23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Harapan pada Jamu, Realitas pada Olahraga: Menurunkan Berat Badan dengan Bijak

Arix Wahyudhi Jana Putra by Arix Wahyudhi Jana Putra
April 29, 2025
in Khas
Harapan pada Jamu, Realitas pada Olahraga: Menurunkan Berat Badan dengan Bijak

Ilustrasi diolah dari Canva

BELAKANGAN ini saya melihat ibu saya makin tertarik pada berbagai promosi jamu pelangsing yang muncul di media sosial, terutama di facebook. Klaim-klaim seperti “turun berat badan tanpa olahraga” selalu tampak menarik dan menjanjikan solusi instan. Ibu saya memang punya upaya untuk menurunkan berat badan.

Upaya ibu saya ini membuat saya terusik. Apakah jamu pelangsing benar-benar bisa melangsingkan badan? Atau adakah cara yang lebih efektif?

Tulisan ini saya buat untuk berbagi pandangan bahwa, meskipun jamu memiliki manfaat tertentu, olahraga tetap menjadi kunci utama dalam menurunkan berat badan.

Memahami Jamu Pelangsing, untuk Fat loss atau Weight loss?

Jamu pelangsing telah digunakan selama bertahun-tahun dalam tradisi kesehatan alami. Beberapa bahan yang biasa ditemukan dalam jamu ini, seperti kunyit, jahe, daun jati belanda, dan lidah buaya, memang memiliki manfaat kesehatan tertentu. Misalnya, penelitian menunjukkan bahwa kurkumin dalam kunyit dapat membantu mengurangi indeks massa tubuh dan lingkar pinggang (Alodokter, 2025).

Jahe, dengan kandungan gingerolnya, juga diketahui dapat meningkatkan metabolisme tubuh. Namun, perlu diingat bahwa penelitian mengenai efektivitas bahan-bahan ini dalam menurunkan berat badan masih terbatas dan tidak bersifat konklusif.

Sebuah studi dari Neliti menunjukkan bahwa penggunaan jamu selama lebih dari 60 hari dapat memberikan hasil dalam menurunkan berat badan (Neliti, 2025). Namun, hasilnya sering kali tidak signifikan jika tidak dibarengi dengan perubahan gaya hidup yang lebih sehat.

Selain itu, jamu pelangsing bukan tanpa risiko. Efek samping seperti gangguan pencernaan, interaksi dengan obat-obatan tertentu, hingga risiko penyakit sistem di dalam tubuh yang terdiri dari jantung, pembuluh darah, dan darah, yang berfungsi untuk mengangkut nutrisi dan oksigen ke seluruh tubuh atau kardiovaskular dapat terjadi, terutama jika jamu dikonsumsi tanpa panduan yang tepat (Alodokter, 2025).

Masih merasa kurang puas dengan pernyataan yang saya dapatkan di internet, alhasil, dalam menyusun tulisan ini, saya bertemu dengan Gede Dharma Wijaya, seorang pemilik Toko Jamu Sari Mulya di kawasan Perempatan Panji, Singaraja. Kunjungan saya ke sana berawal dari keingintahuan akan sudut pandang praktisi lokal mengenai jamu pelangsing.

Gede Dharma Wijaya menjual jamu sudah dari tahun 1980-an. Dia menjelaskan bahwa jamu pelangsing pada masa lalu lebih dikenal dengan sebutan jamu singset.

“Dulu, kalau minum jamu singset itu, hasilnya badan jadi keset, bukan kurus. Jadi lebih sehat dan kencang, bukan cuma turun angka di timbangan,” katanya.

Jamu singset biasanya menggunakan bahan-bahan tradisional seperti daun jati Belanda, sirih, merica bolong, temulawak, temu hitam, klembak, joho, kragean, kencur, dan kayu rapet. 

Namun, ia mengungkapkan bahwa saat ini banyak konsumen yang kurang memahami perbedaan antara penurunan lemak dan berat badan secara keseluruhan. “Sekarang banyak yang nggak ngerti, pokoknya asal timbangan turun, mereka anggap berhasil, padahal belum tentu itu lemak yang hilang,” tambahnya.

Saat membicarakan penurunan berat badan, banyak orang yang masih kurang memahami perbedaan antara weight loss dan fat loss. Weight loss itu mengacu pada penurunan total berat tubuh, yang dapat mencakup kehilangan lemak, otot, air, atau bahkan massa tulang. Sementara itu, fat loss lebih spesifik pada pengurangan lemak tubuh, yang merupakan tujuan utama bagi banyak orang yang ingin meningkatkan kesehatan dan estetika tubuh mereka.

Bahkan, Pak Dharma, seorang yang telah bertahun-tahun menggeluti dunia jamu, secara tegas menyatakan keraguannya terhadap jamu pelangsing modern. “Saya tidak menjual jamu pelangsing. Di samping risikonya besar, karena bisa mengandung bahan-bahan kimia belum teruji, saya juga kurang percaya, karena itu sudah tidak masuk akal jika kita hanya minum jamu bisa langsing. Yang ada cuma hilang nafsu makan,” katanya.

