11 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pentingnya “Agility Learning”

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
June 7, 2024
in Esai
Pentingnya “Agility Learning”

Dokumentasi Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H., M.H menyampaikan pembekalan kepada peserta wisuda Universitas Nasional di Plenary Hall, JCC Senayan, Jakarta.

PAGI itu di hari kedua bulan Juni tahun 2024, sebuah ruangan yang megah dengan bentuk menyerupai lingkaran tersebut telah dipenuhi oleh lebih dari seribu orang. Sebagian besar di antaranya menggunakan jubah hitam bak Harry Potter, sebuah topi hitam dengan tali kuncir menjuntai dari atas telah terpakai di kepala, serta sebuah medali dengan lambang kampus di bagian ujung telah menggantung di leher. Sebagian lagi mengenakan batik, kebaya, dan pakaian terbaik yang ada di lemarinya masing-masing

Mereka adalah peserta wisuda Universitas Nasional, Jakarta, beserta sanak keluarga yang terus saja memancarkan senyum di wajahnya. Senyum yang rasa-rasanya enggan untuk pergi walau hanya untuk sedetik. Perjuangan bertahun-tahun dalam rangka menyelesaikan studi pada akhirnya bertemu pada muaranya. Sebentar lagi seluruh perjuangan akan paripurna. Ijazah yang akan menjadi modal utama dalam bersaing di dunia profesional segera berada dalam genggaman.

Wisuda periode pertama di tahun ini diikuti oleh lebih dari 1.500 wisudawan dan wisudawati. Mengingat banyaknya peserta wisuda, panitia pun harus membagi prosesi wisuda ke dalam dua sesi. Sesi pertama berlangsung mulai pukul 07.00 s.d 11.00 WIB, sedangkan sesi kedua dilangsungkan pada pukul 13.00 s.d 16.00 WIB.

Saya adalah salah satu bagian dari 819 peserta yang akan melalui prosesi wisuda pagi ini. Sedangkan sejumlah peserta lainnya akan diwisuda pada sesi kedua. Wisuda bukanlah hal baru bagi saya. Pada tahun 2018, saya melakoni prosesi wisuda di Universitas Udayana dan secara resmi menyandang gelar sarjana. Sehingga bagi saya sendiri, antusiasme menyambut wisuda tidak lagi sebesar pengalaman pertama.

Seperti halnya dalam prosesi wisuda lainnya, pada wisuda Universitas Nasional pagi ini terdapat beberapa acara, seperti sambutan-sambutan, pidato, hingga pelantikan wisudawan dan wisudawati. Tetapi ada salah satu yang mata acara yang bagi saya patut dinanti, selain pelantikan wisudawan dan wisudawati tentu saja.

Acara tersebut adalah pembekalan bagi wisudawan yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Jimly Asshiddiqie, S.H., M.H yang merupakan Ketua Mahkamah Konstitusi RI periode 2003-2008 dan saat ini sedang menjabat sebagai Anggota DPD RI periode 2019-2024.

Agility Learning

Prof. Jimly memulai pembekalannya dengan menerangkan bahwa hari ini adalah sebuah era yang dapat dimanfaatkan oleh setiap orang dan kelompok dalam mengejar ketertinggalannya dengan cepat. Kecepatan tersebut dapat dicapai melalui keinginan belajar dan kemampuan beradaptasi terhadap teknologi. Dalam rangka memudahkan pemahaman wisudawan dan wisudawati pagi itu, Prof. Jimly menjadikan China dan Korea Selatan sebagai contoh dalam pemaparannya.

Perlu dicatat bersama, bahwa sekitar lima puluh tahun yang lalu, dua negara tersebut adalah negara yang kondisinya berada di bawah Indonesia—hampir di segala aspek. Namun realitas hari ini berkata lain, dua negara tersebut menjadi negara yang berhasil lolos dari middle trap income, sedangkan Indonesia masih berada di fase berjuang lolos dari perangkap yang kerap kali dihadapi negara berkembang di seluruh dunia.

Korea Selatan adalah sebuah negara yang mendeklarasikan kemerdekaannya pada 15 Agustus 1948—tiga tahun setelah Indonesia merdeka. Meski demikian, hari ini mereka mampu menjadi salah satu negara dengan pendapatan tertinggi di Asia. Bahkan Korea Selatan mampu mengungguli Jepang yang notabene pernah menjajah mereka. Melalui berbagai produk elektronik, makanan dan minuman, hingga produk kebudayaannya, Korea Selatan mampu mendominasi pasar dunia, termasuk di dalamnya Indonesia.

Tidak jauh berbeda dengan Korea Selatan, China juga kini berhasil menjelma menjadi negara yang memiliki kekuatan dan ekonomi terbesar di dunia. Kehadiran China sebagai negara superpower tentu menjadi ancaman bagi pemilik status quo. Banyak orang menyebutnya sebagai negara adikuasa.

