23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cerita Keberlanjutan dan Zero Waste dari Bali Sustainable Seafood dan Talasi di Ubud Food Festival 2025

Julio Saputra by Julio Saputra
June 7, 2025
in Panggung
Cerita Keberlanjutan dan Zero Waste dari Bali Sustainable Seafood dan Talasi di Ubud Food Festival 2025

Talasi di Ubud Food Festival 2025

AWALNYA, niat saya datang ke Ubud Food Festival 2025 sederhana saja, yaitu bertemu teman-teman lama yangsaya tahu akan ada di lokasi acara. Beberapa dari mereka tampil sebagai pengisi acara di malam penutupan, sebagian lagi menjadi volunteer yang sibuk hilir-mudik membantu jalannya festival, dan ada pula yang, seperti saya, hanya ingin menikmati ragam kuliner dari penjuru nusantara hingga mancanegara. Namun, seperti halnya banyak kisah yang tak terduga, malam itu saya justru bertemundan mengobrol dengan para penjaga stand dari Bali Sustainable Seafood dan Talasi.

Kami berbicara panjang lebar soal keberlanjutan, lingkungan, dan konsep zero waste, isu-isu yang lumayan sering dibicarakan akhir-akhir ini, pun dalam kehidupan sehari-hari. Saya mendengarkan obrolan mereka sambil menikmati Cocktail Kelapa Muda yang saya beli dari salah satu stand yang ada di sana. Lumayan, bei satu gratis satu, promo yang sering saya jumpai di acara terakhir penyelenggaraan event kuliner.

Para penjaga stand dari Bali Sustainable Seafood dan Talasi menjelaskan praktik-praktik bisnis mereka yang berpijak pada keberlanjutan dan efisiensi pengelolaan limbah. Dari merekalah kemudian saya semakin paham bahwa keberlanjutan dan zero waste bukan sekadar tren, melainkan pendekatan konkret untuk meminimalkan sampah hingga mendekati nol, dengan tujuan utama menjaga keseimbangan alam dan memberi napas panjang bagi bumi. Prakik-praktik keberlanjutan dan zero waste mengalirkan kembali sampah/limbah ke dalam siklus yang bermanfaat.

Bali Sustainable Seafood, Pemasok Makanan Laut Ramah Lingkungan

Berdiri sejak 2017 di Denpasar, Bali Sustainabel Seafood bukan sekadar perusahaan perikanan penyedia hasil laut berkualitas tinggi. Mereka berkomitmen untuk melindungi kekayaan laut Indonesia sambil memastikan bahwa praktik perikanan yang dilakukan tidak mengancam keberlanjutan ekosistem dan keanekaragaman hayati bawah laut.

Hal tersebut dilakukan agar generasi mendatang dapat terus menikmati kekayaan sumber daya laut yang berlimpah. Produk mereka beragam, dari tuna, mahi-mahi, udang, cumi, hingga lobster, namun yang paling menarik (dan penting) bukanlah apa yang mereka jual, namun bagaimana mereka memperolehnya.

Stand Bali Sustainable Seafood | Foto: Julio

Alih-alih metode penangkapan massal yang merusak, Bali Sustainable Seafood memilih pancing tangan, sebuah metode sederhana dan bijaksan karena lebih selektif dan minim dampak terhadap lingkungan. Teknik pancing tangan adalah sebua metode keberlanjutan yang hanya menargetkan ikan-ikan besar dan dewasa, sementara ikan-ikan kecil yang tidak memenuhi kriteria, dengan berat yang tak seberapa dan usia yang masih muda akan dilepas kembali ke laut, sehingga nantinya ikan-ikan kecil tersebut dapat tumbuh, berkembang biak, dan mempertahankan ekosistem laut.  

Pendekatan ini menjaga siklus hidup alami, memberi waktu bagi ikan-ikan kecil untuk tumbuh dan berkembang biak, membantu mencegah penangkapan ikan yang berlebihan, mendukung regenerasi populasi, dan mendorong keseimbangan ekologi jangka panjang di lautan.