Olahraga, Kunci Utama Menuju Berat Badan Ideal

Berbeda dengan jamu, olahraga telah terbukti secara ilmiah sebagai cara yang paling efektif dan aman untuk menurunkan berat badan. Aktivitas fisik membantu membakar kalori, meningkatkan metabolisme, dan memperbaiki komposisi tubuh dengan meningkatkan massa otot dan mengurangi lemak tubuh. Seperti artikel yang diterbitkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas menyatakan bahwa olahraga tidak hanya membantu dalam penurunan berat badan tetapi juga meningkatkan kesehatan dan mental.

Olahraga seperti jogging, bersepeda, berenang, atau bahkan jalan cepat selama 30 menit sehari dapat membuat perbedaan besar. Jika digabungkan dengan pola makan yang sehat, olahraga menjadi kombinasi yang tak terkalahkan dalam perjalanan menuju berat badan ideal.

Selain itu, olahraga memiliki manfaat tambahan, seperti meningkatkan energi, memperbaiki suasana hati, dan mengurangi risiko penyakit kronis seperti diabetes tipe 2 dan hipertensi.

Mengapa saya menekankan bahwa jamu saja tidak cukup? Karena jamu, meskipun memiliki manfaat tertentu, hanyalah pelengkap. Mengharapkan hasil yang signifikan hanya dengan meminum jamu tanpa berolahraga adalah ekspektasi yang tidak realistis. Jamu bisa membantu meningkatkan metabolisme atau mengurangi nafsu makan, tetapi tanpa defisit kalori yang dihasilkan dari aktivitas fisik, berat badan tidak akan turun secara signifikan.

Di sisi lain, menggabungkan jamu yang aman dengan olahraga teratur dapat menjadi strategi yang lebih efektif. Meminum teh jahe atau kopi pahit sebelum berolahraga dapat membantu meningkatkan pembakaran lemak, tetapi tanpa gerakan aktif, tubuh tidak akan memanfaatkan potensi tersebut sepenuhnya.

Realitas Untuk Sehat

Sebagai masyarakat, kita perlu lebih kritis terhadap klaim-klaim yang terdengar terlalu baik untuk menjadi kenyataan. Banyak iklan jamu pelangsing yang menonjolkan hasil instan tanpa menjelaskan bahwa produk tersebut seharusnya digunakan bersamaan dengan pola hidup sehat. Edukasi tentang kesehatan dan penurunan kadar lemak di badan perlu digalakkan agar masyarakat tidak terjebak dalam pola pikir yang salah.

“Jamu dapat digunakan sebagai pendukung untuk meningkatkan energi atau mengelola nafsu makan, tetapi sejatinya, olahraga tetap menjadi langkah nyata yang memberikan hasil jangka panjang, jangan hanya andalkan jamu saja, jika bisa, pilih jamu yang terpercaya dan sudah terdaftar di BPOM” tutup Pak Dharma.

Sebagai refleksi pribadi, saya percaya bahwa tubuh kita adalah investasi jangka panjang. Mengandalkan solusi instan seperti jamu saja, selain tidak tepat, juga berpotensi membahayakan kesehatan jika digunakan secara berlebihan. Sebaliknya, membangun kebiasaan sehat seperti olahraga teratur dan makan makanan bergizi  adalah investasi yang lebih berharga.

Jamu pelangsing memang bisa menjadi pendukung dalam perjalanan menurunkan berat badan, tetapi tidak boleh menjadi satu-satunya andalan. Realitasnya, olahraga adalah kunci utama untuk mencapai berat badan ideal dan menjaga kesehatan tubuh. Dengan menggabungkan konsumsi jamu yang aman dengan olahraga teratur, kita dapat mencapai hasil yang lebih maksimal dan berkelanjutan.

Jangan hanya berharap pada jamu, tetapi mulailah menggerakkan tubuh. Dengan demikian, kita tidak hanya akan mendapatkan berat badan ideal, tetapi juga tubuh yang lebih sehat dan bugar. Seperti bahasa latin mens sana in corpore sano, “di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.”

Mari kita jadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup kita, karena perubahan nyata dimulai dari langkah kecil yang konsisten. [T]

Reporter/Penulis: Arix Wahyudhi Jana Putra
Editor: Adnyana Ole

Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

  • BACA JUGA:
Mbah Candi dan Tangan yang Meracik Ramuan Pelancar Air Susu Ibu
Desa Sanding Berdayakan Loloh Daun Piduh untuk Kuatkan Ekosistem Budaya di Desa Kawasan Warisan Dunia Subak
Ketut Suariani, Peramu Loloh Cemcem dari Desa Aan
Tags: jamukesehatanolahraga
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Memandang Kota Malang Lewat Jendela Bus, dan Memantau Lewat “Ngalam Command Center”

Next Post

Kartini Fest 2025: Semangat Kartini, Semangat Generasi Muda Peduli Budaya Bali

Arix Wahyudhi Jana Putra

Arix Wahyudhi Jana Putra

Gede Arix Wahyudhi Jana Putra. Mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Kartini Fest 2025: Semangat Kartini, Semangat Generasi Muda Peduli Budaya Bali

Kartini Fest 2025: Semangat Kartini, Semangat Generasi Muda Peduli Budaya Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co