6 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Stres Jadi Rileks: Menjadikan Musik Sebagai Pertolongan Pertama Emosi

Muhammad Syahrul Wafda by Muhammad Syahrul Wafda
July 19, 2026
in Esai
Mengapa Desain ‘User Interface’ Aplikasi Meditasi Selalu Bernuansa Pastel?

Muhammad Syahrul Wafda

MENGINGAT banyaknya pengguna media sosial saat ini, orang-orang gemar membagikan musik yang mereka dengarkan di platform seperti Instagram, WhatsApp, dan TikTok. Apakah ini sekadar untuk mencari sebuah validasi untuk terlihat menarik dengan membagikan lagu-lagu yang jarang diketahui atau justru cara untuk melepas stres?

Pernahkah Anda mengalami hari yang begitu melelahkan hingga satu-satunya hal yang ingin Anda lakukan hanyalah mendengarkan lagu favorit? Menariknya, kebiasaan sederhana itu lebih dari sekadar pelarian sesaat. Bagi banyak orang, musik menjadi semacam “pertolongan pertama” saat emosi sedang kacau. Baik saat menghadapi beban kerja yang menumpuk, tugas kuliah yang tiada habisnya, hubungan sosial yang rumit, maupun kehidupan yang terasa berjalan terlalu cepat, orang sering kali beralih ke musik sebelum mencari bentuk bantuan lainnya.

Fenomena ini semakin nyata seiring dengan langkah berbagai platform besar seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube Music yang menyediakan jutaan lagu serta fitur daftar putar (playlist) yang memungkinkan pengguna mengelompokkan lagu berdasarkan genre atau suasana hati. Hal ini secara jelas menunjukkan adanya pemahaman intuitif bahwa musik memiliki kekuatan untuk mengubah suasana hati seseorang, sebuah proses yang dikenal sebagai regulasi emosi.

Regulasi emosi berkaitan dengan bagaimana seseorang mengenali perasaan yang sedang dialaminya dan menampilkan perilaku yang sesuai dengan situasi yang dihadapi. Proses ini juga mencangkup pengelolaan emosi negatif seperti kesedihan, kemarahan, dan kecemasan. Sedangkan secara emosi positif mencakup kebahagiaan, ketenangan, dan kedamaian (Khamini dkk., 2026).

Musik Penghilang Rasa Stres

Stres merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan mengakui gangguan kesehatan mental dan stres sebagai salah satu tantangan kesehatan terbesar di abad ke-21. Berbagai faktor mulai dari tekanan akademis, tuntutan pekerjaan, dan kesulitan finansial hingga arus informasi yang tiada henti melalui media sosial membuat orang lebih rentan mengalami kelelahan mental. Ironisnya, tidak semua orang memiliki akses ke layanan konseling atau terapi psikologis. Di sinilah musik hadir sebagai salah satu sarana pelepasan yang paling mudah diakses.

Saat seseorang mendengarkan musik yang disukainya, otak tidak sekadar menangkap suara sebagai rangkaian nada. Musik justru mengaktifkan berbagai sistem saraf otak yang berkaitan dengan emosi, ingatan, perhatian, dan sistem imbalan. Aktivasi ini memicu pelepasan neurotransmiter seperti dopamin, yang sering dikaitkan dengan perasaan senang, kesejahteraan, dan motivasi.

Oleh karena itu, tidak mengherankan jika suasana hati seseorang dapat berubah dalam hitungan menit setelah mendengarkan lagu yang tepat. Temuan ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Martina de Witte berjudul “Effects of music interventions on stress-related outcomes: a systematic review and two meta-analyses” yang menyimpulkan bahwa intervensi musik dapat secara efektif mengurangi stres, sehingga membenarkan peningkatan penggunaannya untuk mengatasi masalah ini baik dalam konteks medis maupun kesehatan mental (Witte dkk., 2020).

Variasi Genre Musik Penghilang Stres

Namun, ada sebuah anggapan keliru yang umum terjadi. Banyak orang beranggapan bahwa musik klasik atau melodi instrumental yang menenangkan adalah jenis musik paling efektif untuk meredakan stres.

Kenyataannya, penelitian menunjukkan bahwa efektivitas musik sangat bergantung pada preferensi pribadi. Sebuah lagu yang terasa menenangkan bagi seseorang mungkin tidak memberikan efek yang sama bagi orang lain. Kenangan, pengalaman hidup, budaya, dan bahkan tahapan hidup seseorang turut memengaruhi cara otak merespons suatu lagu. Oleh karena itu, tidak ada satu pun genre musik yang dapat dianggap sebagai “obat universal” bagi semua orang.

Fenomena ini menjelaskan mengapa sebagian orang merasa damai saat mendengarkan musik klasik, sementara yang lain justru menemukan ketenangan lebih besar dalam musik pop, jazz, indie, atau bahkan rock. Selama musik tersebut memberikan rasa aman dan kesejahteraan serta membantu meredakan tekanan emosional tanpa menimbulkan dampak negatif, musik dapat menjadi sarana yang efektif untuk pengaturan emosi.

