28 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ya Kuliah, Ya Kerja | Tips Membagi Waktu Kuliah Sambil Bekerja

Musti Ariantini by Musti Ariantini
March 3, 2023
in Esai
Ya Kuliah, Ya Kerja | Tips Membagi Waktu Kuliah Sambil Bekerja

Ilustrasi tatkala.co | Jason Aditya

Kuliah adalah privilege, suatu yang mahal bukan hanya dari segi biaya tapi juga niat dan usaha yang tidak semua orang bisa merasakannya. Ya, kampus adalah tempat orang-orang beruntung, yang bisa mengembangkan dan mendapatkan wawasan lebih banyak.

Namun, kebanyakan mahasiswa yang sudah duduk di bangku kuliah, tidak menyadarinya, dan mungkin menganggap kuliah hanya untuk memberi makan ego gengsi, sehingga mereka dengan mudahnya melalaikan tanggung jawab. Sementara di sisi lain, ada orang yang berusaha mati-matian agar bisa merasakan bagaimana empuknya bangku kuliah, yang nyatanya sedikit keras.

Duduk di bangku kuliah, terasa keras, berat dan tidak nyaman, terkhusus bagi orang-orang yang berasal dari ekonomi menengah ke bawah, seperti saya. Bukan, bukan kursinya yang keras dan berat, melainkan prosesnya. Yang mana persoalan biaya yang tidak sedikit, rasa minder, insecure, kecewa dan takut selalu menghantui tiap langkah kaki.

Tetapi, di balik itu, saya merasa bangga bisa menjadi salah satu orang beruntung tersebut─untuk bisa berkembang, pada ruang yang katanya menjadi tangga untuk kesempatan hidup lebih layak.

Meski untuk menjalaninya harus dengan usaha yang amat ekstra dan mengorbankan banyak hal berharga. Seperti kata pepatah yang pernah saya baca (entah di mana) “Untuk mendapatkan sesuatu yang berharga, harus mengorbankan sesuatu yang sama berharganya”. Kata-kata yang selalu berhasil menyadarkan saya untuk lebih bertanggung jawab dengan apa yang saya pilih dan untuk apa yang harus saya korbankan.

Ya, untuk mampu menikmati keberuntungan dunia kuliah, saya (dan banyak orang di luar sana) harus rela mengorbankan waktu, tenaga bahkan masa muda yang seharusnya menjadi masa bersenang-senang, berkumpul dengan kawan dan berkelana. Bagaimana mungkin bisa melakukan hal-hal tersebut, sedangkan waktu saya habis untuk kuliah, organisasi dan kerja.

Kuliah sambil bekerja, bukanlah hal asing, bahkan banyak orang mengalaminya (meski tidak semua), entah itu kerja part time atau mungkin full time. Yang tidak lain tujuannya untuk membiayai dan memenuhi kebutuhan diri sendiri atau bahkan sambil membantu perekonomian keluarga.

(Untuk kalian yang bekerja sambal kuliah, kalian hebat.) Rela pulang lebih awal ketika jam kuliah selesai untuk bersiap ke tempat kerja; rela menahan hasrat untuk nongki-nongki cantik seperti teman yang lain; rela bergadang yang bahkan waktu tidur hanya 5-6 jam dalam sehari. Tidak ada yang namanya me time atau tidur siang  dan bahkan waktu libur digunakan untuk bekerja atau mengerjakan tugas.

Belum lagi dituntut untuk mendapatkan hasil yang memuaskan dalam perkuliahan; dituntut mengerjakan pekerjaan dengan maksimal oleh atasan, rekan kerja yang menyebalkan atau suasana kerja yang mungkin kurang nyaman; titah untuk aktif dalam setiap kegiatan kampus untuk menambah sertifikasi, keinginan orang tua yang mungkin sedikit sulit untuk dipenuhi, dunia asmara yang terkadang berantakan dan yah, masih banyak lagi.

Bekerja sambil kuliah tidak lah mudah. Fokus kita harus terbagi dan sangat sulit untuk bisa menyeimbangkan keduanya. Dunia kerja, bukanlah dunia main-main, harus professional dan komitmen yang tinggi─bahkan tak jarang kuliah terbengkalai, nilai turun dan sedikit mengecewakan. Hal yang bisa kita (saya) lakukan hanyalah berusaha lebih keras di semester berikutnya, yang meskipun saya yakin semester berikutnya pasti lebih susah.

