25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Universitas Hindu, I Gusti Bagus Sugriwa dan Lontar

IGA Darma Putra by IGA Darma Putra
February 13, 2020
in Esai
Universitas Hindu, I Gusti Bagus Sugriwa dan Lontar

I Gusti Bagus Sugriwa

Dua puluh delapan naskah lontar tertera dalam daftar koleksi naskah lontar Perpustakaan Pasca Sarjana IHDN Denpasar [saat saya memeriksa lontar-lontar, masih bernama IHDN Denpasar]. Daftar koleksi itu ditempel di depan pintu rak kaca yang diletakkan di pojok timur laut ruang perpustakaan di lantai dua. Rak kaca itulah yang digunakan sebagai tempat penyimpanan dua puluh delapan naskah lontar yang judulnya tertera pada daftar.

Judul lontar yang tertera pada daftar tersebut di antaranya: Brahmokta Widisastra, Sundari Bungkah Trus, Kusuma Dewa (Bebantenan), Tutur Bhamakertih, Wariga Palelubangan, Rsi Sambhina, Tattwa Budakecapi, Wargasari Hastapaka, Dewagama Dewa Dandha, Tatwa Japakala, Kuntiyadnya Nilacandra, Turun Bhatara Hanut Sasih, Dharma Pawayangan/ Sapuleger, Kakawin Siwa Budha, Prakempa Bhumi Jaya Kasunu, Wariga Krimping, Puja Sadretu, Sastra Yamapurana Tattwa, Gaguritan Bagus Diarsa, Wargasari Kyastapaka, Wariga Pakakalan, Kakawin Eka Dasa Siwa (Bhuta Tiga), Indik Matabuh Gentuh, Rare Angon, Sundari Bungkah, Usada Rare, Gaguritan Pitrayajnya, dan satu keropak lontar Putru yang isinya Putru Sangskara, Putru Pasaji, dan Putru Pajiwan-jiwan.

Ada beberapa naskah yang sempat saya periksa atas inisiatif pribadi. Pemeriksaan itu dilakukan dengan jalan melihat fisik lontar dan membaca bagian awal dan kolofon. Salah satu di antaranya adalah teks berjudul Wargasari Hastapaka. Naskah ini disimpan dalam sebuah keropak kayu dengan kode 08. Panjang naskah 35 cm, lebar 3,5 cm, dan jumlahnya sebanyak 32 lembar. Menurut keterangan dari daftar lontar, asal naskah adalah dari Amlapura. Saat diperiksa pada tanggal 4 Desember 2019, naskah ini masih dalam keadaan baik. Keropak diikat dengan menggunakan benang tiga warna dengan ‘hiasan’ bunga yang telah layu. Tidak ada keterangan yang tertulis perihal hiasan itu. Tapi saya seolah diberitahu oleh tradisi, bahwa hiasan serta tali itu diikatkan pada keropak menjelang rahinan Saraswati.

Masih terikatnya keropak 08 dengan benang tiga warna dan hiasan, menandakan belum ada yang membuka keropak sebelumnya. Jika benar dugaan tadi, maka ada jarak sekitar kurang lebih 200 hari keropak itu tidak dibuka. Kemungkinan lainnya, ada yang membuka keropak itu tapi mengikatnya lagi sebagaimana mula.

Dugaan itu langsung lenyap, saat keropak saya buka pada hari Rabu, tanggal 4 Desember 2019. Sebab tali pengikat naskah berwarna putih, telah dalam keadaan hancur. Tali pengikat itu tidak tertolong lagi. Itu artinya, sebelum dihias dengan benang tiga warna dan bunga, naskah tidak diperiksa terlebih dahulu. Atau tali pengikat itu hancur selama jarak waktu kurang dari enam bulan di tempat naskah itu disimpan dan dilindungi.

Seluruh lempir lontar dalam keadaan cukup baik, hanya saja aksara di dalamnya tidak dihitamkan dengan baik. Karena kurang hitamnya, aksara menjadi kurang jelas. Kurang jelasnya aksara, menyebabkan pembacaan sedikit sulit.

Keadaan naskah yang demikian bisa ditanggulangi dengan melakukan konservasi naskah. Konservasi untuk naskah itu cukup dengan menghitamkan ulang seluruh naskah dengan menggunakan biji kemiri yang sudah dibakar. Biji kemiri ini berfungsi agar celah-celah goresan aksara dapat terisi dan aksara tampak jelas. Untuk menjaga kelenturan naskah lontar, bisa dioles dan digosok dengan kain kasa yang sudah diisi alkohol 95 %. Sementara untuk menjaga agar naskah tidak dimakan oleh serangga, bisa memakai minyak sere. Alat-alat itu bisa didapat dengan mudah.

Bagian awal teks dari naskah 08 berbunyi; ‘iti wargga sari kyastapaka, purwakaning angripta rum ning wana ukir kahadang labuh <kartika> panedenging sari angayon tangguli ketur angringring jangga mure’ terjemahan bebasnya kira-kira begini ‘[ini Warga Sari Kyastapaka, pertamakali menggubah keindahan di hutan gunung saat masa Kartika bunga-bunga sedang mekar indahnya bunga Tangguli dililit bunga Jangga yang bermekaran]’.

