22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pendekatan “Deep Learning” dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila   

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
May 12, 2025
in Khas
Pendekatan “Deep Learning” dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila   

PROJEK Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P-5) di SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)  telah memasuki fase akhir, bersamaan dengan berakhirnya Program Sekolah Penggerak (PSP). Syukur tiada akhir bagi Toska karena sebagai penyelenggara PSP, bisa menuntaskan program dengan puncak pelaksanaan Pameran Pendidikan. Sejumlah penyenggara PSP lebih memilih panen instan, dalam rentang waktu 3 bulan. Saya memilih panen setahun sekali sesuai dengan karakter sekolah yang berada di Gumi Delod Ceking. Karakter Gumi Delod Ceking, adalah bumi agraris yang mengandalkan bercocok tanam dengan restu Bhatara Lelangit melalui hujan sebagai titra amerta.

Petani di Gumi Delod Ceking dengan sawah tadah hujan hanya mungkin panen setahun sekali, dengan musim tanam awal penghujan dan panen menjelang hujan berakhir. Semangat kearifan lokal agraris itulah yang saya coba adopsi ke PSP. Untuk diketahui, Toska adalah penyelenggara PSP Angkatan II yang mulai dijalankan sejak 2022 dan berakhir pada 2025 bersamaan dengan dihapusnya Program PSP oleh Kemendikdasmen. Untuk menjadi Sekolah Penggerak, tidaklah mudah.

Saya sebagai Kepala Sekolah mendaftar dengan kesadaran belajar yang sekarang disebut mindful leaning. Astungkara bisa lulus dengan tahapan seleksi superketat dalam suasana Pandemi Covid-19. Saya mengikuti  tes mengajar secara daring dan wawancara mendalam persis pada Penampahan Galungan, 9 November 2021. Tahapan tes ini dilalui, setelah dinyatakan lulus seleksi esai yang dikirim tiga bulan sebelumnya. Seleksi PSP tidak mudah dan tidak main-main. Saya harus bersaing dengan 13.000 sekolah di seluruh Indonesia. Tanpa kesadaran dan ketekunan belajar ditambah kolaborasi dengan sejawat dan siswa, tampaknya sulit untuk dapat tiket sebagai Sekolah Penggerak, bagi Toska yang masih bayi pada 2021, pada usia 2 tahun.

Berdasarkan pengalaman menjalankan PSP selama 3 tahun, sesungguhnya pendekatan deep learning sudah dilaksanakan. Pembelajaran di PSP juga menganut prinsif belajar menyenangkan (joyful learning), bermakna (meaning ful learning), dan berkesadaran (mindful learning). Bahkan, Sekolah Penggerak mendapat karpet merah untuk pendampingan secara terstruktur dari Balai Guru Penggerak (BGP)  yang kini berubah menjadi  Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (Balai GTK). Sesuai dengan namanya, Sekolah Penggerak menjadi motor penggerak. Tentu saja, motor bisa bergerak bila tangkinya berisi minyak. Pemerintah melalui, Kemedikbud Ristek Dikti kala itu meminyaki semua Sekolah Penggerak dengan BOS Kinerja selama 3 tahun berturut-turut. Selain itu, Sekolah Penggerak juga mendapatkan BOS Reguler.

BOS Kinerja bagi Sekolah Penggerak dapat digunakan untuk penguatan pembelajaran termasuk P-5 mulai dari perencanaan, pelaksanaan Pameran, sampai evaluasi dan tindak lanjut. Filosofi BOS adalah penggunaan anggaran sebesar-besarnya untuk kepentingan peserta didik baik dalam pembelajaran maupun pembentukan karakter dan nilai-nilai positif termasuk kewirausahaan. Sayangnya, pada 2025, BOS Kinerja untuk PSP tidak ada lagi.  Sebenarnya, pada akhir tahun ketiga PSP juga dirancang Pameran Hasil Belajar Bersama di Kabupaten/Kota se-Bali, sebagai tanda tamat dan kepada Kepala Sekolahnya diberikan Sertifikat Guru Penggerak.

Namun demikian, untuk menuntaskan PSP di Toska, saya konsisten melaksanakan Pameran Hasil Belajar pada akhir Tahun Pelajaran pada bulan Mei, setiap tahun selama 3 tahun berturut-turut. Untuk Pameran tahun ini, kegiatan berlangsung selama tiga hari, 6 s.d. 8 Mei 2025 bertempat di lapangan sekolah. Mengapa Mei ?

Pertama, mengenang kelahiran Ki Hadjar Dewantara sekaligus merayakan Hari Pendidikan Nasional. Zaman Anies Baswedan menjadi Mendikbud, Mei ditetapkan sebagai Bulan Pendidikan dan Zaman Nadiem Makarim Mei ditetapkan sebagai Bulan Merdeka Belajar. Zaman Orde Baru, Presiden Soeharto menyebut Mei sebagai Bulan Buku Nasional. Semua itu menjadi pengingat betapi literasi tidak bisa dipisahkan dari dunia Pendidikan.

Kedua, Mei adalah bulan menjelang akhir tahun pelajaran ditandai dengan Penilai Akhir Tahun (PAT) mengakhiri semester genap menjelang kenaikan kelas.  Penilaian P-5 juga baru muncul pada akhir semester genap. Dengan demikian, pilihan Pameran Hasil Belajar dalam P-5 di Toska sangat tepat. Panen setahun sekaligus mengimani kearifan lokal agraris dengan system bercocok tanam sawah tadah hujan.

