16 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tiga Tips Menggunakan Kecerdasan Buatan Agar Tidak Terjerat Dehumanisasi

Putu Ayu Sunia Dewi by Putu Ayu Sunia Dewi
April 12, 2025
in Esai
Dewata Kusayang, Dewataku Malang: Bali yang Digempur Kapitalisme

Putu Ayu Sunia Dewi

JAUH sebelum adanya pro-kontra tentang perkembangan teknologi kecerdasan buatan, sebelumnya juga ada fenomena yang sama. Yakni ketika awal mula berkembangnya teknologi ojek online.

Saat ojek online muncul, timbul konflik sosial antara para pelaku ojek konvensional vs yang sudah online. Konflik muncul karena lahan tarikan pelaku ojek konvensional seolah-olah direbut oleh ojek yang sudah online, akibat dari sifat teknologi online sendiri yang tidak kenal dengan batas-batas wilayah tarikan.

Singkat cerita konflik ini pun berujung kekalahan dari pelaku ojek konvensional yang mau tak mau harus beradaptasi ke ranah online. Kini, bahkan, rasa-rasanya ojek yang konvensional total sudah jarang kita jumpai. Justru layanan ojek online kini semakin canggih dengan merambah berbagai bidang kebutuhan dengan tawaran keuntungan yang menggiurkan.

Bergerak dari kejadian yang nyata ke scifi, mungkin kita ingat dengan film “I, Robot” yang diperankan oleh Will Smith pada tahun 2005. Film itu bercerita  tentang perkembangan robot baru yang semakin menyerupai manusia, yang hasil akhirnya justru membuat robot itu memberontak terhadap manusia yang menciptakan mereka.

Ada salah satu scene menarik di film yang melibatkan pemikiran Isacc Asimov, novelis yang bergenre futuris (masa depan) itu saat segerombolan robot baru menyerang pusat penyimpangan robot lama yang disaksikan oleh tokoh yang diperankan Will Smith itu.

Dua cerita dari sudut pandang yang berbeda ini secara garis besar menceritakan tiga kepastian kondisi yang akan kita alami dari pekembangan teknologi itu sendiri. Yaitu, pertama, kondisi dari perubahan teknologi yang bakal berpengaruh terhadap cara kita melakukan pekerjaan. Kedua, kondisi dari kebaruan  yang  membuat teknologi lama hilang tak berbekas, sehingga mau tak mau kita  juga harus mengubah teknologi yang kita pakai. Dan, ketiga, tentang kondisi ketidakkontrolan dari teknologi-teknologi baru yang justru menjadi ancaman untuk kemanusiaan bak film terminator atau “I, Robot”.

Perihal kondisi yang ketiga sebenarnya pada saat perayaan ogoh-ogoh tahun ini ada satu karya bernas dari seorang seniman ogoh-ogoh  asal Denpasar, Bli Marmar dalam karyanya berjudul KI AI NIR NUR,  menceritakan bagaimana perkembangan kecerdasan tanpa kesadaran justru membuat alam bertindak memberi balasan. Tentu kita tidak ingin perkembangan teknologi kemudian merusak batasan sehingga semesta meresponnya dengan rangkaian fenomena yang tidak kita inginkan.  

Jika kita kontekskan dalam perkembangan kecerdasan buatan yang semakin hari semakin meningkat kemampuannya itu maka tiga kondisi yang saya sebutkan sebelumya, memang  tidak dapat  hindari. Boleh-boleh saja kita terbelah ke dalam pro dan kontra, namun hasil akhirnya hanya memberikan kita dua pilihan untuk beradapatasi (menyesuaikan diri) atau malah terjebak dalam stagnasi (ketidakberubahan).

Thomas Friedman pernah berhipotesis jika kemajuan teknologi sangatlah cepat berbanding terbalik dengan kemampuan kita beradaptasi dengannya, Oleh karena itu, dalam konteks AI, kemampuan kita beradaptasi amat menentukan output yang dapat kita raih dari AI itu sendiri. Tapi, adaptasi juga ada dua kategori. yaitu  beradaptasi secara bijak atau malah  beradaptasi yang  “mengikut arus”.Pada kondisi yang pertama adaptasi kita masih terkontrol dan memberi output yang tidak  menjebak kita pada dehumanisasi sementara pada kondisi yang kedua justru terjadi sebaliknya.

Setidaknya ada tiga tips yang dapat kita jadikan praksis agar adaptasi kita bijak.

Tips yang pertama, jadikan kecerdasan buatan sebagai mitra kita untuk melatih cara berpikir bukan malah menumpulkan pikiran.

Kalau dicermati perkembangan teknologi kecerdasan buatan yang sudah dapat berpikir layaknya manusia, apalagi setelah lulus uji tes turing yang menjadi barometer intelegensi mesin pembelajaran (machine learning), sebagaimana dirilis oleh media futurism (2025) baru-baru ini, berdasarkan hasil riset oleh Cameron Jones, peneliti di Lab Bahasa dan Kognisi UC San Diego itu dapat dijadikan sarana untuk berdialektika. Atau, dalam bahasa sederhananya bertukar dan menguji kualitas kita berpikir.

