3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dengan Rasa Haru, Kumiko Sensei Meninggalkan SMAN 2 Kuta   

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
February 24, 2025
in Khas
Dengan Rasa Haru, Kumiko Sensei Meninggalkan SMAN 2 Kuta   

Suasana haru perpisahan Kumiko Sensei dan siswa | Foto: Nyoman T

SETELAH 6 bulan, sejak Agustus 2024, guru tamu dari Jepang, Kumiko Sensei, menjadi relawan di SMA Negeri 2 Kuta, tibalah saatnya pada Senin, 17 Februari 2025 berpisah. Kumiko Sensei bertugas di SMA Negeri 2 Kuta dan SMA Negeri 1 Kuta melalui skema program Nihinggo Partner. Tugasnya di kedua sekolah itu adalah menjadi pendamping bagi guru Bahasa Jepang.

Dalam konteks pembelajaran kini, inilah yang disebut kolaborasi berbasis kebinekaan global dalam terminologi Profil Pelajar Pancasila era Mendikbud Ristekdikti, Nadiem Makarim yang mengembangkan Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka dengan Merdeka Belajar tampaknya kini dievaluasi. Frase “Merdeka Belajar” pun jarang digaungkan padahal saat Program itu lagi tranding topic, kaos berlogo “Merdeka Belajar” aneka warna marak menghiasi setiap pelatihan, lebih-lebih bagi penyelenggara Program Sekolah Penggerak (PSP).

Seorang teman di Sekolah Penggerak mengaku, punya 10 kaos berlogo “Merdeka Belajar”, ada yang berwarna putih dan hitam (berkerah dan oblong). Kini, Program itu tinggal kenangan. “Sedang enak-enaknya melaksanakan PSP, eh tiba-tiba dihentikan. Ibarat makan, sedang enak-enaknya, dihentikan,” keluh seorang guru dari penyelenggara PSP yang selama 3 tahun terakhir keluar masuk hotel tanpa pandang hari libur atau hari minggu.

Sebagai Plt. Kepala Sekolah di SMA Negeri 2 Kuta, gema PSP memang tidak terasa karena bukan penyelenggara PSP. Namun, gema Kurikulum Merdeka dengan Projek P-5 sangat terasa dan kuat. Di tengah situasi itulah, SMA Negeri 2 Kuta menerima Kumiko Sensei sebagai guru tamu.

Lukisan wajah Kumiko Sensei | Foto: Nyoman T

Dalam sambutannya, mengakhiri tugas di SMA Negeri 2 Kuta, Kumiko Sensei menyampaikan kesannya dengan penuh rasa haru dalam Bahasa Indonesia berbalut Bahasa Bali. “Saya sangat senang di sini. Orangnya ramah-ramah. Suatu saat nanti, saya ingin kembali  ke sini, ke SMA Negeri 2 Kuta. Terima kasih. Suksma, Om Shanti, Shanti, Shanti, Om”, kata Kumiko Sensei menunjukkan kepiawaiannya menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Bali.

Kumiko Sensei juga menggugah keluarga besar SMA Negeri 2 Kuta untuk bisa berkunjung ke Jepang. “Semoga bisa berkunjung ke Jepang suatu saat nanti”, demikian kata Kumiko Sensei mengundang dengan penuh rasa persahabatan. Pernyataan Kumiko Sensei itu memberikan petunjuk bahwa persahabatan antarbangsa adalah sebuah keniscayaan pada era globalisasi kini.

Sebagai anak muda dengan pikiran yang visioner, Kumiko Sensei mengajak kita untuk melupakan masa kelam dulu, sejarah penjajahan Jepang di Indonesia yang terkenal dengan kerja paksa yang disebut romusha. Saya pikir, Pendidikanlah yang mencerahkannya, untuk menghapus memori negatif Jepang di mata orang Indonesia, lebih-lebih Bali yang banyak menerima limpahan wisatawan dari Negeri Matahari terbit itu.

Tanpa disadari, Kumiko Sensei adalah duta budaya yang macarang uga (masambilan) sebagai diplomat budaya Jepang bagi Indonesia, terutama Bali. Hal ini mengingatkan saya pada buku berjudul Identitas Lintas Budaya Jepang : Jejak Jepang dalam Teks Sastrwan Bali, karya I Nyoman Darma Putra. Di buku itu, Darma Putra antara lain menunjukkan keterhubungan Bali-Jepang dalam karya sastrawan Bali, dengan penjajahan seumur jagung di Indonesia (baca : Bali) ternyata mampu menggedor imajinasi sastrawan Bali.