Namun hingga kini, saya masih bisa bertahan pada dunia kerja dan juga dunia kuliah dengan hasil yang bisa dikatakan cukup memuaskan (ditambah organisasi kampus yang terkadang padat kegiatan.)

Bekerja sambil kuliah sudah saya lakukan dari semester 3, ya meski kerja berpindah tempat dan saat-saat awal menjalani 3 kegiatan secara bersamaan terasa sangat berat (bahkan sempat ingin menyerah.) Namun saya bersyukur diri ini bisa diajak kerja sama dengan baik dan Tuhan mengirim orang-orang baik di sekeliling saya.

Untuk itu, barangkali berguna, pada kesempatan kali ini, saya akan menbagikan sedikit tips untuk bisa menyeimbangkan antara kuliah dengan bekerja

Manajemen Waktu

Manajemen waktu sangat amat penting kita lakukan, semua hal bergantung dari bagaimana cara kita mengatur waktu, terutama bagi saya yang seorang mahasiswi jurusan Manajemen. Manajemen waktu sangat membantu saya, dimana saya biasa membuat jadwal kegiatan perhari yang didalamnya terdapat hal-hal apa yang harus saya kerjakan di hari ini, esok dan lusa.

Melawan Rasa Malas

Musuh terbesar saya bahkan mungkin semua orang adalah rasa malas.

Sangat sulit melawan rasa malas, dan tentunya bisa menghancurkan semuanya. Cara melawan rasa malas menurut saya cukup simple namun sulit dipraktikkan yaitu dengan membayangkan bagaimana bila tugas-tugas saya tidak selesai pada waktu deadline sehingga dosen memarahi saya di dalam kelas, bagaimana bila atasan saya marah dan memecat saya ketika pekerjaan masih terbengkalai, bagaimana nasib saya kedepannya ketika saya bersantai sedangkan orang lain sibuk belajar.

Ya, bayangan-bayangan horor tersebut mampu mendorong rasa malas saya, meski terkadang gagal, dan harus mengorbankan waktu istirahat untuk mengerjakan pekerjaan yang masih terbengkalai.

Mencari Relasi yang Berkualitas

Relasi di dunia perkuliahan sangat penting, meski ada yang mengatakan kuliah harus mandiri, namun tanpa bantuan teman kamu tidak bisa melakukannya. Saya sendiri mengalami hal tersebut, di mana ketika pekerjaan saya sedang sangat padat, tugas-tugas akhir semester yang menumpuk dan detik-detik UAS.

Pada masa itulah saya merasa sedikit gila, namun dengan uluran tangan teman-teman pada akhirnya saya mampu melewatinya. Mereka menyemangati saya baik secara batin maupun bantuan fisik. Mereka mengingatkan kapan deadline tugas, membantu mencarikan bahan untuk tugas saya dan masih banyak lagi bantuan dari mereka. Hal ini lah yang menjadi salah satu alasan saya untuk mampu melewati tiap semester yang kian berat.

Mengapresiasi Diri

Apresiasi diri sangat penting untuk menjaga diri tetap waras di tengah gempuran masalah dan cobaan. Jangan lupa berterima kasih kepada diri sendiri dengan cara-cara yang sederhana, seperti misalnya membeli makanan kesukaan ketika gajian tiba, membeli barang-barang yang diinginkan, atau mungkin sesekali mengunjungi tempat-tempat yang menenangkan dan berkumpul bersama teman, bercengkerama dan tertawa. Jangan terlalu keras pada diri sendiri, peluklah bila ia mulai lemah.

