25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pindang Ayam Gunung: Aroma Rumah dari Pangandaran yang Menguar di Ubud Food Festival 2025

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
June 2, 2025
in Panggung
Pindang Ayam Gunung: Aroma Rumah dari Pangandaran yang Menguar di Ubud Food Festival 2025

Chef Abya Khalida di UFF 2025 | Foto: tatkala.co/Dede

UBUD Food Festival (UFF) 2025 kala itu tengah diselimuti mendung tipis saat aroma rempah perlahan menguar dari panggung Teater Kuliner, menyusup lembut di antara kerumunan yang antusias. Di sanalah, dalam gemuruh sendu cuaca dan hangatnya uap dari panci, sebuah kisah tentang rumah dan warisan terhidang: Pindang Ayam Gunung khas Pangandaran. Hidangan yang tampak sederhana, tapi sarat cerita, disajikan oleh tangan terampil seorang chef muda berbakat—Abya Khalida.

Hari itu, Minggu, 1 Juni 2025, adalah hari terakhir dari perhelatan UFF 2025—festival kuliner prestisius yang kini memasuki tahun ke-10 penyelenggaraannya. Dan pada hari itu, Chef Abya membagikan sepenggal warisan dari dapur keluarganya lewat sesi cooking demo.

Biasanya, kata pindang mengingatkan kita pada olahan ikan. Tapi, di berbagai penjuru Nusantara, istilah pindang memiliki banyak rupa dan rasa. Hari itu, Chef Abya Khalida membawakan salah satu variannya yang tak kalah menggugah, yaitu Pindang Ayam Gunung Pangandaran—olahan ayam khas Jawa Barat.

“Ini resep keluarga,” ucapnya dengan sorot mata berbinar. “Lebih tepatnya, resep nenek. Di rumah, selalu dimasak saat hari raya. Hari ini, saya ingin membagikannya untuk UFF 2025.”

Dengan caranya yang lugas dan bersahaja, Abya membawa para penonton menyelami dapur masa kecilnya. Ia memulainya dengan menyiapkan bumbu satu per satu: kencur, kunyit, jahe, cabai, serai—lalu diblender menjadi satu adukan harum yang menyimpan rahasia rasa. “Bumbu adalah jiwa dari masakan,” katanya, sesekali tersenyum kepada penonton yang terpukau.

Chef Abya Khalida dari Yummy IDN di UFF 2025 | Foto: tatkala.co/Dede

Salah satu elemen paling esensial dalam Pindang Ayam Gunung khas Pangandaran ini adalah kehadiran kecombrang—bunga merah muda yang menjulang dari batang tinggi, mekar liar di hutan, pinggir jalan, hingga pekarangan rumah—ia menyimpan aroma yang elegan dan rasa yang tajam. Kecombrang bukan sekadar pelengkap, ia adalah roh dari rasa. Harumnya yang asam segar berpadu dengan kuah rempah, menciptakan dimensi rasa yang sulit dilupakan.

“Barangkali tak banyak yang tahu kecombrang,” ujar Abya sambil mengangkat bunga itu ke udara, memperkenalkannya kepada penonton seperti memperkenalkan tokoh penting dari masa lalu. Bagi masyarakat di beberapa daerah, kecombrang adalah rahasia dapur yang diwariskan secara turun-temurun—digunakan dalam sambal, tumisan, hingga sup. Tapi dalam pindang ayam ini, kecombrang bukan hanya penambah aroma dan rasa, melainkan penanda identitas.

Chef Abya Khalida memasak bersama salah satu pengunjung | Foto: tatkala.co/Dede

Abya Khalida bukan chef biasa. Ia adalah creative chef di Yummy IDN—sebuah platform digital kuliner yang menyuguhkan resep, tips memasak, dan segudang inspirasi bagi para pecinta dapur. Abya juga pernah menempuh pendidikan di bidang Culinary Management di IMI Switzerland dan pernah mengasah keahliannya di Nobu Dubai—restoran fusion ternama yang masuk dalam daftar Michelin Guide. Dari situ, gaya memasaknya menjadi unik—perpaduan Barat dan Jepang, ia sulam dengan akar rasa Nusantara.

