2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ya Kuliah, Ya Kerja | Tips Membagi Waktu Kuliah Sambil Bekerja

Musti Ariantini by Musti Ariantini
March 3, 2023
in Esai
Ya Kuliah, Ya Kerja | Tips Membagi Waktu Kuliah Sambil Bekerja

Ilustrasi tatkala.co | Jason Aditya

Kuliah adalah privilege, suatu yang mahal bukan hanya dari segi biaya tapi juga niat dan usaha yang tidak semua orang bisa merasakannya. Ya, kampus adalah tempat orang-orang beruntung, yang bisa mengembangkan dan mendapatkan wawasan lebih banyak.

Namun, kebanyakan mahasiswa yang sudah duduk di bangku kuliah, tidak menyadarinya, dan mungkin menganggap kuliah hanya untuk memberi makan ego gengsi, sehingga mereka dengan mudahnya melalaikan tanggung jawab. Sementara di sisi lain, ada orang yang berusaha mati-matian agar bisa merasakan bagaimana empuknya bangku kuliah, yang nyatanya sedikit keras.

Duduk di bangku kuliah, terasa keras, berat dan tidak nyaman, terkhusus bagi orang-orang yang berasal dari ekonomi menengah ke bawah, seperti saya. Bukan, bukan kursinya yang keras dan berat, melainkan prosesnya. Yang mana persoalan biaya yang tidak sedikit, rasa minder, insecure, kecewa dan takut selalu menghantui tiap langkah kaki.

Tetapi, di balik itu, saya merasa bangga bisa menjadi salah satu orang beruntung tersebut─untuk bisa berkembang, pada ruang yang katanya menjadi tangga untuk kesempatan hidup lebih layak.

Meski untuk menjalaninya harus dengan usaha yang amat ekstra dan mengorbankan banyak hal berharga. Seperti kata pepatah yang pernah saya baca (entah di mana) “Untuk mendapatkan sesuatu yang berharga, harus mengorbankan sesuatu yang sama berharganya”. Kata-kata yang selalu berhasil menyadarkan saya untuk lebih bertanggung jawab dengan apa yang saya pilih dan untuk apa yang harus saya korbankan.

Ya, untuk mampu menikmati keberuntungan dunia kuliah, saya (dan banyak orang di luar sana) harus rela mengorbankan waktu, tenaga bahkan masa muda yang seharusnya menjadi masa bersenang-senang, berkumpul dengan kawan dan berkelana. Bagaimana mungkin bisa melakukan hal-hal tersebut, sedangkan waktu saya habis untuk kuliah, organisasi dan kerja.

Kuliah sambil bekerja, bukanlah hal asing, bahkan banyak orang mengalaminya (meski tidak semua), entah itu kerja part time atau mungkin full time. Yang tidak lain tujuannya untuk membiayai dan memenuhi kebutuhan diri sendiri atau bahkan sambil membantu perekonomian keluarga.

(Untuk kalian yang bekerja sambal kuliah, kalian hebat.) Rela pulang lebih awal ketika jam kuliah selesai untuk bersiap ke tempat kerja; rela menahan hasrat untuk nongki-nongki cantik seperti teman yang lain; rela bergadang yang bahkan waktu tidur hanya 5-6 jam dalam sehari. Tidak ada yang namanya me time atau tidur siang  dan bahkan waktu libur digunakan untuk bekerja atau mengerjakan tugas.

Belum lagi dituntut untuk mendapatkan hasil yang memuaskan dalam perkuliahan; dituntut mengerjakan pekerjaan dengan maksimal oleh atasan, rekan kerja yang menyebalkan atau suasana kerja yang mungkin kurang nyaman; titah untuk aktif dalam setiap kegiatan kampus untuk menambah sertifikasi, keinginan orang tua yang mungkin sedikit sulit untuk dipenuhi, dunia asmara yang terkadang berantakan dan yah, masih banyak lagi.

Bekerja sambil kuliah tidak lah mudah. Fokus kita harus terbagi dan sangat sulit untuk bisa menyeimbangkan keduanya. Dunia kerja, bukanlah dunia main-main, harus professional dan komitmen yang tinggi─bahkan tak jarang kuliah terbengkalai, nilai turun dan sedikit mengecewakan. Hal yang bisa kita (saya) lakukan hanyalah berusaha lebih keras di semester berikutnya, yang meskipun saya yakin semester berikutnya pasti lebih susah.

Namun hingga kini, saya masih bisa bertahan pada dunia kerja dan juga dunia kuliah dengan hasil yang bisa dikatakan cukup memuaskan (ditambah organisasi kampus yang terkadang padat kegiatan.)

