1 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Golf Hanya Untuk Orang Kaya dan Orang yang Ngebet Kaya

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
March 3, 2023
in Esai
Golf Hanya Untuk Orang Kaya dan Orang yang Ngebet Kaya

Ilustrasi tatkala.co | Wiradinata

KALAU NGOMONGIN golf, maka yang langsung muncul di kepala saya adalah, “Saya pernah punya bola golf dan enggak tahu digunakan untuk apa!”  Seingat saya, selain pernah punya bolanya, golf juga pernah menemani masa kecil saya dalam bentuk permainan di gawai.

Jadi, saya kenal golf, tapi tak pernah tahu bagaimana permainan golf itu sesungguhnya. Tentu karena golf bukan olahraga yang dekat dengan masa kecil anak-anak desa seperti saya. Sehingga cukup wajar ketika saya tiba-tiba berada pada pusaran olahraga ini secara agak lebih jauh ke dalam.

Bersama senior dan beberapa teman di organisasi, saya ikut menjadi panitia yang dibentuk untuk menyelenggarakan sebuah turnamen. Ya, itu, turnamen golf.

Olahraga golf, dalam pandangan saya, identik dengan permainan kalangan elit, eits bukan ekonomi sulit, tapi, ya, itu, memang benar-benar ditekuni oleh orang yang memiliki kemapanan secara finansial.

Saya pikir pernyataan saya barusan adalah hal yang masuk akal, mengingat biaya pendaftaran turnamen, yang saya jadi salah satu panitianya ini, sebesar Rp. 2,7 juta. Buat anak-anak perantauan seperti saya uang sebesar itu bisa buat hidup selama satu bulan.  

Nama turnamennya adalah Tridatu Golf Tournament 2023 dengan tema “Games for Earth and Humanity”. Ya sesuai dengan tema, jadi turnamen ini sebenarnya adalah sebuah gerakan penggalangan dana.

Terus dana yang terkumpul nanti dibuat apa? Pasti pertanyaan seperti itu sempat terlintas di kepala kalian.  Jangan curiga. Dana yang terkumpul itu nantinya akan digunakan untuk beasiswa pendidikan, juga ada untuk perbaikan rumah ibadah, dan terakhir untuk bantuan kemanusiaan—ya seperti kita ketahui kalau Indonesia adalah sebuah negara yang kapan saja bisa terjadi bencana alam.

Jadi secara tidak langsung para golfer—sebutan untuk para pemain golf—juga ikut membantu di tiga aktivitas kemanusiaan itu.

Jadi Tridatu Golf Tournament ini sudah memasuki penyelenggaraan ketiga, sebelumnya dilaksanakan di tahun 2019 dan 2020—semua dilakukan sebelum Covid-19 menerjang. Dan dana yang terkumpul sudah dirasakan manfaatnya oleh banyak orang, seperti lima orang yang sudah disekolahkan di tingkat magister—saya salah satunya. Hehe.

Lalu, sudah ada juga pendistribusian bantuan kemanusiaan di beberapa titik bencana, seperti gempa bumi di Lombok tahun 2018, kemudian gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi di Palu di tahun yang sama, dan masih banyak lagi.

Oke, cukup panjang saya ngelantur. Mari lanjut ke topik utama, yaitu golf.

Selain biaya pendaftaran yang cukup bikin pusing kepala, ternyata harga peralatannya pun bisa bikin saya nempelin koyo di kedua sisi pelipis saya. Jadi wajar kalau saya katakan olahraga ini hanya untuk orang-orang kaya.

Tapi harga yang bikin kepala pusing itu ternyata cukup menjanjikan, karena setelah saya perhatikan orang-orang yang ikut dalam turnamen dimana saya ikut menjadi panitia adalah orang dengan posisi strategis di perusahaannya. Ada yang jadi direktur, komisaris, pengusaha muda, manajer, dan jabatan mentereng lainnya. Naa, di sini saya bilang kalau selain orang kaya, golf juga olahraga buat orang yang ingin kaya.

Olahraga ini otomatis menciptakan sebuah lingkaran pertemanan yang dalam asumsi saya akan cukup membangun. Saya membayangkan kalau hal-hal yang dibicarakan di dalamnya adalah project ke depan, relasi yang dimiliki, sampai berbagi peluang usaha yang bisa dikerjakan bersama. Berangkat dari sana, tentu peluang untuk bergerak maju dan jadi kaya terbuka lebar dong? Hehe.

Tapi, ya, itu tadi, memang untuk mendapatkan lingkar pertemanan seperti itu, modal yang harus dikeluarkan di awal bisa dibilang tidak sedikit.

Tidak hanya itu saja, bahkan saat sudah berada di lapangan, untuk membunuh rasa bosan pada saat menunggu giliran, mereka akan bertaruh untuk hal-hal yang menarik bagi mereka. Jangan tanya nominalnya, pasti juga besar—itu saya dengar dari salah satu senior saya yang juga seorang golfer.

Selain keluar untuk hal-hal yang bersifat teknis permainan, uang dari seorang golfer biasanya juga untuk memberi tip kepada para caddy—petugas yang bertugas untuk mengantarkan para pemain ke setiap hole (lapangan), dan memberi, dan membersihkan stik golf para pemain.

Bahkan, teman saya yang bertugas mengambil gambar sempat mendapat uang Rp. 100 ribu dari salah seorang golfer.

