22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tirtayatra Sambil “Melali”: Perjalanan ke Pura Tap Sai Karangasem

Winar Ramelan by Winar Ramelan
February 15, 2025
in Tualang
Tirtayatra Sambil “Melali”: Perjalanan ke Pura Tap Sai Karangasem

Melukat di Pura Tap Sai

“Melali sambil tirtayatra!”.  Ini seperti peribahasa: sekali mendayung dua pulau terlampaui.

Dan perjalanan “sekali mendayung untuk melampaui dua tiga pulau” ini sudah seperti tradisi di keluarga besar kami, setiap awal tahun, sebelum kami menjalani hari-hari berikutnya yang penuh dinamika.

Harapannya, dalam satu tahun ke depan, kami selalu sehat, panjang umur, bahagia dan tak kekurangan apapun agar bisa bersama-sama, kembali jalan-jalan sambil tirtayatra ke pura yang berbeda-beda.

Seperti di  awal tahun 2025 ini, keluarga besar kami, dari yang paling kecil  yaitu cucu cicit, sampai yang paling dewasa yaitu kakek-nenek, bersama-sama melakukan perjalanan ke Pura Pajinengan Tap Sai.

Tujuannya, pada yang kecil kita mengenalkan kerukunan untuk saling asah-asuh dan kebiasaan ke Pura untuk mebhakti. Pada yang dewasa,  untuk mengeratkan dan mengekalkan kekerabatan. Karena, menurut saya, “Keluarga adalah garda terdepan untuk tercapainya kerukunan seluruh umat manusia.”

Di sini bukan kami sok religius hingga menempuh perjalanan spiritual dan mengunjungi Pura-Pura yang jauh. Tetapi mengunjungi sebuah Pura, sembahyang, menghaturkan banten bahkan melukat sebagai sarana bhakti kami pada Hyang Widhi.

Selain itu, juga untuk mencari kegembiraan dan kedamaian hati karena kami pergi dan jalan-jalan ke tempat yang baik. Juga untuk tahu dan mengenal Pura-Pura tua dan bersejarah yang ada di jagat Bali ini.

Seperti awal tahun ini. Kami mengunjungi dan sembahyang di pura kahyangan jagat yang ada di Dusun Purugai, Kecamatan Rendang Karangasem. Yaitu Pura Pejinengan Tap Sai atau lebih dikenal dengan Pura Tap Sai.

Perjalanan ke Pura dengan melewati hutan hijau | Foto: Winar

Untuk menuju ke sana memang memerlukan perjuangan, karena berada di lereng Gunung Agung dan di tengah hutan belantara dengan medan yang menanjak serta sempit.

Karena awal tahun adalah musim penghujan dan tahun ini hujannya cukup deras yang menjadikan jalannya rusak akibat banjir, perjalanan kami sedikit tersendat karena harus pelan dan berhati-hati agar selamat sampai tujuan.

Tetapi kecemasan kami sirna setelah mendekati lokasi. Karena sepanjang jalan terlihat kebun warga dengan aneka tanaman buah yang segar, yang tentu saja menjadi pemandangan langka buat kami yang dari Denpasar, lalu memasuki wilayah yang diapit oleh hutan pinus yang hijau dan sunyi.

Ketika berada di perjalanan, kami kira hanya ada rombongan kami yang akan tangkil, karena sepanjang perjalanan tak bertemu dengan kendaraan lain yang membawa pemedek. Ternyata perkiraan kami salah. Di parkiran sudah penuh kendaraan, pemedek juga ramai. Artinya, meski pura ini letaknya di lereng gunung dan di tengah hutan belantara, umat tetap antusias untuk mengunjunginya dan sembahyang di sana.

Berpose dulu di areal Pura | Foto: Winar

“Wooow!” Itulah kesan pertama saat melihat ke sekeliling, pemandangan yang hijau dan indah, pada tebing tebingnya tumbuh pohon-pohon yang menjulang. Pura ini seperti dipagari bukit hijau nan menawan. Kebetulan saat itu langit cerah di tengah hari, namun hawa tetap terasa sejuk dan segar.

Dengan prasarana berupa pejati, sodan, canang sari, bungkak nyuh gading, kwangen, bunga, dupa, kami pun melangkah dengan pasti dan tiba di pelinggih Ratu Penyarikan. Dengan menghaturkan pejati untuk matur piuning atau mohon ijin agar yang kami jalani aman dan lancar.

Usai sembahyang di Ratu Penyarikan selanjutnya naik beberapa tangga  menuju ke pelinggih Ratu Mekele Lingsir, yang berupa Batu Alam yang besar, sebagai pengayengan Bhatara Dalem Ped  di Nusa Penida.

Usai dari Ratu Mekele Lingsir, kami kembali naik menuju beji untuk melukat dengan  membawa sarana berupa bungkak nyuh gading dan menghaturkan pejati. Di beji ini terlebih dahulu dilukat dengan tirta bang yaitu salah satu tirta yang ada di Pura Tap Sai.

