17 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Stres Jadi Rileks: Menjadikan Musik Sebagai Pertolongan Pertama Emosi

Muhammad Syahrul Wafda by Muhammad Syahrul Wafda
July 19, 2026
in Esai
Mengapa Desain ‘User Interface’ Aplikasi Meditasi Selalu Bernuansa Pastel?

Muhammad Syahrul Wafda

MENGINGAT banyaknya pengguna media sosial saat ini, orang-orang gemar membagikan musik yang mereka dengarkan di platform seperti Instagram, WhatsApp, dan TikTok. Apakah ini sekadar untuk mencari sebuah validasi untuk terlihat menarik dengan membagikan lagu-lagu yang jarang diketahui atau justru cara untuk melepas stres?

Pernahkah Anda mengalami hari yang begitu melelahkan hingga satu-satunya hal yang ingin Anda lakukan hanyalah mendengarkan lagu favorit? Menariknya, kebiasaan sederhana itu lebih dari sekadar pelarian sesaat. Bagi banyak orang, musik menjadi semacam “pertolongan pertama” saat emosi sedang kacau. Baik saat menghadapi beban kerja yang menumpuk, tugas kuliah yang tiada habisnya, hubungan sosial yang rumit, maupun kehidupan yang terasa berjalan terlalu cepat, orang sering kali beralih ke musik sebelum mencari bentuk bantuan lainnya.

Fenomena ini semakin nyata seiring dengan langkah berbagai platform besar seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube Music yang menyediakan jutaan lagu serta fitur daftar putar (playlist) yang memungkinkan pengguna mengelompokkan lagu berdasarkan genre atau suasana hati. Hal ini secara jelas menunjukkan adanya pemahaman intuitif bahwa musik memiliki kekuatan untuk mengubah suasana hati seseorang, sebuah proses yang dikenal sebagai regulasi emosi.

Regulasi emosi berkaitan dengan bagaimana seseorang mengenali perasaan yang sedang dialaminya dan menampilkan perilaku yang sesuai dengan situasi yang dihadapi. Proses ini juga mencangkup pengelolaan emosi negatif seperti kesedihan, kemarahan, dan kecemasan. Sedangkan secara emosi positif mencakup kebahagiaan, ketenangan, dan kedamaian (Khamini dkk., 2026).

Musik Penghilang Rasa Stres

Stres merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan mengakui gangguan kesehatan mental dan stres sebagai salah satu tantangan kesehatan terbesar di abad ke-21. Berbagai faktor mulai dari tekanan akademis, tuntutan pekerjaan, dan kesulitan finansial hingga arus informasi yang tiada henti melalui media sosial membuat orang lebih rentan mengalami kelelahan mental. Ironisnya, tidak semua orang memiliki akses ke layanan konseling atau terapi psikologis. Di sinilah musik hadir sebagai salah satu sarana pelepasan yang paling mudah diakses.

Saat seseorang mendengarkan musik yang disukainya, otak tidak sekadar menangkap suara sebagai rangkaian nada. Musik justru mengaktifkan berbagai sistem saraf otak yang berkaitan dengan emosi, ingatan, perhatian, dan sistem imbalan. Aktivasi ini memicu pelepasan neurotransmiter seperti dopamin, yang sering dikaitkan dengan perasaan senang, kesejahteraan, dan motivasi.

Oleh karena itu, tidak mengherankan jika suasana hati seseorang dapat berubah dalam hitungan menit setelah mendengarkan lagu yang tepat. Temuan ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Martina de Witte berjudul “Effects of music interventions on stress-related outcomes: a systematic review and two meta-analyses” yang menyimpulkan bahwa intervensi musik dapat secara efektif mengurangi stres, sehingga membenarkan peningkatan penggunaannya untuk mengatasi masalah ini baik dalam konteks medis maupun kesehatan mental (Witte dkk., 2020).

Variasi Genre Musik Penghilang Stres

Namun, ada sebuah anggapan keliru yang umum terjadi. Banyak orang beranggapan bahwa musik klasik atau melodi instrumental yang menenangkan adalah jenis musik paling efektif untuk meredakan stres.