Namun hari itu, tak ada teknik rumit, tak ada pula plating kontemporer yang menjulang di atas piring-piring mewah. Hanya semangkuk sup ayam yang hangat, gurih, ringan, dan harum—dihidangkan apa adanya. Rasanya mampu membangkitkan kenangan, aroma dapur yang akrab, dengung obrolan keluarga, dan suasana rumah yang tak pernah benar-benar hilang dari ingatan. Dan itu saja, sudah lebih dari cukup bagi Chef Abya.

Chef Abya Khalida dari Yummy IDN di UFF 2025 | Foto: tatkala.co/Dede

“Apakah kalian mencium aromanya?” tanya Abya saat kuahnya mendidih sempurna dan harum rempah-rempah mulai menari di udara. Para penonton mengangguk, sebagian memejamkan mata—seolah pulang ke dapur masa lalu mereka sendiri.

Salah satu penonton bahkan sempat naik ke atas panggung, membantu Abya menyiapkan bumbu dan mengaduk panci. Ada juga permainan tebak gambar bahan makanan, yang turut mencairkan suasana dengan gelak tawa. Sebuah sesi memasak yang tak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menghangatkan hati.

Ice breaking | Foto: tatkala.co/Dede

Begitu masakan selesai dan api dimatikan, aroma rempah yang telah berpadu sempurna menyebar ke seluruh penjuru panggung. Kuah kekuningan mengepul pelan, membawa serta wangi serai, kencur, dan kecombrang yang menyeruak lembut namun tak bisa diabaikan. Abya tersenyum puas, sorot matanya berbinar seperti seseorang yang baru saja mempersembahkan kenangan paling berharganya.

Penonton yang semula duduk santai mulai bergerak, berdiri, lalu membentuk barisan. Ada semacam kegembiraan kecil yang meluap dalam gerak-gerik mereka—campuran rasa penasaran, lapar, dan kerinduan akan sesuatu yang sederhana namun akrab.

Para penonton mengantre untuk Ayam Pindang Gunung khas Pangandaran | Foto: tatkala.co/Dede

Wajah mereka berseri, berharap mendapat giliran lebih awal. Anak-anak muda, ibu-ibu, wisatawan asing—semuanya berdiri dalam antrean yang penuh harap. Mereka tahu, yang akan mereka cicipi bukan sekadar sup ayam. Tapi suapan pertama dari cerita yang telah dimasak dengan cinta dan diwariskan dengan kenangan.

Namun sayang, ayamnya ludes lebih cepat dari yang diduga. “Maaf ya, ayamnya sudah habis, tinggal supnya saja,” kata Abya sambil tertawa kecil. Serentak penonton berseru, “Yahhh…”

Para penonton mencicipi Ayam Pindang Gunung khas Pangandaran | Foto: tatkala.co/Dede

Tapi, itu bukan masalah bagi sebagian orang di sana. Bahkan hanya supnya saja sudah cukup membawa mereka pada perjalanan rasa yang jauh dan dalam. Dan bila ingin mengulanginya di rumah, tinggal buka Yummy IDN—di sana terdapat berbagai resep dan tips memasak yang inspiratif. Dalam setiap mangkuk Pindang Ayam Gunung khas Pangandaran hari itu, yang tersimpan bukan hanya rasa, tapi warisan. Karena makanan, ia seperti rumah, selalu tahu jalan pulang ke hati yang rindu dan perut yang lapar. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Perayaan Penuh Kelezatan di Ubud Food Festival 2025
Ubud Food Festival 2025 Merayakan Potensi Lokal: Made Masak dan Bili Wirawan Siapkan Kejutan
Kitchen Photojournalism di Ubud Food Festival 2022; Membidik Sisi Lain Dapur
Cokelat Rasa Buah Pala dan Tomi-Tomi dari Kepulauan Sula di Ubud Food Festival 2022
Rempah-Rempah Kita dalam Khazanah Gastronomi Internasional
Tags: balikulinerUbudUbud Food Festival
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

GEMO FEST #5 : Mahasiswa Wujudkan Aksi, Bukan Sekadar Teori

Next Post

Kita Selalu Bersama Pancasila, Benarkah Demikian?

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails
Next Post
Ramadhan Sepanjang Masa

Kita Selalu Bersama Pancasila, Benarkah Demikian?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co