2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Masa Depan Pendidikan di Era AI: ChatGPT dan Perplexity, Alat Bantu atau Tantangan Baru?

Putu Gangga Pradipta by Putu Gangga Pradipta
March 14, 2025
in Esai
Masa Depan Pendidikan di Era AI: ChatGPT dan Perplexity, Alat Bantu atau Tantangan Baru?

Gangga Pradipta

DI era digital yang semakin maju, kecerdasan buatan (AI) telah merambah ke berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Kehadiran teknologi ini memberikan kemudahan luar biasa dalam mengakses informasi, menyelesaikan tugas, hingga memahami konsep-konsep yang kompleks. Dua platform AI yang tengah naik daun di kalangan pelajar adalah ChatGPT dan Perplexity.

Keduanya menawarkan solusi instan yang membantu dalam proses belajar. Namun, apakah teknologi ini benar-benar mendukung pengembangan intelektual, atau justru membuat pelajar semakin bergantung hingga kehilangan kemampuan berpikir kritis?

ChatGPT yang dikembangkan oleh OpenAI adalah model bahasa berbasis AI yang mampu menghasilkan teks menyerupai tulisan manusia. Dengan kemampuannya menjawab pertanyaan, memberikan penjelasan mendalam, hingga membantu dalam menulis esai, ChatGPT menjadi favorit bagi banyak pelajar.

Di sisi lain, Perplexity AI menawarkan pendekatan yang sedikit berbeda. Platform ini berfungsi sebagai mesin pencari berbasis AI yang tidak hanya memberikan jawaban tetapi juga mengutip sumber-sumber terpercaya, memungkinkan pengguna mendapatkan informasi yang lebih kredibel.

Kemudahan yang ditawarkan kedua platform ini memicu peningkatan penggunaannya di kalangan pelajar. Sebuah survei yang dilakukan pada 24 Mei 2023 di Departemen Sosiologi Universitas Negeri Padang menunjukkan bahwa 79,4% mahasiswa telah mengetahui dan menggunakan ChatGPT dalam berbagai konteks akademis maupun non-akademis (Naradidik).

Data itu menunjukkan bahwa pelajar dan mahasiswa semakin bergantung pada AI dalam kegiatan sehari-hari. Namun, muncul pertanyaan mendasar: apakah penggunaan AI ini benar-benar meningkatkan kualitas pembelajaran, atau justru melemahkan kemandirian pelajar?

Tidak dapat disangkal bahwa ChatGPT dan Perplexity membawa berbagai manfaat signifikan dalam dunia pendidikan. Salah satu keunggulan utama adalah efisiensi dalam mengakses informasi. Sebelum adanya AI, pelajar harus mencari referensi dari berbagai buku atau artikel jurnal yang memakan waktu. Dengan teknologi ini, mereka bisa mendapatkan rangkuman materi dalam hitungan detik.

Selain itu, AI juga membantu memahami konsep yang sulit. Misalnya, bagi siswa yang kesulitan dalam matematika, ChatGPT dapat memberikan langkah-langkah penyelesaian soal secara rinci. Perplexity, dengan fitur pencarian berbasis AI-nya, membantu siswa dalam mencari referensi akademik yang lebih terpercaya. Tidak hanya itu, bagi pelajar yang memiliki keterbatasan dalam menulis esai atau laporan, AI dapat memberikan saran struktur tulisan, memperbaiki tata bahasa, hingga membantu mengembangkan ide. Dengan demikian, teknologi ini dapat menjadi mentor virtual yang mendukung proses belajar-mengajar.

Di balik semua manfaat tersebut, penggunaan AI dalam pendidikan juga menghadirkan tantangan besar, terutama dalam hal ketergantungan. Pelajar yang terlalu sering menggunakan ChatGPT untuk menjawab tugas-tugas akademik bisa kehilangan kemampuan berpikir kritis.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh UNESCO menunjukkan bahwa terlalu banyak mengandalkan AI dalam belajar dapat menghambat perkembangan keterampilan kognitif siswa, karena mereka lebih sering menerima jawaban daripada mencari tahu sendiri (UNESCO, 2023).

Jika kebiasaan ini terus berkembang, pelajar akan semakin malas menganalisis informasi, dan pada akhirnya, bisa menurunkan daya kreativitas mereka.

Selain itu, tidak semua jawaban yang diberikan oleh ChatGPT atau Perplexity selalu benar. AI bekerja dengan memprediksi kata-kata berdasarkan pola data yang sudah ada, bukan berdasarkan pemahaman seperti manusia. Akibatnya, ada risiko informasi yang tidak akurat atau kurang relevan dengan konteks yang sedang dipelajari. Jika pelajar hanya menyalin tanpa melakukan verifikasi, mereka bisa mendapatkan pemahaman yang salah tentang suatu materi.

