2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pameran “Jaruh” I Komang Martha Sedana di TAT Art Space

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
May 27, 2025
in Pameran
Pameran “Jaruh” I Komang Martha Sedana di TAT Art Space

Pameran “Jaruh” I Komang Martha Sedana di TAT Art Space

ANAK-ANAK muda, utamanya pecinta seni yang masih berstatus mahasiswa seni sudah tak sabar menunggu pembukaan pameran bertajuk “Secret Energy Xchange” yang berlangsung di The Ambengan Tenten (TAT) Art Space. Tempat santai untuk makan dan minum serta gym dan yoga yang terletak di Jalan Imam Bonjol, Gang Rahayu, Kota Denpasar, Bali, itu menampilkan karya-karya I Komang Martha Sedana atau yang akrab disapa Gennetik.

Acara diawali dengan pemaparan Gennetik, khususnya membahas karya seni yang dipamerkan kali ini. Saat itu, ia ditemani Savitri Sastrawan yang turut mengkomentari karya-karya dalam pameran itu. Setelah turut berbicara terkait dengan pameran itu, Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Bali yang diwakili oleh Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain, Prof. Dr. A.A. Gde Bagus Udayana akhitnya membuka pameran “Jaruh” itu, Sabtu 24 Mei 2025.

Para pengunjung dipersilahkan memasuki ruang pameran secara bergiliran sebanyak 4 orang, dan 4 orang di kemudiannya. Para pengunjung yang memasuki ruang pameran dikejutkan dengan karya seni lukis itu. Lukisan yang disajikan menampilkan objek wanita dalam posisi telanjang, yang hanya memakai celana dalam saja. Bahkan, ada sosok wanita yang tidak memakai penutup susu. Bahkan, ada objek wanita yang benar-benar telanjang.

Sejumlah lukisan karya I Komang Martha Sedana di TAT Art Space | Foto: tatkala.co/Bud

Walau demikian, karya lukis itu tak tampak porno, karena disajikan dalam bentuk goresan seni dengan warna memberi nilai artistik yang indah. Pameran ini menampilkan sebanyak 15 karya lukis manual dan digital dalam berbagai ukuran yang memenuhi ruangan TAT Art Space yang 5 x 6 meter. Gennetik menampilkan karya dengan gaya uniknya, yakni ARTGASM!. “Gennetik adalah perupa yang telah lama mengeksplorasi cerita keintiman dan capaian spiritualitas, yang di saat yang sama bisa menjadi sebuah ungkapan kritik sosial,” kata Savitri Sastrawan.

Pameran “Secret Energy Xchange” ini merupakan hasil pendalaman Gennetik pada kekaryaan yang memakai gaya ARTGASM, istilah yang menggabungkan kata art (seni) dan orgasm (puncak kenikmatan), menunjukkan betapa kuatnya dampak estetika yang dirasakan seseorang.

“ARTGASM tidak hanya sekadar kenikmatan sensori, tetapi juga merupakan perasaan spiritual atau filosofis yang mempengaruhi emosional seseorang secara mendalam,” ujar Savitri yang konon membaca WA Gennetik di bulan Desember 2024.

Maka, Secret Energy Xchange menjadi konsep terbaru yang Gennetik kembangkan lewat gaya ARTGASM. Pengunjung diajak menuju suatu bilik dan menjadi saksi akan pertukaran serta transformasi energy. Energi seksual sebenarnya sudah lama menjadi bentuk energi yang sangat kuat – kesuburan, purusa-pradana, lingga-yoni. “Mengingatkan juga pada istilah estetika polisentris yang saya baca, menekankan estetika tradisi non-Barat datang dari narasi tubuh, seksualitas, spiritualitas dan kehidupan kolektif,” bebernya.

Menariknya, saat masuk ruang dalam ruangan itu, maka bertemu si “Jaruh” yang merupakan gabungan dari kata Jangin (memberi) dan Ruh (roh). Karya revolusioner ini mengajak audiens untuk melihatnya secara teliti, bagai melihat lukisan Bali pada umumnya. Apalagi “Jaruh” menjadi karya gaya ARTGASM yang mengkombinasikan gaya lukis Bali dan ilustrasi komik. Dalam karyanya ini, Gennetik juga menawarkan penggambaran pencapaian spiritualitas dalam kehidupan secara kontemporer.

Jika disimak karya lukis ini terkesan porno. Karena, objek yang ada dalam karya seni lukis itu hampir semuanya wanita dalam posisi telanjang. Ada yang hanya mengenakan celana dalam, dan penutup susu. Bahkan, ada objek yang benar-benar telanjang. “Jaruh, kalau orang Bali pasti tahu artinya. Jaruh artinya pikiran mesum dan semua orang memilikinya, namun “takaran” beda-beda. Jaruh tidak semuanya berkonotasi negative, loh,” sebut Gennetik.

Sejumlah lukisan karya I Komang Martha Sedana di TAT Art Space | Foto: tatkala.co/Bud

Karya lukis yang disajikan itu dengan berbagai ukuran. Ketika memasuki ruangan, maka dapat menyaksikan karya seni rupa dengan berbagai ukuran. Ada pula sebuah karya instalasi berjudul “Awal mula Peradaban” dengan menggunakan bahan kayu tua berbentuk alat kamaluan laki-laki.

