23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Masa Depan Pendidikan di Era AI: ChatGPT dan Perplexity, Alat Bantu atau Tantangan Baru?

Putu Gangga Pradipta by Putu Gangga Pradipta
March 14, 2025
in Esai
Masa Depan Pendidikan di Era AI: ChatGPT dan Perplexity, Alat Bantu atau Tantangan Baru?

Gangga Pradipta

DI era digital yang semakin maju, kecerdasan buatan (AI) telah merambah ke berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Kehadiran teknologi ini memberikan kemudahan luar biasa dalam mengakses informasi, menyelesaikan tugas, hingga memahami konsep-konsep yang kompleks. Dua platform AI yang tengah naik daun di kalangan pelajar adalah ChatGPT dan Perplexity.

Keduanya menawarkan solusi instan yang membantu dalam proses belajar. Namun, apakah teknologi ini benar-benar mendukung pengembangan intelektual, atau justru membuat pelajar semakin bergantung hingga kehilangan kemampuan berpikir kritis?

ChatGPT yang dikembangkan oleh OpenAI adalah model bahasa berbasis AI yang mampu menghasilkan teks menyerupai tulisan manusia. Dengan kemampuannya menjawab pertanyaan, memberikan penjelasan mendalam, hingga membantu dalam menulis esai, ChatGPT menjadi favorit bagi banyak pelajar.

Di sisi lain, Perplexity AI menawarkan pendekatan yang sedikit berbeda. Platform ini berfungsi sebagai mesin pencari berbasis AI yang tidak hanya memberikan jawaban tetapi juga mengutip sumber-sumber terpercaya, memungkinkan pengguna mendapatkan informasi yang lebih kredibel.

Kemudahan yang ditawarkan kedua platform ini memicu peningkatan penggunaannya di kalangan pelajar. Sebuah survei yang dilakukan pada 24 Mei 2023 di Departemen Sosiologi Universitas Negeri Padang menunjukkan bahwa 79,4% mahasiswa telah mengetahui dan menggunakan ChatGPT dalam berbagai konteks akademis maupun non-akademis (Naradidik).

Data itu menunjukkan bahwa pelajar dan mahasiswa semakin bergantung pada AI dalam kegiatan sehari-hari. Namun, muncul pertanyaan mendasar: apakah penggunaan AI ini benar-benar meningkatkan kualitas pembelajaran, atau justru melemahkan kemandirian pelajar?

Tidak dapat disangkal bahwa ChatGPT dan Perplexity membawa berbagai manfaat signifikan dalam dunia pendidikan. Salah satu keunggulan utama adalah efisiensi dalam mengakses informasi. Sebelum adanya AI, pelajar harus mencari referensi dari berbagai buku atau artikel jurnal yang memakan waktu. Dengan teknologi ini, mereka bisa mendapatkan rangkuman materi dalam hitungan detik.

Selain itu, AI juga membantu memahami konsep yang sulit. Misalnya, bagi siswa yang kesulitan dalam matematika, ChatGPT dapat memberikan langkah-langkah penyelesaian soal secara rinci. Perplexity, dengan fitur pencarian berbasis AI-nya, membantu siswa dalam mencari referensi akademik yang lebih terpercaya. Tidak hanya itu, bagi pelajar yang memiliki keterbatasan dalam menulis esai atau laporan, AI dapat memberikan saran struktur tulisan, memperbaiki tata bahasa, hingga membantu mengembangkan ide. Dengan demikian, teknologi ini dapat menjadi mentor virtual yang mendukung proses belajar-mengajar.

Di balik semua manfaat tersebut, penggunaan AI dalam pendidikan juga menghadirkan tantangan besar, terutama dalam hal ketergantungan. Pelajar yang terlalu sering menggunakan ChatGPT untuk menjawab tugas-tugas akademik bisa kehilangan kemampuan berpikir kritis.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh UNESCO menunjukkan bahwa terlalu banyak mengandalkan AI dalam belajar dapat menghambat perkembangan keterampilan kognitif siswa, karena mereka lebih sering menerima jawaban daripada mencari tahu sendiri (UNESCO, 2023).

Jika kebiasaan ini terus berkembang, pelajar akan semakin malas menganalisis informasi, dan pada akhirnya, bisa menurunkan daya kreativitas mereka.

Selain itu, tidak semua jawaban yang diberikan oleh ChatGPT atau Perplexity selalu benar. AI bekerja dengan memprediksi kata-kata berdasarkan pola data yang sudah ada, bukan berdasarkan pemahaman seperti manusia. Akibatnya, ada risiko informasi yang tidak akurat atau kurang relevan dengan konteks yang sedang dipelajari. Jika pelajar hanya menyalin tanpa melakukan verifikasi, mereka bisa mendapatkan pemahaman yang salah tentang suatu materi.

