3 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

”Married by Accident” Bukan Pernikahan Manis Cinderella

Komang Puja Savitri by Komang Puja Savitri
April 16, 2025
in Esai
”Married by Accident” Bukan Pernikahan Manis Cinderella

Komang Puja Savitri

MASA kecilku penuh canda dan tawa. Aku selalu bahagia, terutama karena aku punya sahabat karib yang selalu kuajak main bersama.

Teman karibku itu, sebut saja namanya Ayu. Kami seolah tak terpisahkan.  Selalu bersama. Congklak, bekel, dan cikal, adalah permainan masa kecil yang hingga kini menjadi saksi persahabatan kami.

Kami punya mimpi yang sama. Mimpi jadi perempuan sukses sebelum masuk dalam bahtera rumah tangga. Mimpi itu menjadi cita-cita. Menjadi janji. Dan janji itu terpatri kuat dalam hati kami. Janji yang jadi motivasi, menjadi dorongan, untuk terus belajar,  untuk terus berjuang.

Begitu menginjak remaja, takdir datang. Sahabatku itu, Ayu, hamil. Ia belum menikah. Ia masih berjuang. Ia masih belajar,

Dunia seakan runtuh. Janji-janji masa kecil, untuk bisa sukses bersama, menguap begitu saja. Aku termenung, Aku tak percaya. Tapi begitulah kenyataannya.

Bagaimana mungkin sahabatku yang begitu gigih mengejar mimpi-mimpinya itu kini harus menghadapi kenyataan pahit?

Aku tak bisa membayangkan betapa hancur perasaan sahabatku itu, juga perasaan ibunya. Rasa kasihan dan iba menyelimuti hatiku, terutama ketika melihat ibunya. Raut wajah orang tua yang biasanya penuh senyum itu, dipenuhi tergurat kesedihan. Begitu dalam kesedihan yang ia tanggung. Di satu sisi, ia merasa malu dengan aib yang menimpa putrinya. Di sisi lain, ia tak kuasa menahan amarah dan kekecewaan. Akan tetapi, ibu itu harus menunjukkan diri sebagai ibu tegar, ibu yang tetap menjadi sandaran bagi putrinya yang kini tampak rapuh.

Teman karibku itu menikah. Tangis kami pecah. Kami berpelukan pada acara pernikahan itu. Kami sedih. Kami berpisah di tengah perjalanan untuk menempuh mimpi masa kecil kami.

Di tengah isak tangis, sahabatku menitipkan pesan yang sama, “Mang, sukses malu ya, mare nganten!“. Mang,  sukses dulu ya, baru kemudian menikah.

Fenomena ”sing beling sing nganten”, atau “hamil duluan baru menikah,” belakangan ini kerap menjadi wacana diskusi di Bali. Padahal, bagi perempuan, fenomena ini bisa dianggap sebagai tamparan keras.

Jika terjadi kehamilan di luar nikah, apalagi pada usia di bawah umur, perempuan bisa menanggung banyak persoalan, selain harus menghindari rasa malu dan takut dikucilkan masyarakat, juga kekhawatiran jika anak yang dilahirkan akan memiliki status yang tidak jelas di mata hukum.

Upacara pernikahan yang seharusnya menjadi simbol kebahagiaan dan kesucian, ternoda oleh kejadian yang tak terduga. Ayu, yang seharusnya menjadi bintang di masa depannya, kini harus menghadapi kenyataan pahit sebagai seorang ibu muda.

Kendati kehamilan di luar nikah seringkali dipandang negatif, bukan berarti pasangan yang mengalaminya tidak berhak untuk berbahagia. Kebahagiaan dalam memiliki anak adalah hak setiap individu. Beberapa pasangan mungkin menemukan kebahagiaan dan makna baru dalam hidup mereka setelah kehadiran sang buah hati.

