23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Masa Depan Pendidikan di Era AI: ChatGPT dan Perplexity, Alat Bantu atau Tantangan Baru?

Putu Gangga Pradipta by Putu Gangga Pradipta
March 14, 2025
in Esai
Masa Depan Pendidikan di Era AI: ChatGPT dan Perplexity, Alat Bantu atau Tantangan Baru?

Gangga Pradipta

DI era digital yang semakin maju, kecerdasan buatan (AI) telah merambah ke berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Kehadiran teknologi ini memberikan kemudahan luar biasa dalam mengakses informasi, menyelesaikan tugas, hingga memahami konsep-konsep yang kompleks. Dua platform AI yang tengah naik daun di kalangan pelajar adalah ChatGPT dan Perplexity.

Keduanya menawarkan solusi instan yang membantu dalam proses belajar. Namun, apakah teknologi ini benar-benar mendukung pengembangan intelektual, atau justru membuat pelajar semakin bergantung hingga kehilangan kemampuan berpikir kritis?

ChatGPT yang dikembangkan oleh OpenAI adalah model bahasa berbasis AI yang mampu menghasilkan teks menyerupai tulisan manusia. Dengan kemampuannya menjawab pertanyaan, memberikan penjelasan mendalam, hingga membantu dalam menulis esai, ChatGPT menjadi favorit bagi banyak pelajar.

Di sisi lain, Perplexity AI menawarkan pendekatan yang sedikit berbeda. Platform ini berfungsi sebagai mesin pencari berbasis AI yang tidak hanya memberikan jawaban tetapi juga mengutip sumber-sumber terpercaya, memungkinkan pengguna mendapatkan informasi yang lebih kredibel.

Kemudahan yang ditawarkan kedua platform ini memicu peningkatan penggunaannya di kalangan pelajar. Sebuah survei yang dilakukan pada 24 Mei 2023 di Departemen Sosiologi Universitas Negeri Padang menunjukkan bahwa 79,4% mahasiswa telah mengetahui dan menggunakan ChatGPT dalam berbagai konteks akademis maupun non-akademis (Naradidik).

Data itu menunjukkan bahwa pelajar dan mahasiswa semakin bergantung pada AI dalam kegiatan sehari-hari. Namun, muncul pertanyaan mendasar: apakah penggunaan AI ini benar-benar meningkatkan kualitas pembelajaran, atau justru melemahkan kemandirian pelajar?

Tidak dapat disangkal bahwa ChatGPT dan Perplexity membawa berbagai manfaat signifikan dalam dunia pendidikan. Salah satu keunggulan utama adalah efisiensi dalam mengakses informasi. Sebelum adanya AI, pelajar harus mencari referensi dari berbagai buku atau artikel jurnal yang memakan waktu. Dengan teknologi ini, mereka bisa mendapatkan rangkuman materi dalam hitungan detik.

Selain itu, AI juga membantu memahami konsep yang sulit. Misalnya, bagi siswa yang kesulitan dalam matematika, ChatGPT dapat memberikan langkah-langkah penyelesaian soal secara rinci. Perplexity, dengan fitur pencarian berbasis AI-nya, membantu siswa dalam mencari referensi akademik yang lebih terpercaya. Tidak hanya itu, bagi pelajar yang memiliki keterbatasan dalam menulis esai atau laporan, AI dapat memberikan saran struktur tulisan, memperbaiki tata bahasa, hingga membantu mengembangkan ide. Dengan demikian, teknologi ini dapat menjadi mentor virtual yang mendukung proses belajar-mengajar.

Di balik semua manfaat tersebut, penggunaan AI dalam pendidikan juga menghadirkan tantangan besar, terutama dalam hal ketergantungan. Pelajar yang terlalu sering menggunakan ChatGPT untuk menjawab tugas-tugas akademik bisa kehilangan kemampuan berpikir kritis.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh UNESCO menunjukkan bahwa terlalu banyak mengandalkan AI dalam belajar dapat menghambat perkembangan keterampilan kognitif siswa, karena mereka lebih sering menerima jawaban daripada mencari tahu sendiri (UNESCO, 2023).

Jika kebiasaan ini terus berkembang, pelajar akan semakin malas menganalisis informasi, dan pada akhirnya, bisa menurunkan daya kreativitas mereka.

Selain itu, tidak semua jawaban yang diberikan oleh ChatGPT atau Perplexity selalu benar. AI bekerja dengan memprediksi kata-kata berdasarkan pola data yang sudah ada, bukan berdasarkan pemahaman seperti manusia. Akibatnya, ada risiko informasi yang tidak akurat atau kurang relevan dengan konteks yang sedang dipelajari. Jika pelajar hanya menyalin tanpa melakukan verifikasi, mereka bisa mendapatkan pemahaman yang salah tentang suatu materi.

