7 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Golf Hanya Untuk Orang Kaya dan Orang yang Ngebet Kaya

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
March 3, 2023
in Esai
Golf Hanya Untuk Orang Kaya dan Orang yang Ngebet Kaya

Ilustrasi tatkala.co | Wiradinata

KALAU NGOMONGIN golf, maka yang langsung muncul di kepala saya adalah, “Saya pernah punya bola golf dan enggak tahu digunakan untuk apa!”  Seingat saya, selain pernah punya bolanya, golf juga pernah menemani masa kecil saya dalam bentuk permainan di gawai.

Jadi, saya kenal golf, tapi tak pernah tahu bagaimana permainan golf itu sesungguhnya. Tentu karena golf bukan olahraga yang dekat dengan masa kecil anak-anak desa seperti saya. Sehingga cukup wajar ketika saya tiba-tiba berada pada pusaran olahraga ini secara agak lebih jauh ke dalam.

Bersama senior dan beberapa teman di organisasi, saya ikut menjadi panitia yang dibentuk untuk menyelenggarakan sebuah turnamen. Ya, itu, turnamen golf.

Olahraga golf, dalam pandangan saya, identik dengan permainan kalangan elit, eits bukan ekonomi sulit, tapi, ya, itu, memang benar-benar ditekuni oleh orang yang memiliki kemapanan secara finansial.

Saya pikir pernyataan saya barusan adalah hal yang masuk akal, mengingat biaya pendaftaran turnamen, yang saya jadi salah satu panitianya ini, sebesar Rp. 2,7 juta. Buat anak-anak perantauan seperti saya uang sebesar itu bisa buat hidup selama satu bulan.  

Nama turnamennya adalah Tridatu Golf Tournament 2023 dengan tema “Games for Earth and Humanity”. Ya sesuai dengan tema, jadi turnamen ini sebenarnya adalah sebuah gerakan penggalangan dana.

Terus dana yang terkumpul nanti dibuat apa? Pasti pertanyaan seperti itu sempat terlintas di kepala kalian.  Jangan curiga. Dana yang terkumpul itu nantinya akan digunakan untuk beasiswa pendidikan, juga ada untuk perbaikan rumah ibadah, dan terakhir untuk bantuan kemanusiaan—ya seperti kita ketahui kalau Indonesia adalah sebuah negara yang kapan saja bisa terjadi bencana alam.

Jadi secara tidak langsung para golfer—sebutan untuk para pemain golf—juga ikut membantu di tiga aktivitas kemanusiaan itu.

Jadi Tridatu Golf Tournament ini sudah memasuki penyelenggaraan ketiga, sebelumnya dilaksanakan di tahun 2019 dan 2020—semua dilakukan sebelum Covid-19 menerjang. Dan dana yang terkumpul sudah dirasakan manfaatnya oleh banyak orang, seperti lima orang yang sudah disekolahkan di tingkat magister—saya salah satunya. Hehe.

Lalu, sudah ada juga pendistribusian bantuan kemanusiaan di beberapa titik bencana, seperti gempa bumi di Lombok tahun 2018, kemudian gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi di Palu di tahun yang sama, dan masih banyak lagi.

Oke, cukup panjang saya ngelantur. Mari lanjut ke topik utama, yaitu golf.

Selain biaya pendaftaran yang cukup bikin pusing kepala, ternyata harga peralatannya pun bisa bikin saya nempelin koyo di kedua sisi pelipis saya. Jadi wajar kalau saya katakan olahraga ini hanya untuk orang-orang kaya.

Tapi harga yang bikin kepala pusing itu ternyata cukup menjanjikan, karena setelah saya perhatikan orang-orang yang ikut dalam turnamen dimana saya ikut menjadi panitia adalah orang dengan posisi strategis di perusahaannya. Ada yang jadi direktur, komisaris, pengusaha muda, manajer, dan jabatan mentereng lainnya. Naa, di sini saya bilang kalau selain orang kaya, golf juga olahraga buat orang yang ingin kaya.

