22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Berkenalan dengan Filla, Unit Rock Tunanetra Asal Bali, dan Cerita di Balik “Keidela”

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
January 19, 2025
in Pop
Berkenalan dengan Filla, Unit Rock Tunanetra Asal Bali, dan Cerita di Balik “Keidela”

This is Filla | Foto: dok. Filla

MUSISI tunanetra? Penyanyi tunanetra? Itu sudah jamak dan tak ada yang spesial banget. Lalu bagaimana kalau satu grup musik atau grup band, nyaris semua personelnya tunanetra? Ini tak banyak terjadi. Apalagi kalau bicara soal pilihan musiknya, rock yang enerjik.

Perkenalkan, inilah Filla. Unit rock yang baru saja merilis single “Keidela”. Dari lima personel, hanya Surya alias Kasur, sang vokalis yang juga bermain gitar yang bisa melihat secara normal. Selainnya adalah tunanetra yang punya potensi bagus di musik, yakni Rudi alias Ben (keyboard), Rivan alias Gordon (bass), Mahesa alias Buls (gitar), dan Juliawan alias Kevin (drum).

Kasur sendiri sempat menakhodai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Musik di salah satu kampus negeri di Bali, pada tahun 2023-2024. Kasur juga dikenal banyak memiliki grup band, berbagai genre dilibas olehnya. Seperti rock, pop, dan grunge. Jadi, soal permusikan duniawi, tak perlu diragukan lagi, ia sudah hatam.

Awalnya Filla adalah solo project dari Kasur. Nama Filla sendiri merupakan penggalan dari nama lengkapnya–Aufilla Surya Ramadhan. Singkat cerita, ketika ia tengah menjabat menjadi ketua UKM Musik, Kasur bertemu dengan teman-teman tunanetra yang piawai dan memiliki potensi bermain musik. Dari situlah ia terilhami dan memutuskan bahwa Filla akan menjadi wadah bagi teman-teman tunanetra untuk bermain musik dan berkarya bersamanya.

 

Surya alias Kasur Tata, Personel Filla | Foto: dok. Surya

Pada tanggal 18 November 2024, Surya alias Kasur resmi memperkenalkan Filla sebagai grup band rock tunanetra yang berbahasa Inggris. “Dengan mengusung genre rock yang energik, harapannya Filla bisa menjadi inspirasi bagi orang-orang bahwa kekurangan tidak selamanya jadi halangan dalam bermusik,” ujarnya.

“Kedepannya kita juga kayaknya akan tetap full English, karena sudah kesepakatan dari awal bandnya akan seperti apa. Dan semoga dengan menggunakan bahasa yang lebih universal, kita bisa menembus pasar yang lebih luas pula,” ucap Kasur menjelaskan arah tujuan Filla.

Meskipun memiliki kekurangan, tetapi skill dari para personel Filla amat memukau nan cadas–beranilah diadu dengan musisi-musisi top. Mereka juga beberapa kali sempat meraih juara dalam lomba-lomba musik.

Secara general Filla adalah band rock. Tetapi dalam lagu-lagunya, Filla banyak mengadopsi unsur-unsur yang bervariasi, yang kemudian membuat Filla memiliki ciri khas atau taste musik tersendiri. Kasur pun mengakui, ketika bersama Filla ia banyak terinspirasi dan mengambil referensi dari Arctic Monkeys (grup musik rock asal Inggris), Maneskin (band rock asal Italia), dan Avenged Sevenfold (band heavy metal asal Amerika Serikat).

Cover Single “Keidela” | Foto: dok. Filla

Pada tanggal 22 November 2024, Filla resmi merilis single debut mereka yang berjudul “Keidela”. Lagu berbahasa Inggris tersebut menceritakan kisah seorang pria yang dikhianati oleh pasangannya, pria itu berjuang untuk melupakan kenangan pahit tersebut dan menyadari bahwa itu adalah bagian dari menjadi dewasa.

“Lagu “Keidela” lahir dari pengalaman pribadi dan observasi tentang bagaimana sakit hati dapat memengaruhi hidup seseorang dalam pendewasaan diri. Lagu ini bertujuan untuk menjadi wadah ekspresi dan pengungkapan emosi bagi mereka yang pernah mengalami kesakitan serupa,” ungkap Kasur.

Meski tergolong lagu galau, tetapi musik dari lagu ini bisa dibilang tidak cengeng. Karena perpaduan melodi yang haunting dan musik yang berenergi, membuatnya menjadi lagu yang asyik dinikmati tatkala situasi hati tengah dirundung kegalauan.

Lalu, mengapa “Keidela” dipilih menjadi single debut dari Filla? Kasur mengatakan, “Keidela” terpilih menjadi single debut karena memang penggarapannya yang paling pertama dari beberapa lagu yang telah mereka buat.

“Kebetulan sekali momentum terciptanya lagu “Keidela” sangat dipenuhi drama, hahaha,” ucapnya sembari tertawa.

“Awalnya “Keidela” ini adalah sebuah lagu cinta, tapi entah kenapa semesta gak pernah merestui Filla untuk menyelesaikan lagu ini, ada saja hambatannya. Misalnya seperti tiba-tiba vokalnya gak bisa nyanyi, alat record-nya error, dan masih banyak lagi.”

“Nah, tapi setelah kejadian pengkhianatan si Keidela ini yang menghancurkan mental, akhirnya lagu ini diubah menjadi lagu patah hati, dan lagu ini dirilis dengan harapan semoga rasa sakit dan dendam yang masih membara, bisa bergema lantang dan terukir abadi di setiap jiwa para pendengar untuk selamanya,” jelas Kasur diplomatis, amat terasa kalau lagu ini mewakili pengalaman cintanya yang sungguh pahit.

