14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dengan Rasa Haru, Kumiko Sensei Meninggalkan SMAN 2 Kuta   

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
February 24, 2025
in Khas
Dengan Rasa Haru, Kumiko Sensei Meninggalkan SMAN 2 Kuta   

Suasana haru perpisahan Kumiko Sensei dan siswa | Foto: Nyoman T

SETELAH 6 bulan, sejak Agustus 2024, guru tamu dari Jepang, Kumiko Sensei, menjadi relawan di SMA Negeri 2 Kuta, tibalah saatnya pada Senin, 17 Februari 2025 berpisah. Kumiko Sensei bertugas di SMA Negeri 2 Kuta dan SMA Negeri 1 Kuta melalui skema program Nihinggo Partner. Tugasnya di kedua sekolah itu adalah menjadi pendamping bagi guru Bahasa Jepang.

Dalam konteks pembelajaran kini, inilah yang disebut kolaborasi berbasis kebinekaan global dalam terminologi Profil Pelajar Pancasila era Mendikbud Ristekdikti, Nadiem Makarim yang mengembangkan Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka dengan Merdeka Belajar tampaknya kini dievaluasi. Frase “Merdeka Belajar” pun jarang digaungkan padahal saat Program itu lagi tranding topic, kaos berlogo “Merdeka Belajar” aneka warna marak menghiasi setiap pelatihan, lebih-lebih bagi penyelenggara Program Sekolah Penggerak (PSP).

Seorang teman di Sekolah Penggerak mengaku, punya 10 kaos berlogo “Merdeka Belajar”, ada yang berwarna putih dan hitam (berkerah dan oblong). Kini, Program itu tinggal kenangan. “Sedang enak-enaknya melaksanakan PSP, eh tiba-tiba dihentikan. Ibarat makan, sedang enak-enaknya, dihentikan,” keluh seorang guru dari penyelenggara PSP yang selama 3 tahun terakhir keluar masuk hotel tanpa pandang hari libur atau hari minggu.

Sebagai Plt. Kepala Sekolah di SMA Negeri 2 Kuta, gema PSP memang tidak terasa karena bukan penyelenggara PSP. Namun, gema Kurikulum Merdeka dengan Projek P-5 sangat terasa dan kuat. Di tengah situasi itulah, SMA Negeri 2 Kuta menerima Kumiko Sensei sebagai guru tamu.

Lukisan wajah Kumiko Sensei | Foto: Nyoman T

Dalam sambutannya, mengakhiri tugas di SMA Negeri 2 Kuta, Kumiko Sensei menyampaikan kesannya dengan penuh rasa haru dalam Bahasa Indonesia berbalut Bahasa Bali. “Saya sangat senang di sini. Orangnya ramah-ramah. Suatu saat nanti, saya ingin kembali  ke sini, ke SMA Negeri 2 Kuta. Terima kasih. Suksma, Om Shanti, Shanti, Shanti, Om”, kata Kumiko Sensei menunjukkan kepiawaiannya menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Bali.

Kumiko Sensei juga menggugah keluarga besar SMA Negeri 2 Kuta untuk bisa berkunjung ke Jepang. “Semoga bisa berkunjung ke Jepang suatu saat nanti”, demikian kata Kumiko Sensei mengundang dengan penuh rasa persahabatan. Pernyataan Kumiko Sensei itu memberikan petunjuk bahwa persahabatan antarbangsa adalah sebuah keniscayaan pada era globalisasi kini.

Sebagai anak muda dengan pikiran yang visioner, Kumiko Sensei mengajak kita untuk melupakan masa kelam dulu, sejarah penjajahan Jepang di Indonesia yang terkenal dengan kerja paksa yang disebut romusha. Saya pikir, Pendidikanlah yang mencerahkannya, untuk menghapus memori negatif Jepang di mata orang Indonesia, lebih-lebih Bali yang banyak menerima limpahan wisatawan dari Negeri Matahari terbit itu.

