2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Made Taro: Ini Zaman Kebangkitan Dongeng

tatkala by tatkala
June 5, 2024
in Khas
Made Taro: Ini Zaman Kebangkitan Dongeng

Made Taro

DULU, kegiatan mendongeng dianggap kegiatan remeh-temeh, dianggap kegiatan tidak penting dan dapat mengganggu kegiatan belajar. Tapi kini kegiatan mendongeng bangkit lagi. Dongeng ada di mana-mana.

Itu kata maestro pendongeng Made Taro saat menjadi narasumber dalam workshop serangkaian acara Rare Bali Festival, Selasa 4 Juni 2024.

Karena dianggap kegiatan yang tidak penting, maka Sanggar Kukuruyuk yang didirikan Made Taro tahun 1970-an dipandang sebelah mata. Sanggar Kukuruyuk adalah sanggar tempat anak-anak bermain, bernyanyi dan mendongeng.

“Setelah saya diundang mendongeng di Hari Anak Nasional dan muncul di koran, baru ramai,” katanya.

Dongeng, kata Made Taro, mengalami tiga masa.

Pertama, masa ketika dongeng diciptakan saat manusia sudah mengenal pemukiman, sehingga muncul berbagai budaya, kesenian antara lain dongeng. Dongeng itu, tradisi lisan yang diceritakan lewat mulut lisan dan didengarkan oleh anak-anak.

Made Taro (tengah)

Dongeng diciptakan oleh rakyat, sehingga disebut cerita rakyat. Dongeng itu, lalu menyebar turun-temurun melalui tradisi lisan, sehingga dongeng mengalami perubahan sesuai dengan kepentingan maka lahir banyak versi dan variasi.

Mas kedua, dongeng kemudian dilupakan, sehingga tidak ada bekal tidur bagi anak-anak. Ia kemudian mendirikan rumah dongeng pada tahun 1973.

“Itu hanya berlangsung selama 6 tahun, lalu masuk menjadi agenda tayangan TV. Jujur, saat itu tantangannya begitu banyak,” kata Made Taro.

Pada masa ketiga merupakan kebangkitan dongeng. Sekaranglah bangkitnya dongeng itu yang bisa dilihat di beberapa TV dan media masa.

Di negara-negara barat, dongeng begitu diagungkan. Bahkan sampai dibuatkan festival dongeng dengan nama story telling festival.

“Penghargaan terhadap dongeng di barat itu, juga berimbas pada diri saya yang terus mendapat undangan mendongeng,” paparnya.

***

Workshop yang diadakan di Rumah Budaya Penggak Men Mersi Denpasar itu diikuti sebanyak 60 guru PAUD dan TK.  Guru-guru yang tergabung bersama Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) itu sejak pagi sudah memenuhi tempat duduk yang disiapkan panitia.

Made Taro, sebagai narasumber dalam workshop itu tampil bersama anaknya, Gede Tarmada, serta dibantu cucunya yang memainkan alat musik berbahan kulit.

***

Made Taro, sebagai pendongeng memang sudah tak bisa diragukan lagi. Ia kerap mendapat undangan mendongeng ke luar negeri, seperti Singapura. Ia disambut dengan penonton yang penuh.

Itu artinya, orang barat sangat menghargai dongeng karena cerita itu sebagai bekal anak cucunya nanti. Untuk pertama kalinya, Made Taro mendongeng membayar tiket.

Demikian pula ketika Made Taro mendongeng di Afrika Selatan. Penonton yang mendengarkan, bukan anak-anak, melainkan para dosen, guru dan tokoh.

“Di negara barat dongeng dihargai, lalu mengapa di Indonesia dianggap spele. Setelah itu, barulah orang-orang kita di Indonesa buka mata,” cerita Made Taro.

Made Taro mengajak para orang tua agar membiasakan mendongeng atau memberikan cerita bekal tidur sejak dini kepada buah hatinya. “Dongeng itu, sarat nilai karakter dan pendidikan moral,” paparnya.

Pendidikan karakter, kata Made Taro, harus ditanamkan sejak dini kepada anak-anak. Salah satunya bisa melalui dongeng. Pengaruh positif dari dongeng yang dibawakan oleh para orang tua, ataupun kakek dan nenek akan dapat menyusup dalam hati anak-anak.

“Ada sebuah penelitian yang menyampaikan dampak dari mendongeng itu, akan melekat hingga  25 tahun mendatang,” katanya.

Anak yang sudah berumur tiga tahun, sudah bisa diberikan dongeng. Supaya menjadi lebih menarik, saat mendongeng bisa sembari diberikan peragaan dan disertai gambar.

