3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Aktivisme Mahasiswa dan Judi Online

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
December 28, 2024
in Esai
Aktivisme Mahasiswa dan Judi Online

Ilustrasi tatkala.co | Rusdy

JUDI berbasis platform daring atau sering disebut judi online merupakan efek samping dari terjebaknya Indonesia di dalam middle income trap. Dalam bukunya yang berjudul an east Asia Renaissace: Ideas for economic growth pada tahun 2007, Gill dan Kharas menyebutkan bahwa middle income trap adalah sebuah fenomena perlambatan pertumbuhan dan terjebak dalam status berpenghasilan menengah.

Pemikiran tersebut muncul pasca adanya penurunan kinerja pertumbuhan ekonomi secara tiba-tiba di negara-negara Asia Timur yang sebelumnya dipandang sebagai negara-negara dengan perekonomian penuh keajaiban.

Oleh karena itu, berdasarkan pengamatan tersebut, ditarik sebuah kesimpulan bahwa middle income trap adalah sebuah fenomena ketidakmampuan sebuah negara untuk bersaing dalam hal upah pada ekspor manufaktur dan dalam memproduksi suatu produk dengan inovasi dan berteknologi tinggi.

Dalam konteks hari ini, Indonesia terhitung telah berada di dalam middle income trap selama 30 tahun, sejak 1993 sampai hari ini. Realitas ini menjadi tantangan serius dalam upaya mewujudkan Indonesia sebagai negara maju di tahun 2045.

Gill menyebutkan bahwa penyebab utama tidak berkembangnya Indonesia dalam konteks ekonomi adalah terjadinya ketimpangan distribusi kekayaan yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang tidak merata. Diperkirakan oleh Gill, Indonesia membutuhkan waktu selama 70 tahun hanya untuk mencapai seperempat pendapatan per kapita Amerika Serikat apabila Indonesia tidak sesegera mungkin membenahi regulasi dan meningkatkan efisiensi ekonominya.

Persoalan ekonomi yang belum juga menemukan jalan keluarnya, kini mendapatkan perhatian khusus dari pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.

Melalui semangat “Asta Cita”, Prabowo Subianto memiliki keyakinan bahwa Indonesia dapat mencapai pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen dan segera keluar dari middle income trap. Target tersebut juga telah tertuang dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Nasional 2025 – 2045, selanjutnya dokumen tersebut akan digunakan sebagai kompas dalam rangka penyelenggaraan pembangunan nasional selama 20 tahun ke depan.

Hadapi Tantangan

Target besar, sudah tentu menghadapi tantangan yang tak kalah membikin pusing kepala. Optimisme pemerintah untuk membawa bangsa Indonesia lepas dari middle income trap harus berhadapan dengan pelbagai persoalan, salah satunya datang dari sektor teknologi.

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kini diibaratkan seperti pisau bermata dua, satu sisi dapat memberi kebermanfaatan bagi kehidupan manusia, namun di sisi lain, dapat memberi ancaman, bahkan dapat mematikan kehidupan manusia. Salah satu wujud ancaman nyata berbasis teknologi yang dihadapi bangsa Indonesia hari ini adalah permainan judi berbasis daring atau lebih familiar disebut judi online (judol).

Kini, pemerintah dan seluruh komponen masyarakat tampak tengah serius dalam menanggulangi penyakit yang telah terlanjur dalam menggerogoti kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat ekonomi kelas menengah dan menengah ke bawah.

Drone Emprit, sebuah perusahaan media monitoring berbasis kecerdasan buatan mempublikasikan bahwa pada tahun 2024, Indonesia menempati posisi pertama di dunia sebagai negara dengan pemain judol terbanyak di dunia, yakni sebanyak 201.122 orang. Bahkan dalam temuannya, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyebut bahwa perputaran dana di judol mencapai Rp 600 triliun.

Angka tersebut jelas meningkat pesat tinimbang total perputaran dana judol di tahun 2023, yaitu sebesar Rp 327 triliun. Hal tersebut menjadi lebih memprihatinkan tatkala sekitar 80 ribu anak-anak di usia 10 tahun menjadi korban judol. Terpaparnya pulluhan ribu anak-anak Indonesia tersbeut oleh judol tak lepas dari pelbagai permainan yang disediakan di gawai yang mereka mainkan.

Kompleksnya tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia untuk melawan praktek judol ini tentu harus mendapatkan dukungan seluruh komponen bangsa. Pemerintah sudah tentu tidak akan menyelesaikan persoalan serumit ini sendirian, mengingat anggaran dan sumber daya manusia (SDM) yang begitu terbatas.