Kegiatan Pameran P-5 di Toska berlangsung 3 hari (6 –8 Mei 2025) diawali dengan persembahan  Tari Maskot SMA Negeri 2 Kuta Selatan “Sisya Natya Jnani”. Pameran P-5 ini dibuka oleh Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Kuta Selatan dengan penancapan kayonan. Pada pidato pembukaan I Wayan Windiana menyambut baik Pameran P-5 di SMA Negeri 2 Kuta Selatan. “Ini adalah model pembelajaran dalam menumbuhkembangkan karakter bangsa berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Nilai-nilai yang telah diniatkan oleh para pendiri bangsa dalam menguatkan ideologi bangsa”, kata I Wayan Windiana yang didaulat memberikan sambutan secara mendadak oleh Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan.

Pameran hasil belajar ini meliputi topik Bhineka Tunggal Ika, Kearifan Lokal, Kewirausahaan, Suara Demokrasi, Rekayasa Teknologi, Gaya Hidup Berkelanjutan, Bangunlah Jiwa dan Raganya. Topik-topik itu diterjemahkan oleh para siswa melalui aneka produk baik dalam bentuk seni pertunjukan, kuliner, maupun teknologi sederhana. Melalui projek ini, banyak pelajaran kolaboratif yang dilakukan siswa secara  lintas kelas dan lintas sekolah. Hal ini tampak dari  kerja sama Toska dengan SLB Negeri 1 Badung yang membawakan Tari Sekar Jepun yang nyaris dibawakan dengan sempurna oleh siswa tuna rungu, dipandu oleh ibu gurunya seiring suara gamelan mengalun. Begitu juga sebaliknya, SMA Negeri 2 Kuta Selatan juga biasa memeriahkan acara di SLB Negeri 1 Badung sebagai bagian dari upaya mewujudnyatakan Pendidikan yang inklusif.

 Di samping itu, melalui Pameran P-5, siswa juga berguru ke tokoh-tokoh masyarakat adat dan dinas. Mereka belajar berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar,  sebagai bagian dari hidup bermasyarakat sesuai dengan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Ini juga untuk menunjukan bahwa siswa adalah makhluk homohumanus yang monodualistis, sebagai makhluk individu sekaligus makhluk sosial.

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan mengajak para siswa dan guru untuk melaksanakan Pameran P-5 dengan sungguh-sungguh sebagai bagian dari pesta hasil belajar. Sebagai bagian dari pesta, seyogyanya dilaksanakan dengan riang gembira (joyful learning), bermakna (meaning ful learning), dan berkesadaran (mindful learning). Dengan demikian, melalui Pameran P-5 sesungguhnya telah dilaksanakan pendekatan mendalam dalam pembelajaran (deeplearning), sebagaimana arahan Mendikdasmen, Abdul Mu’ti.

Dengan demikian, gagasan Mendikdasmen bukanlah hal baru, kecuali kemasannya dalam program. Benar pernyataan Pramudya Ananta Toer, “Seorang terpelajar haruslah sudah adil sejak dalam pikirannya, apalagi dalam perbuatannya”. Pernyataan itu juga mewakili pembelajaran dengan pendekatan deep learning.

Pantas pula dicatat bahwa Pameran P-5 di SMA Negeri 2 Kuta Selatan disambut antusias para siswa dan guru. Keriangan siswa tampak dari hasil jualannya yang ludes sebelum waktunya. “Bahannya habis Pak. Besok ya, Pak,” kata seorang siswa yang menjual minuman segar ketika ada guru mau membeli minuman.

 Guru dan siswa dari berbagai sekolah juga hadir berpartisipasi dalam Pameran P-5 Toska. Ada semacam konvensi  arisan antarsekolah dalam Pameran P-5. Mereka mendapat kupon undangan bazar dan dapat ditukar di stand pameran. “Salut buat siswa Toska semangat melaksanakan kegiatan P-5 di tengah  guyuran hujan pagi. Menjelang siang, makin cerah. Saya datang telat. Syukur dapat mengukar kupon”, kata Kertaning Widya dari SMA Negeri 1 Kuta yang memuji pelayanan siswa Toska.  Mereka menikmati makanan yang dijual siswa Toska sambil mendengarkan  dan menonton modern dance yang dibawakan para siswa. [T]

Penulis: I Nyoman Tingkat
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis NYOMAN TINGKAT

  • BACA JUGA:
Sekolah Rakyat Vs Sekolah Reguler   
Berguru Pada Founder Gerakan Sekolah Menyenangkan di Yogyakarta
Membaca Arah  Pendidikan Lima Tahun ke Depan    
Tags: Gumi Delod CekingPendidikanSMAN 2 Kuta Selatan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Refleksi Visual Made Sudana

Next Post

Anniversary Puri Gangga Resort ke-11, Pertahankan Konsep Tri Hita Karana

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Anniversary Puri Gangga Resort ke-11, Pertahankan Konsep Tri Hita Karana

Anniversary Puri Gangga Resort ke-11, Pertahankan Konsep Tri Hita Karana

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co