6 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Wartawan Kuliah di Fakultas Ekonomi, Ada yang Salah?

Komang Yudha by Komang Yudha
February 13, 2020
in Esai
Wartawan Kuliah di Fakultas Ekonomi, Ada yang Salah?

Ilustrasi: Jro Adit Alamsta

Kenapa saya belajar ilmu ekonomi? Toh juga selalu menjadi pencari berita.

Ilmu ekonomi rasanya tidak ada pengaruh dalam kehidupan dan kegiatan saya sehari-hari.Toh juga saya sudah bekerja sebagai pencari berita di salah satu televisi lokal diBali.Buat apa saya jauh- jauh berjuang,menghabiskan dana sekian juta guna meraih gelar sarjana Ekonomi.

Saya ingat sekali, awal tahun 2016 silam,Saya pertama kali ditugaskan sebagai wartawan di tanah kelahiran saya,yakni Kabupaten Buleleng.Awal tahun 2016 pula,saya pertama kalinya ikut kegiatan orientasi kehumasan yang diselenggarakan oleh Humas Pemkab Buleleng yang saat ini bernama Protokol dan Komunikasi Pimpinan.Pada waktu itu,rute yang dipilih ke Sulawesi Selatan.

Pertama kalinya, sebagai orang baru, dan bertemu dengan sejumlah rekan kerja yakni wartawan yang lebih dulu bertugas di Kabupaten Buleleng, saya mencoba menggali Latar bekalang pendidikannya. Ternyata sebagaian besar pendidikannnya sudah  tingkat D3 hingga sarjana berbagai jurusan.

Dari situlah saya berfikir, hanya saya yang saat itu belum memiliki gelar sarjana. Sedangkan tuntutan kinerja mengharuskan kita mempunyai gelar, guna mampu bersaing jika nantinya ijazah SMA/SMK sudah tidak diperlukan lagi.

Saya pun bercerita dengan rekan sekamar saya,yang pada saat itu belum saya ketahui jika orang yang saya ajak sekamar adalah Presiden Komunitas Jurnalis Buleleng ( KJB), Ketut Wiratmaja. Saya pun diberikan banyak sekali wejangan oleh beliau. Mulai dari awal berdirinya Komunitas Jurnalis Buleleng, cara-cara liputan hingga karakter-karakter dari teman-teman seperjuangan.

Tanpa sadar saya nyeletuk, menyampaikan bahwa saya akan melanjutkan pendidikan, namun masih bingung mau ke mana,dan mencari jurusan apa. Dengan cepatnya Wiratmaja langsung menelpon Rektor Universitas Panji Sakti Singaraja,yang pada waktu itu dijabat oleh Dr.Ketut Gunawan,MM. Saya terkejut,persiapan hingga dana belum ada,mau gimana? Dengan santainya Wiratmaja menjelaskan, masuk dulu bayar belakangan.

Singkat cerita,temen yang lain sudah pada mulai pembelajaran, saya masih sibuk mencari berita, guna mengisi ruang redaksi. Dua bulan berlalu, saya mulai berkuliah seperti biasa, saya sudah putuskan untuk bergabung dengan Fakultas Ekonomi dengan tujuan dan pandangan yang belum jelas. Kemana saya akan bawa gelar ini nantinya? Toh juga akan tetap menjadi seorang pencari berita.

Seperti lagunya Anak Agung Raka Sidan, semester awal 1,2,3 saya selalu rajin kuliah. Permata kuliahan pada saat itu jarang saya tinggalkan. Nah mulai pada semester 4,5,6 sudah mulai rada-rada sebulan sekali mengunjungi kampus tempat saya menuntut ilmu. Bukan karena banyaknya liputan dan kegiatan, melainkan penyakit ngekoh (malas-malasan) muncul terus di setiap jadwal perkuliahan. Ngekoh mungkin akibat saya belum tahu jawaban, kenapa saya kuliah di Fakultas Ekonomi.

Akhirnya keresahan dan kegelisahan saya mencari Jurusan Ekonomi, terjawab pada akhir semestar 6. Sebuah kenyataan bahwa pada akhirnya semua orang, cepat atau lambat, akan berurusan dengan ilmu ekonomi, contohnya uang. Terlepas dari apapun jurusan kuliah, apapun bidang ilmu yang ditekuni, apapun karya hidup, tidak ada profesi yang jauh dari uang.

Pribadi saya sebetulnya meyakini bahwa “mengejar uang” bukanlah tujuan hidup yang tepat. Kita bukan belajar untuk bekerja dengan tujuan “hanya” untuk mendapatkan uang, tapi kita belajar untuk berkarya dalam hidup, dan uang hanyalah media atau fasilitator agar kita tetap dapat berkarya dengan efektif setidaknya.

