24 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Wartawan Kuliah di Fakultas Ekonomi, Ada yang Salah?

Komang Yudha by Komang Yudha
February 13, 2020
in Esai
Wartawan Kuliah di Fakultas Ekonomi, Ada yang Salah?

Ilustrasi: Jro Adit Alamsta

Kenapa saya belajar ilmu ekonomi? Toh juga selalu menjadi pencari berita.

Ilmu ekonomi rasanya tidak ada pengaruh dalam kehidupan dan kegiatan saya sehari-hari.Toh juga saya sudah bekerja sebagai pencari berita di salah satu televisi lokal diBali.Buat apa saya jauh- jauh berjuang,menghabiskan dana sekian juta guna meraih gelar sarjana Ekonomi.

Saya ingat sekali, awal tahun 2016 silam,Saya pertama kali ditugaskan sebagai wartawan di tanah kelahiran saya,yakni Kabupaten Buleleng.Awal tahun 2016 pula,saya pertama kalinya ikut kegiatan orientasi kehumasan yang diselenggarakan oleh Humas Pemkab Buleleng yang saat ini bernama Protokol dan Komunikasi Pimpinan.Pada waktu itu,rute yang dipilih ke Sulawesi Selatan.

Pertama kalinya, sebagai orang baru, dan bertemu dengan sejumlah rekan kerja yakni wartawan yang lebih dulu bertugas di Kabupaten Buleleng, saya mencoba menggali Latar bekalang pendidikannya. Ternyata sebagaian besar pendidikannnya sudah  tingkat D3 hingga sarjana berbagai jurusan.

Dari situlah saya berfikir, hanya saya yang saat itu belum memiliki gelar sarjana. Sedangkan tuntutan kinerja mengharuskan kita mempunyai gelar, guna mampu bersaing jika nantinya ijazah SMA/SMK sudah tidak diperlukan lagi.

Saya pun bercerita dengan rekan sekamar saya,yang pada saat itu belum saya ketahui jika orang yang saya ajak sekamar adalah Presiden Komunitas Jurnalis Buleleng ( KJB), Ketut Wiratmaja. Saya pun diberikan banyak sekali wejangan oleh beliau. Mulai dari awal berdirinya Komunitas Jurnalis Buleleng, cara-cara liputan hingga karakter-karakter dari teman-teman seperjuangan.

Tanpa sadar saya nyeletuk, menyampaikan bahwa saya akan melanjutkan pendidikan, namun masih bingung mau ke mana,dan mencari jurusan apa. Dengan cepatnya Wiratmaja langsung menelpon Rektor Universitas Panji Sakti Singaraja,yang pada waktu itu dijabat oleh Dr.Ketut Gunawan,MM. Saya terkejut,persiapan hingga dana belum ada,mau gimana? Dengan santainya Wiratmaja menjelaskan, masuk dulu bayar belakangan.

Singkat cerita,temen yang lain sudah pada mulai pembelajaran, saya masih sibuk mencari berita, guna mengisi ruang redaksi. Dua bulan berlalu, saya mulai berkuliah seperti biasa, saya sudah putuskan untuk bergabung dengan Fakultas Ekonomi dengan tujuan dan pandangan yang belum jelas. Kemana saya akan bawa gelar ini nantinya? Toh juga akan tetap menjadi seorang pencari berita.

Seperti lagunya Anak Agung Raka Sidan, semester awal 1,2,3 saya selalu rajin kuliah. Permata kuliahan pada saat itu jarang saya tinggalkan. Nah mulai pada semester 4,5,6 sudah mulai rada-rada sebulan sekali mengunjungi kampus tempat saya menuntut ilmu. Bukan karena banyaknya liputan dan kegiatan, melainkan penyakit ngekoh (malas-malasan) muncul terus di setiap jadwal perkuliahan. Ngekoh mungkin akibat saya belum tahu jawaban, kenapa saya kuliah di Fakultas Ekonomi.

