14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

”Married by Accident” Bukan Pernikahan Manis Cinderella

Komang Puja Savitri by Komang Puja Savitri
April 16, 2025
in Esai
”Married by Accident” Bukan Pernikahan Manis Cinderella

Komang Puja Savitri

MASA kecilku penuh canda dan tawa. Aku selalu bahagia, terutama karena aku punya sahabat karib yang selalu kuajak main bersama.

Teman karibku itu, sebut saja namanya Ayu. Kami seolah tak terpisahkan.  Selalu bersama. Congklak, bekel, dan cikal, adalah permainan masa kecil yang hingga kini menjadi saksi persahabatan kami.

Kami punya mimpi yang sama. Mimpi jadi perempuan sukses sebelum masuk dalam bahtera rumah tangga. Mimpi itu menjadi cita-cita. Menjadi janji. Dan janji itu terpatri kuat dalam hati kami. Janji yang jadi motivasi, menjadi dorongan, untuk terus belajar,  untuk terus berjuang.

Begitu menginjak remaja, takdir datang. Sahabatku itu, Ayu, hamil. Ia belum menikah. Ia masih berjuang. Ia masih belajar,

Dunia seakan runtuh. Janji-janji masa kecil, untuk bisa sukses bersama, menguap begitu saja. Aku termenung, Aku tak percaya. Tapi begitulah kenyataannya.

Bagaimana mungkin sahabatku yang begitu gigih mengejar mimpi-mimpinya itu kini harus menghadapi kenyataan pahit?

Aku tak bisa membayangkan betapa hancur perasaan sahabatku itu, juga perasaan ibunya. Rasa kasihan dan iba menyelimuti hatiku, terutama ketika melihat ibunya. Raut wajah orang tua yang biasanya penuh senyum itu, dipenuhi tergurat kesedihan. Begitu dalam kesedihan yang ia tanggung. Di satu sisi, ia merasa malu dengan aib yang menimpa putrinya. Di sisi lain, ia tak kuasa menahan amarah dan kekecewaan. Akan tetapi, ibu itu harus menunjukkan diri sebagai ibu tegar, ibu yang tetap menjadi sandaran bagi putrinya yang kini tampak rapuh.

Teman karibku itu menikah. Tangis kami pecah. Kami berpelukan pada acara pernikahan itu. Kami sedih. Kami berpisah di tengah perjalanan untuk menempuh mimpi masa kecil kami.

Di tengah isak tangis, sahabatku menitipkan pesan yang sama, “Mang, sukses malu ya, mare nganten!“. Mang,  sukses dulu ya, baru kemudian menikah.

Fenomena ”sing beling sing nganten”, atau “hamil duluan baru menikah,” belakangan ini kerap menjadi wacana diskusi di Bali. Padahal, bagi perempuan, fenomena ini bisa dianggap sebagai tamparan keras.

Jika terjadi kehamilan di luar nikah, apalagi pada usia di bawah umur, perempuan bisa menanggung banyak persoalan, selain harus menghindari rasa malu dan takut dikucilkan masyarakat, juga kekhawatiran jika anak yang dilahirkan akan memiliki status yang tidak jelas di mata hukum.

Upacara pernikahan yang seharusnya menjadi simbol kebahagiaan dan kesucian, ternoda oleh kejadian yang tak terduga. Ayu, yang seharusnya menjadi bintang di masa depannya, kini harus menghadapi kenyataan pahit sebagai seorang ibu muda.

Kendati kehamilan di luar nikah seringkali dipandang negatif, bukan berarti pasangan yang mengalaminya tidak berhak untuk berbahagia. Kebahagiaan dalam memiliki anak adalah hak setiap individu. Beberapa pasangan mungkin menemukan kebahagiaan dan makna baru dalam hidup mereka setelah kehadiran sang buah hati.