Didasari pemikiran itu, saya berkesimpulan bahwa semua orang setidaknya perlu memahami dasar-dasar ilmu ekonomi. Walaupun kelak akan berkecimpung pada bidang profesi yang kesannya “sangat jauh” dari dunia ekonomi, katakanlah seorang dokter, programmer, atlit, desainer,Youtuber, atau aktivis lingkungan sekalipun, akan tetap butuh memahami bagaimana uang bekerja.

Jadi intinya ilmu ekonomi menurut saya sebenarnya adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam menentukan pilihan yang tujuannya untuk mencapai kesejahteraan. Wah, kesannya luas sekali ya ilmu ekonomi itu, dari mulai urusan dapur sampai urusan negara. Ya, memang ilmu ekonomi itu luas sekali, kita bisa lihat dari perspektif sempit sampai yang luas. Dari mulai perekonomian individu, keluarga, perusahaan, negara, sampai skala internasional.

Kesimpulan simpel sekali menurut saya, penting banget – setidaknya kita bejalar ilmu ekonomi, apalagi meraih sarjana ekonomi. Sekali lagi, bukan karena saya mendewakan uang atau ilmu ekonomi, tapi kita perlu kondisi finansial yang sehat untuk tetap bisa berkarya, terlepas apapun bidang yang kita tekuni. Rasanya ironis sekali, jika ada orang yang berkontribusi besar dalam karya bidang ilmunya, tapi terpaksa langkahnya terhenti hanya karena kesulitan keuangan.

Itulah tujuan saya mencari dan mengejar sarjana ekonomi yang tinggal beberapa langkah lagi. Bagaimana kita bisa berkarya yang tak terlepas dari prinsip ekonomi yang begitu luasnya.

Saran buat temen-temen lainnya, terutama yang merasa bekerja di bidang yang jauh dari urusan ekonomi, jangan malu menjadi Sarjana Ekonomi. [T]

Tags: ekonomiPendidikanperswartawan
Share85TweetSendShareSend
Previous Post

Latihan Teater yang Bisa Dilakukan di Hari Valentine

Next Post

Universitas Hindu, I Gusti Bagus Sugriwa dan Lontar

Komang Yudha

Komang Yudha

Lahir di Buleleng., bercita-cita membangun desa, eh, bukannya jadi kepala desa, malah jadi wartawan

Related Posts

SARASWATI DI INDIA

by Sugi Lanus
November 6, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 31 Oktober 2026 * SEMINGGU menjelang Hari Saraswati, Sabtu, 31 Oktober 2026, saya masih keluyuran...

Read moreDetails

Karman dan Wajah di Balik Gorden

by Tri Nugroho Adi
November 6, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Ada orang yang berkeliaran di jalanan  dan  kita sebut “gila”, tetapi mungkin hanya terlalu lama sendirian. PAGI itu seorang ibu...

Read moreDetails

Ketika “Sebentar” Jadi Kata Paling Mahal: Kelalaian jadikan Anak sebagai Korban

by Fitria Hani Aprina
November 4, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

LINIMASA saya di bulan Oktober dipenuhi dua kabar yang membuat dada sesak. Dua-duanya soal anak kecil yang ditinggal orang tuanya....

Read moreDetails

Kuasa dalam Perjanjian Jual Beli Tanah dan Bangunan

by I Made Pria Dharsana
November 4, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PEMBERIAN kuasa adalah suatu perjanjian yang memberikan kekuasaan kepada seseorang untuk menerima dan melaksanakan suatu urusan atas nama pemberi kuasa...

Read moreDetails

LONTAR USADA KERALA

by Sugi Lanus
November 4, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 1 Nov 2026 * Kerala (sebuah negara bagian di India Selatan) memiliki kesamaan kultural yang...

Read moreDetails

Sastrawan di Seberang Lautan Tampak, Ada yang Tak Tampak di Pelupuk Mata

by Hartanto
November 4, 2026
0
Sastrawan di Seberang Lautan Tampak, Ada yang Tak Tampak di Pelupuk Mata

SILATURAHMI, sembari menghitung almanak yang tanggal demi tanggalnya bergerak seirama dengan perputaran jarum jam dan garis edar matahari, kami—saya, dr....

Read moreDetails

Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam

by I Ketut Suar Adnyana
November 3, 2026
0
Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam

BAHASA masyarakat tradisional menyimpan cara pandang yang khas dalam memahami dunia. Alam tidak hanya menjadi ruang tempat manusia hidup dan...

Read moreDetails

Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026

by I Gusti Made Darma Putra
November 2, 2026
0
Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026

PADA hari ketika manusia diajak menegakkan pagar, sebuah panggung kebudayaan justru dibuka selebar-lebarnya. Rabu, 4 November 2026, menjadi sebuah momentum...