Salah satu dampak negatif lain dari penggunaan ChatGPT dan Perplexity adalah meningkatnya kasus plagiarisme. Beberapa pelajar mungkin tergoda untuk menyalin jawaban yang diberikan oleh AI tanpa memahami isinya. Hal ini berbahaya karena dapat menurunkan integritas akademik. Beberapa universitas di dunia bahkan mulai mengambil langkah tegas terhadap penggunaan AI dalam tugas akademik.

Universitas Cambridge, misalnya, telah mengeluarkan kebijakan bahwa mahasiswa yang ketahuan menggunakan AI tanpa mencantumkan sumbernya dapat dianggap melakukan pelanggaran akademik (The Guardian, 2023). Dengan demikian, meskipun AI bisa menjadi alat bantu yang bermanfaat, penggunaannya tetap harus diawasi agar tidak menurunkan standar akademik yang sudah ada.

Agar pelajar tetap mendapatkan manfaat dari AI tanpa mengalami ketergantungan, penting untuk memahami cara penggunaan yang bijak. AI sebaiknya digunakan untuk memberikan gambaran umum atau ide awal, bukan sebagai sumber utama dalam menyelesaikan tugas. Siswa harus tetap membaca buku, jurnal ilmiah, dan berdiskusi dengan guru atau dosen untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam. Karena AI tidak selalu memberikan jawaban yang benar, penting untuk selalu melakukan verifikasi terhadap informasi yang diberikan. Siswa harus membandingkan hasil yang diperoleh dari AI dengan sumber akademik yang lebih kredibel.

Alih-alih hanya menerima jawaban dari AI, siswa sebaiknya menggunakan AI untuk mengajukan pertanyaan yang lebih kompleks dan mencoba memahami jawabannya dengan pendekatan analitis. Dengan begitu, mereka tetap melatih kemampuan berpikir kritis. Pelajar sebaiknya menggunakan AI untuk memperbaiki tata bahasa, mengembangkan ide, atau mengasah kemampuan menulis, bukan sekadar menyalin jawaban yang diberikan.

Dengan begitu, AI akan menjadi alat bantu yang efektif, bukan pengganti usaha belajar. Selain itu, belajar tidak hanya tentang mencari jawaban, tetapi juga berdiskusi dan bertukar pendapat. Pelajar harus tetap berinteraksi dengan guru dan teman sekelas agar proses pembelajaran lebih kaya dan interaktif.

Teknologi AI seperti ChatGPT dan Perplexity menawarkan berbagai manfaat dalam dunia pendidikan, mulai dari efisiensi dalam mencari informasi hingga membantu memahami konsep yang sulit. Namun, jika tidak digunakan dengan bijak, AI dapat membuat pelajar kehilangan kemampuan berpikir kritis dan mandiri.

Oleh karena itu, penting bagi pelajar untuk menyeimbangkan penggunaan teknologi dengan pengembangan keterampilan berpikir. AI seharusnya menjadi alat bantu yang mendukung pembelajaran, bukan menjadi pengganti usaha belajar itu sendiri. Dengan kesadaran ini, generasi muda dapat tumbuh menjadi individu yang tidak hanya melek teknologi tetapi juga memiliki daya analisis yang tajam dan kreativitas yang tinggi.

Di masa depan, pendidikan yang ideal bukan hanya soal menguasai teknologi, tetapi juga bagaimana menggunakannya dengan cara yang benar. Sebagai pelajar, pilihan ada di tangan kita: apakah kita akan membiarkan AI berpikir untuk kita, atau kita akan menggunakan AI sebagai alat untuk berpikir lebih kritis dan kreatif? [T]

Penulis: Putu Gangga Pradipta
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Guru, Teknologi, dan Resolusi
Psikoterapi dengan Kecerdasan Buatan: Sejauh Apa Kecerdasan Buatan akan Menggantikan Manusia?
Apakah “Puisi Mesin” Adalah Puisi?
Tags: Chat GPTChatGPTPendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

SOMYA DAN ŚŪNYA: Yang Terlupakan dari Gemuruh Euforia Ogoh-Ogoh

Next Post

Melihat Diri Sendiri ala (Gus Mus) KH. A. Mustofa Bisri

Putu Gangga Pradipta

Putu Gangga Pradipta

Lahir di Surabaya, kini sedang menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Singaraja.

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Melihat Diri Sendiri ala (Gus Mus) KH. A. Mustofa Bisri

Melihat Diri Sendiri ala (Gus Mus) KH. A. Mustofa Bisri

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co