Pemaparan kemudian beranjak pada istilah agility learning. Menurutnya, agility learning adalah kombinasi dari tiga hal, yakni aspek afektif, psikomotorik, dan kognitif. Ia menyebutkan kemajuan yang diperoleh Korea Selatan dan China dikarenakan mereka mampu mengkombinasikan tiga aspek tersebut dalam proses belajarnya. Belajar untuk menjadi negara maju dan berorientasi mensejahterakan warga negaranya. Dirinya juga menegaskan bahwa kemampuan tersebut harus dimiliki oleh mahasiswa hari ini.

Kemajuan teknologi hari ini, seperti artificial intelligence (AI) telah memberi kemudahan bagi generasi muda untuk mempelajari berbagai hal secara mendalam. Pergeseran-pergeseran yang cukup berarti pun banyak terjadi di segala lini. Kebenaran-kebenaran di masa lalu kini tidak relevan lagi, dan oleh Dahlan Iskan, fenomena tersebut diistilahkan sebagai post truth. Kebenaran baru mampu mematahkan norma-norma yang telah cukup lama dipercaya kebenarannya, dan menurut Prof. Jimly, menyesuaikan diri dengan kebenaran baru adalah langkah penting untuk tetap menjadi relevan di tengah ketidakpastian zaman.

Big Bang Change

Big bang change juga dikenal sebagai sebuah ledakan besar. Fenomena yang dapat memberi dampak perubahan signifikan. Prof. Jimly menyebutkan bahwa di setiap abad, umat manusia selalu menghadapi peristiwa besar. Misalnya di pertengahan abad XX, rakyat Indonesia dihadapkan pada peristiwa Gerakan 30 September yang kemudian merubah landskap sosial politik Indonesia. Dan menjadi menarik untuk menganalisa peristiwa apa yang akan terjadi di pertengahan abad XXI, mengingat Indonesia hari ini telah mencanangkan target besar di pertengahan abad mendatang, pemerintah menyebutnya “Indonesia Emas 2045”.

Dalam rangka menghadapi ledakan besar selanjutnya, teramat penting bagi generasi muda Indonesia untuk menyiapkan diri. Menurutnya, masa bagi generasinya tidak akan lama lagi. Saat Indonesia berusia 100 tahun, generasi milenial hingga Z adalah pemilik sah estafet kepemimpinan bangsa. Perasaan inferior yang kerap kali menghinggapi anak-anak muda yang berasal dari kampus-kampus swasta harus dihilangkan. Kualitas tidaklah dinilai dari asal kampus, tetapi dari kompetensi.

Kampus hanyalah wadah bagi mahasiswa berproses. Kemampuan mahasiswa dalam menyerap segala ilmu pengetahuan yang telah tersedia di kampus, dan berserakan di “Mbah Google” menjadi pemegang peran penting dalam mempertajam kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia profesional. Lantas, sudah siapkah generasi hari ini menerima estafet kepemimpinan bangsa? [T]

Baca artikel lain dari penulis  TEDDY CHRISPRIMANATA PUTRA

Made Tawa, Kakek  81 Tahun, Mahasiswa STAHN Mpu Kuturan Singaraja Itu pun Diwisuda
Perempuan Bali dalam Politik, Penting Tidak?
Golf Hanya Untuk Orang Kaya dan Orang yang Ngebet Kaya
Tags: PendidikanUniversitas Nasional
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Made Taro: Ini Zaman Kebangkitan Dongeng

Next Post

Bagaimana Sekumpulan Babi Bisa Mengacak-Acak Peternakan

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Bagaimana Sekumpulan Babi Bisa Mengacak-Acak Peternakan

Bagaimana Sekumpulan Babi Bisa Mengacak-Acak Peternakan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
490 Mahasiswa Baru UPMI Bali Memulai Kehidupan Kampus lewat Malam Kreativitas
Pendidikan

490 Mahasiswa Baru UPMI Bali Memulai Kehidupan Kampus lewat Malam Kreativitas

SEBANYAK 490 mahasiswa baru Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali memulai kehidupan kampus melalui Malam Kreativitas Kampus dan Pembukaan Pengenalan...

by Dede Putra Wiguna
September 9, 2026
Hadirkan Pop-Punk Berbahasa Bali, Satria N Band Luncurkan Single dan Video Klip “Bukan Pemenang Hatimu”
Pop

Hadirkan Pop-Punk Berbahasa Bali, Satria N Band Luncurkan Single dan Video Klip “Bukan Pemenang Hatimu”

BELANTIKA musik Bali kembali mendapat warna baru. Kali ini datang dari Satria N Band, grup musik yang mencoba membawa pop-punk...

by Dede Putra Wiguna
September 9, 2026
Tubuh yang Saya Suruh Begadang
Esai

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

by Angga Wijaya
September 9, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co