Olahraga ini otomatis menciptakan sebuah lingkaran pertemanan yang dalam asumsi saya akan cukup membangun. Saya membayangkan kalau hal-hal yang dibicarakan di dalamnya adalah project ke depan, relasi yang dimiliki, sampai berbagi peluang usaha yang bisa dikerjakan bersama. Berangkat dari sana, tentu peluang untuk bergerak maju dan jadi kaya terbuka lebar dong? Hehe.

Tapi, ya, itu tadi, memang untuk mendapatkan lingkar pertemanan seperti itu, modal yang harus dikeluarkan di awal bisa dibilang tidak sedikit.

Tidak hanya itu saja, bahkan saat sudah berada di lapangan, untuk membunuh rasa bosan pada saat menunggu giliran, mereka akan bertaruh untuk hal-hal yang menarik bagi mereka. Jangan tanya nominalnya, pasti juga besar—itu saya dengar dari salah satu senior saya yang juga seorang golfer.

Selain keluar untuk hal-hal yang bersifat teknis permainan, uang dari seorang golfer biasanya juga untuk memberi tip kepada para caddy—petugas yang bertugas untuk mengantarkan para pemain ke setiap hole (lapangan), dan memberi, dan membersihkan stik golf para pemain.

Bahkan, teman saya yang bertugas mengambil gambar sempat mendapat uang Rp. 100 ribu dari salah seorang golfer.

Sampai lupa, Tridatu Golf Tournament 2023 yang berlangsung di Imperial Golf Lippo Karawaci, Tangerang, Banten, ini berhasil mendatangkan 117 golfer. Banyak bukan? Padahal biaya pendaftarannya terbilang mahal. Hadiahnya pun tidak main-main. Ada motor listrik, sepeda listrik, TV, steam pencuci motor, gawai, baju golf, topi golf, sarung tangan golf, dan uang tunai.

Jadi total hadiahnya pun bikin pusing juga. Hahaha. Sudah terbayang berapa anggaran yang harus dikeluarkan untuk menyelenggarakan sebuah turnamen golf?

Terlibatnya saya dalam kepanitiaan sebuah turnamen golf ini memperlihatkan kepada saya begitu banyak realita. Mulai dari citra olahraga ini, kemudian lingkar pertemanan yang bisa tercipta dalam olahraga ini, kemudian dunia-dunia gelap olahraga ini pun sempat saya saksikan, dan jujur bikin saya geleng-geleng kepala.

Satu sisi tidak menyangka, satu sisi lagi ada rasa memaklumi—meski persentasenya tidak banyak-banyak amat. Tentu sebagai panitia saya sangat bahagia, karena kegiatan ini berakhir dengan senyum kesuksesan, namun di sisi lain fakta-fakta dalam olahraga ini masih membuat saya tidak habis pikir.

Kaget-kaget dengan dunia golf sepertinya belum berhenti sampai tulisan ini selesai—sepertinya akan ada tulisan lain menyoal golf yang menyusul. Pasti masih ada hal-hal yang belum saya ketahui soal salah satu olahraga mentereng ini. Apa kalian punya cerita lain soal olahraga ini? Bisa dibagikan juga ya! [T]

BACA artikel lain dari penulis TEDDY CHRISPRIMANATA PUTRA

A Letter to World Leaders
Mengintip Benny Santoso Membuat “Ini Tempe”: Inilah Tempe Artisan dari Bali yang Kaya Substansi
Macam-macam Usaha Sukses Orang Buleleng di Denpasar: Siobak, Rujak, Kopi dan Advertising
Tags: golferolahragaolahraga golforang kaya
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ya Kuliah, Ya Kerja | Tips Membagi Waktu Kuliah Sambil Bekerja

Next Post

Aristokrasi Übermensch: Nietzsche Vs Politik Haus Kekuasaan

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

KENAPA MASYARAKAT BALI MENSAKRALKAN MANGROVE (Prapat/Pedada/Pidada)?

by Sugi Lanus
May 7, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Mengenang Kembali Pohon Pesisir yang Dimuliakan Danghyang Nirartha Oleh: Sugi Lanus Di sepanjang garis pantai pulau Serangan dan pantai-pantai...