This is Filla | Foto: dok. Filla

Kasur mengatakan, kehadiran Filla ini bertujuan agar orang-orang bisa terinspirasi, semoga Filla menjadi motivasi bagi teman-teman yang memiliki kekurangan, untuk jangan pernah takut untuk mulai berkarya.

Selain itu, Filla juga akan berusaha untuk konsisten di blantika musik, mereka juga sudah menyiapkan berbagai rencana dan target kedepannya. “Plan kita bakal rilis-rilis single dulu sih. Kedepannya juga kami berencana membuat EP (Extended Play/Mini Album), nanti untuk konsep EP ataupun LP (Long Play/Full Album) kita agak perlu waktu, karena menyadari segala kekurangan kita,” jelasnya.

“Tapi pasti, entah tahun ini atau tahun depan, kita akan merilis EP atau LP. Yang pastinya, semua materi lagu dibuat se-relate mungkin dengan para pendengar, karena memang diambil dari kisah kehidupan nyata,” tegas Kasur meyakinkan.

Kini lagu “Keidela” sudah bisa dinikmati di berbagai musik platform digital. Video liriknya juga telah tersedia di kanal Youtube mereka–This is Filla. Jangan lupa pula untuk mengikuti akun Instagram mereka @thisisfilla, untuk melihat update-update terbaru dari Filla. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Bayu Apriana dan “Askara Urip”: Jati Diri Gong Suling dan Pola Musikal Gambuh Khas Padang Aji
“Sura Belawa” dan Upaya Merawat Ekosistem Baleganjur | Catatan Lomba Baleganjur Taksu Agung
Tato Petir dan Perempuan di Sela Konser Lyla Band  |  Cerita Malam Dies Natalis Undiksha
Tags: band indie balimusiktunanetra
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bali Perlu Desain dan Terapi Kejut Pariwisata

Next Post

Tung Tung Uma di LATAR #1: Film Tentang Refleksi Sebuah Perubahan di Tanah Bali

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

Read moreDetails

Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

by Rusdy Ulu
September 27, 2026
0
Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

SINGARAJA pernah menjadi pintu masuk bagi Gede Angga Prasaja untuk memperkenalkan musiknya. Lewat “Singaraja Kota Kita” dan “Senja di Singaraja”,...

Read moreDetails

Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”

by Dede Putra Wiguna
September 22, 2026
0
Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”

SETELAH merilis single “Air Keras”, Jangar melanjutkan perjalanan menuju album penuh kedua mereka, Raja Pasir, dengan melepas dua lagu sekaligus,...

Read moreDetails

Morbid Monke Membawa “Feel Alive” ke Seoul: Tiga Panggung, Satu Napas dari Hongdae

by Dede Putra Wiguna
September 19, 2026
0
Morbid Monke Membawa “Feel Alive” ke Seoul: Tiga Panggung, Satu Napas dari Hongdae

SEBULAN setelah pulang dari Prancis, Morbid Monke belum berniat mengendurkan langkah. Unit art punk asal Denpasar, Bali, itu kembali membawa...

Read moreDetails

Dari Kehilangan hingga Memulai Kembali, Dialog Dini Hari Hadirkan “Rumah Bisa Lahir Sekali Lagi”

by Dede Putra Wiguna
September 18, 2026
0
Dari Kehilangan hingga Memulai Kembali, Dialog Dini Hari Hadirkan “Rumah Bisa Lahir Sekali Lagi”

RUMAH tidak selalu berupa tempat. Ia bisa menjadi ruang untuk beristirahat, menjadi diri sendiri, atau sekadar merasa aman. Namun, rumah...

Read moreDetails

Jangar Kembali Bersuara Melawan Represi Lewat “Air Keras”

by Dede Putra Wiguna
September 18, 2026
0
Jangar Kembali Bersuara Melawan Represi Lewat “Air Keras”

KATA-kata bisa lebih menggentarkan kekuasaan ketimbang pedang atau senjata api. Gagasan itulah yang menjadi denyut utama “Air Keras”, single terbaru...

Read moreDetails

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
0
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

Read moreDetails

Hadirkan Pop-Punk Berbahasa Bali, Satria N Band Luncurkan Single dan Video Klip “Bukan Pemenang Hatimu”

by Dede Putra Wiguna
September 9, 2026
0
Hadirkan Pop-Punk Berbahasa Bali, Satria N Band Luncurkan Single dan Video Klip “Bukan Pemenang Hatimu”

BELANTIKA musik Bali kembali mendapat warna baru. Kali ini datang dari Satria N Band, grup musik yang mencoba membawa pop-punk...

Read moreDetails

“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
0
“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo

SETELAH pop upbeat menjadi langkah pertamanya, Thalia Gunawan memilih koplo untuk melanjutkan perjalanan. Penyanyi muda asal Denpasar, Bali, itu menghadirkan...

Read moreDetails

‘Bajang Care Adine’, Debut Rejuna Koplo di Belantika Musik Bali

by Dede Putra Wiguna
August 11, 2026
0
‘Bajang Care Adine’, Debut Rejuna Koplo di Belantika Musik Bali

Sube tawang, bajang care adine Mepayas seksi, ngalih bapak medasi Dini ditu setate ngaku perawan Nanging mare cobak, hey… jeg...

Read moreDetails
Next Post
Tung Tung Uma di LATAR #1: Film Tentang Refleksi Sebuah Perubahan di Tanah Bali

Tung Tung Uma di LATAR #1: Film Tentang Refleksi Sebuah Perubahan di Tanah Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co