12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dongeng | Anak Kecil dan Pohon Pemali

Gody Usnaat by Gody Usnaat
November 24, 2024
in Dongeng
Dongeng | Anak Kecil dan Pohon Pemali

Ilustrasi tatkala.co | Rusdy | Diolah dengan Canva

DI suatu kampung yang punya dua gunung tinggi, yang punya banyak pohon sagu, yang punya sungai-sungai kecil dan jernih, yang hutannya dihinggapi burung-burung, yang tanahnya subur: di kampung itulah lahir seorang anak dari sebuah keluarga sederhana.

Ia lahir saat bulan purnama datang dan ayahnya bilang: ia akan menjadi penyelamat kampung. Yah, mamanya juga setuju apa yang dikatakan suaminya.

“Anakku adalah penyelamat,” bisik mama kepada si anak.

Bertahun-tahun kampung itu hidup tanpa seorang pemimpin yang adil, sejak seorang penebang menebang pohon pemali. Sebenarnya ia tak sengaja menebang. Ia memang menyesali kekhilafannya dan kemudian ia menerima hukuman alam: ia mati digigit babi hutan dan mati.

Cerita tentang pohon itu kemudian menjadi kisah hidup yang dituturkan dari generasi ke generasi.

Orang-orang mananam lagi tapi selalu saja pohon itu mati—seminggu kemudian. Hal ini membuat mereka semakin tekun berdoa kepada Tuhan. Mereka juga terus meminta kepada tanah dan langit, batu dan air agar seorang anak lahir dan mampu menanam pohon pemali.

***

Berumur tujuh tahun, anak itu masuk sekolah. Mereka memiliki gedung sekolah yang dikelilingi pohon matoa. Dulu, mereka punya banyak guru tapi guru-guru itu pergi dan kelas selalu kosong, tapi anak-anak tetap datang ke sekolah. Mereka bermain kejar-kejaran. Mereka duduk melingkar dan bercerita tentang pengalaman berburu. Mereka bercerita dan pada suatu hari, pohon gomo mendengarkan kisah hidup mereka.

Anak yang diramalkan menjadi penyelamat itu, biasanya duduk menyendiri di bawah pohon cemara:  ia menggambar di tanah. Berbulan-bulan anak itu duduk menekuni kebiasaannya—menggambar: ia menggambar batu, ia menggambar air, ia menggambar burung kasuari.

Pohon cemara lalu kagum dengan hasil gambar anak itu. Dan si cemara berdoa kepada langit: semoga ia diberi keberuntungan, semoga ia selalu berkelimpahan, semoga ia sehat.

Langit mendengarkan doa cemara. Tetapi sepok—manusia dari alam lain, datang lebih cepat. Mereka itu datang bergerombolan.

Awalnya mereka menculik dan menyembunyikan anak itu selama seminggu di sebuah lubang jerat binatang. Lalu mereka mengeluarkan dan membawa anak itu dan melemparkan dia ke sarang lebah. Seluruh tubuh anak itu bengkak.

Orangtua anak itu dengan cemas mencari anak itu. Lalu karena sudah dua minggu anak itu hilang maka seluruh kampung itu keluar dan mencari dia. Mereka pun menemukan petunjuk dari pohon sagu di pinggir jalan yang pernah melihat Sepok sedang membawa seorang anak.

Ia memberi tahu bahwa anak itu kini sedang dimasukan ke dalam gua. Sagu mengijinkan mereka untuk memetik dan  membawa beberapa duri sagu miliknya untuk dijadikan sebagai petunjuk arah.

Mereka pun tiba di gua. Mereka mengepung gua itu dari berbagai arah mata angin, lalu serentak berteriak. Sepok-sepok itu lalu kehilangan kemampuan untuk menentukan arah mata angin dan mereka tetap di tempat dalam ke adaan bingung lalu menghilang sebagai angin dan anak itu tak lagi mereka pedulikan. Kedua orang itu masuk dan meloloskan Sang Anak Penyelamat.

Mereka membawa pulang anak itu ke rumah. Ia diberi makan yang cukup. Ia dimandikan. Ia juga diberi kesempatan untuk beristirahat beberapa hari. Dan pada suatu malam, ketika ia sedang tidur, seorang malaikat datang. Ia memberikan kepadanya beberapa pensil dan beberapa buku gambar.

“Ambil, ini hadiah dari Tuhan untukmu!”

Ia kaget dari tidurnya. Beberapa buku, beberapa pencil sedang tersimpan rapih di sampingnya.

“Terima kasih, Tuhan!”

Esoknya ia langsung membawa sebuah pensil dan buku gambar ke sekolah. Ia menggambar kasuari dan secara ajaib seekor kasuari keluar dari buku gambar dan ia berlari di dalam ruang kelas.

Ia menggambar gedung sekolah: dan dalam sekejap mata gedung sekolah mereka segera berganti rupa: sekolah mereka memiliki banyak buku bacaan anak, punya banyak meja dan kursi dan punya banyak peralatan baca dan tulis.