Salah satu dampak negatif lain dari penggunaan ChatGPT dan Perplexity adalah meningkatnya kasus plagiarisme. Beberapa pelajar mungkin tergoda untuk menyalin jawaban yang diberikan oleh AI tanpa memahami isinya. Hal ini berbahaya karena dapat menurunkan integritas akademik. Beberapa universitas di dunia bahkan mulai mengambil langkah tegas terhadap penggunaan AI dalam tugas akademik.

Universitas Cambridge, misalnya, telah mengeluarkan kebijakan bahwa mahasiswa yang ketahuan menggunakan AI tanpa mencantumkan sumbernya dapat dianggap melakukan pelanggaran akademik (The Guardian, 2023). Dengan demikian, meskipun AI bisa menjadi alat bantu yang bermanfaat, penggunaannya tetap harus diawasi agar tidak menurunkan standar akademik yang sudah ada.

Agar pelajar tetap mendapatkan manfaat dari AI tanpa mengalami ketergantungan, penting untuk memahami cara penggunaan yang bijak. AI sebaiknya digunakan untuk memberikan gambaran umum atau ide awal, bukan sebagai sumber utama dalam menyelesaikan tugas. Siswa harus tetap membaca buku, jurnal ilmiah, dan berdiskusi dengan guru atau dosen untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam. Karena AI tidak selalu memberikan jawaban yang benar, penting untuk selalu melakukan verifikasi terhadap informasi yang diberikan. Siswa harus membandingkan hasil yang diperoleh dari AI dengan sumber akademik yang lebih kredibel.

Alih-alih hanya menerima jawaban dari AI, siswa sebaiknya menggunakan AI untuk mengajukan pertanyaan yang lebih kompleks dan mencoba memahami jawabannya dengan pendekatan analitis. Dengan begitu, mereka tetap melatih kemampuan berpikir kritis. Pelajar sebaiknya menggunakan AI untuk memperbaiki tata bahasa, mengembangkan ide, atau mengasah kemampuan menulis, bukan sekadar menyalin jawaban yang diberikan.

Dengan begitu, AI akan menjadi alat bantu yang efektif, bukan pengganti usaha belajar. Selain itu, belajar tidak hanya tentang mencari jawaban, tetapi juga berdiskusi dan bertukar pendapat. Pelajar harus tetap berinteraksi dengan guru dan teman sekelas agar proses pembelajaran lebih kaya dan interaktif.

Teknologi AI seperti ChatGPT dan Perplexity menawarkan berbagai manfaat dalam dunia pendidikan, mulai dari efisiensi dalam mencari informasi hingga membantu memahami konsep yang sulit. Namun, jika tidak digunakan dengan bijak, AI dapat membuat pelajar kehilangan kemampuan berpikir kritis dan mandiri.

Oleh karena itu, penting bagi pelajar untuk menyeimbangkan penggunaan teknologi dengan pengembangan keterampilan berpikir. AI seharusnya menjadi alat bantu yang mendukung pembelajaran, bukan menjadi pengganti usaha belajar itu sendiri. Dengan kesadaran ini, generasi muda dapat tumbuh menjadi individu yang tidak hanya melek teknologi tetapi juga memiliki daya analisis yang tajam dan kreativitas yang tinggi.

Di masa depan, pendidikan yang ideal bukan hanya soal menguasai teknologi, tetapi juga bagaimana menggunakannya dengan cara yang benar. Sebagai pelajar, pilihan ada di tangan kita: apakah kita akan membiarkan AI berpikir untuk kita, atau kita akan menggunakan AI sebagai alat untuk berpikir lebih kritis dan kreatif? [T]

Penulis: Putu Gangga Pradipta
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Guru, Teknologi, dan Resolusi
Psikoterapi dengan Kecerdasan Buatan: Sejauh Apa Kecerdasan Buatan akan Menggantikan Manusia?
Apakah “Puisi Mesin” Adalah Puisi?
Tags: Chat GPTChatGPTPendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

SOMYA DAN ŚŪNYA: Yang Terlupakan dari Gemuruh Euforia Ogoh-Ogoh

Next Post

Melihat Diri Sendiri ala (Gus Mus) KH. A. Mustofa Bisri

Putu Gangga Pradipta

Putu Gangga Pradipta

Lahir di Surabaya, kini sedang menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Singaraja.

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Melihat Diri Sendiri ala (Gus Mus) KH. A. Mustofa Bisri

Melihat Diri Sendiri ala (Gus Mus) KH. A. Mustofa Bisri

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co