23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ya Kuliah, Ya Kerja | Tips Membagi Waktu Kuliah Sambil Bekerja

Musti Ariantini by Musti Ariantini
March 3, 2023
in Esai
Ya Kuliah, Ya Kerja | Tips Membagi Waktu Kuliah Sambil Bekerja

Ilustrasi tatkala.co | Jason Aditya

Kuliah adalah privilege, suatu yang mahal bukan hanya dari segi biaya tapi juga niat dan usaha yang tidak semua orang bisa merasakannya. Ya, kampus adalah tempat orang-orang beruntung, yang bisa mengembangkan dan mendapatkan wawasan lebih banyak.

Namun, kebanyakan mahasiswa yang sudah duduk di bangku kuliah, tidak menyadarinya, dan mungkin menganggap kuliah hanya untuk memberi makan ego gengsi, sehingga mereka dengan mudahnya melalaikan tanggung jawab. Sementara di sisi lain, ada orang yang berusaha mati-matian agar bisa merasakan bagaimana empuknya bangku kuliah, yang nyatanya sedikit keras.

Duduk di bangku kuliah, terasa keras, berat dan tidak nyaman, terkhusus bagi orang-orang yang berasal dari ekonomi menengah ke bawah, seperti saya. Bukan, bukan kursinya yang keras dan berat, melainkan prosesnya. Yang mana persoalan biaya yang tidak sedikit, rasa minder, insecure, kecewa dan takut selalu menghantui tiap langkah kaki.

Tetapi, di balik itu, saya merasa bangga bisa menjadi salah satu orang beruntung tersebut─untuk bisa berkembang, pada ruang yang katanya menjadi tangga untuk kesempatan hidup lebih layak.

Meski untuk menjalaninya harus dengan usaha yang amat ekstra dan mengorbankan banyak hal berharga. Seperti kata pepatah yang pernah saya baca (entah di mana) “Untuk mendapatkan sesuatu yang berharga, harus mengorbankan sesuatu yang sama berharganya”. Kata-kata yang selalu berhasil menyadarkan saya untuk lebih bertanggung jawab dengan apa yang saya pilih dan untuk apa yang harus saya korbankan.

Ya, untuk mampu menikmati keberuntungan dunia kuliah, saya (dan banyak orang di luar sana) harus rela mengorbankan waktu, tenaga bahkan masa muda yang seharusnya menjadi masa bersenang-senang, berkumpul dengan kawan dan berkelana. Bagaimana mungkin bisa melakukan hal-hal tersebut, sedangkan waktu saya habis untuk kuliah, organisasi dan kerja.

Kuliah sambil bekerja, bukanlah hal asing, bahkan banyak orang mengalaminya (meski tidak semua), entah itu kerja part time atau mungkin full time. Yang tidak lain tujuannya untuk membiayai dan memenuhi kebutuhan diri sendiri atau bahkan sambil membantu perekonomian keluarga.

(Untuk kalian yang bekerja sambal kuliah, kalian hebat.) Rela pulang lebih awal ketika jam kuliah selesai untuk bersiap ke tempat kerja; rela menahan hasrat untuk nongki-nongki cantik seperti teman yang lain; rela bergadang yang bahkan waktu tidur hanya 5-6 jam dalam sehari. Tidak ada yang namanya me time atau tidur siang  dan bahkan waktu libur digunakan untuk bekerja atau mengerjakan tugas.

Belum lagi dituntut untuk mendapatkan hasil yang memuaskan dalam perkuliahan; dituntut mengerjakan pekerjaan dengan maksimal oleh atasan, rekan kerja yang menyebalkan atau suasana kerja yang mungkin kurang nyaman; titah untuk aktif dalam setiap kegiatan kampus untuk menambah sertifikasi, keinginan orang tua yang mungkin sedikit sulit untuk dipenuhi, dunia asmara yang terkadang berantakan dan yah, masih banyak lagi.

Bekerja sambil kuliah tidak lah mudah. Fokus kita harus terbagi dan sangat sulit untuk bisa menyeimbangkan keduanya. Dunia kerja, bukanlah dunia main-main, harus professional dan komitmen yang tinggi─bahkan tak jarang kuliah terbengkalai, nilai turun dan sedikit mengecewakan. Hal yang bisa kita (saya) lakukan hanyalah berusaha lebih keras di semester berikutnya, yang meskipun saya yakin semester berikutnya pasti lebih susah.

Namun hingga kini, saya masih bisa bertahan pada dunia kerja dan juga dunia kuliah dengan hasil yang bisa dikatakan cukup memuaskan (ditambah organisasi kampus yang terkadang padat kegiatan.)