Tak hanya itu, mereka juga bekerja sama dengan nelayan-nelayan lokal dan komunitas pesisir untuk mempromosikan praktik perikanan berkelanjutan. Mereka juga menyediakan transparansi dan ketertelusuan produk, sebuah sistem yang memungkinkan konsumen melacak asl-asul produk seafood yang dibeli. Dengan demikian, konsumen dapat memastikan bahwa produk yang mereka konsumsi berasal dari sumber yang berkelanjutan dan legal.

Terkait dengan zero waste yang saya sebutkan tadi, Bali Sustainable Seafood berkomitmen menggunakan setiap bagian dari ikan yang ditangkap, bahkan kepala, tulang, dan kulit pun diolah menjadi kaldu atau pakan hewan. Limbah organik mereka tak dibuang begitu saja, melainkan difermentasi menjadi eco-enzyme, sebuah cairan serbaguna ramah lingkungan yang bisa dipakai sebagai pembersih alami atau pupuk cair. Praktik tersebut merupakan langkah inovatif dalam mengurangi limbah, dan tentu saja mendukung pertanian organik.

Tak hanya itu, mereka juga berkomitmen untuk memberikan dampak sosial yang berfokus pada komunitas. Pada tahun 2109, mereka mendonasikan sistem GPS kepada nelayan tuna, mendorong mereka untuk melaut lebih aman dan lebih efisien. Mereka juga menyumbangkan buku-buku dan makanan bernutrisi kepada Bali Baby House, menyediakan kebutuhan dasar and pasokan makanan kepada nelayan lokal, dan memberikan buku edukasi kepada anak-anak di Desa Sawai, Maluku.

Upaya-upaya tersebut mencerminkan dedikasi mereka bukan hanya pada hal keberlanjutan, tapi juga membangkitkan semangat komunitas yang juga menjadi bagian dari ekosistem Bali Sustainable Seafood. Mereka bercerita bahwa keberlanjutan tak hanya soal laut yang bersih atau ikan yang lestari, tapi juga tentang manusia, tentang komunitas yang tumbuh dan hidup bersama laut.

Talasi, Keberlanjutan dari Petani untuk Petani

Talasi adalah sebuah inisiatif agrikultur dan pariwisata berkelanjutan yang berbasis di Sumba dan Bali. Mereka mengusung filosofi farm-to-table, memastikan setiap bahan yang digunakan berasal dari petani lokal, diproses secara adil, dan dikembalikan ke masyarakat dalam bentuk manfaat yang nyata. Talasi lahir dari sebuah perjalanan yang sangat personal. Pendiri mereka, Alisjahbana Haliman, pertama kali menjejakkan kaki di Bandara Tambolaka, Sumba, pada 18 Mei 2017. Momen itu menjadi titik balik lahirnya Talasi. Sumba, dengan keindahan alamnya yang murni dan realitas kekurangan yang juga menyentuh hati, menumbuhkan dorongan kuat dalam dirinya untuk menciptakan sebuah perubahan.

Talasi | Foto: Julio

Dari pengalaman itulah, Talasi tumbuh dengan semangat membangun bisnis yang bukan hanya menguntungkan, tapi juga menyelesaikan persoalan sosial. Mereka hadir langsung di Origin, di tempat-tempat bahan baku berasal. Di sanalah mereka bekerja bersama para petani, berbagi pengetahuan, memberikan pelatihan, menyediakan akses ke peralatan dan pembiayaan, bahkan hingga mendampingi dalam proses produksi. Pendekatan ini menciptakan rantai pasok yang lebih adil dan berkelanjutan, serta menjamin stabilitas pendapatan bagi petani kecil.