Musik dan Psikologi Komunikasi

Menariknya, musik juga berfungsi sebagai sarana untuk mengenali diri sendiri. Saat seseorang memilih lagu tertentu ketika sedang merasa sedih, marah, atau kecewa, pada dasarnya ia sedang menjalani proses mengenali emosinya sendiri. Tidak semua orang mampu mengungkapkan perasaan mereka melalui kata-kata. Namun, banyak orang dapat berkata, “Lagu ini benar-benar mencerminkan apa yang saya rasakan.”

Dalam bidang psikologi komunikasi, musik dapat berperan sebagai medium komunikasi intrapersonal, yaitu cara berkomunikasi seseorang dengan dirinya sendiri. Selain itu, musik juga memfasilitasi proses refleksi diri.

Banyak lagu memiliki lirik yang mengajak pendengarnya untuk menemukan makna dalam pengalaman hidup, menerima kehilangan, menumbuhkan harapan baru, atau sekadar mengingat bahwa emosi negatif tidak akan berlangsung selamanya. Dengan demikian, mendengarkan musik sering kali lebih dari sekadar hiburan semata, hal itu merupakan sebuah proses untuk menemukan makna dalam pengalaman hidup.

Kesimpulan

Pada akhirnya, musik mengajarkan kita bahwa pemulihan emosi tidak selalu hadir melalui cara-cara yang rumit. Terkadang, mendengarkan lagu yang tepat selama beberapa menit saja sudah cukup untuk memberi jeda bagi pikiran, membantu hati menerima keadaan, serta mengumpulkan energi untuk kembali menghadapi hidup.

Musik mungkin bukan solusi bagi setiap masalah, namun ia adalah teman setia saat emosi kita berada di titik terendah. Di tengah kehidupan yang serba cepat dan penuh tekanan, kita tidak selalu bisa mengendalikan peristiwa di luar diri kita, tetapi kita bisa memilih bagaimana menyikapinya. Salah satu cara termudah adalah dengan menekan tombol play. Sebab, di balik setiap nada dan lirik, musik tidak hanya ditangkap oleh telinga, melainkan didengar dengan hati. [T]

Tags: musikstress
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lomba Cerpen Festival Seni Bali Jani 2026 Diikuti 172 Peserta, Juri Soroti Orisinalitas Karya di Era AI

Next Post

Membaca Alam yang Tersimpan dalam Serat —Menafsir “Barik” Karya Dr. Sn. Inty Nahari

Muhammad Syahrul Wafda

Muhammad Syahrul Wafda

Mahasiswa Prodi S2 Komunikasi Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah UIN SAIZU Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

SARASWATI DI INDIA

by Sugi Lanus
November 6, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 31 Oktober 2026 * SEMINGGU menjelang Hari Saraswati, Sabtu, 31 Oktober 2026, saya masih keluyuran...

Read moreDetails

Karman dan Wajah di Balik Gorden

by Tri Nugroho Adi
November 6, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Ada orang yang berkeliaran di jalanan  dan  kita sebut “gila”, tetapi mungkin hanya terlalu lama sendirian. PAGI itu seorang ibu...

Read moreDetails

Ketika “Sebentar” Jadi Kata Paling Mahal: Kelalaian jadikan Anak sebagai Korban

by Fitria Hani Aprina
November 4, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

LINIMASA saya di bulan Oktober dipenuhi dua kabar yang membuat dada sesak. Dua-duanya soal anak kecil yang ditinggal orang tuanya....

Read moreDetails

Kuasa dalam Perjanjian Jual Beli Tanah dan Bangunan

by I Made Pria Dharsana
November 4, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PEMBERIAN kuasa adalah suatu perjanjian yang memberikan kekuasaan kepada seseorang untuk menerima dan melaksanakan suatu urusan atas nama pemberi kuasa...

Read moreDetails

LONTAR USADA KERALA

by Sugi Lanus
November 4, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 1 Nov 2026 * Kerala (sebuah negara bagian di India Selatan) memiliki kesamaan kultural yang...

Read moreDetails

Sastrawan di Seberang Lautan Tampak, Ada yang Tak Tampak di Pelupuk Mata

by Hartanto
November 4, 2026
0
Sastrawan di Seberang Lautan Tampak, Ada yang Tak Tampak di Pelupuk Mata

SILATURAHMI, sembari menghitung almanak yang tanggal demi tanggalnya bergerak seirama dengan perputaran jarum jam dan garis edar matahari, kami—saya, dr....

Read moreDetails

Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam

by I Ketut Suar Adnyana
November 3, 2026
0
Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam

BAHASA masyarakat tradisional menyimpan cara pandang yang khas dalam memahami dunia. Alam tidak hanya menjadi ruang tempat manusia hidup dan...