Tanpa disadari, Kumiko Sensei adalah duta budaya yang macarang uga (masambilan) sebagai diplomat budaya Jepang bagi Indonesia, terutama Bali. Hal ini mengingatkan saya pada buku berjudul Identitas Lintas Budaya Jepang : Jejak Jepang dalam Teks Sastrwan Bali, karya I Nyoman Darma Putra. Di buku itu, Darma Putra antara lain menunjukkan keterhubungan Bali-Jepang dalam karya sastrawan Bali, dengan penjajahan seumur jagung di Indonesia (baca : Bali) ternyata mampu menggedor imajinasi sastrawan Bali.

Berbeda dengan Belanda yang menjajah selama 3,5 abad, tetapi jejak sastrawan Bali dengan Belanda nyaris tiada. Mengapa?

Pertama, kedisiplinan Jepang membentuk karakter Indonesia yang diwarisi hingga kini dalam bentuk apel bendera dengan aneka perayaan sejak Januari hingga Desember dalam aneka ritual serimonial. Bahkan perayaan demikian terus bertambah, seiring dengan suksesi kepemimpinan.

Kedua, hubungan Bali-Jepang terbangun melalui jembatan pariwisata budaya yang dikembangkan Bali. Jembatan itu diperkuat dengan pendidikan melalui Kurikulum Bahasa Jepang sebagai Bahasa asing pilihan. Sejauh ini, Bahasa Belanda di jenjang  Pendidikan Menengah belum menjadi pilihan siswa Indonesia umumnya, dan Bali khususnya. Namun, Bahasa Jepang menjadi pilihan  Bahasa asing populer SMA di Bali, selain Bahasa Inggris sebagai Bahasa Internasional.

Salam perpisahan Kumiko Sensei dengan guru dan siswa | Foto: Nyoman T

Kehadiran Kumiko Sensei sebagai guru tamu di SMA Negeri 1 Kuta dan SMA Negeri 2 Kuta memberikan banyak manfaat bagi kedua sekolah, sebagaimana dikatakan Lilis Sugiarti guru Bahasa Jepang di SMA Negeri 1 Kuta.

Pertama, siswa yang belajar Bahasa Jepang senang dapat berinteraksi dengan native speaker dan banyak membantu guru dalam mengembangkan kemampuan komunkasi dalam Bahasa Jepang. Jadi, guru dan siswa terbantu dalam pembelajaran kolaboratif yang menyenangkan untuk menyerap dua kebudayaan yang berbeda secara konvergensi.

Kedua, bisa bertukar gagasan tentang proses pembelajaran, melalui refleksi bersama pada akhir pembelajaran. Proses refleksi ini melibatkan guru Bahasa Jepang di kedua sekolah, Kumiko Sensei, dan siswa. Semangat yang dibangun adalah semangat untuk melakukan perbaikan secara terus-menerus sekaligus memotivasi para siswa mempelajari Bahasa Jepang dan kebudayaannya. Dengan demikian, diharapkan tidak terjadi distorsi informasi baik secara linguistik maupun secara kulutural. Metode ini menjadi jembatan penghubung secara humanis bagi diplomasi Indonesia – Jepang secara mutualistik.

Penyerahan kenang-kenangan dari SMAN 2 Kuta kepada Kumiko Sensei

Kehadiran guru tamu Jepang di sekolah-sekolah Indonesia ini diinisiasi oleh Pemerintah Jepang melalui Program Nihonggo Partners, sejak 2014. Nihonggo Partner adalah  program pemerintah Jepang untuk mengirimkan penutur asli Bahasa Jepang ke Lembaga Pendidikan di ASEAN termasuk di Indonesia. Tujuannya meningkatkan kompetensi Bahasa Jepang siswa dan memperluas wawasan mereka tentang budaya Jepang.

