2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Golf Hanya Untuk Orang Kaya dan Orang yang Ngebet Kaya

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
March 3, 2023
in Esai
Golf Hanya Untuk Orang Kaya dan Orang yang Ngebet Kaya

Ilustrasi tatkala.co | Wiradinata

KALAU NGOMONGIN golf, maka yang langsung muncul di kepala saya adalah, “Saya pernah punya bola golf dan enggak tahu digunakan untuk apa!”  Seingat saya, selain pernah punya bolanya, golf juga pernah menemani masa kecil saya dalam bentuk permainan di gawai.

Jadi, saya kenal golf, tapi tak pernah tahu bagaimana permainan golf itu sesungguhnya. Tentu karena golf bukan olahraga yang dekat dengan masa kecil anak-anak desa seperti saya. Sehingga cukup wajar ketika saya tiba-tiba berada pada pusaran olahraga ini secara agak lebih jauh ke dalam.

Bersama senior dan beberapa teman di organisasi, saya ikut menjadi panitia yang dibentuk untuk menyelenggarakan sebuah turnamen. Ya, itu, turnamen golf.

Olahraga golf, dalam pandangan saya, identik dengan permainan kalangan elit, eits bukan ekonomi sulit, tapi, ya, itu, memang benar-benar ditekuni oleh orang yang memiliki kemapanan secara finansial.

Saya pikir pernyataan saya barusan adalah hal yang masuk akal, mengingat biaya pendaftaran turnamen, yang saya jadi salah satu panitianya ini, sebesar Rp. 2,7 juta. Buat anak-anak perantauan seperti saya uang sebesar itu bisa buat hidup selama satu bulan.  

Nama turnamennya adalah Tridatu Golf Tournament 2023 dengan tema “Games for Earth and Humanity”. Ya sesuai dengan tema, jadi turnamen ini sebenarnya adalah sebuah gerakan penggalangan dana.

Terus dana yang terkumpul nanti dibuat apa? Pasti pertanyaan seperti itu sempat terlintas di kepala kalian.  Jangan curiga. Dana yang terkumpul itu nantinya akan digunakan untuk beasiswa pendidikan, juga ada untuk perbaikan rumah ibadah, dan terakhir untuk bantuan kemanusiaan—ya seperti kita ketahui kalau Indonesia adalah sebuah negara yang kapan saja bisa terjadi bencana alam.

Jadi secara tidak langsung para golfer—sebutan untuk para pemain golf—juga ikut membantu di tiga aktivitas kemanusiaan itu.

Jadi Tridatu Golf Tournament ini sudah memasuki penyelenggaraan ketiga, sebelumnya dilaksanakan di tahun 2019 dan 2020—semua dilakukan sebelum Covid-19 menerjang. Dan dana yang terkumpul sudah dirasakan manfaatnya oleh banyak orang, seperti lima orang yang sudah disekolahkan di tingkat magister—saya salah satunya. Hehe.

Lalu, sudah ada juga pendistribusian bantuan kemanusiaan di beberapa titik bencana, seperti gempa bumi di Lombok tahun 2018, kemudian gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi di Palu di tahun yang sama, dan masih banyak lagi.

Oke, cukup panjang saya ngelantur. Mari lanjut ke topik utama, yaitu golf.

Selain biaya pendaftaran yang cukup bikin pusing kepala, ternyata harga peralatannya pun bisa bikin saya nempelin koyo di kedua sisi pelipis saya. Jadi wajar kalau saya katakan olahraga ini hanya untuk orang-orang kaya.

Tapi harga yang bikin kepala pusing itu ternyata cukup menjanjikan, karena setelah saya perhatikan orang-orang yang ikut dalam turnamen dimana saya ikut menjadi panitia adalah orang dengan posisi strategis di perusahaannya. Ada yang jadi direktur, komisaris, pengusaha muda, manajer, dan jabatan mentereng lainnya. Naa, di sini saya bilang kalau selain orang kaya, golf juga olahraga buat orang yang ingin kaya.