Melukat | Foto: Winar

Di Pura ada tiga tirta yaitu tirta selem, tirta bang juga tirta putih. Usai melukat tirta bang, selanjutnya melukat dengan bungkak nyuh gading yang sudah diisi bunga dan disucikan pemangku Pura.

Usai melukat, jika mau berganti pakaian yang basah di sana juga disediakan tempat di sekitar area pura, tinggal turun beberapa puluh langkah, ketemu tempat ganti dan pakaian yang basah bisa dititipkan di sana.

Namun jika merasa nyaman_nyaman dengan baju basah, tinggal melanjutkan persembahyangan dengan naik di atas beji. Di sini disediakan bale sebagai tempat sembahyang.

Di sini terdapat patung naga juga ada air terjun alami yang sangat eksotis dengan kolam-kolam buatan yang indah. Tak terkecuali juga bale banten.

Di areal Pura | Foto: Winar

Dengan asap dupa yang tak henti membumbung yang lesap di antara pepohonan dan batu-batu hitam, gemericik air terjun dan suara genta pemangku, sungguh terasa hening, sakral dan magis. (Matur suksma Hyang Widhi, engkau hadirkan keindahan semesta ini)

Usai sembahyang di sini, kita tinggal belok kanan lalu menuruni tangga yang berkelok, turun ke madya mandala. Di madya mandala ada pelinggih Ganesha atau Ida Bhatara Sang Hyang Ganapati, selaku perwujudan Ida Bhatara Rambut Sedana yang memberikan perlindungan dan pemusnah segala rintangan bagi umat manusia. Serta terdapat pohon tua yang disakralkan.

Usai sembahyang dari madya mandala kembali menaiki tangga yang lumayan tinggi dan curam untuk menuju ke utama mandala. Di sini ada banyak pelinggih  juga tempat tiga Dewi berstana yang disebut juga Tri Upasedana. Yaitu Dewi Laksmi, Dewi Sri juga Dewi Saraswati. Serta pelinggih Lingga Yoni.

Berfoto bersama keluarga besar | Foto: Winar

Disini pula selain menghaturkan pejati dan sembahyang, kita bisa mengucapkan permohonan dengan membakar 11 dupa yang diikat dengan benang Tridatu dan melakukan sungkem di pelinggih Lingga Yoni. Jadi sebelum berangkat bisa buat list permohonan, atau polos-polos saja.

Benang tridatu bisa minta di lokasi jika tak membawa dari rumah dengan berdana punia seiklasnya.

Selanjutnya kita turun menuju pelinggih Ratu Niang Bungkut, dan ini menjadi pelinggih terakhir di Pura Tap Sai.

Selanjutnya acara suka-suka, langsung pulang atau buka lungsuran bersama sama dengan gembira.

Jika pulang, kita akan menyusuri jalan yang sama seperti waktu berangkat  yaitu hutan pinus yang lebat dan hijau dengan rumput gajah yang lumayan subur lalu ketemu perkebunan warga, entah kebun alpukat, jeruk, durian. Mata kami benar-benar dimanjakan.

Yang pasti perjalanan ke Pura Tap Sai ini sangat menyenangkan dan ingin mengulang kembali. Karena dapat mebhakti, melukat sekaligus melali atau berwisata dengan kelurga besar.

Dengan melakukan perjalanan seperti ini kita dapat me-refresh kembali badan juga pikiran, sebelum akhirnya sibuk dengan rutinitas harian.

Dan “dunia terasa lebih indah, ketika kita merayakan bersama sama segala hal yang kita sukai bersama”, salah satunya melali sambil tirtayatra atau tirtayatra sambil melali, ini. [T]

Penulis: Winar Ramelan
Editor: Adnyana Ole

Tirtayatra Toska Se-Delod Ceking  :  Pura Luhur  Uluwatu   
Tirtayatra Toska Se-Delod Ceking  :  Pura  Batu Pageh  
Yan Nano, Mencari Tuhan dengan Bersepeda
Menuju Puncak Lempuyang, Sehat Rohani-Jasmani, Mencari Anak Tangga Terakhir
Air, Tirtha (Patirtan), Toya (Patoyan), & Beji dalam Tradisi Jawa Kuna
Tags: hinduPura Tap Saitirtayatra
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ada Lontar “Tamba” Hingga “Panulak Leak” — Konservasi Lontar di Kedisan dan Suter Kintamani

Next Post

Ilusi Komunikasi dalam Perspektif “Helical Model” [Bagian 1]

Winar Ramelan

Winar Ramelan

Lahir di Malang 05 Juni, kini tinggal di Denpasar. Menulis kumpulan puisi tunggal dengan judul Narasi Sepasang Kaos Kaki. Puisinya dimuat di berbagai media lokal dan nasional

Related Posts

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026
0
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

Read moreDetails

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Ilusi Komunikasi dalam Perspektif “Helical Model” [Bagian 1]

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co