Read moreDetails

Menjual Sepi: Ketika ‘Healing’ di Bali Berubah Menjadi Industri

by Nur Kamilia
May 5, 2026
0
Menjual Sepi: Ketika ‘Healing’ di Bali Berubah Menjadi Industri

- Sebuah Refleksi tentang Komodifikasi Kesunyian dan Pergeseran Makna Ruang Sakral BALI kini tengah menjual sesuatu yang paling mahal di...

Read moreDetails

Aoroville: Kota Eksperimental

by Agung Sudarsa
May 4, 2026
0
Aoroville: Kota Eksperimental

Pertemuan yang Mengubah Arah: Mirra Alfassa dan Sri Aurobindo Ada pertemuan-pertemuan dalam sejarah yang tidak sekadar mempertemukan dua individu, tetapi...

Read moreDetails

Hidup Ini Sederhana, yang Rumit Hanya Tafsir di Media Sosial

by Angga Wijaya
May 4, 2026
0
Hidup Ini Sederhana, yang Rumit Hanya Tafsir di Media Sosial

SAYA perlu memulai tulisan ini dengan satu catatan kecil. Saya meminjam sebuah gagasan dari Pramoedya Ananta Toer, bukan sebagai hiasan...

Read moreDetails

Seremoni Hardiknas dan Krisis Literasi

by Ahmad Fatoni
May 2, 2026
0
Seremoni Hardiknas dan Krisis Literasi

Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) semestinya tidak terjebak pada rutinitas seremonial yang berulang dan kehilangan makna. Ia perlu dimaknai sebagai...

Read moreDetails

Di Balik Siswa Merundung Guru: Ketika Gizi Anak Tercukupi, Akhlak Malah Terdegradasi

by Dodik Suprayogi
May 2, 2026
0
Di Balik Siswa Merundung Guru: Ketika Gizi Anak Tercukupi, Akhlak Malah Terdegradasi

Kejadian sekelompok siswi SMA di Purwakarta, Jawa Barat yang merundung gurunya sendiri itu benar-benar tidak manusiawi. Maksudnya, hati siapa yang...

Read moreDetails

Guru Profesional Bekerja Proporsional

by I Nyoman Tingkat
May 2, 2026
0
Guru Profesional Bekerja Proporsional

TEMA Hardiknas2026 adalah Menguatkan Partisipasi  Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua. Frase “partisipasi semesta” pertama muncul melalui Konsolidasi Nasional Pendidikan...

Read moreDetails

Mengeja Ulang Arah Pendidikan Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
May 2, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

TANGGAL 2 Mei adalah hari yang keramat bagi dunia pendidikan Indonesia. Ada suasana yang khas menyelimuti hati para pendidik dan...

Read moreDetails

‘Maburuh’ dan Tubuh yang Tak Pernah Diam

by Angga Wijaya
May 2, 2026
0
‘Maburuh’ dan Tubuh yang Tak Pernah Diam

Di Bali, saya jarang benar-benar melihat orang menganggur. Bahkan ketika tidak ada pekerjaan tetap, selalu saja ada yang dikerjakan. Menyapu...

Read moreDetails

Menimbang Ulang ‘May Day’ Bagi Pekerja Budaya

by Arief Rahzen
May 1, 2026
0
Menimbang Ulang ‘May Day’ Bagi Pekerja Budaya

TIAP tanggal satu Mei tiba, ingatan kita biasanya langsung tertuju pada lautan manusia di jalanan protokol Jakarta. Memori kita terikat...

Read moreDetails
Next Post
Aristokrasi Übermensch: Nietzsche Vs Politik Haus Kekuasaan

Aristokrasi Übermensch: Nietzsche Vs Politik Haus Kekuasaan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Monyet Cerdik dan Babi Hutan | Dongeng dari Jepang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KENAPA MASYARAKAT BALI MENSAKRALKAN MANGROVE (Prapat/Pedada/Pidada)?