Sampai lupa, Tridatu Golf Tournament 2023 yang berlangsung di Imperial Golf Lippo Karawaci, Tangerang, Banten, ini berhasil mendatangkan 117 golfer. Banyak bukan? Padahal biaya pendaftarannya terbilang mahal. Hadiahnya pun tidak main-main. Ada motor listrik, sepeda listrik, TV, steam pencuci motor, gawai, baju golf, topi golf, sarung tangan golf, dan uang tunai.

Jadi total hadiahnya pun bikin pusing juga. Hahaha. Sudah terbayang berapa anggaran yang harus dikeluarkan untuk menyelenggarakan sebuah turnamen golf?

Terlibatnya saya dalam kepanitiaan sebuah turnamen golf ini memperlihatkan kepada saya begitu banyak realita. Mulai dari citra olahraga ini, kemudian lingkar pertemanan yang bisa tercipta dalam olahraga ini, kemudian dunia-dunia gelap olahraga ini pun sempat saya saksikan, dan jujur bikin saya geleng-geleng kepala.

Satu sisi tidak menyangka, satu sisi lagi ada rasa memaklumi—meski persentasenya tidak banyak-banyak amat. Tentu sebagai panitia saya sangat bahagia, karena kegiatan ini berakhir dengan senyum kesuksesan, namun di sisi lain fakta-fakta dalam olahraga ini masih membuat saya tidak habis pikir.

Kaget-kaget dengan dunia golf sepertinya belum berhenti sampai tulisan ini selesai—sepertinya akan ada tulisan lain menyoal golf yang menyusul. Pasti masih ada hal-hal yang belum saya ketahui soal salah satu olahraga mentereng ini. Apa kalian punya cerita lain soal olahraga ini? Bisa dibagikan juga ya! [T]

BACA artikel lain dari penulis TEDDY CHRISPRIMANATA PUTRA

A Letter to World Leaders
Mengintip Benny Santoso Membuat “Ini Tempe”: Inilah Tempe Artisan dari Bali yang Kaya Substansi
Macam-macam Usaha Sukses Orang Buleleng di Denpasar: Siobak, Rujak, Kopi dan Advertising
Tags: golferolahragaolahraga golforang kaya
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ya Kuliah, Ya Kerja | Tips Membagi Waktu Kuliah Sambil Bekerja

Next Post

Aristokrasi Übermensch: Nietzsche Vs Politik Haus Kekuasaan

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails

Seni sebagai Napas Demokrasi: Mengapa Kritik Bukan Ancaman, Melainkan Tanda Kehidupan

by Ahmad Prasetya Hady
July 28, 2026
0
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan

“Demokrasi tidak hanya hidup di bilik suara. Ia juga hidup di panggung teater, di dinding mural, dalam bait puisi, dan...

Read moreDetails

Komunikasi Politik dan Krisis Komunikasi Publik Pemimpin

by Chusmeru
July 27, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DINAMIKA komunikasi politik selalu berubah pada setiap rezim. Puluhan tahun silam, para pemimpin dikenal lewat pidato di lapangan terbuka dan...

Read moreDetails

Bali di Persimpangan Kesadaran ——Membaca Tragedi Sosial Melalui Perspektif Pañcamaya Kośa

by Agung Sudarsa
July 27, 2026
0
Bali di Persimpangan Kesadaran ——Membaca Tragedi Sosial Melalui Perspektif Pañcamaya Kośa

SEBUAH peristiwa tragis yang baru-baru ini terjadi di Bali kembali mengguncang nurani masyarakat. Bukan semata karena adanya korban jiwa, tetapi...

Read moreDetails
Next Post
Aristokrasi Übermensch: Nietzsche Vs Politik Haus Kekuasaan

Aristokrasi Übermensch: Nietzsche Vs Politik Haus Kekuasaan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026
Panggung

Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

 “Perempuan punya hak atas tubuhnya sendiri!” Kalimat itu meluncur tegas dari Sasti Gotama saat membahas novel Korpus Uterus di Singaraja...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali
Khas

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi
Khas

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi
Khas

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
Pada Akhirnya Eksperimentasi Napas, Tubuh, dan Gerak Itu Berjudul Igel Prana ——Catatan Pasca Pertunjukan dan Sidang Tertutup Gus Sena
Ulas Pentas

Pada Akhirnya Eksperimentasi Napas, Tubuh, dan Gerak Itu Berjudul Igel Prana ——Catatan Pasca Pertunjukan dan Sidang Tertutup Gus Sena

MALAM itu, 20 Juli 2026, jam di ponsel menunjukan pukul 18:52 Wita, di depan gedung Ni Ketut Reneng, kampus Institut...

by Dewa Purwita Sukahet
July 31, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Insolvensi dan Kewajiban Debitur Pailit

PUTUSAN Mahkamah Konstitusi Nomor 181/PUU-XXIII/2025 menjadi salah satu penegasan penting dalam perkembangan hukum kepailitan di Indonesia. Melalui putusan tersebut, Mahkamah...

by I Made Pria Dharsana
July 31, 2026
Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026
Panggung

Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

 “Rumah itu sebenarnya apa?” Pertanyaan itu terus mengemuka sepanjang diskusi buku Rumah karya J.S. Khairen pada hari ketiga Singaraja Literary...

by Dede Putra Wiguna
July 31, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co