12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Aktivisme Mahasiswa dan Judi Online

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
December 28, 2024
in Esai
Aktivisme Mahasiswa dan Judi Online

Ilustrasi tatkala.co | Rusdy

JUDI berbasis platform daring atau sering disebut judi online merupakan efek samping dari terjebaknya Indonesia di dalam middle income trap. Dalam bukunya yang berjudul an east Asia Renaissace: Ideas for economic growth pada tahun 2007, Gill dan Kharas menyebutkan bahwa middle income trap adalah sebuah fenomena perlambatan pertumbuhan dan terjebak dalam status berpenghasilan menengah.

Pemikiran tersebut muncul pasca adanya penurunan kinerja pertumbuhan ekonomi secara tiba-tiba di negara-negara Asia Timur yang sebelumnya dipandang sebagai negara-negara dengan perekonomian penuh keajaiban.

Oleh karena itu, berdasarkan pengamatan tersebut, ditarik sebuah kesimpulan bahwa middle income trap adalah sebuah fenomena ketidakmampuan sebuah negara untuk bersaing dalam hal upah pada ekspor manufaktur dan dalam memproduksi suatu produk dengan inovasi dan berteknologi tinggi.

Dalam konteks hari ini, Indonesia terhitung telah berada di dalam middle income trap selama 30 tahun, sejak 1993 sampai hari ini. Realitas ini menjadi tantangan serius dalam upaya mewujudkan Indonesia sebagai negara maju di tahun 2045.

Gill menyebutkan bahwa penyebab utama tidak berkembangnya Indonesia dalam konteks ekonomi adalah terjadinya ketimpangan distribusi kekayaan yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang tidak merata. Diperkirakan oleh Gill, Indonesia membutuhkan waktu selama 70 tahun hanya untuk mencapai seperempat pendapatan per kapita Amerika Serikat apabila Indonesia tidak sesegera mungkin membenahi regulasi dan meningkatkan efisiensi ekonominya.

Persoalan ekonomi yang belum juga menemukan jalan keluarnya, kini mendapatkan perhatian khusus dari pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.

Melalui semangat “Asta Cita”, Prabowo Subianto memiliki keyakinan bahwa Indonesia dapat mencapai pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen dan segera keluar dari middle income trap. Target tersebut juga telah tertuang dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Nasional 2025 – 2045, selanjutnya dokumen tersebut akan digunakan sebagai kompas dalam rangka penyelenggaraan pembangunan nasional selama 20 tahun ke depan.

Hadapi Tantangan

Target besar, sudah tentu menghadapi tantangan yang tak kalah membikin pusing kepala. Optimisme pemerintah untuk membawa bangsa Indonesia lepas dari middle income trap harus berhadapan dengan pelbagai persoalan, salah satunya datang dari sektor teknologi.

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kini diibaratkan seperti pisau bermata dua, satu sisi dapat memberi kebermanfaatan bagi kehidupan manusia, namun di sisi lain, dapat memberi ancaman, bahkan dapat mematikan kehidupan manusia. Salah satu wujud ancaman nyata berbasis teknologi yang dihadapi bangsa Indonesia hari ini adalah permainan judi berbasis daring atau lebih familiar disebut judi online (judol).

Kini, pemerintah dan seluruh komponen masyarakat tampak tengah serius dalam menanggulangi penyakit yang telah terlanjur dalam menggerogoti kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat ekonomi kelas menengah dan menengah ke bawah.

Drone Emprit, sebuah perusahaan media monitoring berbasis kecerdasan buatan mempublikasikan bahwa pada tahun 2024, Indonesia menempati posisi pertama di dunia sebagai negara dengan pemain judol terbanyak di dunia, yakni sebanyak 201.122 orang. Bahkan dalam temuannya, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyebut bahwa perputaran dana di judol mencapai Rp 600 triliun.

Angka tersebut jelas meningkat pesat tinimbang total perputaran dana judol di tahun 2023, yaitu sebesar Rp 327 triliun. Hal tersebut menjadi lebih memprihatinkan tatkala sekitar 80 ribu anak-anak di usia 10 tahun menjadi korban judol. Terpaparnya pulluhan ribu anak-anak Indonesia tersbeut oleh judol tak lepas dari pelbagai permainan yang disediakan di gawai yang mereka mainkan.

Kompleksnya tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia untuk melawan praktek judol ini tentu harus mendapatkan dukungan seluruh komponen bangsa. Pemerintah sudah tentu tidak akan menyelesaikan persoalan serumit ini sendirian, mengingat anggaran dan sumber daya manusia (SDM) yang begitu terbatas.