Tapi, tips yang pertama ini harus dimulai dari kemampuan kita untuk bertanya secara benar dan merespon hasil dari kecerdasan buatan itu secara kritis, tidak asal terjebak budaya copy-paste yang justru menumpulkan pikiran.

Tips yang kedua: tetapkan batasan etika dalam penggunaan AI. Sebelum mengadopsi AI, buatlah pedoman etika yang jelas dan berkomitmenlah terhadap etika itu. Sadar akan konsukensi secara sosial, agama, dan hukum menjadi hal penting yang harus dilakukan,  Misalnya, hindari penggunaan AI untuk manipulasi data atau penyebaran hoaks.

Tips yang ketiga, beri batasan terhadap peran AI ketika menyelesaikan suatu pekerjaan,  hal ini menjadi amat penting agar kita tidak terjebak dalam budaya instan yang justru menumpulkan naluri terhadap karya, karsa, dan rasa. AI memang mempermudah pekerjaan kita namun bukan berarti menjebak kita kedalam kedangkalan pola pikir ataupun perilaku, oleh karena itu beri batasan terhadap peran AI dalam setiap aktivis yang ingin kita kerjakan menggunakan AI itu sendiri. 

Pada akhirnya kemajuan AI akan berpengaruh terhadap cara kita menjalani kehidupan kedepannya, AI bagaikan pisau bermata dua yang dapat mempermudah namun juga merugikan bergantung kepada kita dalam menggunakannya.

Oleh karena itu beradaptasi secara bijak, rasional, dan beretika menjadi prinsip serta pilihan yang harus kita lakukan agar AI tidak menurunkan kualitas kemanusiaan kita yang sudah sebaik-baiknya diciptakan oleh Tuhan sebagaimana diksi teologis ‘Imago dei’ atau manusia diciptakan menurut gambar dan rupa dari pencipta itu yang tentu saja  membedakannya dari ciptaan lainnya karena memiliki kualitas seperti kecerdasan, kebebasan berkehendak, dan kemampuan untuk berhubungan yang tidak boleh rusak hanya karena perkembangan AI yang semakin muktahir. [T]

Penulis: Putu Ayu Sunia Dewi
Editor: Adnyana Ole

Masa Depan Pendidikan di Era AI: ChatGPT dan Perplexity, Alat Bantu atau Tantangan Baru?
ChatGPT, Solusi Cerdas atau Sekadar Jalan Pintas?
Dewata Kusayang, Dewataku Malang: Bali yang Digempur Kapitalisme
Tags: AIkomunikasitekhnologi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Belajar dari SMK Fest:  Ruang Kontemplatif untuk Merefleksikan Arah Pendidikan Vokasi di Bali

Next Post

Puisi-puisi Yahya Umar | Cinta, Tuntunlah Rindu Menuju Jalan Pulang

Putu Ayu Sunia Dewi

Putu Ayu Sunia Dewi

Mahasiswa S2 di dua perguruan tinggi yaitu Politeknik Negeri Bali mengambil konsentrasi bisnis digital dan Inti International College Malaysia mengambil jurusan informasi teknologi. Saat ini terlibat aktif di Perhimpunan Pelajar Indonesia sebagai ketua departemen sumber daya manusia PPI TV . Penulis dapat dihubungi di putuayusuniadewi@gmail.com

Related Posts

Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

by Faris Widiyatmoko
May 15, 2026
0
Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

“The man who wears the shoe knows best that it pinches and where it pinches, even if the expert shoemaker...

Read moreDetails

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
0
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

Read moreDetails

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Yahya Umar | Cinta, Tuntunlah Rindu Menuju Jalan Pulang

Puisi-puisi Yahya Umar | Cinta, Tuntunlah Rindu Menuju Jalan Pulang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan
Pendidikan

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan

KETUA MPR RI, Ahmad Muzani memberikan Kuliah Umum Kebangsaan kepada sivitas akademika Institut Mpu Kuturan (IMK) pada Jumat (15/5) sore....

by Son Lomri
May 15, 2026
Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo
Esai

Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

“The man who wears the shoe knows best that it pinches and where it pinches, even if the expert shoemaker...

by Faris Widiyatmoko
May 15, 2026
Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali
Liputan Khusus

Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali

LIMA tahun lalu, kawan saya, Dian Suryantini—jurnalis sekaligus akademisi yang tinggal di Singaraja, Bali—bercerita tentang neneknya, Nyoman Landri, warga Banjar...

by Jaswanto
May 15, 2026
Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali
Hiburan

Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali

ALBUM penuh terbaru Amplitherapy bertajuk Leak Tanah Bali yang dijadwalkan terbit pada 16 Mei 2026 menandai babak baru perjalanan musikal...

by Nyoman Budarsana
May 15, 2026
Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan
Bahasa

Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan

PERNAHKAH Anda memperhatikan penulisan atau ejaan konten seseorang saat sedang berselancar di media sosial? Kesalahan tik atau saltik yang populer...

by I Made Sudiana
May 15, 2026
Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co