Awal teks tersebut sama dengan Kidung Wargasari yang digunakan sebagai contoh dalam buku Penuntun Pelajaran Kakawin [1977] oleh I Gusti Bagus Sugriwa. Awal teks itu juga yang sering kali ditembangkan dalam upacara yajña. I Gusti Bagus Sugriwa memang menaruh perhatian besar terhadap naskah-naskah lontar. Hal ini dapat ditemukan dalam sari-sari pemikirannya perihal Agama Hindu Bali. Sejauh ini, hanya dua buku yang bisa saya dapatkan untuk mencermati pemikiran I Gusti Bagus Sugriwa. Buku pertama berjudul Karya Tercecer I Gusti Bagus Sugriwa, yang diterbitkan oleh Yayasan Dharma Sastra pada tahun 2008. Buku kedua berjudul Penyatuan Siwa-Buddha, Pemikiran I Gusti Bagus Sugriwa Tentang Agama Hindu Bali yang diterbitkan oleh Program Pasca Sarjana IHDN Denpasar tahun 2011. Buku kedua ini adalah hasil studi dari I Nyoman Rema.

Buku pertama berisi dua buah tulisan perihal Hari Raya Nyepi dan Siwa Buddha Binneka Tunggal Ika. Tulisan yang kedua, dimuat dalam majalah “Indonesia”, No. 12 Th. IV, Desember 1953. Lalu tulisan tersebut diterbitkan bersama dengan beberapa tulisan lain pada tahun 2002 dengan judul “Siwa Buddha Puja di Indonesia”.

Kedua buku ini saya kira bisa menjadi petunjuk penting dalam memahami pemikiran I Gusti Bagus Sugriwa. Belakangan ada beberapa buku karya I Gusti Bagus Sugriwa berhasil saya dapatkan. Di antaranya adalah Babad Pasek [1956] dan Penuntun Pelajaran Kakawin [1977]. Ada lagi buku terbitan berjudul Dwijendra Tattwa dan Sang Hyang Kamahayanikan. Beberapa buku serta tulisan itu membuktikan perhatian I Gusti Bagus Sugriwa terhadap kesusastraan, sejarah, bahasa, dan agama. Ada ‘pengakuan’ dari I Gusti Bagus Sugriwa yang bisa kita baca pada bagian pendahuluan dari buku Penuntun Pelajaran Kakawin [1977] sebagai berikut.

Sejak beberapa tahun yang lalu kami berusaha membuat/ memetik kitab-kitab kakawin yang berjilid-jilid, misalnya kakawin Bharata-yuddha 18 jilid, Sutasoma 22 jilid, Arjuna Wiwaha 8 jilid, Ramayana baru 24 jilid yang dicetak oleh Toko Buku Bali Mas Denpasar [Sugriwa, 1977: 5].

Bharatayuddha, Sutasoma, Arjuna Wiwaha dan Ramayana adalah beberapa kakawin yang lumbrah bisa ditemukan pada sekaa santi di seluruh Bali. Semua itu seolah menjadi bacaan wajib. Artinya, I Gusti Bagus Sugriwa adalah sosok yang memiliki perhatian khusus pada bidang kesusastraan Jawa Kuna dan Bali. Barangkali jika pada tahun 2020 ini IHDN Denpasar berubah nama menjadi Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa, tentu dengan harapan akan berlanjutnya semangat I Gusti Bagus Sugriwa terhadap studi naskah dan teks Jawa Kuna maupun Bali Kuna. Kehadiran Universitas ini adalah pemantik bagi semua orang tanpa terkecuali, untuk kembali melihat sumber-sumber naskah lontar. Tidak hanya sekadar melihat, tapi membaca. Tidak hanya membaca tapi memahami. Sehingga tercipta perguruan tinggi yang menjadi pusat kajian Agama, Bahasa, Sastra, dan Aksara Bali.

Bila pada 4 Desember 2019 lalu, saya masih menemukan naskah lontar yang kondisinya tidak terlalu bagus. Barangkali pada tahun 2020 ini, lontar-lontar itu tidak sendirian lagi di sudut perpustakaan dengan ruangan khusus yang lebih layak. Bukankah lontar adalah linggih Saraswati? Bukankah Saraswati adalah salah satu Dewi? Membangun ruangan khusus lontar, saya kira sama mulianya dengan membangun satu buah Pura.

Saya bukan tipe manusia manggut-manggut yang mengucapkan selamat kepada almamater dengan pujian betumpuk-tumpuk lalu mempostingnya di media sosial. Saya adalah manusia yang dilahirkan oleh IHDN Denpasar dan diajarkan berpikir. Oleh sebab itu, hasil pemikiran yang mesti saya haturkan kepada kampus yang telah menjadi Ibu bagi saya. Maka tulisan ini saya dedikasikan kepada Ibu almamater agar menjadi lebih baik lagi, lebih layak lagi menjadi pusat studi. Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa bukan hanya nama, tapi bermakna. [T]


Sumber:

IHDN DENPASAR MENJADI UNIVERSITAS HINDU NEGERI YANG PERTAMA
Tags: I Gusti Bagus SugriwaIHDNlontarUniversitas Hindu Indonesia
Share544TweetSendShareSend
Previous Post

Wartawan Kuliah di Fakultas Ekonomi, Ada yang Salah?

Next Post

Berbahagia di Hari Kasih Sayang Padahal Tak Punya Pacar? Gampang!

IGA Darma Putra

IGA Darma Putra

Penulis, tinggal di Bangli

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
“Kamu kan Anak TI. Plis, Benerin Laptop Pacarku Dong!” – Uh, Sakitnya…

Berbahagia di Hari Kasih Sayang Padahal Tak Punya Pacar? Gampang!

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co