Akhirnya keresahan dan kegelisahan saya mencari Jurusan Ekonomi, terjawab pada akhir semestar 6. Sebuah kenyataan bahwa pada akhirnya semua orang, cepat atau lambat, akan berurusan dengan ilmu ekonomi, contohnya uang. Terlepas dari apapun jurusan kuliah, apapun bidang ilmu yang ditekuni, apapun karya hidup, tidak ada profesi yang jauh dari uang.

Pribadi saya sebetulnya meyakini bahwa “mengejar uang” bukanlah tujuan hidup yang tepat. Kita bukan belajar untuk bekerja dengan tujuan “hanya” untuk mendapatkan uang, tapi kita belajar untuk berkarya dalam hidup, dan uang hanyalah media atau fasilitator agar kita tetap dapat berkarya dengan efektif setidaknya.

Didasari pemikiran itu, saya berkesimpulan bahwa semua orang setidaknya perlu memahami dasar-dasar ilmu ekonomi. Walaupun kelak akan berkecimpung pada bidang profesi yang kesannya “sangat jauh” dari dunia ekonomi, katakanlah seorang dokter, programmer, atlit, desainer,Youtuber, atau aktivis lingkungan sekalipun, akan tetap butuh memahami bagaimana uang bekerja.

Jadi intinya ilmu ekonomi menurut saya sebenarnya adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam menentukan pilihan yang tujuannya untuk mencapai kesejahteraan. Wah, kesannya luas sekali ya ilmu ekonomi itu, dari mulai urusan dapur sampai urusan negara. Ya, memang ilmu ekonomi itu luas sekali, kita bisa lihat dari perspektif sempit sampai yang luas. Dari mulai perekonomian individu, keluarga, perusahaan, negara, sampai skala internasional.

Kesimpulan simpel sekali menurut saya, penting banget – setidaknya kita bejalar ilmu ekonomi, apalagi meraih sarjana ekonomi. Sekali lagi, bukan karena saya mendewakan uang atau ilmu ekonomi, tapi kita perlu kondisi finansial yang sehat untuk tetap bisa berkarya, terlepas apapun bidang yang kita tekuni. Rasanya ironis sekali, jika ada orang yang berkontribusi besar dalam karya bidang ilmunya, tapi terpaksa langkahnya terhenti hanya karena kesulitan keuangan.

Itulah tujuan saya mencari dan mengejar sarjana ekonomi yang tinggal beberapa langkah lagi. Bagaimana kita bisa berkarya yang tak terlepas dari prinsip ekonomi yang begitu luasnya.

Saran buat temen-temen lainnya, terutama yang merasa bekerja di bidang yang jauh dari urusan ekonomi, jangan malu menjadi Sarjana Ekonomi. [T]

Tags: ekonomiPendidikanperswartawan
Share85TweetSendShareSend
Previous Post

Latihan Teater yang Bisa Dilakukan di Hari Valentine

Next Post

Universitas Hindu, I Gusti Bagus Sugriwa dan Lontar

Komang Yudha

Komang Yudha

Lahir di Buleleng., bercita-cita membangun desa, eh, bukannya jadi kepala desa, malah jadi wartawan

Related Posts

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

by Gema Pertiwi
September 22, 2026
0
Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

KONTEN mindfulness dari Maudy Ayunda yang mengajak masyarakat menata respons emosional di tengah maraknya berita buruk memicu gelombang kritik netizen....

Read moreDetails

Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

by I Ketut Suar Adnyana
September 22, 2026
0
Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

SUASANA pagi hari di kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng diwarnai oleh suara burung, embun yang masih menggantung di...

Read moreDetails

Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

by Angga Wijaya
September 22, 2026
0
Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

SEJAK menjalani pengobatan kanker kelenjar getah bening, rumah sakit menjadi tempat yang lebih sering saya datangi. Saya duduk di ruang...

