23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Universitas Hindu, I Gusti Bagus Sugriwa dan Lontar

IGA Darma Putra by IGA Darma Putra
February 13, 2020
in Esai
Universitas Hindu, I Gusti Bagus Sugriwa dan Lontar

I Gusti Bagus Sugriwa

Dua puluh delapan naskah lontar tertera dalam daftar koleksi naskah lontar Perpustakaan Pasca Sarjana IHDN Denpasar [saat saya memeriksa lontar-lontar, masih bernama IHDN Denpasar]. Daftar koleksi itu ditempel di depan pintu rak kaca yang diletakkan di pojok timur laut ruang perpustakaan di lantai dua. Rak kaca itulah yang digunakan sebagai tempat penyimpanan dua puluh delapan naskah lontar yang judulnya tertera pada daftar.

Judul lontar yang tertera pada daftar tersebut di antaranya: Brahmokta Widisastra, Sundari Bungkah Trus, Kusuma Dewa (Bebantenan), Tutur Bhamakertih, Wariga Palelubangan, Rsi Sambhina, Tattwa Budakecapi, Wargasari Hastapaka, Dewagama Dewa Dandha, Tatwa Japakala, Kuntiyadnya Nilacandra, Turun Bhatara Hanut Sasih, Dharma Pawayangan/ Sapuleger, Kakawin Siwa Budha, Prakempa Bhumi Jaya Kasunu, Wariga Krimping, Puja Sadretu, Sastra Yamapurana Tattwa, Gaguritan Bagus Diarsa, Wargasari Kyastapaka, Wariga Pakakalan, Kakawin Eka Dasa Siwa (Bhuta Tiga), Indik Matabuh Gentuh, Rare Angon, Sundari Bungkah, Usada Rare, Gaguritan Pitrayajnya, dan satu keropak lontar Putru yang isinya Putru Sangskara, Putru Pasaji, dan Putru Pajiwan-jiwan.

Ada beberapa naskah yang sempat saya periksa atas inisiatif pribadi. Pemeriksaan itu dilakukan dengan jalan melihat fisik lontar dan membaca bagian awal dan kolofon. Salah satu di antaranya adalah teks berjudul Wargasari Hastapaka. Naskah ini disimpan dalam sebuah keropak kayu dengan kode 08. Panjang naskah 35 cm, lebar 3,5 cm, dan jumlahnya sebanyak 32 lembar. Menurut keterangan dari daftar lontar, asal naskah adalah dari Amlapura. Saat diperiksa pada tanggal 4 Desember 2019, naskah ini masih dalam keadaan baik. Keropak diikat dengan menggunakan benang tiga warna dengan ‘hiasan’ bunga yang telah layu. Tidak ada keterangan yang tertulis perihal hiasan itu. Tapi saya seolah diberitahu oleh tradisi, bahwa hiasan serta tali itu diikatkan pada keropak menjelang rahinan Saraswati.

Masih terikatnya keropak 08 dengan benang tiga warna dan hiasan, menandakan belum ada yang membuka keropak sebelumnya. Jika benar dugaan tadi, maka ada jarak sekitar kurang lebih 200 hari keropak itu tidak dibuka. Kemungkinan lainnya, ada yang membuka keropak itu tapi mengikatnya lagi sebagaimana mula.

Dugaan itu langsung lenyap, saat keropak saya buka pada hari Rabu, tanggal 4 Desember 2019. Sebab tali pengikat naskah berwarna putih, telah dalam keadaan hancur. Tali pengikat itu tidak tertolong lagi. Itu artinya, sebelum dihias dengan benang tiga warna dan bunga, naskah tidak diperiksa terlebih dahulu. Atau tali pengikat itu hancur selama jarak waktu kurang dari enam bulan di tempat naskah itu disimpan dan dilindungi.

Seluruh lempir lontar dalam keadaan cukup baik, hanya saja aksara di dalamnya tidak dihitamkan dengan baik. Karena kurang hitamnya, aksara menjadi kurang jelas. Kurang jelasnya aksara, menyebabkan pembacaan sedikit sulit.

Keadaan naskah yang demikian bisa ditanggulangi dengan melakukan konservasi naskah. Konservasi untuk naskah itu cukup dengan menghitamkan ulang seluruh naskah dengan menggunakan biji kemiri yang sudah dibakar. Biji kemiri ini berfungsi agar celah-celah goresan aksara dapat terisi dan aksara tampak jelas. Untuk menjaga kelenturan naskah lontar, bisa dioles dan digosok dengan kain kasa yang sudah diisi alkohol 95 %. Sementara untuk menjaga agar naskah tidak dimakan oleh serangga, bisa memakai minyak sere. Alat-alat itu bisa didapat dengan mudah.

Bagian awal teks dari naskah 08 berbunyi; ‘iti wargga sari kyastapaka, purwakaning angripta rum ning wana ukir kahadang labuh <kartika> panedenging sari angayon tangguli ketur angringring jangga mure’ terjemahan bebasnya kira-kira begini ‘[ini Warga Sari Kyastapaka, pertamakali menggubah keindahan di hutan gunung saat masa Kartika bunga-bunga sedang mekar indahnya bunga Tangguli dililit bunga Jangga yang bermekaran]’.