Program ini juga mendapat apresiasi positip dari Kemendikbudristekdikti sejak awal pelaksanaan melaui Japan Poundation di Jakarta. Program ini juga mengundang dan memfasilitasi guru Bahasa Jepang dari Indonesia untuk belajar di Jepang memperdalam bahasa dan kebudayaannya selama beberapa minggu. Harapannya kompetensi Bahasa Jepang siswa Indonesia meningkat dan berguna dalam mempererat hubungan kedua bangsa, selain memperluas jejaring guru dalam hubungan bilateral kedua negara.

Oleh karena program Nihonggo Partner berdampak positip bagi Indonesia, keberlanjutan sangat dinantikan pada masa-masa yang akan datang dengan melibatkan lebih banyak lagi peserta sehingga keterjangkauannya makin meluas hingga SMA-SMA di pelosok. Harapan itu disampaikan juga Verayuni guru Bahasa Jepang dari SMA Negeri 2 Kuta yang sudah datang dari Jepang untuk belajar selama 2 minggu pada akhir 2024. “Program Nihonggo Partners memberikan pengalaman baru bagi guru dan siswa berinteraksi dengan native speaker Jepang. Belajar Bahasa Jepang langsung dari orang Jepang”.

Penilaian demikian juga disampaikan oleh Ari siswa Kelas XI.F.3 SMA Negeri 2 Kuta. “Kumiko Sensei sangat baik dalam mengajar. Ia juga  memberikan motivasi pada siswa untuk selalu bersemangat belajar Bahasa Jepang. Bila salah dalam ucapan dan menulis dalam huruf Hiragana, Kumiko Sensei, menuntun sampai mahir dengan humanis dan mahir. Sungguh menyenangkan,” kata Ari yang memberikan testimoni saat perpisahan di Laboratorium Bahasa SMA Negeri 2 Kuta.

Suasana haru perpisahan Kumiko Sensei dan siswa | Foto: Nyoman T

Plt. Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Kuta, I Nyoman Tingkat, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada  Kumiko Sensei yang telah bersedia menjadi warga sekolah selama 6 bulan. “Semoga pengalaman baik selama di SMA Negeri 2 Kuta menjadi catatan emas di hati Kumiko Sensei. Jika ada yang kurang berkenan, mohon dimaafkan dan hapus dari memori agar tidak menjadi beban di hati,” kata I Nyoman Tingkat seraya mengingatkan Kumiko Sensei untuk datang kembali suatu saat nanti.

Acara perpisahan Kumiko Sensei di SMA Negeri 2 Kuta dikemas secara sederhana dan berlangsung penuh rasa haru. Mereka saling berpelukan dengan air mata berderai dan berharap bisa berkumpul kembali, sambil menepuk pundak para siswa. Acara perpisahan diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan dari SMA Negeri 2 Kuta berupa lukisan wajah Kumiko Sensei hasil karya Trisnayana, guru Seni Rupa SMA Negeri 2 Kuta. Kumiko senang sekali menerimanya seraya mengucapkan terima kasih, dan suksma. [T]

Penulis: I Nyoman Tingkat
Editor: Adnyana Ole

  • BACA artikel lain dari penulis  NYOMAN TINGKAT
Kolaborasi Jepang-Pedawa, Usaha Memperkenalkan Seni-Budaya Lintas Negara
Intelektual Jepang Memperkenalkan Teknologi Ratoon-rice Kepada Petani Padi di Jatiluwih
Diskon Hotel dan Jaket Baru | Terima Kasih, Pemerintah Jepang
Tags: JepangNegeri SakuraPendidikanSMAN 2 Kuta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Imam Santoso, Pengacara Rakyat, Pembela Orang-Orang Terpinggirkan

Next Post

Wayan Sika :  Seorang Cultural Strategies bagi Skena Seni Rupa Kontemporer Bali

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
Wayan Sika :  Seorang Cultural Strategies bagi Skena Seni Rupa Kontemporer Bali

Wayan Sika :  Seorang Cultural Strategies bagi Skena Seni Rupa Kontemporer Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co