2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Merajut Persaudaraan, Mengubah Paradigma: Renungan dari  HUT Ke-20 Pertuni Buleleng

Hasby Alfin Shidiq by Hasby Alfin Shidiq
March 13, 2025
in Khas
Merajut Persaudaraan, Mengubah Paradigma: Renungan dari  HUT Ke-20 Pertuni Buleleng

Dua penyandang tunanetra bermain musik dalam acara HUT Pertuni Buleleng di Taman Kota Singaraja | Foto: Hasby

PAGI itu, seorang lelaki paruh baya beranjak menuju panggung sederhana. Dengan pakaian adat lengkap, ia berdiri mantap. Di depanya, sebuah mic berdiri, berpasangan dengan stand-nya.

Di wajahnya, sebuah kacamata pilot klasik berkaca hitam menempel dengan bersahaja. Di tangannya, beberapa lembar kertas tanpa tinta ia pegang dengan sedikit gemetar. Bersamaan dengan jemari yang meraba kertas tanpa tinta itu, mulutnya mulai merapal puja-puji guna mendapatkan restu Yang Maha Kuasa.

Lelaki itu, Wayan Ugu namanya. Ia menjadi petugas pembaca doa pada acara di Wantilan Taman Kota Singaraja. Dan, yang patut dicatat, Wayan Ugu penyandang tunanetra.

Pada hari Minggu, 9 Maret 2025, Taman Kota Singaraja menjamu sekelompok orang yang teramat jarang terlihat berkumpul dengan jumlah yang begitu banyak. Satu atau dua dari mereka ditemukan di perempatan-perempatan lampu merah sambil menjual merdu suaranya, mungkin iya. Atau di panti-panti pijat dan massage menawarkan jasa melepas lelah juga.

Namun kali ini berbeda. Mereka berkumpul merayakan perkumpulannya: Ulang tahun Persatuan Tunanetra Buleleng ke-20. Benar, sudah 20 tahun usianya. Tapi mari bertaruh, rasanya kurang dari 20 persen masyarakat Buleleng mengetahui eksistensi organisasi mereka.

Kegembiraan menyanyi pada HUT Pertuni Buleleng di Taman Kota Singaraja | Foto: Hasby

Pasal 28E ayat (3) UUD 1945 menjamin bahwa setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat. Alangkah eloknya bila di pasal atau ayat selanjutnya berbunyi negara juga memfasilitasi mereka yang termarjinalkan untuk berserikat dan berkumpul.

Di tengah tergerusnya kendaraan umum oleh membludaknya kendaraan pribadi, tunanetra merupakan salah satu golongan yang paling terkena imbasnya. Hilang sudah sarana mereka berotonomi. Kehadiran ojek online tentu sangat membantu, namun kehadirannya hanya di seputaran kota Singaraja saja. Sedangkan keberadaan tunanetra di Buleleng tentunya tidak hanya ada di seputaran Singaraja.

Tak sulit menerka bahwa itulah salah satu penyebab HUT ke-20 Pertuni ini menjadi yang pertama diadakan secara komunal.

Pemandangan yang cukup mengharukan melihat rekan-rekan yang sekian lama tidak bertemu, seketika itu karib kembali setelah saling mengenali lewat suara. Obrolan hangat mengalir tanpa script kala satu persatu rekan mulai hadir di tempat itu. Tak banyak pilihan perserikatan yang bisa mereka ikuti.

Acara tiup lilin pada HUT Pertuni Buleleng di Taman Kota Singaraja | Foto: Hasby

Pertuni menjadi wahana mereka untuk berkeluh kesah dan bersendau gurau sesama rekan senasib sepenanggungan. Sebagian besar dari mereka sudah belasan tahun menjadi anggota, dan akan tetap hingga langit mengijinkan. Dibanding perkumpulan, mungkin lebih tepat bila Pertuni disebut persaudaraan.

Maya Angelou berkata bahwa keluarga bukan selalu terikat oleh darah, namun sekumpulan orang-orang yang menginginkanmu berada di hidup mereka. Bisa jadi Pertuni-lah manifestasi sejatinya.

Dalam sambutannya, Putu Karyaman selaku Kepala Dinas Sosial Buleleng, yang sekaligus menjadi utusan dari Bupati Buleleng, menekankan penting pendataan disabilitas terutama tunanetra untuk meningkatkan partisipasi dalam mengikuti program yang diselenggarakan Dinas Sosial dan penggalian potensi yang mereka miliki.

Terbukti, sebagian besar tunanetra yang belajar di BRSPDSN Mahatmiya Tabanan mampu berprestasi di kancah regional dan nasional. Sayangnya, selepas Mahatmiya, banyak tunanetra yang belum optimal mengembangkan skilnya karena keterbatasan ruang dan modal. Bayangkan bila UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas benar-benar diamalkan dan pemerintah juga memfasilitasi masa transisi selepas mereka selesai belajar di Mahatmiya, berapa banyak musisi atau barista tunanetra yang menjadi kebanggaan Buleleng.

