23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Merajut Persaudaraan, Mengubah Paradigma: Renungan dari  HUT Ke-20 Pertuni Buleleng

Hasby Alfin Shidiq by Hasby Alfin Shidiq
March 13, 2025
in Khas
Merajut Persaudaraan, Mengubah Paradigma: Renungan dari  HUT Ke-20 Pertuni Buleleng

Dua penyandang tunanetra bermain musik dalam acara HUT Pertuni Buleleng di Taman Kota Singaraja | Foto: Hasby

PAGI itu, seorang lelaki paruh baya beranjak menuju panggung sederhana. Dengan pakaian adat lengkap, ia berdiri mantap. Di depanya, sebuah mic berdiri, berpasangan dengan stand-nya.

Di wajahnya, sebuah kacamata pilot klasik berkaca hitam menempel dengan bersahaja. Di tangannya, beberapa lembar kertas tanpa tinta ia pegang dengan sedikit gemetar. Bersamaan dengan jemari yang meraba kertas tanpa tinta itu, mulutnya mulai merapal puja-puji guna mendapatkan restu Yang Maha Kuasa.

Lelaki itu, Wayan Ugu namanya. Ia menjadi petugas pembaca doa pada acara di Wantilan Taman Kota Singaraja. Dan, yang patut dicatat, Wayan Ugu penyandang tunanetra.

Pada hari Minggu, 9 Maret 2025, Taman Kota Singaraja menjamu sekelompok orang yang teramat jarang terlihat berkumpul dengan jumlah yang begitu banyak. Satu atau dua dari mereka ditemukan di perempatan-perempatan lampu merah sambil menjual merdu suaranya, mungkin iya. Atau di panti-panti pijat dan massage menawarkan jasa melepas lelah juga.

Namun kali ini berbeda. Mereka berkumpul merayakan perkumpulannya: Ulang tahun Persatuan Tunanetra Buleleng ke-20. Benar, sudah 20 tahun usianya. Tapi mari bertaruh, rasanya kurang dari 20 persen masyarakat Buleleng mengetahui eksistensi organisasi mereka.

Kegembiraan menyanyi pada HUT Pertuni Buleleng di Taman Kota Singaraja | Foto: Hasby

Pasal 28E ayat (3) UUD 1945 menjamin bahwa setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat. Alangkah eloknya bila di pasal atau ayat selanjutnya berbunyi negara juga memfasilitasi mereka yang termarjinalkan untuk berserikat dan berkumpul.

Di tengah tergerusnya kendaraan umum oleh membludaknya kendaraan pribadi, tunanetra merupakan salah satu golongan yang paling terkena imbasnya. Hilang sudah sarana mereka berotonomi. Kehadiran ojek online tentu sangat membantu, namun kehadirannya hanya di seputaran kota Singaraja saja. Sedangkan keberadaan tunanetra di Buleleng tentunya tidak hanya ada di seputaran Singaraja.

Tak sulit menerka bahwa itulah salah satu penyebab HUT ke-20 Pertuni ini menjadi yang pertama diadakan secara komunal.

Pemandangan yang cukup mengharukan melihat rekan-rekan yang sekian lama tidak bertemu, seketika itu karib kembali setelah saling mengenali lewat suara. Obrolan hangat mengalir tanpa script kala satu persatu rekan mulai hadir di tempat itu. Tak banyak pilihan perserikatan yang bisa mereka ikuti.

Acara tiup lilin pada HUT Pertuni Buleleng di Taman Kota Singaraja | Foto: Hasby

Pertuni menjadi wahana mereka untuk berkeluh kesah dan bersendau gurau sesama rekan senasib sepenanggungan. Sebagian besar dari mereka sudah belasan tahun menjadi anggota, dan akan tetap hingga langit mengijinkan. Dibanding perkumpulan, mungkin lebih tepat bila Pertuni disebut persaudaraan.

Maya Angelou berkata bahwa keluarga bukan selalu terikat oleh darah, namun sekumpulan orang-orang yang menginginkanmu berada di hidup mereka. Bisa jadi Pertuni-lah manifestasi sejatinya.

Dalam sambutannya, Putu Karyaman selaku Kepala Dinas Sosial Buleleng, yang sekaligus menjadi utusan dari Bupati Buleleng, menekankan penting pendataan disabilitas terutama tunanetra untuk meningkatkan partisipasi dalam mengikuti program yang diselenggarakan Dinas Sosial dan penggalian potensi yang mereka miliki.

Terbukti, sebagian besar tunanetra yang belajar di BRSPDSN Mahatmiya Tabanan mampu berprestasi di kancah regional dan nasional. Sayangnya, selepas Mahatmiya, banyak tunanetra yang belum optimal mengembangkan skilnya karena keterbatasan ruang dan modal. Bayangkan bila UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas benar-benar diamalkan dan pemerintah juga memfasilitasi masa transisi selepas mereka selesai belajar di Mahatmiya, berapa banyak musisi atau barista tunanetra yang menjadi kebanggaan Buleleng.