Nah, itulah hal-hal yang biasa saya lakukan untuk melewati rutinitas yang sedikit melelahkan (kuliah sambil bekerja). Terkadang saya heran, kenapa manusia itu aneh, berusaha mati-matian untuk bekerja sehingga bisa kuliah dengan harapan setelah kuliah bisa mendapatkan pekerjaan. Tapi begitulah hidup, syukuri semua hal yang kalian jalani dan belajar bertanggung jawab pada pilihan.[T]

Wartawan Kuliah di Fakultas Ekonomi, Ada yang Salah?
Lulus Kuliah, Ngapain? Bekerja atau Berkarya? Bikin Ukiran itu Berkarya, Bikin Anak Tangga itu Bekerja
Menikah Saat Kuliah: Pupuslah Mimpi Masa Muda, tapi Kini Aku Punya Tujuan
Selamat Datang Mahasiswa Baru: OKK itu Keras, Perkuliahan Lebih Keras
Tags: balibulelengkuliahkuliah sambil kerjamahasiswaPendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Drama Gong Lawas Kita Belajar Kembali Bahasa Bali yang Baik

Next Post

Golf Hanya Untuk Orang Kaya dan Orang yang Ngebet Kaya

Musti Ariantini

Musti Ariantini

Admin tatkala.co

Related Posts

Annam Brahman: Makanan adalah Tuhan

by Agung Sudarsa
April 28, 2026
0
Annam Brahman: Makanan adalah Tuhan

Dari Dapur Menuju Kesadaran Ungkapan Annam Brahman dari Taittiriya Upanishad sering terdengar sederhana, bahkan terasa “terlalu duniawi” untuk ukuran nilai-nilai...

Read moreDetails

Buku Terbit, Lalu Terlalu Banyak Selebrasi

by Angga Wijaya
April 28, 2026
0
Buku Terbit, Lalu Terlalu Banyak Selebrasi

BUKU terus lahir, hampir setiap waktu. Dari penulis lama, penulis baru; dari yang sudah punya nama, sampai yang masih mencari...

Read moreDetails

Sensasi dan Kejutan Seba Baduy 2026 sebagai Diplomasi Budaya

by Asep Kurnia
April 27, 2026
0
Sensasi dan Kejutan Seba Baduy 2026 sebagai Diplomasi Budaya

TAK dapat dipungkiri lagi bahwa Seba Baduy bukan lagi dimaknai hanya sebagai acara ritual sakral semata, tapi sudah melebihi dari...

Read moreDetails

Bulan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan

by I Nyoman Tingkat
April 27, 2026
0
Bulan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan

DUNIA mengakui1 April adalah tanggal olok-olok. Orang boleh berbohong pada 1 April yang disebut dengan April Mop. Tidak demikian dengan...

Read moreDetails

Masalahnya Bukan Hanya Anggaran

by Isran Kamal
April 27, 2026
0
“Self-Diagnosis” atau “Self-Awareness”?:  Navigasi Kesehatan Mental di Era TikTok dan Instagram

SETIAP kali angka besar muncul di ruang publik, reaksi yang mengikuti hampir selalu serupa, yakni cepat, emosional, dan penuh kecurigaan....

Read moreDetails

Ketika Orang Bali Terpapar Jadi Pasukan Payuk Jakan & Cicing Borosan

by Sugi Lanus
April 27, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 27 April 2027 Lihatlah berbagai kejadian orang Bali cekcok, adu mulut terbuka, saling berhadapan-hadapan, berkelahi...

Read moreDetails

Teatrikal Politik Lingkungan di Bali

by Teddy Chrisprimanata Putra
April 26, 2026
0
Menghitung Kekuatan Politik Giri Prasta

BALI sedang tidak baik-baik saja. Setidaknya pernyataan tersebut valid dalam perspektif lingkungan. Telah menjadi diskursus publik bahwa Bali saat ini...

Read moreDetails

Payung Pantai Menjamur, Pohon Memudar: Menurunnya Keindahan Alam Bali

by Nyoman Mariyana
April 26, 2026
0
Payung Pantai Menjamur, Pohon Memudar: Menurunnya Keindahan Alam Bali

KEDATANGAN wisatawan ke Bali pada dasarnya bukan semata-mata karena hotel mewah, pusat hiburan, atau tempat belanja. Mereka datang karena ingin...

Read moreDetails

Sekolah Siaga Kependudukan, Apa Pula Itu?

by I Nyoman Tingkat
April 26, 2026
0
Sekolah Siaga Kependudukan, Apa Pula Itu?

SEKOLAH selalu menjadi objek sosialisasi bagi kesuksesan program pemerintah, baik pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Gaungnya makin kencang setelah reformasi...

