23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Universitas Hindu, I Gusti Bagus Sugriwa dan Lontar

IGA Darma Putra by IGA Darma Putra
February 13, 2020
in Esai
Universitas Hindu, I Gusti Bagus Sugriwa dan Lontar

I Gusti Bagus Sugriwa

Dua puluh delapan naskah lontar tertera dalam daftar koleksi naskah lontar Perpustakaan Pasca Sarjana IHDN Denpasar [saat saya memeriksa lontar-lontar, masih bernama IHDN Denpasar]. Daftar koleksi itu ditempel di depan pintu rak kaca yang diletakkan di pojok timur laut ruang perpustakaan di lantai dua. Rak kaca itulah yang digunakan sebagai tempat penyimpanan dua puluh delapan naskah lontar yang judulnya tertera pada daftar.

Judul lontar yang tertera pada daftar tersebut di antaranya: Brahmokta Widisastra, Sundari Bungkah Trus, Kusuma Dewa (Bebantenan), Tutur Bhamakertih, Wariga Palelubangan, Rsi Sambhina, Tattwa Budakecapi, Wargasari Hastapaka, Dewagama Dewa Dandha, Tatwa Japakala, Kuntiyadnya Nilacandra, Turun Bhatara Hanut Sasih, Dharma Pawayangan/ Sapuleger, Kakawin Siwa Budha, Prakempa Bhumi Jaya Kasunu, Wariga Krimping, Puja Sadretu, Sastra Yamapurana Tattwa, Gaguritan Bagus Diarsa, Wargasari Kyastapaka, Wariga Pakakalan, Kakawin Eka Dasa Siwa (Bhuta Tiga), Indik Matabuh Gentuh, Rare Angon, Sundari Bungkah, Usada Rare, Gaguritan Pitrayajnya, dan satu keropak lontar Putru yang isinya Putru Sangskara, Putru Pasaji, dan Putru Pajiwan-jiwan.

Ada beberapa naskah yang sempat saya periksa atas inisiatif pribadi. Pemeriksaan itu dilakukan dengan jalan melihat fisik lontar dan membaca bagian awal dan kolofon. Salah satu di antaranya adalah teks berjudul Wargasari Hastapaka. Naskah ini disimpan dalam sebuah keropak kayu dengan kode 08. Panjang naskah 35 cm, lebar 3,5 cm, dan jumlahnya sebanyak 32 lembar. Menurut keterangan dari daftar lontar, asal naskah adalah dari Amlapura. Saat diperiksa pada tanggal 4 Desember 2019, naskah ini masih dalam keadaan baik. Keropak diikat dengan menggunakan benang tiga warna dengan ‘hiasan’ bunga yang telah layu. Tidak ada keterangan yang tertulis perihal hiasan itu. Tapi saya seolah diberitahu oleh tradisi, bahwa hiasan serta tali itu diikatkan pada keropak menjelang rahinan Saraswati.

Masih terikatnya keropak 08 dengan benang tiga warna dan hiasan, menandakan belum ada yang membuka keropak sebelumnya. Jika benar dugaan tadi, maka ada jarak sekitar kurang lebih 200 hari keropak itu tidak dibuka. Kemungkinan lainnya, ada yang membuka keropak itu tapi mengikatnya lagi sebagaimana mula.

Dugaan itu langsung lenyap, saat keropak saya buka pada hari Rabu, tanggal 4 Desember 2019. Sebab tali pengikat naskah berwarna putih, telah dalam keadaan hancur. Tali pengikat itu tidak tertolong lagi. Itu artinya, sebelum dihias dengan benang tiga warna dan bunga, naskah tidak diperiksa terlebih dahulu. Atau tali pengikat itu hancur selama jarak waktu kurang dari enam bulan di tempat naskah itu disimpan dan dilindungi.

Seluruh lempir lontar dalam keadaan cukup baik, hanya saja aksara di dalamnya tidak dihitamkan dengan baik. Karena kurang hitamnya, aksara menjadi kurang jelas. Kurang jelasnya aksara, menyebabkan pembacaan sedikit sulit.

Keadaan naskah yang demikian bisa ditanggulangi dengan melakukan konservasi naskah. Konservasi untuk naskah itu cukup dengan menghitamkan ulang seluruh naskah dengan menggunakan biji kemiri yang sudah dibakar. Biji kemiri ini berfungsi agar celah-celah goresan aksara dapat terisi dan aksara tampak jelas. Untuk menjaga kelenturan naskah lontar, bisa dioles dan digosok dengan kain kasa yang sudah diisi alkohol 95 %. Sementara untuk menjaga agar naskah tidak dimakan oleh serangga, bisa memakai minyak sere. Alat-alat itu bisa didapat dengan mudah.

Bagian awal teks dari naskah 08 berbunyi; ‘iti wargga sari kyastapaka, purwakaning angripta rum ning wana ukir kahadang labuh <kartika> panedenging sari angayon tangguli ketur angringring jangga mure’ terjemahan bebasnya kira-kira begini ‘[ini Warga Sari Kyastapaka, pertamakali menggubah keindahan di hutan gunung saat masa Kartika bunga-bunga sedang mekar indahnya bunga Tangguli dililit bunga Jangga yang bermekaran]’.