Oleh karena itu penting bagi seluruh komponen masyarakat menjadi ujung tombak dalam rangka menunjang program dari pemerintah Indonesia. Lantas, apa yang dapat dilakukan oleh generasi muda bangsa, khususnya mahasiswa di Indonesia untuk ikut berpartisipasi aktif mewujudkan cita-cita bangsa?

Partisipasi Mahasiswa

Dalam konteks politik elektoral, partisipasi jamak dipandang hanya dalam konteks rakyat menggunakan hak pilihnya di bilik suara (voter’s turn out). Namun sejatinya partisipasi rakyat dalam upaya ikut mewujudkan cita-cita bangsa jauh lebih luas. Miriam Budiardjo dalam tulisannya berjudul “Partisipasi dan Partai Politik” menyebutkan bahwa partisipasi oleh rakyat dapat dibagi menjadi 4 (empat) kelompok besar.

Pertama, sekaligus sebagai pemilik strata tertinggi adalah kelompok aktivis. Biasanya, kelompok ini mengimplementasikan partisipasi politiknya dengan menjadi pejabat umum, anggota partai politik penuh waktu, pimpinan dari kelompok kepentingan.

Kedua, adalah kelompok partisipan. Biasanya kelompok ini mengimplementasikan partisipasi politiknya dengan cara menjadi petugas kampanye, aktif dalam partai politik atau kelompok kepentingan, hingga aktif dalam pelbagai aktivitas sosial.

Ketiga, adalah kelompok pengamat. Kelompok ini biasanya mengimplementasikan partisipasi politiknya dengan menghadiri kegiatan-kegiatan kampanye, anggota kelompok kepentingan, hingga memberi perhatian kepada perkembangan politik.

Sedangkan keempat, adalah kelompok orang yang apolitis. Artinya kelompok ini adalah orang-orang yang tidak melaksanakan akivitas yang ada di tiga kelompok sebelumnya.

Berangkat dari uraian di atas, mahasiswa dapat menempatkan diri di tiga kelompok pertama, yakni kelompok aktivis, partisipan, dan pengamat. Kelompok mahasiswa dapat menjadi mitra strategis bagi pemerintah dalam menyukseskan program pembangunan nasional, tidak terkecuali upaya pemberantasan praktek judol.

Hal ini dikarenakan mahasiswa adalah kelompok masyarakat yang telah mendapatkan pendidikan di tingkat perguruan tinggi. Tidak hanya soal pendidikan, mahasiswa juga sering kali berhimpun dalam sebuah organisasi maupun komunitas yang bergerak untuk mengabdikan diri kepada masyarakat.

Mahasiswa memiliki peran penting dalam upaya menggugah kesadaran masyarakat terhadap bahayanya praktek judol, sekaligus memberikan solutif terhadap pelbagai masalah yang dihadapi masyarakat di level grassroot. Melakukan edukasi, sosialisasi, workshop, hingga pemberian modal usaha menjadi salah satu kekuatan yang dapat dimanfaatkan mahasiswa.

Mengapa demikian? Karena mahasiswa dapat menggandeng pelbagai pihak, seperti akademisi, praktisi, hingga menggaet program-program pemerintah dalam pelaksanaan kegiatan mereka bersama masyarakat.

Indonesia tidak akan bergerak kemana-mana apabila generasi mudanya hanya berdiam diri saat dihadapkan sebuah tantangan yang berpotensi mendegradasi kualitas bangsa. Judol adalah salah satu tantangan dan ancaman yang dapat memberi hambatan serius terhadap langkah bangsa Indonesia untuk menjadi negara maju. Sebagai generasi muda, khususnya mahasiswa, akankah kita hanya berdiam diri? [T]


Baca esai-esai politik TEDDY CHRISPRIMANATA PUTRA lainnya DI SINI

Media Sosial dan Judi Online: Kombinasi Mematikan bagi Ketahanan Negara
Meninggalkan “Ngayah”, Melupakan Identitas
Pancasila Menghendaki Hadirnya Oposisi
Pentingnya “Agility Learning”

Tags: aktivisme mahasiswaJudi onlinejudolmahasiswa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mencermati Gender Wayang Gaya Karangasem: Mengungkap Estetika dan Makna Gending Bimaniyu

Next Post

Dunia Maya atau Dunia Nyata? Tren Media Sosial 2025

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails
Next Post
Refleksi Semangat Juang Bung Tomo dan Kepemimpinan Masa Kini

Dunia Maya atau Dunia Nyata? Tren Media Sosial 2025

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co