Sayang sekali bahwa kedua profesi khas tunanetra yang sebelumnya sudah disebutkan masih marak di Buleleng. Bila dirunut, hal itu sedikit banyak berkaitan dengan akses Pendidikan yang masih memprihatinkan. Sekolah Luar Biasa (SLB) yang sedianya menjadi tempat mengakomodasi siswa tunanetra hanya ada dua sekolah di kabupaten sebesar Buleleng dan letaknya pun berada terpusat di Singaraja.

Pelaksanaan pendidikan inklusi yang pernah dicanangkan pun sepertinya belum beranjak dari jargon-jargon di mimbar-mimbar orasi. Andai saja Putri Ariani lahir di Kubu atau Gerokgak mungkin ia akan berpikir ulang untuk mengikuti Indonesian Idol, alih-alih Americas Got Talent yang membuatnya viral itu. Alhasil partisipasi tunanetra dalam pendidikan formal amat minimal dan hilang sudah satu kendaraan untuk naik kelas sosial dan ekonomi.

Di tengah pelbagai kondisi yang kurang menguntungkan ini, I Gusti Ngurah Ambara selaku Ketua Pertuni Buleleng menghimbau perlu dilakukan perubahan paradigma bahwa tunanetra untuk bukan lagi sekedar menjadi objek simpati namun harus mampu berdaya dan berkembang.

Kadis Sosial Buleleng Kariaman Putra dipijat dalam perayaan HUT Pertuni Buleleng di Taman Kota Singaraja | Foto: Hasby

HUT ke-20 Pertuni Buleleng harus menjadi kesempatan tunanetra untuk memanfaatkan peluang dan peningkatan kesadaran pemerintah dan masyarakat untuk berkembang dan mengaktulisasi diri.

Stand parfum dan kafe yang sepenuhnya dikelola oleh tunanetra pada acara tersebut seakan menjadi bukti betapa berdayanya mereka ketika diberi ruang. Bila terus di-support, bisa jadi Buleleng tak perlu kedai kopi waralaba nasional atau internasional. Cukup datang ke kedai kopi teman tunanetra saja bila ingin ngopi.

Guna melangkah mendekati perubahan paradigma ini, tentunya harus merubah juga mindset semua pihak, baik anggota Pertuni, masyarakat dan pemerintah daerah. Masyarakat perlu memberikan lebih banyak kepercayaan bagi tunanetra untuk menjadi produsen dari kebutuhan-kebutuhan mereka, bukan lagi sekedar objek pemberian dan tempat menaruh rasa iba.

Pemerintah pun sepertinya perlu mengubah model kebijakan dari yang beorientasi pada pemenuhan kebutuhan secara instan menjadi kebijakan yang berfokus pada kebermanfaatan nilai secara berkelanjutan. Agaknya menggalakkan iklim bisnis inklusif dan membuat inkubator bisnis bagi tunanetra dan disabilitas yang lain akan lebih awet manfaatnya.

Angka 20 memang cukup magis, bahkan sempurna. Dalam dunia optikal, penglihatan 20/20 menandakan fungsi penglihatan yang paripurna. Agak ironi memang. Namun sebagaimana disebutkan oleh Komang Tri Palguna, salah satu pengisi acara HUT ke-20 Pertuni Buleleng, semendung dan segelap apapun setiap hari akan selalu cerah bagi mereka karena mereka tidak memandang semuanya dengan mata, namun dengan mata hati yang penuh optimisme dan harapan. [T]

Penulis: Hasby Alfin Shidiq
Editor: Adnyana Ole

Berkenalan dengan Filla, Unit Rock Tunanetra Asal Bali, dan Cerita di Balik “Keidela”
Kolaborasi DNetwork dan Lokajaya Group: Mengajak Tunanetra Dalami “Public Speaking”
Disabilitas Tunanetra Siap Menyambut Revolusi Industri 4.0 Melalui Gerakan Literasi
Ketika Komunitas Seniman Tunanetra Bermain Musik: Ringan, Sederhana dan Menghibur…
“Kekuatan Mata Hati” – Ketika Penyandang Tunanetra Bermain Drama
Tags: disabilitassekolah luar biasaSingarajatunanetra
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Masalah Manusia Tidak Jauh dari Uang

Next Post

Catatan dari “Gerak Bersuara”, Sebuah Perayaan Keberlangsungan Berkarya

Hasby Alfin Shidiq

Hasby Alfin Shidiq

Bibliofil pemula dan tenaga pengajar di SLB Negeri 1 Buleleng

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Catatan dari “Gerak Bersuara”, Sebuah Perayaan Keberlangsungan Berkarya

Catatan dari “Gerak Bersuara”, Sebuah Perayaan Keberlangsungan Berkarya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co