Awal teks tersebut sama dengan Kidung Wargasari yang digunakan sebagai contoh dalam buku Penuntun Pelajaran Kakawin [1977] oleh I Gusti Bagus Sugriwa. Awal teks itu juga yang sering kali ditembangkan dalam upacara yajña. I Gusti Bagus Sugriwa memang menaruh perhatian besar terhadap naskah-naskah lontar. Hal ini dapat ditemukan dalam sari-sari pemikirannya perihal Agama Hindu Bali. Sejauh ini, hanya dua buku yang bisa saya dapatkan untuk mencermati pemikiran I Gusti Bagus Sugriwa. Buku pertama berjudul Karya Tercecer I Gusti Bagus Sugriwa, yang diterbitkan oleh Yayasan Dharma Sastra pada tahun 2008. Buku kedua berjudul Penyatuan Siwa-Buddha, Pemikiran I Gusti Bagus Sugriwa Tentang Agama Hindu Bali yang diterbitkan oleh Program Pasca Sarjana IHDN Denpasar tahun 2011. Buku kedua ini adalah hasil studi dari I Nyoman Rema.

Buku pertama berisi dua buah tulisan perihal Hari Raya Nyepi dan Siwa Buddha Binneka Tunggal Ika. Tulisan yang kedua, dimuat dalam majalah “Indonesia”, No. 12 Th. IV, Desember 1953. Lalu tulisan tersebut diterbitkan bersama dengan beberapa tulisan lain pada tahun 2002 dengan judul “Siwa Buddha Puja di Indonesia”.

Kedua buku ini saya kira bisa menjadi petunjuk penting dalam memahami pemikiran I Gusti Bagus Sugriwa. Belakangan ada beberapa buku karya I Gusti Bagus Sugriwa berhasil saya dapatkan. Di antaranya adalah Babad Pasek [1956] dan Penuntun Pelajaran Kakawin [1977]. Ada lagi buku terbitan berjudul Dwijendra Tattwa dan Sang Hyang Kamahayanikan. Beberapa buku serta tulisan itu membuktikan perhatian I Gusti Bagus Sugriwa terhadap kesusastraan, sejarah, bahasa, dan agama. Ada ‘pengakuan’ dari I Gusti Bagus Sugriwa yang bisa kita baca pada bagian pendahuluan dari buku Penuntun Pelajaran Kakawin [1977] sebagai berikut.

Sejak beberapa tahun yang lalu kami berusaha membuat/ memetik kitab-kitab kakawin yang berjilid-jilid, misalnya kakawin Bharata-yuddha 18 jilid, Sutasoma 22 jilid, Arjuna Wiwaha 8 jilid, Ramayana baru 24 jilid yang dicetak oleh Toko Buku Bali Mas Denpasar [Sugriwa, 1977: 5].

Bharatayuddha, Sutasoma, Arjuna Wiwaha dan Ramayana adalah beberapa kakawin yang lumbrah bisa ditemukan pada sekaa santi di seluruh Bali. Semua itu seolah menjadi bacaan wajib. Artinya, I Gusti Bagus Sugriwa adalah sosok yang memiliki perhatian khusus pada bidang kesusastraan Jawa Kuna dan Bali. Barangkali jika pada tahun 2020 ini IHDN Denpasar berubah nama menjadi Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa, tentu dengan harapan akan berlanjutnya semangat I Gusti Bagus Sugriwa terhadap studi naskah dan teks Jawa Kuna maupun Bali Kuna. Kehadiran Universitas ini adalah pemantik bagi semua orang tanpa terkecuali, untuk kembali melihat sumber-sumber naskah lontar. Tidak hanya sekadar melihat, tapi membaca. Tidak hanya membaca tapi memahami. Sehingga tercipta perguruan tinggi yang menjadi pusat kajian Agama, Bahasa, Sastra, dan Aksara Bali.

Bila pada 4 Desember 2019 lalu, saya masih menemukan naskah lontar yang kondisinya tidak terlalu bagus. Barangkali pada tahun 2020 ini, lontar-lontar itu tidak sendirian lagi di sudut perpustakaan dengan ruangan khusus yang lebih layak. Bukankah lontar adalah linggih Saraswati? Bukankah Saraswati adalah salah satu Dewi? Membangun ruangan khusus lontar, saya kira sama mulianya dengan membangun satu buah Pura.

Saya bukan tipe manusia manggut-manggut yang mengucapkan selamat kepada almamater dengan pujian betumpuk-tumpuk lalu mempostingnya di media sosial. Saya adalah manusia yang dilahirkan oleh IHDN Denpasar dan diajarkan berpikir. Oleh sebab itu, hasil pemikiran yang mesti saya haturkan kepada kampus yang telah menjadi Ibu bagi saya. Maka tulisan ini saya dedikasikan kepada Ibu almamater agar menjadi lebih baik lagi, lebih layak lagi menjadi pusat studi. Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa bukan hanya nama, tapi bermakna. [T]


Sumber:

IHDN DENPASAR MENJADI UNIVERSITAS HINDU NEGERI YANG PERTAMA
Tags: I Gusti Bagus SugriwaIHDNlontarUniversitas Hindu Indonesia
Share544TweetSendShareSend
Previous Post

Wartawan Kuliah di Fakultas Ekonomi, Ada yang Salah?

Next Post

Berbahagia di Hari Kasih Sayang Padahal Tak Punya Pacar? Gampang!

IGA Darma Putra

IGA Darma Putra

Penulis, tinggal di Bangli

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
“Kamu kan Anak TI. Plis, Benerin Laptop Pacarku Dong!” – Uh, Sakitnya…

Berbahagia di Hari Kasih Sayang Padahal Tak Punya Pacar? Gampang!

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co