22 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pentingnya “Agility Learning”

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
June 7, 2024
in Esai
Pentingnya “Agility Learning”

Dokumentasi Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H., M.H menyampaikan pembekalan kepada peserta wisuda Universitas Nasional di Plenary Hall, JCC Senayan, Jakarta.

PAGI itu di hari kedua bulan Juni tahun 2024, sebuah ruangan yang megah dengan bentuk menyerupai lingkaran tersebut telah dipenuhi oleh lebih dari seribu orang. Sebagian besar di antaranya menggunakan jubah hitam bak Harry Potter, sebuah topi hitam dengan tali kuncir menjuntai dari atas telah terpakai di kepala, serta sebuah medali dengan lambang kampus di bagian ujung telah menggantung di leher. Sebagian lagi mengenakan batik, kebaya, dan pakaian terbaik yang ada di lemarinya masing-masing

Mereka adalah peserta wisuda Universitas Nasional, Jakarta, beserta sanak keluarga yang terus saja memancarkan senyum di wajahnya. Senyum yang rasa-rasanya enggan untuk pergi walau hanya untuk sedetik. Perjuangan bertahun-tahun dalam rangka menyelesaikan studi pada akhirnya bertemu pada muaranya. Sebentar lagi seluruh perjuangan akan paripurna. Ijazah yang akan menjadi modal utama dalam bersaing di dunia profesional segera berada dalam genggaman.

Wisuda periode pertama di tahun ini diikuti oleh lebih dari 1.500 wisudawan dan wisudawati. Mengingat banyaknya peserta wisuda, panitia pun harus membagi prosesi wisuda ke dalam dua sesi. Sesi pertama berlangsung mulai pukul 07.00 s.d 11.00 WIB, sedangkan sesi kedua dilangsungkan pada pukul 13.00 s.d 16.00 WIB.

Saya adalah salah satu bagian dari 819 peserta yang akan melalui prosesi wisuda pagi ini. Sedangkan sejumlah peserta lainnya akan diwisuda pada sesi kedua. Wisuda bukanlah hal baru bagi saya. Pada tahun 2018, saya melakoni prosesi wisuda di Universitas Udayana dan secara resmi menyandang gelar sarjana. Sehingga bagi saya sendiri, antusiasme menyambut wisuda tidak lagi sebesar pengalaman pertama.

Seperti halnya dalam prosesi wisuda lainnya, pada wisuda Universitas Nasional pagi ini terdapat beberapa acara, seperti sambutan-sambutan, pidato, hingga pelantikan wisudawan dan wisudawati. Tetapi ada salah satu yang mata acara yang bagi saya patut dinanti, selain pelantikan wisudawan dan wisudawati tentu saja.

Acara tersebut adalah pembekalan bagi wisudawan yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Jimly Asshiddiqie, S.H., M.H yang merupakan Ketua Mahkamah Konstitusi RI periode 2003-2008 dan saat ini sedang menjabat sebagai Anggota DPD RI periode 2019-2024.

Agility Learning

Prof. Jimly memulai pembekalannya dengan menerangkan bahwa hari ini adalah sebuah era yang dapat dimanfaatkan oleh setiap orang dan kelompok dalam mengejar ketertinggalannya dengan cepat. Kecepatan tersebut dapat dicapai melalui keinginan belajar dan kemampuan beradaptasi terhadap teknologi. Dalam rangka memudahkan pemahaman wisudawan dan wisudawati pagi itu, Prof. Jimly menjadikan China dan Korea Selatan sebagai contoh dalam pemaparannya.

Perlu dicatat bersama, bahwa sekitar lima puluh tahun yang lalu, dua negara tersebut adalah negara yang kondisinya berada di bawah Indonesia—hampir di segala aspek. Namun realitas hari ini berkata lain, dua negara tersebut menjadi negara yang berhasil lolos dari middle trap income, sedangkan Indonesia masih berada di fase berjuang lolos dari perangkap yang kerap kali dihadapi negara berkembang di seluruh dunia.

Korea Selatan adalah sebuah negara yang mendeklarasikan kemerdekaannya pada 15 Agustus 1948—tiga tahun setelah Indonesia merdeka. Meski demikian, hari ini mereka mampu menjadi salah satu negara dengan pendapatan tertinggi di Asia. Bahkan Korea Selatan mampu mengungguli Jepang yang notabene pernah menjajah mereka. Melalui berbagai produk elektronik, makanan dan minuman, hingga produk kebudayaannya, Korea Selatan mampu mendominasi pasar dunia, termasuk di dalamnya Indonesia.

Tidak jauh berbeda dengan Korea Selatan, China juga kini berhasil menjelma menjadi negara yang memiliki kekuatan dan ekonomi terbesar di dunia. Kehadiran China sebagai negara superpower tentu menjadi ancaman bagi pemilik status quo. Banyak orang menyebutnya sebagai negara adikuasa.

Pemaparan kemudian beranjak pada istilah agility learning. Menurutnya, agility learning adalah kombinasi dari tiga hal, yakni aspek afektif, psikomotorik, dan kognitif. Ia menyebutkan kemajuan yang diperoleh Korea Selatan dan China dikarenakan mereka mampu mengkombinasikan tiga aspek tersebut dalam proses belajarnya. Belajar untuk menjadi negara maju dan berorientasi mensejahterakan warga negaranya. Dirinya juga menegaskan bahwa kemampuan tersebut harus dimiliki oleh mahasiswa hari ini.