— Mengenang Kembali Pohon Pesisir yang Dimuliakan Danghyang Nirartha Oleh: Sugi Lanus Di sepanjang garis pantai pulau Serangan dan pantai-pantai...

by Sugi Lanus
May 7, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Menguji Batas Tanggung Jawab Terbatas:  ‘Piercing the Corporate Veil’ dalam Sengketa Kepemilikan dan Pengalihan Saham

DALAM rezim hukum Perseroan Terbatas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, prinsip tanggung jawab terbatas...

by I Made Pria Dharsana
May 7, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Bermain dengan Jin Tengah Malam

MEMILIKI seorang anak yang sehat, cerdas, dan saleh tentu membahagiakan bagi Krisna Malika dan Riana Dewanti. Anak pertama mereka, Arkanda...

by Chusmeru
May 7, 2026
Pameran ‘Roots & Routes’: Refleksi Tentang Identitas, Ingatan dan Perjalanan Hidup
Ulas Rupa

Pameran ‘Roots & Routes’: Refleksi Tentang Identitas, Ingatan dan Perjalanan Hidup

DI tengah geliat seni rupa kontemporer yang semakin cair dan lintas disiplin, pameran “Roots & Routes” yang berlangsung di Biji...

by I Gede Made Surya Darma
May 7, 2026
Film ‘Michael’ : Merayakan Sang Raja, Menghindari Bayang-Bayang Kontroversi
Ulas Film

Film ‘Michael’ : Merayakan Sang Raja, Menghindari Bayang-Bayang Kontroversi

TIDAK banyak film biografi mampu merangkum kehidupan seorang musisi besar secara utuh. Ada yang memilih merayakan, ada pula yang mencoba...

by Made Adnyana
May 6, 2026
Bukan Hanya Salah Kaprah, “Sepakat 1.000%” Juga Cacat Logika
Bahasa

Bukan Hanya Salah Kaprah, “Sepakat 1.000%” Juga Cacat Logika

PERNAHKAH Anda mendengar orang mengatakansepakat seribu persen? Saya sendiri kerap mendengar pejabat, figur publik, atau teman sendiri berteriak sepakat seribu...

by I Made Sudiana
May 5, 2026
Menjual Sepi: Ketika ‘Healing’ di Bali Berubah Menjadi Industri
Esai

Menjual Sepi: Ketika ‘Healing’ di Bali Berubah Menjadi Industri

- Sebuah Refleksi tentang Komodifikasi Kesunyian dan Pergeseran Makna Ruang Sakral BALI kini tengah menjual sesuatu yang paling mahal di...

by Nur Kamilia
May 5, 2026
Desa Adat Batur Bangun ‘Cihna’ di Titik Nol Batur Let —Songsong Seratus Tahun Rarud Batur
Budaya

Desa Adat Batur Bangun ‘Cihna’ di Titik Nol Batur Let —Songsong Seratus Tahun Rarud Batur

DESA Adat Batur melaksanakan upacara ngruwak sebagai langkah awal pembangunan Cihna (tanda) Titik Nol Batur Let (pusat permukiman Desa Adat...

by Nyoman Budarsana
May 4, 2026
Aoroville: Kota Eksperimental
Esai

Aoroville: Kota Eksperimental

Pertemuan yang Mengubah Arah: Mirra Alfassa dan Sri Aurobindo Ada pertemuan-pertemuan dalam sejarah yang tidak sekadar mempertemukan dua individu, tetapi...

by Agung Sudarsa
May 4, 2026
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh
Persona

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
Lomba Tapel Ogoh-ogoh di UPMI Bali: Menumbuhkan Kreativitas Tanpa Batas
Panggung

Lomba Tapel Ogoh-ogoh di UPMI Bali: Menumbuhkan Kreativitas Tanpa Batas

“Ogoh-ogoh itu bukan lagi kesenian musiman. Tetapi kesenian yang dikerjakan sepanjang masa.” Kalimat pembuka itu meluncur dari Dr. I Made...

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
Antara Proses dan Hasil: Cara Pemain Menentukan Nilai Akun di Valorant
Gaya

Antara Proses dan Hasil: Cara Pemain Menentukan Nilai Akun di Valorant

TIDAK semua pemain menikmati perjalanan yang sama dalam game. Ada yang menghargai setiap tahap perkembangan, ada juga yang lebih fokus...

by tatkala
May 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co