12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Merajut Kebersamaan di Hari Turunnya Ilmu Pengetahuan | Cerita Hari Suci Saraswati di UPMI Bali

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
February 9, 2025
in Khas
Merajut Kebersamaan di Hari Turunnya Ilmu Pengetahuan | Cerita Hari Suci Saraswati di UPMI Bali

Perayaan hari suci Saraswati di UPMI Bali | Foto: Humas UPMI Bali

HARI Suci Saraswati yang jatuh pada Sabtu, 8 Februari 2025 menjadi hari yang dinanti-nanti oleh seluruh mahasiswa UPMI Bali. Pasalnya, hari itu merupakan hari diumumkannya pemenang lomba membuat gebogan dan lomba persembahyangan yang telah terlaksana sehari sebelumnya.

Pengumuman pemenang lomba dilakukan sebelum persembahyangan bersama dimulai. Sedari pukul 08.00 Wita, Wantilan Pura Jagat Widya Aksara sudah dipadati oleh para mahasiswa UPMI Bali, terutama yang mengikuti lomba pada hari Jumat, 7 Februari lalu, mereka pantang absen di hari turunnya ilmu pengetahuan itu.

Tak sedikit yang menganggap lomba membuat gebogan dan lomba persembahyangan adalah kegiatan yang remeh. Kendati demikian, nyatanya kegiatan tersebut adalah salah satu hal yang mengasyikan sekaligus membanggakan bagi para mahasiswa. Melalui lomba-lomba tersebut, akan terlihat progam studi manakah yang paling aktif dan kreatif, di sanalah letak gengsinya. Kalau sampai absen tidak ikut lomba, maka akan menjadi aib bagi program studi (prodi). Selain itu, lomba-lomba tersebut juga menjadi ajang mempererat tali persaudaraan antar mahasiswa UPMI Bali.

Perayaan hari suci Saraswati di UPMI Bali | Foto: dok. Humas UPMI Bali

Ketika waktu tepat menunjukkan pukul 09.00 Wita, pewara pun mengambil pelantang suara dan menginformasikan bahwa pengumuman pemenang lomba gebogan dan lomba persembahyangan akan segera diumumkan.

Setelah semuanya berkumpul, pewara kemudian menyebutkan para juara lomba seraya membacakan perolehan poin.

Semua peserta antusias dan berupaya menjadi yang terbaik. Hingga akhirnya pada tangkai lomba membuat gebogan, prodi Pendidikan Matematika berhasil menyabet Juara I. Disusul Juara II–prodi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah (PBID), dan Juara III–prodi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR).

Pada tangkai lomba persembahyangan, keluar sebagai Juara I–Ni Putu Ari Darmayani (prodi Pendidikan Bahasa Bali), Juara II–Ni Wayan Sanita Enjelina (prodi Pendidikan Seni, Drama, Tari, dan Musik), dan Juara III–Desak Putu Eka Satya (prodi PJKR).

Ketika para juara itu disebut, para mahasiswa tampak bertepuk tangan dan bersorak riang. Begitulah semarak yang terjadi setiap hari suci Saraswati di UPMI Bali. Sederhana namun bermakna.

Penyerahan hadiah pun kemudian dilaksanakan, diserahkan langsung oleh Dr. Drs. I Wayan Sudiarsa, M.Si. selaku Wakil Rektor II dan Dr. I Wayan Sumandya, S.Pd., M.Pd. selaku Wakil Rektor III, yang pada kesempatan tersebut mewakili Rektor UPMI Bali, Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, S.H., M.Hum. yang masih dalam perjalanan.

Penyerahan hadiah oleh Wakil Rektor III UPMI Bali | Foto: tatkala.co/Dede

“Kami sangat bangga dengan pencapaian ini, apalagi kita termasuk tim dadakan. Awalnya tidak ada yang bersedia untuk mewakili lomba membuat gebogan ini. Tetapi dengan inisiatif kami sendiri, akhirnya terbentuklah sebuah tim yang kompak dan bemodal nekat ini.”

Begitulah ungkap Komang Bagus Arya Bagaskara (22), Arya sapaan akrabnya, salah satu peserta lomba membuat gebogan dari program studi Pendidikan Matematika. Ia bersama rekan timnya (Adnyani, Dea, Drajat, dan Suningsih) berhasil menyabet Juara I.

Pemuda asal Sanur itu mengungkapkan, “Karena kami anak matematika, awalnya kami berencana menggunakan pola aritmatika untuk membuat gebogan, yaitu menggunakan urutan buah berbeda-beda, mulai dari berjumlah banyak (pola 4), lalu semakin ke atas dikurangi 1 (n-1). Tetapi sayangnya, karena jumlah buah dan dana yang terbatas, jadinya pola tersebut tidak jadi kami gunakan. Akhirnya, mau tidak mau kami menggunakan pola biasa,” jelasnya berteori.