Kemajuan teknologi hari ini, seperti artificial intelligence (AI) telah memberi kemudahan bagi generasi muda untuk mempelajari berbagai hal secara mendalam. Pergeseran-pergeseran yang cukup berarti pun banyak terjadi di segala lini. Kebenaran-kebenaran di masa lalu kini tidak relevan lagi, dan oleh Dahlan Iskan, fenomena tersebut diistilahkan sebagai post truth. Kebenaran baru mampu mematahkan norma-norma yang telah cukup lama dipercaya kebenarannya, dan menurut Prof. Jimly, menyesuaikan diri dengan kebenaran baru adalah langkah penting untuk tetap menjadi relevan di tengah ketidakpastian zaman.

Big Bang Change

Big bang change juga dikenal sebagai sebuah ledakan besar. Fenomena yang dapat memberi dampak perubahan signifikan. Prof. Jimly menyebutkan bahwa di setiap abad, umat manusia selalu menghadapi peristiwa besar. Misalnya di pertengahan abad XX, rakyat Indonesia dihadapkan pada peristiwa Gerakan 30 September yang kemudian merubah landskap sosial politik Indonesia. Dan menjadi menarik untuk menganalisa peristiwa apa yang akan terjadi di pertengahan abad XXI, mengingat Indonesia hari ini telah mencanangkan target besar di pertengahan abad mendatang, pemerintah menyebutnya “Indonesia Emas 2045”.

Dalam rangka menghadapi ledakan besar selanjutnya, teramat penting bagi generasi muda Indonesia untuk menyiapkan diri. Menurutnya, masa bagi generasinya tidak akan lama lagi. Saat Indonesia berusia 100 tahun, generasi milenial hingga Z adalah pemilik sah estafet kepemimpinan bangsa. Perasaan inferior yang kerap kali menghinggapi anak-anak muda yang berasal dari kampus-kampus swasta harus dihilangkan. Kualitas tidaklah dinilai dari asal kampus, tetapi dari kompetensi.

Kampus hanyalah wadah bagi mahasiswa berproses. Kemampuan mahasiswa dalam menyerap segala ilmu pengetahuan yang telah tersedia di kampus, dan berserakan di “Mbah Google” menjadi pemegang peran penting dalam mempertajam kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia profesional. Lantas, sudah siapkah generasi hari ini menerima estafet kepemimpinan bangsa? [T]

Baca artikel lain dari penulis  TEDDY CHRISPRIMANATA PUTRA

Made Tawa, Kakek  81 Tahun, Mahasiswa STAHN Mpu Kuturan Singaraja Itu pun Diwisuda
Perempuan Bali dalam Politik, Penting Tidak?
Golf Hanya Untuk Orang Kaya dan Orang yang Ngebet Kaya
Tags: PendidikanUniversitas Nasional
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Made Taro: Ini Zaman Kebangkitan Dongeng

Next Post

Bagaimana Sekumpulan Babi Bisa Mengacak-Acak Peternakan

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails

‘Lamak’ dan ‘Maceniga’:Tantangan Praktik Budaya di Tengah Modernitas

by Pande Susan
June 18, 2026
0
‘Lamak’ dan ‘Maceniga’:Tantangan Praktik Budaya di Tengah Modernitas

SAAT matahari mulai menuju satu garis lurus di atas kepala, derau ritmis mengisi ruang di bawah atap Bale Daja rumahku...

Read moreDetails

Mendengarkan Hidup Saya dari Mulut Orang Lain

by Angga Wijaya
June 18, 2026
0
Mendengarkan Hidup Saya dari Mulut Orang Lain

TIGAminggu lalu saya mendengarkan tunangan saya diwawancarai. Kalimat itu terdengar aneh. Biasanya sayalah yang mewawancarai orang. Sejak menjadi wartawan, entah...

Read moreDetails
Next Post
Bagaimana Sekumpulan Babi Bisa Mengacak-Acak Peternakan

Bagaimana Sekumpulan Babi Bisa Mengacak-Acak Peternakan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar
Tualang

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

by Made Wirya
June 21, 2026
Lubang | Cerpen Asmaran Dani
Cerpen

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

by Asmaran Dani
June 21, 2026
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi
Puisi

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

by Mahesa Putra
June 21, 2026
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045
Esai

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar
Esai

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

by Made Chandra
June 21, 2026
“Aji Pemalik Sumpah” dari Sekaa Dramatari Arja Sudhamala di Pesta Kesenian Bali 2026: Pertama dan Total
Panggung

“Aji Pemalik Sumpah” dari Sekaa Dramatari Arja Sudhamala di Pesta Kesenian Bali 2026: Pertama dan Total

SEKAA Dramatari Arja Sudhamala ini baru pertamakali pentas di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB). Bahkan, sekaa kesenian tradisional Bali yang...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
’A Salty Dog’, Pelayaran Terakhir di Cakrawala Sunyi
Ulas Musik

’A Salty Dog’, Pelayaran Terakhir di Cakrawala Sunyi

LAGU “A Salty Dog” oleh Procol Harum (1969), dengan lirik karya Keith Reid, adalah elegi tentang pelayaran terakhir, tentang manusia...

by Ahmad Sihabudin
June 21, 2026
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   
Esai

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!
Khas

Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

 “Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama,...

by Dede Putra Wiguna
June 21, 2026
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital
Esai

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

by Angga Wijaya
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co