Sayang sekali bahwa kedua profesi khas tunanetra yang sebelumnya sudah disebutkan masih marak di Buleleng. Bila dirunut, hal itu sedikit banyak berkaitan dengan akses Pendidikan yang masih memprihatinkan. Sekolah Luar Biasa (SLB) yang sedianya menjadi tempat mengakomodasi siswa tunanetra hanya ada dua sekolah di kabupaten sebesar Buleleng dan letaknya pun berada terpusat di Singaraja.

Pelaksanaan pendidikan inklusi yang pernah dicanangkan pun sepertinya belum beranjak dari jargon-jargon di mimbar-mimbar orasi. Andai saja Putri Ariani lahir di Kubu atau Gerokgak mungkin ia akan berpikir ulang untuk mengikuti Indonesian Idol, alih-alih Americas Got Talent yang membuatnya viral itu. Alhasil partisipasi tunanetra dalam pendidikan formal amat minimal dan hilang sudah satu kendaraan untuk naik kelas sosial dan ekonomi.

Di tengah pelbagai kondisi yang kurang menguntungkan ini, I Gusti Ngurah Ambara selaku Ketua Pertuni Buleleng menghimbau perlu dilakukan perubahan paradigma bahwa tunanetra untuk bukan lagi sekedar menjadi objek simpati namun harus mampu berdaya dan berkembang.

Kadis Sosial Buleleng Kariaman Putra dipijat dalam perayaan HUT Pertuni Buleleng di Taman Kota Singaraja | Foto: Hasby

HUT ke-20 Pertuni Buleleng harus menjadi kesempatan tunanetra untuk memanfaatkan peluang dan peningkatan kesadaran pemerintah dan masyarakat untuk berkembang dan mengaktulisasi diri.

Stand parfum dan kafe yang sepenuhnya dikelola oleh tunanetra pada acara tersebut seakan menjadi bukti betapa berdayanya mereka ketika diberi ruang. Bila terus di-support, bisa jadi Buleleng tak perlu kedai kopi waralaba nasional atau internasional. Cukup datang ke kedai kopi teman tunanetra saja bila ingin ngopi.

Guna melangkah mendekati perubahan paradigma ini, tentunya harus merubah juga mindset semua pihak, baik anggota Pertuni, masyarakat dan pemerintah daerah. Masyarakat perlu memberikan lebih banyak kepercayaan bagi tunanetra untuk menjadi produsen dari kebutuhan-kebutuhan mereka, bukan lagi sekedar objek pemberian dan tempat menaruh rasa iba.

Pemerintah pun sepertinya perlu mengubah model kebijakan dari yang beorientasi pada pemenuhan kebutuhan secara instan menjadi kebijakan yang berfokus pada kebermanfaatan nilai secara berkelanjutan. Agaknya menggalakkan iklim bisnis inklusif dan membuat inkubator bisnis bagi tunanetra dan disabilitas yang lain akan lebih awet manfaatnya.

Angka 20 memang cukup magis, bahkan sempurna. Dalam dunia optikal, penglihatan 20/20 menandakan fungsi penglihatan yang paripurna. Agak ironi memang. Namun sebagaimana disebutkan oleh Komang Tri Palguna, salah satu pengisi acara HUT ke-20 Pertuni Buleleng, semendung dan segelap apapun setiap hari akan selalu cerah bagi mereka karena mereka tidak memandang semuanya dengan mata, namun dengan mata hati yang penuh optimisme dan harapan. [T]

Penulis: Hasby Alfin Shidiq
Editor: Adnyana Ole

Berkenalan dengan Filla, Unit Rock Tunanetra Asal Bali, dan Cerita di Balik “Keidela”
Kolaborasi DNetwork dan Lokajaya Group: Mengajak Tunanetra Dalami “Public Speaking”
Disabilitas Tunanetra Siap Menyambut Revolusi Industri 4.0 Melalui Gerakan Literasi
Ketika Komunitas Seniman Tunanetra Bermain Musik: Ringan, Sederhana dan Menghibur…
“Kekuatan Mata Hati” – Ketika Penyandang Tunanetra Bermain Drama
Tags: disabilitassekolah luar biasaSingarajatunanetra
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Masalah Manusia Tidak Jauh dari Uang

Next Post

Catatan dari “Gerak Bersuara”, Sebuah Perayaan Keberlangsungan Berkarya

Hasby Alfin Shidiq

Hasby Alfin Shidiq

Bibliofil pemula dan tenaga pengajar di SLB Negeri 1 Buleleng

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Catatan dari “Gerak Bersuara”, Sebuah Perayaan Keberlangsungan Berkarya

Catatan dari “Gerak Bersuara”, Sebuah Perayaan Keberlangsungan Berkarya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co