Ni Komang Sariasih (tengah-berkacamata) menerima hadiah sebagai Juara II lomba membuat gebogan | Foto: dok. Humas UPMI Bali

Sementara itu, Ni Komang Sariasih (19) yang akrab dipanggil Sarah, mahasiswi semester III di program studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah (PBID), bersama rekan timnya (Suwini, Intan Karunia, Intan Cahyani, dan Dipa) bersorak kegirangan ketika diumumkan sebagai Juara II.

Gadis berkacamata asal Jimbaran, Badung itu mengatakan, “kami sama sekali tidak menyangka bisa dapat Juara II, jadi ya memang pasrah saja kemarin. Eh, ternyata berhasil,” katanya berbinar.

“Perasaannya sangat senang, tetapi masih deg-degan, karena ini pertama kalinya saya ikut lomba gebogan tanpa diawasi kakak tingkat. Kemarin juga kami kejar-kejaran dengan waktu, semua serba kelabakan. Tetapi, ternyata kami mampu menyelesaikan sebelum waktu berakhir. Itu cukup menguras keringat dan pikiran,” ujar Sarah bersemangat.

Foto bersama para pemenang lomba membuat gebogan dan persembahyangan | Foto: tatkala.co/Dede

Lomba-lomba tersebut tentu tidak akan terjadi tanpa kerja keras dari BEM UPMI Bali yang secara rutin menyelenggarakan perlombaan tersebut setiap menjelang Saraswati.

Ketua BEM UPMI Bali, I Gusti Ayu Mira Ardanantya (20) atau akrab disapa Mira mengatakan, perlombaan tersebut sudah dipersiapkan sejak 5 Januari 2025 lalu, mulai dari pengajuan proposal, membuat kriteria lomba, technical meeting, sampai hari perlombaan.

Dara asal Abiansemal itu juga mengaku mengalami berbagai kendala selama proses mempersiapkan kegiatan tersebut. Seperti terbatasnya waktu untuk menginformasikan kegiatan ke setiap program studi, karena kebetulan bertemu dengan banyak hari libur di akhir Januari. Mulai dari Siwaratri, Imlek, Isra Miraj, dan libur semester ganjil.

Meskipun mengalami kendala selama prosesnya, tetapi Mira dan skuad BEM UPMI Bali yang lain mampu melaksanakan kegiatan tersebut dengan terorganisir dan sukses.

“Sebagai Ketua BEM sekaligus penanggung jawab kegiatan lomba, saya merasa sangat bersyukur dan bangga, berkat kerja sama yang solid dari seluruh panitia (BEM), acara ini bisa terlaksana dengan sukses. Ini adalah kesekian kalinya saya terlibat dalam lomba-lomba Saraswati, jadi sudah tahu apa saja yang harus dipersiapkan dan dilakukan,” pungkas Mira.

Penyerahan hadiah juara lomba membuat gebogan dan persembahyangan di UPMI Bali | Foto: tatkala.co/Dede

Euforia berlangsung singkat. Setibanya Rektor UPMI Bali, acara pun kembali khusyuk. Dilanjutkan dengan persembahyangan bersama oleh dosen, pegawai, dan seluruh mahasiswa UPMI Bali.

Yang terlihat paling ramai datang adalah mahasiswa semester VII, barangkali mereka ingin bertobat, menebus segala dosa di dunia pendidikan. Agar dimudahkan jalannya menyelesaikan tugas akhir–skripsi.

“Banyak jalan menuju roma, banyak jalan pula menuju skripsian tanpa drama, yang jelas harus rajin berdoa dan berusaha,” celetuk salah satu mahasiswa semester VII setelah persembahyangan berakhir.

Euforia lomba gebogan kembali berlanjut. Diawali dengan foto bersama di depan gebogan, kemudian mereka langsung menggotongnya ke prodi masing-masing.

Inilah saat yang paling ditunggu-tunggu, yaitu sesi perebutan lungsuran (sisa persembahan). Lungsuran dipercaya bisa membawa berkah, wajar saja selalu jadi rebutan. Tak tanggung-tanggung, bahkan ada yang sampai menyiapkan tas kresek dari rumah, berharap dapat lungsuran paling banyak.

Begitulah serba-serbi perayaaan hari suci Saraswati di UPMI Bali. Merayakan hari turunnya ilmu pengetahuan, merajut kebersamaan lewat hal-hal sederhana namun bermakna. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Lomba Gebogan Sambut Hari Suci Saraswati di UPMI Bali: Merangkai Buah dan Merajut Kebersamaan
Tags: Dewi SaraswatiHari Raya SaraswatiUPMI Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

YONINÉ GENTOSIN: Mengubah Kualitas Kelahiran Perspektif Ida Padanda Made Sidemen

Next Post

Mungkinkah Bumi Tanpa Konflik? Jawabnya Bersama Angin | Dari ”Blowing in The Wind” Bob Dylan

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
Syair Pilu Berbalut Nada, Dari Ernest Hemingway Hingga Bob Dylan

Mungkinkah Bumi Tanpa Konflik? Jawabnya Bersama Angin | Dari ”Blowing in The Wind” Bob Dylan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co