Read moreDetails

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

by Chusmeru
September 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

Read moreDetails

Sepeda Motor Bekas Sudah Cukup

by Angga Wijaya
September 21, 2026
0
Telenovela

ADA masa ketika sepeda motor bukan sekadar kendaraan. Ia bisa menjadi tanda keberhasilan, simbol kemampuan ekonomi, bahkan pengumuman diam-diam tentang...

Read moreDetails

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 21, 2026
0
Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

Read moreDetails

Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

by I Nyoman Tingkat
September 20, 2026
0
Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

WALAUPUN Desa Adat Kutuh di wilayah Kuta Selatan termasuk desa kecil, desa ini memiliki pagar spiritual di setiap tapal batasnya...

Read moreDetails

PEMIMPIN SAKIT JIWA MENURUT HINDU DHARMA

by Sugi Lanus
September 20, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian, 20 September 2026 * Vāk-Pāruṣya (Sanskerta: वाक्पारुष्य) secara harfiah diterjemahkan sebagai "kekerasan verbal", "kata-kata kasar",...

Read moreDetails

Kuncup Bunga Kopi di Tengah Kemarau: Antara Tanda Alam dan Ancaman El Niño

by I Ketut Suar Adnyana
September 19, 2026
0
Kuncup Bunga Kopi di Tengah Kemarau: Antara Tanda Alam dan Ancaman El Niño

Di antara pepohonan kopi yang tumbuh di lereng dan kebun-kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, terdapat sebuah pengetahuan...

Read moreDetails

Ramai Penulis Menjadi Pelukis

by Angga Wijaya
September 19, 2026
0
Ramai Penulis Menjadi Pelukis

SAYA mulai curiga ketika beberapa nama penulis yang biasa saya temui di halaman buku, koran, dan media sosial tiba-tiba muncul...

Read moreDetails
Next Post
Universitas Hindu, I Gusti Bagus Sugriwa dan Lontar

Universitas Hindu, I Gusti Bagus Sugriwa dan Lontar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12
Ulas Film

Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

SAYA saya masih duduk di bangku SMP, saya pernah bertanya pada diri sendiri, “Apa yang akan terjadi jika saya bisa...

by Yoga Wismantara
September 24, 2026
Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998
Ulas Film

Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

PERKEMBANGAN ekonomi dalam masyarakat biasanya memicu berbagai perubahan pada pasar yang kemudian berdampak pada kehidupan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya....

by Arya Dhamma Nanda
September 24, 2026
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar
Khas

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

by Jaswanto
September 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia
Budaya

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

by tatkala
September 23, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian
Politik

Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian

PEMILIHAN Perbekel Desa Guwang 2026 telah usai. I Ketut Karben Wardana meraih suara terbanyak dalam pemungutan suara yang berlangsung pada...

by Dede Putra Wiguna
September 23, 2026
Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif
Ulas Rupa

Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

Datang Setelah Riuh Saya datang ketika riuh telah selesai. Pameran telah usai dibuka, sebagian pengunjung mulai beranjak, percakapan telah menemukan...

by Emi Suy
September 23, 2026
Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik
Esai

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

KONTEN mindfulness dari Maudy Ayunda yang mengajak masyarakat menata respons emosional di tengah maraknya berita buruk memicu gelombang kritik netizen....

by Gema Pertiwi
September 22, 2026
Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”
Pop

Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”

SETELAH merilis single “Air Keras”, Jangar melanjutkan perjalanan menuju album penuh kedua mereka, Raja Pasir, dengan melepas dua lagu sekaligus,...

by Dede Putra Wiguna
September 22, 2026
Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga
Esai

Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

SUASANA pagi hari di kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng diwarnai oleh suara burung, embun yang masih menggantung di...

by I Ketut Suar Adnyana
September 22, 2026
Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati
Esai

Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

SEJAK menjalani pengobatan kanker kelenjar getah bening, rumah sakit menjadi tempat yang lebih sering saya datangi. Saya duduk di ruang...

by Angga Wijaya
September 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co