Oleh karena itu penting bagi seluruh komponen masyarakat menjadi ujung tombak dalam rangka menunjang program dari pemerintah Indonesia. Lantas, apa yang dapat dilakukan oleh generasi muda bangsa, khususnya mahasiswa di Indonesia untuk ikut berpartisipasi aktif mewujudkan cita-cita bangsa?

Partisipasi Mahasiswa

Dalam konteks politik elektoral, partisipasi jamak dipandang hanya dalam konteks rakyat menggunakan hak pilihnya di bilik suara (voter’s turn out). Namun sejatinya partisipasi rakyat dalam upaya ikut mewujudkan cita-cita bangsa jauh lebih luas. Miriam Budiardjo dalam tulisannya berjudul “Partisipasi dan Partai Politik” menyebutkan bahwa partisipasi oleh rakyat dapat dibagi menjadi 4 (empat) kelompok besar.

Pertama, sekaligus sebagai pemilik strata tertinggi adalah kelompok aktivis. Biasanya, kelompok ini mengimplementasikan partisipasi politiknya dengan menjadi pejabat umum, anggota partai politik penuh waktu, pimpinan dari kelompok kepentingan.

Kedua, adalah kelompok partisipan. Biasanya kelompok ini mengimplementasikan partisipasi politiknya dengan cara menjadi petugas kampanye, aktif dalam partai politik atau kelompok kepentingan, hingga aktif dalam pelbagai aktivitas sosial.

Ketiga, adalah kelompok pengamat. Kelompok ini biasanya mengimplementasikan partisipasi politiknya dengan menghadiri kegiatan-kegiatan kampanye, anggota kelompok kepentingan, hingga memberi perhatian kepada perkembangan politik.

Sedangkan keempat, adalah kelompok orang yang apolitis. Artinya kelompok ini adalah orang-orang yang tidak melaksanakan akivitas yang ada di tiga kelompok sebelumnya.

Berangkat dari uraian di atas, mahasiswa dapat menempatkan diri di tiga kelompok pertama, yakni kelompok aktivis, partisipan, dan pengamat. Kelompok mahasiswa dapat menjadi mitra strategis bagi pemerintah dalam menyukseskan program pembangunan nasional, tidak terkecuali upaya pemberantasan praktek judol.

Hal ini dikarenakan mahasiswa adalah kelompok masyarakat yang telah mendapatkan pendidikan di tingkat perguruan tinggi. Tidak hanya soal pendidikan, mahasiswa juga sering kali berhimpun dalam sebuah organisasi maupun komunitas yang bergerak untuk mengabdikan diri kepada masyarakat.

Mahasiswa memiliki peran penting dalam upaya menggugah kesadaran masyarakat terhadap bahayanya praktek judol, sekaligus memberikan solutif terhadap pelbagai masalah yang dihadapi masyarakat di level grassroot. Melakukan edukasi, sosialisasi, workshop, hingga pemberian modal usaha menjadi salah satu kekuatan yang dapat dimanfaatkan mahasiswa.

Mengapa demikian? Karena mahasiswa dapat menggandeng pelbagai pihak, seperti akademisi, praktisi, hingga menggaet program-program pemerintah dalam pelaksanaan kegiatan mereka bersama masyarakat.

Indonesia tidak akan bergerak kemana-mana apabila generasi mudanya hanya berdiam diri saat dihadapkan sebuah tantangan yang berpotensi mendegradasi kualitas bangsa. Judol adalah salah satu tantangan dan ancaman yang dapat memberi hambatan serius terhadap langkah bangsa Indonesia untuk menjadi negara maju. Sebagai generasi muda, khususnya mahasiswa, akankah kita hanya berdiam diri? [T]


Baca esai-esai politik TEDDY CHRISPRIMANATA PUTRA lainnya DI SINI

Media Sosial dan Judi Online: Kombinasi Mematikan bagi Ketahanan Negara
Meninggalkan “Ngayah”, Melupakan Identitas
Pancasila Menghendaki Hadirnya Oposisi
Pentingnya “Agility Learning”

Tags: aktivisme mahasiswaJudi onlinejudolmahasiswa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mencermati Gender Wayang Gaya Karangasem: Mengungkap Estetika dan Makna Gending Bimaniyu

Next Post

Dunia Maya atau Dunia Nyata? Tren Media Sosial 2025

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Pertemuan William James dan Vivekananda

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
0
Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

Read moreDetails

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails
Next Post
Refleksi Semangat Juang Bung Tomo dan Kepemimpinan Masa Kini

Dunia Maya atau Dunia Nyata? Tren Media Sosial 2025

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co