1 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tirtayatra Sambil “Melali”: Perjalanan ke Pura Tap Sai Karangasem

Winar Ramelan by Winar Ramelan
February 15, 2025
in Tualang
Tirtayatra Sambil “Melali”: Perjalanan ke Pura Tap Sai Karangasem

Melukat di Pura Tap Sai

“Melali sambil tirtayatra!”.  Ini seperti peribahasa: sekali mendayung dua pulau terlampaui.

Dan perjalanan “sekali mendayung untuk melampaui dua tiga pulau” ini sudah seperti tradisi di keluarga besar kami, setiap awal tahun, sebelum kami menjalani hari-hari berikutnya yang penuh dinamika.

Harapannya, dalam satu tahun ke depan, kami selalu sehat, panjang umur, bahagia dan tak kekurangan apapun agar bisa bersama-sama, kembali jalan-jalan sambil tirtayatra ke pura yang berbeda-beda.

Seperti di  awal tahun 2025 ini, keluarga besar kami, dari yang paling kecil  yaitu cucu cicit, sampai yang paling dewasa yaitu kakek-nenek, bersama-sama melakukan perjalanan ke Pura Pajinengan Tap Sai.

Tujuannya, pada yang kecil kita mengenalkan kerukunan untuk saling asah-asuh dan kebiasaan ke Pura untuk mebhakti. Pada yang dewasa,  untuk mengeratkan dan mengekalkan kekerabatan. Karena, menurut saya, “Keluarga adalah garda terdepan untuk tercapainya kerukunan seluruh umat manusia.”

Di sini bukan kami sok religius hingga menempuh perjalanan spiritual dan mengunjungi Pura-Pura yang jauh. Tetapi mengunjungi sebuah Pura, sembahyang, menghaturkan banten bahkan melukat sebagai sarana bhakti kami pada Hyang Widhi.

Selain itu, juga untuk mencari kegembiraan dan kedamaian hati karena kami pergi dan jalan-jalan ke tempat yang baik. Juga untuk tahu dan mengenal Pura-Pura tua dan bersejarah yang ada di jagat Bali ini.

Seperti awal tahun ini. Kami mengunjungi dan sembahyang di pura kahyangan jagat yang ada di Dusun Purugai, Kecamatan Rendang Karangasem. Yaitu Pura Pejinengan Tap Sai atau lebih dikenal dengan Pura Tap Sai.

Perjalanan ke Pura dengan melewati hutan hijau | Foto: Winar

Untuk menuju ke sana memang memerlukan perjuangan, karena berada di lereng Gunung Agung dan di tengah hutan belantara dengan medan yang menanjak serta sempit.

Karena awal tahun adalah musim penghujan dan tahun ini hujannya cukup deras yang menjadikan jalannya rusak akibat banjir, perjalanan kami sedikit tersendat karena harus pelan dan berhati-hati agar selamat sampai tujuan.

Tetapi kecemasan kami sirna setelah mendekati lokasi. Karena sepanjang jalan terlihat kebun warga dengan aneka tanaman buah yang segar, yang tentu saja menjadi pemandangan langka buat kami yang dari Denpasar, lalu memasuki wilayah yang diapit oleh hutan pinus yang hijau dan sunyi.

Ketika berada di perjalanan, kami kira hanya ada rombongan kami yang akan tangkil, karena sepanjang perjalanan tak bertemu dengan kendaraan lain yang membawa pemedek. Ternyata perkiraan kami salah. Di parkiran sudah penuh kendaraan, pemedek juga ramai. Artinya, meski pura ini letaknya di lereng gunung dan di tengah hutan belantara, umat tetap antusias untuk mengunjunginya dan sembahyang di sana.

Berpose dulu di areal Pura | Foto: Winar

“Wooow!” Itulah kesan pertama saat melihat ke sekeliling, pemandangan yang hijau dan indah, pada tebing tebingnya tumbuh pohon-pohon yang menjulang. Pura ini seperti dipagari bukit hijau nan menawan. Kebetulan saat itu langit cerah di tengah hari, namun hawa tetap terasa sejuk dan segar.

Dengan prasarana berupa pejati, sodan, canang sari, bungkak nyuh gading, kwangen, bunga, dupa, kami pun melangkah dengan pasti dan tiba di pelinggih Ratu Penyarikan. Dengan menghaturkan pejati untuk matur piuning atau mohon ijin agar yang kami jalani aman dan lancar.

Usai sembahyang di Ratu Penyarikan selanjutnya naik beberapa tangga  menuju ke pelinggih Ratu Mekele Lingsir, yang berupa Batu Alam yang besar, sebagai pengayengan Bhatara Dalem Ped  di Nusa Penida.

Usai dari Ratu Mekele Lingsir, kami kembali naik menuju beji untuk melukat dengan  membawa sarana berupa bungkak nyuh gading dan menghaturkan pejati. Di beji ini terlebih dahulu dilukat dengan tirta bang yaitu salah satu tirta yang ada di Pura Tap Sai.