Nama “Talasi” sendiri memiliki makna yang dalam. Dalam bahasa Sanskerta, Talasi berarti pohon yang senantiasa berbunga dan berbuah harum. Dalam bahasa Indian Amerika, itu adalah nama bunga jagung, sebuah simbol kemurnian, persahabatan, dan harapan. Filosofi tersebut hidup dalam semua produk Talasi, termasuk merek premium mereka, Watu dan Toye. Lewat produk-produk itulah, para konsumen tidak sekadar membeli, tetapi ikut ambil bagian dalam misi pemberdayaan akar rumput.

Kini, Talasi hadir tak hanya di Sumba dan Bali, tapi terus merambah ke wilayah-wilayah lain. Mereka bekerja langsung dengan petani untuk menghasilkan bahan-bahan lokal seperti kopi arabika, teh organik, kacang mete, dan buah-buahan tropis. Semua ini kemudian diolah menjadi sajian autentik di kafe mereka—seperti roti hangat dengan selai kacang mete hasil panen sendiri.

Talasi | Foto: Julio

Komitmen Talasi terhadap keberlanjutan tidak berhenti di situ. Mereka mengembangkan sebuah aplikasi digital bernama Postalasi, yang menghubungkan langsung petani dengan produsen tanpa perantara. Inovasi ini memberi harga yang lebih adil dan memangkas rantai distribusi. Lebih dari seratus petani di Bali kini telah menggunakan aplikasi ini untuk menjual kopi, kakao, vanili, dan produk lainnya. Dan dalam hal pengelolaan limbah, Talasi sudah mengolah lebih dari 170 ton limbah organik menjadi produk-produk bermanfaat, mewujudkan prinsip zero waste dalam praktik yang nyata.

Malam itu, saya datang ke festival dengan harapan bisa bersantai dan bertemu teman sambil kulineran. Akhirnya saya sadari, makanan bukan satu-satunya hal yang bisa dinikmati di Ubud Food Festival 2025. Cerita-cerita soal keberlanjutan dan zero waste dari Bali Sustainable Food dan Talasi ternyata juga cukup enak dan berarti. Saya menikmati cerita tentang Bali Sustainable Seefod, cerita tentang Talasi, tentang harapan, dan tentang betapa mungkinnya bisnis dan keberlanjutan berjalan beriringan. [T]

Reporter/Penulis: Julio Saputra
Editor: Adnyana Ole

Menjaga Rasa, Menjaga Bangsa | Dari Diskusi Buku “Ragam Resep Pangan Lokal” di Ubud Food Festival 2025
Senyum Rikha dan Cendol Nangka Pertama: Cerita Manis di Ubud Food Festival 2025
Terong Saus Kenari: Jejak Rasa Banda Neira di Ubud Food Festival 2025
Pindang Ayam Gunung: Aroma Rumah dari Pangandaran yang Menguar di Ubud Food Festival 2025
Perayaan Penuh Kelezatan di Ubud Food Festival 2025
Ubud Food Festival 2025 Merayakan Potensi Lokal: Made Masak dan Bili Wirawan Siapkan Kejutan
Tags: Ubud Food Festival
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Efek Peran Ganda Pemimpin Adat di Baduy

Next Post

Wayang Kulit Style Bebadungan, Dari Gaya Hingga Gema

Julio Saputra

Julio Saputra

Alumni Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja. Punya kesukaan menulis status galau di media sosial. Pemain teater yang aktif bergaul di Komunitas Mahima

Related Posts

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
0
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

Read moreDetails

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
0
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

Read moreDetails

“Aji Pemalik Sumpah” dari Sekaa Dramatari Arja Sudhamala di Pesta Kesenian Bali 2026: Pertama dan Total

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
0
“Aji Pemalik Sumpah” dari Sekaa Dramatari Arja Sudhamala di Pesta Kesenian Bali 2026: Pertama dan Total

SEKAA Dramatari Arja Sudhamala ini baru pertamakali pentas di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB). Bahkan, sekaa kesenian tradisional Bali yang...

