24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Aktivisme Mahasiswa dan Judi Online

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
December 28, 2024
in Esai
Aktivisme Mahasiswa dan Judi Online

Ilustrasi tatkala.co | Rusdy

JUDI berbasis platform daring atau sering disebut judi online merupakan efek samping dari terjebaknya Indonesia di dalam middle income trap. Dalam bukunya yang berjudul an east Asia Renaissace: Ideas for economic growth pada tahun 2007, Gill dan Kharas menyebutkan bahwa middle income trap adalah sebuah fenomena perlambatan pertumbuhan dan terjebak dalam status berpenghasilan menengah.

Pemikiran tersebut muncul pasca adanya penurunan kinerja pertumbuhan ekonomi secara tiba-tiba di negara-negara Asia Timur yang sebelumnya dipandang sebagai negara-negara dengan perekonomian penuh keajaiban.

Oleh karena itu, berdasarkan pengamatan tersebut, ditarik sebuah kesimpulan bahwa middle income trap adalah sebuah fenomena ketidakmampuan sebuah negara untuk bersaing dalam hal upah pada ekspor manufaktur dan dalam memproduksi suatu produk dengan inovasi dan berteknologi tinggi.

Dalam konteks hari ini, Indonesia terhitung telah berada di dalam middle income trap selama 30 tahun, sejak 1993 sampai hari ini. Realitas ini menjadi tantangan serius dalam upaya mewujudkan Indonesia sebagai negara maju di tahun 2045.

Gill menyebutkan bahwa penyebab utama tidak berkembangnya Indonesia dalam konteks ekonomi adalah terjadinya ketimpangan distribusi kekayaan yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang tidak merata. Diperkirakan oleh Gill, Indonesia membutuhkan waktu selama 70 tahun hanya untuk mencapai seperempat pendapatan per kapita Amerika Serikat apabila Indonesia tidak sesegera mungkin membenahi regulasi dan meningkatkan efisiensi ekonominya.

Persoalan ekonomi yang belum juga menemukan jalan keluarnya, kini mendapatkan perhatian khusus dari pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.

Melalui semangat “Asta Cita”, Prabowo Subianto memiliki keyakinan bahwa Indonesia dapat mencapai pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen dan segera keluar dari middle income trap. Target tersebut juga telah tertuang dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Nasional 2025 – 2045, selanjutnya dokumen tersebut akan digunakan sebagai kompas dalam rangka penyelenggaraan pembangunan nasional selama 20 tahun ke depan.

Hadapi Tantangan

Target besar, sudah tentu menghadapi tantangan yang tak kalah membikin pusing kepala. Optimisme pemerintah untuk membawa bangsa Indonesia lepas dari middle income trap harus berhadapan dengan pelbagai persoalan, salah satunya datang dari sektor teknologi.

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kini diibaratkan seperti pisau bermata dua, satu sisi dapat memberi kebermanfaatan bagi kehidupan manusia, namun di sisi lain, dapat memberi ancaman, bahkan dapat mematikan kehidupan manusia. Salah satu wujud ancaman nyata berbasis teknologi yang dihadapi bangsa Indonesia hari ini adalah permainan judi berbasis daring atau lebih familiar disebut judi online (judol).

Kini, pemerintah dan seluruh komponen masyarakat tampak tengah serius dalam menanggulangi penyakit yang telah terlanjur dalam menggerogoti kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat ekonomi kelas menengah dan menengah ke bawah.

Drone Emprit, sebuah perusahaan media monitoring berbasis kecerdasan buatan mempublikasikan bahwa pada tahun 2024, Indonesia menempati posisi pertama di dunia sebagai negara dengan pemain judol terbanyak di dunia, yakni sebanyak 201.122 orang. Bahkan dalam temuannya, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyebut bahwa perputaran dana di judol mencapai Rp 600 triliun.

Angka tersebut jelas meningkat pesat tinimbang total perputaran dana judol di tahun 2023, yaitu sebesar Rp 327 triliun. Hal tersebut menjadi lebih memprihatinkan tatkala sekitar 80 ribu anak-anak di usia 10 tahun menjadi korban judol. Terpaparnya pulluhan ribu anak-anak Indonesia tersbeut oleh judol tak lepas dari pelbagai permainan yang disediakan di gawai yang mereka mainkan.

Kompleksnya tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia untuk melawan praktek judol ini tentu harus mendapatkan dukungan seluruh komponen bangsa. Pemerintah sudah tentu tidak akan menyelesaikan persoalan serumit ini sendirian, mengingat anggaran dan sumber daya manusia (SDM) yang begitu terbatas.