Satu karya menarik yang mengandung spiritual ketika memasuki ruangan dalam rungan. Karya ini dikemas menarik dengan memberikan pantulan cahaya lampu, sehingga karya lukis itu memiliki warna yang berubah-ubah, namun tampak hidup dengan pesan yang disampaikan.  Karya lukis ini dipasang dengan segi empat yang sisinya tidak tegak lurus. Objeknya, yak hanya manusia, tetapi juga ada simbol-simbol Dewa. Sementara di bagian sisi, penuh dengan wanita-wanita berbagai fose yang melambangkan keindahan. Lukisan itu berjudul Jaruh. 

“Dalam karya seni visual berjudul Jaruh ini lebih menarah kepada konsep spiritual, karena sexsualitas merupakan salah satu meditasi tertinggi pencapaiannya (kamasastra) adanya dua energy yang menyatu, sehingga menciptakan sebuah kehidupan, bersatunya lingga yoni, purusa pradana (laki-perempuan),” papar seniman yang akrab disapa Gennetik ini.

Karya I Komang Martha Sedana di TAT Art Space | Foto: tatkala.co/Bud

Sementara Pengurus TAT Art Space Denpasar, Yurison Suryantara mengatakan, ini baru pertamakalinya TAT Art Spies menggelar pameran ruangan dalam ruangan. Ini memberikan hal baru tang sangat menarik, sehingga dapat menginspirasi bagi pecinta seni khususnya seni rupa.

Karya tang disajikan tak hanya indah, tetapi menawarkan pesan sosial yang mesti perlu sebuah perenungan. “TAT Art Space Denpasar memiliki komitman untuk terus mendorong kreativitas seniman, khususnya seniman local,” ungkapnya.

Saat pameran dibuka, juda diisi dengan penjualan baju, tas dan tumbler dengan gambar-gambar seperti yang ada di dalam pameran itu. Para pengunjung tertarik, sehingga mereka tak hanya melihat saja, tetapi juga membelinya. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Fenomena Alam dari 34 Karya Perupa Jago Tarung Yogyakarta di Santrian Art Gallery
METASTOMATA: Metamorphosis Manifesto Galang Kangin  di Neka Art Museum, Ubud
Perupa Rama Pamerkan 7 Karya “Harmony” di ARTspace ARTOTEL Sanur
Dodit Artawan: Merayakan Bali dalam Hiruk Pikuk Kemacetan
Tags: Pameran Seni RupaSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Wahyu Sanjaya dan Cintya Pradnyandewi Terpilih Sebagai Duta Bahasa Provinsi Bali 2025

Next Post

Memperingati Seratus Tahun Walter Spies dengan Pameran ROOTS di ARMA Museum Ubud

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur

Sore itu, suasana hotel sudah semakin gelap. Pameran bertajuk “Udhar Banda Karma: Unshackling the Karma of Tradition” belum juga dibuka....

Read moreDetails

“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara

by tatkala
September 17, 2026
0
“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara

JAKARTA | TATKALA.CO -- Lukisan berjudul The Wings of the Sanghyang Dance (2026) karya Putu Fajar Arcana, berhasil mengalahkan ribuan...

Read moreDetails

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
0
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

Read moreDetails

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
0
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

Read moreDetails

Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

by Satria Aditya
August 30, 2026
0
Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

SELAMA hampir tiga bulan, sejak awal Juni 2026, empat perupa muda asal Bali yaitu Made Ari, Made Arsana, Reka Biambara...

Read moreDetails

Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

TIGA perupa asal Sukawati, I Made Mahendra Mangku, I Wayan Arnata, dan Made Galung Wiratmaja, mempertemukan karya mereka dalam pameran...

Read moreDetails

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

by Nyoman Budarsana
August 5, 2026
0
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

Read moreDetails

27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

by Nyoman Budarsana
July 29, 2026
0
27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

JAKARTA | TATKALA.CO -- Niluh Swati Indonesian Art Program (NSIAP) akan memamerkan karya 27 pelukis Indonesia dalam ajang ARTe Kunstmesse...

Read moreDetails

Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

by Dede Putra Wiguna
July 24, 2026
0
Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

DI tengah denting musik elektronik yang berpadu dengan aroma dupa dan canang, Gotawa berdiri di depan kanvas. Tangannya bergerak, menumpahkan...

Read moreDetails

Agung Pramana Hadirkan “After Exotic 1931” di ARTJOG 2026 —Menelisik Jejak Kolonial di Balik Eksotisme Bali

by Dede Putra Wiguna
July 19, 2026
0
Agung Pramana Hadirkan “After Exotic 1931” di ARTJOG 2026 —Menelisik Jejak Kolonial di Balik Eksotisme Bali

BALI selama bertahun-tahun dikenal dunia sebagai pulau yang eksotis. Namun, di balik citra itu, tersimpan sejarah panjang tentang bagaimana representasi...

Read moreDetails
Next Post
Memperingati Seratus Tahun Walter Spies dengan Pameran ROOTS di ARMA Museum Ubud

Memperingati Seratus Tahun Walter Spies dengan Pameran ROOTS di ARMA Museum Ubud

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co