Read moreDetails

Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026

by I Gusti Made Darma Putra
November 2, 2026
0
Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026

PADA hari ketika manusia diajak menegakkan pagar, sebuah panggung kebudayaan justru dibuka selebar-lebarnya. Rabu, 4 November 2026, menjadi sebuah momentum...

Read moreDetails

Musik, Agama dan Politik

by Agung Sudarsa
November 2, 2026
0
Musik, Agama dan Politik

ADA sebuah pertanyaan sederhana yang menggelitik di tengah polemik konser Andrea Bocelli di Indonesia: apakah musik itu punya identitas agama...

Read moreDetails

Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

by I Ketut Suar Adnyana
November 1, 2026
0
Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

ADA yang ganjil dalam kehidupan demokrasi kita ketika identitas mahasiswa dapat dipakai sebagaimana seseorang mengenakan kostum untuk memainkan sebuah peran....

Read moreDetails
Next Post
Membaca Alam yang Tersimpan dalam Serat —Menafsir “Barik” Karya Dr. Sn. Inty Nahari

Membaca Alam yang Tersimpan dalam Serat ---Menafsir "Barik" Karya Dr. Sn. Inty Nahari

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

SARASWATI DI INDIA

— Catatan Harian Sugi Lanus, 31 Oktober 2026 * SEMINGGU menjelang Hari Saraswati, Sabtu, 31 Oktober 2026, saya masih keluyuran...

by Sugi Lanus
November 6, 2026
“Kozmic Blues”: Bertahan di Tengah Hidup yang Tak Pasti
Ulas Musik

“Kozmic Blues”: Bertahan di Tengah Hidup yang Tak Pasti

ADA masa ketika kita merasa hidup sudah berjalan terlalu jauh, tetapi kita sendiri belum sampai ke mana-mana. Waktu terus bergerak,...

by Ahmad Sihabudin
November 6, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Libatkan Ratusan Kreator, Tarik Lebih dari 15.000 Pengunjung
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Libatkan Ratusan Kreator, Tarik Lebih dari 15.000 Pengunjung

SELAMA dua hari, Taman Pecangakan, Negara, menjelma menjadi ruang perjumpaan bagi ribuan orang dengan beragam gagasan dan karya kreatif. Musik...

by tatkala
November 6, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Karman dan Wajah di Balik Gorden

Ada orang yang berkeliaran di jalanan  dan  kita sebut “gila”, tetapi mungkin hanya terlalu lama sendirian. PAGI itu seorang ibu...

by Tri Nugroho Adi
November 6, 2026
Harmoni dan Ironi Pendidikan
Buku Tatkala

Harmoni dan Ironi Pendidikan

Judul: Harmoni dan Ironi Pendidikan Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. ISBN: Masih dalam...

by Buku Tatkala
November 5, 2026
Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India
Panggung

Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India

DI atas panggung di Bengaluru, dua tradisi pewayangan bertemu dalam satu cerita. Wayang boneka India membuka kisah, sementara wayang kulit...

by Nyoman Budarsana
November 5, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Daftar Hadir Terakhir Reuni

GEDUNG SMP negeri di kota Cilacap itu masih belum berubah. Bangunan tua dengan pintu dan jendela kayu jati yang besar...

by Chusmeru
November 5, 2026
Dari Sadap Nira ke Sadap Data
Bahasa

Dari Sadap Nira ke Sadap Data

DALAM beberapa kali kunjungan dan penelitian kebahasaan di Desa Pedawa, Buleleng, saya kagum pada kekayaan tradisi desa Bali Aga yang unik ini. Salah...

by I Made Sudiana
November 5, 2026
Wacana Manggala Pewayangan — Dalang dan Kegelisahannya
Buku Tatkala

Wacana Manggala Pewayangan — Dalang dan Kegelisahannya

Judul: Wacana Manggala Pewayangan - Dalang dan Kegelisahannya Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Dr. I Gusti Made Darma Putra,...

by Buku Tatkala
November 5, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Ketika “Sebentar” Jadi Kata Paling Mahal: Kelalaian jadikan Anak sebagai Korban

LINIMASA saya di bulan Oktober dipenuhi dua kabar yang membuat dada sesak. Dua-duanya soal anak kecil yang ditinggal orang tuanya....

by Fitria Hani Aprina
November 4, 2026
Tubuh yang Meruang dan Wajah Logam Kekuasaan
Ulas Pentas

Tubuh yang Meruang dan Wajah Logam Kekuasaan

PENTAS teater tubuh berlangsung dua malam di Gedung Kesenian Cak Durasim Taman Budaya Jawa Timur, 1-2 November 2026. Malam pertama...

by Silvester Petara Hurit
November 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Esai

Kuasa dalam Perjanjian Jual Beli Tanah dan Bangunan

PEMBERIAN kuasa adalah suatu perjanjian yang memberikan kekuasaan kepada seseorang untuk menerima dan melaksanakan suatu urusan atas nama pemberi kuasa...

by I Made Pria Dharsana
November 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co