Berbeda dengan Belanda yang menjajah selama 3,5 abad, tetapi jejak sastrawan Bali dengan Belanda nyaris tiada. Mengapa?

Pertama, kedisiplinan Jepang membentuk karakter Indonesia yang diwarisi hingga kini dalam bentuk apel bendera dengan aneka perayaan sejak Januari hingga Desember dalam aneka ritual serimonial. Bahkan perayaan demikian terus bertambah, seiring dengan suksesi kepemimpinan.

Kedua, hubungan Bali-Jepang terbangun melalui jembatan pariwisata budaya yang dikembangkan Bali. Jembatan itu diperkuat dengan pendidikan melalui Kurikulum Bahasa Jepang sebagai Bahasa asing pilihan. Sejauh ini, Bahasa Belanda di jenjang  Pendidikan Menengah belum menjadi pilihan siswa Indonesia umumnya, dan Bali khususnya. Namun, Bahasa Jepang menjadi pilihan  Bahasa asing populer SMA di Bali, selain Bahasa Inggris sebagai Bahasa Internasional.

Salam perpisahan Kumiko Sensei dengan guru dan siswa | Foto: Nyoman T

Kehadiran Kumiko Sensei sebagai guru tamu di SMA Negeri 1 Kuta dan SMA Negeri 2 Kuta memberikan banyak manfaat bagi kedua sekolah, sebagaimana dikatakan Lilis Sugiarti guru Bahasa Jepang di SMA Negeri 1 Kuta.

Pertama, siswa yang belajar Bahasa Jepang senang dapat berinteraksi dengan native speaker dan banyak membantu guru dalam mengembangkan kemampuan komunkasi dalam Bahasa Jepang. Jadi, guru dan siswa terbantu dalam pembelajaran kolaboratif yang menyenangkan untuk menyerap dua kebudayaan yang berbeda secara konvergensi.

Kedua, bisa bertukar gagasan tentang proses pembelajaran, melalui refleksi bersama pada akhir pembelajaran. Proses refleksi ini melibatkan guru Bahasa Jepang di kedua sekolah, Kumiko Sensei, dan siswa. Semangat yang dibangun adalah semangat untuk melakukan perbaikan secara terus-menerus sekaligus memotivasi para siswa mempelajari Bahasa Jepang dan kebudayaannya. Dengan demikian, diharapkan tidak terjadi distorsi informasi baik secara linguistik maupun secara kulutural. Metode ini menjadi jembatan penghubung secara humanis bagi diplomasi Indonesia – Jepang secara mutualistik.

Penyerahan kenang-kenangan dari SMAN 2 Kuta kepada Kumiko Sensei

Kehadiran guru tamu Jepang di sekolah-sekolah Indonesia ini diinisiasi oleh Pemerintah Jepang melalui Program Nihonggo Partners, sejak 2014. Nihonggo Partner adalah  program pemerintah Jepang untuk mengirimkan penutur asli Bahasa Jepang ke Lembaga Pendidikan di ASEAN termasuk di Indonesia. Tujuannya meningkatkan kompetensi Bahasa Jepang siswa dan memperluas wawasan mereka tentang budaya Jepang.

Program ini juga mendapat apresiasi positip dari Kemendikbudristekdikti sejak awal pelaksanaan melaui Japan Poundation di Jakarta. Program ini juga mengundang dan memfasilitasi guru Bahasa Jepang dari Indonesia untuk belajar di Jepang memperdalam bahasa dan kebudayaannya selama beberapa minggu. Harapannya kompetensi Bahasa Jepang siswa Indonesia meningkat dan berguna dalam mempererat hubungan kedua bangsa, selain memperluas jejaring guru dalam hubungan bilateral kedua negara.

Oleh karena program Nihonggo Partner berdampak positip bagi Indonesia, keberlanjutan sangat dinantikan pada masa-masa yang akan datang dengan melibatkan lebih banyak lagi peserta sehingga keterjangkauannya makin meluas hingga SMA-SMA di pelosok. Harapan itu disampaikan juga Verayuni guru Bahasa Jepang dari SMA Negeri 2 Kuta yang sudah datang dari Jepang untuk belajar selama 2 minggu pada akhir 2024. “Program Nihonggo Partners memberikan pengalaman baru bagi guru dan siswa berinteraksi dengan native speaker Jepang. Belajar Bahasa Jepang langsung dari orang Jepang”.