Kenyataannya, penelitian menunjukkan bahwa efektivitas musik sangat bergantung pada preferensi pribadi. Sebuah lagu yang terasa menenangkan bagi seseorang mungkin tidak memberikan efek yang sama bagi orang lain. Kenangan, pengalaman hidup, budaya, dan bahkan tahapan hidup seseorang turut memengaruhi cara otak merespons suatu lagu. Oleh karena itu, tidak ada satu pun genre musik yang dapat dianggap sebagai “obat universal” bagi semua orang.

Fenomena ini menjelaskan mengapa sebagian orang merasa damai saat mendengarkan musik klasik, sementara yang lain justru menemukan ketenangan lebih besar dalam musik pop, jazz, indie, atau bahkan rock. Selama musik tersebut memberikan rasa aman dan kesejahteraan serta membantu meredakan tekanan emosional tanpa menimbulkan dampak negatif, musik dapat menjadi sarana yang efektif untuk pengaturan emosi.

Musik dan Psikologi Komunikasi

Menariknya, musik juga berfungsi sebagai sarana untuk mengenali diri sendiri. Saat seseorang memilih lagu tertentu ketika sedang merasa sedih, marah, atau kecewa, pada dasarnya ia sedang menjalani proses mengenali emosinya sendiri. Tidak semua orang mampu mengungkapkan perasaan mereka melalui kata-kata. Namun, banyak orang dapat berkata, “Lagu ini benar-benar mencerminkan apa yang saya rasakan.”

Dalam bidang psikologi komunikasi, musik dapat berperan sebagai medium komunikasi intrapersonal, yaitu cara berkomunikasi seseorang dengan dirinya sendiri. Selain itu, musik juga memfasilitasi proses refleksi diri.

Banyak lagu memiliki lirik yang mengajak pendengarnya untuk menemukan makna dalam pengalaman hidup, menerima kehilangan, menumbuhkan harapan baru, atau sekadar mengingat bahwa emosi negatif tidak akan berlangsung selamanya. Dengan demikian, mendengarkan musik sering kali lebih dari sekadar hiburan semata, hal itu merupakan sebuah proses untuk menemukan makna dalam pengalaman hidup.

Kesimpulan

Pada akhirnya, musik mengajarkan kita bahwa pemulihan emosi tidak selalu hadir melalui cara-cara yang rumit. Terkadang, mendengarkan lagu yang tepat selama beberapa menit saja sudah cukup untuk memberi jeda bagi pikiran, membantu hati menerima keadaan, serta mengumpulkan energi untuk kembali menghadapi hidup.

Musik mungkin bukan solusi bagi setiap masalah, namun ia adalah teman setia saat emosi kita berada di titik terendah. Di tengah kehidupan yang serba cepat dan penuh tekanan, kita tidak selalu bisa mengendalikan peristiwa di luar diri kita, tetapi kita bisa memilih bagaimana menyikapinya. Salah satu cara termudah adalah dengan menekan tombol play. Sebab, di balik setiap nada dan lirik, musik tidak hanya ditangkap oleh telinga, melainkan didengar dengan hati. [T]

Tags: musikstress
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lomba Cerpen Festival Seni Bali Jani 2026 Diikuti 172 Peserta, Juri Soroti Orisinalitas Karya di Era AI

Next Post

Membaca Alam yang Tersimpan dalam Serat —Menafsir “Barik” Karya Dr. Sn. Inty Nahari

Muhammad Syahrul Wafda

Muhammad Syahrul Wafda

Mahasiswa Prodi S2 Komunikasi Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah UIN SAIZU Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Bali Dilucuti Berkali-kali: Dari Krisis Moneter hingga Krisis Bahan Bakar

by Pande Susan
October 17, 2026
0
Bali Dilucuti Berkali-kali: Dari Krisis Moneter hingga Krisis Bahan Bakar

SUASANA di sekitar Lapangan Puputan padat seperti biasa ketika saya dan rekan-rekan tim lainnya mengakhiri tugas di salah satu kawasan...

