersembahkan Komunitas Dermaga Seni Buleleng (DSB) pada Festival Seni Bali Jani (FSBJ) | Foto: tatkala.co/Budarsana

“Ini adalah ajang bagi teman-teman seniman modern untuk bebas berkreasi di luar pakem tradisi, tetapi akar tradisinya tetap ada. Cerita rakyat Bali bisa diolah menjadi karya yang kekinian dan kreatif. Kita tetap melihat masa lalu, tetapi terus berkreasi untuk masa depan,” kata Putri Suastini.

Ia menambahkan, kehadiran Festival Seni Bali Jani menjadi momentum penting bagi perkembangan sastra dan seni modern di Bali. Jika dahulu pembacaan puisi sulit menarik perhatian penonton, kini para sastrawan memiliki panggung yang lebih terstruktur sekaligus mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Bali.

“Ke depan saya berharap seni tradisi dan seni modern dapat berkembang secara seimbang, karena talenta-talenta itu sudah ada dan hanya memerlukan ruang untuk terus berkarya,” ujarnya.[T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: Festival Seni Bali Janifestival seni bali jani 2026Komunitas Dermaga Seni Buleleng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketika Kata Menjelma Jiwa: Pesona Lomba Baca Puisi di Festival Seni Bali Jani 2026

Next Post

Band Legendaris Bali Bangkitkan Nostalgia di Panggung Festival Seni Bali Jani 2026

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Jembrana Creative Festival 2026 Libatkan Ratusan Kreator, Tarik Lebih dari 15.000 Pengunjung

by tatkala
November 6, 2026
0
Jembrana Creative Festival 2026 Libatkan Ratusan Kreator, Tarik Lebih dari 15.000 Pengunjung

SELAMA dua hari, Taman Pecangakan, Negara, menjelma menjadi ruang perjumpaan bagi ribuan orang dengan beragam gagasan dan karya kreatif. Musik...

Read moreDetails

Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India

by Nyoman Budarsana
November 5, 2026
0
Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India

DI atas panggung di Bengaluru, dua tradisi pewayangan bertemu dalam satu cerita. Wayang boneka India membuka kisah, sementara wayang kulit...

Read moreDetails

Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

by tatkala
November 1, 2026
0
Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

Sekitar 6.000 pengunjung menghadiri hari pertama Jembrana Creative Festival (JCF) 2026 di Taman Pecangakan, Negara, Sabtu (31/10/2026). Berdasarkan catatan panitia,...

Read moreDetails

Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
0
Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung

HUJAN deras mengguyur Ubud pada Sabtu sore, 24 Oktober 2026. Namun, di Rumah Kayu, Taman Baca Ubud, suasana tetap hangat...

Read moreDetails

Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
0
Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam

BAGAIMANA menuliskan luka yang sulit diungkapkan? Ketika trauma, kehilangan, dan ketidakadilan terasa begitu berat, mampukah kata-kata menggambarkan pengalaman yang menyakitkan...

Read moreDetails

Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
0
Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia

PERAGAAN busana yang mengusung konsep tekstil berkelanjutan tampil memikat dalam Labdanation Fashion Week Season III di panggung terbuka Sira Village,...

Read moreDetails

Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
0
Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen

SELAMA ini Henry Manampiring dikenal sebagai penulis nonfiksi, terutama melalui Filosofi Teras yang mengupas filsafat Stoikisme. Namun, lewat kumpulan cerpen...

Read moreDetails

Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya

by tatkala
October 28, 2026
0
Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya

GUNAWAN Wicaksono membawakan tokoh Purusada dengan riasan tebal, didominasi garis merah dan hitam yang mempertegas wajahnya. Matanya melotot, suaranya menggelegar...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik

by Dede Putra Wiguna
October 27, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik

HUJAN mengguyur Ubud ketika malam penutupan Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) hendak dimulai. Namun, hujan perlahan mereda seiring berlangsungnya...