Awal teks tersebut sama dengan Kidung Wargasari yang digunakan sebagai contoh dalam buku Penuntun Pelajaran Kakawin [1977] oleh I Gusti Bagus Sugriwa. Awal teks itu juga yang sering kali ditembangkan dalam upacara yajña. I Gusti Bagus Sugriwa memang menaruh perhatian besar terhadap naskah-naskah lontar. Hal ini dapat ditemukan dalam sari-sari pemikirannya perihal Agama Hindu Bali. Sejauh ini, hanya dua buku yang bisa saya dapatkan untuk mencermati pemikiran I Gusti Bagus Sugriwa. Buku pertama berjudul Karya Tercecer I Gusti Bagus Sugriwa, yang diterbitkan oleh Yayasan Dharma Sastra pada tahun 2008. Buku kedua berjudul Penyatuan Siwa-Buddha, Pemikiran I Gusti Bagus Sugriwa Tentang Agama Hindu Bali yang diterbitkan oleh Program Pasca Sarjana IHDN Denpasar tahun 2011. Buku kedua ini adalah hasil studi dari I Nyoman Rema.

Buku pertama berisi dua buah tulisan perihal Hari Raya Nyepi dan Siwa Buddha Binneka Tunggal Ika. Tulisan yang kedua, dimuat dalam majalah “Indonesia”, No. 12 Th. IV, Desember 1953. Lalu tulisan tersebut diterbitkan bersama dengan beberapa tulisan lain pada tahun 2002 dengan judul “Siwa Buddha Puja di Indonesia”.

Kedua buku ini saya kira bisa menjadi petunjuk penting dalam memahami pemikiran I Gusti Bagus Sugriwa. Belakangan ada beberapa buku karya I Gusti Bagus Sugriwa berhasil saya dapatkan. Di antaranya adalah Babad Pasek [1956] dan Penuntun Pelajaran Kakawin [1977]. Ada lagi buku terbitan berjudul Dwijendra Tattwa dan Sang Hyang Kamahayanikan. Beberapa buku serta tulisan itu membuktikan perhatian I Gusti Bagus Sugriwa terhadap kesusastraan, sejarah, bahasa, dan agama. Ada ‘pengakuan’ dari I Gusti Bagus Sugriwa yang bisa kita baca pada bagian pendahuluan dari buku Penuntun Pelajaran Kakawin [1977] sebagai berikut.

Sejak beberapa tahun yang lalu kami berusaha membuat/ memetik kitab-kitab kakawin yang berjilid-jilid, misalnya kakawin Bharata-yuddha 18 jilid, Sutasoma 22 jilid, Arjuna Wiwaha 8 jilid, Ramayana baru 24 jilid yang dicetak oleh Toko Buku Bali Mas Denpasar [Sugriwa, 1977: 5].

Bharatayuddha, Sutasoma, Arjuna Wiwaha dan Ramayana adalah beberapa kakawin yang lumbrah bisa ditemukan pada sekaa santi di seluruh Bali. Semua itu seolah menjadi bacaan wajib. Artinya, I Gusti Bagus Sugriwa adalah sosok yang memiliki perhatian khusus pada bidang kesusastraan Jawa Kuna dan Bali. Barangkali jika pada tahun 2020 ini IHDN Denpasar berubah nama menjadi Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa, tentu dengan harapan akan berlanjutnya semangat I Gusti Bagus Sugriwa terhadap studi naskah dan teks Jawa Kuna maupun Bali Kuna. Kehadiran Universitas ini adalah pemantik bagi semua orang tanpa terkecuali, untuk kembali melihat sumber-sumber naskah lontar. Tidak hanya sekadar melihat, tapi membaca. Tidak hanya membaca tapi memahami. Sehingga tercipta perguruan tinggi yang menjadi pusat kajian Agama, Bahasa, Sastra, dan Aksara Bali.

Bila pada 4 Desember 2019 lalu, saya masih menemukan naskah lontar yang kondisinya tidak terlalu bagus. Barangkali pada tahun 2020 ini, lontar-lontar itu tidak sendirian lagi di sudut perpustakaan dengan ruangan khusus yang lebih layak. Bukankah lontar adalah linggih Saraswati? Bukankah Saraswati adalah salah satu Dewi? Membangun ruangan khusus lontar, saya kira sama mulianya dengan membangun satu buah Pura.

Saya bukan tipe manusia manggut-manggut yang mengucapkan selamat kepada almamater dengan pujian betumpuk-tumpuk lalu mempostingnya di media sosial. Saya adalah manusia yang dilahirkan oleh IHDN Denpasar dan diajarkan berpikir. Oleh sebab itu, hasil pemikiran yang mesti saya haturkan kepada kampus yang telah menjadi Ibu bagi saya. Maka tulisan ini saya dedikasikan kepada Ibu almamater agar menjadi lebih baik lagi, lebih layak lagi menjadi pusat studi. Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa bukan hanya nama, tapi bermakna. [T]


Sumber:

IHDN DENPASAR MENJADI UNIVERSITAS HINDU NEGERI YANG PERTAMA
Tags: I Gusti Bagus SugriwaIHDNlontarUniversitas Hindu Indonesia
Share544TweetSendShareSend
Previous Post

Wartawan Kuliah di Fakultas Ekonomi, Ada yang Salah?

Next Post

Berbahagia di Hari Kasih Sayang Padahal Tak Punya Pacar? Gampang!

IGA Darma Putra

IGA Darma Putra

Penulis, tinggal di Bangli

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post
“Kamu kan Anak TI. Plis, Benerin Laptop Pacarku Dong!” – Uh, Sakitnya…

Berbahagia di Hari Kasih Sayang Padahal Tak Punya Pacar? Gampang!

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar
Tualang

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

by Made Wirya
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co