Read moreDetails

Krisis BBM dan Ujian Transportasi Publik Bali

by Angga Wijaya
October 17, 2026
0
Krisis BBM dan Ujian Transportasi Publik Bali

Ada yang berbeda dari jalanan Denpasar pada pertengahan Oktober ini. Jalan-jalan yang biasanya dipenuhi sepeda motor dan mobil terlihat lebih...

Read moreDetails

Mekemit di SPBU: Parodi Kehidupan Orang Bali dalam Antrean BBM

by I Wayan Artika
October 16, 2026
0
Mekemit di SPBU: Parodi Kehidupan Orang Bali dalam Antrean BBM

LIMA hari sudah antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) memenuhi SPBU di Pulau Bali. Antrean itu tidak hanya...

Read moreDetails

Ketika BBM Mengusik Kebutuhan Dasar: Membaca Bali dari Kaca Mata Maslow

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 16, 2026
0
Ketika BBM Mengusik Kebutuhan Dasar: Membaca Bali dari Kaca Mata Maslow

BAYANGKAN seorang tenaga medis yang baru saja menerima panggilan darurat. Seorang pasien membutuhkan pertolongan segera dan sudah terbaring di meja...

Read moreDetails

Mengantre Bensin, Merayakan Kekalahan

by Dede Putra Wiguna
October 16, 2026
0
Mengantre Bensin, Merayakan Kekalahan

ADA kejanggalan ketika mendapatkan bensin harus dirayakan sebagai sebuah kemenangan. Warga rela mengantre berjam-jam, menanti hingga dini hari, bahkan mengorbankan...

Read moreDetails

Selembar Kain di Antara Aku dan Dunia: Ritual Menutup Gorden Ketika Senja

by Tri Nugroho Adi
October 16, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Ada sebuah tindakan kecil yang hampir selalu kita lakukan tanpa pernah bertanya mengapa. Ketika sore mulai turun, cahaya matahari perlahan...

Read moreDetails

Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi

by Angga Wijaya
October 13, 2026
0
Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi

Pagi ini, Selasa, 13 Oktober 2026, saya ikut mengantre bensin. Bukan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), melainkan di...

Read moreDetails

Panggung Megah, Akar Goyah — Ketika Festival Seni Tidak Cukup Hanya Menjadi Tontonan, Tetapi Harus Meninggalkan Ingatan, Identitas, dan Pertanyaan Tentang Masa Depan Kebudayaan

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
0
Arsip Visual Ada, Arsip Pemikiran Tiada

SAYA merindukan sebuah festival seni dan budaya. Bukan semata-mata karena kemeriahannya, kerinduan saya justru tertuju pada sesuatu yang mungkin semakin...

Read moreDetails

Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan

by I Ketut Suar Adnyana
October 12, 2026
0
Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan

ADA satu pertanyaan mendasar yang seharusnya diajukan sebelum pemerintah memutuskan bahwa mulai 2027 siswa tidak lagi otomatis naik kelas: ketika...

Read moreDetails

Dalang di Antara Dirinya dan Tokohnya: Sebuah Pembacaan Teatrikal Atas Dialog dengan Sanghyang Kala

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

ADA sebuah momentum dalam kisah Sapuh Leger yang bagi saya selalu terasa ganjil, menegangkan, sekaligus sangat teatrikal yaitu ketika sang...

Read moreDetails
Next Post
Membaca Alam yang Tersimpan dalam Serat —Menafsir “Barik” Karya Dr. Sn. Inty Nahari

Membaca Alam yang Tersimpan dalam Serat ---Menafsir "Barik" Karya Dr. Sn. Inty Nahari

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara
Persona

Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

APA hubungan wayang wong Tejakula dengan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali tahun 2027 yang akan digelar di Buleleng? Secara langsung,...

by Made Adnyana Ole
October 17, 2026
Bali Dilucuti Berkali-kali: Dari Krisis Moneter hingga Krisis Bahan Bakar
Esai

Bali Dilucuti Berkali-kali: Dari Krisis Moneter hingga Krisis Bahan Bakar

SUASANA di sekitar Lapangan Puputan padat seperti biasa ketika saya dan rekan-rekan tim lainnya mengakhiri tugas di salah satu kawasan...