Penilaian demikian juga disampaikan oleh Ari siswa Kelas XI.F.3 SMA Negeri 2 Kuta. “Kumiko Sensei sangat baik dalam mengajar. Ia juga  memberikan motivasi pada siswa untuk selalu bersemangat belajar Bahasa Jepang. Bila salah dalam ucapan dan menulis dalam huruf Hiragana, Kumiko Sensei, menuntun sampai mahir dengan humanis dan mahir. Sungguh menyenangkan,” kata Ari yang memberikan testimoni saat perpisahan di Laboratorium Bahasa SMA Negeri 2 Kuta.

Suasana haru perpisahan Kumiko Sensei dan siswa | Foto: Nyoman T

Plt. Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Kuta, I Nyoman Tingkat, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada  Kumiko Sensei yang telah bersedia menjadi warga sekolah selama 6 bulan. “Semoga pengalaman baik selama di SMA Negeri 2 Kuta menjadi catatan emas di hati Kumiko Sensei. Jika ada yang kurang berkenan, mohon dimaafkan dan hapus dari memori agar tidak menjadi beban di hati,” kata I Nyoman Tingkat seraya mengingatkan Kumiko Sensei untuk datang kembali suatu saat nanti.

Acara perpisahan Kumiko Sensei di SMA Negeri 2 Kuta dikemas secara sederhana dan berlangsung penuh rasa haru. Mereka saling berpelukan dengan air mata berderai dan berharap bisa berkumpul kembali, sambil menepuk pundak para siswa. Acara perpisahan diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan dari SMA Negeri 2 Kuta berupa lukisan wajah Kumiko Sensei hasil karya Trisnayana, guru Seni Rupa SMA Negeri 2 Kuta. Kumiko senang sekali menerimanya seraya mengucapkan terima kasih, dan suksma. [T]

Penulis: I Nyoman Tingkat
Editor: Adnyana Ole

  • BACA artikel lain dari penulis  NYOMAN TINGKAT
Kolaborasi Jepang-Pedawa, Usaha Memperkenalkan Seni-Budaya Lintas Negara
Intelektual Jepang Memperkenalkan Teknologi Ratoon-rice Kepada Petani Padi di Jatiluwih
Diskon Hotel dan Jaket Baru | Terima Kasih, Pemerintah Jepang
Tags: JepangNegeri SakuraPendidikanSMAN 2 Kuta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Imam Santoso, Pengacara Rakyat, Pembela Orang-Orang Terpinggirkan

Next Post

Wayan Sika :  Seorang Cultural Strategies bagi Skena Seni Rupa Kontemporer Bali

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

by Emi Suy
June 1, 2026
0
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

Read moreDetails

Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

by I Nyoman Tingkat
May 28, 2026
0
Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)menggelar acara pelepasan Angkatan V pada Selasa Pon Waregadian, 26 Mei 2026, di Aula Jove...

Read moreDetails

Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

by I Wayan Artika
May 27, 2026
0
Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

DESA Pedawa di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, terkenal dengan gula Pedawa. Gula ini sejatinya adalah gula merah atau gula...

Read moreDetails

Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

by Dede Putra Wiguna
May 27, 2026
0
Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

BAGI sebagian siswa SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja, hari itu menjadi pengalaman pertama mengenal Canva. Ada yang masih bingung...

Read moreDetails

Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 26, 2026
0
Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

AULA SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pagi itu tidak seperti biasanya. Tidak ada suasana tegang ujian, tidak pula wajah-wajah...

Read moreDetails

Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

by Dede Putra Wiguna
May 25, 2026
0
Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

BAGI sebagian siswa, menulis puisi dan cerpen mungkin bukan perkara sulit. Namun membuatnya dalam bentuk kolektif dan memiliki benang merah...

Read moreDetails

Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

by Kardanis Mudawi Jaya
May 24, 2026
0
Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

SEJAK tahun 2018, saya tidak pernah lagi bertemu dan mengobrol lama sambil menikmati kopi dan kacang dalam satu lingkup kerja...

Read moreDetails

In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

by Made Adnyana Ole
May 21, 2026
0
In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

IA fotografer, ia mencintai kesenian Bali. Maka hidupnya diabdikan untuk mengabadikan segala bentuk kesenian Bali melalu foto-foto yang eksotik sekaligus...

Read moreDetails

Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

by Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
May 20, 2026
0
Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

PANTAI Kedonganan di kawasan Kuta, Badung, Bali, perlahan hidup kembali. Menjelang sore, deretan meja di tepi pantai mulai terisi. Aroma...

Read moreDetails
Next Post
Wayan Sika :  Seorang Cultural Strategies bagi Skena Seni Rupa Kontemporer Bali

Wayan Sika :  Seorang Cultural Strategies bagi Skena Seni Rupa Kontemporer Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co