Bekerja sambil kuliah sudah saya lakukan dari semester 3, ya meski kerja berpindah tempat dan saat-saat awal menjalani 3 kegiatan secara bersamaan terasa sangat berat (bahkan sempat ingin menyerah.) Namun saya bersyukur diri ini bisa diajak kerja sama dengan baik dan Tuhan mengirim orang-orang baik di sekeliling saya.

Untuk itu, barangkali berguna, pada kesempatan kali ini, saya akan menbagikan sedikit tips untuk bisa menyeimbangkan antara kuliah dengan bekerja

Manajemen Waktu

Manajemen waktu sangat amat penting kita lakukan, semua hal bergantung dari bagaimana cara kita mengatur waktu, terutama bagi saya yang seorang mahasiswi jurusan Manajemen. Manajemen waktu sangat membantu saya, dimana saya biasa membuat jadwal kegiatan perhari yang didalamnya terdapat hal-hal apa yang harus saya kerjakan di hari ini, esok dan lusa.

Melawan Rasa Malas

Musuh terbesar saya bahkan mungkin semua orang adalah rasa malas.

Sangat sulit melawan rasa malas, dan tentunya bisa menghancurkan semuanya. Cara melawan rasa malas menurut saya cukup simple namun sulit dipraktikkan yaitu dengan membayangkan bagaimana bila tugas-tugas saya tidak selesai pada waktu deadline sehingga dosen memarahi saya di dalam kelas, bagaimana bila atasan saya marah dan memecat saya ketika pekerjaan masih terbengkalai, bagaimana nasib saya kedepannya ketika saya bersantai sedangkan orang lain sibuk belajar.

Ya, bayangan-bayangan horor tersebut mampu mendorong rasa malas saya, meski terkadang gagal, dan harus mengorbankan waktu istirahat untuk mengerjakan pekerjaan yang masih terbengkalai.

Mencari Relasi yang Berkualitas

Relasi di dunia perkuliahan sangat penting, meski ada yang mengatakan kuliah harus mandiri, namun tanpa bantuan teman kamu tidak bisa melakukannya. Saya sendiri mengalami hal tersebut, di mana ketika pekerjaan saya sedang sangat padat, tugas-tugas akhir semester yang menumpuk dan detik-detik UAS.

Pada masa itulah saya merasa sedikit gila, namun dengan uluran tangan teman-teman pada akhirnya saya mampu melewatinya. Mereka menyemangati saya baik secara batin maupun bantuan fisik. Mereka mengingatkan kapan deadline tugas, membantu mencarikan bahan untuk tugas saya dan masih banyak lagi bantuan dari mereka. Hal ini lah yang menjadi salah satu alasan saya untuk mampu melewati tiap semester yang kian berat.

Mengapresiasi Diri

Apresiasi diri sangat penting untuk menjaga diri tetap waras di tengah gempuran masalah dan cobaan. Jangan lupa berterima kasih kepada diri sendiri dengan cara-cara yang sederhana, seperti misalnya membeli makanan kesukaan ketika gajian tiba, membeli barang-barang yang diinginkan, atau mungkin sesekali mengunjungi tempat-tempat yang menenangkan dan berkumpul bersama teman, bercengkerama dan tertawa. Jangan terlalu keras pada diri sendiri, peluklah bila ia mulai lemah.

Nah, itulah hal-hal yang biasa saya lakukan untuk melewati rutinitas yang sedikit melelahkan (kuliah sambil bekerja). Terkadang saya heran, kenapa manusia itu aneh, berusaha mati-matian untuk bekerja sehingga bisa kuliah dengan harapan setelah kuliah bisa mendapatkan pekerjaan. Tapi begitulah hidup, syukuri semua hal yang kalian jalani dan belajar bertanggung jawab pada pilihan.[T]

Wartawan Kuliah di Fakultas Ekonomi, Ada yang Salah?
Lulus Kuliah, Ngapain? Bekerja atau Berkarya? Bikin Ukiran itu Berkarya, Bikin Anak Tangga itu Bekerja
Menikah Saat Kuliah: Pupuslah Mimpi Masa Muda, tapi Kini Aku Punya Tujuan
Selamat Datang Mahasiswa Baru: OKK itu Keras, Perkuliahan Lebih Keras
Tags: balibulelengkuliahkuliah sambil kerjamahasiswaPendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Drama Gong Lawas Kita Belajar Kembali Bahasa Bali yang Baik

Next Post

Golf Hanya Untuk Orang Kaya dan Orang yang Ngebet Kaya

Musti Ariantini

Musti Ariantini

Admin tatkala.co

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Golf Hanya Untuk Orang Kaya dan Orang yang Ngebet Kaya

Golf Hanya Untuk Orang Kaya dan Orang yang Ngebet Kaya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co