Teman-temannya datang menyaksikan keajaiban itu, “Tolong, engkau gambarkan kepada kita enam guru SD—seketika enam guru SD hadir di sekolah itu. Dan diakhir dari itu, ia menggambar teman-temannya satu persatu, mereka nampak sehat dan bahagia sebagai anak-anak SD—dan terjadilah—mereka semua sehat dan bahagia.

Kabar baik itu lalu sampai di telinga para orang tua. Mereka datang ke sekolah menyaksikan keajaiban itu. Seorang mama meminta kepada Sang penyelamat agar ia segera menggambar pohon pemali.

Ia menggambar dan terjadilah seperti yang mereka minta: pohon itu tumbuh subur dan seketika kehidupan kampung itu kembali sebagaiman dulu, mereka semua menjadi anggota masyarakat kampung yang bahagia sebab kini mereka memiliki kepala kampung baru. [T]

KLIK untuk BACA dongeng lainnya

Pandan Berduri dan Ketajaman Pikiran
Kacangdari dan I Lantangidung
Aya, Seekor Anak Buaya Tak Lagi Makan Daging
Dongeng | Si Jangkrik Kalung yang Terlalu Percaya Diri
Tags: dongeng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Burung-Burung di Langit Mekkah | Cerpen Khairul A. El Maliky

Next Post

Refleksi Hari Guru Nasional 2024: Antara Prestasi dan Perubahan Nasib

Gody Usnaat

Gody Usnaat

Penyair tinggal Umuaf, Papua. Salah satu buku puisi "Mama Mengayam Noken"

Related Posts

Takut Galungan

by Dede Putra Wiguna
June 27, 2026
0
Takut Galungan

DI Desa Kembang Asri hiduplah seekor babi betina bernama Ica. Ia adalah babi kesayangan Made Subur. Ica tumbuh sehat dan...

Read moreDetails

Radio Tua Kakek Panjul

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Radio Tua Kakek Panjul

PAGI di Desa Muncuk Sari selalu datang dengan cara yang sama. Perlahan, lembut, seperti tangan yang membelai tanpa suara. Kabut...

Read moreDetails

Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
February 27, 2026
0
Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

DI langit biru yang luas, hiduplah kawanan awan yang lembut dan setia. Pemimpin mereka bernama Rinai, awan tua berwarna kelabu...

Read moreDetails

Sekar dan Tujuh Cahaya | Cerita Anak

by Jaswanto
February 8, 2026
0
Sekar dan Tujuh Cahaya | Cerita Anak

SEKAR masih menangis ketakutan dengan badan kuyup. Badai telah reda. Tapi Kakek dan orang-orang desa tak kunjung kelihatan. Di ujung...

Read moreDetails

Adik dan Katak | Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
January 18, 2026
0
Adik dan Katak | Dongeng Lingkungan

DI sebuah desa kecil yang dikelilingi sawah hijau dan sungai yang jernih, hiduplah seorang anak lelaki bernama Adik. Ia dikenal...

Read moreDetails

Jalak Bali dan Beringin Tua | Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
October 12, 2025
0
Jalak Bali dan Beringin Tua | Dongeng Lingkungan

DI sebuah desa kecil bernama Desa Kerta Harum, berdiri sebuah beringin raksasa berusia ratusan tahun di pinggir jalan dekat Pura...

Read moreDetails

Bob & Ciko | Dongeng Masa Kini

by Pitrus Puspito
May 11, 2025
0
Bob & Ciko | Dongeng Masa Kini

MENJELANG sore, seekor beruang madu ditangkap oleh para pemburu dan dibawa ke kebun binatang Zoole. Kebun binatang Zoole merupakan tempat...

Read moreDetails

Gery dan Sangkarnya  |  Dongeng dari Papua

by Teddy Koll
January 26, 2025
0
Gery dan Sangkarnya  |  Dongeng dari Papua

DI satu gedung Gereja hiduplah seekor burung yang bahagia. Ia tidur di tempat yang nyaman dan sering keluar bermain dan...

Read moreDetails

Ulat Mengkhianati Pohon Apel  |  Dongeng Pendidikan

by Wayan Purne
January 25, 2025
0
Ulat Mengkhianati Pohon Apel  |  Dongeng Pendidikan

“Tolong-tolong!!! Aku diburu! Diburu! Tolong aku!” teriakan seekor ulat ketakutan. Terlihat seekor ulat menggeliat merayap di antara dedaunan mati yang...

Read moreDetails

Toweli dan Tongkat Saktinya | Dongeng dari Papua

by Teddy Koll
January 12, 2025
0
Toweli dan Tongkat Saktinya | Dongeng dari Papua

DI satu kampung yang dikelilingi gunung batu: Gunung Batu Kulbi di timur dan Gunung Batu Wandel di barat dan Gunung...

Read moreDetails
Next Post
Refleksi Hari Guru Nasional 2024: Antara Prestasi dan Perubahan Nasib

Refleksi Hari Guru Nasional 2024: Antara Prestasi dan Perubahan Nasib

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co