Read moreDetails

Musik, Agama dan Politik

by Agung Sudarsa
November 2, 2026
0
Musik, Agama dan Politik

ADA sebuah pertanyaan sederhana yang menggelitik di tengah polemik konser Andrea Bocelli di Indonesia: apakah musik itu punya identitas agama...

Read moreDetails

Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

by I Ketut Suar Adnyana
November 1, 2026
0
Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

ADA yang ganjil dalam kehidupan demokrasi kita ketika identitas mahasiswa dapat dipakai sebagaimana seseorang mengenakan kostum untuk memainkan sebuah peran....

Read moreDetails
Next Post
Universitas Hindu, I Gusti Bagus Sugriwa dan Lontar

Universitas Hindu, I Gusti Bagus Sugriwa dan Lontar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

SARASWATI DI INDIA

— Catatan Harian Sugi Lanus, 31 Oktober 2026 * SEMINGGU menjelang Hari Saraswati, Sabtu, 31 Oktober 2026, saya masih keluyuran...

by Sugi Lanus
November 6, 2026
“Kozmic Blues”: Bertahan di Tengah Hidup yang Tak Pasti
Ulas Musik

“Kozmic Blues”: Bertahan di Tengah Hidup yang Tak Pasti

ADA masa ketika kita merasa hidup sudah berjalan terlalu jauh, tetapi kita sendiri belum sampai ke mana-mana. Waktu terus bergerak,...

by Ahmad Sihabudin
November 6, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Libatkan Ratusan Kreator, Tarik Lebih dari 15.000 Pengunjung
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Libatkan Ratusan Kreator, Tarik Lebih dari 15.000 Pengunjung

SELAMA dua hari, Taman Pecangakan, Negara, menjelma menjadi ruang perjumpaan bagi ribuan orang dengan beragam gagasan dan karya kreatif. Musik...

by tatkala
November 6, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Karman dan Wajah di Balik Gorden

Ada orang yang berkeliaran di jalanan  dan  kita sebut “gila”, tetapi mungkin hanya terlalu lama sendirian. PAGI itu seorang ibu...

by Tri Nugroho Adi
November 6, 2026
Harmoni dan Ironi Pendidikan
Buku Tatkala

Harmoni dan Ironi Pendidikan

Judul: Harmoni dan Ironi Pendidikan Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. ISBN: Masih dalam...

by Buku Tatkala
November 5, 2026
Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India
Panggung

Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India

DI atas panggung di Bengaluru, dua tradisi pewayangan bertemu dalam satu cerita. Wayang boneka India membuka kisah, sementara wayang kulit...

by Nyoman Budarsana
November 5, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Daftar Hadir Terakhir Reuni

GEDUNG SMP negeri di kota Cilacap itu masih belum berubah. Bangunan tua dengan pintu dan jendela kayu jati yang besar...

by Chusmeru
November 5, 2026
Dari Sadap Nira ke Sadap Data
Bahasa

Dari Sadap Nira ke Sadap Data

DALAM beberapa kali kunjungan dan penelitian kebahasaan di Desa Pedawa, Buleleng, saya kagum pada kekayaan tradisi desa Bali Aga yang unik ini. Salah...

by I Made Sudiana
November 5, 2026
Wacana Manggala Pewayangan — Dalang dan Kegelisahannya
Buku Tatkala

Wacana Manggala Pewayangan — Dalang dan Kegelisahannya

Judul: Wacana Manggala Pewayangan - Dalang dan Kegelisahannya Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Dr. I Gusti Made Darma Putra,...

by Buku Tatkala
November 5, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Ketika “Sebentar” Jadi Kata Paling Mahal: Kelalaian jadikan Anak sebagai Korban

LINIMASA saya di bulan Oktober dipenuhi dua kabar yang membuat dada sesak. Dua-duanya soal anak kecil yang ditinggal orang tuanya....

by Fitria Hani Aprina
November 4, 2026
Tubuh yang Meruang dan Wajah Logam Kekuasaan
Ulas Pentas

Tubuh yang Meruang dan Wajah Logam Kekuasaan

PENTAS teater tubuh berlangsung dua malam di Gedung Kesenian Cak Durasim Taman Budaya Jawa Timur, 1-2 November 2026. Malam pertama...

by Silvester Petara Hurit
November 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Esai

Kuasa dalam Perjanjian Jual Beli Tanah dan Bangunan

PEMBERIAN kuasa adalah suatu perjanjian yang memberikan kekuasaan kepada seseorang untuk menerima dan melaksanakan suatu urusan atas nama pemberi kuasa...

by I Made Pria Dharsana
November 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co