Read moreDetails

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails
Next Post
Band Legendaris Bali Bangkitkan Nostalgia di Panggung Festival Seni Bali Jani 2026

Band Legendaris Bali Bangkitkan Nostalgia di Panggung Festival Seni Bali Jani 2026

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

SARASWATI DI INDIA

— Catatan Harian Sugi Lanus, 31 Oktober 2026 * SEMINGGU menjelang Hari Saraswati, Sabtu, 31 Oktober 2026, saya masih keluyuran...

by Sugi Lanus
November 6, 2026
“Kozmic Blues”: Bertahan di Tengah Hidup yang Tak Pasti
Ulas Musik

“Kozmic Blues”: Bertahan di Tengah Hidup yang Tak Pasti

ADA masa ketika kita merasa hidup sudah berjalan terlalu jauh, tetapi kita sendiri belum sampai ke mana-mana. Waktu terus bergerak,...

by Ahmad Sihabudin
November 6, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Libatkan Ratusan Kreator, Tarik Lebih dari 15.000 Pengunjung
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Libatkan Ratusan Kreator, Tarik Lebih dari 15.000 Pengunjung

SELAMA dua hari, Taman Pecangakan, Negara, menjelma menjadi ruang perjumpaan bagi ribuan orang dengan beragam gagasan dan karya kreatif. Musik...

by tatkala
November 6, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Karman dan Wajah di Balik Gorden

Ada orang yang berkeliaran di jalanan  dan  kita sebut “gila”, tetapi mungkin hanya terlalu lama sendirian. PAGI itu seorang ibu...

by Tri Nugroho Adi
November 6, 2026
Harmoni dan Ironi Pendidikan
Buku Tatkala

Harmoni dan Ironi Pendidikan

Judul: Harmoni dan Ironi Pendidikan Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. ISBN: Masih dalam...

by Buku Tatkala
November 5, 2026
Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India
Panggung

Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India

DI atas panggung di Bengaluru, dua tradisi pewayangan bertemu dalam satu cerita. Wayang boneka India membuka kisah, sementara wayang kulit...

by Nyoman Budarsana
November 5, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Daftar Hadir Terakhir Reuni

GEDUNG SMP negeri di kota Cilacap itu masih belum berubah. Bangunan tua dengan pintu dan jendela kayu jati yang besar...

by Chusmeru
November 5, 2026
Dari Sadap Nira ke Sadap Data
Bahasa

Dari Sadap Nira ke Sadap Data

DALAM beberapa kali kunjungan dan penelitian kebahasaan di Desa Pedawa, Buleleng, saya kagum pada kekayaan tradisi desa Bali Aga yang unik ini. Salah...

by I Made Sudiana
November 5, 2026
Wacana Manggala Pewayangan — Dalang dan Kegelisahannya
Buku Tatkala

Wacana Manggala Pewayangan — Dalang dan Kegelisahannya

Judul: Wacana Manggala Pewayangan - Dalang dan Kegelisahannya Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Dr. I Gusti Made Darma Putra,...

by Buku Tatkala
November 5, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Ketika “Sebentar” Jadi Kata Paling Mahal: Kelalaian jadikan Anak sebagai Korban

LINIMASA saya di bulan Oktober dipenuhi dua kabar yang membuat dada sesak. Dua-duanya soal anak kecil yang ditinggal orang tuanya....

by Fitria Hani Aprina
November 4, 2026
Tubuh yang Meruang dan Wajah Logam Kekuasaan
Ulas Pentas

Tubuh yang Meruang dan Wajah Logam Kekuasaan

PENTAS teater tubuh berlangsung dua malam di Gedung Kesenian Cak Durasim Taman Budaya Jawa Timur, 1-2 November 2026. Malam pertama...

by Silvester Petara Hurit
November 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Esai

Kuasa dalam Perjanjian Jual Beli Tanah dan Bangunan

PEMBERIAN kuasa adalah suatu perjanjian yang memberikan kekuasaan kepada seseorang untuk menerima dan melaksanakan suatu urusan atas nama pemberi kuasa...

by I Made Pria Dharsana
November 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co