Read moreDetails

Ekpresi Anak-anak SLB dalam Pergelaran Tari Bali di Pesta Kesenian Bali 2026

by Nyoman Budarsana
June 20, 2026
0
Ekpresi Anak-anak SLB dalam Pergelaran Tari Bali di Pesta Kesenian Bali 2026

Ini pergelaran tari Bali biasa, tetapi orang-orang yang hadir justru membludak. Maklum, pentas seni itu dibawakan oleh anak-anak dari Sekolah...

Read moreDetails

Universitas Negeri Yogyakarta di Pesta Kesenian Bali 2026: Sendratari Ciptoning Mintaraga, Beber Warna Tari Yogya

by Nyoman Budarsana
June 20, 2026
0
Universitas Negeri Yogyakarta di Pesta Kesenian Bali 2026: Sendratari Ciptoning Mintaraga, Beber Warna Tari Yogya

GEMERLAP cahaya panggung di Gedung Ksirarnawa mempertegas para penari tampil dengan karakter dan busana yang berbeda. Beragam busana itu tentu...

Read moreDetails

Semarak Baleganjur “Seet Wangsul” Buleleng di Pesta Kesenian Bali 2026 —Terinspirasi dari Tradisi Bebayuhan Sanan Empeg di Desa Anturan

by Nyoman Budarsana
June 19, 2026
0
Semarak Baleganjur “Seet Wangsul” Buleleng di Pesta Kesenian Bali 2026 —Terinspirasi dari Tradisi Bebayuhan Sanan Empeg di Desa Anturan

Kabupaten Buleleng, tepatnya di Desa Anturan, terdapat sebuah ritual peruwatan yang masih hidup dan diwariskan secara turun-temurun. Namanya Bebayuhan Sanan...

Read moreDetails

Tiongkok di BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Perpaduan Seni Musik Pertunjukan, Tarian Tradisional hingga Pameran Warisan Budaya Tak Benda

by Nyoman Budarsana
June 18, 2026
0
Tiongkok di BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Perpaduan Seni Musik Pertunjukan, Tarian Tradisional hingga Pameran Warisan Budaya Tak Benda

MUSIK tradisional Opera Beijing "Gong dan Drum Tradisional Hakka" membuat penonton terkesima dengan perpaduan luar biasa antara kekuatan ritme yang...

Read moreDetails

Timor Leste di BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Tarian Klasik dan Ragam Budaya Unik

by Nyoman Budarsana
June 15, 2026
0
Timor Leste di BWCC Pesta Kesenian Bali 2026:  Tarian Klasik dan Ragam Budaya Unik

INI adalah pertunjukan seni panggung. Namun, stage proscenium itu dimeriahkan dengan foto-foto indah dan bersejarah. Bidikan aktivitas budaya, bangunan bersejarah...

Read moreDetails

Komunitas Aghumi Gelar Beranda Pustaka: Ruang Budaya Hidup Meriahkan Pesta Kesenian Bali hingga Festival Seni Bali Jani 2026

by Ingga Adelia
June 15, 2026
0
Komunitas Aghumi Gelar Beranda Pustaka: Ruang Budaya Hidup Meriahkan Pesta Kesenian Bali hingga Festival Seni Bali Jani 2026

DALAM suasana yang akrab, pandangan orang-orang masih tertuju ke depan, tepatnya pada dua remaja yang berupaya menjaga suasana hati audiens...

Read moreDetails

Lomba Mewarnai di Pesta Kesenian Bali 2026 —Ketut Kayla Safira Maharani Eliani Tirta Juara I

by Nyoman Budarsana
June 15, 2026
0
Lomba Mewarnai di Pesta Kesenian Bali 2026 —Ketut Kayla Safira Maharani Eliani Tirta Juara I

ANAK-anak ini tampak tenang dan santai. Mereka duduk manis di atas karpet di teras Museum Taman Budaya, Art Center Provinsi...

Read moreDetails
Next Post
Ketiadaan Wayang Legendaris di Pesta Kesenian Bali: Sebuah Kekosongan dalam Pelestarian Budaya

Wayang Kulit Style Bebadungan, Dari Gaya Hingga Gema

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar
Tualang

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

by Made Wirya
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co