“Kalau materi dongeng itu, tentu dimulai dari apa yang dikenal di lingkungan mereka. Kalau menceritakan yang mereka kenal, maka mereka lebih senang,” ujarnya.

Foto bersama peserta workshop dongeng bersama Made Taro

Made Taro mengaku, sudah 50 tahun menemani anak-anak melalui dongeng, lagu dan permainan tradisional tanpa putus-putusnya. Dongeng yang diberikan kepada anak-anak harus disesuaikan dengan usia dan lingkungan mereka. Sebut saja untuk anak-anak PAUD dan TK itu dongeng yang diberikan bisa yang untuk mengenal dunia binatang dan lingkungan.

Contohnya, dongeng “Ekor Tikus yang Hilang” itu dapat mengajarkan pada anak-anak mulai mengenali lingkungan mereka, apa yang dilihat dari kesehariannya. Misalnya saja mengenal tokoh tikus, kucing, sapi, petani, pedagang, tukang potong daging dan sebagainya.

Cerita tentang binatang tersebut diberikan, maka mereka akan lebih tertarik. Berbeda halnya dengan dongeng untuk anak-anak setingkat SD yang sudah bisa mengklasifikasi dan memiliki imajinasi lebih luas.

Maka dongeng yang diberikan, bisa diarahkahkan pada dongeng dengan peran yang lebih beragam. Sementara itu untuk dongeng yang diberikan kepada remaja, bisa dongeng tentang cinta.

Contohnya dongeng tentang Bangau Jatuh Cinta pada Gelatik. “Dongeng yang ada di lingkungannya mesti diberikan kepada anak-anak setingkat PAUD dan TK,” ucapnya.

Misalnya tentang kucing, anjing, ibu dan bapak, tikus, kecoak, dan burung ayam. Jangan mendongeng tentang Rajawali yang jarang mereka lihat. Stail mendongengnya juga beda, yakni banyak pengulangan, lalu klimaknya adalah penyelesaian, sehingga anak merasa berkesan.

“Dongeng itu adalah masalah hati, bukan masalah logika. Apalagi itu, untuk anak-anak Paud dan TK, maka lebih banyak memberikan masalah hati,” ungkapnya.

Made Taro kemudian mencontohkan koruptor yang menjamur saat ini, anak membunuh orang tua dan orang tua membunuh anaknya. Tawuran anak-anak sekolah, semua itu terjadi karena tidak memiliki hati.

Menurut Made Taro, dongeng di Indonesia itu tidak ada yang meneteskan darah, berbeda dengan di luar negeri dongeng lebih banyak bengis mengeluarkan darah. “Dongeng di Indonesia lebih menekankan pada karma, hasil perbuatan, bukan pembalasan,” ujarnya.

***

Kadek Wahyudita selaku Penanggung Jawab Bali Rare Festival  sekaligus Klian Penggak Men Mersi mengatakan, Made Taro dihadirkan dalam festival itu memang  secara khusus sebagai fokus dari pelaksanaan festival tahun ini. Ide awalnya ia mengajukan proposal untuk mendapatkan bantuan Dana Indonesiana dari Kemendikbudristek untuk dokumentasi maestro Made Taro.

Sosok Made Taro dan hasil karyanya  akan didokumentasikan dalam bentuk video dokumenter dan juga tutorial. “Kegiatan pendokumentasian karya termasuk kegiatan workshop ini merupakan program yang telah lolos hasil seleksi Dana Indonesiana Kemendikbud RI,” kata Wahyudita.

Rare Bali Festival (RBF) 2024 mengusung tema “Merawat Tradisi, Cipta Inovasi, Untuk Generasi”. Dari tema ini selanjutnya diterjemahkan menjadi ragam kegiatan seperti pendokumentasian karya maestro I Made Taro, workshop, lomba, pergelaran, parade budaya anak, pameran, dan saresehan. [T][Ado/Rls]

Rare Bali Festival: Made Taro Bimbing Guru PAUD dan TK Workshop Permainan Tradisional
Pekak Taro Mengajar Orang Tua Mendongeng
Pekak Taro Bercerita, Turis Asing pun Bengong Mendengar
Semangat yang Tak Luntur, Merawat Tutur Leluhur
Cerita Rasa Festival Jembrana: Storytelling, Film, Art and Culture
Siswa SMP Tampilkan Drama Banyol – Boleh Ngakak di Penggak Men Mersi
Tags: Bali Rare FestivaldongengMade Taro
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Metamorfosis Soul and Kith dalam “A Journey Unseen”

Next Post

Pentingnya “Agility Learning”

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Pentingnya “Agility Learning”

Pentingnya "Agility Learning"

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co