Tapi, hamil di luar nikah, kemudian menikah dalam usia muda, seringkali dibayangi oleh berbagai tantangan, terutama finansial dan mental. Kehamilan di luar nikah seringkali terjadi di usia muda, di mana pasangan belum memiliki stabilitas mental dan finansial yang memadai untuk membesarkan anak.

Pernikahan karena kecelakaan, married by accident, memang bisa  berkahir bahagia. Tapi, bagaimana pun, pernikahan tanpa persiapan yang matang, bahkan barangkali juga tanpa cinta, punya kemungkinan cukup tinggi untuk jadi retak, bahkan pecah berkeping-keping.

Pengetahuan Seksual

Dalam masyarakat yang masih kental dengan budaya patriarki, berbicara soal seksualitas perempuan seringkali menjadi tabu. Pembicaraan tentang seksualitas dianggap kotor dan memalukan, terutama bagi perempuan.

Akibatnya, perempuan tumbuh dengan minimnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, hak-hak seksual, dan batasan-batasan dalam hubungan intim. Ketidaktahuan ini membuat mereka rentan menjadi korban manipulasi dan eksploitasi.

Di sisi lain, tekanan sosial dan budaya seringkali menempatkan perempuan dalam posisi yang sulit. Mereka diharapkan untuk menjaga kesucian dan kehormatan, namun di saat yang sama, mereka juga dihadapkan pada godaan dan rayuan dari laki-laki. Dalam situasi seperti ini, perempuan seringkali merasa tertekan untuk memberikan kehormatan mereka, baik karena cinta, takut kehilangan pasangan, atau tekanan dari lingkungan sekitar.

Aku mencoba memahami apa yang terjadi, mencari tahu alasan di balik keputusan Ayu. Mungkin, cinta yang terlalu besar, atau mungkin, tekanan dari lingkungan sekitar. Tapi, apa pun alasannya, kejadian ini tetap menyisakan luka yang mendalam.

Aku merenung, betapa rapuhnya mimpi-mimpi masa kecil. Betapa mudahnya kehidupan berbelok arah, membawa kita ke jalan yang tak pernah kita bayangkan sebelumnya. Kejadian ini menjadi pelajaran berharga, bahwa hidup tak selalu berjalan sesuai rencana.

Kisah Ayu adalah contoh nyata dari kurangnya pemahaman perempuan tentang pengetahuan-pengetahuan seksual. Ia mungkin merasa tertekan untuk memberikan kehormatannya kepada laki-laki yang dicintainya, tanpa menyadari konsekuensi yang akan dihadapinya. Ketika kehamilan terjadi, ia harus menghadapi stigma sosial, rasa malu, dan masa depan yang suram.

Aku berjanji pada diriku sendiri, untuk selalu ada di sisi Ayu, memberikan dukungan dan semangat agar ia mampu melewati masa-masa sulit ini. Aku percaya, di balik awan kelabu, selalu ada secercah harapan. Aku berharap, sahabatku bisa menemukan kebahagiaan dalam peran barunya sebagai ibu dan istri. Semoga ia bisa menjalani hidup dengan tegar dan penuh cinta. [T]

Penulis: Komang Puja Savitri
Editor: Adnyana Ole

Tiga Tips Menggunakan Kecerdasan Buatan Agar Tidak Terjerat Dehumanisasi
Masa Depan Pendidikan di Era AI: ChatGPT dan Perplexity, Alat Bantu atau Tantangan Baru?
ChatGPT, Solusi Cerdas atau Sekadar Jalan Pintas?
Dewata Kusayang, Dewataku Malang: Bali yang Digempur Kapitalisme
Tags: gaya hidupgenerasi mudapernikahanRemaja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bumi Penuh Plastik: Di Manakah Anak Bermain?

Next Post

Memuja Tuhan dan Logika Untung dan Rugi

Komang Puja Savitri

Komang Puja Savitri

Mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Memuja Tuhan dan Logika Untung dan Rugi

Memuja Tuhan dan Logika Untung dan Rugi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co