by Pande Susan
October 17, 2026
Krisis BBM dan Ujian Transportasi Publik Bali
Esai

Krisis BBM dan Ujian Transportasi Publik Bali

Ada yang berbeda dari jalanan Denpasar pada pertengahan Oktober ini. Jalan-jalan yang biasanya dipenuhi sepeda motor dan mobil terlihat lebih...

by Angga Wijaya
October 17, 2026
Panduan Lumut — Untuk Manusia yang Terlalu Banyak Berpikir
Buku Tatkala

Panduan Lumut — Untuk Manusia yang Terlalu Banyak Berpikir

Judul: Panduan Lumut -- Untuk Manusia yang Terlalu Banyak Berpikir Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Putri Wijaya ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 17, 2026
Mekemit di SPBU: Parodi Kehidupan Orang Bali dalam Antrean BBM
Esai

Mekemit di SPBU: Parodi Kehidupan Orang Bali dalam Antrean BBM

LIMA hari sudah antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) memenuhi SPBU di Pulau Bali. Antrean itu tidak hanya...

by I Wayan Artika
October 16, 2026
Ketika BBM Mengusik Kebutuhan Dasar: Membaca Bali dari Kaca Mata Maslow
Esai

Ketika BBM Mengusik Kebutuhan Dasar: Membaca Bali dari Kaca Mata Maslow

BAYANGKAN seorang tenaga medis yang baru saja menerima panggilan darurat. Seorang pasien membutuhkan pertolongan segera dan sudah terbaring di meja...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 16, 2026
Mengantre Bensin, Merayakan Kekalahan
Esai

Mengantre Bensin, Merayakan Kekalahan

ADA kejanggalan ketika mendapatkan bensin harus dirayakan sebagai sebuah kemenangan. Warga rela mengantre berjam-jam, menanti hingga dini hari, bahkan mengorbankan...

by Dede Putra Wiguna
October 16, 2026
Dari “Panic Buying” hingga “Maborbor”: Cerita Bahasa di Balik Antrean BBM Bali
Bahasa

Dari “Panic Buying” hingga “Maborbor”: Cerita Bahasa di Balik Antrean BBM Bali

SECARA pribadi, saya sebisa mungkin menghindari antrean BBM di Bali saat ini. Saya pernah berada di posisi itu dahulu, dan...

by I Made Sudiana
October 16, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Selembar Kain di Antara Aku dan Dunia: Ritual Menutup Gorden Ketika Senja

Ada sebuah tindakan kecil yang hampir selalu kita lakukan tanpa pernah bertanya mengapa. Ketika sore mulai turun, cahaya matahari perlahan...

by Tri Nugroho Adi
October 16, 2026
Hukum Tanah Air Bali
Buku Tatkala

Hukum Tanah Air Bali

Judul: Hukum Tanah Air Bali Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: I Made Pria Dharsana ISBN: Masih dalam proses Tebal:...

by Buku Tatkala
October 17, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Kemping yang Mencekam

LIBUR semester telah tiba. Mahasiswa dan anak sekolah dapat bersantai. Agung Santoso berencana memanfaatkan libur itu bersama keluarga. Ia ingin...

by Chusmeru
October 15, 2026
𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈
Pameran

𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈

Menteri Luar Negeri India, 𝐃𝐫. 𝐒. 𝐉𝐚𝐢𝐬𝐡𝐚𝐧𝐤𝐚𝐫, 12 Oktober 2026, membuka pameran 𝑁𝑖𝑟ā𝑚𝑎𝑦ā𝑡𝑎: 𝐻𝑒𝑎𝑙𝑖𝑛𝑔 𝑎𝑛𝑑 𝑊𝑒𝑙𝑙𝑏𝑒𝑖𝑛𝑔 𝑖𝑛 𝑆𝑜𝑢𝑡ℎ 𝐴𝑠𝑖𝑎𝑛 𝑇𝑒𝑥𝑡𝑠...

by tatkala
October 14, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co