Olahraga ini otomatis menciptakan sebuah lingkaran pertemanan yang dalam asumsi saya akan cukup membangun. Saya membayangkan kalau hal-hal yang dibicarakan di dalamnya adalah project ke depan, relasi yang dimiliki, sampai berbagi peluang usaha yang bisa dikerjakan bersama. Berangkat dari sana, tentu peluang untuk bergerak maju dan jadi kaya terbuka lebar dong? Hehe.

Tapi, ya, itu tadi, memang untuk mendapatkan lingkar pertemanan seperti itu, modal yang harus dikeluarkan di awal bisa dibilang tidak sedikit.

Tidak hanya itu saja, bahkan saat sudah berada di lapangan, untuk membunuh rasa bosan pada saat menunggu giliran, mereka akan bertaruh untuk hal-hal yang menarik bagi mereka. Jangan tanya nominalnya, pasti juga besar—itu saya dengar dari salah satu senior saya yang juga seorang golfer.

Selain keluar untuk hal-hal yang bersifat teknis permainan, uang dari seorang golfer biasanya juga untuk memberi tip kepada para caddy—petugas yang bertugas untuk mengantarkan para pemain ke setiap hole (lapangan), dan memberi, dan membersihkan stik golf para pemain.

Bahkan, teman saya yang bertugas mengambil gambar sempat mendapat uang Rp. 100 ribu dari salah seorang golfer.

Sampai lupa, Tridatu Golf Tournament 2023 yang berlangsung di Imperial Golf Lippo Karawaci, Tangerang, Banten, ini berhasil mendatangkan 117 golfer. Banyak bukan? Padahal biaya pendaftarannya terbilang mahal. Hadiahnya pun tidak main-main. Ada motor listrik, sepeda listrik, TV, steam pencuci motor, gawai, baju golf, topi golf, sarung tangan golf, dan uang tunai.

Jadi total hadiahnya pun bikin pusing juga. Hahaha. Sudah terbayang berapa anggaran yang harus dikeluarkan untuk menyelenggarakan sebuah turnamen golf?

Terlibatnya saya dalam kepanitiaan sebuah turnamen golf ini memperlihatkan kepada saya begitu banyak realita. Mulai dari citra olahraga ini, kemudian lingkar pertemanan yang bisa tercipta dalam olahraga ini, kemudian dunia-dunia gelap olahraga ini pun sempat saya saksikan, dan jujur bikin saya geleng-geleng kepala.

Satu sisi tidak menyangka, satu sisi lagi ada rasa memaklumi—meski persentasenya tidak banyak-banyak amat. Tentu sebagai panitia saya sangat bahagia, karena kegiatan ini berakhir dengan senyum kesuksesan, namun di sisi lain fakta-fakta dalam olahraga ini masih membuat saya tidak habis pikir.

Kaget-kaget dengan dunia golf sepertinya belum berhenti sampai tulisan ini selesai—sepertinya akan ada tulisan lain menyoal golf yang menyusul. Pasti masih ada hal-hal yang belum saya ketahui soal salah satu olahraga mentereng ini. Apa kalian punya cerita lain soal olahraga ini? Bisa dibagikan juga ya! [T]

BACA artikel lain dari penulis TEDDY CHRISPRIMANATA PUTRA

A Letter to World Leaders
Mengintip Benny Santoso Membuat “Ini Tempe”: Inilah Tempe Artisan dari Bali yang Kaya Substansi
Macam-macam Usaha Sukses Orang Buleleng di Denpasar: Siobak, Rujak, Kopi dan Advertising
Tags: golferolahragaolahraga golforang kaya
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ya Kuliah, Ya Kerja | Tips Membagi Waktu Kuliah Sambil Bekerja

Next Post

Aristokrasi Übermensch: Nietzsche Vs Politik Haus Kekuasaan

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Aristokrasi Übermensch: Nietzsche Vs Politik Haus Kekuasaan

Aristokrasi Übermensch: Nietzsche Vs Politik Haus Kekuasaan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co