Read moreDetails

Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu

by Putu Ayu Sunia Dewi
April 25, 2026
0
Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu

KEKERASAN seksual di Indonesia telah menjadi luka yang tak kunjung usai, bahkan kini merebak di kampus - kampus ternama selain...

Read moreDetails
Next Post
Golf Hanya Untuk Orang Kaya dan Orang yang Ngebet Kaya

Golf Hanya Untuk Orang Kaya dan Orang yang Ngebet Kaya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026
Khas

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
Annam Brahman: Makanan adalah Tuhan
Esai

Annam Brahman: Makanan adalah Tuhan

Dari Dapur Menuju Kesadaran Ungkapan Annam Brahman dari Taittiriya Upanishad sering terdengar sederhana, bahkan terasa “terlalu duniawi” untuk ukuran nilai-nilai...

by Agung Sudarsa
April 28, 2026
Buku Terbit, Lalu Terlalu Banyak Selebrasi
Esai

Buku Terbit, Lalu Terlalu Banyak Selebrasi

BUKU terus lahir, hampir setiap waktu. Dari penulis lama, penulis baru; dari yang sudah punya nama, sampai yang masih mencari...

by Angga Wijaya
April 28, 2026
Sensasi dan Kejutan Seba Baduy 2026 sebagai Diplomasi Budaya
Esai

Sensasi dan Kejutan Seba Baduy 2026 sebagai Diplomasi Budaya

TAK dapat dipungkiri lagi bahwa Seba Baduy bukan lagi dimaknai hanya sebagai acara ritual sakral semata, tapi sudah melebihi dari...

by Asep Kurnia
April 27, 2026
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali
Persona

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
Peringatan Hari Tari Sedunia di UPMI: Lomba Tari Bali Jadi Ruang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Generasi
Panggung

Peringatan Hari Tari Sedunia di UPMI: Lomba Tari Bali Jadi Ruang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Generasi

LOMBA Tari Bali yang digelar pada 25–26 April 2026 di Auditorium Redha Gunawan, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali), menjadi...

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
Bulan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan
Esai

Bulan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan

DUNIA mengakui1 April adalah tanggal olok-olok. Orang boleh berbohong pada 1 April yang disebut dengan April Mop. Tidak demikian dengan...

by I Nyoman Tingkat
April 27, 2026
“Self-Diagnosis” atau “Self-Awareness”?:  Navigasi Kesehatan Mental di Era TikTok dan Instagram
Esai

Masalahnya Bukan Hanya Anggaran

SETIAP kali angka besar muncul di ruang publik, reaksi yang mengikuti hampir selalu serupa, yakni cepat, emosional, dan penuh kecurigaan....

by Isran Kamal
April 27, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

Ketika Orang Bali Terpapar Jadi Pasukan Payuk Jakan & Cicing Borosan

— Catatan Harian Sugi Lanus, 27 April 2027 Lihatlah berbagai kejadian orang Bali cekcok, adu mulut terbuka, saling berhadapan-hadapan, berkelahi...

by Sugi Lanus
April 27, 2026
Menghitung Kekuatan Politik Giri Prasta
Esai

Teatrikal Politik Lingkungan di Bali

BALI sedang tidak baik-baik saja. Setidaknya pernyataan tersebut valid dalam perspektif lingkungan. Telah menjadi diskursus publik bahwa Bali saat ini...

by Teddy Chrisprimanata Putra
April 26, 2026
Payung Pantai Menjamur, Pohon Memudar: Menurunnya Keindahan Alam Bali
Esai

Payung Pantai Menjamur, Pohon Memudar: Menurunnya Keindahan Alam Bali

KEDATANGAN wisatawan ke Bali pada dasarnya bukan semata-mata karena hotel mewah, pusat hiburan, atau tempat belanja. Mereka datang karena ingin...

by Nyoman Mariyana
April 26, 2026
Sekolah Siaga Kependudukan, Apa Pula Itu?
Esai

Sekolah Siaga Kependudukan, Apa Pula Itu?

SEKOLAH selalu menjadi objek sosialisasi bagi kesuksesan program pemerintah, baik pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Gaungnya makin kencang setelah reformasi...

by I Nyoman Tingkat
April 26, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co