Salah satu dampak negatif lain dari penggunaan ChatGPT dan Perplexity adalah meningkatnya kasus plagiarisme. Beberapa pelajar mungkin tergoda untuk menyalin jawaban yang diberikan oleh AI tanpa memahami isinya. Hal ini berbahaya karena dapat menurunkan integritas akademik. Beberapa universitas di dunia bahkan mulai mengambil langkah tegas terhadap penggunaan AI dalam tugas akademik.

Universitas Cambridge, misalnya, telah mengeluarkan kebijakan bahwa mahasiswa yang ketahuan menggunakan AI tanpa mencantumkan sumbernya dapat dianggap melakukan pelanggaran akademik (The Guardian, 2023). Dengan demikian, meskipun AI bisa menjadi alat bantu yang bermanfaat, penggunaannya tetap harus diawasi agar tidak menurunkan standar akademik yang sudah ada.

Agar pelajar tetap mendapatkan manfaat dari AI tanpa mengalami ketergantungan, penting untuk memahami cara penggunaan yang bijak. AI sebaiknya digunakan untuk memberikan gambaran umum atau ide awal, bukan sebagai sumber utama dalam menyelesaikan tugas. Siswa harus tetap membaca buku, jurnal ilmiah, dan berdiskusi dengan guru atau dosen untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam. Karena AI tidak selalu memberikan jawaban yang benar, penting untuk selalu melakukan verifikasi terhadap informasi yang diberikan. Siswa harus membandingkan hasil yang diperoleh dari AI dengan sumber akademik yang lebih kredibel.

Alih-alih hanya menerima jawaban dari AI, siswa sebaiknya menggunakan AI untuk mengajukan pertanyaan yang lebih kompleks dan mencoba memahami jawabannya dengan pendekatan analitis. Dengan begitu, mereka tetap melatih kemampuan berpikir kritis. Pelajar sebaiknya menggunakan AI untuk memperbaiki tata bahasa, mengembangkan ide, atau mengasah kemampuan menulis, bukan sekadar menyalin jawaban yang diberikan.

Dengan begitu, AI akan menjadi alat bantu yang efektif, bukan pengganti usaha belajar. Selain itu, belajar tidak hanya tentang mencari jawaban, tetapi juga berdiskusi dan bertukar pendapat. Pelajar harus tetap berinteraksi dengan guru dan teman sekelas agar proses pembelajaran lebih kaya dan interaktif.

Teknologi AI seperti ChatGPT dan Perplexity menawarkan berbagai manfaat dalam dunia pendidikan, mulai dari efisiensi dalam mencari informasi hingga membantu memahami konsep yang sulit. Namun, jika tidak digunakan dengan bijak, AI dapat membuat pelajar kehilangan kemampuan berpikir kritis dan mandiri.

Oleh karena itu, penting bagi pelajar untuk menyeimbangkan penggunaan teknologi dengan pengembangan keterampilan berpikir. AI seharusnya menjadi alat bantu yang mendukung pembelajaran, bukan menjadi pengganti usaha belajar itu sendiri. Dengan kesadaran ini, generasi muda dapat tumbuh menjadi individu yang tidak hanya melek teknologi tetapi juga memiliki daya analisis yang tajam dan kreativitas yang tinggi.

Di masa depan, pendidikan yang ideal bukan hanya soal menguasai teknologi, tetapi juga bagaimana menggunakannya dengan cara yang benar. Sebagai pelajar, pilihan ada di tangan kita: apakah kita akan membiarkan AI berpikir untuk kita, atau kita akan menggunakan AI sebagai alat untuk berpikir lebih kritis dan kreatif? [T]

Penulis: Putu Gangga Pradipta
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Guru, Teknologi, dan Resolusi
Psikoterapi dengan Kecerdasan Buatan: Sejauh Apa Kecerdasan Buatan akan Menggantikan Manusia?
Apakah “Puisi Mesin” Adalah Puisi?
Tags: Chat GPTChatGPTPendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

SOMYA DAN ŚŪNYA: Yang Terlupakan dari Gemuruh Euforia Ogoh-Ogoh

Next Post

Melihat Diri Sendiri ala (Gus Mus) KH. A. Mustofa Bisri

Putu Gangga Pradipta

Putu Gangga Pradipta

Lahir di Surabaya, kini sedang menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Singaraja.

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
Melihat Diri Sendiri ala (Gus Mus) KH. A. Mustofa Bisri

Melihat Diri Sendiri ala (Gus Mus) KH. A. Mustofa Bisri

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co