Tapi, hamil di luar nikah, kemudian menikah dalam usia muda, seringkali dibayangi oleh berbagai tantangan, terutama finansial dan mental. Kehamilan di luar nikah seringkali terjadi di usia muda, di mana pasangan belum memiliki stabilitas mental dan finansial yang memadai untuk membesarkan anak.

Pernikahan karena kecelakaan, married by accident, memang bisa  berkahir bahagia. Tapi, bagaimana pun, pernikahan tanpa persiapan yang matang, bahkan barangkali juga tanpa cinta, punya kemungkinan cukup tinggi untuk jadi retak, bahkan pecah berkeping-keping.

Pengetahuan Seksual

Dalam masyarakat yang masih kental dengan budaya patriarki, berbicara soal seksualitas perempuan seringkali menjadi tabu. Pembicaraan tentang seksualitas dianggap kotor dan memalukan, terutama bagi perempuan.

Akibatnya, perempuan tumbuh dengan minimnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, hak-hak seksual, dan batasan-batasan dalam hubungan intim. Ketidaktahuan ini membuat mereka rentan menjadi korban manipulasi dan eksploitasi.

Di sisi lain, tekanan sosial dan budaya seringkali menempatkan perempuan dalam posisi yang sulit. Mereka diharapkan untuk menjaga kesucian dan kehormatan, namun di saat yang sama, mereka juga dihadapkan pada godaan dan rayuan dari laki-laki. Dalam situasi seperti ini, perempuan seringkali merasa tertekan untuk memberikan kehormatan mereka, baik karena cinta, takut kehilangan pasangan, atau tekanan dari lingkungan sekitar.

Aku mencoba memahami apa yang terjadi, mencari tahu alasan di balik keputusan Ayu. Mungkin, cinta yang terlalu besar, atau mungkin, tekanan dari lingkungan sekitar. Tapi, apa pun alasannya, kejadian ini tetap menyisakan luka yang mendalam.

Aku merenung, betapa rapuhnya mimpi-mimpi masa kecil. Betapa mudahnya kehidupan berbelok arah, membawa kita ke jalan yang tak pernah kita bayangkan sebelumnya. Kejadian ini menjadi pelajaran berharga, bahwa hidup tak selalu berjalan sesuai rencana.

Kisah Ayu adalah contoh nyata dari kurangnya pemahaman perempuan tentang pengetahuan-pengetahuan seksual. Ia mungkin merasa tertekan untuk memberikan kehormatannya kepada laki-laki yang dicintainya, tanpa menyadari konsekuensi yang akan dihadapinya. Ketika kehamilan terjadi, ia harus menghadapi stigma sosial, rasa malu, dan masa depan yang suram.

Aku berjanji pada diriku sendiri, untuk selalu ada di sisi Ayu, memberikan dukungan dan semangat agar ia mampu melewati masa-masa sulit ini. Aku percaya, di balik awan kelabu, selalu ada secercah harapan. Aku berharap, sahabatku bisa menemukan kebahagiaan dalam peran barunya sebagai ibu dan istri. Semoga ia bisa menjalani hidup dengan tegar dan penuh cinta. [T]

Penulis: Komang Puja Savitri
Editor: Adnyana Ole

Tiga Tips Menggunakan Kecerdasan Buatan Agar Tidak Terjerat Dehumanisasi
Masa Depan Pendidikan di Era AI: ChatGPT dan Perplexity, Alat Bantu atau Tantangan Baru?
ChatGPT, Solusi Cerdas atau Sekadar Jalan Pintas?
Dewata Kusayang, Dewataku Malang: Bali yang Digempur Kapitalisme
Tags: gaya hidupgenerasi mudapernikahanRemaja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bumi Penuh Plastik: Di Manakah Anak Bermain?

Next Post

Memuja Tuhan dan Logika Untung dan Rugi

Komang Puja Savitri

Komang Puja Savitri

Mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post
Memuja Tuhan dan Logika Untung dan Rugi

Memuja Tuhan dan Logika Untung dan Rugi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co