Melukat | Foto: Winar

Di Pura ada tiga tirta yaitu tirta selem, tirta bang juga tirta putih. Usai melukat tirta bang, selanjutnya melukat dengan bungkak nyuh gading yang sudah diisi bunga dan disucikan pemangku Pura.

Usai melukat, jika mau berganti pakaian yang basah di sana juga disediakan tempat di sekitar area pura, tinggal turun beberapa puluh langkah, ketemu tempat ganti dan pakaian yang basah bisa dititipkan di sana.

Namun jika merasa nyaman_nyaman dengan baju basah, tinggal melanjutkan persembahyangan dengan naik di atas beji. Di sini disediakan bale sebagai tempat sembahyang.

Di sini terdapat patung naga juga ada air terjun alami yang sangat eksotis dengan kolam-kolam buatan yang indah. Tak terkecuali juga bale banten.

Di areal Pura | Foto: Winar

Dengan asap dupa yang tak henti membumbung yang lesap di antara pepohonan dan batu-batu hitam, gemericik air terjun dan suara genta pemangku, sungguh terasa hening, sakral dan magis. (Matur suksma Hyang Widhi, engkau hadirkan keindahan semesta ini)

Usai sembahyang di sini, kita tinggal belok kanan lalu menuruni tangga yang berkelok, turun ke madya mandala. Di madya mandala ada pelinggih Ganesha atau Ida Bhatara Sang Hyang Ganapati, selaku perwujudan Ida Bhatara Rambut Sedana yang memberikan perlindungan dan pemusnah segala rintangan bagi umat manusia. Serta terdapat pohon tua yang disakralkan.

Usai sembahyang dari madya mandala kembali menaiki tangga yang lumayan tinggi dan curam untuk menuju ke utama mandala. Di sini ada banyak pelinggih  juga tempat tiga Dewi berstana yang disebut juga Tri Upasedana. Yaitu Dewi Laksmi, Dewi Sri juga Dewi Saraswati. Serta pelinggih Lingga Yoni.

Berfoto bersama keluarga besar | Foto: Winar

Disini pula selain menghaturkan pejati dan sembahyang, kita bisa mengucapkan permohonan dengan membakar 11 dupa yang diikat dengan benang Tridatu dan melakukan sungkem di pelinggih Lingga Yoni. Jadi sebelum berangkat bisa buat list permohonan, atau polos-polos saja.

Benang tridatu bisa minta di lokasi jika tak membawa dari rumah dengan berdana punia seiklasnya.

Selanjutnya kita turun menuju pelinggih Ratu Niang Bungkut, dan ini menjadi pelinggih terakhir di Pura Tap Sai.

Selanjutnya acara suka-suka, langsung pulang atau buka lungsuran bersama sama dengan gembira.

Jika pulang, kita akan menyusuri jalan yang sama seperti waktu berangkat  yaitu hutan pinus yang lebat dan hijau dengan rumput gajah yang lumayan subur lalu ketemu perkebunan warga, entah kebun alpukat, jeruk, durian. Mata kami benar-benar dimanjakan.

Yang pasti perjalanan ke Pura Tap Sai ini sangat menyenangkan dan ingin mengulang kembali. Karena dapat mebhakti, melukat sekaligus melali atau berwisata dengan kelurga besar.

Dengan melakukan perjalanan seperti ini kita dapat me-refresh kembali badan juga pikiran, sebelum akhirnya sibuk dengan rutinitas harian.

Dan “dunia terasa lebih indah, ketika kita merayakan bersama sama segala hal yang kita sukai bersama”, salah satunya melali sambil tirtayatra atau tirtayatra sambil melali, ini. [T]

Penulis: Winar Ramelan
Editor: Adnyana Ole

Tirtayatra Toska Se-Delod Ceking  :  Pura Luhur  Uluwatu   
Tirtayatra Toska Se-Delod Ceking  :  Pura  Batu Pageh  
Yan Nano, Mencari Tuhan dengan Bersepeda
Menuju Puncak Lempuyang, Sehat Rohani-Jasmani, Mencari Anak Tangga Terakhir
Air, Tirtha (Patirtan), Toya (Patoyan), & Beji dalam Tradisi Jawa Kuna
Tags: hinduPura Tap Saitirtayatra
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ada Lontar “Tamba” Hingga “Panulak Leak” — Konservasi Lontar di Kedisan dan Suter Kintamani

Next Post

Ilusi Komunikasi dalam Perspektif “Helical Model” [Bagian 1]

Winar Ramelan

Winar Ramelan

Lahir di Malang 05 Juni, kini tinggal di Denpasar. Menulis kumpulan puisi tunggal dengan judul Narasi Sepasang Kaos Kaki. Puisinya dimuat di berbagai media lokal dan nasional

Related Posts

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Ilusi Komunikasi dalam Perspektif “Helical Model” [Bagian 1]

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas
Khas

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi
Ulas Buku

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co