Bekerja sambil kuliah sudah saya lakukan dari semester 3, ya meski kerja berpindah tempat dan saat-saat awal menjalani 3 kegiatan secara bersamaan terasa sangat berat (bahkan sempat ingin menyerah.) Namun saya bersyukur diri ini bisa diajak kerja sama dengan baik dan Tuhan mengirim orang-orang baik di sekeliling saya.

Untuk itu, barangkali berguna, pada kesempatan kali ini, saya akan menbagikan sedikit tips untuk bisa menyeimbangkan antara kuliah dengan bekerja

Manajemen Waktu

Manajemen waktu sangat amat penting kita lakukan, semua hal bergantung dari bagaimana cara kita mengatur waktu, terutama bagi saya yang seorang mahasiswi jurusan Manajemen. Manajemen waktu sangat membantu saya, dimana saya biasa membuat jadwal kegiatan perhari yang didalamnya terdapat hal-hal apa yang harus saya kerjakan di hari ini, esok dan lusa.

Melawan Rasa Malas

Musuh terbesar saya bahkan mungkin semua orang adalah rasa malas.

Sangat sulit melawan rasa malas, dan tentunya bisa menghancurkan semuanya. Cara melawan rasa malas menurut saya cukup simple namun sulit dipraktikkan yaitu dengan membayangkan bagaimana bila tugas-tugas saya tidak selesai pada waktu deadline sehingga dosen memarahi saya di dalam kelas, bagaimana bila atasan saya marah dan memecat saya ketika pekerjaan masih terbengkalai, bagaimana nasib saya kedepannya ketika saya bersantai sedangkan orang lain sibuk belajar.

Ya, bayangan-bayangan horor tersebut mampu mendorong rasa malas saya, meski terkadang gagal, dan harus mengorbankan waktu istirahat untuk mengerjakan pekerjaan yang masih terbengkalai.

Mencari Relasi yang Berkualitas

Relasi di dunia perkuliahan sangat penting, meski ada yang mengatakan kuliah harus mandiri, namun tanpa bantuan teman kamu tidak bisa melakukannya. Saya sendiri mengalami hal tersebut, di mana ketika pekerjaan saya sedang sangat padat, tugas-tugas akhir semester yang menumpuk dan detik-detik UAS.

Pada masa itulah saya merasa sedikit gila, namun dengan uluran tangan teman-teman pada akhirnya saya mampu melewatinya. Mereka menyemangati saya baik secara batin maupun bantuan fisik. Mereka mengingatkan kapan deadline tugas, membantu mencarikan bahan untuk tugas saya dan masih banyak lagi bantuan dari mereka. Hal ini lah yang menjadi salah satu alasan saya untuk mampu melewati tiap semester yang kian berat.

Mengapresiasi Diri

Apresiasi diri sangat penting untuk menjaga diri tetap waras di tengah gempuran masalah dan cobaan. Jangan lupa berterima kasih kepada diri sendiri dengan cara-cara yang sederhana, seperti misalnya membeli makanan kesukaan ketika gajian tiba, membeli barang-barang yang diinginkan, atau mungkin sesekali mengunjungi tempat-tempat yang menenangkan dan berkumpul bersama teman, bercengkerama dan tertawa. Jangan terlalu keras pada diri sendiri, peluklah bila ia mulai lemah.

Nah, itulah hal-hal yang biasa saya lakukan untuk melewati rutinitas yang sedikit melelahkan (kuliah sambil bekerja). Terkadang saya heran, kenapa manusia itu aneh, berusaha mati-matian untuk bekerja sehingga bisa kuliah dengan harapan setelah kuliah bisa mendapatkan pekerjaan. Tapi begitulah hidup, syukuri semua hal yang kalian jalani dan belajar bertanggung jawab pada pilihan.[T]

Wartawan Kuliah di Fakultas Ekonomi, Ada yang Salah?
Lulus Kuliah, Ngapain? Bekerja atau Berkarya? Bikin Ukiran itu Berkarya, Bikin Anak Tangga itu Bekerja
Menikah Saat Kuliah: Pupuslah Mimpi Masa Muda, tapi Kini Aku Punya Tujuan
Selamat Datang Mahasiswa Baru: OKK itu Keras, Perkuliahan Lebih Keras
Tags: balibulelengkuliahkuliah sambil kerjamahasiswaPendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Drama Gong Lawas Kita Belajar Kembali Bahasa Bali yang Baik

Next Post

Golf Hanya Untuk Orang Kaya dan Orang yang Ngebet Kaya

Musti Ariantini

Musti Ariantini

Admin tatkala.co

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Golf Hanya Untuk Orang Kaya dan Orang yang Ngebet Kaya

Golf Hanya Untuk Orang Kaya dan Orang yang Ngebet Kaya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co