Oleh karena itu penting bagi seluruh komponen masyarakat menjadi ujung tombak dalam rangka menunjang program dari pemerintah Indonesia. Lantas, apa yang dapat dilakukan oleh generasi muda bangsa, khususnya mahasiswa di Indonesia untuk ikut berpartisipasi aktif mewujudkan cita-cita bangsa?

Partisipasi Mahasiswa

Dalam konteks politik elektoral, partisipasi jamak dipandang hanya dalam konteks rakyat menggunakan hak pilihnya di bilik suara (voter’s turn out). Namun sejatinya partisipasi rakyat dalam upaya ikut mewujudkan cita-cita bangsa jauh lebih luas. Miriam Budiardjo dalam tulisannya berjudul “Partisipasi dan Partai Politik” menyebutkan bahwa partisipasi oleh rakyat dapat dibagi menjadi 4 (empat) kelompok besar.

Pertama, sekaligus sebagai pemilik strata tertinggi adalah kelompok aktivis. Biasanya, kelompok ini mengimplementasikan partisipasi politiknya dengan menjadi pejabat umum, anggota partai politik penuh waktu, pimpinan dari kelompok kepentingan.

Kedua, adalah kelompok partisipan. Biasanya kelompok ini mengimplementasikan partisipasi politiknya dengan cara menjadi petugas kampanye, aktif dalam partai politik atau kelompok kepentingan, hingga aktif dalam pelbagai aktivitas sosial.

Ketiga, adalah kelompok pengamat. Kelompok ini biasanya mengimplementasikan partisipasi politiknya dengan menghadiri kegiatan-kegiatan kampanye, anggota kelompok kepentingan, hingga memberi perhatian kepada perkembangan politik.

Sedangkan keempat, adalah kelompok orang yang apolitis. Artinya kelompok ini adalah orang-orang yang tidak melaksanakan akivitas yang ada di tiga kelompok sebelumnya.

Berangkat dari uraian di atas, mahasiswa dapat menempatkan diri di tiga kelompok pertama, yakni kelompok aktivis, partisipan, dan pengamat. Kelompok mahasiswa dapat menjadi mitra strategis bagi pemerintah dalam menyukseskan program pembangunan nasional, tidak terkecuali upaya pemberantasan praktek judol.

Hal ini dikarenakan mahasiswa adalah kelompok masyarakat yang telah mendapatkan pendidikan di tingkat perguruan tinggi. Tidak hanya soal pendidikan, mahasiswa juga sering kali berhimpun dalam sebuah organisasi maupun komunitas yang bergerak untuk mengabdikan diri kepada masyarakat.

Mahasiswa memiliki peran penting dalam upaya menggugah kesadaran masyarakat terhadap bahayanya praktek judol, sekaligus memberikan solutif terhadap pelbagai masalah yang dihadapi masyarakat di level grassroot. Melakukan edukasi, sosialisasi, workshop, hingga pemberian modal usaha menjadi salah satu kekuatan yang dapat dimanfaatkan mahasiswa.

Mengapa demikian? Karena mahasiswa dapat menggandeng pelbagai pihak, seperti akademisi, praktisi, hingga menggaet program-program pemerintah dalam pelaksanaan kegiatan mereka bersama masyarakat.

Indonesia tidak akan bergerak kemana-mana apabila generasi mudanya hanya berdiam diri saat dihadapkan sebuah tantangan yang berpotensi mendegradasi kualitas bangsa. Judol adalah salah satu tantangan dan ancaman yang dapat memberi hambatan serius terhadap langkah bangsa Indonesia untuk menjadi negara maju. Sebagai generasi muda, khususnya mahasiswa, akankah kita hanya berdiam diri? [T]


Baca esai-esai politik TEDDY CHRISPRIMANATA PUTRA lainnya DI SINI

Media Sosial dan Judi Online: Kombinasi Mematikan bagi Ketahanan Negara
Meninggalkan “Ngayah”, Melupakan Identitas
Pancasila Menghendaki Hadirnya Oposisi
Pentingnya “Agility Learning”

Tags: aktivisme mahasiswaJudi onlinejudolmahasiswa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mencermati Gender Wayang Gaya Karangasem: Mengungkap Estetika dan Makna Gending Bimaniyu

Next Post

Dunia Maya atau Dunia Nyata? Tren Media Sosial 2025

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Refleksi Semangat Juang Bung Tomo dan Kepemimpinan Masa Kini

Dunia Maya atau Dunia Nyata? Tren Media Sosial 2025

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co